https://dinastirev. org/JIHHP Vol. No. Maret 2023 DOI: https://doi. org/10. 38035/jihhp. Received: 29 Februari 2024. Revised: 17 Maret 2024. Publish: 24 Maret 2024 https://creativecommons. org/licenses/by/4. Politik Kreatif Ala Presiden Jokowi (Analisis Berdasarkan Habitus. Modal dan Ranah Perspektif Pierre Felix Bourdie. Mario Venerial Umbu Zerri1. Norbertus Jegalus2. Oktovianus Kosat3. Herman Punda Panda4 Fakultas Filsafat UNWIRA. Kupang. Indonesia, mariozerri05@gmail. Fakultas Filsafat UNWIRA. Kupang. Indonesia, norbertus2306@gmail. Fakultas Filsafat UNWIRA. Kupang. Indonesia, kosatkote11@gmail. Fakultas Filsafat UNWIRA. Kupang. Indonesia, hermanpanda02@gmail. Corresponding Author: mariozerri05@gmail. Abstract: Creative politics is one of the best choices for leaders, especially in Indonesia, in winning public trust. Creative politics is one of the means to convey political messages. This shows that creative politics has its own distinctiveness and uniqueness. President Jokowi also used creative politics during his reign. The object of this research is President Jokowi's creative politics. The aim is to find out the peculiarities of creative politics carried out by President Jokowi. The method used is literature and assisted by important data from online The basic theory used is the concept of habitus, capital and field perspective of Pierre Felix Bourdieu. So the title of this research is "Creative Politics of President Jokowi (Analysis Based on Habitus. Capital and Field Perspective of Pierre Bourdie. From this study it was found that Jokowi can do politics creatively because he has the ability to interpret or read the situation well. With this ability. Jokowi can convey political messages Keyword: Creative Politics. Jokowi. Habitus. Capital. Field Abstrak: Politik kreatif menjadi salah satu pilihan terbaik bagi para pemimpin khususnya di Indonesia dalam memenangkan kepercayaan masyarakat. Politik kreatif menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan pesan-pesan politik. Hal ini menunjukkan bahwa politik kreatif memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri. Presiden Jokowi juga menggunakan politik kreatif selama masa pemerintahannya. Objek penelitian ini adalah politik kreatif Presiden Jokowi. Tujuannya untuk mengetahui kekhasan dari politik kreatif yang dilakukan oleh Presiden Jokowi. Metode yang digunakan adalah kepustakaan dan dibantu dengan data-data yang penting dari berita online. Teori dasar yang digunakan adalah konsep habitus, modal dan ranah perspektif Pierre Felix Bourdieu. Maka judul penelitian ini adalah AuPolitik Kreatif 241 | P a g e https://dinastirev. org/JIHHP Vol. No. Maret 2023 Presiden Jokowi (Analisis Berdasarkan Habitus. Modal dan Ranah Perspektif Pierre Bourdie. Ay. Dari penelitian ini ditemukan bahwa Jokowi dapat berpolitik secara kreatif karena memiliki kemampuan menafsir atau membaca situasi secara baik. Dengan kemampuan tersebut. Jokowi bisa menyampaikan pesan-pesan politik secara kreatif. Kata Kunci: Politik Kreatif. Jokowi. Habitus. Modal. Ranah PENDAHULUAN Politik kreatif menjadi salah satu cara yang sering digunakan oleh setiap pemimpin agar dapat mendapat simpati rakyat. Politik kreatif juga menjadi salah satu sarana untuk membangun kepercayaan dalam diri masyarakat terhadap seorang pemimpin. Dalam sejarah perpolitikan di Indonesia. Presiden Jokowi menjadi salah satu pemimpin negara yang paling populer di kalangan masyarakat. Presiden Jokowi telah mendapatkan banyak penghargaan selama menjabat dua periode. Hal ini tentu tidak terlepas dari dedikasi dan pengabdiannya yang total demi kesejahteraan rakyat dan kemajuan negara. Jokowi juga dikenal sebagai pemimpin yang memiliki kedekatan dengan rakyat, kedudukannya sebagai presiden tidak membuatnya mengambil jarak. Dalam berbagai kesempatan. Jokowi selalu terlihat membaur akrab dengan masyarakat. Dalam membangun keakraban tersebut. Jokowi melakukannya secara merata mulai dari anak-anak sampai orang tua. Blusukan di pasar-pasar tradisional dan bermain sepak bola dengan anak-anak merupakan dua kegiatan yang sering dilakukan Presiden Jokowi. Dari kenyataan tersebut, peneliti merasa tertarik untuk meneliti lebih jauh alasan mengapa Jokowi selalu memilih blusukan ke pasar-pasar tradisional dan senang bermain sepak bola bersama anak-anak. Dalam penelitiannya pada 2019. Lisma Linda menemukan bahwa untuk dapat menerbitkan sebuah tulisan secara cepat dan mudah maka seorang penulis