Jurnal INTISABI Vol. No. Maret 2024, pp. E- ISSN: 3024-935X, https://doi. org/10. 61580/itsb. IMPLEMENTASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA SEKOLAH DASAR DALAM RITUS HAJAT BUMI DAN MERLAWU DI KECAMATAN SUKADANA Ahmad Rizky Fauzi* Penggiat Budaya Kabupaten Ciamis *Alamat email: gamamadz@gmail. ABSTRAK Globalisasi berdampak pada lunturnya jati diri bangsa karena adanya pergeseran etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara serta memudarnya kesadaran terhadap nilai-nilai budaya bangsa. Rasa cinta terhadap nilai budaya harus ditanamkan sejak usia dini terutama sekolah dasar. Berdasarkan permasalah tersebut penulis tertarik untuk meneliti tentang nilai pendidikan karakter dalam ritus Hajat Bumi dan Merlawu di Kecamatan Sukadana bagi peserta didik sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Target penelitian adalah siswa SD dan subjek penelitian adalah para pelaku budaya dalam ritus Hajat Bumi dan Merlawu. Teknik analisis data menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ritus Hajat Bumi dan Merlawu memuat 18 nilai pendidikan Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan jika para siswa SD selayaknya dilibatkan dalam kegiatan ritus yang ada di daerahnya dan dibimbing oleh guru pembina maupun pelaku budaya agar nilai-nilai karakter dapat tersampaikan sesuai dengan program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Kata Kunci: Hajat Bumi. Merlawu. Ritus. Pendidikan Karakter. Siswa ABSTRACT A Globalization has an impact on the erosion of national identity due to a shift in ethics and morals in national and state life as well as waning awareness of the nation's cultural values. Loving cultural values must be instilled from an early age, especially in elementary school. Based on these problems, the writer is interested in investigating the values of character education in the Hajat Bumi and Merlawu rites in Sukadana District for elementary school students. The method used in this research is descriptive qualitative. The research target was elementary school students and the research subjects were cultural actors in the Hajat Bumi and Merlawu rites. The data analysis technique uses qualitative method. The results of the research showed that the Hajat Bumi and Merlawu rites contain 18 character education values. Based on these results, it can be concluded that elementary school students should be involved in ritual activities in their area and guided by the teachers and cultural mentors, so that character values can be conveyed in accordance with the program of Strengthening Pancasila Student Profile Project. Keywords: Hajat Bumi. Merlawu. Rites. Character Education. Students This is an open access article under the CC BY-SA license. Jurnal INTISABI. Vol. No. Maret 2024 E-ISSN: 3024-935X (Ahmad Rizky Fauz. PENDAHULUAN Globalisasi telah menyatukan interaksi setiap negara di dunia, sehingga batasan atau sekat pemisah antar negara sudah tidak ada, setiap negara sangat mudah untuk terhubung satu sama lain. Dampak dari adanya globalisasi mencakup berbagai bidang mulai dari politik, sosial, ekonomi, budaya hingga pendidikan. Malcolm Waters berpendapat bahwa globalisasi adalah proses sosial yang berakibat pada pembatasan geografis dalam keadaan sosial budaya menjadi kurang penting (Rodin, 2020, p. Salah satu lunturnya jati diri bangsa ialah pergeseran etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara serta memudarnya kesadaran terhadap nilai-nilai budaya bangsa (Sukadi dalam Dasim & Kokom, 2011, p. Pengaruh tersebut berjalan sangat cepat dan berdampak sangat luas pada sistem budaya Adapun dampak negatif dari globalisasi ialah berkembangnya sifat individualisme, meningkatnya sifat materialistis, konsumensarisme, dan hedonisme. Hal ini bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila yang sangat menjunjung tinggi persatuan, kegotong-royongan dan keadilan sosial (Ermawan, 2017, p. Pendidikan memiliki peran penting terhadap kelangsungan jati diri bangsa. Melalui pendidikan, bangsa Indonesia dapat menanamkan kembali nilai-nilai nasionalisme kepada generasi muda . eserta didi. dengan menerapkan nilai-nilai kearifan lokal. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya lokal setempat dan diharapkan para siswa tidak akan tergerus oleh derasnya arus globalisasi (Fadhilah et al. , 2022, p. Hal tersebut dapat dilakukan baik di dalam kelas dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) maupun di luar kelas langsung di tempat pelaksanaan Menurut Wibowo dalam (Rohim and Asmana, 2018, p. bahwa pendidikan merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman, sikap, dan keterampilan serta perkembangan diri anak. Kompetensi ini diharapkan dapat dicapai melalui berbagai proses pembelajaran di sekolah. Salah satu proses pembelajaran yang digunakan untuk mencapai kompetensi di atas adalah melalui pembelajaran di luar kelas . utdoor Siswa dapat belajar secara lebih mendalam melalui objek-objek yang dihadapi dari pada jika belajar di dalam kelas yang memiliki banyak keterbatasan. Lebih lanjut, belajar di luar kelas dapat membantu siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang Proses pembelajaran ini sesuai dengan program Kurikulum Merdeka dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudriste. Program ini bertujuan untuk membangun pilar pendidikan sekaligus juga untuk menumbuhkan cinta budaya lokal dalam proses belajar. Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek mengungkapkan bahwa dalam implementasi Kurikulum Merdeka, satuan pendidikan dapat menambahkan muatan lokal yang ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kearifan lokal atau karakteristik daerahnya melalui tiga opsi secara fleksibel. Pertama, mengembangkan muatan lokal menjadi mata pelajaran sendiri. kedua, mengintegrasikan muatan lokal ke dalam seluruh mata pelajaran. dan ketiga, melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. (Kemdikbud, 2022, p. Dalam program P5 siswa biasanya akan dibawa langsung ke Jurnal INTISABI. Vol. No. Maret 2024 E- ISSN: 3024-935X (Ahmad Rizky Fauz. lokasi untuk melihat, mengamati dan menuliskan poin-poin penting dalam kegiatan ritus, pagelaran seni dan pertunjukan lain yang memiliki unsur kearifan lokal yang mereka Ritus merupakan salah satu bentuk dari kearifan lokal yang masuk dalam 10 Objek Pemajuan Kebudayaan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Ritus di Kecamatan Sukadana masih sangat terjaga dan lestari dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat baik sekup dusun maupun sekup desa. Bahkan pelaksanaan ritus di Sukadana sering dihadiri oleh masyarakat luar Kecamatan Sukadana. Ada beberapa jenis ritus di Kecamatan Sukadana, dua di antaranya adalah Hajat Bumi, dan Merlawu. Pelaksanaan ritus ini sering dihadiri oleh peserta didik berbagai tingkatan terutama di sekolah dasar. Penelitian ini didukung oleh dua penelitian terdahulu. Penelitian terdahulu pertama dilakukan oleh Riyanti dan Novitasari . dengan judul AuPendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal Bagi Siswa DasarAy. Penelitian ini berbentuk analisis pada buku-buku, artikel dan referensi-referensi yang berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran dan pentingnya sikap menghargai antar sesama dapat diajarkan dalam proses pembelajaran melalui multikultural pendidikan berbasis kearifan Guru harus mengintegrasikan konteksnya dengan nilai kearifan lokal dalam berbagai mata pelajaran. Dengan demikian dapat meningkatkan kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan global (Riyanti & Novitasari, 2. Penelitian terdahulu kedua dilakukan oleh Fadhilah. Saputri. Rustini, & Arifin . berjudul AuPenanaman Nilai-Nilai Kearifan Lokal pada Siswa SD melalui Upacara Adat Ngertakeun Bumi LambaAy. Penelitian ini berbentuk analisis studi kepustakaan . ibrary searc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai kearifan lokal pada dasarnya sudah diaplikasikan oleh peserta didik dalam kehidupan hariannya baik di sekolah maupun di masyarakat. Jika nilai kearifan lokal dalam Ngertakeun Bumi Lamba diperkenalkan dan diajarkan pada peserta didik akan sangat memikat dan memudahkan dalam menghadapi berbagai masalah di dunia dengna modal kearifan lokal (Fadhilah et , 2. Kedua penelitian terdahulu di atas digunakan penulis untuk mendukung penelitian sekarang, dua penelitian terdahulu memiliki persamaan dengna penelitian sekarang, yakni sama-sama menganalisis tentang keterkaitan antara kearifan lokal, nilai karakter dan siswa SD. Namun perbedaannya terdapat pada lokasi dan nama kearifan lokal atau Dua penelitian terdahulu ritusnya adalah Ngertakeun Bumi Lamba di Bandung, dan Seren Taun di Cigugur Kuningan. Kampung Naga Tasikmalaya. Kasepuhan Banten Kidul. Kampung Sindang Barang Bogor. Kampung Kanekes Baduy Banten dan Kasepuhan Ciptagelar Sukabumi. Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan oleh penulis di atas, selanjutnya fokus permasalahan dalam penelitian ini yaitu terkait AuImplementasi Nilai Pendidikan Karakter Pada Siswa Sekolah Dasar dalam Ritus di Kecamatan Sukadana Kabupaten CiamisAy dengan studi kasus pada ritus Hajat Bumi, dan Merlawu yang dilaksanakan di Desa Sukadana dan Desa Ciparigi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjawab permasalahan terkait pentingnya nilai kearifan lokal terutama ritus yang ada di wilayah Jurnal INTISABI. Vol. No. Maret 2024 E-ISSN: 3024-935X (Ahmad Rizky Fauz. sekitar yang harus dilestarikan oleh masyarakat dan harus diketahui oleh seluruh tenaga pendidik di Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis khususnya dan seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia pada umumnya. II. KAJIAN PUSTAKA Pada kajian pustaka ini, penulis membahas dua sub pembahasan, yaitu nilai pendidikan karakter dan kearifan lokal ritus. Kedua sub pembahasan tersebut dijabarkan sebagai berikut: 1 Pendidikan Karakter Menurut Elkind dan Sweet . 4, p. pendidikan karakter adalah suatu metode pendidikan yang dilakukan oleh tenaga pendidik untuk mempengaruhi karakter murid. Guru bukan hanya mengajarkan materi pelajaran, tetapi juga mampu menjadi seorang Karakter sendiri adalah ciri khas seseorang atau sekelompok orang yang mengandung nilai, kemampuan, kapasitas moral, dan ketegaran dalam menghadapi kesulitasn dan tantangan (Salahudin & Alkrienchie, 2013, p. Salahudin & Alkrinchie . 3, p. menjelaskan bahwa pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai pendidikan moral atau budi pekerti untuk mengembangakan kemampuan seseorang untuk berperilaku yang baik dalam kehidupan sehari-harinya. Sedangkan menurut Zubaedi . 2, p. pendidikan karakter yaitu segala perencanaan usaha yang dilakukan oleh guru yang dapat mempengaruhi pembentukan karakter peserta didiknya, memahami, membentuk, dan memupuk nilai-nilai etika secara keseluruhan. Selanjutnya. Wibowo . 3, p. pendidikan karakter adalah suatu pendidikan yang digunakan untuk menanamkan dan mengembangkan karakter kepada peserta didik, sehingga mereka memiliki karakter yang luhur dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter merupakan metode bagi guru/tenaga pendidik untuk mempengaruhi peserta didik agar dapat menanamkan nilai moral keluhuran bangsa agar dapat berperilaku sesuai norma agama dan masyarakat. Dengan demikian, pendidikan karakter dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik secara terus menerus, sehingga setiap peserta didik memiliki karakter yang luhur yang senantiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat. Kearifan Lokal dan Ritus Kearifan lokal (Local Wisdo. terdiri dari dua kata, yaitu kearifan . dan lokal . Lokal berarti tempat dan kearifan . berarti sama dengan Secara umum kearifan lokal dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan setempat yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik yang tertanam dan diikuti oleh masyarakatnya (Sartini 2004, p. Quaritch Wales merumuskan kearifan lokal atau local genius sebagai Authe sum of the cultural characteristic which the vast majority of a people have in common as a result of their experiences in early lifeAy. Pokok pikiran yang terkandung dalam definisi tersebut adalah . karakter budaya, . kelompok pemilik budaya, serta . pengalaman hidup yang lahir dari karakter budaya (Banda, 2017, p. Jurnal INTISABI. Vol. No. Maret 2024 E- ISSN: 3024-935X (Ahmad Rizky Fauz. Menurut Sibarani . 5, p. , kearifan lokal adalah kebijaksanaan atau pengetahuan asli yang berasal dari nilai luhur tradisi budaya untuk mengatur tatanan kehidupan Sedangkan Haryati Soebadio . alam Wibowo & Gunawan, 2015, p. kearifan lokal adalah suatu identitas atau kepribadian budaya bangsa yang menyebabkan bangsa tersebut mampu untuk menyaring dan memilih budaya yang masuk ke dalam diri dan watak dirinya. Sedangkan kaitan dengan pendidikan kearifan lokal menurut Paulo Freire . yaitu pendidikan berbasis kearifan lokal adalah pendidikan yang mengajarkan peserta didik untuk selalu konkret dengan apa yang mereka hadapi (Pomalato. Arifin, & Scientific, 2018, p. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa kearifan lokal adalah kebijaksanaan dalam menghadapi segala tantangan dan ancaman dari luar serta sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan setempat yang menjadi tatanan hidup yang diwariskan secara turun temurun. Kearifan lokal dilakukan oleh seseorang hingga sekelompok masyarakat dalam satuan geografis dan ekologis yang sama, sehingga tercipta kearifan lokal berupa budaya yang khas. Kearifan lokal terjabar dalam seluruh warisan budaya baik yang tangible . maupun intangible . ak berwuju. Kearifan lokal yang bersifat tangible, yaitu tekstual . , bangunan, dan benda cagar budaya. Sedangkan kearifan lokal yang intangible yaitu yang bersifat verbal, upacara adat, ritus, petuah, folklore, legenda dan lain-lainnya (Sedyawati, 2006, p. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai nilai karakter bagi peserta didik SD dalam kearifan lokal ritus di Sukadana. Bogdan dan Taylor berpendapat bahwa metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati (Moleong, 2007, p. Hidayat. Nurhayati, et al. , 2023, p. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan pada Agustus 2022 di Dusun Cariu dan September 2022 di Dusun Citamiang Wetan Desa Ciparigi. Penelitian ini tepatnya dilakukan sejak persiapan, penyelenggaraan hingga pra acara ritus di wilayah-wilayah tersebut. Dusun Cariu dalam ritus Upacara Adat Hajat Bumi. Merlawu dan Dusun Citamiang Wetan dalam ritus Merlawu. Target/Subjek Penelitian Target penelitian adalah para siswa SD yaitu SDN 1 Sukadana. SDN 2 Sukadana. SDN 3 Salakaria dan SDN 1 Ciparigi yang mengikuti kegiatan ritus di setiap wilayah Selain itu, subjek penelitian adalah para pelaku budaya yang berperan aktif dalam ritus Hajat Bumi, dan Merlawu. Jurnal INTISABI. Vol. No. Maret 2024 E-ISSN: 3024-935X (Ahmad Rizky Fauz. Prosedur Penelitian nilai pendidikan karakter dalam kearifan lokal ritus ini merujuk pada model yang dikembangkan oleh Moeloeng & Sudjana. Selanjutnya, terdapat tiga tahap utama dalam penelitian kualitatif, yaitu: . tahap deskripsi atau orientasi, yang terdiri dari identifikasi masalah dan fokus penelitian, . tahap reduksi, yang terdiri dari menetapkan fokus penelitian, dan pengumpulan data, . tahap seleksi, yang terdiri dari pengolahan dan pemaknaan data, pemunculan teori/hipotesis dan pelaporan penelitian (Sudjana, 2007, p. Data. Intrumen, dan Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari dokumen pendukung berupa foto, literatur dan laporan penelitian dengan subjek penelitian yang sejenis. Teknik Analisis Data Dalam menganalisis data penulis menggunakan metode kualitatif yang terdiri dari tiga tahapan kegiatan yang saling terkait satu sama lain, yaitu: . reduksi data merupakan upaya penemuan tema dan pembentukan konsep, . data untuk mempermudah merekonstruksi data ke dalam sebuah gambaran sosial yang utuh, dan . penarikan kesimpulan . yang diharapkan menjadi sebuah temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada (Sugiyono, 2013, p. Hidayat. Susanti, et al. , 2023, p. Wahyuningsih et al. , 2023, p. IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Penelitian 1 Hajat Bumi Tradisi Hajat Bumi atau Ruwatan Bumi di Dusun Cariu sudah dilaksanakan sejak Berdasarkan keterangan dari Kuncen Situs Makam Cariu Bapak Cahdi . /08/2. , tradisi Hajat Bumi adalah tradisi Ruwatan atau memohon keselamatan kepada Yang Maha Kuasa, tetapi saat ini pemaknaan Hajat Bumi bergeser tidak sebagai tradisi tetapi juga sebagai ajang hiburan masyarakat. Dahulu masyarakat Dusun Cariu membuat rengkong dan jampanan atau tanggungan padi yang berisi hasil panen untuk kemudian diarak keliling Dusun Cariu. Namun seiring dengan perkembangan zaman, mata pencaharian mayarakat Dusun Cariu tidak semuanya menjadi petani. Untuk itu. Hajat Bumi sekarang ini tidak hanya dimaknai sebagai bentuk memohon keselamatan, melainkan diartikan juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelimpahan rezeki yang telah diberikan dalam bentuk apapun (Fauzi 2023a, p. Berdasarkan keterangan Darsim . /03/2. Hajat Bumi Cariu dilaksanakan setiap tanggal satu di bulan Muharram, tetapi sekarang ada perubahan yaitu tidak terpaku di tanggal 1. Hajat Bumi diawali