Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X PENGARUH PELATIHAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. TANJUNG ALAM SEJAHTERA DI TANGERANG SELATAN Priyatna. Darmadi. Abdul Aziz Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pamulang priyatna220@gmail. Abstract The purpose of this study was to determine the effect of training and work discipline on the performance of employees of PT Tanjung Alam Sejahtera in South Tangerang. The method used is quantitative. The sampling technique used saturated sampling and obtained a sample of 82 respondents. Data analysis using validity test, reliability test, classical assumption test, regression analysis, correlation coefficient, coefficient of determination and hypothesis testing. The results of this study are that training has a significant effect on employee performance with a determination coefficient value of 38,5% and the hypothesis test is obtained t count > t table or . ,071 > 1. Work discipline has a significant effect on employee performance with a coefficient of determination of 49,0% and the hypothesis test is obtained t count > t table or . ,758 > 1. Training and work discipline simultaneously have a significant effect on employee performance with the regression equation Y = 9. 305X1 0. 465X2. The coefficient of determination is 6% while the remaining 44. 4% is influenced by other factors. Hypothesis testing obtained F count > F table or . 407 > 2. Keywords: Training. Work Discipline. Employee Performance Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT Tanjung Alam Sejahtera di Tangerang Selatan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh dan diperoleh sampel sebanyak 82 responden. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi, koefisien korelasi, koefisien determinasi dan uji Hasil penelitian ini adalah Pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 38,5% dan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau . ,071 > 1,. Disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 49,0% dan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau . ,758 > 1,. Pelatihan dan disiplin kerja simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan persamaan regresi Y = 9,303 0,305X1 0,465X2. Nilai koefisien determinasi sebesar 55,6% sedangkan sisanya sebesar 44,4% dipengaruhi faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai F hitung > F tabel atau . ,407 > 2,. Kata Kunci: Pelatihan. Disiplin Kerja. Kinerja Karyawan Pendahuluan Dalam organisasi sumber daya manusia merupakan pendukung utama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sumber daya manusia yang berkualitas akan turut memajukan organisasi sebagai suatu wadah untuk meningkatkan kinerja yang baik, dengan sumber daya manusia yang handal maka kegiatan operasional perusahaan akan berjalan Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Manusia selalu berperan aktif dan dominan dalam kegiatan organisasi dan tentunya karyawan memegang peran utama dalam menjalankan kegiatan dalam meningkatkan serta mengembangkan perusahaan dengan mengadakan berbagai peningkatan kinerja. Peranan sumber daya perusahaan, baik perusahaan swasta maupun perusahaan pemerintah. PT Tanjung Alam Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Sejahtera merupakan salah satu sektor bisnis kemampuan yang dibutuhkan seperti dalam yang telah kami jalankan diantaranya adalah memberikan pelatihan yang masih kurang bidang konstruksi bangunan, infrastruktur dan relevan dengan bidang pekerjaan karyawan. jaringan, serta menjadi penyedia layanan jasa sisi lain juga terkait dengan peserta pelatihan konsultan, struktur, mekanikal, elektrikal, dimana perusahaan kurang tepat dalam ruang memilih karyawan yang dikirim ke diklat wilayah, jasa satuan pengamanan, event pelatihan karena masih adanya peserta yang organiser, dan perdagangan umum. Kami dari siap