Jurnal Communio : Jurnal Ilmu Komunikasi. Volume 12. No. Juli 2023, hlm 222-234 Komunikasi Pariwisata dalam Pengembangan Destinasi Wisata Kampung Adat Segunung Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Mohammad Insan Romadhan1. Bagus Cahyo Shah Adhi Pradana2 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya ABSTRAK Komunikasi pariwisata merupakan salah satu bagian dalam pengembangan destinasi wisata Kampung Adat Segunung. Dengan adanya pesan-pesan pariwisata yang disampaikan komunikator melalui proses komunikasi maka wisata yang ada di Kampung Adat Segunung dapat dikenal oleh wisatawan. Proses pengembangan wisata Kampung Adat Segunung ini menekankan upaya dengan pemberdayaan masyarakat setempat hingga bisa berkembang seperti sekarang. Berdasarkan hal tersebut maka fokus kajian penelitian ini adalah komunikasi pariwisata dalam pengembangan destinasi wisata kampung adat segunung berbasis pemberdayaan masyarakat. Literatur yang digunakan adalah proses komunikasi pariwisata dan community based tourism (CBT), menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana difokuskan pada fenomena komunikasi pariwisata yang ada di Kampung Adat Segunung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya berbagi peran sebagai komunikator utama dan pendukung dalam proses penyampaikan pesan pariwisata kepada wisatawan. Komunikator utama dilakukan oleh Pengelola Wisata untuk komunikasi secara tatap muka dan karangtaruna melalui media online. Lalu komunikator pendukung dengan melibatkan masyarakat setempat yang diperankan oleh petani perkebunan kopi, pemilik warung dan oleh-oleh serta pemilik rumah warga yang dijadikan sebagai penginapan untuk wisatawan yang memiliki peran untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara langsung dengan wisatawan. Pengembangan destinasi wisata Kampung Adat Segunung telah memenuhi tiga aspek CBT . ariwisata, manfaat dan partisipasi masyaraka. Kata Kunci: Komunikasi Pariwisata. Pemberdayaan Masyarakat. Kampung Adat Segunung Tourism Communication in The Development of Tourism Destinations Of Kampung Adat Segunung Based on Community Empowerment ABSTRACT Tourism communication is one part of the development Kampung Adat Segunung tourist destinations. With tourism messages conveyed by communicators through the communication process, the tourism in there can be recognized by The process of developing Kampung Adat Segunung tourism emphasizes efforts to local communities so that they can develop. Based on this, the focus research study is tourism communication in the development of Kampung Adat Segunung destinations based on community empowerment. The literature used is on the communication process tourism and community-based tourism (CBT), using qualitative research methods with a case study. The results of the study indicate that there is a sharing of roles as the main communicator and supporter in the process of conveying tourism messages to tourists. The main communicator is carried out by the Tourism Manager for face-to-face communication and youth groups through online media. Then there are supporting communicators involving the local community, played by coffee plantation farmers, shop owners, and souvenirs, and homeowners who serve as lodging for tourists who have a role to communicate and interact directly with tourists. Development of the Kampung Adat Segunung tourist destination has fulfilled three aspects of CBT . ourism management, benefits and community Keywords: Tourism Communication. Community Empowerment. Kampung Adat Segunung Korespondensi: Mohammad Insan Romadhan. Kom. Med. Kom. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Semolowaru 45 Surabaya 60118. Email: insanromadhan@untag-sby. KOMUNIKASI PARIWISATA DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA KAMPUNG ADAT SEGUNUNG BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (MOHAMMAD INSAN ROMADHAN. BAGUS CAHYO SHAH ADHI PRADANA) PENDAHULUAN Atraksi buatan seperti pertokoan. Pengembangan Destinasi Wisata tidak akan taman dan lain-lain (Romadhan & Nugroho, 2. pernah lepas dengan komunikasi pariwisata. Hal ini Ke empat atraksi itu lah yang biasanya akan karena destinasi wisata perlu untuk disampaikan dikembangkan untuk dijadikan sebagai komoditas dan dikomunikasikan kepada wisatawan agar dapat untuk menarik wisatawan berkunjung. menarik minat untuk datang berkunjung ke Pada Salah pengembangan destinasi wisata memiliki peran daerahnya adalah Kampung Adat Segunung. penting dalam memelihara warisan budaya. Terletak di Desa Carangwulung Wonosalam kearifan lokal, dan kelestarian alam (Yasir, 2. Jombang. Kampung Adat ini mengandalkan Selain itu komunikasi pariwisata perlu untuk berbagai macam potensi yang dimiliki untuk dapat diperhatikan secara bersama, karena hal tersebut menarik perhatian wisatawan agar mau berkunjung akan mendorong peningkatan penerimaan devisa, ke sana. Potensi dari kampung adat tersebut lebih terbukanya berbagai macam peluang kesempatan banyak mengarah pada atraksi wisata alam, sosial kerja dan sekaligus pengenalan budaya (Sahrin, dan budaya. Atraksi alam diantaranya perkebunan kopi, sapi perah, perkebunan durian, mata air dan Memperhatikan Sedangkan untuk sosial dan budaya seperti sedekah bumi atau grebek suro dan wiwit perkembangannya pariwisata juga sudah menjadi kopi yang sering menjadi unggulan dari Kampung komoditas bagi beberapa daerah di Indonesia. Adat Segunung untuk menarik wisatawan. Seiring tampak berbagai tempat dan daerah saling masing-masing. Tentunya segala bentuk atraksi wisata yang Termasuk membutuhkan untuk dikomunikasikan. diantaranya desa-desa wisata. dengan komunikasi maka destinasi yang dahulunya Hal ini tidak mengejutkan karena memang tidak dikenal menjadi dikenal, destinasi yang potensi pariwisata di Indonesia sangat melimpah sebelumnya tidak disorot wisatawan menjadi viral, dengan berbagai macam atraksi wisata yang destinasi yang dulunya sepi wisatawan menjadi menjadi unggulan di setiap destinasi wisata. penuh dengan keramaian. Oleh karena itu Atraksi wisata itu sendiri terbagi ke dalam empat pengembangan destinasi wisata dari Kampung Pertama atraksi alam yang menyangkut lokasi. Adat Segunung juga akan lekat kaitannya dengan bentuk geografisnya, fauna, flora dan lain proses komunikasi pariwisata. Atraksi Komunikasi pariwisata itu sendiri pada kebiasaan, gaya hidup masyarakat setempat. Atraksi komunikasi pada umumnya. Di mana dalam Jurnal Communio : Jurnal Ilmu Komunikasi. Volume 12. No. Juli 2023, hlm 222-234 komunikasi pariwisata juga menekankan pada segi sumber daya manusia pengelola sampai elemen komunikator sebagai pengirim pesan dan dengan menyiapkan berbagai macam fasilitas yang bertindak sebagai komunikator adalah untuk keperluan wisatawan, semua dilakukan lembaga atau perusahaan atau pihak yang dengan cara memberdayakan masyarakatnya. memproduksi pesan dan menyampaikan informasi Pariwisata berbasis masyarakat atau yang terkait dengan pariwisata. Lalu elemen pesan yang disebut juga sebagai community based tourism dalam konteks pariwisata adalah informasi terkait (CBT) adalah konsep pengembangan pariwisata Sedangkan komunikan dalam komunikasi pariwisata adalah orang-orang atau masyarakat luas yang akan pengelolaan pariwisata dan sebagai sarana untuk menerima pesan pariwisata dari komunikator (Sitepu & Sabrin, 2. Selain itu dalam konteks pariwisata juga akan banyak berbicara mengenai pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan perencanaan komunikasi yang juga menetapkan yang berkelanjutan (Permatasari, 2. Selain itu terkait penggunaan unsur-unsur komunikasi yang dalam bentuk pemberdayaan masyarakat, di mencakup sumber (Komunikator, pesan, media, dalamnya, memiliki sasaran masyarakat yang target sasaran (Komunika. dan efek (Perubahan