Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 57 Ae 77 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . Pemilihan Supplier Kayu Pada CV Integritas Mulia Bersama Untuk Menentukan Prioritas Supplier Kayu Bagi Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Analytic Network Process(ANP) Dodi Saktyo ArzaqiA*. Febri Nugroho MujiraharjoA,Noor Nailie Azzat 3 1,2,3 Program Studi Teknik Industri. Universitas Nahdlatul Ulama Jepara. Indonesia *email korespondensi: dodisatrio@gmail. ABSTRACT This research is motivated by the problem faced by CV Integritas Mulia Bersama, which failed to achieve production targets due to late deliveries from several suppliers. The company wanted to determine which criteria were prioritized in supplier selection. Decision-making is crucial for any company, as determining priorities is crucial for improving the quality and product quality of a company. One example is improving wood quality, price, supplier service, and chair delivery. The Analytic Network Process (ANP) method is a crucial factor in decision-making, enabling the company to systematically identify dependencies and provide Data collection in this study involved interviews and questionnaires directed at the production manager, production head, and production supervisor. The ANP calculation in this study used Super Decisions data processing software, which uses the ANP method. The supplier priority ranking was determined by Company B with a weight of 0. Company C with a weight of 0. 45246, and Company A with a weight of From these results, it can be concluded that the priority order for selecting the best supplier based on wood quality, price, supplier service, and chair delivery is Company B, as it has the most ideal value . Keywords: Wood Supplier. Analytic Network Process(ANP). Supply Chain Management. Industry Furniture. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan yang dihadapi oleh CV Integritas Mulia Bersama tidak tercapainya target produksi karena keterlambatan pengiriman dari beberapa supplier. Perusahaan ingin mengetahui kriteria mana yang lebih diprioritaskan dalam pemilihan supplier. Dalam suatu proses pengambilan keputusan merupakan hal sangat penting bagi perusahaan, karena dengan menentukan prioritas merupakan nilai sangat penting bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas dan produk suatu perusahaan. Salah satunya dalam meningkatkan kualitas kayu, harga, pelayanan supplier, dan pengiriman kursi oleh suatu perusahaan mengenai pemilihan supplier kayu dengan menggunakan metode Analytic Network Process (ANP) merupakan faktor yang sangat penting dalam pengambilan keputusan untuk mendapatkan hubungan . serta umpan balik . secara sistematik. Pada penelitian ini pengambilan data menggunakan wawancara dan kuesioner yang ditujukan kepada manager produksi, kepala produksi, dan supervisor produksi. Perhitungan ANP pada penelitian ini menggunakan Software Super Desicions pengolahan data yang telah menggunakan metode ANP memperoleh urutan prioritas supplier dimiliki oleh perusahaan B dengan jumlah bobot 0,60082 , perusahaan C dengan jumlah bobot 0,45246, dan perusahaan A bobot 0,41737. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa urutan prioritas pemilihan supplier terbaik dari kualitas kayu, harga, pelayanan supplier , dan pengiriman kursi adalah supplier perusahaan B karena memiliki nilai yang lebih ideal. Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 57 Ae 77 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . Kata kunci: Supplier Kayu. Analytic Network Process(ANP). Supply Chain Management. Industri Furniture. PENDAHULUAN CV Integritas Mulia Bersama perusahaan membutuhkan produk setengah jadi atau bisa disebut barang mentah yang didapatkan dari beberapa supplier untuk menghasilkan berbagai macam hasil produksi seperti meja, kursi, dan almari. Bergerak di bidang ekspor atau lokal yang menghasilkan produk furniture. Setiap tender memiliki pemenang penawaran yang terdapat 3 pemasok supplier furniture, yaitu Perusahaan A. Perusahaan B, dan Perusahaan C. Jika pemenang pemasok (Supplie. yang masih bekerja sama dengan perusahaan dalam keadaan ini membuktikan peningkatan kinerja bukan hanya dari pihak perusahaan melainkan dari beberapa supplier yang menyebabkan kendala dari produk yang dihasilkan membuat perusahaan mengalami beberapa komplain dan mengalami beberapa kerugian karena permintaan pasar yang menurun dari konsumen dalam hal ini perusahaan berupaya memilih supplier yang terbaik. Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa tidak tercapainya target produksi karena keterlambatan pengiriman barang setengah jadi kursi dari beberapa supplier memproduksi barang yang terdapat 3 supplier furniture yang barang memproduksi kursi, meja, dan almari. Pada penelitian ini menunjukkan pada produk kursi yang memproduksi kursi makan, kursi bar, kursi taman dan kursi tamu. Karena dinilai oleh perusahaan supplier kursi belum memenuhi kriteria oleh sebab itu 3 perusahaan ini yang menjadi objek penelitian. Perlu diketahui bahwa masingmasing pemasok menawarkan kinerja yang berbeda dalam kriteria kualitas kayu, harga, pelayanan supplier, dan pengiriman kursi. Perusahaan ingin mengetahui kriteria mana yang lebih diprioritaskan dalam pemilihan supplier, mengingat adanya ketergantungan antara kriteria dan Perusahaan belum memiliki metode yang andal untuk pemilihan supplier, sehingga pemilihan supplier dilakukan hanya berdasarkan beberapa kriteria sederhana menimbulkan masalah yang muncul tingginya tingkat reject yang mengakibatkan harus dilakukan rework. Hal tersebut berdampak langsung pada menurunnya kinerja produksi. Pemilihan supplier yang tepat sangat mempengaruhi kinerja produksi perusahaan. Sehingga diperlukan suatu metode pemilihan supplier yang lebih baik. METODE Analytic Network Process (ANP) merupakan suatu metode yang mampu menghasilkan nilai dengan tingkat yang paling terpenting dengan menggunakan analisis dengan pertimbangan kriteria dan subkriteria yang ada, metode Analytic Network Process (ANP) ini merupakan hasil pengembangan dari Analytic Hierarchy process (AHP) dengan perhitungan bahwa Analytic Network Process (ANP) lebih mampu memperbaiki kelemahan AHP yang dimana tingkat akomodasi keterkaitan antara kriteria, dikutip dari Saaty . Pada aplikasi AHP memiliki level berupa tujuan, kriteria dan subkriteria, pada aplikasi ANP ada tingkatan level hanya saja level dari ANP disusun dengan cara yang paling berpengaruh lalu dihubungkan dengan cluster atau disusun dengan berurutan berupa garis lurus dengan arah panah adalah cerminan dari pengaruh tiap cluster yang lainnya. Perbedaan dari tiap pasangan cluster Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 57 Ae 77 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . dibuat menurut tingkat paling berpengaruh pada setiap komponen kriteria dalam sistem. Pada pengaplikasian ANP memiliki keunggulan dari pada AHP yang dimana ANP memiliki kebebasan dalam memilih cluster dalam bentuk rantai bagaimanapun yang dimana ANP lebih memiliki kemungkinan strukturnya berkembang lebih alami sehingga lebih mudah untuk Gambar 2. 