Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 ANALISIS MANAJEMEN SYARIAH DALAM PENGELOLAAN PERUSAHAAN DENGAN STRUKTUR KEPEMILIKAN OLEH KELUARGA DI CV SANTOSA Fika Fitria Ningsih1. Rully Trihantana2. Ria Kusumaningrum3 1, 2, 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Sahid Bogor, fikafitrian7@gmail. com, 2rully. trihantana@febi-inais. kusumaningrum@febi-inais. ABSTRACT One of the businesses that is growing rapidly and has become one of the prominent businesses in Indonesia is the family business. CV Santosa, which is the object of this research, is a family business domiciled in Jakarta and owned by a non-Muslim family. There is a uniqueness in family companies where the majority of share ownership and management of the company are managed and owned directly by the family. In addition, the company has prioritized tolerance for Muslim By allowing employees to wear headscarves, perform prayers, and provide a prayer However, in managing a company, a professional management system is needed, this can be applied to the principles of Good Corporate Governance which become a guideline for good corporate governance, including the principles of Transparency. Accountability. Responsibility. Independence, and Fairness. Islam has a more complete concept, with the concepts of akhlakul karimah and piety to Allah Subhanahu Wa Ta'ala which are the basic beliefs to avoid practices that break the law and are dishonest in accepting the Trust. This study aims to analyze sharia management practices of company management with a family ownership structure so that the company can be sustainable. The type of method used in this research is descriptive qualitative. The results in this study show that the two most important values that are in line as the basis for realizing ethical corporate governance at CV Santosa are the values of 'adl . and the values of nubuwwah . where the Prophet Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam has a great namely: sidiq . ehaving honestly and correctl. , amanah . rustworthy & responsibl. , tabligh . elivering and being open/transparen. and fathonah . That in business the level of fairness, honesty, responsibility, transparency is very important. Key Words: Sharia Management. Family Business. Good Corporate Governance. ABSTRAK Salah satu bisnis yang berkembang pesat dan menjadi salah satu bisnis yang menonjol di Indonesia adalah bisnis keluarga. CV Santosa yang menjadi objek dalam penelitian ini merupakan bisnis keluarga yang berdomisili di Jakarta dan kepemilikannya dimiliki oleh keluarga non Terdapat keunikan dalam perusahaan keluarga dimana mayoritas kepemilikan saham dan kepengurusan perusahaan dikelola dan dimiliki langsung oleh keluarga. Selain itu perusahaan sudah mengedepankan toleransi kepada karyawan muslim. Dengan memperbolehkan karyawan menggunakan jilbab, menjalankan sholat, dan disediakannya mushola. Namun demikian, dalam mengelola perusahaan, diperlukan sistem manajemen pengelolaan yang profesional, hal ini dapat diterapkannya prinsip Good Corporate Governance yang menjadi suatu pedoman tata kelola Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 perusahaan yang baik, meliputi prinsip Transparency. Accountability. Responsibility. Independency, dan Fairness. Islam memiliki konsep yang lebih lengkap, dengan konsep akhlakul karimah dan bertaqwa terhadap Allah Subhanahu Wa TaAoala yang menjadi keyakinan mendasar agar terhindar dari praktik yang melanggar hukum dan tidak jujur dalam menerima Amanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen syariah praktik pengelolaan perusahaan dengan struktur kepemilikan oleh keluarga agar perusahaan dapat berkelanjutan. Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa dua nilai yang paling utama yang sudah sejalan sebagai dasar dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang beretika islami di CV Santosa yaitu nilai Aoadl . dan nilai nubuwwah . dimana Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam memiliki sifat yang agung yaitu: sidiq . erperilaku jujur dan bena. , amanah . apat dipercaya & bertanggung jawa. , tabligh . enyampaikan dan terbuka/transpara. dan fathonah . Bahwa dalam bisnis tingkat keadilan, kejujuran, bertanggung jawab, transparan sangat Kata-kata Kunci: Manajemen Syariah. Bisnis Keluarga. Good Corporate Governance. PENDAHULUAN. Sebuah bisnis dapat dikatakan bisnis keluarga jika adanya dua atau lebih anggota keluarga yang mengontrol keuangan perusahaan Ward dan Arnoff dalam Andypratama & Mustamu . 3: . Dalam menjalankan sebuah perusahaan yang sukses dan berumur panjang, pada proses pengelolaan dan manajemen perusahaan yang baik, maka dapat menerapkan prinsipprinsip Good Corporate Governance Transparency. Accountability. Independency. Responsibility, dan Fairness. Dalam islam prinsip Good Corporate Governance menunjuk pada Al-QurAoan dan Hadist yang membuatnya memiliki ciri khas yang lain Good Corporate Governance pada pemikiran dunia barat. Pada bisnis keluarga yang diteliti, dimana direktur sebagai pemilik bisnis sering menghadapi berbagai tantangan ketika diperlukannya memprioritaskan kepentingan keluarga dengan kepentingan bisnis, sehingga dapat menyebabkan berbagai konflik dari kepentingan tersebut. Dalam bisnis keluarga untuk mengatasi konflik tersebut diperlukan pengambilan keputusan yang tepat karena hal tersebut akan mempengaruhi tingkat kemakmuran antara anggota keluarga yang bisa berdampak dalam jangka panjang. Kepentingan keluarga kepentingan lainnya. Padahal, perusahaan membutuhkan sikap profesional. Termasuk masalah pengelolaan yang merupakan prioritas pekerjaan dalam bisnis. Salah satu kelebihan bisnis keluarga adalah tujuan bisnis yang berkepanjangan, karena percaya bahwa kesinambungan usaha berkaitan dengan kelangsungan hidup anggota keluarga. CV Santosa sudah dengan tujuan bisnis yang terarah, konsumen yang didapatkan menggunakan jasa perusahaan secara berkelanjutan seperti jasa instalasi listrik untuk ruko, perumahan, dan jasa maintenance rutin yang dibutuhkan pabrik-pabrik berskala besar. Keuntungan dari struktur kepemilikan keluarga yaitu kemampuan pengelolaan usahanya dan mengamati kinerja manajer yang lebih baik. Selain itu perusahaan sudah mengedepankan sikap toleransi kepada karyawan muslim. Dengan menggunakan jilbab, menjalankan sholat, dan disediakannya tempat beribadah untuk Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 Dalam perusahaan keluarga sering sekali menghadapi tantangan disaat harus keluarga dengan kepentingan bisnis karena kedua kepentingan ini tidak dapat dipisahkan dan adanya tumpang tindih diantara kedua kepentingan tersebut, sehingga sering terjadi konflik yang timbul dari kedua kepentingan Ini terjadi karena perusahaan mengutamakan prinsip-prinsip kekeluargaan. Hal ini tentu menjadi fenomena yang perlu untuk diteliti. Dengan hal tersebut, penelitian ini menelusuri lebih jauh mengenai pengelolaan perusahaan dengan struktur kepemilikan oleh keluarga, dan manajemen syariah dalam pengelolaan dengan struktur kepemilikan oleh keluarga. Khususnya dalam hal ini ialah di CV Santosa. II. pemikiran yang telah dikembangkan oleh para ulama (Widyan, 2022: . II. Perusahaan Keluarga. Sebuah perusahaan keluarga ketika adanya dua atau lebih anggota keluarga yang membantu memonitor jalannya bisnis Ward dan Arnoff dalam Andypratama & Mustamu . 