berada di sebuah desa yang memiliki potensi dalam konteks pariwisat. (Nurjanah, 2. menjadi desa wisata (Kurniawan & Hariyanti. Komunikasi pariwisata yang dilakukan oleh masing-masing pengelola pariwisata juga akan Dengan berbagai macam potensi atraksi wisata berbeda-beda tergantung dari kondisi dan keadaan dari tempat wisata tersebut. Ada yang menekankan masyarakat yang sudah dilakukan, selayaknya pada penggunaan media sosial sebagai bagian dari Kampung Adat Segunung ini dapat secara intens dan rutin untuk dikunjungi oleh wisatawan. Akan menekankan pada penggunaan iklan di media. Ada tetapi nyatanya wisatawan yang berkunjung pula yang menekankan pada penggunaan brosur belumlah stabil dan tidak dapat terprediksi atau poster dan lain sebagainya. Begitu pula juga yang dilakukan oleh pengelola wisata di Kampung yang kembali Adat Segunung. Dari wisatawan yang berkunjung Ada Sadar akan tidak besarnya modal yang dimiliki tersebut juga belum diketahui dari mana informasi oleh Kampung Adat Segunung, maka yang yang mereka dapatkan mengenai Kampung Adat dilakukan oleh pengelola pariwisata setempat Segunung. Dari data Desa Carangwulung tahun adalah dengan berfokus pada pemberdayaan 2022, jumlah pengunjung masih naik turun setiap masyarakat di Kampung Adat Segunung. Baik dari Tercatat antara 40-60 perbulan terkait KOMUNIKASI PARIWISATA DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA KAMPUNG ADAT SEGUNUNG BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (MOHAMMAD INSAN ROMADHAN. BAGUS CAHYO SHAH ADHI PRADANA) pada pemberdayaan masyarakat. Sedangkan pada berkunjung ke Kampung Adat Segunung Berdasarkan hal tersebut maka peneliti tertarik pemberdayaan masyarakat tetapi fokus utama tetap untuk melihat bagaimana Komunikasi Pariwisata Berbasis pemberdayaan yang selama ini sudah berdasarkan apa saja keterlibatan masyarakat dilakukan oleh pengurus Desa Adat Segunung dalam mengkomunikasikan potensi pariwisata dalam pengembangan potensi destinasi wisata kampung adat segunung. Artinya siapa saja Kampung masyarakat yang berperan sebagai komunikator Adat Segunung. Carangwulung. Wonosalam Jombang. Pada dalam menyampaikan pesan pariwisata kepada komunikan . yang akan lebih banyak pemberdayaan masyarakat untuk diulas dalam penelitian yang dilakukan. pengembangan dan pengelolaan desa wisata agro menitikberatkan pada keterlibatan masyarakat pada METODE PENELITIAN bidang UMKM dengan memanfaatkan juga Metode yang digunakan adalah penelitian opinion leader yang ada pada masyarakat tersebut kualitatif, di mana penelitian ini bermaksud untuk untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam melihat fenomena mengenai apa yang dialami oleh mengembangkan desa wisata agro (Trisnawati. Sedangkan pada penelitian yang lain mendeskripsikan dalam bentuk narasi pada suatu pemberdayaan masyarakat dilihat berdasarkan konteks khusus yang alamiah (Moleong, 2. Dalam konteks penelitian ini penelitian berupaya pendekatan 7D, yang menyangkut. D1AeDeveloping untuk memahami fenomena komunikasi pariwisata D2Ae dalam pengembangan destinasi wisata Kampung Discovering capacities (Menemukan kapasita. Adat Segunung yang melibatkan lapisan dan D3AeDreaming of community future (Membangun partisipasi masyarakat sebagai subjek penelitian cita-cita yang mengalami langsung kejadian atau peristiwa community actions (Arah tindakan masyaraka. , yang akan peneliti kaji. Peneliti menggunakan D5AeDesigning community actions (Merancang pendekatan studi kasus untuk mengkaji fenomena tindakan masyaraka. D6AeDelivering Planned ini berdasarkan fakta kasus terkait komunikasi Activities pariwisata dalam konteks masyarakat pedesaan Pemberdayaan (Mengembangkan D4AeDirections (Melaksanakan D7Ae (Mendokumentasikan hasil dan hal yang dipelajar. Belum lagi dengan adanya muatan adat (Perwirawati et al. , 2. istiadat yang ada pada kampung wisata Adat Documenting Outputs. Outcomes