bermitra dan mensuplai material, sub- bidang Disamping kontraktor, dan sumber daya masyarakat yang tersebut juga sering tidak dilakukan tindak memiliki potensi dan kapabilitas tinggi. Guna lanjut berupa evaluasi atas pelaksanaan meningkatkan mutu dan produk. Keputusan pelatihan, karena jika tidak dilakukan evaluasi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia akan mengakibatkan lolosnya peserta pelatihan Republik Indonesia Nomor AHU- yang belum benar benar memahami apa yang Tahun Daftar sudah diberikan. Seharusnya perusahaan Perseroan Nomor AHU-0054635. AH. 11 melakukan evaluasi sehingga dapat dijadikan Tahun 2021 Tanggal 24 Maret 2021, bahan dan mengambil kebijakan pada pelatihan yang mengedepankan kemufakatan terbaik. Dalam akan kekompakan, memfokuskan kebutuhan pelatihan secara keuletan, serta keterbukaan dalam usaha spesifik dan benar-benar diperlukan di selalu kami jaga sebaik mungkin dengan mitra dalam perusahaan. mitra kami, sehingga perusahaan ini bisa Berikut adalah data pelatihan Karyawan PT mandiri dan siap mengikuti tantangan jaman. Tanjung Alam Sejahtera di Tangerang Selatan Sering pula instruktur yang dipercaya yang diberikan kepada karyawan untuk periode untuk melatih karyawan kurang memiliki tahun 2020- 2022, sebagai berikut: Tabel 1 Data Pelatihan Karyawan PT Tanjung Alam Sejahtera Periode Tahun 2020 -2022 No Jenis Pelatihan Waktu Pelatihan Jumlah Karyawan Banyak Pelatihan Soft Skill Technical Manajerial Sumber: Data Karyawan PT Tanjung Alam Sejahtera di Tangerang Selatan , 2023 pengetahuan dan keahlian Berdasarkan data pada tabel di atas, tertentu sikap agar karyawan semakin terampil terlihat bahwa kegiatan pelatihan yang dan mampu melaksanakan. Dari hasil diadakan oleh perusahaan dalam rangka observasi penelitian menentukan masalah pada meningkatkan kemampuan karyawan dari pelatihan terhadap kinerja karyawan. Dmana tahun 2020-2022 jumlah peserta atau dirata-rata kesempatan sebesar 76,4% sedangkan yang belum mengikuti pelatihan masih kurang. Tahun 2020 diberikan hanya sebanyak 60 orang atau 73,2% yang pelatihan rata-rata sebesar 23,6%. Belum diberikan pelatihan. Pada tahun 2021 sebanyak 100% mengikuti pelatihan. 62 karyawan atau hanya 75,6%. Tahun 2022 Selain pelatihan yang kurang maksimal, sebanyak 66 karyawan atau 80,5%. Jika dirata- penurunan kinerja juga berdasarkan observasi rata yang diberikan pelatihan sebesar 76,4% ditemukan kurang disiplinnya karyawan dalam sedangkan yang belum diberikan kesempatan bekerja. Tanpa disiplin yang baik pada rata-rata karyawan, bagi organisasi untuk sebesar 23,6%. Kondisi yang ditunjukkan pada mencapai hasil yang optimal. Tindakan tidak Perusahaan harus disiplin (Indisipline. akan berdampak pada segera melakukan pelatihan bagi karyawan pertumbuhan organisasi perusahaan. Disiplin proses dikatakan juga sebagai sarana untuk melatih Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X dan mendidik karyawan agar patuh dan tertib dalam mengambil kebijakan pada pelatihan pada aturan yang berlaku dalam organisasi. Peraturan perusahaan dibuat agar dapat memfokuskan kebutuhan pelatihan secara dipatuhi oleh karyawan baik dari ketaatan spesifik dan benar-benar diperlukan di karyawan dalam menepati waktu bekerja, dalam perusahaan. Disamping faktor tersebut ketaatan dalam mematuhi semua aturan yang juga ketaatan lanjut berupa evaluasi atas pelaksanaan terkait perilaku karyawan dalam menjalankan pelatihan, karena jika tidak dilakukan evaluasi tugas dan kewajibannya, ketaatan karyawan akan mengakibatkan lolosnya peserta pelatihan dalam menjunjung tinggi norma hukum dan yang belum benar benar memahami apa yang aturan lainnya. Berdasarkan data tabel di atas, sudah diberikan. Seharusnya perusahaan yang melakukan evaluasi sehingga dapat dijadikan dibuat perusahaan, masih banyak yang bahan dilanggar oleh karyawan. Tahun 2020 mengambil kebijakan pada pelatihan