Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 2 Oktober 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 35-52 Perencanaan Kebijakan Persediaan Vaksin Booster Dengan Metode Continuous Review ( , ) Untuk Mengurangi Overstock Di Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar Renata Hany1. Nerli Khairani2 1,2Universitas Negeri Medan Korespondensi penulis: renatahany. auora00@gmail. Abstract. Pematangsiantar City Army Hospital is one of the state-owned health facilities that provides booster vaccination services with 4 types of booster vaccines available, namely sinovac, astrazeneca, pfizer and moderna. The uncertain level of demand for booster vaccines causes the Pematangsiantar City Army Hospital to require booster vaccine inventory policy planning using the continuous review . ,S) method to prevent overstock which results in considerable cost expenditures. From the calculation of booster vaccine inventory control using the continuous review method . ,S), it is obtained that the total inventory cost has a significant percentage change. For the type of sinovac, the percentage change in total inventory costs reaches 92% of the total inventory costs in the existing conditions, for astrazeneca reaches 58% of the total inventory costs in the existing conditions, for pfizer reaches 60% of the total inventory costs in the existing conditions, and for moderna reaches 95% of the total inventory costs in the existing The results of the calculation of the total cost of inventory with continuous review . ,S) can provide a decrease in costs incurred by the Pematangsiantar City Army Hospital. This is because the continuous review . ,S) inventory policy minimises the cost of vaccine shortages which are quite costly. Keywords: Inventory Policy Planning. Continuous Review Method. Booster Vaccine Abstrak. Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar merupakan salah satu fasilitas kesehatan milik negara yang menyediakan pelayanan vaksinasi booster dengan 4 jenis vaksin booster yang tersedia yaitu sinovac, astrazeneca, pfizer dan moderna. Tingkat permintaan terhadap vaksin booster yang tidak pasti menyebabkan Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar memerlukan perencanaan kebijakan persediaan vaksin booster menggunakan metode continuous review ( , ) untuk mencegah terjadinya overstock yang mengakibatkan pengeluaran biaya yang cukup besar. Dari hasil perhitungan pengendalian persediaan vaksin booster menggunakan metode continuous review ( , ) diperoleh total biaya persediaan mengalami persentase perubahan yang signifikan. Untuk jenis sinovac persentase perubahan total biaya persediaan mencapai 92% dari total biaya persediaan dalam kondisi eksisting, untuk astrazeneca mencapai 58% dari total biaya persediaan dalam kondisi eksisting, untuk pfizer mencapai 60% dari total biaya persediaan dalam kondisi eksisting, dan untuk moderna mencapai 95% dari total biaya persediaan dalam kondisi eksisting. Hasil perhitungan total biaya persediaan dengan continuous review ( , ) dapat memberikan penurunan biaya yang dikeluarkan pihak Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar. Hal ini dikarenakan kebijakan persediaan continuous review ( , ) memperkecil biaya kekurangan . vaksin yang cukup menimbulkan beban biaya. Received Agustus 07, 2023. Revised September 02, 2023. Oktober 01, 2023 * Renata Hany, renatahany. auora00@gmail. Perencanaan Kebijakan Persediaan Vaksin Booster Dengan Metode Continuous Review . ,S) Untuk Mengurangi Overstock Di Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar Kata kunci: Perencanaan Kebijakan Persediaan. Metode Continuous Review . Vaksin Booster LATAR BELAKANG Bulan Desember 2019 sebuah virus yang berasal dari Wuhan. Hubei. Republik Rakyat Tiongkok telah menggemparkan dunia. Virus yang diklasifikasikan sebagai SARS ini memiliki tingkat penyebaran yang cepat dan tinggi sehingga virus ini ditetapkan sebagai virus yang sangat menular. Virus ini dikenal dengan nama covid-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menetapkan tahap Aodarurat kesehatan globalAo setelah penambahan jumlah kasus terinfeksi virus covid-19 sangat cepat dan sudah berlangsung antar negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan menjaga jarak antar sosial (Social Distancin. dan penggunaan masker sebagai upaya pencegahan penularan virus covid-19 dikarenakan virus covid-19 dapat menular melalui