TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMELIHARAAN PENGHIJAUAN KOTA DI KECAMATAN SINJAI UTARA KABUPATEN SINJAI Mulawangsa1 & Nursaifullah2 Universitas Muhammadiyah Sinjai Email: mulawangsa3@gmail. Universitas Muhammadiyah Sinjai Email: nursaifullah17@gmail. Abstrak Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana tingkat partisipasi masyarakat dalam memelihara pohon penghijauan kota di Kecamatan Sinjai Utara dan motif utama yang mempengaruhi masyarakat dalam pemeliharaan penghijauan kota di Kabupaten Sinjai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan informan yang menjadi nara sumber adalah pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Sinjai. Lurah Lappa. Lurah Balangnipa. Lurah Biringere. Lurah Bongki dan masyarakat umum di Kecamatan Sinjai Utara. Hasil penelitian terkait tingkat partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan penghijauan kota di Kecamatan Sinjai Utara disimpulkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam memelihara pohon penghijauan yang sudah ada di pinggir jalan di Kecamatan Sinjai Utara sebagai ibu kota Sinjai sangat rendah. Dalam kurun waktu tahun 2007-2017 diperkirakan 50% pohon penghijauan dalam kota sudah hilang/rusak, akibat mati secara alamiah atau ditebang oleh masyarakat karena akar pohon yang besar dan banyak merusak bangunan rumah warga, serta daunan yang berserakan dan merepotkan warga dalam membersihkan sampah dedaunan. Selain itu pula warga masyarakat khawatir kejatuhan pohon yang mudah tumbang bila terkena angin kencang, alasan lain adanya kabel listrik yang melintang diantara ranting pohon dan dikhawatirkan mengganggu arus listrik dan membahayakan pelanggan listrik. Kata kunci: Partisipasi. Pemeliharaan. Penghijauan PENDAHULUAN Undang-Undang dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengatakan bahwa Lingkungan Hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi dan hak konstitusional bagi setiap warga negara Indonesi. Oleh karena itu. Negara, pemerintah dan seluruh stakeholder berkewajiban untuk melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Agar lingkungan hidup Indonesia dapat tetap menjadi sumber alam penjunjang hidup bagi rakyat Indonesia serta mahluk hidup lain. Penghijauan merupakan salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara serius dan konseptual dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup. Penghijauan sangat dibutuhkan terutama pada ibu kota kabupaten/kota sebagai pusat pemerintahan di mana terdapat kepadatan penduduk, dan lahannya sudah banyak mengalami alih Fungsi ruang untuk kawasan terbangun. Kabupaten Sinjai salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang gencar melakukan penghijauan kota. Gerakan penghijauan tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya penyelamatan Lingkungan akibat adanya pertambahan jumlah penduduk yang menempati ruang Program Studi Administrasi Publik Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pemeliharaan Penghijauan Kota di Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai Mulawangsa1 & Nursaifullah2 yang dulunya hijau, berubah menjadi ruang untuk kawasan terbangun untuk menciptkan lingkungan yang asri, teduh dan nyaman Pemerintah dan masyarakat bahu membahu menggalakkan penghijauan kota. Massifnya penanaman pohon penghijauan kota di Kabupaten Sinjai, puncaknya terjadi pada kurung waktu 20072012, pada tahun 2006 terjadi banjir bandang di Ibu Kota Sinjai dan pada saat itu juga di tahun 2010 menghadapi penilaian Adipura, untuk mengatasi kerusakan lingkungan akibat banjir bandang tersebut, maka pemerintah daerah menggalakkan penghijauan termasuk penghijaun yang ada di Ibu Kota, sekaligus menghadapi penilaian Adipura. Pemerintah Daerah bersama masyarakat. PNS. TNI. POLRI. Pengusaha. Organisasi Kemasyarakatan bahu membahu menanam pohon penghijauan, dan hasilnya dapat kita saksikan saat Kota Sinjai semakin hijau, bahkan pada tahun 2009 