3: . Bisnis dengan struktur kepemilikan keluarga mempunyai keunggulan di dalamnya dibandingkan dengan perusahaan non keluarga yaitu ada pada karakteristik keluarga yang menjunjung tinggi dan ikatan kekeluargaan yang sangat kuat yang membuat anggota keluarga memiliki komitmen agar bisa mempertahankan bisnis nya sehingga dapat diwariskan (Astuti et al. dalam Sukamto. , & Juniarti, 2017: . Selaku bisnis yang dimiliki juga dikelola oleh keluarga, baik berjenis mikro maupun makro, pada visi misi keluarga sangat mempengaruhi atas jalannya bisnis. Perusahaan keluarga tentunya tidak bisa menghindari masalah yang memang sulit untuk diselesaikan. Sebagai contoh. ketidak percayaan antara anggota keluarga, konflik dalam suksesi kepemimpinan, konflik dalam pengambilan keputusan, masalah penerus perusahaan, perbedaan pola pikir manajerial antara generasi pertama dan generasi berikutnya, dan sebagainya. Akibatnya, tidak jarang bisnis keluarga mengalami penurunan, bahkan terpaksa tutup, akibat konflik yang berkepanjangan di dalam keluarga (Simanjuntak, 2010: . Susanto dalam Martini . 8: . perusahaan keluarga terbagi menjadi dua tipe, yaitu . Family Owned Enterprise (FOE), yaitu perusahaan yang dimiliki oleh keluarga, namun dikelola oleh profesional yang berasal dari luar lingkungan keluarga. Peran keluarga hanya sebagai pemilik dan tidak melibatkan diri dalam operasional di lapangan, . Family Business Enterprise (FBE), yaitu perusahaan yang dimiliki dan dikelola oleh keluarga pendirinya. Ciri perusahaan tipe ini adalah posisi-posisi kunci TINJAUAN PUSTAKA. II. Ekonomi Islam Ekonomi islam dapat diibaratakan bangunan yang terdiri dari atap, tiang dan Konstruksi bangunan tersebut panduan arsitektur, desain atau rancang Dengan gambaran ini diharapkan dapat mengetahui pemahaman mengenai rancang bangun ekonomi islam secara menyeluruh yang terdiri dari atap, tiang dan Pada hakikatnya dalam mendirikan suatu konstruksi bangunan terlebih dahulu membangun pondasi sebagai lantai dasar yang kuat. Lalu didirikan pilar-pilar sebagai penopang, dan atap dipasang dibagian paling Penjelasan melalui konstruksi bangunan yang diartikan dengan bangunan ekonomi Interpretasinya adalah material bahan Material bangunan pada ekonomi islam dapat digambarkan sebagai sumber utamanya dari Al-QurAoan dan hadits serta Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 dalam perusahaan dipegang oleh anggota Wassalam memiliki sikap sidiq. Amanah, tabligh dan fathonah, atau dalam pengertian lain yaitu jujur dan benar, dapat dipercaya, memiliki tanggung jawab, kecerdasan, dan memperhatikan lingkungan/sosial yang perlu dijadikan teladan dalam kehidupan. Dengan demikian nilai yang terkandung Good Corporate Governance mengacu pada prinsip-prinsip berikut (Prabowo, 2019: . Tauhid. Tauhid merupakan pondasi seluruh ajaran Islam. Bahwasannya aktivitas ibadah dimaksudkan hanya untuk Allah Subhanahu Wa TaAoala (Anhar. Tauhid merupakan berbagai rancangan dan perekonomian, politik, sosial dan Di dalam Al-QurAoan dikatakan tauhid merupakan filsafat pokok Ekonomi Islam. Allah berfirman dalam Q. S Az Zumar ayat Taqwa dan Ridha. Taqwa dan ridha yakni asas pokok terciptanya institusi syariah dalam melaksanakan tata kelola bisnis perlu berlandaskan bertaqwa kepada Allah dan mendapat ridha dalam Q. S At-Taubah ayat 109. Untuk menjalankan usaha perlu dilaksanakan dengan kesepakatan bersama kunci dari bermuamalah yaitu ikhlas dan ridha. Pada saat bermuamalah seperti jual beli dilarang melakukan pemaksaan dan Apabila perbuatan yang dilarang dilakukan maka hukum nya Ekuilibrium (Keseimbangan dan Keadila. Tawazun . al-adl . keseimbangan di dalam Islam. Tawazun sering dipakai untuk II. Good Corporate Governance. Good Corporate Governance adalah suatu sistem struktur perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan nilai pemangku kepentingan . takeholders valu. dan kepentingan perusahaan yaitu kreditur, suppliers, asosiasi bisnis, konsumen, pekerja, pemerintah dan masyarakat luas. Agar mendapat gambaran mengenai Corporate Governance berikut ini dikutip dari (Kusmayadi et al. , 2015: . : . Bank Dunia (World Ban. Good Corporate Governance adalah sekumpulan hukum, peraturan dan kaidah-kaidah yang wajib dipenuhi dan dapat mendorong kinerja sumber- sumber perusahaan untuk bekerja secara efisien, menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang yang berkesinambungan bagi para pemegang saham maupun masyarakat sekitar secara keseluruhan . OECD (Organization for Economic Cooperation & Developmen. Corporate Governance adalah kumpulan hubungan antara manajemen perusahaan, dewan pemegang saham dan pihak lain yang berkepentingan dalam perusahaan. GCG yang baik dapat memberikan insentif yang baik bagi pemegang saham dan manajemen untuk mewujudkan kepentingan bisnis juga memudahkan pengendalian Maka dapat disimpulkan bahwa Good Corporate Governance merupakan sistem manajemen bisnis yang dibuat agar dapat menumbuhkan prestasi bisnis, melindungi berbagai kepentingan para stakeholder dan mematuhi peraturan hukum yang berlaku. Di dalam perspektif Islam mempunyai susunan rangka menyeluruh dan akhlakul karimah, ketakwaan terhadap Allah Subhanahu Wa TaAoala menjadi suatu hal paling utama agar tidak melakukan praktikpraktik yang diharamkan pada saat mendapatkan amanah. Good Corporate Governance merupakan sebutan istilah modern dari tata Kelola perusahaan yang Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 meskipun memiliki keterlibatan sosial, yang menjadi al-adl atau keadilan sebagai bentuk tauhid, terutama dalam lingkungan sosial, termasuk keadilan ekonomi dan Allah Subhanahu Wa TaAoala berfirman dalam Q. S Ar-Rahman ayat 7-9. Pada keadilan . , melaksanakan Tindakan yang benar pada saat menyatakan tujuan dan keadaannya, agar dapat memenuhi kewajiban dan perjanjian yang sudah disepakati sebelumnya. Kemaslahatan. Maslahat kebaikan . dunia dan Selaku yang mengerti dibidangnya para ahli ushul fiqh merupakan suatu manfaat dan kebaikan untuk terhindar dari berbagai macam bahaya. Imam al Ghazali memberikan kesimpulan yakni maslahat merupakan cara agar tercapainya lima kebutuhan primer manusia . l- dharuriyat al-kham. pemeliharaan agama . , pemeliharaan jiwa . , pemeliharaan akal . ifdzulAoaq. , . ifdzun-nas. , pemeliharaan harta benda . ifdzul-maa. Kelima hal ini merupakan kebutuhan primer yang manusia yang saling terikat, dengan menjamin terpeliharanya kelima hal diatas maka kemaslahatan hasanah fid-dunya dan hasanah fil-akhirat dapat terwujud (Suratmaputra, 2017: Prinsip Good Corporate Governance dalam perspektif islam sesuai dengan yang dirancang oleh KNKG meliputi prinsip TARIF yaitu. Transparency. Accountability. Responsibility. Independency dan Fairness agar mencapai keberlanjutan bisnis (Sustainabilit. dengan memperhatikan stakeholder (KNKG, 2006: . Transparansi (Transparenc. Dalam melaksanakan usaha, diperlukannya pemberian informasi yang selengkap mungkin dan keterbukaan atas apa yang terjadi dalam perusahaan. Sehingga para mengetahui segala aktivitas yang Pemberian informasi dilakukan secara terbuka, mudah di dapatkan oleh para stakeholder. Akurasi juga menjadi bagian pokok dalam Islamic Corporate Governance. Informasi yang lengkap dan tanpa adanya manipulasi akan didapatkan melalui sistem perusahaan jika perusahaan Hal ini dapat terwujud jika perusahaan menerapkan sistem bisnis syariah karena dipercaya manipulasi merupakan hal yang tidak dibenarkan dalam Islam. Metode yang digunakan untuk mencapai bisnis yang islami mengedepankan diinformasikan secara adil dan Akuntabilitas (Accountabilit. Perusahaan mempertanggungjawabkan usahanya dengan transparan dan adil. Maka, bisnis harus dikelola dengan baik, terlaksana dan sesuai dengan tujuan bisnis yaitu memberikan perhatian Akuntabilitas bagian dari syarat yang dibutuhkan dalam mewujudkan Diperlukannya penetapan tugas pokok dan tanggung jawab pekerjaan untuk seluruh karyawan dengan sejelas mungkin agar dapat sejalan dengan visi, misi dalam perusahaan untuk mencapai tujuan. Akuntabilitas bukan semata-mata sebuah informasi Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 diinformasikan dengan jujur dan adil, namun harus mengedepankan bahwa manusia selalu dalam pengawasan tuhan nya yang merupakan bentuk tanggung jawab manusia kepada Allah Subhanahu Wa TaAoala. Konsep Islam yang meyakini bahwa segalanya merupakan milik Allah Subhanahu Wa TaAoala, manusia mungkin untuk kemaslahatan umat. Responsibilitas (Responsibilit. Perusahaan perlu tunduk kepada hukum yang berlaku seperti perundang-undangan memberikan tanggung jawabnya kepada masyarakat dan lingkungan, hal ini dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan usaha dengan melaksanakan perencanaan dan keberlanjutan bisnis dapat bertahan hingga jangka Panjang dan diakui sebagai good corporate citizen. Pertanggungjawaban keuangan juga perlu diinformasikan dan dilakukan dengan sebenar-benarnya tanpa adanya manipulasi mengenai keadaan bisnis saat ini, sehingga para stakeholder dapat mengambil keputusan dengan tepat. Dalam islam, meskipun harta kekayaan yang didapatkan dengan halal, ada hak orang lain di dalamnya karena usaha yang dihasilkan tidak diperoleh tanpa dibantu tenaga orang lain, baik secara langsung maupun tidak Maka. Islam mewajibkan untuk berzakat, berinfak, bersedekah, wakaf dan Pelaksanaan ini dilakukan untuk membantu pemerataan pendapatan (Arif, 2012: . Manajemen bisnis yang baik tidak semata-mata hanya untuk mencapai tujuan mensejahterakan para stakeholder, namun masyarakat sekitar yang membutuhkan juga Independen (Independenc. Untuk penerapan prinsip GCG, manajemen bisnis perlu dilakukan secara mendominasi dan tanpa adanya campur tangan pihak lain. Para stakeholder perlu menerapkan sikap independen dan tidak mudah keputusan yang diambil dilakukan Independensi memerlukan sikap konsisten atau istiqomah yang tetap berpegang teguh terhadap kebenaran yang ada walaupun akan menghadapi berbagai risiko, sesuai dengan Q. S Fussilat ayat 30 di bawah ini: AacEE a acIA A aE O aN aIA a Aa aCa aIO e aaI aca aEA a ca Aau acI ea acEaOIa CaEaO e aacIaA AE aI a aEa aEa a acacE aO e aO aacE aa IaO e aOa a aO e a E aIac a acEaOA aOIA a AaEI a I aOA Artinya: AuSesungguhnya orangorang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka. Maka Malaikat akan turun kepada "Janganlah kamu takut janganlah merasa sedih. gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamuAy (Q. S Fussilat: . Independen karakter manusia yang bijak . lul alba. al-Quran disebutkan sebanyak 16 kali, yang diantara karakternya adalah AuMereka yang mampu menyerap informasi . endengar mengambil keputusan . yang terbaik . esuai dengan nuraninya tanpa tekanan pihak manapu. Ay Kewajaran (Fairnes. Dalam kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas kewajaran dan Perusahaan Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 memberikan kesempatan kepada membuka akses terhadap informasi sesuai dengan prinsip transparansi dalam lingkup kedudukan masingmasing dan memberikan perlakuan yang setara . dan wajar kepada dengan manfaat dan kontribusi yang diberikan kepada perusahaan. Prinsip pencatatan yang jujur, akurat dan adil juga telah diatur dalam Q. S AlBaqarah ayat 283: di sisni mengandung makna mengenai segala aktivitas ekonomi yang dijalankan tidak menzalimi orang lain. Setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh insan yang beriman haruslah adil agar tidak ada pihak yang merasa tertindas. Karakter pokok dalam nilai keadilan bahwa masyarakat ekonomi haruslah memiliki sifat makmur menurut syariat Islam (Arif, 2012: . AIA AA na aO aE I aO e Eaa Aa a a aNA a AO auI aEI a IA a A aE aOA n AI CaOA ca aA aEI a AaEO aa a EaO a aIIA a A Aaua I a aIIa aA AA ca ao ca AacEE aacNau aO aacE aE a aIO EA A a aN aa aO aIIA a ca a aIIaaNau aOEOaA a ca ACA AOIA A aEA a acEE a aI a aIEaOIA a ca AI Ca EaNau aOA aAOa E a I aN AauaIacNauea aA Gambar 1. Kerangka Pemikiran II. Kerangka Pemikiran. Dengan berbagai pustaka yang ditinjau sebagaimana tersebut di atas, maka kerangka pemikiran yang terdapat dalam tulisan ini ialah: Transparency (QS Al-Baqarah: Artinya: AuJika perjalanan . an bermuamalah tidak secara tuna. sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan . leh Akan tetapi jika sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan . hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya. dan janganlah kamu . ara Dan barangsiapa yang sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya. dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakanAy (Q. S Al-Baqarah: . Pencatatan atas transaksi keuangan harus dilakukan dengan baik dan benar. Orang yang bertanggung jawab atas pencatatan harus dipilih mereka yang jujur dan adil. Sekali lagi, ini menunjukkan Islam menghendaki diselenggarakannya bisnis secara adil dan jujur bagi semua pihak. Adil Spiritual Good Corporate Governance Economic Nilai Dasar GCG dalam Al-Quran Accountability (QS Ash-Shaff : . Responsibility (QS Al-Mudatsir: Independency (QS Fussilat: . Fairness (QS An-nahl: . METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini dipandang lebih tepat untuk mengetahui gambaran proses pengelolaan perusahaan keluarga dengan menggunakan prinsip Good Corporate Governance, yaitu Transparency. Accountability. Independency. Responsibility dan Fairness. Dalam penelitian ini menggunakan dua jenis data yaitu: Data primer digunakan sebagai data utama yang digunakan peneliti sebagai bahan penelitian, berupa teks hasil wawancara yang dijadikan sampel penelitian dan observasi untuk memperkuat hasil dari Dan data Sekunder digunakan oleh peneliti berupa data perusahaan, seperti Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 akta pendirian, laporan keuangan, daily report, buku dan penelitian terdahulu sebagai mengumpulkan data atau informasi yang Data penelitian ini dikumpulkan melalui metode wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan secara daring dengan informan. Peneliti juga melakukan analisis pendalaman terhadap tata kelola yang dilakukan untuk melihat bagaimana proses manajemen pengelolaan perusahaan keluarga dengan menggunakan prinsip Good Corporate Governance. Dengan pertimbangan tertentu penulis memilih informan yang dianggap paling tahu tentang apa yang diharapkan, maka dipilihlah tiga orang informan yang terlibat langsung dalam pengelolaan perusahaan yang dianggap sebagai informan kunci yaitu: Komisaris. Direktur dan staf. Observasi dilakukan penulis selama bulan tahun 2021 (Januari sampai dengan Desember 2. dengan pengamatan secara langsung di lokasi perusahaan, observasi wawancara sebelumnya yang dilakukan secara daring, apakah sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Uji menggunakan triangulasi sumber untuk membandingkan hasil observasi/pengamatan dengan wawancara dari informan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan keabsahan pelaksanaan bisnis, keadilan dan kesetaraan demi kemaslahatan serta berorientasi pada Allah Subhanahu Wa TaAoala sebagai pemilik dan otoritas tunggal di dunia. Terdapat 5 prinsip secara umum yang ada pada GCG responsibility, independency, dan fairness. Namun dalam islam nilai yang diterapkan pada GCG meliputi prinsip tauhid, taqwa dan ridha, ekuilibrium . eseimbangan dan keadila. , dan kemaslahatan. Dalam penelitian ini untuk memeriksa apakah data yang didapatkan sudah absah atau tidak, peneliti menggunakan uji triangulasi sumber. IV. Uji Triangulasi Sumber. IV. Transparency. IV. Informasi. Dalam perusahaan sudah terdapat kemudahan akses Informasi yang didapatkan dengan mudah dengan melalui berbagai media yaitu email maupun whatsapp, dengan demikian terjadinya miss komunikasi dalam pekerjaan sangat minim. Informasi yang didapatkan bisa melalui berbagai sumber langsung dari Pimpinan maupun staf karyawan lain nya, selain itu informasi yang diberikan cukup memadai dan tepat waktu untuk disampaikan kepada karyawan agar dapat ditindak lanjuti (Kusmayadi et al. 2015: . karyawan terlihat cukup cepat tanggap ketika mendapatkan berbagai informasi mengenai pekerjaan, informasi tersebut ada yang harus diolah terlebih dahulu seperti penawaran harga dan ada yang langsung disampaikan seperti pekerjaan instalasi listrik yang sifatnya penting. Islam melalui Al-Quran dan Hadist telah mengajarkan agar informasi yang disampaikan merupakan informasi yang benar dan ada dalam koridor amar maAoruf nahi munkar serta telah dilakukan pengecekan . akan kebenaran dari informasi yang akan disampaikan. Selain itu informasi yang diberikan harus sesuai dengan IV. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. Untuk perusahaan keluarga di butuhkan prinsip agar pada saat melaksanakan pengelolaan perusahaan bisa berjalan dengan baik. Penerapan Good Corporate Governance (GCG) merupakan sistem yang dipakai untuk mengarahkan, mengendalikan dan mengawasi. Nilai-nilai Corporate Governance dalam perspektif Islam diwujudkan melalui kerangka syariah dalam Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 kenyataan yang ada tidak ditambah-tambah dan tidak memutarbalikan fakta sebenarnya menjadi bohong dengan tujuan menyebar fitnah . (Kahfi, 2005: . Pada sisi informasi sudah diterapkan hal ini sesuai dengan pedoman pokok pelaksanaan bahwa perusahaan harus menyediakan informasi secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat dan dapat diperbandingkan serta mudah diakses oleh pemangku kepentingan sesuai dengan haknya (KNKG, 2006: . Pada sisi kebijakan terlihat masih memiliki kelemahan didalamnya yang perlu ditingkatkan lagi penerapannya, karena peraturan dalam perusahaan hanya berupa lisan namun sudah dikomunikasikan dengan baik kepada para karyawan. Dalam sisi kebijakan ini perlu ditingkatkan lagi penerapannya agar sejalan dengan pedoman pokok pelaksanaan karena kebijakan perusahaan harus tertulis dan secara pemangku kepentingan (KNKG, 2006: . IV. Kebijakan. Dalam perusahaan tidak adanya kebijakan atau peraturan perusahaan tertulis dan belum ada standard operating procedure (SOP). Peraturan hanya berdasarkan lisan saja yang dapat berubah-ubah. Karyawan hanya mengandalkan kesadaran diri sendiri aturan-aturan seharusnya dilakukan dan memilah baik buruk nya dampak yang akan terjadi dalam cara berpikir dan bersikap dengan mengikuti budaya keluarga yang masih kental, hal ini dilakukan karena rasa kepercayaan menjadi nomor satu bagi perusahaan. Transparency merupakan prinsip yang penting dalam pelaksanaan good corporate governance yang islami. Islam melalui Al-Quran dalam surat Al-Baqarah ayat 282-284 memiliki perhatian terhadap aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh umat Ayat tersebut telah mengajarkan bahwa transparansi merupakan suatu yang disyariatkan oleh Allah Subhanahu Wa TaAoala. Demikian halnya dengan CV