harus memiliki nama baik atau prestise karena telah menulis banyak buku. Reputasi menjadi modal bagi seorang penulis sehingga penerbit akan cepat menanggapi permintaan untuk menerbitkan (Lisma Linda, 2019: . Mega Mustika Sari, dkk. dalam penelitiannya mengkritik pemahaman tentang ranah yang diberikan Bourdieu. Dengan mengatakan bahwa ranah menjadi tempat persaingan dan memperebutkan kekuasaan. Bourdieu dianggap mengerdilkan aktivitas kehidupan manusia hanya sebatas pada usaha mempertahankan kekuasaan semata. (Mega Mustika Sari. Arlin, 2023: . Sementara Haerussaleh dan Nuril Huda menemukan bahwa sikap sederhana dan tidak mewah dapat menjadi modal simbolik bagi seseorang untuk terus memastikan kekuasaan yang berlangsung berada dalam posisi Sikap sederhana membangkitkan citra yang baik sehingga kekuasaan bisa terus (Haerussaleh & Nuril Huda, 2021: . Kemudian. Muhammad Farid menemukan bahwa konsep-konsep Bourdieu tentang habitus, modal dan ranah memiliki keterkaitan satu sama lain sehingga dapat menghasilkan suatu praktik sosial di Kampung Budaya Piji Wetan. Praktik sosial tersebut kemudian menjadi sebuah kebiasaan yang hidup dalam masyarakat tersebut. (Muhammad Farid, 2021: . Muhammad Rizki, dkk. 2023 menemukan bahwa habitus atau kebiasaan yang dimiliki oleh pegawai BUMG Blang Krueng tidak terbentuk secara otomatis atau alamiah. Habitus yang ada itu merupakan hasil dari pertemuan dan penyesuaian terhadap praktik sosial masyarakat sekitar perusahaan atau lembaga tersebut. (Muhammad Rizki. Khairulyadi, 2023: . Sejalan dengan itu. Everhard Markiano juga menemukan bahwa habitus dalam diri seseorang akan terbentuk sesuai ranah tempat ia tinggal. Seseorang harus mampu mengalami perubahan habitus terus-menerus agar bisa bertahan dalam suatu ranah tertentu. (Everhard Markiano Solissa, 2018: . Berbeda dari beberapa penelitian di atas, dalam penelitian ini yang ingin diteliti adalah politik kreatif Presiden Jokowi. Melalui artikel ini, penulis mencoba untuk 242 | P a g e https://dinastirev. org/JIHHP Vol. No. Maret 2023 menguraikan tentang politik kreatif yang diterapkan Presiden Jokowi dalam masa Politik kreatif tersebut dianalisis berdasarkan konsep habitus, modal dan ranah perspektif Pierre Bourdieu. Memang ketiga konsep tersebut sebenarnya merupakan komposisi untuk menghasilkan suatu praktik kekerasan simbolik/symbolic violence, namun penulis sama sekali tidak bermaksud mengarah pada pemahaman seperti itu. Ketiga konsep Bourdieu tersebut hanya dijadikan alat oleh penulis untuk membedah dan menganalisis politik kreatif yang dijalankan oleh Presiden Jokowi. Konsep-konsep tersebut membantu penulis dalam menemukan cara dan kekhasan berpolitik Presiden Jokowi. METODE Metode penelitian yang digunakan adalah kepustakaan. Penelitian kepustakaan merupakan suatu metode penelitian dengan cara pengumpulan berbagai data, informasi, teori dengan melakukan pembedahan terhadap buku, literatur, catatan serta referensi ilmiah lainnya yang berkaitan dengan pertanyaan yang ingin dijawab dalam penelitian bersangkutan. (Milya Sari & Asmendri, 2020: . Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis menurut Miles. Hubernan dan Saldana. Ketiganya mengatakan bahwa teknik analisis data dibagi dalam tiga tahapan. Pertama, kondensasi data merupakan tahapan awal untuk memilih, menyederhanakan dan memusatkan data yang akan digunakan. Tahap kedua adalah tampilan data, merupakan suatu proses penunjukan data yang telah dipusatkan dan kumpulan informasi sebagai rujukan untuk menarik kesimpulan dan menindaklanjuti analisis terhadap data yang telah dipilih. Ketiga, penarikan kesimpulan untuk menentukan jawaban dari persoalan yang (Feny Rita Fiantika. Mohammad Wasil. Sri Jumiyati. Leli Honesti. Sri Wahyuni. Erland Mouw. Jonata. Imam Mashudi. Nur Hasanah. Anita Maharani. Kusmayra Ambarwati. Resty Noflidaputri. Nuryami, 2022: . Dalam penelitian ini, pertama-tama peneliti mengumpulkan berbagai informasi dari internet tentang kegiatan politik yang dijalankan oleh Jokowi selama masa jabatannya. Dari data-data yang ada, peneliti memilih dan memusatkan penelitian pada dua cara berpolitik yang dilakukan Jokowi yakni blusukan di pasar-pasar tradisional dan bermain sepak bola bersama anak-anak. Kemudian data tersebut diuraikan dengan bantuan beberapa penelitian terdahulu sehingga peneliti mempunyai rujukan yang dapat Pada akhirnya peneliti akan menganalisisnya dengan menggunakan teori Pierre Bourdieu untuk menemukan tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Habitus. Modal dan Ranah Perspektif Pierre Bourdieu Pierre Bourdieu lahir di Denguin, sebuah kota kecil di kawasan pedesaan Byarn Barat Daya Prancis. Ia lahir pada tanggal 1 Agustus 1930. Bourdieu berasal dari keluarga menengah ke bawah. Ayahnya adalah seorang pegawai pos. Karena berasal dari keluarga menengah ke bawah, maka masa kecil Bourdieu banyak dihabiskannya bersama dengan anak-anak petani, pekerja pabrik dan selalu memakai dialog lokal yang kental. Bourdieu menikah pada tahun 1962 dengan Marie-Claire Brizard. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak laki-laki. Pada usia senjanya. Pierre Bourdieu mengalami sakit kanker yang dideritanya cukup lama. Hingga pada akhirnya. Bourdieu meninggal dunia pada 23 Januari 2002. (Fashri, 2014: . Ayah Bourdieu adalah seorang petani kecil yang kemudian bekerja menjadi pegawai pos dan mendapatkan sedikit pendidikan formal. Sang ayah mendorong Bourdieu kecil untuk mendapatkan kesempatan pendidikan paling bagus yang ada di Prancis. Bourdieu pun mengikuti keinginan ayahnya. (Bourdieu, 2020: . Ia mengawali karir pendidikannya dengan belajar di Lycye (Sekolah Menengah Ata. di Pau. Atas bantuan gurunya yang adalah lulusan yOcole Normale Supyrieure. Bourdieu mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Lycye Louis-le-Grand di Paris . erupakan sekolah prestisius yang secara 243 | P a g e https://dinastirev. org/JIHHP Vol. No. Maret 2023 akademis lebih selekti. Pada tahun 1951. Bourdieu melanjutkan pendidikannya ke salah satu institusi pendidikan elit di Paris, yOcole Normale Supyrieure. Di kampus itu, ia mempelajari filsafat lewat bimbingan pemikir marxis terkenal. Louis Althusser. (Bourdieu, 2020: . Habitus merupakan sebuah cara berada atau menempatkan diri yang memiliki proses yang panjang dan bersifat dinamis. Habitus memiliki fungsi sebagai sumber landasan atau acuan dalam melakukan kegiatan yang tersusun dan terencana. (Richard Harker. Cheelen Mahar, 1990: . Aristoteles mengartikan habitus sebagai sebuah keadaan yang tersusun secara alami dan otomatis dalam diri manusia. Dilihat dari kata Latinnya, habitus bisa diartikan sebagai suatu kebiasaan . , perlakuan diri yang rutin . dan dapat juga merujuk pada cara tubuh memposisikan diri secara otomatis. Sementara menurut pembacaan melalui logika dan ilmu pengetahuan, diksi habitus dipahami hanya sebagai pelengkap bagi satu benda atau entitas tertentu. (Fashri, 2014: . Habitus dianggap sebagai unsur yang tidak harus ada secara otomatis, hanya ada bila diperlukan atau diinginkan. Pengertian habitus menurut Bourdieu dapat dipahami melalui uraian berikut yang kemudian dijadikan sebagai ciri khas habitus. (Fashri, 2014: . Pertama, habitus meliputi aspek intelektual maupun perasaan yang terungkap melalui suatu sikap atau cara Sikap atau disposisi di sini dimengerti dalam tiga makna yang berbeda, yakni . merupakan kesimpulan dari perlakuan yang memerintah. merujuk pada cara mengada, dan . sebagai faktor yang mempengaruhi kecenderungan seseorang, keinginan, atau seperti memiliki orientasi. Apa yang diketahui dan dirasakan oleh seseorang mengenai suatu habitus tertentu dinyatakan melalui cara menempatkan diri atau bersikap. Kedua, habitus adalah sebuah sistem tersusun rapi yang terbentuk dalam sejarah tertentu dan keteraturan tersebut kemudian bisa mengatur sesuatu yang lain lagi. (Fashri, 2014: . Habitus dalam pemahaman Bourdieu memiliki kekuatan untuk membentuk dunia sosial, tergantung pada apa yang menjadi kepentingan dari masing-masing individu atau kelas Habitus juga pada saat tertentu dapat dibentuk oleh kondisi sosial yang sama apabila keadaan atau situasi sosial atau kelas memaksa demikian. Ketiga, habitus merupakan hasil dari sebuah sejarah. Di sinilah Bourdieu menolak pemahaman yang mengatakan bahwa habitus merupakan kodrat alamiah yang tak terelakkan dan hanya merupakan pelengkap bagi Bourdieu mengatakan bahwa habitus merupakan kesimpulan dari komposisi antara pengetahuan dan penyebarluasan pengetahuan tersebut terhadap pribadi atau masyarakat. Apa yang telah dikenal dan dipraktikkan oleh masyarakat tersebut secara turun-temurun akan dilakukan terus secara otomatis dan di luar kesadaran sehingga menjadi bagian yang spontan dalam kehidupan setiap hari. (Fashri, 2014: . Terdapat banyak pengertian yang diberikan Bourdieu tentang modal. Definisi modal bisa saja menyangkut berbagai hal fisik . ang bernilai simboli. dan berbagai alat atau kualitas