mendapatkan Piagam Adipura dan pada tahun 2010 mendapatkan Piala Adipura dan pada tahun 2017 kembali mendapatkan Piagam Adipura, dan pada tahun 2019 kembali mendapatkan piala Adipura, salah satu kontribusi untuk mendapatkan Adipura adalah keteduhan Kota, dari usaha penghijauan Kota tersebut. Setelah tanaman penghijauan tumbuh besar, bagaimana kelanjutannya peran serta masyarakat, memeliharanya, itu juga salah satu bahan kajian bagaimana bentuk partisipasi masyarakat memelihara pohon penghijaun tersebut, utamanya di depan rumahnya masing masing yang ada di pinggir jalan, karena kenyataan yang ada. banyak diantara masyarakat yang dengan sengaja menebang pohon yang sudah tumbuh besar di depan rumahnya di pinggir jalan, itu juga yang akan di kaji dalam penelitian ini faktor faktor penyebab sehingga ada masyarakat yang tidak suka ada pohon yang tumbuh di depan rumahnya. Berdasarkan pemaparan tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah tingkat partisipasi masyarakat dalam memelihara pohon penghijauan Kota di Kecamatan Sinjai Utara dan motif masyarakat dalam memelihara penghijauan kota?. KAJIAN TEORI Konsep Partisipasi Partisipasi secara umum dapat diartikan keikutsertaan, keterlibatan dan kesamaan anggota masyarakat dalam suatu kegiatan,baik dilakukan secara langsung maupun tidak langsung yang dimulai dari gagasan, perumusan kebijakan implementasi dan evaluasi, partisipasi secara langsung dapat secara fisik menyumbangkan tenaganya ataupun uang dan barang, partisipasi tidak langsung dapat berupa sumbangan pemikiran dan gagasan. Pengertian partisipasi menurut Sajogyo . sebagai peluang untuk ikut menentukan kebijaksanaan pembangunan serta peluang ikut menilai hasil Menurut Shery R Arnstein . alam Sigit 2013:. membagi delapan tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan, dari tingkat partisipasi tertinggi sampai terendah, sebagai berikut: Partnership, keputusan diambil setelah adanya kesepakatan bersama baik dalam perencanaan, tanggung jawab, pengendalian keputusan, penyatuan kebijakan serta pemecahan masalah. Program Studi Administrasi Publik Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo p-ISSN : 2301-7058 | e-ISSN : 2798-1843 Vol 13. No. Juni 2022 Placation, pemerintah menunjuk sejumlah orang yang mewakili masyarakat, dimana mereka mempunyai akses tertentu pada proses pengambilan keputusan. Consulcation, masyarakat di undang untuk berbagi pendapat, walaupun pendapatnya tidak ada jaminan di gunakan dalam pengambilan keputusan. Informing. Pemerintah (Penguas. hanya memberikan informasi kepada masyarakat, tertentu kegiatan yang akan dilaksanakan, dan masyarakat hanya memiliki sedikit kesempatan untuk mempengaruhi rencana yang telah disusun. Therapy, kegiatan penguasa memberikan alasan proposal kegiatan, seakan-akan masyarakat terlibat, tetapi pada hakekatnya tujuannya hanya pada mengubah pola pikir masyarakat, daripada mendapatkan masukan dari masyarakat itu sendiri. Citizen Control, masyarakat dapat berpartisipasi di dalam dan mengendalikan seluruh proses pengambilan keputusan sesuai dengan kepentingannya, inilah tingkatan partisipasi tertinggi yang di dapatkan oleh masyarakat. Delegated Power, pada tingkatan ini masyarakat diberi limpahan kewenangan untuk membuat keputusan pada rencana tertentu tanpa ada tekanan dari atas, pemerintah hanya perlu mengadakan negosisasi dengan masyarakat. Manipulation: kegiatan untuk melakukan manipulation informasi, dimana masyarakat hanya dipakai namanya saja untuk memperoleh dukungan publik, dan menjanjikan keadaan yang lebih baik, meskipun tidak akan pernah terjadi. Menurut Rukmana D . W . bahwa partisipasi masyarakat penting artinya dalam pembangunan karena: Partisipasi masyarakat memberikan kontribusi pada upaya pemanfaatan sebaik baiknya sumber dana yang terbatas. Hal ini dikarenakan semua kegiatan yang berasal dari sumber-sumber dana masyarakat dapat diawasi secara langsung oleh masyarakat. Partisipasi