dengan tahap ngarubung . lalu tahap acara inti hajat . , dan penutupan. Hajat Bumi terus eksis hingga sekarang seiring Jurnal INTISABI. Vol. No. Maret 2024 E- ISSN: 3024-935X (Ahmad Rizky Fauz. perkembangan zaman. Biasanya kuncen akan melaksanakan ritus Munah. Rajah. Numbal dan Ziarah ke makam keramat. Kemudian, persiapan pelaksanaan berupa bersih-bersih lokasi, pemungutan perelek, pemasangan balandongan . undangan, dan masak-masak yang dilaksanakan secara gotong-royong oleh semua elemen masyarakat. Pada satu hari sebelum pelaksanaan diadakan Majang atau rapat pematangan yang diisi dengan kegiatan prakata panitia, tausyiah, pembagian tugas kerja, dan doAoa bersama. Besoknya pada saat pelaksanaan Hajat Bumi dimulai dengan pemukulan Gong sebagai tanda pembuka, penerimaan tamu-tamu undangan, tutunggulan-ngangkring, penyambutan tamu kehormatan . emerintah kabupate. , sambutan-sambutan, penuturan sejarah, ngangkring, seni ibingan ronggeng. Setelah itu istirahat, selanjutnya pada malam harinya diadakan upacara adat mapag kuncen, prakata panita, penyambutan tamu undangan, pemaparan sejarah, dilanjutkan seni ibingan ronggeng. Besoknya setelah seluruh rangkaian acara selesai diadakan gerakan bersih-bersih dan rapat evaluasi hasil penyelenggaraan Hajat Bumi Cariu. Keterlibatan peserta didik di wilayah sekitar sama halnya dengan masyarakat, mereka ikut membantu sekemampuan mereka mulai dari persiapan hingga acara selesai. Untuk peserta didik di luar wilayah Cariu ikut hadir dan melakukan pengamatan dalam rangka melaksanakan tugas P5. Dalam acara Hajat Bumi 2022 peserta didik yang hadir ialah SDN 1 Sukadana. SDN 2 Sukadana dan SDN 2 Salakaria. Peserta didik dibawah instruksi gurunya akan dibimbing dan diberi penjelasan seputar ritus Hajat Bumi oleh penggiat budaya di Cariu (Gambar . Selain itu peserta didik diberi kesempatan untuk mencoba menggunakan tutunggulan bersama ibu-ibu. Peserta didik juga mengikuti makan bersama warga pada saat istirahat dan ikut merasakan segala hasil panen di Dusun Cariu. 2 Merlawu Merlawu adalah salah satu upacara tradisi yang dilaksanakan di beberapa desa di Kabupaten Ciamis. Menurut bahasa. Merlawu berasal dari kata mer yang berarti saling dan lawuh yang berarti makanan, jadi Merlawu berarti makan bersama, saling mencicipi makanan, atau dalam arti lain adalah syukuran atas hasil panen. Makna Merlawu ini diwujudkan dalam bentuk tawasulan, mendoakan nenek moyang . , membersihkan makam dan kebersamaan dalam botram . akan bersam. Merlawu juga merupakan simbol penghargaan kepada para penyebar agama Islam di wilayah Tatar Galuh. Sebenarnya banyak situs yang menyelenggarakan ritus Merlawu, tetapi di sini penulis mengambil sampel hanya satu lokasi ritus Merlawu yaitu Merlawu Situs Patapan Dusun Citamiang Wetan Desa Ciparigi Kecamatan Sukadana. Merlawu Situs Patapan dilaksanakan pada bulan Muharram antara hari Senin atau Kamis. Tradisi ini dilaksanakan secara turun temurun tetap dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Desa Ciparigi. Kecamatan Sukadana. Kabupaten Ciamis. Merlawu diikuti oleh seluruh warga Dusun Citamiang Wetan, tetapi banyak pula yang menghadiri acara tersebut yang berasal dari luar dusun, bahkan tidak jarang yang hadir dari luar Desa Ciparigi. Beberapa pengunjung diantaranya berasal dari Kecamatan Cisaga. Kecamatan Rancah, dan dari luar kota seperti Banten dan Tasikmalaya. Jurnal INTISABI. Vol. No. Maret 2024 E-ISSN: 3024-935X (Ahmad Rizky Fauz. Tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini menjadikan Merlawu sebagai agenda tahunan Desa Ciparigi yang rutin dilaksanakan. Dalam pengelolaannya, ritus Merlawu dikelola oleh Paguyuban Manik Dipakusumah yang diketuai oleh Yanto. Paguyuban inilah yang berperan dalam hal penyelenggaraan ritus Merlawu. Dalam pelaksanaannya, tradisi Merlawu terbagi menjadi tiga tahap, yaitu: persiapan, acara inti dan penampilan seni. Pada tahap persiapan, warga melakukan gotong-royong bersama membersihkan area situs dan menata fasilitas yang ada, seperti: gapura, saung, dan tangga menuju situs. Situs yang dimaksud adalah komplek makam kuno dengan tokoh utamanya adalah Dipa Kusumah. Narasumber lain mengatakan namanya adalah Adipati Kusumah. Selain Dipakusumah juga terdapat struktur bernama gudang. Patilasana Naganungrum dan Patilasan Prabu Siliwangi. Selain