1 Perbedaan dari Struktur Aplikasi ANP dan AHP Sumber : (Ukhrowi, 2. Analytic Network Process (ANP) memiliki beberapa jenis struktur jaringan Gambar 2. Perbedaan dari Struktur Aplikasi ANP dan AHP Sumber : (Ukhrowi, 2. Analytic Network Process (ANP) memiliki beberapa jenis struktur jaringan Perbedaan AHP dengan ANP Perbedaan antara AHP dan ANP muncul dari aksioma ketiga struktur hierarkis. Ini tidak berlaku untuk ANP. Aksioma ini menunjukkan bahwa penilaian atau prioritas suatu elemen tidak bergantung pada elemen tingkat yang lebih rendah. Aksioma ini membutuhkan penerapan struktur Seperti dikutip dari Ascarya . , penerapan aksioma ini pada ANP mempengaruhi beberapa hal yang dapat ditelaah pada tabel di bawah ini. Tabel 1. Perbedaan Metode AHP dengan ANP Sumber : (Ascarya, 2. Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 57 Ae 77 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . Perbedaan pertama terletak pada struktur proses hierarki analitik AHP dan kerangka model format jaringan ANP. Hal ini memungkinkan ANP untuk digunakan lebih luas daripada AHP. Bentuk jaringan ANP juga dapat bervariasi secara signifikan dan mungkin lebih mencerminkan masalah yang sebenarnya. Struktur hierarki hanya memiliki tingkat hubungan dari tingkat bawah ke tingkat atas, dan dalam struktur jaringan memiliki hubungan yang meluas tak terbatas dan juga ada umpan balik . Hal umpan balik, alternatif dapat bergantung pada kriteria seperti hierarki dan juga sub kriteria, tetapi mereka juga dapat bergantung satu sama lain. Meskipun kriteria itu sendiri mungkin tergantung pada alternatif satu dengan alternatif yang lainnya. Feedback memperbaiki prioritas yang dihasilkan dari penilaian, serta membuat prediksi lebih Untuk melakukan perbandingan dalam AHP seseorang bertanya mana yang lebih disukai? Hal ini kurang subyektif dan personal. Sementara itu untuk perbandingan dalam ANP seseorang bertanya mana yang lebih berpengaruh? Hal ini membutuhkan observasi Faktual dan pengetahuan sehingga menghasilkan jawaban file in yang lebih objektif. Hasil AHP berupa matriks dan efigenvector yang menunjukkan skala prioritas, sedangkan hasil ANP berupa super matriks skala prioritas yang lebih stabil karena adanya Feedback dengan masalah trans Sumatera Highway yang dianalisis menggunakan AHP dan ANP. Hasil analisis sensitivitas yang dihitung diperoleh kesimpulan bahwa hasil ANP lebih stabil dari hasil AHP. Cakupan AHP terbatas pada struktur yang hierarki namun dibandingkan cakupan ANP memiliki luas tak terbatas. AHP dengan asumsi-asumsi dependensinya mengenai cluster dan elemen merupakan kasus khusus dari ANP. Tahapan Analytic Network Process (ANP) Dalam metode ANP ini terdapat beberapa jenis tahapan yang harus dilakukan untuk memperoleh hasil yang diinginkan sebagai berikut : Membentuk Model Pembentukan model dilakukan sesuai dengan masalah yang terjadi dengan penjelasan yang harus disertakan, pembentukan model ini harus mendapat pendapat melalui branstorming. Selanjutnya semua elemen ditiap kelompok dihubungkan sesuai dengan pengaruh ketergantungan dari luar dan dari dalam kelompok. Kelompok dari elemen memiliki loop di dalam diri mereka sendiri jika elemen-elemennya saling bergantung satu sama lain. Pembentukan Matriks Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 57 Ae 77 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . Perbandingan yang saling berpasangan pada ANP dengan konsep perbandingan tingkat terpenting dari tiap elemen terhadap tiap tiap kriteria. Pengukuran dari perbandingan berpasangan harus mengikuti skala numeric dari aplikasi ANP, yang dimana dengan melakukan pengukuran tersebut akan mengetahui