Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Doi: 10. 30868/im. P-ISSN: 2614-4018 E-ISSN: 2614-8846 PENGARUH KOMPETENSI DOSEN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASIWA POLITEKNIK PGRI BANTEN Rosdiana1 Politeknik PGRI Banten e-mail: rose@politeknikpgribanten. Received: 02/06/2020. Accepted: 14/07/2020. Published: 31/07/2020 ABSTRACT This study aims to understand the motivation to study of lecturers and students against students learning achievements on the Politeki PGRI Banten in significant . The methodology used is ex post facto . The population research were all teach maths and student Politeknik PGRI Banten sample of the proportional stratified random sampling . The result showed that a variable the motivation to study students on this fact it has some positive effects and significantly to student learning achievements this evidenced by the t count of 3,290 with significantly by the 0,002. The variable competence lecturers also in partial show an influence that positive and significant for student learning achievements of the t count 14,063 with sig. t = 0,. The motivation to study of students and lecturers according to the standpoint of students simultaneously it has some positive effects and Keywords: teacher competence, the motivation of study, learning achievements. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi dosen dan motivasi belajar mahasiswa terhadap prestasi belajar mahasiswa Politeknik PGRI Banten dalam pembelajaran Matematika yang signifikan. Metode penelitian yang digunakan adalah ex post facto. Populasi penelitian adalah seluruh dosen Matematika dan mahasiswa Politeknik PGRI Banten dengan teknik penentuan sampel Proportional Stratified Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel motivasi belajar mahasiswa secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa hal ini dapat dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 3,290 dengan tingkat signifikan sebesar 0. Variable Kompetensi dosen juga secara parsial menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa dengan nilai t hitung sebesar 4,310 dengan Sig. t = 0,. Motivasi belajar mahasiswa dan kompetensi dosen menurut sudut pandang mahasiswa secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar Hal ini dapat dilihat dari nilai F hitung sebesar 14,063 dengan tingkat signifikan Kata kunci: kompetensi dosen, motivasi belajar, prestasi belajar. PENDAHULUAN Pendidikan mempunyai tujuan dalam membentuk manusia yang berkualitas sesuai dengan yang tercantum dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional UU No. Tahun 2003 . 3: . yang isinya sebagai berikut: AuPendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawabAy. Dunia pendidikan berkembang semakin pesat dan semakin kompleksnya persoalan pendidikan yang dihadapi bukanlah tantangan yang dibiarkan begitu saja, tetapi memerlukan pemikiran yang konstruktif demi tercapainya kualitas yang baik. Persoalan yang dimaksud diantaranya adalah kompetensi mengajar dosen. Karena dosen sebagai tenaga pendidik yang paling banyak berhubungan dengan peserta didik diharuskan mempunyai kompetensi yang baik dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Proses kegiatan belajar akan berjalan dengan baik apabila tenaga pengajar mampu menciptakan kondisi atau suatu proses yang mengarahkan peserta didik termotivasi melakukan aktivitas belajar, oleh karena itu seorang pendidik/tenaga pengajar harus memiliki kompetensi. Seorang dosen perlu memiliki kepribadian, menguasai bahan pelajaran dan menguasai cara-cara mengajar sebagai kompetensinya. Kompetensi mengajar harus dimiliki oleh seorang dosen yang merupakan kecakapan atau keterampilan dalam mengelola kegiatan Dalam sebuah proses pendidikan, dosen merupakan salah satu komponen yang sangat penting, selain komponen lainnya seperti tujuan, kurikulum, metode, sarana dan prasarana, lingkungan, dan evaluasi. Dianggap sebagai komponen yang paling penting karena yang mampu memahami, mendalami, melaksanakan dan akhirnya mencapai tujuan pendidikan adalah dosen. Menurut Yamin . 6: 160-. motivasi dalam belajar dibedakan dalam dua kategori, yaitu motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik. Motivasi ekstrinsik merupakan kegiatan belajar yang tumbuh dari dorongan dan kebutuhan seseorang tidak secara mutlak berhubungan dengan kegiatan belajarnya sendiri. Motivasi intrinsik merupakan kegiatan belajar dimulai dan diteruskan, berdasarkan penghayatan sesuatu kebutuhan dan dorongan yang secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar. Yamin 2006: . menekankan bahwa motivasi intrinsik dan eksterinsik tersebut sama pentingnyaAy. Selain motivasi, kompetensi dosen juga merupakan faktor yang sangat menentukan prestasi mahasiswa. Salahsatu tolak ukur yang dapat di lihat bahwa dosen yang berkompeten yakni seberapa jauh ia menguasai materi dan menerapkan model pembelajaran yang tepat untuk materi Apabila seorang dosen tidak menguasai materi yang akan diajarkan, akan berdampak pada kualitas akademik mahasiswa. Djamarah . 