Ayang tak tersentuhA, tetapi mempunyai keterkaitan yang banyak dan bermacammacam. Modal Ayang tak tersentuhA namun memiliki pengaruh yang signifikan terhadap suatu praktik sosial ialah seperti memiliki nama baik . , berprestasi, memiliki kedudukan yang tinggi dalam suatu organisasi . aik dalam masyarakat atau dalam pemerintaha. dan berstatus sosial yang tinggi. Bagi Bourdieu, modal berperan sebagai sebuah relasi sosial yang terdapat di dalam suatu sistem pertukaran. Modal menjadi sebuah kekuatan yang dimiliki hanya oleh orang-orang tertentu saja sehingga menjadi satu hal yang diperebutkan dalam suatu realitas kehidupan bersama. (Richard Harker. Cheelen Mahar, 1990: . Modal juga merujuk pada modal ekonomi, sosial, budaya maupun pendidikan. Apabila modal menjadi sesuatu yang diperjuangkan oleh masing-masing individu atau kelompok, maka modal sebenarnya memiliki sifat dapat dipertukarkan. Dalam hal ini, modal yang ingin dimiliki merupakan suatu dorongan berdasarkan kepentingan yang ada. Bila modal yang ingin dicapai merupakan tuntutan demi memperoleh suatu pengakuan akan 244 | P a g e https://dinastirev. org/JIHHP Vol. No. Maret 2023 kedudukan atau prestise tertentu, maka modal yang mendukung itu akan diusahakan untuk Dan cara untuk memperolehnya bisa dilakukan melalui pertukaran modal dengan orang atau kelas yang telah terlebih dahulu memiliki prestise bersangkutan. Agar dapat dipandang sebagai seseorang atau kelas yang berstatus tinggi dan mempunyai reputasi, berarti ia harus dipandang dan diakui sebagai yang memiliki kewibawaan dan memiliki kewenangan yang juga sah. Kedudukan seperti ini menimbulkan suatu kewibawaan dalam diri seseorang untuk menentukan identitas orang lain atau kelompok tertentu, berhak untuk memberikan pendapat mengatasnamakan kepentingan bersama dan yang terpenting, kemampuan untuk melahirkan sebuah sistem sosial yang legal bagi dirinya dan kelompok yang terikat (Richard Harker. Cheelen Mahar, 1990: . Ranah merupakan sebuah lingkungan sosial yang memiliki susunan atau bagianbagian yang teratur. Dalam sebuah ruang sosial tersebut selalu terdapat persaingan memperebutkan modal, sehingga ada kelompok atau objek yang didominasi dan ada yang Ada suatu kesenjangan relasi yang tetap dan otomatis yang berlangsung di Pada saat yang sama menjadi ruang berbagai macam aktor yang berjuang untuk mentransformasikan dan melestarikan ranah ini. Dalam ranah semua orang akan masuk dalam sebuah persaingan untuk mempertaruhkan kekuatan yang dimilikinya demi memperoleh apa yang diinginkan. Perolehan tersebut kemudian akan menjadi penentu kedudukan seseorang dalam suatu lingkungan sosial, kemudian akan muncul strategi atau siasat untuk mempertahankan atau memajukan kedudukannya. (Fashri, 2014: . Arena sebagai tempat terjadinya pertarungan adalah ruang bersaingnya kelebihan atau kualitas-kualitas tertentu. Ada beberapa agen yang memang terlahir secara alami dalam suatu pertarungan karena memang ia berasal dari dalam ranah bersangkutan, sehingga secara otomatis ia akan terlibat di dalamnya. Medan perjuangan dipahami sebagai medan kekuatan. Ia menjadi tempat perjuangan antarindividu, antarkelompok. Orang masuk ke dalam permainan biasanya tidak dengan suatu tindak penuh kesadaran, individu-individu sudah dilahirkan di dalam lingkungan yang penuh persaingan sehingga tidak ada pilihan lain selain terlibat di dalamnya. (Haryatmoko, 2016: . Politik Kreatif Presiden Jokowi Objek dari penelitian ini adalah politik kreatif yang dilakukan oleh Presiden Jokowi, yakni kegiatan blusukan yang sering dilakukan di pasar-pasar tradisional dan bermain sepak bola yang sering dilakukan bersama anak-anak. Presiden Jokowi telah menjalani masa jabatan sebagai presiden selama dua periode. Perjalanan karir politik selama kurang lebih 10 tahun berlalu tentu memiliki banyak cerita yang tak lepas dari dukungan dan pujian, juga penolakan dan hinaan. Berhadapan dengan situasi dan kondisi yang demikian, tentu diperlukan sesuatu yang baru dan menyegarkan bagi seorang Jokowi agar tetap eksis. Willem Zevenbergen mengartikan politik sebagai hasil komposisi dari dua unsur, yakni seni dan ilmu. Menurutnya, suatu politik yang berjalan secara lincah dan tidak kaku di tengah masyarakat merupakan akibat dari adanya unsur seni yang dipraktikkan. Unsur kesenian dalam politik seperti ini sering mendapat tanggapan berdasarkan perasaan, tidak dengan pikiran dan akal sehat. (Semma, 2008: . Setiap pergerakan politik dinilai masyarakat