partikel-partikel yang keluar dari pernapasan ketika individu berada dalam jarak satu meter. Selain itu, upaya yang dilakukan untuk pencegahan penularan virus covid-19 diusung program vaksinasi oleh pemerintah di seluruh dunia salah satunya pemerintah Indonesia. Program vaksinasi berguna membentuk kekebalan kelompok terhadap virus covid-19 yang akan berdampak sebagai penurunan angka morbitas dan mortalitas (Nugroho, 2. Vaksin yang akan diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada seluruh warga negara Indonesia didatangkan langsung dari China. Vaksin tersebut merupakan vaksin Vaksin sinovac akan diberikan sebanyak 2 kali yang dikenal dengan sebutan vaksin pertama dan vaksin kedua. Pemberian vaksin dengan dosis lebih dari satu ini diharapkan mampu memperbesar kemungkinan sistem imun tubuh untuk mempelajari virus dan menangkal infeksi berikutnya (Simamora, 2. Di tengah-tengah pelaksanaan program vaksin pertama dan vaksin kedua yang diselenggarakan oleh seluruh pemerintah di dunia. Selanjutnya dunia kembali digemparkan dengan kemunculan varian-varian virus covid-19 yang baru termasuk varian Selain itu, berdasarkan studi meta dan analisis regresi oleh Fekin dkk tahun 2021 efektivitas vaksin mengalami kecenderungan penurunan anti bodi dalam 6 bulan terakhir setelah pemberian vaksin pertama dan vaksin kedua. Hal tersebut menjadi penyebab pemberian vaksin covid-19 ketiga atau vaksin lanjutan yang dikenal dengan sebutan vaksin booster . JURRIMIPA - VOLUME 2. NO. OKTOBER 2023 Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 2 Oktober 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 35-52 Vaksin booster . aksin covid-19 dosis lanjuta. adalah vaksinasi covid-19 setelah seorang mendapatkan vaksin primer . aksin pertama dan vaksin kedu. guna mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang perlindungan. Program vaksin booster ini merupakan lanjutan dari vaksinasi primer . aksin pertama dan kedu. Berdasarkan surat edaran Nomor: HK. 02/II/252/2022 tentang vaksinasi covid-19 dosis lanjutan . menyatakan vaksinasi booster diberikan secara gratis dan dilakukan diberbagai fasilitas kesehatan milik pemerintah seperti puskesmas, rumah sakit maupun pos pelayanan vaksinasi yang dikoordinasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten/Kota . Rumah Sakit Tentara yang berada di Kota Pematangsiantar juga merupakan salah satu fasilitas kesehatan milik negara yang menyediakan pelayanan vaksinasi booster. Vaksin booster akan disediakan berdasarkan permintaan masyarakat, sehingga Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar memerlukan manajemen persediaan untuk mencegah terjadinya overstock. Kebijakan persediaan vaksin untuk vaksin covid-19 dosis pertama berjenis pfizer yang digunakan di Rumah Sakit Tentara, belum optimal yang mengakibatkan overstock. Pihak Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar menyebutkan stock akhir dari vaksin covid-19 dosis pertama berjenis pfizer dengan periode pemakaian bulan Januari 2022 sampai bulan September 2022 yang dimiliki Rumah Sakit Tentara Kota adalah 168 vial vaksin. Jumlah stock akhir ini merupakan angka yang cukup besar karena vaksin akan melewati masa kadaluarsa serta permintaan terhadap vaksin jenis ini juga mengalami penurunan yang cukup drastis. Penurunan permintaan disebabkan masyarakat Kota Pematangsiantar sudah banyak yang melakukan vaksinansi covid-19 dosis pertama berjenis pfizer ini. Hal ini yang menyebabkan terjadinya overstock terhadap vaksin covid-19 dosis pertama berjenis pfizer di gudang penyimpanan Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar. Untuk itu perlu dilakukan tindak pencegahan berupa perencanaan kebijakan persediaan dengan merencanakan ukuran lot pemesanan optimal, titik pemesanan kembali . eorder poin. , jumlah persediaan pengaman . afety stoc. , titik pemesanan maksimal serta pengurangan biaya dalam melakukan manajemen persediaan vaksin booster di Rumah Sakit Umum Tentara Kota Pematangsiantar dengan metode continuous Review ( , ). Metode continuous Review ( , ) memiliki karakteristik yaitu saat melakukan pemesanan jumlah barang . yang dipesan tidak tetap. Metode Perencanaan Kebijakan Persediaan Vaksin Booster Dengan Metode Continuous Review . ,S) Untuk Mengurangi Overstock Di Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar continuous review ( , ) merupakan sistem persediaan yang melakukan pemesanan terusmenerus