0: . berpendapat bahwa pendidik yang berkompeten adalah pendidik yang memiliki ketrampilan memberi menjelaskan, dan keterampilan membuka dan menutup pelajaran. Prestasi belajar mahasiswa akan tercapai secara optimal kinerja dosen dalam pengajaran baik seperti penguasaan materi, keterampilan mengajar, strategi mengajar, penggunaan bahasa yang digunakan dalam menyampaikan materi, evaluasi, interaksi dengan mahasiswa dan pengelolaan kelas. Dengan demikian variable kompetensi dalam konteks pembelajaran merupakan keharusan untuk dimiliki oleh seorang dosen dalam upaya membantu mahasiswa memperoleh prestasi belajar. Disamping itu, mahasiswa, harus berusaha keras agar dapat mendapatkan prestasi yang maksimal, sebab tinggi rendahnya prestasi belajar tergantung dari usaha masing-masing mahasiswa itu sendiri. TINJAUAN PUSTAKA Kompetensi Dosen Kompetensi guru dan dosen menurut UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 1 ayat 10 adalah Auseperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas AySedangkan menurut Mulyasa . 2: . adalah sebagai berikut :Kompetensi guru/dosen merupakan perpaduan antara kemampuan personal, keilmuan, teknologi, sosial, dan spiritual yang secara kaffah membentuk kompetensi standar profesi guru, yang mencakup penguasaan materi, pemahaman terhadap peserta didik, pembelajaran yang mendidik, pengembangan pribadi, dan profesionalisme. Menurut Usman . 1: . kompetensi guru/dosen adalah Aukemampuan seseorang guru/dosen dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban secara bertanggung jawab dan layak. Ay Sedangkan Uno berpendapat . 8: . bahwa: Maka berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kompetensi dosen adalah kemampuan dosen dalam melaksanakan kewajiban yang diembannya yang harus didukung oleh seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki. Dalam mengemban tugas utamanya yaitu mendidik dan mengajar, dosen juga harus memiliki kompetensi yang dapat menunjang proses Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh dosen meliputi empat aspek yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Kompetensi Pedagogik Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat . butir a disebutkan bahwa kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan, dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang Dalam kompetensi pedagogik ini dosen dituntut untuk dapat menjadi seorang manager dalam kelas. Dimana ia akan merencanakan, melaksanakan, dan melakukan pengawasan bagi proses pembelajaran terhadap mahasiswa di dalam kelas. Hal ini sesuai dengan yang dinyatakan oleh Mulyasa . 2: . bahwa Auguru diharapkan membimbing dan mengarahkan pengembangan kurikulum dan pembelajaran secara efektif, serta melakukan pengawasan dalam pelaksanaannya. Ay Kompetensi Kepribadian Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat . butir b, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah Aukemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Ay Terkadang dalam proses pembelajaran di dalam kelas muncul perilaku mahasiswa dan kondisi lingkungan yang dapat memancing emosi dosen. Oleh karena itu, dosen mesti memiliki sifat dewasa dan stabil. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi pertengkaran di dalam proses pembelajaran. Hendaknya seorang dosen tetap berwibawa dalam kondisi dan suasana hati bagaimanapun. Yang terpenting dosen harus selalu fokus pada tujuan pembelajaran yang akan dan ingin dicapai. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mulyasa . 2: . bahwa Aupribadi guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pendidikan, khususnya kegiatan pembelajaran. Ay Kompetensi Profesional Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat . butir c disebutkan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi profesional adalah Aukemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. Ay Motivasi Belajar Para ahli mendefinisikan pengertian motivasi dengan cara dan gaya yang berbeda, namun esensinya menuju kepada maksud yang sama, seperti yang dikemukakan oleh Syamsudin . 5: . bahwa motivasi itu merupakan: Suatu kekuatan . atau tenaga . atau daya . , atau . Suatu keadaan yang kompleks . complex stat. dan kesiapsediaan . reparatory se. dalam diri individu . untuk bergerak . o move, motion, motiv. ke arah tujuan tertentu, baik disadari maupun tidak disadari. Menurut Uno . 0: . bahwa AuMotivasi merupakan dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhannyaAy. Motivasi dan Belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Uno . 0: . mengatakan bahwa AuMotivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswasiswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah lakuAy. Menurut Sadirman . 