and Learning Ulasan Segunung, maka dianggap pantas untuk diangkat kurang menjadi fokus dan lebih menitikberatkan sebagai suatu kasus. Studi kasus itu sendiri Jurnal Communio : Jurnal Ilmu Komunikasi. Volume 12. No. Juli 2023, hlm 222-234 merupakan studi kasus merupakan salah satu yang mendapatkan keuntungan walaupun tidak pendekatan penelitian untuk mengkaji secara terlibat langsung dalam pengembangan pariwisata. cermat suatu fenomena sosial dengan pengumpulan data secara lengkap dan mendalam dengan pariwisata yang lebih adil bagi masyarakat lokal. menggunakan berbagai teknik pengumpulan data Gagasan tersebut disampaikan oleh Hausler (Creswell, 2. Untuk itu teknik pengumpulan masyarakat lokal yang sering kali diabaikan dalam wawancara mendalam dan observasi partisipasi pembagian keuntungan dari kegiatan pengembangan pariwisata. sebagai cara untuk mendapatkan data primer. Pada pemberdayaan masyarakat Aucommunity Informan dalam penelitian adalah pengelola wisata based tourism (CBT)Ay dalam pengembangan Kampung Adat Segunung sebagai informan utama destinasi wisata pada Kampung Adat Segunung dan masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan dalam ketiga aspek tersebut akan dijelaskan dalam tabel berikut ini: Sedangkan untuk data sekunder. Destinasi Wisata Pada Kampung Adat Segunung Karakteristik Aspek CBT menggunakan triangulasi sumber, di mana peneliti Pengelolaan Pariwisata Kontrol untuk masyarakat lokal dan pengelolaan Manfaat Masyarakat setempat yang walaupun tidak terlibat langsung Tabel 1. Matriks CBT dalam Pengembangan Teknik wawancara beberapa informan yang ada. Teknik analisis data menggunakan Miles and Hubermann dengan menekankan pada analisis data secara interaktif dan terus menerus sampai data dianggap jenuh dengan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Dalam masyarakat pada pengembangan destinasi wisata Kampung Adat Segunung, dilihat dari tiga aspek menurut Hausler (Nurrahman, 2. , pertama terkait dengan adanya kontrol untuk masyarakat lokal dalam pengembangan dan pengelolaan Kedua adanya masyarakat setempat Kampung Adat Segunung Tidak ada langsung dari terkait dengan pariwisata di Kampung Adat Segunung Masyarakat kontrol penuh pariwisata di Kampung Adat Segunung Pengelolaan pariwisata di kampung Adat Segunung dilakukan oleh Petani kopi, peternak sapi manfaat dari wisatawan yang berkunjung di KOMUNIKASI PARIWISATA DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA KAMPUNG ADAT SEGUNUNG BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (MOHAMMAD INSAN ROMADHAN. BAGUS CAHYO SHAH ADHI PRADANA) Partisipasi Pembagian keuntungan dari pariwisata yang lebih adil bagi masyarakat lokal Kampung Adat Segunung Warung-warung manfaat dengan wisatawan yang berkunjung di Kampung Adat Segunung dalam bentuk Pemiliki rumahrumah manfaat dengan yang dikonsep rumah warga oleh pengelola wisata di Kampung Adat Segunung Adanya forum keuntungan dari wisata yang dilakukan oleh Kampung Adat Segunung Distribusi Kampung Adat Segunung untuk Masyarakat dan partisipasi masyarakat. Pada aspek pertama pengelolaan pariwisata, masyarakat Kampung Adat Segunung sudah sepenuhnya memiliki kontrol terhadap pengelolaan pariwisata melalui komunitas setempat. Baik itu melalui kelompok pengelola pariwisata maupun karangtaruna. Hal tersebut tertuang dalam kutipan wawancara sebagai Pengelolaan pariwisata di Kampung Adat Segunung ini sudah dilakukan secara mandiri oleh orang-orang setempat, baik itu dari kelompok pengelola wisata yang tugasnya untuk memberikan pelayanan jika ada wisatawan yang berkunjung. Ada juga kelompok karangtaruna yang lebih kepada promosi melalui media online. (Imam. Pengelola Wisata. Wawancara, 2. Pada narasumber yang lain yaitu kelompok pengelola wisata juga menyebutkan sebagaimana Yang kelompok pengelola wisata karena memang lebih berumur dan banyak menjadi pengurus harian di Kampung