hingga jumlah persediaan mencapai titik maksimum ( ) (Nurahma, 2. Tujuan penelitian ini yaitu perencanaan kebijakan persediaan vaksin booster dengan metode Continuous review ( , ) untuk mengurangi overstock di Rumah Sakit Tentara Kota PematangsiantarAy. KAJIAN TEORITIS Persediaan Persediaan menjadi peran penting dalam proses produksi suatu perusahaan walaupun persediaan menjadi salah satu faktor pemicu peningkatan biaya baik dalam sistem manufaktur maupun non manufaktur. Persediaan tetap diperlukan karena kondisi nyata dari kebutuhan . yang bersifat tidak pasti, sehingga persediaan secara umum sebagai salah satu cara menghadapi ketidakpastian permintaan tersebut. Menurut (Alexandri, 2. definisi persediaan adalah suatu aktiva berupa barang milik perusahaan yang akan dijual dalam suatu periode usaha atau persediaan barangbarang atau bahan baku yang masih menunggu penggunaannya dan pengerjaannya dalam proses produksi. Sementara itu persediaan menurut (Heizer, 2. merupakan komponen material atau produk jadi yang disimpan, menunggu untuk digunakan dalam proses produksi atau dijual. Dari definisi diatas, disimpulkan bahwa definisi persediaan adalah suatu komponen material atau bahan yang disimpan secara sengaja, menunggu diproses atau dilakukan pengolahan dalam proses produksi yang berfungsi sebagai salah satu cara menghadapi ketidakpastian kebutuhan . Biaya Persediaan Biaya persediaan adalah seluruh pengeluaran biaya yang dikeluarkan perusahaan sebagai akibat adanya persediaan. Menurut (Deviabahari,2. ada 4 biaya yang ada dalam proses pengadaan persediaan yaitu: Biaya penyimpanan (Holding Cos. adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan akibat perusahaan melakukan penyimpanan. Biaya ini akan meningkat jika perusahaan melakukan pertambahan inventory yang akan disimpan. JURRIMIPA - VOLUME 2. NO. OKTOBER 2023 Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 2 Oktober 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 35-52 Biaya pemesanan (Ordering Cos. adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan akibat perusahaan melakukan proses pemesanan barang namun perusahaan dapat memperkecil nilai biaya pemesanan ini dengan memperkecil frekuensi Biaya pembelian (Purchase Cos. adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk membeli barang. Besarnya biaya ini tergantung pada jumlah dan harga satuan barang yang akan dibeli. Biaya kehabisan barang (Shortage Cos. adalah biaya yang muncul karena kebutuhan . dari konsumen tidak dapat terpenuhi akibat perusahaan kehabisan barang atau biaya yang terjadi disaat terjadinya fluktuasi pada permintaan. Pengendalian Persediaan Menurut (Siregar, 2. pengendalian persediaan atau inventory control adalah fungsi managerial yang sangat penting agar dapat mengendalikan persediaan secara efektif dan efisien karena persediaan atau stok obat akan memakan biaya yang melibatkan investasi besar dalam pos aktiva lancar. Selain itu menurut (Wahyudi, 2. menjelaskan pengertian pengendalian persediaan adalah sebuah sistem yang digunakan sebagai laporan untuk persediaan maupun manajemen puncak sebagai alat ukur kinerja persediaan dan dapat digunakan untuk membantu membuat kebijakan persediaan. Sehingga dari uraian pengertian pengendalian persediaan diatas dapat disimpulkan bahwa pengendalian persediaan merupakan sistem yang dilakukan oleh perusahaan dalam penyediaan barang-barang yang dibutuhkan untuk proses produksi agar terpenuhi secara optimal sehingga proses produksi berjalan dengan lancar dan menjaga perusahaan agar tidak kehabisan persediaan yang akan mengakibatkan kehilangan pendapatan serta laba usaha Waktu Tunggu (Lead Tim. Waktu tunggu . ead tim. merupakan waktu yang dibutuhkan antara saat pemesanan bahan baku dengan datangnya bahan baku yang dipesan. Hal ini perlu diperhatikan karena berhubungan erat dengan penentuan saat pemesanan kembali . eorder poin. untuk mencegah resiko penumpukan persediaan serta kekurangan persediaan dapat diminimalkan (Eunike, 2. Perencanaan Kebijakan Persediaan Vaksin Booster Dengan Metode Continuous Review . ,S) Untuk Mengurangi Overstock Di Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar Persediaan Pengaman (Safety Stoc. Menurut (Herjanto, 2. persediaan pengaman . afety stoc. sangat penting sebagai pelindung dari kemungkinan kekurangan barang, misalnya karena barang telah digunakan lebih dari perkiraan semula dan keterlambatan dalam penerimaan