Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 52 - 57 Jurnal Cakrawala Keperawatan e-ISSN: 3046-4536 http://ejurnal. id/index. php/jck https://doi. org/10. 35872/ /jck. ORIGINAL RESEARCH HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK DALAM PENYUSUNAN PROPOSAL SKRIPSI PADA MAHASISWA KEPERAWATAN SEMESTER AKHIR DI STIKES ESTU UTOMO BOYOLALI Ahmad Syamsul Bahri 1. Tsania Azhar Arifah2. Herbasuki3. Farhan Nafis Sajidalloh4 1 4 Program Studi Sarjana Keperawatan. STIKES Estu Utomo. Indonesia 2 Mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan. STIKES Estu Utomo. Indonesia 3 Akademi Keperawatan Patria Husada Surakarta Article Info Abstract Article History: Received: 21 Juli 2025 Accepted: 11 Agustus 2025 Online: 19 Agustus 2025 Background: : Preparation of a thesis proposal is an important stage in completing student studies, but is often faced with academic procrastination behavior. One factor that is thought to affect academic procrastination is self-efficacy or individual confidence in completing academic tasks. Objectives: This study aims to determine the effect of health education using sound slide media on knowledge and action in choosing snacks among elementary school age children at SDN Garangan. Objective: This study aims to determine the relationship between selfefficacy and academic procrastination in preparing thesis proposals in final semester nursing students at STIKes Estu Utomo Boyolali. Method: This research is a descriptive study in the form of a correlation study with a cross sectional approach. This research was conducted in March 2025. The sampling technique in this study used total sampling with a total of 49 student respondents. The research instrument used the College Academic Self-Efficacy Scale (CASES) questionnaire to measure self-efficacy and the Academic Procrastination Scale (APS) to measure academic procrastination. Data analysis using Spearman Rank test. Results: The results of the Spearman Rank test showed a p value of 000 which means there is a significant relationship between selfefficacy and academic procrastination. The correlation coefficient value shows 0. 524 so that between self-efficacy and academic procrastination has a relationship with moderate strength and negative direction. Conclusion: There is a relationship between self-efficacy and academic procrastination in preparing proposals for final semester nursing students at STIKES Estu Utomo Boyolali Keywords: Landslide. Knowlegde. Preparedness. School Age Corresponding Author: Ahmad Syamsul Bahri. Professional Nursing Study Program : samm80055@gmail. How to cite: Pendahuluan / Introduction Perguruan tinggi merupakan fase krusial dalam perkembangan akademik mahasiswa, di mana mahasiswa dituntut untuk bertanggung jawab dalam menyelesaikan studi. Salah satu tahapan yang harus diselesaikan yaitu penyusunan seminar proposal, yang menjadi tahap awal menuju penyusunan skripsi. Namun, tidak sedikit mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam proses ini. Pada fenomena prokrastinasi akademik, yaitu penundaan yang tidak perlu dalam mengerjakan tugas, menjadi salah satu permasalahan umum di antara mahasiswa semester akhir yang Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 52 - 57 sedang dalam menyusun seminar proposal. Penundaan ini sering kali tidak hanya disebabkan oleh faktor eksternal seperti beban akademik atau kurangnya bimbingan, tetapi juga adanya faktor internal salah satunya yaitu self-efficacy. Self-efficacy yang mana merupakan keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas, menjadi peran penting dalam penyusunan seminar proposal ini (Bandura, 1. Prokrastinasi akademik dapat berdampak negatif pada kelancaran studi, menyebabkan stress, kecemasan, hingga penurunan kualitas hasil akhir, termasuk dalam penyusunan seminar proposal yang masuk dalam tahapan penelitian skripsi (Solomon & Rothblum, 1. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik, seperti self-efficacy, agar dapat dicari solusi yang efektif untuk mengatasinya. Solusi tersebut dapat berupa pengembangan keterampilan manajemen waktu atau mencari dukungan dari teman sebaya atau orang sekitar (Steel, 2. Namun demikian, prokrastinasi akademik dalam dunia keperawatan tidak hanya terbatas pada penyusunan tugas akhir seperti skripsi atau seminar proposal. Mahasiswa keperawatan juga menunjukkan kecenderungan prokrastinasi dalam menyelesaikan berbagai tugas akademik lainnya, seperti tugas asuhan keperawatan, laporan kasus, resume praktik klinik, himgga tugas-tugas kelompok. Hal ini dapat berdampak pada keterlambatan dalam pengumpulan tugas, penurunan kualitas hasil kerja, bahkan mengganggu proses pembelajaran dan praktik klinik. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa prokrastinasi akademik merupakan persoalan yang lebih luas dan tidak hanya terjadi pada satu jenis tugas, tetapi meluas ke berbagai bentuk tanggung jawab akademik mahasiswa keperawatan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan melalui observasi terhadap beberapa mahasiswa keperawatan semester akhir di STIKes Estu Utomo Boyolali, ditemukan bahwa terhadap mahasiswa yang sejak semester awal menunjukkan kabiasaan menunda pengerjaan dan pengumpulan tugas kuliah. Hal ini terlihat dari seringnya mahasiswa tersebut tidak mengumpulkan tugas seperti laporan pendahuluan dan asuhan keperawatan tepat waktu, bahkan beberapa tugas tidak dikumpulkan sama Selain itu, hasil wawancara terhadap 15 mahasiswa menunjukkan bahwa 10 diantaranya mengaku tidak yakin pada kemampuan diri sendiri saat menyusun seminar proposal. Temuan ini mengindikasikan adanya keterkaitan antara tingkat selfefficacy yang rendah dengan kecenderungan prokrastinasi akademik. Faktor-faktor yang mungkin berkontribusi terhadap perilaku ini antara lain adalah kurangnya motivasi dari dalam diri mahasiswa sendiri, lingkungan pertemanan yang kurang mendukung perilaku disiplin akademik, serta tidak adanya ketegasan dari pihak program studi dalam memberikan batas waktu atau sanksi atas keterlambatan tugas. Hasil analisis bivariat dalam penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-efficacy dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa semester akhir di STIKES Estu Utomo Boyolali. Analisis menggunakan uji korelasi Spearman menghasilkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,524 dengan nilai signifikansi p = 0,000 . < 0,. yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat self-efficacy yang dimiliki mahasiswa, maka semakin rendah kecenderungan mereka untuk melakukan prokrastinasi akademik dalam proses penyusunan proposal skripsi. Temuan ini konsisten dengan kondisi sebagian besar responden yang memiliki selfefficacy dalam kategori baik, dan Sebagian besar prokrastinasi akademik dalam kategori sedang. Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 52 - 57 Metode / Methods Research design Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross Setting and samples Penelitian ini dilakukan di STIKes Estu Utomo Boyolali dengan jumlah total sampel 49 mahasiswa keperawatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total Measurement and data collection Sampel yang diambil berjumlah 49 responden dengan menggunakan metode total sampling . Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan dan lembar observasi. Data analysis Analisis bivariat dengan urutan pengujian yaitu uji normalitas menggunakan shapiro-wilk dimana sampel < 50 orang dan data tidak terdistribusi normal, maka digunakan uji korelasi non-parametrik yaitu uji spearman. Hasil / Results Karakteristik responden Karakteristik Tabel 3 1. Distribusi Karakteristik Responden Kategori Frekuensi . Presentase (%) Umur Jenis kelamin 21 Tahun 22 Tahun 23 Tahun 24 Tahun 25 Tahun Laki-Laki Perempuan Total 40,8% 36,7% 18,4% 2,04% 2,04% 16,3% 83,7% 100,0% Sumber : Data primer hasil penelitian 2025 Dari total 49 responden, sebagian besar responden berusia 21 tahun, yaitu sebanyak 20 orang . ,8%). Pada karakteristik jenis kelamin, mayoritas adalah perempuan sebanyak 41 orang . ,7%). Analisis Univariat Tabel 3 2 Distribusi frekuensi statistik Self-efficacy Self-Efficacy Frekuensi Presentase (%) Cukup 34,7% Baik 65,3% Total Sumber : Data primer hasil penelitian 2025 Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 52 - 57 Diketahui bahwa dari 49 responden, sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat self-efficacy dalam kategori baik, yaitu sebanyak 32 orang . ,3%). Sementara itu, mahasiswa dengan tingkat self-efficacy kategori cukup sebanyak 17 orang . ,7%), dan tidak terdapat mahasiswa memiliki keyakinan diri yang kurang. Tabel 3 3 Distribusi frekuensi statistik Prokrastinasi akademik Prokrastinasi Akademik Frekuensi Presentase (%) Rendah 34,7% Sedang 53,1% Tinggi 12,2% Total Sumber : Data primer hasil penelitian 2025 Hasil distribusi prokrastinasi akademik menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori sedang, yaitu sebanyak 26 orang . ,1%). Selanjutnya, 17 orang . ,7%) berada pada kategori rendah, dan hanya 6 orang . ,2%) yang termasuk dalam kategori tinggi. Analisis Bivariat Variabel Statistik Shapiro-Wlk 0,954 0,943 Self-Efficacy Prokrastinasi Akademik Sig. Keterangan 0,054 0,019 Normal Tidak Normal Output SPSS, 2025 Berdasarkan hasil Tabel diatas, diketahui bahwa nilai signifikan untuk variabel self-efficacy sebesar 0,054 dan untuk variabel prokrastinasi akademik sebesar 0,019. Karena salah satu variabel, yaitu prokrastinasi akademik, memiliki nilai signifikansi p < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data tidak terdistribusi normal. Oleh karena itu, untuk analisis hubungan antara kedua variabel digunakan uji korelasi Spearman. Hasil Uji Korelasi Self-efficacy dan Prokrastinasi Akademik Tabel 3 4 Hasil Uji Korelasi Spearman antara Self-efficacy dan Prokrastinasi Akademik Variabel SelfEfficacy Variabel Y Prokrastinasi Akademik Nilai Korelasi . -0,524 0,000 Keterangan Hubungan negatif, yang signifikan Output SPSS, 2025 Berdasarkan Tabel 3. 4, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,524 dengan p = 0,000. Karena p-value < 0,01, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang yang signifikan antara self-efficacy dengan prokrastinasi akademik. Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 52 - 57 Korelasi negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi self-efficacy, maka semakin rendah tingkat prokrastinasi akademik dalam penyusunan proposal skripsi. Pembahasan / Discussion Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat self-efficacy dalam kategori baik . ,3%). Hal ini mencerminkan bahwa mayoritas mahasiswa merasa yakin terhadap kemampuan diri mereka dalam menyelesaikan tugas akademi, khususnya dalam menyusun proposal skripsi. Temuan ini sejalan dengan (Bandura, 1. , yang menyatakan bahwa individu dengan selfefficacy tinggi cenderung menunjukkan motivasi, ketekunan, dan kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan akademik. Temuan ini konsisten dengan penelitian oleh (Rianda et al. , 2. , yang menemukan bahwa mahasiswa keperawatan tahun pertama di Universitas Riau memiliki self-efficacy yang cukup tinggi dalam menghadapi proses pembelajaran, yang berkontribusi positif terhadap adaptasi akademik mereka. Demikian pula, penelitian oleh (Savitri & Nely Savrillia, 2. , di Universitas Islam Sultan Agung Semarang menunjukkan bahwa self-efficacy berperan penting dalam kemampuan adaptasi akademik mahasiswa keperawatan tingkat pertama. Sementara itu, hasil pengukuran prokrastinasi akademik menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategorii sedang . ,1%), dengan sebagian lainnya berada dalam kategori rendah . ,7%) dan tinggi . ,2%). Ini menunjukkan ahwa perilaku menunda tugas akademik masih cukup sering terjadi di kalangan mahasiswa, meskipun sebagian besar berada dalam tingkat sedang. Beberapa faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik telah diidentifikasi dalam berbagai penelitian. Salah satunya adalah adiksi internet. (Maharani & Ricky, 2. menemukan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara adiksi internet dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa keperawatan Universitas Advent Indonesia, dengan nilai korelasi . sebesar 0,890 . >0,. Semakin tinggi kecanduan internet, semakin tinggi pula prokrastinasi akademik mahasiswa. Penggunaan media sosial yang berlebihan juga mempengaruhi perilaku prokrastinasi (Prihantoro et al. , 2. dalam penelitiannya menunjukkan bahwa instagram menjadi salah satu media sosial yang berperan besar dalam timbulnya prokrastinasi akademik pada