yang jumlah kasus pelanggaran baik itu terlambat akan datang ke kantor, alpa . anpa memberi kabar memfokuskan kebutuhan pelatihan secara maupun yang pulang lebih awal sebanyak 30 spesifik dan benar-benar diperlukan di kasus pelanggaran atau mencapai 10 %. dalam perusahaan. Tahun 2021 jumlah kasus pelanggaran Disamping faktor tersebut juga sering sebanyak 21 kasus atau mencapai 7 %. Tahun tidak dilakukan tindak lanjut berupa evaluasi 2022 jumlah kasus pelanggaran sebanyak 32 atas pelaksanaan pelatihan, karena jika tidak kasus atau10,6 %. Dengan demikian apabila dilakukan evaluasi akan mengakibatkan dirata-rata pertahunnya lolosnya peserta pelatihan yang belum benar kasus pelanggaran sebanyak 9,2 %. benar memahami apa yang sudah diberikan. Disamping faktor tersebut juga sering Seharusnya perusahaan melakukan evaluasi tidak dilakukan tindak lanjut berupa evaluasi sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan atas pelaksanaan pelatihan, karena jika tidak dalam mengambil kebijakan pada pelatihan evaluasi akan mengakibatkan yang lolosnya peserta pelatihan yang belum benar memfokuskan kebutuhan pelatihan secara benar memahami apa yang sudah diberikan. spesifik dan benar-benar diperlukan di Seharusnya perusahaan melakukan evaluasi dalam perusahaan. sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan Tabel 2 Data Absensi Karyawan PT Tanjung Alam Sejahtera Periode Tahun 2020 -2022 Sumber: Data Karyawan PT Tanjung Alam Sejahtera di Tangerang Selatan , 2023 Berdasarkan data tabel di atas, aspek %. Dengan demikian apabila dihitung diratadan pokok aturan yang dibuat perusahaan, rata pertahunnya kasus pelanggaran sebanyak masih banyak yang dilanggar oleh karyawan. 12,6 %. Tahun 2020 jumlah kasus pelanggaran baik itu Dengan terlambat datang ke kantor, sakit, izin kerja, karyawan yang kurang disiplin seperti yang alpa . anpa memberi kabar maupun yang digambarkan di atas, maka pemimpin pulang lebih awal sebanyak 37 kasus perusahaan harus mampu mengenal pelanggaran atau mencapai 12 %. Tahun 2021 mempelajari perilaku dan sifat karyawannya. jumlah kasus pelanggaran sebanyak 33 kasus Hal ini dapat membantu pemimpin dalam atau mencapai 11 %. Tahun 2022 jumlah memilih jenis motivasi kerja mana yang sesuai kasus pelanggaran sebanyak 37 kasus atau 15 dengan karyawannya. Selain itu, perilaku dan Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X sifat karyawan juga berpengaruh terhadap ditentukan perusahaan. Kinerja dapat dinilai pemilihan jenis pendisiplinan mana yang dapat dari diterapkan kepada karyawan. Disiplin adalah kualitas dan kuantitas yang dicapai karyawan sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk dalam norma-norma pekerjannya. Menerapkan peraturan yang berlaku disekitarnya. memiliki kompetensi yang dibutuhkan dan Perusahaan penting mengoptimalkan semangat kinerja karyawannya, mengingat sumber daya merupakan implementasi kinerja yang menjadi manusia menjadi pelaku dalam mewujudkan tolak ukur keberhasilan sumber daya manusia Dengan sudah yang diperusahaan tersebut. seharusnya pimpinan mampu mendorong Berikut ini tabel tentang target kinerja karyawan bekerja secara optimal untuk dan realisasi kinerja di PT Tanjung Alam mencapai target dan standar kerja yang Sejahtera tahun 2020-2022 sebagai berikut: Tabel 3 Data Pekerja dan Selisih Pekerjaan PT Tanjung Alam Sejahtera Periode Tahun 2020 -2022 Tahun Responden Target Perusahaan Realisasi Capaian Jumlah Selisih Yang Tidak Jumlah 88,8% 11,2 % 86,7% 13,3 % 85,7% 14,3 % Rata-rata 87,0% Sumber: Data Karyawan PT Tanjung Alam Sejahtera di Tangerang Selatan , 2023 atas masalah yang ditemukan untuk tujuan Berdasarkan pada data tabel di atas, peningkatan Dalam menunjukan bahwa pencapaian produksi hal evaluasi dilakukan melalui monitoring produk PT Tanjung Alam Sejahtera yang terhadap sistim yang ada. namun ada kalanya berhasil diproduksi dan dihasilkan