barang yang Persediaan pengaman . afety stoc. dapat disimpulkan bertujuan untuk mengantisipasi kekurangan persediaan pada saat persediaan dalam waktu pemesanan serta dapat mengantisipasi ketidakpastian permintaan. Dengan adanya persediaan pengaman . afety stoc. keuntungan yang diperoleh adalah persediaan pengaman dapat memenuhi jumlah permintaan yang sedang melonjak. Menurut (Eunike 2. perhitungan persediaan pengaman . afety stoc. secara umum mengikuti persamaan sebagai berikut. Dimana pengaman dan merupakan persediaan pengaman . afety stoc. , . adalah faktor adalah standar deviasi dari perkiraan permintaan selama waktu tunggu pemesanan . ead tim. Titik Pemesanan Kembali (Reorder Poin. Titik pemesanan kembali . eorder poin. adalah waktu yang ditetapkan pada tingkat persediaan yang cukup tinggi untuk mengurangi resiko kemungkinan persediaan habis sebagai batas untuk melakukan pemesanan ulang. Dalam menghitung kemungkinan persediaan habis diperlukan data statistic tentang pola penyebaran permintaan selama tenggat waktu pemesanan atau lead time (Paramastuti, 2. Pengendalian Persediaan Pengendalian persediaan merupakan salah satu kegiatan yang berkaitan erat dengan kegiatan-kegiatan lain dalam proses produksi sesuai dengan yang telah direncanakan terlebih dahulu baik waktu, jumlah, kuantitas maupun biayanya guna memenuhi permintaan disetiap proses produksinya (Assauri, 2. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan pengertian pengendalian persediaan adalah suatu sistem yang berfungsi mengendalikan persediaan guna menjaga keseimbangan antara besarnya persediaan dengan biaya yang ditimbulkan dalam proses produksi sebuah perusahaan. JURRIMIPA - VOLUME 2. NO. OKTOBER 2023 Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 2 Oktober 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 35-52 Kebijakan Pengendalian Persediaan Kebijakan pengendalian persediaan yang didasari atas laju permintaan memiliki dua model. Kebijakan tersebut yaitu model deterministik dan model probabilistik. Pengendalian Persediaan Model Deterministik Menurut (Tersine, 1. model deterministik merupakan sistem yang variabel dan parameternya telah diketahui secara pasti. Variabel berupa kebutuhan dari persediaan tetap, waktu dalam pemesanan tetap, biaya yang dikeluarkan dalam pengadaan sistem persediaan menjadi dasar dalam model deterministik. Dasar dalam penentuan besarnya jumlah pemesanan dalam model deterministik adalah model economic order quantity (EOQ). Model economic order quantity (EOQ) merupakan sebuah teknik kontrol persediaan yang berfungsi meminimalkan biaya dengan mengendalikan permintaan untuk mencapai titik yang optimal (Icun 2. Menurut (Subagyo, 2. perhitungan economic order quantity (EOQ) untuk mendapatkan besarnya pembeliaan yang optimal setiap kali pesan dengan biaya minimal dapat dilakukan dengan rumus berikut: Keterangan : = Jumlah pembelian optimum yang ekonomis = Pemakaian bahan periode per waktu = Biaya pemesanan per setiap kali pesan Ea = Biaya penyimpanan per unit per waktu = Biaya pengadaan . rocurment cos. per unit barang yang dipesan Pengendalian Persediaan Model Probabilistik Pengendalian persediaan ini memiliki parameter yang variatif. Untuk dapat mengatasi parameter yang variatif tersebut, model probabilistik ini memerlukan sebuah stok pengaman . afety stoc. Stok pengaman ini diharapkan dapat mengantisipasi adanya kekurangan bahan baku yang dapat menghambat proses produksi (Tersine, 1. Menurut (Levi, 2. terdapat dua jenis metode dalam pengendalian persediaan model probabilistik yaitu periodic review system dan continuous review system. Perencanaan Kebijakan Persediaan Vaksin Booster Dengan Metode Continuous Review . ,S) Untuk Mengurangi Overstock Di Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar Metode periodic review system merupakan metode pengendalian yang mengendalikan jumlah atau kondisi persediaan berdasarkan interval waktu (Syamil Menurut (Silver, 2. metode sistem periodic review sistem terbagi menjadi dua jenis yaitu : Periodic Review. Order-Up-to-level. Sistem (R. S) Sistem ( , ) merupakan sistem yang periode kontrol dan pelaksanaan pemesanan dilakukan berdasarkan waktu yang telah ditetapkan ( ) dan jumlah pemesan harus mencapai titik maksimal ( ). Periodic Review Sistem (R, s. S) Sistem ( , , ) merupakan sistem yang melakukan pemesanan di setiap periode sampai titik pemesanan maksimal ketika persediaan berada