persiapan lokasi situs persiapan juga dilakukan dengan mengumpulkan beras dan bahan masakan lain dari warga Dusun Citamiang Wetan. Pada area kosong sebelum situs dipasang panggung penampilan seni. Paguyuban Manik Dipakusumah dan beberapa warga kompak memasang panggung untuk penampilan seni Panggung terbuat dari bahan sederhana, bertiang bambu, beratap terpal, hiasan pada sekeliling panggung dengan janur dan tanaman perdu yang terlihat indah, dan untuk tempat duduk beralaskan terpal . anpa kurs. Acara inti Merlwu dilaksanakan pada hari Kamis dimulai sejak pagi dengan pemasangan perangkat suara, penataan gamelan dan pembagian tugas seperti pengatur acara, lalu lintas, linmas, pemimpin doAoa dan susuguh. Tepat pukul 07. 00 WIB seluruh warga setempat termasuk peserta didik SDN 1 Ciparigi berkumpul di tempat Sembari menunggu tamu kehormatan, seperti: Kepala Disbudpora Ciamis. Camat. Kapolsek. Danramil, dan Kepala Desa, acara diiringi alunan musik Tamu kehormatan disambut meriah dengan penampilan seni payung, lengser dan pengalungan bunga. Setelah semua berkumpul, dilanjutkan pada acara berangkat menuju area situs Dipakusumah. Di Situs, seluruh peserta berdoAoa, tawasul dan andukanduk papalaku memohon keselamatan kepada Allah SWT dalam berbagai hal mulai dari tatanan kepemerintahan, kondisi alam, kesejahteraan masyarakat dan keamanan Setelah selesai kegiatan, peserta kembali ke panggung pagelaran seni. panggung ini kegiatan sambutan dari tamu undangan ditampilkan. Setelah selesai, setiap tamu undangan dipersilahkan mengambil hidangan yang dibuat oleh warga. Hidangan berupa makanan tradisional yang pada saat ini sudah jarang diketahui oleh generasi muda. 2 Pembahasan 1 Nilai Pendidikan Karakter Terdapat berbagai nilai yang dapat diambil dari upacara adat Hajat Bumi dan Merlawu di antaranya nilai pendidikan karakter yang dapat ditanamkan pada peserta Penulis merumuskan bahwa pendidikan karakter mengandung nilai-nilai yang bermakna di dalamnya, antara lain: Religius Hajat Bumi dan Merlawu hakikatnya sarat nilai religius. Ritus Hajat Bumi adalah bentuk rasa syukur dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Sedangkan Merlawu Jurnal INTISABI. Vol. No. Maret 2024 E- ISSN: 3024-935X (Ahmad Rizky Fauz. adalah bentuk rasa syukur, mohon keselamatan dan mendoAokan leluhur yang telah Nilai religius dalam Merlawu diwujudkan dalam doAoa yang disampaikan sesuai dengan ajaran Islam seperti Surat-Surat Pendek. Istigfar. Tahmid. Tahmid. Takbir dan Tahlil. DoAoa Selamat. DoAoa Sapu Jagat dan lain-lain. Selain doAoa kegiatan juga diisi dengan tawassul atau berdoAoa kepada Allah SWT melalui wasilah ahli kubur yang dianggap derajatnya lebih tinggi. Dalam kegiatan Hajat Bumi bahkan diisi dengan Tausyiah pada saat majang atau malam sebelum hari pelaksanaan. Tausyiah berisi tentang tasyakur kepada Allah SWT atas segala berkah, rahmat dan rejeki yang telah diberikan. Jujur Perilaku jujur diwujudkan dalam transparansi anggaran biaya kegiatan. Panitia secara terbuka membeberkan setiap pemasukan dan pengeluaran anggaran kepada masyarakat lain. Semua keputusan untuk penggunaan anggaran diputuskan dalam musyawarah dusun (Musdu. Dalam pengelolaan makanan pun baik dalam Hajat Bumi maupun Merlawu tidak pernah terjadi kecurangan yang mengakibatkan kekurangan Toleransi Sikap toleransi terlihat dari saling menghargainya perbedaan baik dalam pendapat, sifat setiap individu maupun keyakinan. Warga sepakat terhadap setiap keputusan yang Warga setempat juga menghargai dan tidak membedakan kepada tamu undangan maupun tamu pendatang di luar undangan. Mereka mendapat perlakuan yang sama, diberi kesempatan untuk kaul . kut menampilkan kesenia. dan dipersilahkan untuk memakan hidangan yang tersedia di parasmanan. Disiplin Kedisiplinan adalah salahh satu ciri dari kesakralan suatu kegiatan. Hajat Bumi dan Merlawu merupakan ritus yang amat sakral, setiap hal dalam acara tersebut sangat disiplin mulai dari jadwal baku di bulan Muharram setiap tahunnya. Jika terdapat perubahan pun harus dihitung dulu oleh tokoh adat setempat. Tugas setiap individu dilaksanakan sesuai tugas yang telah ditetapkan dalam kesepakatan. Pada saat hari penyelenggaraan setiap segmen acara dilaksanakan dengan tertib dan sangat teratur, tidak terlepas dari jadwal pada saat musyawarah. Kerja