dengan evaluasi tidak dapat dilakukan hanya dengan kondisi baik dengan pencapaian menunjukkan menggunakan informasi yang dihasilkan oleh angka capaian yang fluktuasi. Tahun 2020 sistim informasi yang ada pada unit kerja. Data total target sebesar 100% namun hanya dari luar unit kerja juga sangat penting mampu dicapai 88,8% atau selisih 11,2%, sebagai bahan analisis yang dapat dipakai selanjutnya pada tahun 2021 total target yang dalam mengukur kinerja karyawan. ditetapkan sebesar 100% namun hanya mengalami penurunan hanya mampu dicapai Manajemen Sumber Daya Manusia 86,7 atau selisih 13,3%. Untuk berikutnya pada Manajemen Sumber Daya Manusia tahun 2022 total target yang ditetapkan (MSDM) merupakan ilmu dan seni yang hanya mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja mengalami penurunan hanya mampu di capai agar efektif danefisien membantu terwujudnya 85,7 atau selisih 14,3 %. tujuan perusahaan. Manajemen yang mengatur Evaluasi kerja merupakan upaya untuk unsur manusia ini sering disebut manajemen mengetahui kondisi pencapaian kerja sehingga kekaryawanan atau manajemen personalia dapat diketahui apakah ada kemajuan dan yang diterapkan pada suatu perusahaan untuk kendala sehingga dapat dinilai dan dipelajari mencapai tujuan yang diinginkan. untuk perbaikan di masa mendatang disisi Menurut Sedarmayanti lain Evaluasi kinerja merupakan aktivitas . menyampaikan bahwa Aumanajemen solusi sumber daya manusia adalah seni untuk Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X mengarahkan, mengawasi kegiatan sumber daya manusia atau karyawan, dalam rangga mencapai tujuan organisasiAy. Lain halnya menurut Ardana . mengemukakan bahwa Aumanajemen sumber daya manusia sebagai tenaga kerja secara manusiawi, agar semua potensi fisik dan psikis yang dimilikinya berfungsi maksimal untuk mencapai tujuanAy. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses yang terdiri dari: Rekruitmen. Seleksi sumber daya Pengembangan manusia. Pemeliharaan sumber daya manusia, dan penggunaan sumber daya manusia. norma sosial yang berlaku di suatu perusahaanAy. Menurut Setyaningdyah . disiplin kerja adalah kebijakan bergeser individu untuk menjadi diri bertanggung jawab . Dan Hasibuan . mengemukakan bahwa Aukedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Kesadaran sukarela mentaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnyaAy. Dari beberapa pendapat di atas dsiplin kerja merupakan suatu bentuk upaya karyawan yang berusaha memperbaiki dan membentuk pengetahuan, sikap dan perilaku karyawan secara sukarela berusaha bekerja secara serta meningkatkan prestasi kerja. Pelatihan Menurut Desler . berpendapat Aupelatihan karyawan baru atau yang ada sekarang, keterampilan dasar yang mereka butuhkan merekaAy. Sedangkan John Schermerhom, . Aupelatihan memberikan kesempatan untuk mendapatkan berkaitan dengan pekerjaanAy. Pelatihan sering dianggap sebagai aktivitas yang paling umum dan para pimpinan mendukung adanya pelatihan karena melalui pelatihan, para pekerja akan menjadi lebih terampil dan sekalipun manfaat-manfaat tersebut harus tersita ketika pekerja sedang dilatih. Dari beberapa pengertian yang telah dikemukakan oleh beberapa ahli, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pelatihan itu adalah proses sistematis pengubahan perilaku para karyawan dalam suatu arah guna meningkatkan tujuantujuan organisasional. Kinerja Karyawan Dalam perusahaan perlu melakukan penilaian kinerja Menurut Mathis dan Jackson Aupenilaian merupakan proses mengevaluasi seberapa baik karyawan melakukan pekerjaan mereka standar, dan kemudian mengokmunikasikan informasi tersebut kepada karyawanAy. Menurut Thomas dan Scott dalam Hasibuan . Aupenilaian penilaian dari kinerja jabatan seseorang karyawan, dimana merupakan salah satu tanggung jawab paling penting yang ada pada seorang manajerAy. Menurut Elya . Aupenilaian kinerja