atau dibawah titik pemesanan kembali . eorder poin. Menurut (Syamil 2. metode continuous review system merupakan metode pengendalian persediaan yang mengendalikan jumlah dan kondisi persediaan secara terus menerus dan akan melakukan pemesanan jika tingkat persediaan mencapai titik pemesanan kembali . eorder poin. Sistem ini terbagi menjadi dua jenis yaitu : Continuous Review. Order-Point. Order-Quantity. Sistem ( , ) Sistem ( , ) merupakan sistem yang memiliki ukuran pemesanan tetap atau sama yaitu sejumlah dan waktu pemesanan dilakukan saat jumlah atau kondisi persedian berada atau lebih rendah dari titik pemesanan kembali . eorder poin. Continuous Review. Order-Point. Order-Up-to-Level. Sistem ( , ) Sistem ( , ) merupakan sistem yang melakukan pemesanan ketika persediaan berada atau dibawah titik pemesanan kembali . eorder poin. sebesar dan akan dilakukan pemesanan sampai jumlah persediaan mencapai titik maksimal . rder up to leve. Continuous Review dengan Sistem ( , ) Sistem ( , ) ini memiliki karakteristik yaitu besarnya ukuran pemesanan ditentukan dalam jumlah mencapai titik maksimal sistem ini dapat berubah-ubah atau tidak tetap. JURRIMIPA - VOLUME 2. NO. OKTOBER 2023 sehingga jumlah pemesanan pada Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 2 Oktober 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 35-52 Menurut (Smith, 1. ada enam langkah dalam melakukan perhitungan menggunakan metode continuous review system . ,S) yaitu : Langkah 1 : Hitung Langkah 2 : Hitung ( )= Langkah 3 : Tentukan nilai Langkah 4 : Hitung Langkah 5 : Hitung Langkah 6 : Hitung dari tabel safety factor Notasi-notasi yang digunakan dalam melakukan pengolahan data adalah sebagai berikut: = rata-rata jumlah pemesanan . ial vaksi. = permintaan selama lead time . ial vaksi. = standar deviasi selama lead time . ial vaksi. = biaya pemesanan (Rp/pemesana. Ea = biaya penyimpanan (Rp/vial vaksin/har. = biaya kekurangan . (Rp/vial vaksin/kejadia. = persediaan pengaman . afety stoc. ial vaksi. = titik pemesanan kembali . eorder poin. ial vaksi. = titik persediaan maksimal . ial vaksi. = faktor pengaman . afety facto. = lead time . = lot pemesanan optimal . rder quantit. ial vaksi. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Tentara yang berada di Jl. Gunung Simanuk-manuk No. 06 Kota Pematangsiantar dan waktu yang dibutuhkan untuk penelitian ini kurang lebih dua bulan. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian studi kasus. Pengambilan data persediaan vaksin booster dari Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar dilakukan untuk mencegah terjadinya overstock dari vaksin tersebut yang dapat menyebabkan kerugian. Data yang telah diambil akan dianalisis menggunakan metode persediaan yang tepat yaitu metode continuous review ( , ) untuk perencanaan kebijakan persedian vaksin booster tersebut. Sebelum mencapai Perencanaan Kebijakan Persediaan Vaksin Booster Dengan Metode Continuous Review . ,S) Untuk Mengurangi Overstock Di Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar tujuan dari penelitian ada beberapa prosedur yang harus dilakukan. Adapun prosedur penelitian ini sebagai berikut : Melakukan pengumpulan data berupa data pemesanan, data persediaan dan data lead-time . aktu tungg. dari vaksin booster di Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar Menentukan biaya persediaan vaksin booster di Rumah Sakit Umum Tentara Kota Pematangsiantar dalam kondisi eksisting. Menentukan kebijakan persediaan vaksin booster di Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar dengan metode continuous review ( , ). Adapun langkah-langkah penentuan kebijakan persediaan dan total biaya persediaan dengan menggunakan metode continuous review ( , ) yaitu : Menentukan standar deviasi selama lead time Menentukan permintaan / demand selama lead time Menentukan jumlah pemesanan / order quantity ( ) C Menentukan nilai faktor pengaman K dari tabel safety factor Menentukan persediaan pengaman / safety stock ( C Menentukan nilai service level ( ) C Menentukan titik pemesanan kembali / reorder point ( ) C Menentukan total biaya persediaan Menentukan tingkat persediaan maksimal ( ) vaksin booster Melakukan analisis hasil Menarik kesimpulan HASIL DAN PEMBAHASAN Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan berupa data jenis vaksin booster, data pemesanan vaksin booster, waktu tunggu . vaksin booster, dan biaya-biaya yang timbul