masyarakat membuka kemungkinan keputusan yang diambil didasarkan pada kebutuhan proritas dan kemampuan masyarakat. Hal ini dapat menghasilkan rancangan rencana program kebijaksanaan yang lebih realitas serta kesediaan masyarakat untuk menyumbangkan sumber daya mereka seperti uang dan tenaga bagi pelaksanaan secara operasi dan pemeliharaan. Partisipasi masyarakat menjamin penerimaan dan aspirasi lebih besar terhadap segala sesuatu yang dibangun dan akan merangsang pemeliharaan yang lebih baik dan akan menimbulkan kebanggaan. Pengertian Masyarakat Masyarakat menurut kamus besar bahasa Indonesia . adalah sejumlah manusia dalam arti seluas luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama, menurut Hasan Sulama . membedakan masyarakat sebagai sekelompok manusia yang dengan cara teratur bekerjasama atas dorongan hasrat sosial yang bisa di sebut sebagai sifat-sifat naluriah manusia. Masyarakat adalah Program Studi Administrasi Publik Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pemeliharaan Penghijauan Kota di Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai Mulawangsa1 & Nursaifullah2 golongan manusia dalam keadaan berhubungan yang tetap atau agak tetap yang diorganisir aktifitas aktifitas bersamanya, dan yang merasa terikat kepadanya. Pemeliharaan dan Penghijauan Pemeliharaan . adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang atau memperbaikinya sampai suatu kondisi yang bisa diterma. Pemeliharaan dapat diartikan sebagai tindakan masyarakat agar barang atau sesuatu tidak rusak sehingga dapat digunakan dalam waktu relative lama. Kaitannya dengan pemeliharaan lingkungan hidup menurut Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup pada pasal 57 di sebutkan bahwa pemeliharaan lingkungan hidup di lakukan melalui upaya konsevasi sumber daya alam, pencadangan sumber daya alam dan Pelestarian fungsi atmosfer Penjelasan dari pasal tersebut dikatakan bahwa yang dimaksud dengan pemeliharaan lingkungan hidup adalah upaya yang dilakukan untuk menjaga pelestarian fungsi lingkungan hidup dan menncegah terjadinya penurunan atau kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh perbuatan Penghijauan Kota yang merupakan bagian integral dari lingkungan hidup, perlu dipelihara untuk menjaga pelestarian fungsinya dan mencegah terjadinya kerusakan akibat perbuatan manusia. Menurut Kelfin . Penghijauan dalam arti luas adalah segala daya untuk memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan. Menurut Manan . penghijauan adalah suatu usaha menemani lahan lahan keritis, baik dari segi hidrologis, fisik, tehnis maupun sosial ekonomi dengan jenis tanaman atau perumputan, serta pembuatan bangunan pencegah erosi tanah diareal yang tidak termasuk areal hutan negara. Penghijaun Kota Penghijauan merupakan kegiatan penanaman pada lahan kosong diluar kawasan hutan,terutama pada tanah milik rakyat dengan tumbuhan keras, misalnya jenis jenis pohon,hutan, pohon buah, tumbuhan, perkebunan, tumbuhan penguat keras,tumbuhan pupuk hijau, dan dan rumput pakan ternak, tujuan penanaman agar lahan tersebut dapat dipulihkan ,di pertahankan,dan ditingkatkan kembali kesuburannya (Mana 1. Jadi inti dari pada penghijauan di kota adalah penanaman pohon pada lahan yang kosong yang berada di kota-kota dimana terdapat pusat pemukiman penduduk lahan lahan yang kosong itu dapat berupa lahan dipinggir jalan, di pinggir lapangan, di hutan kota, di pekarangan rumah penduduk, pekarangan kantor pemerintah dan lahan kosong lainnya yang berada di kota. Manfaat penghijauan Menurut Hakim dkk . ada beberapa manfaat dari adanya penghijauan antara lain: memberikan lingkungan yang bersih sehat bagi penduduk kota, memberi kesegaran, kenyamanan dan keindahan lingkungan dauan bunga dan buah sebagai tempat hidup satwa dan plasma Program Studi Administrasi Publik Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo p-ISSN : 2301-7058 | e-ISSN : 2798-1843 Vol 13. No. Juni 