Oxygenius Vol. No. 2: 31- 39 ISSN 2686-4649 37033/ojce. Efektivitas Penerapan Media Pembelajaran PhET Terhadap Hasil Belajar Pada Dimensi Kecerdasan Visual Spasial dan Kecerdasan Logis Matematis Materi Termokimia di SMA Negeri 9 Manado Juliana Loisa Saranita Lumbu*a. Dokri Gumolunga. Eldat Wira Santaa a Pendidikan Kimia. FMIPAK. Universitas Negeri Manado. Minahasa, 95618. Indonesia INFO ARTIKEL Diterima 00 April 00 Disetujui 00 Oktober 00 Key word: PhET Learning Media Multiple Intelligence Spatial Visual Intelligence Logical Mathematical Intelligence Thermochemistry Kata kunci: Media Pembelajaran PhET Kecerdasan Majemuk Kecerdasan Visual Spasial Kecerdasan Logis Matematis Termokimia ABSTRACT This study aims to determine the effectiveness of the application of PhET learning media on student learning outcomes in the dimensions of visual spatial intelligence and mathematical logical intelligence in learning chemistry on thermochemical material at SMA Negeri 9 Manado. This research uses quantitative method with preexperiment type and one group pretest-posttest design. The instrument in this research is a test in the form of multiple choice. Learning outcome data were analyzed by normality test, paired sample t-test, n-gain test, and Cohen's effect size test. The results of the study for the n-gain test showed an average n-gain score of 83. 16% and classified in the effective category with a medium Cohen effect size of 0. So it can be concluded that the application of PhET learning media is effective on student learning outcomes in the dimensions of visual spatial intelligence and mathematical logical intelligence in learning chemistry on thermochemical material. ABSTRAK *e-mail: julianalumbu01@gmail. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan media pembelajaran PhET terhadap hasil belajar siswa pada dimensi kecerdasan visual spasial dan kecerdasan logis matematis dalam pembelajaran kimia pada materi termokimia di SMA Negeri 9 Manado. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis pra-ekperimen dan desain one group pretest-posttest. Instrumen pada penelitian ini yaitu tes dalam bentuk pilihan ganda. Data hasil belajar dianalisis dengan uji normalitas, uji paired sample t-test, uji n-gain, dan uji effect size Cohen. Hasil penelitian untuk uji ngain menunjukkan rata-rata skor n-gain sebesar 83,16% dan tergolong dalam kategori efektif dengan effect size Cohen sedang sebesar 0,69. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran PhET efektif terhadap hasil belajar siswa pada dimensi kecerdasan visual spasial dan kecerdasan logis matematis dalam pembelajaran kimia pada materi termokimia. Pendahuluan Pelaksanaan proses pendidikan tak terlepas dari dua aspek penting yaitu pembelajaran dan kurikulum. Indonesia saat ini menerapkan kurikulum merdeka dalam Kurikulum merdeka merupakan usaha untuk memulihkan pembelajaran dimana kurikulum ini memiliki karakteristik yang lebih sederhana dan fleksibel. Kurikulum ini memberi kebebasan bagi siswa untuk mengeksplor minat dan bakat yang dimiliki . Keberhasilan suatu sistem pembelajaran terletak pada proses pembelajaran yang terjadi di kelas, sebagus apapun kurikulum atau program yang diterapkan jika pembelajaran di kelas belum maksimal hasilnya juga pasti tidak maksimal . Pembelajaran kimia pada kurikulum merdeka dituntut untuk mencapai suatu capaian pembelajaran. Pelajaran kimia sering kali dianggap sulit oleh peserta didik karena karakteristiknya yang abstrak dan kompleks, terutama pada materi termokimia . Materi termokimia memiliki konsep dan perhitungan yang rumit . yang menyebabkan kurangnya pemahaman siswa. Pemahaman yang kurang terhadap materi termokimia menyebabkan terjadinya miskonsepsi . Kesulitan siswa dalam memahami materi ini dapat disebabkan menghubungkan representasi makroskopik, mikroskopik, dan simbolik. Oleh karena itu dperlukan strategi pembelajaran yang mampu mejembatani