berguna untuk memperbaiki kinerja dimasa yang akan datang, memberikan nilai umpan balik tentang kualitas kerja untuk kemudian yang dikehendaki dalam kinerjaAy. Thomas dan Scott dalam Hasibuan . berpendapat Aupenilaian kinerja karyawan merupakan sarana untuk memperbaiki karyawan yang tidak dan membuat karyawan mengetahui posisi dan perannya dalam menciptakan tercapainya tujuan perusahaanAy. Dari beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa Disiplin Kerja Menurut Rivai . Audisiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para karyawan agar mereka bersedia untuk meningkatkan kesadaran juga kesediaan seseorang agar mentaati semua peraturan dan Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X perusahaan melakukan penilaian secara periodik efektivitas operasional suatu organisasi terkait dengan sasaran, standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengaruh Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan Penelitian Agrasadya dan Indriyani . dengan judul Pengaruh Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan Pada McDonaldAos SunBurst Serpong Tangerang. Dalam penelitiannya berkesimpulan pelatihan berpengaruh signifikan terhadap koefisien determinasi sebesar 48,26% dan uji hipotesis diperoleh Sig 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu di atas, disimpulkan bahwa pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. H1: Pengaruh Pelatihan (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) baik maka kinerja juga akan turut meningkat Menurut Sutrisno et al. Pengaruh Pelatihan Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Pratama Abadi Industri Di Tangerang. Dalam penelitian dapat disimpulkan Pelatihan dan disiplin kerja secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan sebesar 52,2% dan uji hipotesis diperoleh F hitung > F tabel . ,498 > 2,. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu di atas, disimpulkan bahwa pelatihan dan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Menurut Sugiyono . menjelaskan bahwa paradigma penelitian dapat diartikan sebagai pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian, teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis, jenis dan jumlah hipotesis, dan teknik analisis statistik yang akan H3: Pengaruh Pelatihan (X. dan Disiplin Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Husein . Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Bank Danamon Cabang Bintaro. Dalam penelitain memperoleh kesimpulan bahwa disiplin kerja karyawan dengan persamaan regresi 14,736 0,635X. Kontribusi pengaruh sebesar 78%. Uji hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,329 > 1,. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu di atas, disimpulkan bahwa disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja H2: Pengaruh Disiplin Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) Metode Penelitian Evaluasi kerja merupakan upaya untuk mengetahui kondisi pencapaian kerja sehingga dapat diketahui apakah ada kemajuan dan kendala sehingga dapat dinilai dan dipelajari untuk perbaikan di masa mendatang disisi lain Evaluasi kinerja merupakan aktivitas atas masalah yang ditemukan untuk tujuan Dalam hal evaluasi dilakukan melalui monitoring terhadap sistim yang ada. namun ada kalanya evaluasi tidak dapat dilakukan hanya dengan menggunakan informasi yang dihasilkan oleh sistim informasi yang ada pada unit kerja. Data dari luar unit kerja juga sangat penting sebagai bahan analisis yang dapat dipakai dalam mengukur kinerja karyawan. Pengaruh Pelatihan dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan uraian pelatihan, disiplin kerja dan kinerja akan mudah dimengerti bahwa manusia sebagai tenaga kerja atau karyawan menjadi faktor utama dalam penentuan dan pencapaian tujuan organisasi. Adapun penggunaan karyawan dibutuhkan kesadaran dan kerjasama untuk merealisasikan