kriteria mana yang lebih berpengaruh terhadap elemen pada aplikasi ANP. Pada penelitian menjelaskan bahwa mengenai skala numeric pada pengaplikasian ANP yang yang dimana dapat sebagai acuan dalam pengukuran kriteria berpasangan. Berikut adalah skala numeric yang ada pada pengalikasian ANP. Melakukan Pembuatan Model Super Matriks Model super matrik ini terdiri dari beberapa sub matrik yang memiliki susunan disesuikan dengan tingkat dan model. Dalam pembuatan model super matrik ini memiliki tiga tahapan penting yang harus dilakukan pada aplikasi model ANP yaitu : Unweighted Supermatrik Dimana setiap kolom dan baris yang ada pada unweighted supermatrik diisi oleh eigen vektor yang masing masing memiliki satu kriteria. Weighted Supermatrik Dalam weighted supermatrik ini membedakan seluruh eigen vektor yang ada sesuai dengan bobot kriterianya masing-masing. Limit Matrik Dalam pembobotan yang di limit matrik ini dilakukan mempengaruhi dari prioritas dari weighted supermatrik dengan nilai yang sudah relatif stabil. Perhitungan rata-rata kriteria Pengolah data hasil kuesioner, penilaian , atau pengukuran waktu proses, sehingga diperoleh nilai rata-rata yang dapat dijadikan dasar dalam analisis lanjutan, seperti pembobotan kriteria, evaluasi kinerja, maupun pengambilan keputusan. Rumus U = (TCA TCC A TC. / P digunakan untuk menghitung nilai rata-rata . dari sejumlah data atau penilaian. Keterangan: U : nilai rata-rata . A TCA. TCC. TCo : nilai data ke-1 sampai ke-p . isalnya hasil penilaian responden, waktu proses, atau skor kriteria tertent. A P : jumlah data atau jumlah responden Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 57 Ae 77 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . perhitungan numerik atau mengaitkannya langsung dengan data kuesioner penelitian Rumus S= (T1-U)A (T2-U)A . (Pn-U)A digunakan untuk menghitung jumlah kuadrat selisih antara setiap nilai data dengan nilai rata-rata (U). Perhitungan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penyebaran . data terhadap nilai rata-ratanya. Keterangan: S : jumlah kuadrat selisih data terhadap nilai rata-rata A TCA. TCC. TCo : nilai data ke-1 sampai ke-p U : nilai rata-rata data P : jumlah data atau responden menghitung nilai maksimum penyebaran . data terhadap nilai rata-rata (U) menggunakan rumus MaxS. Rumus MaxS MaxS Ie Nilai maksimum dari jumlah kuadrat selisih data terhadap rata-rata. U (Mean/Rata-rat. Ie Nilai rata-rata dari seluruh data. n, 2n. A, pn Ie Nilai data ekstrem . ilai terendah sampai tertingg. yang mungkin muncul pada skala Biasanya: n = nilai minimum pn = nilai maksimum p = jumlah kategori atau skala . ilai Oe U)A Ie Kuadrat selisih antara nilai data dan rata-rata, digunakan agar: tidak ada nilai negatif perbedaan besar diberi bobot lebih besar Artinya, rumus ini menunjukkan kondisi penyimpangan terbesar yang mungkin terjadi antara nilai-nilai data dan nilai rata-rata. Setelah semua perbandingan berpasangan selesai dibuat, maka vektor bobot prioritas . dapat Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 57 Ae 77 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . Menurut Saaty . alam Priyandika, 2. ANP melakukan metode perbandingan Perhitungannya dilakukan dengan operasi matrik hasilnya adalah vektor itu sendiri dikalikan dengan eigenvector. Eigenvector adalah sebuah vektor yang apabila dikalikan dengan sebuah matrik hasilnya adalah vektor itu sendiri dikalikan dengan eigenvalue. Vektor bobot prioritas . dihitung dengan rumus : W = S/MaxS W = S / MaxS adalah rumus untuk menghitung indeks kesepakatan atau tingkat homogenitas data