akibat melakukan persediaan vaksin booster. Biaya-biaya yang muncul meliputi biaya pemesanan, biaya penyimpanan dan biaya kekurangan . vaksin booster. JURRIMIPA - VOLUME 2. NO. OKTOBER 2023 Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 2 Oktober 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 35-52 Jenis vaksin booster yang tersedia di Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar dapat dilihat pada tabel 1 berikut: Tabel 1. Jenis Vaksin Booster yang Tersedia di Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar No. Jenis Vaksin Booster Sinovac Astrazeneca Pfizer Moderna Waktu Tunggu (Leadtim. Waktu tunggu . merupakan waktu yang dibutuhkan antara pemesanan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan hingga barang yang dipesan sampai. Setelah melakukan wawancara dengan pihak Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar, waktu tunggu . yang dibutuhkan Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar dalam melakukan pemesanan vaksin booster adalah konstan yaitu selama 4 hari. Data Persediaan Vaksin Booster Data persediaan yang dikumpulkan merupakan data pemesanan, permintaan, serta kekurangan vaksin yang dialami di Rumah Sakit Tentara untuk setiap jenisnya. Dapat dilihat pada tabel 2 salah satu contoh data persediaan vaksin booster untuk jenis sinovac. Tabel 2. Data persediaan vaksin booster jenis sinovac Periode (Mingg. Order . Periode (Mingg. Order . Perencanaan Kebijakan Persediaan Vaksin Booster Dengan Metode Continuous Review . ,S) Untuk Mengurangi Overstock Di Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar Data Biaya Persediaan Biaya Pemesanan Biaya pemesanan yang dikeluarkan pihak Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar dalam pemesanan setiap jenis vaksin booster yang tersedia adalah Maka dapat dilihat secara ringkas pada tabel 3 rincian biaya pemesanan untuk sekali pemesanan vaksin booster di Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar adalah sebagai berikut : Tabel 3. Rincian Biaya Pemesanan untuk Sekali Pemesanan Setiap Jenis Vaksin Booster yang Tersedia di Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar. Rincian Biaya Biaya Administrasi Biaya Kertas Biaya Print Biaya Listrik Biaya Komunikasi Total Biaya Penyimpanan Total Rp. Oe Rp. Oe Rp. Oe Rp. Oe . Oe / Pemesanan Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat dilihat secara ringkas biaya penyimpanan yang dikeluarkan pihak Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar dalam melakukan penyimpanan vaksin booster dalam tabel 4 berikut : Tabel 4. Rincian Biaya Penyimpanan Setiap Jenis Vaksin Per Vial Vaksin / Hari No. Rincian Biaya Biaya Fasilitas Gudang Biaya Listrik Penggunaan Vaccine Refrigerator / hari Biaya Listrik Penggunaan Lampu / hari Biaya Tenaga Kerja / hari Total biaya penyimpanan Total kapasitas penyimpanan/vial vaksin Total biaya penyimpanan / vial vaksin dalam sehari JURRIMIPA - VOLUME 2. NO. OKTOBER 2023 Total Rp. Oe Rp. Oe Rp. Oe Rp. Oe Rp. Oe Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 2 Oktober 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 35-52 Biaya Kekurangan (Shortag. Biaya kekurangan berupa biaya listrik untuk penggunaan vaccine refrigerator / hari y tarif y Rp. 444,70/kWh /kWh = Rp. 723,3 / unit vaccine refrigerator / per hari Secara ringkas biaya-biaya yang dikeluarkan untuk melakukan persediaan terhadap setiap jenis vaksin booster di Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar dapat dilihat pada tabel 5. berikut ini : Tabel 5. Rincian Biaya Persediaan untuk Setiap Jenis Vaksin Booster Rincian Biaya Total Biaya Pemesanan Biaya Penyimpanan Rp. Oe / pemesanan Biaya Kekurarangan Rp. Oe / vial vaksin / per hari Rp. Oe unit vaccine refrigerator / per hari Pengolahan Data Data-data yang sudah dikumpulkan akan diolah untuk mengetahui perhitungan total biaya persediaan yang akan dikeluarkan Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar dalam melakukan persediaan vaksin booster. Perhitungan total biaya persediaan dilakukan berdasarkan kondisi eksisting Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar dan metode yang diusulkan dalam penelitian ini yaitu metode continuous review ( , ). Datadata yang telah dikumpulkan juga akan diolah guna mengetahui perencanaan kebijakan persediaan vaksin booster di Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar. Perhitungan dalam Kondisi Eksisting Perhitungan total