Wisata Adat Segunung maka lebih banyak mengurus yang Sedangkan untuk Karang Taruna karena lebih muda maka mengurus yang media-media sosial. (Yanto. Pengelola Wisata. Wawancara, 2. Sumber: Olahan Peneliti . Berdasarkan Pada aspek kedua terkait dengan manfaat menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat yang diterima bagi masyarakat yang tidak secara Aucommunity based tourism (CBT)Ay yang ada dalam langsung terlibat dalam pengelolaan pariwisata pengembangan destinasi wisata Kampung Adat juga sudah memenuhi, dilihat dari adanya manfaat Segunung telah memenuhi tiga aspek, baik dari yang diterima mulai dari petani kopi, peternak sapi segi pengelolaan pariwisata, manfaat yang diterima dan warung-warung sekitar yang mendapatkan Jurnal Communio : Jurnal Ilmu Komunikasi. Volume 12. No. Juli 2023, hlm 222-234 PEMBAHASAN Hal tersebut juga tertuang pada Pada konteks komunikasi pariwisata, banyak kutipan wawancara berikut: lapisan masyarakat di Kampung Adat Segunung ini Dengan adanya wisatawan yang berkunjung, juga bisa menjual hasil-hasil dari perkebunan kopi kepada orang-orang yang datang. Contohnya seperti kopi-kopi yang sudah dikemas ini biasanya dibeli oleh orang-orang yang datang Ada juga keripik. Lalu warung-warung kopi ini juga biasanya jadi tempat nongkrong orang-orang. (Yanto. Pengelola Wisata. Wawancara, 2. yang berperan sebagai komunikator pariwisata yang terlibat dan bersinggungan langsung dengan wisatawan yang berkunjung ke Kampung Adat Segunung. Dan semua lapisan masyarakat tersebut terlibat dalam proses komunikasi pariwisata di Kampung Adat Segunung dapat dilihat pada tabel Tabel 2. Komunikator dan Perannya dalam Komunikasi Pariwisata Kampung Adat Segunung tentang hasil dari keuntungan yang didapat dari Keterlibatan Komunikator Langsung Pengelola Memberikan Wisata pelayanan dan terpenuhi, ditandai dengan adanya forum diskusi mengidentifikasi siapa saja komunikator yang terkait dengan perhatian pada masyarakat lokal Kampung Adat Segunung. Untuk memudahkan Pada aspek ketiga yaitu partisipasi yang informasi wisata Kampung Peran kepada wisatawan Adat yang berkunjung di Segunung kepada masyarakat lokal setempat. Kampung Adat Melihat pemberdayaan masyarakat yang ada di Segunung. Kampung Adat Segunung, hal tersebut memang Mengkoordinasikan dikondisikan dan Kelola sedemikian rupa oleh karang taruna. Petani Sehingga Kopi. Peternak Sapi Perah. Pemilik masyarakat terlibat di dalam pengembangan wisata Warung Makanan Kampung Adat Segunung tersebut. Baik itu petani dan Pemilik Rumah dari perkebunan kopi, peternak sapi perah, pemiliki Warga Langsung usaha warung kopi, pemilik warung makan serta Karang Taruna Menyampaikan informasi terkait warga-warga yang mau rumahnya dijadikan rumah dengan Kampung Adat Segunung Semua dikelola menjadi satu kesatuan melalui media online untuk mendukung pengembangan pariwisata di Tidak Kampung Adat Segunung. Langsung Petani Kopi Menjual dan kopi-kopi hasil KOMUNIKASI PARIWISATA DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA KAMPUNG ADAT SEGUNUNG BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (MOHAMMAD INSAN ROMADHAN. BAGUS CAHYO SHAH ADHI PRADANA) Tidak Peternak Langsung Perah Sapi produksi perkebunan terjadi interaksi dengan pengunjung. Oleh karena kepada wisatawan itu penyampaian pesan yang dilakukan pada saat Menjual dan berkomunikasi dengan pengunjung juga secara susu sapi hasil Menjual dan Langsung Warung Makanan/ pengalaman kepada Oleh-oleh wisatawan terkait Pada komunikator yang utama dalam kepada wisatawan Pemilik pengalaman yang diperoleh wisatawan. peternakan sapi perah Tidak komunikasi pariwisata Kampung Adat Segunung adalah kelompok pengelola pariwisata. Kelompok ini menyampaikan informasi-informasi mengenai dengan kuliner khas potensi yang ada di Kampung Adat Segunung dari Kampung Adat secara langsung kepada wisatawan, dan bertindak Segunung sebagai