tujuan organisasi. Dengan demikian apabila disiplin kerja dan pelatihan kerja kurang, maka kinerja karyawan juga akan berkurang atau Begitu juga sebaliknya, apabila karyawan kedisiplannya dan pelatihan kerjanya Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Uji Validitas Nilai tersebut dibandingkan dengan nilai r hitung > r tabel atau dapat juga dengan nilai chronbath alpa > standar kritis alpa, maka dikatakan valid. Untuk menguji validitas setiap instrumen, rumus yang digunakan adalah koefisien korelasi product moment sebagai Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Analisis Kuantitatif Analisis kuatitatif adalah penelitian untuk menilai kondisi dari nilai pengaruh, dan Menurut Sugiyono . Aumetode verifikatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara 2 . variabel atau lebih. Keterangan: rxy = koefisien korelasi antar X dan Y n = jumlah responden x = skor item kuesioner y = total skor item kuesioner OcxA = jumlah kuadrat seluruh skor X OcyA = jumlah kuadrat seluruh skor Y Analisis Regresi Linier Sederhana Analisis mengetahui ada tidaknya pengaruh antara variabel independen dan dependen. Menurut Sugiyono . berpendapat Auregresi linier sederhana digunakan untuk mengestimasi besarnya koefisien yang dihasilkan dari persamaan yang bersifat linier saru variabel bebas untuk digunakan sebagai alat prediksi besarnya variabel tergantungAy. Dalam penelitian ini untuk menghitung menggunakan software alat bantu program Statistical Package for Social Science (SPSS) for window versi 26, sehingga dapat diketahui nilai dari kuesioner pada setiap variabel bebas. Uji Reliabilitas Menurut Arikunto Aucara menghitung tingkat reliabilitas suatu data yaitu dengan menggunakan rumus Alpha CronbachAy sebagai berikut. Dimana : Y = Variabel terikat . ependen atau variabel yang didug. X = Variabel bebas . a = Intersep . ilai Y bila X = 0 disebut titik intercept b = Koefisien arah regresi linier untuk mengukur besarnya pengaruh Y Sedangkan untuk mengetahui besarnya nilai konstanta a dan konstanta b dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai Keterangan: yuaycn 2 = variansi tiap item yuayc 2 = variansi tiap item X11 = Jawaban responden untuk setiap butir OcYt = Total jawaban responden untuk setiap butir pertanyaan n = Jumlah responden Analisis Regresi Linier Berganda Analisis digunakan untuk mencari persamaan regresi yang bermanfaat untuk meramal nilai variabel dependen berdasarkan nilai-nilai variabel Menurut Sugiyono berpendapat Auanalisis regresi digunakan untuk melakukan prediksi bagaimana perubahan nilai independen dinaikan/diturunkanAy. Uji Asumsi Klasik Menurut Santoso . berpendapat Ausebuah model regresi akan digunakan untuk melakukan peramalan sebuah model yang baik adalah model dengan kesalahan peramalan yang seminimal mungkin. Dalam penelitian ini uji asumsi klasik yang digunakan adalah meliputi: Uji Normalitas. Uji Multikolinearitas. Uji Autokorelasi dan Uji Heteroskedastisitas. Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Ho ditolak dan Ha diterima atau dapat dinyatakan bahwa hubungan variabel X dengan Y signifikan serta dapat digeneralisasikan pada populasi penelitian. Keterangan: Y = Variabel dependen . alam penelitian ini adalah kinerja karyawa. a = Bilangan konstanta, merupakan nilai terikat yang dalam hal ini adalah pada saat variabel bebasnya adalah konstan atau 0 (X1. X2 = . b1 = Koefisien regresi berganda X1 terhadap variabel terikat Y, apabila variabel bebas X2 dianggap konstan b2 = Koefisien regresi berganda X2 terhadap variabel terikat Y, apabila variabel bebas X1 dianggap konstan X1 = Variabel independen (X. dalam penelitian ini adalah pelatihan X2 = Variabel independen (X. dalam penelitian ini adalah disiplin kerja = DisturbanceAos Uji Peaerson (Bergand. Uji Pearson Product Moment adalah salah satu dari beberapa jenis uji korelasi yang digunakan untuk