2022 nutfah,sirkulasi udara dalam kota menjadi sehat Berikut ini dapat di simak manfaat penghijauan bagi kehidupan manusia: Penghijauan untuk mencegah banjir, penghijauan dapat mengendalikannya fungsi daerah resapan di dalam kota. Daerah resapan air bisa berupa lapangan bola, tanaman dan hutan kota. Menjaga kualitas air tanah, semakin banyak zona hijau dalam kota, maka kualitas air tanah semakin baik, penghijauan sangat penting untuk mempertahankan zona hijau didalam kota, ketidak seimbangan proporsi luas lahan hijau dan zona terbangun akan merusak kualitas air tanah, limbah yang meresap kedalam tanah akan merusak kualitas air tanah, sehinggah berdampak pada kesehatan apabila air kembali di komsumsi masyarakat. Melindungi satwa pohon yang tumbuh menjadi habitat bagi satwa seperti burung dan penyelamat bagi populasi satwa langka yang berperan dalam sistem ekologi Lingkungan. Mengurangi polusi udara, tajuk pohon berfungsi membersihkan partikel padat seperti timbal dan akan menempel pada ranting dan batang pohon. Mengurangi partikel debu, pepohonan yang tumbuh rimbun dapat mengurangi partikel debu yang beterbangan di udara. Melindungi pejalan kaki dan pesepeda, dengan suasana yang teduh dari pepohonan, melindungi pejalan kaki dan pesepeda dari sangatan terik matahari secara langsung. Manfaat ekonomi, lingkungan yang semakin teduh mengurangi biaya pemakaian AC terutama dilingkungan kantor-kantor dan sekolah. Pemecah angin, pepohonan pada jalur hijau berfungsi memecah angin agar sirkulasi udara merata dalam satu kawasan sekaligus berfungsi melindungi rumah dari terjangan angin kencang. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Penelitian Kecamatan Sinjai utara adalah ibu kota Kabupaten Sinjai Propinsi Selawesi selatan, jumlah 505 jiwa, dengan luas wilaya 29. 57 km. Adapun jumlah kelurahan yang terdapat di Kecamatan di Sinjai Utara ada 6, yakni kelurahan Balangnipa. Kelurahan lappa. Kelurahan Biringere. Kelurahan Bongki. Kelurahan Alehanuae dan Kelurahan lamattirilau. Objek wisata yang terkenal di Kecamatan Sinjai Utara adalah Benteng Balangnipa, benteng tersebut adalah peninggalan Belanda. Benteng Balangnipa mirip dengan Benteng Roterdam di makassar, hanya ukuran Benteng Balangnipa kecil di bandingkan dengan Benteng Rotterdam, kemudian objek wisata yang terkenal lainnya adalah Batu Pake Gojeng. Objek wisata Budaya purbakalan dan wisata Kuliner di Pelelangan ikan Lappa. Penanaman Pohon Penanaman pohon untuk penghijauan di ibu Kota Sinjai, intensif dilaksanakan pada tahun 2007 sampai dengan tahun 2012, leading sector penanaman pohon pada waktu itu kantor lingkungan hidup Program Studi Administrasi Publik Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pemeliharaan Penghijauan Kota di Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai Mulawangsa1 & Nursaifullah2 dibantu dari Dinas kehutanan. Penanaman pohon secara massif pada waktu itu dalam rangka untuk merebut Piala Adipura yang sudah lama di nantikan Kabupaten Sinjai. Piala Adipura adalah penghargaan tertinggi kepada daerah yang telah berhasil menciptakan lingkungan yang bersih, asri dan Jadi persyaratan mendapatkan Piala Adipura adalah bersih dan teduh,keteduhan di sini adalah bagaimana pohon pohon yang banyak dalam kota, seperti di taman taman kota, hutan kota, di halaman sekolah, kantor halaman rumah, penduduk dan termasuk penanaman pohon pohon penghijauan dipinggir jalan, dari penanaman pohon tersebut merupakan salah satu konstribusi sehingga kabupaten Sinjai sudah empat kali mendapatkan penghargaan Adipura, yakni dua kali mendapatkan Sertifikat Adipura dan dua kali mendapatkan Piala Adipura. Piala Adipura adalah penghargaan tertinggi dalam pengelolaan kota. Sertifikat Adipura adalah penghargaan . ibawah Piala Adipur. Sertifikat Adipura didapatkan Sinjai pada tahun 2009, pada tahun berikut nya pada tahun 2010 mendapatkan Piala Adipura, selanjutnya pada tahun 2017 kembali mendapatkan