sebagai hal yang membawa kebahagiaan serta menyentuh hati tanpa mempersoalkan apakah masuk akal atau tidak. Seorang pemimpin tentu akan terus berjuang mempertahankan reputasinya. Demikian halnya dengan Presiden Jokowi, melakukan berbagai gerakan politik yang kreatif demi menarik rasa simpati dan kepercayaan dari masyarakat. Nietzsche, dalam pemikirannya tentang kehendak untuk berkuasa mengatakan bahwa manusia mesti memiliki kemampuan untuk menafsir agar bisa berkuasa. Dengan adanya kemampuan menafsir, manusia dapat 245 | P a g e https://dinastirev. org/JIHHP Vol. No. Maret 2023 memberi nilai terhadap realitas, mengatur atau memberi arah terhadap kenyataan yang ada. (Wattimena, 2012: . Kelebihan dalam menafsir atau membaca situasi politik tentu sangat berpengaruh dalam mengambil suatu kebijakan. Dengan adanya upaya menerjemahkan atau menganalisis suatu pergolakan politik secara tepat, tentu dapat menghasilkan suatu strategi atau siasat yang dapat menarik dukungan banyak pihak. Politik Kreatif Gaya Blusukan Gaya berpolitik kreatif Jokowi yang cukup sering dilakukan adalah blusukan dan bermain sepak bola. Selama menjabat sebagai Gubernur DKI hingga menjabat sebagai presiden. Jokowi telah melakukan banyak blusukan . aik di pasar, rumah warga atau pemukiman lainny. Seperti yang terjadi pada tanggal 1 Maret 2019. Jokowi bersama istrinya blusukan di Pasar Sentral Gorontalo. Agenda sebenarnya adalah kunjungan kerja di Gorontalo, namun Jokowi menggunakan waktu yang ada sebelum kegiatan resmi dimulai untuk melakukan blusukan. (Setya, 2. Bahkan dalam masa pandemi Covid-19, diberitakan bahwa Jokowi tetap melakukan blusukan. Di tengah lonjakan pandemi pada Juli 2021. Jokowi melakukan blusukan pada malam hari di beberapa titik yang berbeda, yakni RS Darurat Corona Asrama Haji. Rusun Pasar Rumput dan Kampung Sunter. Jakarta Utara. (Rizqo,2. Gaya blusukan seperti ini tentu memiliki efek bagi performa Jokowi selama masa jabatannya sebagai presiden. Salman, dalam penelitiannya menyatakan bahwa blusukan menjadi pola komunikasi politik yang dibangun oleh Jokowi yang mana dapat membangun komunikasi jarak dekat dengan masyarakat. (Salman, 2013: . Pola komunikasi semacam ini tentu membuat masyarakat merasa memiliki kedekatan dengan Jokowi, sehingga setiap kebijakan yang dikeluarkannya mendapat respon positif dari masyarakat. Sementara A. Zulkarnain dan Syamsuddin Haris menemukan bahwa gaya blusukan Jokowi dalam penerapannya kepada masyarakat membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan semua keluhan dan kebutuhan secara bebas dan terbuka. (A. Zulkarnain & Syamsuddin Haris, 2017: 1. Cara seperti ini juga menjadi kesempatan bagi Jokowi untuk menyaksikan secara langsung bagaimana kondisi yang dialami oleh masyarakat. Politik Kreatif Melalui Sepak Bola Selain kebiasaan blusukan, bermain sepak bola juga menjadi salah satu kebiasaan baru Presiden Jokowi selama menjabat sebagai pimpinan negara. Dalam banyak kesempatan. Jokowi diberitakan bermain sepak bola. Sepak bola menjadi salah satu cabang olahraga yang diminati oleh hampir semua kalangan, baik anak-anak sampai orang tua. Maka bermain sepak bola tentu menjadi suatu pola baru bagi Jokowi untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat akan kepeduliannya terhadap perkembangan sepak bola di Indonesia. Pada November 2023. Jokowi bermain sepak bola di Biak. Papua. Dalam kesempatan tersebut. Jokowi memuji kemampuan dan bakat yang ada dalam diri anak-anak Papua. Beliau juga menegaskan pentingnya pembinaan dan pelatihan sejak dini dengan tetap memperhatikan stamina anak-anak agar tetap terjaga. (Dhf/tsa, 2. Dengan bermain sepak bola bersama anak-anak Papua. Jokowi menunjukkan suatu bentuk pendekatan yang. Kehadiran dan keterlibatan seorang presiden dalam permainan sepak bola bersama anak-anak tentu akan menumbuhkan semangat dan harapan dalam diri anak-anak demi perkembangan sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik. Kiki Esa Perdana dan Robby Rachman Nurdiantara, dalam hasil penelitiannya menemukan bahwa sepak bola menjadi salah satu permainan yang memiliki banyak peminat dan pendukung sehingga dapat menjadi sarana untuk menarik banyak dukungan dan simpatisan. (Kiki Esa Perdana & Robby Rachman Nurdiantara, 2021: Di tengah gencarnya persoalan penolakan Timnas Israel untuk berlaga di Indonesia. Jokowi malah membangun suatu gaya berpolitik kreatif yang baru yakni bermain sepak bola. Dengan cara seperti ini, tentu generasi muda