dengan cara membandingkan penyebaran data aktual terhadap penyebaran maksimum yang mungkin terjadi. Nilai W berada pada rentang 0 Ae 1. W adalah eigenvector. Penentuan seluruh kriteria dan clusters serta hubungan ketergantungannya, setelah mendapatkan hubungan ketergantungan maka dilakukan perbandingan berpasangan menggunakan skala 1-9 yang telah direkomendasikan Saaty. Seperti halnya Analytic Hierarchy Process (AHP). ANP melibatkan hubungan secara hirarkis tetapi kontrol hirarki ini tidak membutuhkan struktur baku seperti pada AHP sehingga mampu menangani hubungan yang kompleks antara level-level keputusan dengan atribut-atribut. ANP ini memodelkan sistem dengan feedback dan sistem dimana satu level mungkin mendominasi maupun didominasi, baik secara langsung maupun tidak langsung oleh level lainnya skala yang dipergunakan perbandingan adalah skala verbal yang telah dinyatakan Tabel 1. Skala Berpasangan Definisi Amat sangat lebih besar pengaruhnya Tingkat kepentingan Sangat lebih besar pengaruhnya Lebih besar pengaruhnya Sedikit lebih besar pengaruhnya Sama besar pengaruhnya Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 57 Ae 77 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . Sumber : (Saaty, 2. Super Decisions Super decisions merupakan software yang mengimplementasikan Analytic Network Process (ANP) yang berguna sebagai pengambilan keputusan dengan adanya dependence dan Metode ini adalah perluasan dari Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk mengambil keputusan pemecahan masalah kedalam elemen keputusannya, mengatur struktur hirarki, membuat penilaian mengenai kepentingan pasangan dan sintesis hasilnya relatif (Alfian et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengumpulan Data Data hasil kuesioner pemilihan supplier kursi CV Integritas Mulia Bersama Responden 1. Aksin ( Kepala Produks. Gambar 2. Hasil Kuensioner Pemilihan Supplier Dari Responden Aksin Sumber : CV Integritas Mulia Bersama, . Responden 2. Khamid Nur Wahyudin (Supervisor Assembl. Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 57 Ae 77 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . Gambar 3. Hasil Kuensioner Pemilihan Supplier Dari Responden Khamid Nur Wahyudin Sumber : CV Integritas Mulia Bersama . Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 57 Ae 77 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . Responden 3. Bambang Mulyono (Supervisor produks. Gambar 4. Hasil Kuensioner Pemilihan Supplier Dari Responden Bambang Mulyono Sumber : CV Integritas Mulia Bersama . Pada diagram konteks terdapat sebuah entitas luar yaitu user yang sekaligus sebagai pengambil keputusan berinteraksi dengan sebuah proses yaitu sistem pendukung Proses inilah yang menggunakan metode ANP. Entitas user memasukkan cluster dan node kepada sistem. Entitas user sebagai pengambil keputusan menerima prioritas dari alternatif-alternatif yang ditawarkan oleh sistem sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan. Supplier Kursi Kualitas Harga Perusahaan A Pelayanan Perusahaan B Pengirima Perusahaan C Gambar 5. Struktur Hirarki Pengambilan Keputusan Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 57 Ae 77 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . Sumber : CV. Integritas Mulia Bersama . Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 57 Ae 77 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . Gambar 6. Struktur Bentuk Jaringan Hirarki Supplier Kursi ke Software ANP Sumber : Sofware Super Desicions . Berikut perhitungan kriteria dan sub kriteria dari pembobotan inconsistency dari software superdesicions : Gambar 7. kriteria dan sub kriteria Sumber : Sofware Super Desicions . Perbandingan berpasangan . airwise compariso. pada cluster Kriteria terhadap tujuan pemilihan supplier. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh nilai tingkat inconsistency sebesar 1. Nilai ini menunjukkan bahwa tingkat konsistensi penilaian responden masih berada sedikit di atas batas toleransi 0,10, sehingga diperlukan penyesuaian atau perbaikan pada nilai perbandingan agar hasil pembobotan menjadi lebih Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 57 Ae 77 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . Hasil sintesis pembobotan menunjukkan bahwa kriteria Harga memiliki bobot prioritas tertinggi yaitu sebesar 0,181323, diikuti oleh kriteria Pelayanan sebesar 0,395369, kriteria Pengiriman sebesar 0,249292, serta kriteria Kualitas Kayu dengan bobot sebesar 0,173283. Berdasarkan nilai tersebut, dapat disimpulkan bahwa kriteria yang dianggap paling berpengaruh dalam proses pemilihan supplier adalah Pelayanan dan Pengiriman, sedangkan Kualitas Kayu memiliki tingkat prioritas yang lebih rendah dibandingkan kriteria lainnya dengan jumlah bobot prioritas tujuan ke kriteria inconsistency 1. Kriteria Pelayanan (Bobot = 0,395. Kriteria Pelayanan memiliki bobot prioritas tertinggi, sehingga dapat diartikan bahwa aspek pelayanan merupakan faktor yang paling dipertimbangkan dalam pemilihan Kriteria Pengiriman (Bobot = 0,249. Kriteria Pengiriman menempati prioritas kedua setelah pelayanan. Hal ini menunjukkan bahwa ketepatan waktu, kehandalan distribusi, serta minimnya keterlambatan pengiriman menjadi faktor penting dalam mendukung kontinuitas proses produksi. Kriteria Harga (Bobot = 0,181. Kriteria Harga berada pada urutan prioritas ketiga. Artinya, meskipun harga tetap menjadi pertimbangan dalam keputusan pemilihan supplier, perusahaan tidak sematamata memilih supplier berdasarkan harga terendah. Kriteria Kualitas Kayu (Bobot = 0,173. Kriteria Kualitas Kayu memiliki bobot prioritas terendah dibandingkan kriteria lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas bahan baku kayu dinilai masih cukup penting, namun perannya tidaksebesar pelayanan dan pengiriman. Nilai bobot tersebut mencerminkan tingkat prioritas supplier berdasarkan kinerja pengiriman kursi. Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 57 Ae 77 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . Hasil uji konsistensi bobot prioritas responden Aksin Tabel 2. Perhitungan Konsistensi Software Superdesicion Responden 1 Tujuan ke kriteria hasil inconsistency kriteria ke alternatif inconsistency Kualitas Kayu kriteria ke alternatif inconsistency Harga kriteria ke alternatif inconsistency Pelayanan Supplier kriteria ke alternatif inconsistency Pengiriman Kursi Sumber : Sofware Super Desicions,2024 Responden 1. Aksin ( Kepala produks. Gambar 8. Node Comparisons With Respect to Tujuan Responden 1 Sumber : Sofware Super Desicions . Hasil pengolahan data menunjukkan nilai Inconsistency sebesar 0,40980, yang menunjukkan bahwa tingkat konsistensi penilaian responden masih berada di atas batas toleransi yang disarankan. Oleh karena itu, hasil pembobotan pada kriteria ini perlu diinterpretasikan dengan kehati-hatian dan disarankan adanya perbaikan penilaian untuk meningkatkan konsistensi data. Hasil sintesis prioritas menunjukkan bobot masing-masing alternatif sebagai berikut: Perusahaan C : 0,76180 A Perusahaan A : 0,18091 A Perusahaan B : 0,05728 Nilai bobot tersebut mencerminkan tingkat prioritas supplier berdasarkan kinerja pengiriman kursi. Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 57 Ae 77 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . Hasil uji konsistensi bobot prioritas responden Aksin Tabel 3. Perhitungan Konsistensi Software Superdesicion Responden 1 Tujuan ke kriteria hasil inconsistency kriteria ke alternatif inconsistency Kualitas Kayu kriteria ke alternatif inconsistency Harga kriteria ke alternatif inconsistency Pelayanan Supplier kriteria ke alternatif inconsistency Pengiriman Kursi Sumber : Sofware Super Desicions,2024 Perhitungan konsistensi software superdesicion responden 1 Secara keseluruhan, hasil pembobotan mencerminkan persepsi responden bahwa supplier yang memiliki pelayanan yang baik dan pengiriman yang andal lebih diprioritaskan dibandingkan supplier yang hanya menawarkan harga murah. Dengan demikian, keputusan pemilihan supplier berdasarkan hasil responden lebih berorientasi pada keberlanjutan kerja sama, efisiensi operasional, dan kelancaran proses produksi. Responden 2. Khamid Nur Wahyudin (Manager produks. Gambar 9. Sofware Super Desicions Sumber : Sofware Super Desicions . Hasil sintesis pembobotan menunjukkan bahwa kriteria pelayanan memiliki bobot prioritas tertinggi yaitu sebesar 0,38054, diikuti oleh kriteria pengiriman sebesar 0,31377, kriteria kualitas sebesar 0,15429, serta kriteria harga dengan bobot sebesar 0,15140. Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 57 Ae 77 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . Berdasarkan nilai tersebut, dapat disimpulkan bahwa kriteria yang dianggap paling berpengaruh dalam proses pemilihan supplier adalah Pelayanan dan Pengiriman, sedangkan kualitas harga memiliki tingkat prioritas yang lebih rendah dibandingkan kriteria lainnya dengan jumlah bobot prioritas tujuan ke kriteria inconsistency 1. Hasil Uji konsistensi bobot prioritas Responden Khamid Nur Wahyudin Tabel 4. Perhitungan Konsistensi Software Superdesicion Responden 2 Tujuan ke kriteria hasil inconsistency kriteria ke alternatif inconsistency Kualitas Kayu kriteria ke alternatif inconsistency Harga kriteria ke alternatif inconsistency Pelayanan Supplier kriteria ke alternatif inconsistency Pengiriman Kursi Sumber : Sofware Super Desicions . Responden 3. Bambang Mulyono (Supervisor produks. Gambar 10. Sofware Super Desicions Hasil sintesis pembobotan menunjukkan bahwa kriteria harga memiliki bobot prioritas tertinggi yaitu sebesar 0,59115, diikuti oleh kriteria pelayanan sebesar 0,18298, kriteria pengiriman sebesar 0,13789, serta kriteria kualitas dengan bobot sebesar 0,08798. Berdasarkan nilai tersebut, dapat disimpulkan bahwa kriteria yang dianggap paling berpengaruh dalam proses pemilihan supplier adalah Pelayanan dan Pengiriman, sedangkan kualitas harga memiliki tingkat prioritas yang lebih rendah dibandingkan kriteria lainnya dengan jumlah bobot prioritas tujuan ke kriteria inconsistency 0. Hasil Uji konsistensi bobot prioritas Responden Bambang Mulyono Tabel 5. Perhitungan Konsistensi Software Superdesicion Responden 3 Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 57 Ae 77 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . Tujuan ke kriteria hasil inconsistency kriteria ke alternatif inconsistency Kualitas Kayu kriteria ke alternatif inconsistency Harga kriteria ke alternatif inconsistency Pelayanan Supplier kriteria ke alternatif inconsistency Pengiriman Kursi Sumber : Sofware Super Desicions . Perhitungan Gabungan Nilai Responden Langkah selanjutnya menjumlahkan perhitungan cluster normalisasi matriks dari tiap Tabel 6. Hasil Perhitungan Cluster dari Software Superdesicions Hasil Perhitungan dari SuperDecisions