Sertifikat Adipura, dan pada tahun 2019 kembali mendapatkan Piala Adipura. Kebijakan Penanaman Pohon Pada tahun 2008 ada kebijakan dari Bupati Sinjai Andi Rudianto Asapa yang mewajibkan setiap Pegawai Negeri Sipil untuk menanam pohon penghijauan, penanaman pohon tersebut diklasifikaiskan berdasarkan golongan/esolan yang dapat di lihat pada tabel dibawah: Tabel 1. Klasifikasi PNS yang wajib menanam pohon Eselon Jumlah Kewajiban Esolan Dua 25 Pohon Esolan Tiga 15 Pohon Esolan Empat 10 pohon Staff 5 Pohon Sumber: Kantor Lingkungan Hidup 2012 Dari tabel diatas,kewajiban penanaman pohon yang terbanyak adalah Esolan dua 25 pohon, selanjutnya esolan tiga 15 pohon, esolan empat 10 pohon dan terakhir staf berjumlah 5 pohon. Penanaman pohon diutamakan di tanam dipinggir pinggir ruas jalan yang ada dalam kota dengan memakai sungkup . pengaman tanaman dari ternak, kewajiban penanaman pohon tersebut diharapkan berhasil dengan ketentuan, satu pohon yang mati akan di denda mengganti lima pohon, sehingga di harapkan semua lahan kosong di ruas-ruas pinggir jalan khususnya dalam kota pada empat kelurahan, yakni Kelurahan Lappa. Balangnipa. Biringere, dan Bongki, di padati oleh Pemeliharaan pohon yang ditanam dalam waktu tersebut, berdasarkan data dari kantor statistik (Sinjai Dalam Angka tahun 2. yang diolah oleh penulis, dari perkiraan jumlah PNS yang berada di ibu Kota Sinjai pada waktu tersebut dapat dilihat Tabel dibawah ini: Program Studi Administrasi Publik Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo p-ISSN : 2301-7058 | e-ISSN : 2798-1843 Vol 13. No. Juni 2022 Tabel 2 Jumlah Pohon Yang Ditanam PNS Eselon Jumlah Pohon Yang Ditanam 20 Orang 500 POHON 70 Orag 500 POHON 140 Orang 400 POHON STAF 1 Orang 000 POHON Sumber: Data yang diolah Dari Tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa perkiraan pohon yang ditanam pada waktu 2008 s/d 2012 yang di tanam 7. 950 pohon,kemudian di tambah yang ditanam oleh masyarakat,pelajar dan mahasiswa, maka dapat di perkirakan pohon yang di tanam kurang lebih 000 pohon, dengan jumlah pohon sebesar itu, hampir seluruh ruas pinggir jalan di Ibu Kota Sinjai di tanam pohon, bahkan karena ruas-ruas jalan di pinggir jalan sudah di penuhi oleh pohon, maka penanaman pohon melebar ke pinggir pinggir kota, seperti di kelurahan Samataring Kecamatan Sinjai Timur dan Tanassang di kelurahan Alehanuae. Jenis Pohon yang Ditanam Dari observasi yang di lakukan, jenis jenis pohon penghijauan yang di tanam kebanyakan Terambesi (Kihuja. karena salah satu pohon penghijauan terbaik, pertumbuhan cepat, batangnya besar dan bentangan kanopinya lebar dan mampu menyerop 28 ton CO2 pertahunnya. Pohon ini cocok di tanam di sekitar taman kota atau di lapangan yang lebar. Hanya saja kekurangan pohon ini memakan tempat yang banyak, jaringan akar pohon terlalu besar dan mengjangkau jalan atau bangunan, pohon selanjutnya adalah pohon mahoni yang cocok untuk penghijauan di sekolah, jalan raya atau lingkungan perumahan pertumbuhan cepat dan mudah perawatan, kayunya dapat di manfaatkan untuk perabotan rumah tangga karena kuat. Hanya kekurangannya, kotorannya yang banyak berupa daun dan biji dan harus rajin membersihkannya. Pohon selanjutnya yang tumbuh dalam lokasi penelitian adalah Ansana. Pohon ini juga cocok untuk penghijauan di jalan jalan besar perkotaan. Pohon selanjutnya adalah pohon beringin dan pohon pohon penghijauan lainnya. Partisipasi Masyarakat dalam Pemeliharaan Pohon Di ibu kota Kabupaten Sinjai, penanaman pohon dilakukan secara intensif dilaksanakan dalam waktu 2008-2012 di seluruh ruas jalan ibukota yang di pelopori oleh PNS, setelah itu tidak ada lagi penanaman pohon secara signifikan, setelah adanya penanaman intensif tahun 2008-2012, maka masyarakat hanya diharapkan untuk memelihara pohon yang sudah ada,tetapi kenyataannya partisipasi tersebut sangat kurang. Dari hasil observasi penulis yang di lakukan pada tanggal 16 Juni 2019 pada