Indonesia merasa tidak kehilangan harapan akan keadaan sepak bola di Indonesia karena mendapat dukungan dari presiden. Bahkan, ketika 246 | P a g e https://dinastirev. org/JIHHP Vol. No. Maret 2023 sedang hujan pun Presiden Jokowi tetap bermain sepak bola. Hal ini terjadi di Sleman, meskipun dalam cuaca hujan namun Jokowi tetap bermain sepak bola bersama anak-anak dari beberapa sekolah sepak bola (SSB). (Rusiana, 2. Sikap seperti ini tentu memberi kesan tersendiri bagi anak-anak yang terlibat dalam permainan tersebut dan juga bagi masyarakat yang menyaksikannya. Membaurnya Jokowi dengan anak-anak dalam suatu permainan sepak bola juga mengandung kode atau pernyataan politik bahwa pemerintah akan tetap memperhatikan masa depan sepak bola Indonesia. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Kiki Esa Perdana, yang menemukan bahwa sepak bola menjadi wadah baru bagi para elit politik untuk menjalankan aksi politiknya. (Kiki Esa Perdana, 2021: . Politik Kreatif Jokowi Ditinjau dari Perspektif Bourdieu Berikut akan diuraikan dengan jelas bagaimana gaya blusukan dijadikan Jokowi sebagai sebuah politik kreatif yang baru. Uraian ini akan menggunakan konsep habitus, modal dan ranah sebagaimana dijelaskan di atas. Dari penjelasan di bawah ini, maka dapat dilihat bagaimana kemampuan menafsir yang dimiliki Jokowi dalam masa Berdasarkan Habitus Habitus dalam pandangan Bourdieu di atas selalu merujuk pada adanya suatu kebiasaan atau pola hidup yang lahir beriringan dengan sejarah. Habitus tidak hadir begitu saja secara otomatis, namun tumbuh dalam setiap individu dalam kebersamaannya dengan Demikian halnya praktik blusukan yang selama ini dijalankan oleh Jokowi, merupakan suatu kebiasaan berpolitik secara baru. Jokowi sering kali melakukan blusukan, tidak sama seperti pemimpin sebelumnya. Hal ini juga disampaikan oleh Jusuf Kalla dalam suatu wawancara. Beliau memuji Jokowi yang selalu melakukan blusukan di banyak tempat. (Rzr/fra, 2. Politik kreatif dengan cara blusukan terus dilakukan Jokowi karena ada suatu hasil dan kesan yang positif dari masyarakat yang mengalami pertemuan langsung dengan Salah satu respon positif datang dari seorang warga bernama Dauri, yang menyampaikan harapannya agar kelak Presiden Jokowi punya kesempatan lagi untuk melakukan blusukan. (Liputan6. com, 2. Atas tanggapan dan hasil yang positif itu, maka blusukan menjadi suatu kebiasaan baru dalam politik kreatif Jokowi. Di sini nampak bahwa Jokowi mampu membaca peluang yang ada, yakni memiliki suatu kebiasaan baru dalam berpolitik yang ditemukannya. Sepanjang sejarah perpolitikan di Indonesia, baru pada pemerintahan Jokowi terdapat suatu kebiasaan di mana seorang presiden melakukan blusukan sesering mungkin. Hal ini membuktikan bahwa politik kreatif dengan cara blusukan merupakan sebuah habitus/kebiasaan baru yang muncul tidak secara alamiah tetapi hadir dalam suatu proses sejarah perpolitikan di Indonesia. Sebagaimana blusukan menjadi suatu habitus baru dalam sejarah perpolitikan di Indonesia, demikian halnya dengan bermain sepak bola. Jokowi menjadikan sepak bola sebagai sebuah gaya berpolitik yang baru, menjadi suatu kebiasaan baru yang diterapkan dalam pemerintahannya. Habitus dalam pemahaman yang diberikan Bourdieu merupakan suatu sikap atau pendirian yang diciptakan melalui suatu seni, yang mana sikap tersebut dibangun dalam sebuah proses yang sedang berjalan. Walaupun tercipta melalui sebuah seni, namun selalu dalam batas-batas tertentu. (Pierre Bourdieu, 2018: . Dengan bermain sepak bola. Jokowi membangun sebuah sikap atau pendirian mendukung kemajuan sepak bola Indonesia. Namun, sikap tersebut tidak ditunjukkan secara radikal seperti menuntut organisasi PSSI atau pelatih Timnas agar harus menjuarai berbagai ajang perlombaan sepak 247 | P a g e https://dinastirev. org/JIHHP Vol. No. Maret 2023 Jokowi mengetahui batas-batas tersebut, sehingga ia memulainya dengan sebuah cara yang halus yakni bermain sepak bola dengan anak-anak. Pada posisi ini maka tampaklah apa yang disebut Bourdieu tentang habitus, yakni merupakan struktur yang membentuk sekaligus dibentuk. Melihat adanya semangat yang hilang dalam diri generasi muda akan eksisnya sepak bola di Indonesia karena penolakan terhadap Timnas Israel. Jokowi membangun sebuah struktur atau kebiasaan baru yakni bermain sepak bola dengan anak-anak. Struktur atau kebiasaan baru yang dibangun Jokowi tersebut tanpa disadari juga telah membentuk sebuah struktur atau kebiasaan