garda terdepan dalam mengkomunikasikan Tidak Pemilik Rumah Memberikan Langsung Warga pengalaman dan Kampung kenyamanan kepada Adat Segunung Wisatawan wisatawan Kampung informasi terkait dengan Kampung Adat Segunung Adat Segunung akan ditangani oleh kelompok pengelola pariwisata terkait dengan Baik itu secara langsung maupun melalui penginapan yang bisa mereka sewa Kelompok pengelola wisata ini juga lah Sumber: Olahan Peneliti . Berdasarkan tabel di atas, komunikator dari wisatawan dengan masyarakat setempat dalam proses komunikasi pariwisata kepada wisatawan terdiri dari berbagai macam pihak. Pertama jelas mengupayakan agar seluruh lapisan masyarakat di dari pengelola pariwisata dan karang taruna yang Kampung memang mempunyai tugas dan terlibat secara Kelompok inilah yang menjadi pihak Adat Segunung yang berinteraksi sekaligus memberikan pelayanan Sedangkan untuk keterlibatan tidak langsung ada awal kepada wisatawan mengenai apa yang mereka Petani Kopi. Peternak Sapi Perah. Pemilik Warung butuhkan, dari situ kemudian akan mengarahkan Makanan/ Oleh-oleh dan Pemilik Rumah Warga. wisatawan tersebut kepada masyarakat setempat Pihak-pihak yang terlibat tidak langsung ini juga sesuai dengan kebutuhan yang sudah diidentifikasi. masuk ke dalam komunikator dalam proses Melihat berkomunikasi dengan wisatawan menjadikan langsung dengan wisatawan yang berkunjung ke komunikasi pariwisata Kampung Adat Segunung Kampung Adat Segunung dan sangat berpotensi Karena informasi mengenai informasi apa Jurnal Communio : Jurnal Ilmu Komunikasi. Volume 12. No. Juli 2023, hlm 222-234 yang bisa disampaikan kepada wisatawan menjadi satunya mengenai area lahan perbukitan yang dapat satu pintu saja, sehingga dapat meminimalisirkan digunakan untuk aktivitas outdoor seperti outbond, airsoftgun dan perkemahan. Selain itu pesan pariwisata dengan wisatawan. Pada dasarnya yang pariwisata yang disampaikan juga terkait tentang dibutuhkan oleh wisatawan adalah kebutuhan penginapan rumah warga yang bisa digunakan oleh informasi yang terpercaya dan tidak berubah-ubah. wisatawan untuk menginap, hasil perkebunan kopi Sebagai seorang komunikator, salah satu yang yang menjadi ciri khas dari Kampung Adat perlu diperhatikan adalah segi kredibilitas sebagai Segunung. Susu hasil perahan dari peternak sapi seseorang yang dapat dipercaya oleh komunikan. sampai dengan mata air yang bisa dijadikan tempat Pada konteks komunikator dalam komunikasi healing bagi wisatawan untuk melepas penat pariwisata Kampung Adat Segunung sudah tepat setelah bekerja di Kota. membuat peran sebagai komunikator utama dalam ini juga punya semacam slogan untuk ditawarkan dan disampaikan kepada wisatawan. Slogan penyampai pesan komunikasi pariwisata Kampung tersebut adalah Auapa yang loe mau, gue adaAy. Adat Segunung sudah dapat diakui. Selain itu slogan itu yang selalu disampaikan kepada wisatawan dengan maksud apa yang diinginkan Kampung Adat Segunung yang berperan sebagai oleh wisatawan semua bisa tersedia di Kampung komunikator utama akan memudahkan wisatawan Adat Segunung ini. Artinya pengelola wisata untuk mendapat informasi yang mereka butuhkan. Kampung Adat Segunung ini berupaya untuk Pada sisi masyarakat setempat juga tidak menyampaikan pesan bahwa mereka akan berusaha perlu repot berupaya sendiri untuk menarik semaksimal mungkin untuk dapat mewujudkan apa perhatian wisatawan, karena semuanya sudah diatur dan dikelola oleh kelompok pengelola wisata berkunjung ke Kampung Adat Segunung. Kampung Pengelola wisata Kampung Adat Segunung Adat Segunung. Artinya Komunikator utama berikutnya dalam keharmonisan antara penyedia produk dan jasa yang ada di Kampung Adat Segunung dikarenakan Segunung adalah Karang Taruna. Karang taruna tidak perlu berebut wisatawan, karena semuanya berperan sebagai telah di atur sedemikian rupa oleh kelompok menyampaikan pesan di dalam media online. pengelola