Santosa walaupun kepemilikan perusahaan keluarga ini dipegang oleh non-muslim, dalam pelaksanaan operasional perusahaan pada sisi transparansi sudah sejalan dengan syariat yaitu dimana perusahaan sudah transparan dalam memberikan informasi yang disampaikan merupakan informasi yang benar dan dalam koridor amar maAoruf nahi munkar serta telah dilakukan pengecekan . akan kebenaran informasi yang IV. Accountability. IV. Kejelasan Fungsi dan Struktur Perusahaan. Pada sisi ini dimana kejelasan fungsi struktur pada CV Santosa masih memiliki kelemahan yang perlu diperbaiki, dimana organisasi tertulis, kejelasan struktur dipegang oleh keluarga dimana menempati posisi-posisi kunci. Sering terjadinya pekerjaan ganda untuk karyawan. Selain kekurangan tenaga ahli pada perusahaan, perusahaan meminta agar karyawan bisa mempelajari pekerjaan lainnya tidak hanya bidang keahliannya saja, hal ini dilakukan untuk mengurangi biaya SDM tambahan padahal hal tersebut justru membuat kurang efektifnya pekerjaan di perusahaan. Adanya monitoring kinerja anggota keluarga, hal ini dapat mudah dipantau karena kantor sekaligus menjadi rumah langsung dan waktunya pertemuan pun cukup fleksibel bisa dilakukan kapan saja. Dalam QS AshShaff ayat 4. Allah memberikan gambaran sebagai berikut: AA A EaaIac aNIA a AacEE O ac acEaOIa Oa aCaaEaOIa AaOA a A aO aE aNA a ca Aau acIA AOAA a a AI acI A A aI a aOA Artinya: ''Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang . dijalan-Nya barisan yang teratur seakan-akan Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh (QS Ash-Shaff: . Ay. Allah Subhanahu Wa TaAoala sudah melaksanakan pekerjaan harus dilakukan dengan bekerja sama, dikoordinasikan dengan kompak, hal ini dilakukan untuk mempererat hubungan kerja yang kuat agar terhindar dari segala masalah yang mungkin Hal ini dapat diibaratkan seperti bangunan yang tersusun dengan kokoh dan rapi (Safri, 2017: . Perusahaan kelanggengan perusahaan dengan tujuan bisnis yang terarah, konsumen yang perusahaan secara berkelanjutan seperti jasa instalasi listrik untuk ruko, maupun komplek perumahan, jasa maintenance rutin yang dibutuhkan para konsumen pabrik-pabrik Dalam berdasarkan pengalaman dan persetujuan atas semua pihak berkaitan agar dalam proses pekerjaan dapat berjalan lancar. Konflik dalam perusahaan sering terjadi karena perbedaan pendapat, namun masih dapat dimusyawarahkan oleh orang tua pendiri perusahaan sebagai penengah agar bisa mempertahankan keharmonisan anggota menerapkan budaya kekeluargaan yang rukun dan akur. Wassalam terdapat pengelola bisnis yang sama dikenal dengan lembaga hisbah, namun pada zaman modern ini disebut dengan Tujuan dari lembaga ini untuk mempermudah manusia beribadah kepada Allah Subhanahu Wa TaAoala, yang membantu menuntun penerapan nya agar berjalan dengan benar. Adanya ayat yang menerangkan mengenai fungsi audit dalam Yaitu dalam QS Al-Insyiqaq ayat 6-9: A au aE aO a aEa E a Aa aI a aE aCO aNA U AIa auIacEa Ea aA a a AEIA a Aa aOeaaOac aNA a AA a AA Oa aA a aA AA AO aE aa aNau a aO aIOIa aNA a A OA a a a acI aI I OA AOA a A aO aOICa aEA A aO a OA A au aE a eaO a N aE aN aI aA a a Artinya: Au. Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemuinya. maka Adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya, . maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, . dan dia akan Kembali kepada keluarganya . ang sama-sama berima. dengan gembira (QS AlInsyiqaq: 6-. Ay. Audit kecermatan supaya segala pelaporan diinformasikan dengan benar, agar terhindar mengandung informasi yang tidak benar yang dapat merugikan orang lain. Accountability merupakan bentuk pertanggungjawaban manusia dalam menjalankan kegiatan bisnis seharusnya menunjukan tugas professional dengan tujuan memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan dan kepada Allah Subhanahu Wa TaAoala. Dimana manusia harus mengikuti kehendak Allah Subhanahu Wa TaAoala dengan mencari ridho nya dalam segala aktivitas yang dilakukan. Demikian halnya dengan CV Santosa pada sisi indikator Kejelasan fungsi struktur pada CV Santosa walaupun masih memiliki kelemahan yang perlu ditingkatkan lagi penerapannya, yaitu belum ada struktur organisasi tertulis walaupun tugas karyawan sudah diberikan berdasarkan skill atau IV. Audit pada CV Santosa. Audit dalam perusahan sudah dilakukan namun waktu pengerjaan nya tidak menentu, yang sifatnya hanya melibatkan internal keluarga saja. Jika menurut salah satu anggota keluarga bahwa hasil laporan tersebut belum sesuai dibantu oleh audit eksternal melalui konsultan yang memang paham dibidangnya. Dalam pengelolaan profesional karena masih adanya campuran harta pribadi dengan harta perusahaan. Dalam bisnis syariah diperlukan adanya audit dengan prinsip syariah, pada zaman Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 kemampuan masing-masing dan masih ada pekerjaan ganda. Dalam pedoman pokok pelaksanaan GCG belum sepenuhnya menentukan segala rincian pekerjaan dan tanggung jawab seluruh karyawan dengan jelas juga sesuai dengan visi, misi, dalam perusahaan (KNKG, 2006: . Pada indikator Audit pada CV Santosa diterapkan, sebab pengelolaan laporan keuangan yang masih terlihat kurang profesional, karena percampuran harta pribadi dengan harta perusahaan yang belum kenaikan jabatan bagi non-keluarga yang kecil sekali hal ini dikarenakan adanya keanggotaan permanen keluarga yang memegang posisi-posisi kunci. Pada sisi tanggung jawab sosial masih memiliki kelemahan pada kesejahteraan karyawan belum terjamin sepenuhnya yaitu belum adanya BPJS Ketenagakerjaan dan Namun perusahaan sudah Pendidikan untuk karyawan. Namun pada sisi lain nya sudah terpenuhi. Tanggung jawab sosial dalam islam merupakan perwujudan dari ajaran etika Seseorang yang berbuat baik yang dapat memberikan manfaat untuk orang lain, dalam rangka mendapat ridha dari Allah Subhanahu Wa TaAoala. Selain itu tanggung jawab sosial juga terkait dengan ajaran kepemilikan dalam Islam. Allah Subhanahu Wa TaAoala adalah pemilik penuh sedangkan manusia hanya sebatas penerima Amanah (Darmawati. Responsibility pertanggungjawaban kepada masyarakat, yang terdiri dari seluruh pemangku kepentingan, baik secara langsung maupun tidak langsung serta alam, dan lingkungan Sebagaimana yang telah diterangkan dalam Al-Quran surat Al-Mudatsir ayat 38 menerangkan bahwa AutiapAetiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnyaAy. Demikian halnya dengan CV Santosa pada penerapan responsibility pada sisi kepatuhan hukum sudah diterapkan pada perusahaan CV