baru dalam diri anak-anak Indonesia. Anak-anak Indonesia dibentuk melalui kebiasaan baru tersebut agar tetap memiliki harapan dan tidak kehilangan semangat. Berdasarkan Modal Konsep modal dalam pemikiran Bourdieu mencakup dua unsur, yakni modal tersentuh dan modal tak tersentuh. Yang dimaksud dengan modal tersentuh atau fisik ialah kepemilikan berbagai barang, uang dan berbagai bentuk kekayaan lainnya. Sementara yang dimaksud sebagai modal tak tersentuh, secara konkrit ada pada kepemilikan kedudukan sosial dalam suatu masyarakat, prestise sosial dan berbagai posisi kehormatan lainnya. Modal yang ada pada Jokowi dan yang amat mencolok adalah kedudukannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Kedudukan sebagai orang nomor 1 di Indonesia membawa keuntungan tersendiri bagi Jokowi. Seperti dijelaskan di atas, modal menjadi suatu hal yang diperebutkan dan diperjuangkan oleh siapa saja dalam suatu ranah tertentu. Dalam hal ini, kedudukan sebagai presiden juga merupakan suatu modal yang diinginkan oleh banyak orang . eperti diinginkan oleh 3 pasangan capres-cawapres dalam Pemilu 14 Februari 2. Kedudukan sebagai presiden menjadi modal bagi Jokowi untuk melakukan blusukan ke mana saja dan kapan saja pada seluruh daerah di Indonesia. Sebagai seorang Presiden Republik Indonesia, semua daerah atau tempat di Indonesia berhak dijadikan sebagai tempat blusukan oleh beliau. Di sini juga nampak bahwa Jokowi memiliki kemampuan yang baik dan jeli dalam melihat realitas yang ada, yakni kedudukannya sebagai presiden menjadi modal baginya untuk melakukan blusukan. Tidak hanya sampai di situ saja. Menjelang pesta demokrasi pada Pemilu 14 Februari 2024, maka Jokowi sebenarnya telah menetapkan suatu standar bagi siapa saja yang akan melanjutkan estafet pemerintahannya nanti. Jika ingin mendapat rasa hormat dan kedekatan dengan masyarakat Indonesia, maka blusukan menjadi salah satu gaya politik kreatif yang perlu dipraktikkan. Dalam pemikirannya tentang modal. Bourdieu tidak hanya berbicara mengenai modal yang terlihat dan tak tersentuh tetapi juga berbicara tentang modal simbolik. Modal simbolik merupakan kekuatan yang dimiliki berdasarkan komposisi dari harga diri, martabat, capaian, kinerja yang baik, kehormatan, yang mana semuanya itu tercipta melalui suatu dialog atau pertemuan antara pengenalan dan pengetahuan. (Nanang Krisdinanto, 2014: . Selama masa jabatannya dalam dua periode. Jokowi telah mendapat banyak penghargaan dan kehormatan atas berbagai capaiannya. Semua itu merupakan modal simbolik yang dimiliki beliau yang dihasilkan karena adanya pengetahuan dan pengenalan yang baik akan kebutuhan Demikian halnya dengan aksinya yang baru dalam bermain sepak bola, merupakan suatu bentuk tanggapan Jokowi atas kebutuhan masyarakat khususnya generasi Keterlibatan Jokowi dalam berbagai permainan sepak bola bersama anak-anak akan menciptakan modal simbolik baginya, karena tentu muncul rasa hormat dan kesan yang baik dalam hati masyarakat. Aksi bermain sepak bola itu sendiri menjadi modal simbolik atau kekuatan bagi Jokowi dalam menegaskan posisinya sebagai pemimpin yang peka terhadap situasi dan kondisi masyarakat. Berdasarkan Ranah/Arena 248 | P a g e https://dinastirev. org/JIHHP Vol. No. Maret 2023 Konsep ranah sebenarnya berkaitan erat dengan habitus dan modal. Di dalam sebuah ranah terjadi suatu perjuangan memperebutkan berbagai modal yang ada dengan suatu habitus tertentu demi mempertahankan atau memenangkan posisi yang diinginkan. (Haryatmoko, 2016: . Dalam kebiasaannya melakukan blusukan. Jokowi selalu melakukannya di berbagai tempat. Dari berbagai blusukan yang dilakukan, pasar tradisional menjadi arena yang paling banyak dikunjungi. Alasan paling kuat bagi Jokowi dalam menjadikan pasar tradisional sebagai tempat blusukan ialah untuk mengecek dan mengontrol harga barang menjelang bulan Ramadhan. (Yanwardhana, 2. Pemilihan pasar tradisional sebagai tempat paling banyak dikunjungi dengan alasan tersebut merupakan suatu cara berpolitik yang kreatif juga. Pasar tradisional menjadi pusat ekonomi seluruh masyarakat, terlebih masyarakat menengah ke bawah. Tentu lebih banyak masyarakat tertarik untuk mengunjungi pasar tradisional karena harganya yang murah, bisa melakukan negosiasi harga, mudah berkomunikasi dengan penjual dan yang paling penting menikmati produksi dalam negeri dan membantu mengembangkan ekonomi masyarakat kecil yang merupakan (Angkasawati & Devi Milasari, 2021: . Pemilihan