beberapa ruas jalan, pada lokasi penelitian di Ibu Kota Sinjai. Kelurahan Lappa. Kelurahan Balangnipa. Kelurahan Bongki dan Kelurahan Biringere, kepadatan pohon pada ruas-ruas jalan Program Studi Administrasi Publik Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pemeliharaan Penghijauan Kota di Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai Mulawangsa1 & Nursaifullah2 tersebut sangat memperihatinkan, yang dulunya tahun 2008-2012 pohon sangat padat dan rimbun, pada saat observasi sudah banyak yang di tebang atau mati. Seperti pada Jalan Wolter Monginsidi yang dulunya padat di tanami pohon di pinggir kiri dan kanan jalan, kondisinya pohon sudah banyak di tebang oleh warga. Pada Jalan Halim Perdana Kusuma hampir juga kita temukan tidak ada pohon yang berdiri di sisi kiri kanan jalan, padahal jalan tersebut sudah beberapa kali di programkan penanaman pohon pada jalan tersebut, itu membuktikan tingkat partisipasi masyarakat sangat rendah dalam pemeliharaan pohon. Pohon pohon yang di tebang atau pangkas setelah pohon itu tumbuh besar, seperti di jalan Petta Rani. Jalan Cakalang, jalan Sungai Tangka. Jalan Cokroaminoto. Jalan Ahmad Yani. Jalan Abdul Latif. Jalan Amanagappa dan jalanjalan lainnya. Adapun jalan-jalan yang masih ada pohonnya dan masih dipertahankan seperti contohnya Jalan Teuku Umar. Jalan Persatuan Raya di depan Pasar Sentral Sinjai, namun sudah di pangkas sebagian rantingnya karena ada kabel listrik diatasnya. Alasan Masyarakat dalam Penebangan Pohon Kalau dibandingkan jumlah pohon yang ditanam yang sempat tumbuh besar pada waktu 20072012 yang di tanam pada pinggir jalan, sisi kiri dan kanan pada ibu Kota Sinjai, di bandingkan pada saat observasi, maka diperkirakan sudah lebih 50 % yang mati karena berbagai sebab. Ada yang mati karena tumbang oleh angin kencang atau mati karena penyakit dan juga disebabkan oleh perbuatan manusia, dan ini yang paling banyak, sengaja di tebang dengan berbagai alasan. Mengingat pohon pohon yang ada dalam Ibu Kota Sinjai, sudah cukup besar, memang perlu dilakukan pemangkasan secara rutin, masyarakat berharap agar instansi terkait rutin keliling melihat pohon yang membahayakan dan perlu di pangkas atau di benahi, jangan nanti ada musibah baru bertindak, dari uraian tersebut diatas,maka ada beberapa alasan mengapa masyarakat menebang pohon yang ada dipinggir jalan: Adanya kabel listrik diatas pohon, disamping adanya gangguan pemadaman listrik, juga dapat membahayakan warga kalau musim hujan. Adanya kekewatiran ditimpa pohon pada saat adanya angin kencang. Merepotkan membersihkan halaman setiap hari, karena adanya kotoran/sampah dari daun, biji dan ranting ranting yang berjatuhan dari pohon. Pohon besar seperti trambesi bisa merusak bangunan dan jalanan, karena akarnya yang besar. Akibat dari daun yang jatuh diatas atap seng, seng cepat keropos dan lambat laun menjadi bocor. Pohon dianggap menghalangi sinar matahari untuk di pakai menjemur hasil laut dan bumi. KESIMPULAN Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam memelihara pohon penghijauan yang sudah ada dipinggir jalan dalam Ibu Kota Sinjai, sangat rendah diperkirakan Program Studi Administrasi Publik Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo p-ISSN : 2301-7058 | e-ISSN : 2798-1843 Vol 13. No. Juni 2022 ada lebih 50% pohon penghijauan dalam kota yang sudah hilang/rusak, yang ditanam dalam waktu 2007-2019 yang disebabkan mati secara alamiah atau di tebang oleh masyarakat. Adapun motif masyarakat menebang pohon penghijauan yang sudah ada di pinggir jalan dalam Ibu Kota Sinjai, disebabkan beberapa hal seperti adanya kabel listrik diatas pohon, khawatir ditimpa pohon kalau ada angin kencang, merepotkan membersihkan kotoran dari pohon, akar pohon yang besar yang merusak bangunan, daun yang jatuh di atap seng yang membuat seng bocor, dan pohon yang di anggap menghalangi sinar matahari yang menjemur hasil bumi dan laut. DAFTAR PUSTAKA