Santosa. Sesuai dengan landasan pokok pelaksanaan GCG pada prinsip ini sudah sesuai karena perusahaan perlu berpegang pada prinsip kewaspadaan pada kebijakan undang-undang dan peraturan umum perusahaan (KNKG, 2006: . Pada sisi tanggung jawab sosial perlu ditingkatkan lagi pelaksanaanya disesuaikan dengan pedoman pokok pelaksanaan GCG yaitu pelaku usaha antara lain harus memenuhi tanggung jawab sosial melalui perencanaan dan pelaksanaan yang tepat. IV. Responsibility. IV. Kepatuhan Hukum. CV Santosa sudah menaati peraturan hukum yang berlaku dengan melengkapi perizinan dan dokumen penting lain nya. Berupa akta pendiri. Domisili. SIUP. TDP. NPWP dan dokumen lain nya. CV santosa juga sudah rutin membayar pajak sesuai dengan ketentuan pemerintah. Peraturan untuk anggota keluarga pada perusahaan keluarga CV santosa dibuat internal tersendiri secara lisan oleh dewan keluarga atau orang tua pendiri perusahaan dan tetap mempertahankan rasa kepercayaan yang tinggi untuk anggota keluarga, sesuai dengan kesepakatan bersama agar keluarga lebih profesional dalam bekerja, yang bisa menjadi tolak ukur ketika terjadinya konflik. IV. Tanggung Jawab Sosial. Perusahaan bantuan sumbangan ke rumah-rumah ibadah seperti masjid, vihara dan gereja. Perusahaan juga membantu biaya untuk karyawan yang ingin melanjutkan studi nya dan memberikan tunjangan di hari raya atau tahunan sesuai dengan hak nya. Namun Untuk pelaksanaan standar ketenagakerjaan dalam perusahaan Santosa memperhatikan kesejahteraan bagi para karyawan seperti tidak adanya BPJS ketenagakerjaan atau jamsostek dan peluang Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 terutama dengan memperhatikan kelestarian masyarakat dan lingkungan disekitarnya (KNKG, 2006: . IV. Fairness. IV. Kesetaraan Memberikan Masukan dan Pendapat dalam CV Santosa. Anggota keluarga lebih berkontribusi untuk membangun dan mengembangkan perusahaan agar bisa lebih baik, maju dan Perusahaan menerima semua masukan maupun pendapat karyawan, namun harus dengan dasar yang jelas. Dengan menerima masukan dan pendapat hal ini dapat membantu agar perusahan lebih baik lagi dalam menjalankan tugasnya. Pada saat pemberian Upah/Kompensasi diberikan berdasarkan penyesuaian kinerja yang dilaksanakan CV Santosa dan tidak mengikuti aturan pemerintah. IV. Independency. Pengaruh Internal CV Santosa. Pada saat pengambilan keputusan CV Santosa, keputusan yang diambil sangat didominasi oleh anggota keluarga yang jelas tidak memiliki kepentingan pada perusahaan, menguntungkan kepentingan mereka. Maka dapat dikatakan bahwa CV santosa belum menerapkan prinsip Independency, pada saat pengambilan keputusan dapat dilihat bahwa keluarga sangat mendominasi. Sikap independensi perlu terapkan dalam perbuatan maupun dalam kegiatan sehari-hari. Karena berhubungan langsung dengan fitrahnya sebagai manusia yang berketuhanan. Manusia berhubungan langsung dengan penciptanya melalui keyakinan bahwa sedang diawasi, semakin merasa yakin dengan kehadiran Allah maka membuatnya bekerja lebih independensi (Harddian et al. 2019: . Independency dalam HR Abu YaAola dan di-shahih-kan oleh Albani dikatakan Ausesungguhnya Allah mencintai seseorang apabila mengerjakan sesuatu pekerjaan, dilakukan secara profesionalAy. Perusahaan perlu dikelola secara independen hal ini dilakukan supaya seluruh para pemangku kepentingan tidak saling mendominasi dan tidak dapat diintervensi oleh pihak lain. Demikian halnya dengan CV Santosa pada penerapan Independency masih perlu ditingkatkan lagi penerapannya, disesuaikan dengan pedoman utama penerapan GCG adalah bahwa setiap organisasi perusahaan tidak memiliki kepentingan pribadi dan bebas dari pengaruh tekanan kepentingan tertentu, maka keputusan dilakukan dengan cara objektif (KNKG, 2006: . IV. Diversity. Dalam hal Perekrutan pegawai di perusahaan CV Santosa. Perusahaan terbuka untuk umum tidak melihat suku, ras dan Namun mengedepankan kejujuran, akhlak yang baik dan kemampuan di bidangnya yang diperlukan oleh perusahaan. Sikap toleransi CV Santosa dengan memberikan hak nya bagi muslim disediakannya tempat untuk melaksanakan sholat dan diizinkan nya untuk melaksanakan sholat dhuha sebelum menjalankan aktivitas pekerjaan dan mengerjakan ibadah sholat di waktu lainnya dan diperbolehkannya memakai hijab. Begitu pula untuk staf ataupun karyawan lain yang non-muslim diberikan hak yang sama. Perusahaan juga mewajibkan kepada staf atau anggota keluarga yang terlibat dalam perusahaan agar selalu memberikan informasi sama rata tanpa membeda-bedakan sesuai dengan kepentingan nya hal ini Fairness kesetaraan/kewajaran, sebagai keadilan. Dalam QS An-Nahl: 90 AuAllah menyuruh . berlaku adil dan berbuat kebajikanAy. Dalam penerapan prinsip Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 penilaian tersebut dengan FCGI Corporate Governance Self assessment Checklist (FCGI, 2001: . Peneliti akan melakukan sistem penilaian tersebut untuk mengetahui Santosa Good Corporate Governance (GCG), penilaian yang akan diolah oleh peneliti dengan menggunakan prinsip AuTARIFAy dari masingmasing aspek yang dinilai diberikan bobot Karena diasumsikan bahwa setiap poin sangat penting diterapkan dalam perusahaan, hal ini dilakukan tanpa mengubah bobot yang sudah ditetapkan sebelumnya. ini harus sesuai dengan syariat Islam yang memastikan semua pemangku kepentingan diperlakukan sama. Demikian halnya dengan CV Santosa dimana Pada sisi Kesetaraan Memberikan masukan dan pendapat ini sudah sesuai dengan pedoman utama penerapan GCG perusahaan perlu memberi kesempatan untuk para stakeholder untuk menyatakan juga mengungkapkan pandangannya atas nama perusahaan dan dalam jabatannya masingmasing mengungkapkan informasi sesuai dengan prinsip transparansi (KNKG, 2006: CV Santosa telah menerapkan prinsip Fairness dengan baik dengan tidak membedabedakan atau bersikap adil dan memberikan kesetaraan dengan hak masing-masing karyawan maupun staf keluarga. Nilai dasar keadilan ditegaskan dalam QS Al-Maidah: 8: AuHai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan . karena Allah, menjadi saksi dengan Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, membuatmu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih Dan Allah. Allah Maha Mengetahui kerjakanAy. Pada prinsip ini sudah sesuai dengan pedoman pokok pelaksanaan GCG yakni perusahaan perlu memberi peluang yang setara pada saat perekrutan karyawan baru, juga pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan profesional dan memberikan toleransi tanpa melihat suku, agama, golongan