wisata Kampung Adat Segunung. Penjelasan dari karang taruna, penggunaan media Pada unsur penyampaian pesan, pesan Kampung Adat komunikator utama untuk pariwisata yang disampaikan oleh pengelola wisata masyarakat lebih luas terkait dengan penyebaran Kampung Adat Segunung tidak lepas dari potensi yang bisa ditawarkan kepada wisatawan. Salah Kampung Adat Segunung. Karena pada dasarnya KOMUNIKASI PARIWISATA DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA KAMPUNG ADAT SEGUNUNG BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (MOHAMMAD INSAN ROMADHAN. BAGUS CAHYO SHAH ADHI PRADANA) dengan menggunakan media sosial orang-orang Pada pengelola komunikasi pariwisata bisa saling berkomunikasi, berbagi cerita, ide dan Kampung adat Segunung, khususnya dari media aktivitas, serta berbagi informasi (Wainira et al. online, pesan yang disampaikan untuk memenuhi kebutuhan informasi pada wisatawan adalah Penggunaan media online yang dikelola dengan memberikan informasi atraksi yang ada di oleh karang taruna tersebut akan memberikan Kampung Adat Segunung, memberikan informasi tambahan saluran informasi, khususnya untuk mengenai kegiatan yang sudah dilakukan oleh masyarakat yang sekarang ini banyak mencari wisatawan, memberikan informasi kontak person informasi pariwisata di media online. Cara yang dilakukan oleh pengelola wisata Kampung Adat mengenai jadwal kegiatan yang akan dilakukan. Segung melalui karang tarunanya tersebut menjadi Dari pesan yang disampaikan tersebut sudah cukup salah satu pendukung dalam mengenalkan atraksi- memberikan beberapa informasi yang dibutuhkan atraksi wisata yang dimiliki kepada wisatawan. oleh wisatawan. Karena memang berdasarkan kegunaannya, media Artinya online membuat siapapun dan kapanpun orang untuk dapat menemukan informasi terkait dengan disampaikan sudah cukup informatif, sehingga wisata Kampung Adat Segunung. pada sisi wisatawan yang membutuhkan informasi Selain itu dengan penggunaan media online awal terhadap wisata yang ada di Kampung Adat yang dikelola oleh karang taruna seperti website Segunung dapat dan media sosial akan memberikan alternatif kemudian wisatawan akan di arahkan kepada pengelola wisata yang menangani secara langsung Kampung Adat Segunung. Hal tersebut akan di lokasi. Kerja sama yang baik dalam perannya mengurangi atau meminimalisirkan ketidakpuasan sebagai sesame komunikator yang terlibat langsung wisatawan akan kebutuhan informasi. Karena dalam menyampaikan pesan dalam komunikasi dalam konteks kebutuhan informasi, jika khalayak pariwisata Kampung Adat Segunung secara merasa tidak terpenuhi kebutuhan informasinya, bersama-sama maka hal tersebut akan menimbulkan kegelisahan informasi dari komunikan . Yang di dan juga hilangnya kepercayaan dari khalayak. Berikutnya adalah komunikator Pendukung Karena pada dasarnya khalayak membutuhkan yang secara tidak langsung terlibat dalam proses asuapan informasi yang mereka butuhkan. Hal penyampaian pesan wisata kepada wisatawan. tersebut menggambarkan tugas dan fungsi media Seperti Petani Kopi. Peternak Sapi Perah. Pemilik itu sendiri sebagai upaya untuk memenuhi Warung Makanan/ Oleh-oleh dan Pemilik Rumah kebutuhan akan informasi (Aryesta & Selmi. Warga. Pihak-pihak ini dianggap berperan secara tidak langsung karena walaupun tidak ikut Jurnal Communio : Jurnal Ilmu Komunikasi. Volume 12. No. Juli 2023, hlm 222-234 merancang pesan wisata yang disampaikan oleh dipercaya oleh konsumen dan menyebabkan komunikator utama kepada wisata, tetapi mereka sebuah tindakan oleh konsumen sebanyak 91%. juga terlibat dalam interaksi langsung dengan Pada wisata Kampung Adat Segunung wisatawan yang hadir. Sehingga peran mereka WOM atau Word of mouth . ari mulut ke mulu. tetap dianggap sebagai komunikator yang terlibat Communication ini bisa berpotensi lahir dari secara tidak langsung dalam proses komunikasi pariwisata Kampung Adat