Keras Nilai kerja keras terlihat dari kesungguhan warga dalam mendukung kegiatan Setiap keluarga rela menyumbangkan beras dan makanan yang tersedia untuk dihidangkan pada saat acara. Bapak-bapak kompak sungguh-sungguh dalam mempersiapkan fasilitas seperti membersihkan area kegiatan, memasang panggung dan membuat hiasan-hiasan. Panitia penyelenggara juga sangat serius dalam mencari dana sponsor demi suksesnya acara. Jurnal INTISABI. Vol. No. Maret 2024 E-ISSN: 3024-935X (Ahmad Rizky Fauz. Kreatif Ritus erat kaitannya dengan seni, jadi dalam setiap unsur pasti dibuat sekreatif mungkin mulai dari membuat hiasan pada panggung acara Hajat Bumi yang di dalamnya ada bebetek, jejekan, bilik cabol, rambangan, hiasan panggung dari makanan. Dalam Merlawu pun sebagian sama dengan Hajat Bumi, ditambah pada gerbang makam diberi hiasan berbahan ijuk, kayu, bambu dan janur. Mandiri Setiap warga melaksanakan tugas masing-masing tanpa mengganggu satu sama Penyelenggaraan ritus juga tidak bergantung pada donatur, donatur dibutuhkan untuk unsur tambahan seperti hiasan, dan event diluar jadwal ritus. Di saat kemampuan warga untuk patungan terbatas pun kegiatan ritus dapat tetap terselenggara. Demokratis Demokratis jelas terlihat dari persiapan dan penutupan acara. Pada persiapan selalu diadakan musyawarah untuk mendapat kesepakan dimulai dari terkait anggaran, pembelanjaan, inovasi acara, kepanitiaan, pembagian tugas, dan penggunaan sisa Dalam musyawarah tersebut semua elemen masyarakat terlibat dan diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, saran, pendapat dan nasehat. Bagi warga yang masukannya tidak disetujui pun tidak menjadi penghalang, ia tetap menyetujui pendapat orang lain dan ikut menyukseskan acara. Rasa Ingin Tahu Rasa ingin tahu sangat terlihat dari peserta didik mulai dari SD/Sederajat. SMP/Sederajat. SMA/Sederajat dan para mahasiswa. Mereka akan bergerumun dan terus bertanya tentang segala hal yang terlihat dalam kegiatan tersebut. Pada saat penyelenggaraan ritus terdapat seseorang yang bertugas mendampingi peserta didik dan menjelaskan kepada mereka seputar kegiatan ritus. Rasa ingin tahu juga ditunjukkan oleh pengunjung dari luar desa, luar kecamatan hingga luar Kabupaten Ciamis. Semangat Kebangsaan Semangat kebangsaan tidak terlepas dari kegiatan ritus Hajat Bumi dan Merlawu, kedua acara ini sebelum kegiatan sambutan akan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan penampilan seni yang ditampilkan adalah seni khas daerah yang menjadi jati diri bangsa Indonesia. Setiap aparat pemerintah yang hadir juga diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutannya masing-masing dan meyampaikan apa yang menjadi program pemerintah terutama yang berkaitan dengan kegiatan kebudayaan. Cinta Tanah Air Ritus itu sendiri adalah bentuk cinta terhadap tanah air karena merupakan warisan budaya tak benda . yang sudah ada sejak dulu dan turun temurun dari generasi ke generasi dalam suatu wilayah. Hajat Bumi dan Merlawu dalam kepercayaan masyarakat sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Budaya Kasundaan begitu terlihat Jurnal INTISABI. Vol. No. Maret 2024 E- ISSN: 3024-935X (Ahmad Rizky Fauz. dari seluruh aspek dalam ritus ini. Mulai dari sajian makanan, hiasan, bahasa, dan lainlain. Unsur nasional pun sangat kentara terlihat seperti umbul-umbul dan bendera merah putih yang terkibar di dekat panggung. Menghargai Prestasi Dalam kegiatan tambahan sebelum hari-H selalu diselenggarakan lomba kaulinan barudak saat Hajat Bumi. Juara dalam lomba tersebut dipanggil ke panggung dan diberi Warga yang menerima merasa senang dan bergembira pada saat menerima hadiah tersebut walaupun isinya tidak seberapa. Namun begitu terlihat nilai penghargaan Hal ini dapat memotivasimasyarakat terutama anak Ae anak untuk merasakan kenyamanan dan kebahagiaan selama mengikuti acara tersebut. Bersahabat/Komunikatif Kegotong royongan menjadi faktor utama dalam menentukan sukses tidaknya acara Hajat Bumi dan Merlawu merupakan kegiatan yang terbilang cukup besar apabila rasa bersahabat dan komunikasi antar warga tidak terjaga mengakibatkan hilangnya kekompakan dan berujung gagalnya acara tersebut. Kedua acara tersebut selalu sukses walaupun sering kali terdapat sedikit masalah, tetapi semuanya dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik. Cinta