7: 75, bahwa: Motivasi belajar merupakan faktor psikis yang bersifat non-intelektual. peranannya yang khas adalah dalam hal penumbuhan gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar. siswa yang memiliki motivasi kuat, akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan. Semakin tinggi motivasi maka semakin bagus juga prestasi yang diperoleh, semakin rendah motivasi maka semakin rendah pula prestasi yang diperoleh, karena motivasi sebagai kekuatan, pendorong, untuk bergerak mencapai tujuan dan perubahan tingkah laku siswa dalam proses belajar. Jika seseorang memiliki motivasi yang kuat maka akan memiliki banyak energi untuk melakukan kegiatan Menurut Sadirman . 7: . , bahwa Motivasi adalah serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakkan perasaan tidak suka itu. Prestasi Belajar Prestasi belajar merupakan hasil penilaian terhadap aktivitas belajar mahasiswa yang berfungsi untuk mengetahui sejauhmana perkembangan mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan tentang kemajuan mahasiswa dalam segala hal yang dipelajari di seko yang menyangkut pengetahuan atau kecakapan/keterampilan yang dinyatakan sesudah hasil Sejalan dengan pendapat Djamarah. Syamsudin . 9: . mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan kecakapan nyata atau actual ability, yaitu kecakapan yang segera dapat didemonstrasikan dan diuji sekarang juga karena merupakan hasil usaha atau belajar yang bersangkutan dengan teknik tertentu yang telah dijalaninya. METODE Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian yang digunakan adalah penelitian ex post facto. Penelitian ex post facto yaitu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemu- dian meruntut kebelakang untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya kejadian tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui suatu fenomena dan menemukan penyebab yang memungkinkan terjadinya akibat, gejala, atau fenomena variabel terikat yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku atau hal-hal yang menyebabkan perubahan pada variabel bebas yang telah terjadi, maka penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa dan dosen Politeknik PGRI Banten. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel dari anggota populasi secara acak dan berstrata secara Dilakukan sampling apabila anggota populasinya heterogen . idak sejeni. (Riduwan, 2011: . Jumlah sam-pel ditentukan dengan rumus yang diformulasikan oleh Isac dan Micheal . 3: . Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah doku- mentasi dan Dokumentasi ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, dan data yang relevan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah kuesioner, yaitu dengan cara memberikan seperangkat pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian adalah closed ended questionnaire atau kuesioner tertutup yaitu berbagai pernyataan yang dibuat dengan memberikan alternatif jawaban yang telah tersedia, sehingga responden tinggal memilih jawaban yang ada sesuai kondidi sebelumnya. Metode tersebut digunakan untuk mengetahui kompentensi yang telah dimiliki oleh mahasiswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian digunakan untuk menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan. Karena data yang diperoleh akan dijadikan landasan dalam mengambil kesimpulan, maka data yang dikumpulkan harus data yang benar. Agar data yang dikumpulkan baik dan benar, instrumen pengumpulan data harus baik. Instrumen yang digunakan berupa angket yang berisi pernyataan- pernyataan yang menyangkut efektivitas pelaksanaan kegiatan sekolah. Skala pengukuran yang digunakan dalam instrumen adalah skala likert. Riduwan . 2: . menyatakan AuSkala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok tentang kejadian atau suatu gejala sosialAy. Dengan menggunakan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikatorindikator yang dapat diukur. Dari indikator tersebut akan dijadikan patokan dalam membuat item instrumen yang berupa pertanyaan atau pernyataan yang akan dijawab oleh responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan keadaan suatu gejala yang telah direkam melalui alat ukur yang kemudian diolah dengan fungsinya. Hasil pengolahan data dalam bentuk angka yang selanjutnya dipaparkan dalam bentuk tabel dan grafik sehingga mudah dimengerti maknanya. Sesuai dengan tujuan penelitian, untuk mengetahui pengaruh variabel inde- penden terhadap variabel dependen, maka perlu dilakukan uji prasyarat analisis yang terdiri dari uji normalitas, uji linieritas, dan uji multikolinieritas serta pengujian hipotesis yang terdiri dari uji regresi linier sederhana dan uji linier ganda. PEMBAHASAN Responden dalam penelitian ini berjumlah 35 orang dengan jumlah pertanyaan kuesioner sebanyak 20 item. Berdasarkan hasil kuesioner didapat Skor kreterium sebesar 3500 yang diperoleh dari perkalian 5 . kor tertinggi dari seluruh ite. X 20 . umlah pertanyaa. X 35 . umlah responde. Tingginya Motivasi belajar mahasiswa juga dapat dilihat dari tingkat presentasenya yakni sebesar 61,63%. Angka 61,63% tersebut berada dalam wilayah kuat yang berarti bahwa variabel motivasi belajar mahasiswa terkategori Kompetensi dosen adalah kemampuan dosen dalam mengajar dilihat dari sudut pandang mahasiswa yang menempuh mata kuliah