Segunung kepada pendukung dari Kampung Adat Segunung dengan wisatawan, dikarenakan kepuasan wisatawan akan Pihak-pihak ini yang memiliki peran untuk ditentukan bagaimana komunikator pendukung ini berinteraksi secara langsung dengan wisatawan dapat memenuhi ekspektasi wisatawan dari apa yang hadir dalam bentuk komunikasi-komunikasi yang disampaikan oleh pengelola wisata sebagai informal dan cenderung secara interpersonal komunikator utama. Artinya apa yang dijanjikan seperti mengobrol mengenai keunggulan kopinya, dalam pesan wisata dari Komunikator utama kondisi masyarakatnya sampai dengan budaya kepada wisatawan, harus sesuai dengan apa yang terjadi dalam ranah komunikator pendukung. Kampung Adat Segunung. Komunikasi-komunikasi inilah yang nantinya akan Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, hasilnya komunikator utama dan pendukung dalam Kampung Adat Desa komunikasi pariwisata di Kampung adat Segunung Segunung. WOM atau Word of mouth . ari mulut menjalankan masing-masing perannya dengan ke mulu. Communication adalah suatu bentuk Hal ini ditunjukkan dengan kesamaan pesan komunikasi yang terjalin karena pelanggan yang yang disampaikan kepada wisatawan, seperti mengenai kondisi rumah tempat tinggal warga seorang calon pelanggan yang lain dari barang atau yang disediakan untuk wisatawan, kualitas kopi jasa yang ditawarkan (Ismandianto et al. , 2. sebagai produk oleh-oleh, peternakan sapi perah. Dalam konteks komunikasi pariwisata maka Word Antara of mouth . ari mulut ke mulu. Communication ini menyampaikan pesan yang sama. Sampai juga akan melahirkan gelombang komunikasi dari dengan kesamaan persepsi menanggapi wisatawan. wisatawan yang sudah merasakan kepuasan ke Peran sebagai komunikator tersebut dapat Sehingga berjalan baik, karena adanya koordinasi yang komunikasi mengenai Kampung Adat Segunung ini akan terus menyebar tergantung seberapa kuat komunikator utama, serta tidak adanya hal yang WOM yang terbentuk. Apalagi menurut hasil riset dilebih-lebihkan oleh komunikator utama dalam Nielsen . , word of mouth menempati urutan teratas di Asia Tenggara sebanyak 88% yang paling Kampung Adat Segunung kepada wisatawan. KOMUNIKASI PARIWISATA DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA KAMPUNG ADAT SEGUNUNG BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (MOHAMMAD INSAN ROMADHAN. BAGUS CAHYO SHAH ADHI PRADANA) Sehingga komunikator pendukung tidak terbebani Selain itu pengelola wisata di Kampung Adat dan menjalankan perannya sebagaimana biasanya Segunung mereka lakukan sehari-hari. Karena itulah baik memaksimalkan potensi wisata yang ada dengan antara komunikator utama dan pendukung dapat bentuk aktivitas komunikasi pariwisata yang menekankan pada pemberdayaan masyarakat Kampung Adat Segunung sesuai dengan kondisi Dengan mengenali potensi wisata yang sebenarnya. dan potensi sumber daya manusia yang ada inilah Temuan dalam penelitian ini menjadi menarik yang membuat Kampung adat Segunung ini dapat karena kajian komunikasi pariwisata yang diulas dikenali oleh wisatawan. elemen-elemen Saran Mulai dari elemen komunikator komunikasi pariwisata lebih dapat menitikberatkan sampai dengan komunikan. Sehingga kajian yang analisis pada setiap elemen komunikasinya, karena dilakukan memang mengarah jelas pada kajian pada dasarnya penelitian komunikasi adalah studi komunikasi. penelitian yang mengkaji setiap elemen yang ada SIMPULAN penelitiannya saja yang berbeda. Sedangkan secara Komunikasi pariwisata yang dilakukan oleh praktis, hasil penelitian ini dapat digunakan oleh Pengelola Kampung Adat Segunung dengan pengurus wisata Kampung adat Segunung untuk menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat. membenahi dan meningkatkan apa yang kurang Penyampaikan pesan wisata kepada wisatawan dari proses komunikasi pariwisata yang sudah komunikator utama yang dilakukan oleh Pengelola DAFTAR PUSTAKA