mengetahui derajat keratan Di mana: rxy : koefisien korelasi r pearson n : jumlah sampel/observasi x : variabel bebas/variabel pertama y : variabel terikat/variabel kedua Pengujian lanjutan untuk menentukan apakah koefisien korelasi yang didapat bisa digunakan untuk generalisasi atau mewakili populasi, maka digunakan uji signifikansi dari uji t. Maka nilai r pearson yang didapat digunakan untuk menghitung nilai t hitung. Analisis Koefisien Korelasi Correlation Pearson . Korelasi sederhana merupakan korelasi yang bertujuan untuk memahami hubungan antara variabel bebas (X) dengan varabel terikat (Y) (Suharsaputra, 2. rxy : korelasi antara variabel X dan Y x : . i - . y : . i - ) Analisis Koefisien Determinasi Menurut Andi Supangat berpendapat Aukoefisien determinasi merupakan besaran untuk menunjukkan tingkat kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam bentuk persenAy Berdasarkan dari pengertian ini maka koefisien determinasi merupakan bagian dari keragaman total dari variabel terikat yang dapat diperhitungkan oleh keragaman variabel bebas dihitung dengan koefisien determinasi. Pengujian mengetahui apakah hasil perhitungan korelasi sederhana signifikan atau tidak (Suharsaputra 2017:. Keterangan: t : Nilai t r : koefisien korelasi antara variabel X dan Y n : jumlah responden Keterangan: Kd : Koefisien Determinasi r : Koefisien Korelasi antara variabel bebas dan terikat . ang dikuadratka. 100%: Pengalian yang diprosentasikan Nilai t hitung tersebut kemudian dibandingkan dengan harga ttabel . araf kesalahan 5% uji dua pihak dengan dk=n-. Apabila diperoleh hasil thitung >t tabel maka Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Pengujian Hipotesis Pengujian menentukan apakah suatu hipotesis sebaiknya diterima atau ditolak. Menurut Sugiyono . berpendapat Auhipotesis merupakan jawaban penelitian, oleh karena itu rumusan masalah penelitian biasanya disusun dalam bentuk kalimat pertanyaanAy. Maka pengujian hipotesis dilakukan melalui: Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji . Rumus yang digunakan dalam pengujian hipotesis . ini, menurut Sugiyono . dapat menggunakan dengan mencari nilai t hitung dengan rumus sebagai berikut: H2 diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan pelatihan terhadap kinerja karyawan. Pengaruh Disiplin Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh nilai persamaan regresi Y = 16,224 0,594X2, nilai koefisien korelasi sebesar 0,620 artinya kedua variabel mempunyai tingkat hubungan yang kuat. Nilai determinasi atau kontribusi pengaruhnya sebesar 0,385 atau sebesar 38,5% sedangkan sisanya sebesar 61,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,071 > 1,. Dengan demikian maka H0 ditolak dan H2 diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan disiplin kerja terhadap kinerja Pengaruh Pelatihan (X. Dan Disiplin Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan menunjukkan bahwa pelatihan (X. dan disiplin kerja (X. berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan diperoleh persamaan regresi persamaan regresi Y = 9,303 0,305X1 0,465X2. Nilai koefisien korelasi atau tingkat hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat diperoleh sebesar 0,745 artinya memiliki hubungan yang sangat kuat. Nilai koefisien determinasi atau kontribusi pengaruhnya secara simutan sebesar 55,6% sedangkan sisanya sebesar 44,4% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai F hitung > Ftabel atau . ,407 > 2,. Dengan demikian H0 ditolak dan H3 diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan pelatihan dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. Kesimpulan Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, dan dari hasil analisis serta pembahasan mengenai pengaruh pelatihan dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan diperoleh persamaan regresi Y = 16,224 0,594X2 nilai korelasi sebesar 0,620 