Matematika. Dari penyebaran angket kepada 35 mahasiswa didapat skor kriterium sebesar 3500 yang diperoleh dari hasil perhitungan 5 . kor tertinggi tiap ite. x 20 . umlah pertanyaa. x 35 . umlah responde. Kompetensi dosen juga dapat dilihat dari tingkat presentasenya yakni sebesar 65,43%. Angka 65,43% tersebut berada dalam wilayah kuat yang berarti bahwa variabel komptensi dosen tergolong tinggi. Dari analisis regresi linier parsial dengan bantuan aplikasi komputer SPSS untuk mengukur besarnya pengaruh motivasi belajar mahasiswa terhadap prestasi belajar mahasiswa dapat digambarkan sebagai berikut: Model Tabel 1. Hasil Uji R Square Motivasi Mahasiswa R Square Adjusted R Square Std. Error Estimate Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai Koefisien Determinan (R. sebesar 0,122 atau 12,2%. Kemudian hasil uji t dibwah ini menunjukkan nilai sig. sebesar 0,002 < 0,005, yang berarti motivasi belajar mahasiswa berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa pada matakuliah pengantar Ekonomi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi motivasi belajar mahasiswa, maka semakin naik pula prestasi belajar. Model (Constan. Motivasi Tabel 2. Uji t Motivasi Belajar Mahasiswa Unstandardize Standard Coeficient Coeficie Std. Beta Sig. Eror Confidence Interval for B Lower Bound Upper Bound Dependent Variable Prestasi Berdasarkan analisa data dari persamaan regresi diperoleh bahwa b1 merupakan arah regresi linear ganda untuk variabel motivasi belajar mahasiswa memiliki nilai positif. Dengan demikian, motivasi belajar mahasiswa berpengaruh positif terhadap prestasi Model Tabel 3. Hasil Uji R Square Kompetensi Dosen Adjusted R Square Std. Error of the Estimate R Square Berdasarkan tabel di atas diketahui yang berarti bahwa kompetensi dosen berpengaruh positif terhadap prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah pengantar ekonomi. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin baik kompetensi dosen, maka semakin tinggipula prestasi mahasiswa. Model (Constan. Kompeten Tabel 4. Uji t Kompetensi Dosen Unstandardize Standardiz Coeficient Coeficient Sig. Std. Beta Eror Confidence Interval for B Lower Upper Bound Bound Dependet Variable Prestasi Pengaruh Motivasi Mahasiswa dan Kompetensi Dosen terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Dari hasil analisis regresi berganda untuk mengukur besarnya pengaruh motivasi belajar mahasiswa dan kompetensi dosen terhadap prestasi belajar mahasiswa didapat data seperti pada tabel berikut. Tabel 5. Hasil Uji R Square Uji Simultan Adjusted R Square Std. Error of the Model R Square Estimate Predictors (Constan. Kompetensi. Motivasi Durbin Watson Dependent Variable Prestasi Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai Koefisien Determinan (R. sebesar=0,268 atau 26,8% perubahan-perubahan pada variabel prestasi belajar mahasiswa dapat dijelaskan secara bersama-bersama oleh motivasi belajar mahasiswa dan kompetensi Tabel 7. Uji F Motivasi Belajar Mahasiwa dan Kompetensi Dosen Sum of Df Mean Square Sig. Model Square 1 Regression 1. Residual Total Predictors (Constan. , kompetensi, motivasi Dependent Variable, prestasi Kemudian berdasarkan hasil uji F diperoleh F hitung 14,063 sig0,000<0,005, artinya ada pengaruh positif dan signifikan dari variabel motivasi belajar mahasiswa dan kompetensi dosen terhadap prestasi mahasiswa pada mata kuliah pengantar ekonomi. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin tinggi motivasi belajar mahasiswa dan semakin baik kompetensidosen, maka prestasi mahasiswa akan semakin tinggi pula. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan uji hipotesis yang dilakukan maka diperoleh kesimpulan: Motivasi belajar mahasiswa dan kompetensi dosen memiliki pengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun bersama-sama terhadap prestasi belajar Dengan diketahui pengaruh motivasi belajar mahasiswa dan kompetensi dosen terhadap prestasi belajar mahasiswa untuk mata kuliah pengantar ekonomi tersebut di atas, maka dapat ditentukan kebijakan-kebijakan agar memacu dosen meningkatkan kompetensinya dalam kegiatan belajar-mengajar sehingga meningkatkan prestasi belajar mahasiswa secara optimal. SARAN DAN UCAPAN TERIMAKASIH Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penulis menyampaikan beberapa saran yang diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan yang bermanfaat bagi semua pihak yang Adapun saran yang peneliti sampaikan adalah Dosen Program studi hendaknya senantiasa mempertahankan dan meningkatkan kompetensi yang dimilikinya meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Kompetensi dapat ditingkatkan antara lain dengan cara menambah pengetahuan, mengasah keterampilan, dan memperbaiki perilaku. Hal ini semata-mata agar dapat tercapainya tujuan pembelajaran yang akan berdampak langsung pada keberhasilan Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada berbagai pihak, yang telah memberikan bantuan berupa arahan dan dorongan selama proses penulisan. DAFTAR PUSTAKA