biaya persediaan dalam kondisi eksisting untuk setiap jenis vaksin booster yang tersedia di Rumah Sakit Tentara Kota secara ringkas dapat dilihat pada tabel 6 berikut : Perencanaan Kebijakan Persediaan Vaksin Booster Dengan Metode Continuous Review . ,S) Untuk Mengurangi Overstock Di Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar Tabel 6. Total Biaya Persediaan untuk Setiap Jenis Vaksin Booster dalam kondisi eksisting Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar. Jenis Vaksin Biaya Penyimpanan Biaya Pemesanan Biaya Kekurangan Sinovac Astrazenea Pfizer Moderna Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Total Biaya Persediaan Rp. Rp. Rp. Rp. Service Level Dapat dilihat pada tabel 6 di atas perbandingan total biaya dan service level dari setiap jenis vaksin booster yang tersedia di Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar. Total biaya yang dikeluarkan sangat dipengaruhi biaya kekurangan, semakin tinggi biaya kekurangan total biaya yang dikeluarkan akan semakin tinggi pula. Perhitungan dengan Metode Continuous Review ( , ) Jumlah stock maksimum ( ) serta reorder point . akan ditentukan pada perhitungan dengan metode continuous review ( , ) . kemudian total biaya persediaan akan dihitung untuk setiap jenis vaksin booster yang tersedia di Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar. Namun sebelum melakukan perhitungan perencanaan kebijakan persediaan vaksin booster langkah awal yang diambil adalah penentuan parameterparamter perhitungan. Pada tabel 7 dapat dilihat contoh parameter awal untuk vaksin booster jenis sinovac. JURRIMIPA - VOLUME 2. NO. OKTOBER 2023 Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 2 Oktober 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 35-52 Tabel 7. Parameter Awal Persediaan Vaksin Booster Jenis Sinovac Total pemesanan 4517 vial vaksin Rata-rata pemesanan ( ) 48,05 Waktu tunggu . 4 hari Standar deviasi demand ( ) 46,86 =Oo y = Oo4 y 46,86 = 94 vial vaksin Standar deviasi selama leadtime ( ) = y = 4 y 48,05 = 192 vial vaksin Permintaan selama leadtime ( ) Biaya Pemesanan ( ) Rp. 599,15 / pemesanan Biaya Penyimpanan (E. Rp. 0,77. Oe/vial vaksin/per hari Rp. 241,10. Oe /unit vaccine refrigerator / per hari Biaya Kekurangan / Shortage ( ) Dengan diketahui semua parameter-parameter awal, maka dapat dilakukan perhitungan penentuan kebijakan persediaan vaksin sinovac dengan metode continuous review ( , ) sebagai berikut : Langkah 1 : Hitung Langkah 2 : Hitung ( )= = 446 vial vaksin ) ( Langkah 3 : Nilai K untuk target service level 99% = 2,32 Langkah 4 : Hitung Langkah 5 : Hitung Langkah 6 : Hitung , y = 0,99 = 2,32 y 94 = 218 vial vaksin = 192 218 = 410 vial vaksin = 446 410 = 856 vial vaksin Berdasarkan perhitungan diatas, diketahui jumlah pemesanan optimal dari vaksin booster jenis sinovac adalah sebesar 446 vial vaksin, untuk nilai safety stock ( ) sebesar 218 vial vaksin, kemudian untuk nilai titik pemesanan kembali / reorder point ( ) sebesar 410 vial vaksin dengan batas persediaan maksimum ( ) sebesar 856 vial vaksin. Perencanaan Kebijakan Persediaan Vaksin Booster Dengan Metode Continuous Review . ,S) Untuk Mengurangi Overstock Di Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar Tabel 8. Hasil Perhitungan Total Biaya dengan Metode Continuous Review ( , ) Jenis Vaksin Biaya Penyimpanan Biaya Pemesanan Biaya Kekurangan Sinovac Astrazenea Pfizer Moderna Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Pembahasan Total Biaya Persediaan Rp. Rp. Rp. Rp. Service Level Berdasarkan penelitian di atas, pada kondisi eksisting waktu serta jumlah . pemesanan yang tidak terduga menyebabkan permintaan terhadap setiap jenis vaksin booster tidak dapat terpenuhi atau dengan kata lain terjadinya kekurangan . pada setiap jenis vaksin booster bahkan pihak Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar sampai mengalami stock out. Berbeda dengan hasil perhitungan kebijakan persediaan untuk setiap jenis vaksin booster yang tersedia di Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar dengan metode continuous review ( , ), keadaan stock out mengalami penurunan dibandingkan dengan kondisi eksisting. Hal ini dikarenakan pada metode continuous review ( , ), titik pemesanan kembali/reorder point ( ) dan tingkat persediaan maksimal ( ) telah ditentukan. Kuantitas vaksin yang telah mencapai titik pemesanan kembali/reorder point ( ) harus melakukan pemesanan