mahasiswa selama pandemi Covid-19. Hasil uji normalitas menujukkan bahwa data variable prokrastinasi akademik tidak berdistribusi normal, sehingga digunakann uji korelasi spearman. Hasil uji korelasi spearman menjukkan nilai p = 0,000 dan koefisien korelasi r = -0,524, yang berarti terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self-efficacy dengan prokrastinasi akademik. Arah hubungan negatif ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat self-efficacy seseorang, maka semakin rendah kecenderungan untuk melakukan prokrastinasi akademik. Temuan ini diperkuat oleh penelitian (Raihany Sholihatul Mukaromah et al. yang menemukan hubungan negatif yang signifikan antara self-efficacy dan perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa keperawatan ekstensi yang sedang menyusun skripsi, dengan nilai korelasi r = -0,612 dan p = 0,000. Penelitian tersebut menyatakan bahwa mahasiswa dengan self-efficacy yang rendah cenderung memiliki tingkat prokrastinasi akademik yang tinggi. Meskipun pernyataan dalam hasil penelitian tersebut disampaikan dari sudut pandang yang berbeda, yakni dimulai dari sisi rendahnya self-efficacy, namun seacara statistik makna yang disampaikan tetap sejalan, yaitu menunjukkan hubungan negatif antara kedua variabel. Dengan kata lain. Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 52 - 57 baik dalam penelitian ini maupun dalam penelitian Mukaromah dkk. , semakin tinggi self-efficacy maka semakin rendah kecenderungan prokrastinasi akademik, dan Kesimpulan/Conclusion Tingkat self-efficacy dalam penyusunan proposal skripsi pada mahasiswa keperawatan semester akhir di STIKes Estu Utomo Boyolali sebagian besar berada pada kategori baik . ,3%). Hal ini menunjukkan bahwa keyakinan diri mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akademik sudah cukup baik, meskipun masih memerlukan Tingkat prokrastinasi akademik dalam penyusunan proposal skripsi mahasiswa keperawatan semester akhir sebagian besar berada pada kategori sedang . ,1%). Mahasiswa masih menunjukkan kecenderungan menunda penyelesaian tugas, meskipun belum pada tingkat yang mengganggu secara signifikan. Terdapat hubungan negatif antara self-efficacy dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa keperawatan STIKES Estu Utomo Boyolali yang sedang menyelesaikan proposal Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,524 dengan p = 0,000. Karena p-value < 0,01, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel yang menunjukkan bahwa semakin semakin tinggi self-efficacy, maka semakin rendah tingkat prokrastinasi akademik dalam penyusunan proposal skripsi. Dengan demikian maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dinyatakan diterima. Daftar Pustaka / Referens Bandura. Self Efficacy. The Exercise of Control. Froeman and Company. Maharani. , & Ricky. Hubungan Adiksi Internet Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Keperawatan. https://doi. org/https://doi. org/10. 37287/jp. Prihantoro. Dyah. , & Rasyid Ohorella. Instagram dan Prokrastinasi Akademik Bagi Mahasiswa Universitas Gunadarma Saat Pandemi Covid 19. KOMUNIKOLOGI: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial (Vol. Issue . Raihany Sholihatul Mukaromah. Kristina E. Fatima Mawo, & Anggi Jamiyant. Hubungan Self Efficacy Dengan Perilaku Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Keperawatan Ekstensi Yang Sedang Menyusun Skripsi di STIKes Bhakti Kencana Bandung. Rianda. Nishfa Dewi. Studi Ilmu Keperawatan. Keperawatan. Riau. Pekanbaru. , & Riau. Self-Efficacy Mahasiswa Keperawatan Tahun Pertama Dalam Proses Pembelajaran. JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health E-ISSN. https://doi. org/http://dx. org/10. 57235/jetish. Savitri, & Nely Savrillia. Hubungan Self-Efficacy Dengan Kemampuan Adaptasi Akademik Pada Mahasiswa Tingkat Pertama Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Universitas Islam Sultan Agung . Solomon. , & Rothblum. Academic procrastination: Frequency and cognitive-behavioral correlates. Steel. The Nature of Procrastination: A Meta-Analytic and Theoretical Review of Quintessential Self-Regulatory Failure. Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536.