pemahaman tersebut secara visual dan interaktif. Salah satu inovasi dalam pembelajaran yang berpotensi mengatasi masalah ini adalah pemanfaatan simulasi interaktif seperti PhET. PhET (Physics Education Technolog. adalah media pembelajaran laboratorium virtual yang dikembangkan oleh Universityof Colorado. Media ini menampilkan simulasi yang bersifat teoritis dan eksperimental yang melibatkan pengguna secara aktif. Berdasarkan penelitian sebelumnya penggunaan PhET berpengaruh terhadap hasil belajar siswa . yang dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran . Melalui laboratorium virtual PhET Colorado, siswa dapat belajar tentang temokimia dengan lebih mudah. Ini membuat mereka termotivasi untuk belajar dan meningkatkan nilai hasil belajar mereka . Dengan bantuan LKPD berbasis PhET juga pemahaman siswa tentang materi bentuk dan perubahan energi . Media pembelajaran PhET memungkinkan siswa untuk melihat dan variabel-variabel eksperimen virtual, sehingga konsep abstrak Dengan demikian, media ini berpotensi meningkatkan pemahaman siswa secara lebih mendalam. Media PhET mungkin digunakan dalam pembelajaran kimia, terutama pada materi termokimia jika dikombinasikan dengan kecerdasan majemuk Ketika dipadukan dengan pendekatan multiple intelligence siswa cenderung merasa lebih dihargai dan terlibat karena gaya belajar mereka diperhatikan. Kenyataan yang terjadi masih kurangnya variasi media pembelajaran yang mampu mengakomodasi gaya belajar siswa yang berbeda. Berdasarkan penelitian sebelumnya pembelajaran berbasis multiple intelligence dapat meningkatkan hasil belajar kimia materi larutan penyangga . Multiple intelligence memperkuat aspek kreativitas dan Meskipun PhET dan multiple intelligence sudah banyak digunakan secara terpisah, penelitian yang secara spesifik mengkaji efektivitas sinergis antara keduanya dalam konteks materi termokimia masih terbatas. Ini memberikan celah penelitian yang penting untuk dijelajahi. Pendekatan multiple intelligence terdiri dari sembilan kecerdasan yaitu, kecerdasan verbal lingiustik, visual spasial, logis matematis, kinestetik jasmani, intrapersonal, interpersonal, naturalis, dan ekstensial . Dalam konteks ini, visual spasial dan logis matematis dianggap sangat penting karena siswa dengan kecerdasan visual spasial cenderung lebih mudah memahami gambar, grafik, diagram, dan terampil dalam membayangkan bentuk dan pergerakan objek. Sementara kecerdasan logis matematis membantu siswa berpikir logis, memahami pola, hubungan sebab-akibat dan konsep matematis. Kecerdasan visual spasial dan kecerdasan logis matematis memainkan peran krusial pada materi termokimia. Materi ini memerlukan pemahaman visual misalnya diagram entalpi, grafik energi dan pemahaman numerik dan logis misalnya menghitung kalor reaksi dan mengaplikasikan hukum Hess. Indikator tes untuk kecerdasan visual spasial yaitu sensitivitas terhadap garis, warna, bentuk, ruang, dan struktur, kemampuan untuk mengidentifikasi identitas objek dari berbagai menghasilkan sesuatu yang memiliki arti, kemampuan untuk membayangkan dan menghasilkan ide secara visual dan spasial . Kecerdasan visual memiliki kaitan dengan kemampuan kemampuan visual siswa maka kemampuan kognitif juga akan meningkat . Aspek kecerdasan logis matematis juga berhubungan dengan hasil belajar kimia siswa . karena penalaran matematis siswa . Tes untuk kecerdasan logis meliputi aspek kemampuan kemampuan berpikir deduktif . Berdasarkan penjelasan di atas maka peneliti menyimpulkan untuk melakukan penelitian dengan judul AuEfektivitas Penerapan Media Pembelajaran PhET Terhadap Hasil Belajar Pada Dimensi Kecerdasan Visual Spasial dan Kecerdasan Logis Matematis Materi Termokimia di SMA Negeri 9 ManadoAy. skor N-Gain dengan bantuan program SPSS versi 30 dan uji effect size Cohen. Uji normalitas dilakukan untuk mempelajari apakah sampel terdistribusi normal atau tidak. Uji-t digunakan untuk membandingkan skor rata-rata dari kelompok yang sama sebelum dan sesudah diberikan perlakuan, untuk melihat apakah ada peningkatan signifikan . Uji N-Gain dilakukan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media pembelajaran PhET terhadap kecerdasan visual spasial dan kecerdasan logis matematis siswa. Menentukan Gain Ternormalisasi (NGai. !"