kembali. Jumlah / kuantitas pemesanan juga dibatasi oleh tingkat persediaan maksimal ( ) yang telah Perbedaan dari hasil perhitungan kebijakan juga menyebabkan perbedaan pada hasil total biaya persediaan yang dialami. Biaya persediaan meliputi biaya penyimpanan, biaya pemesanan dan biaya kekurangan . Total biaya persediaan untuk setiap jenis vaksin booster lebih tinggi ketika dalam kondisi eksisting daripada menggunakan metode continuous review ( , ). Berbanding terbalik dengan perhitungan service level untuk setiap jenis vaksin booster, service level mengalami kenaikan ketika perhitungan dilakukan menggunakan metode continuous review ( , ). JURRIMIPA - VOLUME 2. NO. OKTOBER 2023 Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 2 Oktober 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 35-52 KESIMPULAN Kesimpulan yang dihasilkan berdasarkan hasil analisis serta pembahasan yang telah dilakukan adalah total biaya persediaan menggunakan metode continuous review ( , ) dengan kondisi eksisting mengalami persentase perubahan. Persentase perubahan yang dialami juga cukup signifikan. Untuk vaksin booster jenis sinovac persentase total biaya persediaan mencapai 92% dari total biaya persediaan dalam kondisi eksisting, untuk vaksin booster jenis astrazeneca persentase total biaya persediaan mencapai 58% dari total biaya persediaan dalam kondisi eksisting, untuk vaksin booster jenis pfizer persentase total biaya persediaan mencapai 60% dari total biaya persediaan dalam kondisi eksisting , dan untuk vaksin booster jenis moderna persentase total biaya persediaan mencapai 95% dari total biaya persediaan dalam kondisi eksisting. Berdasarkan perbandingan kebijakan persedian dalam kondisi eksisting dengan kebijakan persediaan continuous review ( , ) disimpulkan juga bahwa kebijakan persediaan continuous review ( , ) dapat memberikan penurunan biaya yang dikeluarkan pihak Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar dalam melakukan persediaan vaksin booster. Hal ini dikarenakan kebijakan persediaan continuous review ( , ) sama sekali tidak menghasilkan kekurangan . vaksin yang dapat menimbulkan biaya tambahan. Perencanaan Kebijakan Persediaan Vaksin Booster Dengan Metode Continuous Review . ,S) Untuk Mengurangi Overstock Di Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar DAFTAR REFERENSI Alexandri. Manajemen Keuangan Bisnis Teori dan Soal. Bandung: Alfabeta. Assauri. Manajemen Pemasaran. Edisi Pertama. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Deviabahari. Kebijakan Pengendalian Persediaan dengan Mempertimbangkan Klasifikasi Produk pada PT. Surabaya. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh November. Eunike,A. Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan. Malang: UB Press. Herjanto. Manajemen Produksi dan Operasi. Jakarta: Grasindo Levi. Desain and Managing The Supply Chain : Concepts Strategis, and Case Studies. Jakarta: MC Graw hill. Nugroho. Efektivitas dan Keamanan Vaksin Covid-19. Jurnal Keperawatan Profesional. Nurahma. Usulan Perencanaan Kebijakan Persediaan Vaksin Menggunakan Metode Continuous Review . ,S) untuk Mengurangi Overstock di Dinas Kesehatan Kota XYZ. Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri. Paramastuti. Analisis Perbandingan Persediaan Bahan Baku Produk Knalpot dengan Continuous Review . ,S) dan Periodic Review (R,s,S). Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri. Simamora. Pengaruh Data Vaksinasi. Indeks Dow Jones dan Nilai Tukar Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia Periode Triwulan Satu Tahun 2021. Jurnal Ilmiah M Progress. Silver. Inventory and Production Management in Supply Chains. Edisi Empat. USA. CRC Press. Siregar. Akutansi Manajemen. Jakarta: Salamba Empat. Smith. Computer Based Production and Inventory Control. New York: Prentice Hall Internation Inc. Subagyo. Marketing in Business. Edisi Pertama. Jakarta: Mitra Wasana Media. Syamil. Penentuan Kebijakan Persediaan Produk Kategori Food dan Non Food dengan Menggunakan Metode Continuous Review . ,S) System dan . ,Q) System di PT. XYZ untuk Operasi Biaya Persediaan. Jurnal Integrasi Sistem Industri. Tersine. Princeples of Inventory and Material Management. Fourt Edition. New Jersey: PTR Prentice Hall Inc. Wahyudi. Analisis Pengendalian Persediaan Barang Berdasarkan Metode EOQ di Toko Era Baru Samarinda. Jurnal IlmuAdmistrasi Bisinis. JURRIMIPA - VOLUME 2. NO. OKTOBER 2023