dan lainya (KNKG, 2006: . Penilaian mengetahui sejauh mana perusahaan telah melaksanakan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang terdiri dari prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan fairness. Forum for Corporate Governance (FCGI) mengembangkan alat untuk memberikan IV. Prosentasi Uji Triangulasi. IV. Transparency . %). Penilaian pada Transparency dibagi menjadi dua bagian yakni informasi . %) dan kebijakan . %). Dalam Al-QurAoan dan Hadis sudah memberikan gambaran supaya setiap informasi harus disampaikan dengan benar sejalan dengan amar maAoruf nahi munkar juga dilaksanakan pengecekan . terhadap kebenaran informasi yang telah diberikan (Kahfi, 2005: . Kebijakan atau peraturan dalam bisnis juga berkaitan tentang hukum dalam islam dimana dalam syariat islam bisa berbentuk tuntutan untuk melakukan sesuatu . atau wajib dan tuntutan harus meninggalkanya haram (Taqiyuddin An-Nabhani, 2012: . Transparansi Al-Quran tertuang pada surat Al-Baqarah: 282. Auapabila kamu bermuamalah tidak secara tunai hendaklah kamu menuliskannyaAy. Pada penerapannya diharapkan segala kegiatan dapat dipertanggungjawabkan. Maka dengan asumsi kedua bagian ini mempunyai peran yang penting diterapkan dalam perusahaan sesuai dengan apa yang sudah diterangkan dalam Al-Quran dan Hadist, dimana total bobot yang diberikan sebesar . %). IV. Accountability . %). Penilaian pada Accountability terbagi menjadi dua yaitu kejelasan fungsi . %) dan audit . %). Akuntabilitas merupakan Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 kewajiban yang mesti dilaksanakan oleh pertanggungjawaban kepada pihak yang berkepentingan unsur ini membentuk sifat yang amanah dalam bertanggung jawab juga memenuhi hubungan dengan sang pencipta (Waluya & Mulauddin, 2020: 20-. Akuntabilitas di dalam Al-Quran tertuang pada QS An-Nisa ayat 58 Auseseorang yang diberikan amanah berkewajiban untuk menyampaikan amanah kepada orang yang berhak menerimanyaAy. Diharapkan penerima amanah mampu mempertanggungjawabkan kinerjanya secara transparan dan wajar. Maka dengan asumsi kedua bagian ini mempunyai peran yang penting diterapkan dalam perusahaan dapat bertanggung jawab kinerjanya dengan transparan, maka total bobot yang diberikan . %). landasan pokok agama islam yaitu Tauhid, ibadah, dan akhlak (Harddian et al. , 2019: Maka dengan asumsi bahwa bagian ini mempunyai peran yang penting diterapkan dalam perusahaan yang harus dikelola dengan independent tanpa ada dominasi dari pihak manapun, maka total bobot yang diberikan sebesar . %) IV. Fairness . %). Penilaian pada Fairness dibagi menjadi dua yakni kesetaraan . %), dan Diversity . %), praktik penerapan prinsip kesetaraan dan kewajaran diterapkan melalui Diterangkan dalam QS An-Nahl ayat 90 AuAllah menyuruh . berlaku adil dan berbuat kebajikanAy. Dimana pada penerapan asas GCG di perusahaan harus sesuai dengan syariat islam yaitu perusahaan perlu memastikan setiap stakeholder memperoleh perlakukan yang sama. Dengan asumsi bahwa bagian ini mempunyai peran yang penting diterapkan dalam perusahaan memberikan kesetaraan dan kewajaran yang sama tidak membeda-bedakan antara suku, ras dan agama. Maka diberikan total bobot sebesar . %). IV. Responsibility . %). Penilaian pada Responsibility terbagi menjadi dua yaitu kepatuhan terhadap hukum . %) dan tanggung jawab sosial . %), responsibilitas membentuk sifat amanah dalam bertanggung jawab bahwasannya manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan satu sama lainnya, yang semata-mata mencari ridha Allah SWT. Responsibilitas tertuang dalam Al-Quran yaitu dalam QS Al-Mudatsir ayat-38 yang menerangkan Autiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnyaAy. Dengan asumsi kedua bagian ini mempunyai peran yang penting diterapkan dalam perusahaan dapat mematuhi peraturan hukum yang berlaku di Indonesia dan melaksanakan tanggung jawab terhadap karyawan, dan lingkungan. Sehingga diberikan bobot sebesar . %). IV. Ranking Uji Triangulasi. Kemudian, ranking dilakukan dengan skala likert untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan asas GCG di CV Santosa apakah berjalan dengan baik atau tidak, maka peneliti menetapkan Au. sangat burukAy. Au. cukup burukAy. Au. cukup baikAy. Au. baikAy. Au. sangat baikAy. Indikator dan penilaian ranking tersebut sebagai berikut ini. IV. Transparency. IV. Informasi. Perusahaan informasi diberikan hanya kepada pemilik perusahaan. Informasi sudah diberikan kepada karyawan namun tidak diberikan IV. Independency . %). Penilaian pada Independency yaitu pengaruh internal, independensi yang berarti tidak mudah terpengaruh dalam menjalankan pekerjaan bebas dari intervensi dari pihak manapun yang tidak merugikan . Independensi Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 penyampaian informasi hanya dengan Informasi sudah diberikan kepada seluruh karyawan, namun data informasi yang diberikan tidak diolah terlebih dahulu, tidak diberikan kepada pihak eksternal dalam penyampaian nya hanya melalui Informasi sudah diberikan kepada sebatas instansi yang berkepentingan saja seperti pemerintah, konsumen. Penyampaian nya melalui lisan dan Informasi sudah diberikan kepada setiap karyawan dan sudah diolah terlebih dahulu, informasi diberikan kepada semua pihak yang memiliki melalui lisan maupun media. hanya secara lisan dan sering terjadi pekerjaan ganda. Pembagian tugas dan tanggung jawab jelas, adanya struktur organisasi tertulis dan sering ada pekerjaan Pembagian tugas dan tanggung jawab jelas, adanya struktur organisasi tertulis, tidak ada pekerjaan ganda. IV. Audit. Dalam perusahaan tidak dilakukan Dalam perusahaan hanya melakukan audit internal namun pelaksanaannya tidak menentu Adanya dilaksanakan secara rutin. Adanya audit internal dan eksternal Adanya audit internal dan eksternal yang dilakukan secara rutin. IV. Kebijakan. Perusahaan tidak memiliki kebijakan Adanya kebijakan namun belum diinfokan kepada karyawan. Perusahaan memiliki kebijakan namun hanya berupa lisan dan sudah dikomunikasikan dengan karyawan. Perusahaan mempunyai peraturan tertulis berisi SOP tetapi belum disampaikan kepada karyawan. Perusahaan mempunyai peraturan tertulis berisi SOP yang sudah diinformasikan kepada karyawan. IV. Responsibility. IV. Kepatuhan Hukum. Tidak taat hukum dan tidak pernah membayar pajak. Hanya taat hukum dan tidak membayar pajak. Hanya taat hukum dan taat membayar Taat pada hukum, persaingan usaha, dan tidak rutin membayar pajak. Taat terhadap segala kebijakan hukum yang berlaku, dalam undangundang konsumen, tenaga kerja, persaingan bisnis maupun membayar IV. Accountability. IV. Kejelasan Fungsi. Tidak adanya kejelasan mengenai Pemberian tugas, tanggung jawab dan struktur organisasi. Tidak adanya kejelasan mengenai Pemberian tugas, tanggung jawab, struktur organisasi dan ada pekerjaan Pembagian tugas dan tanggung jawab cukup jelas, struktur organisasi dibuat IV. Tanggung Jawab Sosial. Tidak melaksanakan tanggung jawab Telah melakukan tanggung jawabnya kepada masyarakat tetapi belum melakukan tanggung jawab kepada karyawan dan lingkungan sekitar. Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 Sudah jawabnya terhadap masyarakat dan terhadap karyawan. Telah melakukan tanggung jawab kepada masyarakat, lingkungan tetapi karyawan baru terlaksana sebagian. telah melakukan tanggung jawab kepada masyarakat, lingkungan dan karyawan dengan baik saham diberikan informasi namun tidak berhak memberikan pendapat. Perusahaan menerima masukan dan pendapat dari karyawan, konsumen dan pemegang saham dengan ketentuan tertentu. Perusahaan masukan dari karyawan, konsumen dan pemegang saham. Perusahaan masukan dari karyawan, konsumen dan pemegang saham yang sesuai dengan manfaat pada perusahaan. IV. Independency. Tidak ada RUPS. Pemerintah dan konsultan sangat mempengaruhi pada saat keputusan diambil. Tidak ada RUPS. Perusahaan hanya dipengaruhi oleh anggota keluarga yang tidak memiliki kepentingan dan konsultan pada saat keputusan Adanya RUPS namun jangka waktu tidak jelas. Perusahaan hanya dipengaruhi oleh anggota keluarga didominasi oleh pemilik saham mayoritas keluarga. Adanya RUPS dilakukan rutin. Adanya pengaruh anggota keluarga yang sangat kecil dan tidak berpengaruh pada saat keputusan Ada RUPS pelaksanaan secara rutin. Tidak ada pengaruh dari pihak keputusan sudah diambil secara objektif. IV. Diversity. Perusahaan keragaman tenaga kerja. Penerimaan karyawan hanya dari dalam kota yang memiliki agama dan ras yang sama. penerimaan karyawan dari dalam dan luar kota namun agama dan ras yang Penerimaan karyawan dari seluruh kota dari ras yang berbeda namun dengan agama yang sama. Penerimaan karyawan dari luar maupun dalam kota dengan ras dan agama yang berbeda-beda. IV. Penilaian GCG dengan Metode Skoring. Sistem pemberian nilai yang dilaksanakan dengan cara mengalikan ranking dengan bobot dari bidang yang sudah Jika hasil yang didapatkan dari penilaian tersebut lebih dari 3 maka dapat dikatakan bahwa penerapan prinsip GCG di perusahaan sudah baik. IV. Fairness. IV. Kesetaraan. Perusahaan masukan juga pendapat karyawan dan Pemegang saham tidak diberikan informasi dan tidak berhak memberikan pendapat Perusahaan menerima masukan juga pendapat dari karyawan, pemegang Tabel 4. Penilaian GCG Bagian yang Bobo . Rankin . Tota . x Catatan Transparenc y 20% Informasi Informasi sudah Disini informasi dengan mudah, informasi bisa Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ sebatas instansi Penyampaian lisan dan media. Kebijakan Perusahaan namun hanya berupa lisan dan Accountability Kejelasan Pembagian tanggung jawab secara lisan dan Audit Hanya ada audit secara rutin. Responsibility Kepatuhan Hukum Taat terhadap undang-undang usaha dan taat Tanggung Jawab sosial Telah tanggung jawab sekitar namun tanggung jawab E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 oleh pimpinan Informasi melalui telepon. Email Whatsapp. Perusahaan peraturan atau kebijakan yang secara lisan saja tidak ada SOP Namun n dengan baik Disini pembagian tugas belum memiliki tertulis sehingga sering terjadinya pekerjaan ganda. Namun BPJS Independency Pengaruh Internal Adanya RUPS namun jangka Perusahaan keluarga dalam didominasi oleh pemilik saham Fairness 20% Kesetaraan Perusahaan semua masukan dari karyawan, konsumen dan sesuai dengan manfaat pada Disini perusahaan saja yang dilakukan secara rutin. Diversity Perusahaan karyawan dari dengan ras dan berbeda-beda. Total Perusahaan telah berlaku seperti undang-undang pekerjaan proyek dengan standar, dan pembayaran pajak yang rutin. Disini pemegang saham namun dilakukan jelas, pada saat didominasi oleh pemilik saham yang Sebagian besar merupakan Disini memberikan hak yang sama tanpa membedabedakan hak nya. Perusahaan konsumen sesuai dengan manfaat Disini karyawan dan kesetaraan yang sama tanpa membedabedakan ras dan Berdasarkan hasil self assessment terhadap GCG yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa GCG di CV Santosa mencapai skor 3,8. Pencapaian skor tersebut ada pada kategori predikat Aucukup baikAy jika nilai yang didapatkan semakin besar maka prinsip GCG sudah diimplementasikan dengan baik. Hasil dari penilaian pada bidang-bidang yang dinilai sudah mendekati pelaksanaan dengan baik, tetapi masih ada bagian bidang tertentu yang perlu adanya upaya perbaikan dan penyempurnaan. Disini perusahaan telah tanggung jawab masyarakat dan Yaitu lapangan kerja adanya proyek beasiswa untuk karyawan yang Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 SIMPULAN. Setelah melakukan penelitian Analisis manajemen Syariah dalam pengelolaan perusahaan dengan struktur kepemilikan oleh keluarga di CV Santosa dapat mengambil simpulan sebagai berikut: Pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) pada CV Santosa merupakan cara handal perusahaan menjadi perusahaan lebih profesional dan islami. Meskipun kepemilikan perusahaan dimiliki oleh keluarga non-muslim namun nilai-nilai syariat Meskipun dalam implementasi GCG di CV Santosa belum mencapai tingkat kesempurnaan, dengan usahausaha yang telah dilaksanakan pencapaian tingkat GCG mencapai kategori cukup baik. Diharapkan CV pengelolaan manajemen perusahaan secara profesional dan dapat melaksanakan tata Kelola perusahaan Karena didunia ini kesempurnaan hanyalah milik Allah Subhanahu Wa TaAoala semata. Penerapan manajemen tata kelola perusahaan di CV Santosa memiliki kesesuaian dengan nilai-nilai dasar islami yaitu nilai Tauhid, nilai AoAdl, nilai Nubuwwah, nilai Khilafah, nilai MaAoad. Dari beberapa nilai dasar diatas, dua nilai yang paling utama sebagai dasar dalam mewujudkan tata Kelola perusahaan yang beretika islami di CV Santosa yaitu nilai Aoadl . dan nilai Nubuwwah . dimana Nabi Muhammad memiliki sifat yang agung yaitu: sidiq . erperilaku jujur dan bena. , amanah . apat dipercaya dan bertanggung jawa. Tabligh . dan Fathonah . Bahwa dalam bisnis tingkat keadilan, kejujuran, bertanggung jawab, transparan sangat Dengan adanya hal-hal tersebut kemungkinan terjadinya sesuatu hal yang negatif sangat DAFTAR PUSTAKA.