artinya kedua variabel memiliki tingkat Nilai determinasi sebesar 38,5% dan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau . ,071 > Keterangan: t = Probabilitas r = Koefisien korelasi parsial n = Jumlah sampel Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F) Uji F atau simultan dimaksudkan untuk menguji pengaruh semua variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat. Menurut Sugiyono . bahwa Auuji F digunakan untuk . ersama-sam. antara variabel independen terhadap variabel dependenAy. Keterangan: r2 = Koefisien korelasi ganda k = Jumlah variabel independen n = Jumlah data . ampel responde. Hasil dan Pembahasan Pengaruh Pelatihan (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh nilai persamaan regresi Y = 16,224 0,594X1, nilai koefisien korelasi sebesar 0,620 artinya kedua variabel mempunyai tingkat hubungan yang kuat. Nilai determinasi atau kontribusi pengaruhnya sebesar 0,385 atau sebesar 38,5% sedangkan sisanya sebesar 61,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,071 > 1,. Dengan demikian maka H0 ditolak dan Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X 1,. Dengan demikian H0 ditolak dan H2 diterima artinya terdapat pengaruh signifikan pelatihan terhadap kinerja karyawan. Disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan diperoleh persamaan regresi Y = 14,201 0,636X1, nilai korelasi sebesar 0,700 artinya kedua variabel memiliki tingkat Nilai determinasi sebesar 49,0% dan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau . ,758 > 1,. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima artinya terdapat pengaruh signifikan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. Pelatihan dan disiplin kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan diperoleh persamaan regresi Y = 9,303 0,305X1 0,465X2. Nilai korelasi sebesar 0,745 artinya variabel bebas dengan variabel terikat memiliki tingkat hubungan yang sangat kuat. Nilai koefisien determinasi sebesar 55,6% sedangkan sisanya sebesar 44,4% dipengaruhi faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai F hitung > F tabel atau . ,407 > 2,. Dengan demikian H0 ditolak dan H3 diterima. Artinya terdapat pengaruh signifikan secara simultan pelatihan dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. Ellya . Mensiasati Produktivitas Sumber Daya Manusia. Jakarta: Trans Info Media. R Terr. Leslie W. Rue . Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara. Ghozali. Imam . Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi Kelima. Badan Penerbit Undip. Semarang. Gomes. Faustino Cardoso. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Andi Offset. Hamalik. Oemar Hamalik . Manajemen Pengembangan Manajemen. PT. Remaja Rosda Karya. Bandung. Handoko . Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia. Edisi Kelima. BPFE UGM. Yogyakarta. Hariandja. Marihot. E . Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Grasindo. Hasibuan. Malayu S. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. Jakarta: PT Bumi Aksara. Hery . Auditing dan Asurans. Jakarta: Grasindo. Imam Ghozali . Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Edisi Kelima. Semarang: Badan Penerbit Undip. Istijanto . Riset Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka. Jackson . Manajemen Sumber Daya Manusia I. Penerbit LepKhair. John R. Schermerhorn. Jr, . Manajemen, edisi kelima. Andi. Yogyakarta. Malhotra N. K . Marketing Research An Applied Orientation. International. Edition: Pearson. Malthis. L dan Jackson. Manajemen Sumber Daya Manusia. Salemba Empat. Jakarta. Mangkunegara. Prabu Anwar . Evaluasi Kinerja SDM. Cetakan ke tujuh. Bandung: PT Refika Aditama. Nawawi . Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Bisnis Yang Kompetitif. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Nugraha. Agung . Strategi Jitu Dalam Memilih Metode Statistik Peneltian. Daftar Pustaka