Kuesioner 1 Name Normalized By Cluster Perusahaan A Perusahaan B Perusahaan C Harga Kualitas Kayu Pelayanan Supplier Pengiriman Kursi Tujuan Kuesioner 2 Name Normalized By Cluster Perusahaan A Perusahaan B Perusahaan C Harga Kualitas Kayu Pelayanan Supplier Pengiriman Kursi Tujuan Kuesioner 3 Name Normalized By Cluster Perusahaan A Perusahaan B Perusahaan C Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Limiting Limiting Limiting Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 57 Ae 77 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . Hasil Perhitungan dari SuperDecisions Harga Kualitas Kayu Pelayanan Supplier Pengiriman Kursi Tujuan Sumber : Data yang diolah . hasil perhitungan cluster kuensioner dari software superdesicions. Berikut hasil keputusan membentuk perhitungan normalisasi cluster tiap responden. Tabel 7. Hasil Cluster Dari Ke 3 Responden Hasil Perhitungan Cluster Dari Ke 3 Responden Ke Superdecisions Pemilihan Supplier kursi CV Integritas Mulia Bersama Name Cluster k1 Cluster k2 Cluster k3 Hasil Goal Kualitas Kayu 0,25 0,25 0,25 0,583333 Harga 0,25 0,25 0,25 0,583333 Pelayanan Supplier 0,25 0,25 0,25 0,583333 Pengiriman Kursi 0,25 0,25 0,25 0,583333 Perusahaan A 0,41139 0,21234 0,41737 0,347033 Perusahaan B 0,13615 0,60082 0,19094 0,800617 Perusahaan C 0,45246 0,18685 0,39169 0,769873 Sumber : Data yang diolah . Tabel 8. Perhitungan Responden Dari Kuensioner Kualitas Pelayanan Pengiriman Responden Harga Kayu Supplier Kursi 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 Responden Ranking TOTAL Sumber : Data yang diolah . Jumlah perhitungan responden dari kuesioner Tabel 9. Perankingan Tiap Hasil Cluster Perusahaan Perusahaan Perusahaan Responden A Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 57 Ae 77 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . 0,41139 0,13615 0,45246 0,21234 0,60082 0,18685 0,41737 0,19094 0,39169 Responden Ranking TOTAL Sumber : Data yang diolah . Perankingan tiap hasil cluster Langkah selanjutnya menentukan prioritas perhitungan hasil dari W U =(Tl T2 . /P =. ,5 7,5 7,5 7,. /4 =7,5 U= (Tl T2 . /P = . /3 S= (T1-U)A (T2-U)A . (Pn-U)A = . ,5-7,. A . ,5-7,. A . ,5-7,. A . ,5 7,. A S = (T1-U)A (T2-U)A . (Pn-U)A = . A . A . A MaxS =. -U)A . n-U)A . n-U)A =. -7,. A . 3-7,. A . 3-7,. =24,75 MaxS =. -U)A . n-U)A . n-U)A =. A . A . =18 W = S/MaxS =0/24,75 W = S/MaxS =2/18 =0,111111 Dari hasil perhitungan nilai bobot yang menentukan pada nilai W mempunyai rasio 0,11111 dan dari hasil ini pada bobot kriteria telah mendapatkan hasil yang maksimal. KESIMPULAN Model Analityc network process (ANP) dibuat untuk memperoleh kriteria antar hubungan alternatif menentukan prioritas perusahaan yang harus diselesaikan permasalahan dengan tujuan Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 57 Ae 77 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . pemilihan supplier kursi di CV Integritas Mulia Bersama. Berdasarkan pengolahan data penelitian ini menentukan kriteria kualitas kayu, harga, pelayanan supplier,dan pengiriman kursi dengan ini pihak perusahaan jadi memprioritaskan tujuan dalam pemilihan supplier. Pengambilan keputusan pemilihan supplier kursi dalam menentukan kriteria pada perusahaan CV Integritas Mulia Bersama menggunakan model ANP yang telah dihasilkan sesuai tahapan kriteria yang telah divalidasi dari pihak perusahaan. Berdasarkan pengolahan data yang telah menggunakan metode ANP memperoleh urutan prioritas supplier dimiliki oleh 1. dengan jumlah bobot 0,60082 , 2. perusahaan C dengan jumlah bobot 0,45246 , dan 3. perusahaan A bobot 0,41737 . DAFTAR PUSTAKA