Damai Setiap penyelenggaraan kegiatan Hajat Bumi dan Merlawu tidak pernah terjadi Sakralnya acara tersebut membuat tidak ada hal-hal yang dapat memicu adanya perkelahian atau pertengkaran baik antar individu maupun antar kelompok. Warga lokal menghormati tamu dari luar dan pendatang yang ingin melihat menjaga adab mereka, sehingga tidak membuat warga lokal tersinggung. Gemar Membaca Unsur sakral yang ada dalam acara Hajat Bumi dan Merlawu penuh simbol dan makna yang harus dibaca dan diterjemahkan. Mulai dari sesajen, babaritan dan rajah jika didengar langsung seperti terkesan mantra-mantra yang susah dimengerti, tetapi jika dijelaskan oleh sesepuh yang mengerti maksudnya, maka makna didalamnya tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan sangat bermanfaat bagi kehidupan. Dalam acara Hajat Bumi disediakan kode batang yang terhubung dengan drive yang berisi berbagai bahan bacaan seputar Hajat Bumi dan sejarah Cariu. Kode batang tersebut dapat dipindai dengan gadget masing-masing. Peduli Lingkungan Ritus Hajat Bumi adalah bentuk rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan hasil panen. Ini merupakan bentuk pelestarian alam secara tidak Masyarakat begitu menjaga kelestarian alam dengan menerapkan konsepkonsep yang diwariskan leluhur seperti mipit, nganyaran, ngagarok, ngagarit, gunung kaian, gawir awian, lebak baladaheun. Merlawu merupakan bentuk perawatan terhadap Jurnal INTISABI. Vol. No. Maret 2024 E-ISSN: 3024-935X (Ahmad Rizky Fauz. situs, yaitu dengan membersihkan dan menata area situs tanpa merusak kelestarian alam di dalamnya. Peduli Sosial Pada saat penarikan perelek panitia tidak memaksa berapa besar jumlah yang harus disumbangkan, jika memang tidak mampu, maka tidak usah ikut patungan. Walaupun tidak ikut patungan mereka tetap mendapat perlakuan yang sama. Setelah selesai acara pun sering kali terdapat kelebihan beras. Beras tersebut dibagi-bagi untuk disumbangkan kepada para kaum jompo. Tanggung Jawab Perilaku tanggung jawab begitu terlihat dalam ritus ini. Setiap individu sangat sungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan yang seharusnya dia lakukan, mulai dari terhadap diri sendiri yang diwujudkan dengan menjada sikap, terhadap masyarakat yang diwujudkan dengan kegotongroyongan, terhadap lingkungan alam yang diwujudkan dengan menjaga kelestarian situs . utan kerama. , terhadap negara yang diwujudkan dengan kepatuhan kepada peraturan pemerintah dan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang diwujudkan dengan doAoa-doAoa dan kekhidmatan dalam beribadah. Gambar 1. Siswa SD Negeri 1 & 2 Sukadana sedang mendengarkan penjelasan dari pelaku budaya pada ritus Hajat Bumi Cariu Desa Sukadana SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Ritus dalam hal ini Hajat Bumi dan Merlawu adalah ritus yang termasuk dalam kearifan lokal dan masih dilaksanakan di beberapa desa di Kecamatan Sukadana. Ritus ini sangat sesuai dengan program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, sehingga Jurnal INTISABI. Vol. No. Maret 2024 E- ISSN: 3024-935X (Ahmad Rizky Fauz. sangat perlu melibatkan peserta didik dalam kegiatan tersebut. Hal tersebut dapat memupuk kepribadian peserta didik sesuai dengan nilai pendidikan karakter. Terbentuknya karakter generasi muda yang sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia dapat memperkokoh dan menjadi benteng dari dampak negatif arus globalisasi. Ritus Hajat Bumi dan Merlawu memenuhi kriteria 18 nilai pendidikan karakter, yaitu: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat dan komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab. Peran guru sangat penting guna menyampaikan nilai-nilai karakter tersebut. Dukungan dari pihak sekolah atau pemerintah dalam hal ini adalah Dinas Pendidikan juga menjadi faktor penting terimplementasikannya nilai pendidikan karakter sejak usia sekolah dasar/sederajat. Saran Penelitian ini selanjutnya diharapkan dapat memperluas subjek penelitian, selain dapat ditujukan kepada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu tingkat SMP/ Sederajat dan SMA/Sederajat. Dengan demikian, peserta didik di SMP dan SMA sederajat juga mengetahui dan memahami Ritus Hajat Bumi dan Merlawu yang termasuk ke dalam kearifan lokal di Kecamatan Sukadana. REFERENSI