#$$%#$& !(%$%#$ N-Gain = )* , -. %/0 & !(%$%#$ Dengan Posttest : Rata-rata skor tes akhir Pretest : Rata-rata skor tes awal Skor ideal : Skor maksimum Nilai tersebut diinterpretasikan sebagai Tabel 2. Kategori Tafsiran Efektivitas N-Gain Metode Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah Pre-Eksperimental Design dengan jenis OneGroup Prestest-Posttest Design . Pada desain ini terdapat pretest sebelum diberi perlakuan dan posttest sesudah diberi perlakuan. Dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan. Desain penelitian yang dipakai pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1 One Group Prestest-Posttest Design . Pretest Perlakuan Posttest Persentase < 40 40 Ae 55 56 Ae 75 Ou 76 Tafsiran Tidak Efektif Kurang Efektif Cukup Efektif Efektif Uji effect size Cohen dilakukan untuk menghitung besarnya perbedaan rata-rata yang diperoleh . Untuk mengetahui besarnya effect size pengaruh penerapan media pembelajaran PhET terhadap hasil belajar dilakukan dengan menggunakan rumus CohenAos d . Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 9 Manado. Sampel pada penelitian ini adalah kelas XI 1 SMA Negeri 9 Manado. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih subjek penelitian berdasarkan tujuan penelitian . Pada penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah media pembelajaran PhET. Sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar siswa materi Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa tes pilihan ganda berjumlah delapan soal. Data yang diperoleh dianalisis melalui uji normalitas, uji paired sample t-test, uji 2 !"#$ & 12 !&' 3!""(') d adalah effect size, ycU# !"#$ adalah rata-rata posttest, ycU# !(% adalah rata-rata pretest, dan ycI!""0%. adalah standar deviasi gabungan. ycI!""0%. ditentukan dengan menggunakan rumus: 3 * !"#$& 3 * !(% ycI!""0%. = % Tabel 3. Interpretasi Nilai Effect Size Effect Size Lemah 0,0 O d O 0,2 Sedang 0,2 O d O 0,8 Kuat d > 0,9 Hasil dan Pembahasan Kecerdasan visual spasial dan kecerdasan logis matematis siswa terhadap materi temokimia diukur melalui tes yang terdiri dari dua puluh butir soal berbentuk pilihan ganda. Hasil belajar siswa terbagi menjadi tes kecerdasan visual spasial dan kecerdasan logis Untuk kecerdasan visual spasial berjumlah delapan soal dan termuat dalam soal nomor 1,2,3,4,5,6,7 dan 10. Persebaran jawabannya dapat dilihat pada gambar 1. Gambar perbandingan hasil pretest . arna bir. dan posttest . arna jingg. pada aspek kecerdasan logis matematis. Skor posttest cenderung mendekati nilai maksimum . ekitar 25-28 siswa yang menjawab bena. Sementara itu, skor pretest lebih rendah . ekitar 5-10 siswa yang menjawab bena. Uji Normalitas Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data terdistribusi normal dengan nilai Sig. > 0. Untuk pretest nilai uji normalitas sebesar 0,132 dan untuk posttest sebesar 0,115. Jumlah Siswa Yang Menjawab Benar Hasil Tes Kecerdasan Visual Spasial Uji Paired Sample T-Test Hasil paired sample t-test menunjukkan nilai Sig. -taile. = 0,00 artinya < 0,05. Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan rata-rata hasil belajar sebelum dan sesudah diterapkannya media pembelajaran PhET dalam pembelajaran. Nomor Soal Pretest Posttest Gambar 1. Diagram Persebaran Hasil Tes Kecerdasan Visual Spasial Uji N-Gain Hasil uji skor N-Gain menunjukkan bahwa rata-rata skor N-Gain yaitu sebesar 83,16 % dan tergolong dalam kategori efektif. Jumlah Siswa Yang Menjawab Benar Gambar 1. menampilkan diagram batang yang menggambarkan hasil tes kecerdasan visual spasial dari sejumlah siswa. Diagram ini membandingkan hasil pretest . arna bir. dan posttest . arna jingg. untuk delapan nomor Hasil pretest berkisar antara 6 sampai 10 siswa menjawab benar pada setiap soal. Hasil posttest berkisar 24 sampai 27 siswa yang menjawab benar pada setiap soal. Untuk kecerdasan logis matematis berjumlah dua belas butir soal dan termuat dalam soal nomor 8,9,11,12,13,14,15,16,17,18,19. Persebaran jawabannya dapat dilihat pada gambar 2. Uji Effect Size Cohen Hasil uji effect size cohen memperoleh nilai sebesar 0,69 sehingga tergolong dalam kategori Pembahasan Berdasarkan diperoleh memperlihatkan gambaran bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar sebelum dan sesudah diberi perlakuan pada kelas eksperimen. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil paired sample t-test yang menunjukkan nilai Sig. -taile. sebesar 0,00 lebih kecil dari 0,05. Sehingga perbedan rata-rata hasil belajar sebelum dan setelah diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran PhET pada dimensi kecerdasan visual spasial dan kecerdasan logis matematis. Hasil belajar pada aspek kecerdasan visual spasial dapat dilihat pada gambar 1 dimana tes untuk kecerdasan ini termuat pada delapan butir soal. Berdasarkan hasil tersebut dapat dilihat bahwa semua indikator pada kecerdasan visual spasial mengalami peningkatan hasil Hasil Tes Kecerdasan Logis Matematis 8 9 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nomor Soal Pretest Posttest Gambar 2. Diagram Persebaran Hasil Tes Kecerdasan Logis Matematis belajar. Indikator yang pertama yaitu sensitivitas terhadap garis, warna, bentuk, ruang, dan struktur yang termuat pada soal Indikator yang kedua yaitu kemampuan untuk mengidentifikasi identitas objek dari berbagai sudut pandang yang termuat pada soal nomor 2 dan 6. Indikator yang ketiga yaitu kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang memiliki arti yang termuat pada soal nomor 3 dan 5. Indikator yang keempat yaitu kemampuan untuk membayangkan dan menghasilkan ide secara visual dan spasial yang termuat dalam soal nomor 4,7, dan 10. Termokimia memiliki konsep abstrak yang sering sulit dibayangkan oleh siswa. Media PhET mengamati berbagai jenis energi seperti energi panas, energi mekanik, energi kimia, dan energi lainnya bergerak, mengalami perubahan bentuk, dan perpindahan dalam sistem yang berbeda . ontohnya, pemanasan air dengan api, generator yang digerakkan melalui bantuan Hal ini membantu mengubah konsep yang abstrak menjadi sesuatu yang nyata. Media pembelajaran PhET menunjukkan indikator visual yang menggambarkan arah aliran energi sehingga membantu siswa memahami konsep perpindahan kalor dan Ini mengenai energi dalam sistem yang berbeda. Siswa dapat melakukan eksperimen tanpa perlu alat dan bahan laboratorium yang rumit atau berbahaya. Hal ini sesuai dengan penelitian oleh Nurhayati pada tahun 2017 menggunakan simulasi PhET, pembelajaran menjadi lebih menarik bagi siswa karena mereka dapat menggunakan animasi perangkat lunak PhET dan memberikan pengalaman belajar . Secara keseluruhan, rata-rata jumlah siswa yang menjawab benar soal-soal pada pretest ada pada kisaran 5 hingga 10 siswa. Artinya pemahaman awal siswa terhadap soal-soal visual spasial masih relatif rendah. Data pada posttest menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan hasil pretest. Jumlah siswa yang menjawab benar pada posttest berkisar 25 hingga 30 siswa, mendekati nilai maksimum. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dari penerapan pembelajaran yang mengakomodasi kecerdasan siswa dalam hal ini kecerdasan visual spasial terhadap hasil belajar siswa. Hal ini sejalan dengan penelitian Fathul Jadid Anshori dkk pada tahun 2021 yang menyatakan bahwa kecerdasan spasial visual menjadi salah satu faktor internal yang cukup berperan dalam meningkatkan prestasi belajar . Tiap butir soal menampilkan pola yang konsisten, hal ini dapat dilihat dari nilai posttest selalu lebih tinggi dari nilai pretest. Hal ini pembelajaran dalam hal ini penerapan media pembelajaran PhET terhadap peningkatan hasil belajar pada dimensi kecerdasan visual spasial Tidak terdapat soal yang menandakan penurunan hasil pada posttest dibandingkan pretest, sehingga dapat dikatakan tidak ada butir soal yang menjadi penghambat dalam proses pembelajaran. Materi belajar telah mencakup indikator yang diukur dalam tes terkait kecerdasan visual spasial, dilihat dari peningkatan hasil belajar yang merata. Hasil ini menunjukkan efektivitas penerapan simulasi PhET kepada siswa dalam meningkatkan kecerdasan visual spasial mereka. Hal ini sejalan dengan penelitian Bobek & Tversky . yang menjelaskan bahwa multimedia visual mampu meningkatkan kemajuan belajar siswa dengan cara meningkatkan kecerdasan visual spasial serta mereduksi miskonsepsi materi pada materi-materi kimia . Media pembelajaran PhET yang memiliki lingkungan interaktif dan visual dapat meningkatkan keterlibatan siswa. Siswa cenderung lebih aktif dalam mengeksplorasi dan memproses informasi secara visual yang dapat mengasah kecerdasan visual spasial Siswa secara aktif menyelidiki konsep termokimia, tidak hanya diam menerima materi atau informasi yang diberikan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fauziyah dkk pada tahun 2024 yang menunjukkan hasil bahwa pembelajaran dengan menggunakan laboratorium virtual PhET Colorado dapat mempermudah siswa sehingga siswa dapat termotivasi dalam belajar dan meningkatkan nilai hasil belajarnya . Visualisasi pada PhET sangat penting juga untuk kecerdasan logis matematis, dikarenakan membantu siswa membangun mental yang lebih akurat tentang peristiwa pada materi Siswa mampu mengubah variabel pada PhET seperti bahan, sumber energi, atau jumlah energi yang diberikan. Hal ini sejalan dengan penelitian Lestari pada tahun 2023 bahwa kemampuan pemecahan masalah dan kecerdasan visual spasial. Kecerdasan ini berguna untuk melakukan hal-hal seperti mendefinisikan gambar, membaca peta, dan penalaran simbolis . Selain itu, sebagai kecerdasan dalam diri, mereka dapat memperoleh, mengubah, dan membuat kembali berbagai aspek visual spasial . Misalnya, mereka dapat mengamati apa yang terjadi pada suhu air ketika dipanaskan dengan sumber energi yang berbeda atau dengan jumlah energi yang berbeda. Hasil tes kecerdasan logis matematis termuat dalam dua belas butir soal pada Berdasarkan hasil tersebut dapat dilihat bahwa semua indikator pada kecerdasan visual spasial mengalami peningkatan hasil Pada aspek kemampuan berpikir logis, siswa mampu mengembangkan kemampuan mengorganisasikan ide-ide secara sistematis mengidentifikasi informasi yang diberikan dan mengidentifikasi hubungan sebab akibat antar Pada aspek kemampuan analitis rata-rata siswa mampu memecahkan masalah matematika pada penentuan besarnya entalpi, perubahan entalpi berdasarkan hukum Hess dan energi ikatan. Pada aspek kemampuan berpikir deduktif siswa mampu menarik premis-premis Jumlah siswa yang menjawab pada setiap soal relatif rendah yaitu pada kisaran 4 hingga 10 siswa. Hal ini menandakan bahwa sebelum perlakuan, siswa masih mengalami kesulitan dalam menjawab soal-soal logis matematis. Peningkatan siswa yang menjawab benar terjadi pada posttest. Kisaran jumlah siswa yang menjawab benar pada posttest berada pada 25 hingga 27 siswa tiap soal. Hal ini menunjukkan kemampuan siswa dalam menjawab soal-soal logis matematis. Saat siswa mempunyai kecerdasan logis matematis yang tinggi, mereka cenderung unggul ketika mengenali konsepkonsep abstrak, menyelesaikan masalah, dan berpikir kritis. Beberapa penelitian terdahulu telah memberikan temuan terkait adanya korelasi searah dan nyata antara kecerdasan logika matematika dengan luaran belajar siswa di bidang kimia . Peningkatan yang signifikan terjadi pada menunjukkan efektivitas penerapan media pembelajaran PhET pada dimensi kecerdasan logis matematis. Hasil posttest yang selalu lebih tinggi daripada hasil pretest menerangkan bahwa siswa lebih memahami konsep logis matematis setelah diterapkan pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar mereka. Hal ini membuktikan bahwa penerapan media pembelajaran PhET dengan pendekatan multiple intelligence berhasil meningkatkan kemampuan siswa secara merata. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Verawati dan Sukaisih pada tahun 2021 bahwa penggunaan simulasi PhET berpengaruh positif dan dapat meningkatkan keterampilan berpikir tinggi siswa pada materi bentuk dan perubahan energi yang merupakan bagian dari termokimia . Hasil belajar siswa dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Kecerdasan atau intelektual adalah salah satu faktor internal yang mendukung hasil belajar siswa. Hal ini sesuai dengan kajian Shirawia dkk pada tahun 2023 bahwa kecerdasan logis matematis siswa akan memberikan dampak pada capaian belajar peserta didik itu sendiri . Pada penelitian ini perubahan yang dilakukan siswa langsung terlihat pada simulasi. Ini memberikan respon instan yang memberikan peluang bagi siswa untuk menguji hipotesis, menarik kesimpulan dan membuktikan pemahaman mereka. Walaupun PhET lebih bersifat kualitatif, namun siswa bisa secara intuitif melihat hubungan antara jumlah energi yang ditransfer, perubahan suhu atau keadaan zat yang adalah dasar dari perhitungan termokimia. Keahlian memperhatikan hasilnya secara langsung eksperimental dan kemampuan berpikir deduktif yang adalah pokok dari kecerdasan logis matematis. Melalui visualisasi dan eksplorasi yang dapat membangun pemahaman konseptual, siswa akan lebih siap mengaplikasikan rumus dan perhitungan matematis dalam soal-soal Sebagai hasil dari ketertarikan siswa terhadap LKPD, sebagian besar perhatian Secara keseluruhan, media pembelajaran PhET berperan sebagai jembatan yang menghubungkan konsep termokimia yang abstrak dengan pengalaman interaktif yang konkret. Penelitian yang dilakukan oleh Nurhayati tahun 2017 menyimpulkan bahwa PhET, pembelajaran menjadi lebih menarik bagi siswa karena mereka dapat menggunakan animasi perangkat lunak PhET dan memberikan pengalaman belajar . Hal ini secara kecerdasan logis matematis siswa dengan melatih kemampuan visualisasi, penalaran sebab-akibat, pemahaman kuantitatif, dan pemecahan masalah. Hasil uji N-Gain menunjukkan terdapat diterapkannya media pembelajaran PhET pada dimensi kecerdasan visual spasial dan pembelajaran kimia pada materi termokimia. Hal tersebut ditunjukkan pada rata-rata skor NGain yaitu sebesar 83. 16% yang tergolong dalam kategori efektif. Dengan effect size Cohen sebesar 0,69 yang tergolong dalam kategori Pengaruh terhadap peningkatan hasil belajar ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ika dan Gumolung tahun 2021 yang menyatakan bahwa PhET memberikan pengaruh pada peningkatan hasil belajar siswa . Hasil penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa penggunaan simulasi PhET sebagai alternatif laboratorium dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa . Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran PhET efektif terhadap hasil belajar siswa pada dimensi kecerdasan visual spasial dan kecerdasan logis matematis dalam pembelajaran pada materi termokimia. Kesimpulan Penerapan media pembelajaran PhET efektif terhadap hasil belajar siswa pada dimensi kecerdasan visual spasial dan kecerdasan logis matematis materi termokimia. Berdasarkan hasil analisis data uji N-Gain ratarata skor N-Gain yang diperoleh sebesar 83,16% dan termasuk dalam kategori efektif dengan effect size Cohen sedang sebesar 0,69. Pada menunjukkan peningkatan pemahaman siswa melalui tampilan visual dan interaktif simulasi, sementara untuk kecerdasan logis matematis siswa memperoleh manfaat dari representasi numerik dan logika yang ditampilkan dalam media pembelajaran PhET. Daftar Pustaka