pasar tradisional sebagai arena yang sering dikunjungi juga menjadi suatu bentuk pilihan yang tepat bagi Jokowi. Ketika mengunjungi pasar tradisional untuk memastikan harga barang menjelang Ramadhan, maka secara otomatis masyarakat kecil akan merasa diperhatikan secara khusus dalam memperoleh hak untuk membeli barang sesuai harga yang seharusnya. Pasar tradisional juga menjadi pusat perekonomian sebagian besar masyarakat kecil, sehingga dalam blusukan yang dilakukan Jokowi akan nampak bagaimana kedekatannya dengan rakyat kecil sangat dirasakan. Tentu akan muncul tanggapan positif dari masyarakat bahwa dengan melakukan blusukan di pasar-pasar tradisional, maka Jokowi sebenarnya telah berupaya memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat melalui pengontrolan harga barang secara terus-menerus. Pada posisi ini sekali lagi dapat dilihat bagaimana Jokowi mampu menafsir atau memberi arti baru terhadap cara berpolitik kreatif yang baru dengan melakukan blusukan di pasar tradisional. Berkaitan dengan arena. Bourdieu berbicara juga tentang arena kultural. Dalam arena seperti itu yang menjadi pijakan atau prinsip adalah keyakinan yang khas mengenai penciptaan sebuah kreasi baru yang mengandung nilai sosial yang tinggi. (Bourdieu, 2010: Dalam berbagai kesempatan bermain sepak bola. Jokowi lebih banyak melakukannya bersama anak-anak. Memilih anak-anak sebagai teman untuk bermain sepak bola tentu bukan tanpa alasan. Anak-anak merupakan harapan dan masa depan bangsa. Maka dalam suatu arena sepak bola, harus dibangun keyakinan yang kuat dalam diri anak-anak bahwa mereka punya kemampuan dan potensi yang baik. Dengan memilih anak-anak sebagai teman dalam bermain sepak bola. Jokowi sebenarnya berjuang untuk menanamkan keyakinan dan kepercayaan sebagai nilai yang utama dalam diri anak-anak. Gaya politik baru melalui sepak bola menjadi arena bagi Jokowi untuk menyampaikan pesan politik tentang pentingnya kepercayaan dalam memperjuangkan sesuatu. Dan keyakinan seperti itu harus dibangun sejak dini, dibiasakan sejak masih anak-anak. Sama halnya ketika bermain sepak bola bersama anak-anak di Papua. Jokowi menunjukkan sikap solidaritas yakni bahwa semua anak di seluruh Indonesia punya bakat dan kemampuan yang baik. Maka dari itu, perekrutan pemain Timnas tidak melulu merujuk pada anak-anak di sekitar Pulau Jawa tetapi juga anak-anak dari belahan Timur Indonesia. Pada posisi ini juga Jokowi menyampaikan satu pesan politik mengenai pentingnya perlakuan yang sama dan merata bagi anak-anak di seluruh Indonesia akan hak mereka. Perlakuan seperti ini tentu akan membangun kesadaran dalam diri anakanak Papua bahwa mereka juga merupakan bagian utuh dari NKRI. KESIMPULAN 249 | P a g e https://dinastirev. org/JIHHP Vol. No. Maret 2023 Seorang pemimpin negara memiliki tanggung jawab yang besar dalam menjamin kesejahteraan dan keadilan negaranya. Negara Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang kaya akan suku, agama, bahasa dan budaya. Keberagaman tersebut menuntut pemimpin untuk mampu memimpin secara adil, merata serta dapat memastikan bahwa masyarakat benar-benar merasakan dampak positif dari setiap kebijakan yang diterapkan. Adanya suatu kemampuan menafsir atau membaca situasi dan kondisi secara baik merupakan salah satu keunggulan yang diperlukan oleh seorang pemimpin. Kegiatan blusukan dan bermain sepak bola merupakan bukti kepekaan Jokowi dalam memahami situasi sesungguhnya yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Namun, kemampuan menafsir yang baik bukan satu-satunya ukuran menjadi seorang pemimpin yang bijaksana. Kemampuan tersebut sama sekali tidak mampu menutupi kehendak dalam diri manusia untuk terus Dalam menjalani masa akhir jabatannya. Jokowi menunjukkan suatu sikap kepemimpinan yang menyimpang dari etika demokrasi. Proses demokrasi yang seharusnya berjalan dalam pengontrolan dan pengendalian rakyat sepenuhnya dilumpuhkan oleh Jokowi. Menjelang kontestasi pemilihan capre-cawapres, beliau justru mengintervensi proses demokrasi dengan menghalalkan segala cara agar anaknya Gibran Rakabuming Raka layak menjadi cawapres. Banyak pihak menilai tindakan tersebut sebagai bentuk penodaan terhadap hakikat demokrasi di Indonesia. Demokrasi yang seharusnya merupakan pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat direduksi menjadi politik dinasti demi melanggengkan kekuasaan. Kita berpijak di bumi demokrasi, maka etika tertinggi sesungguhnya adalah demokrasi bukan REFERENSI