DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra. Vol. No. 1, 2024 Copyright A the author. Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman melalui Media Buku Cerita Bergambar pada Siswa Kelas IV SDN 46 Matarin Kecamatan Basse Sangtempe Kabupaten Luwu Asmiati1 Ardhy Supraba2 Hermini3 Muhammad Hasby4 1234Cokroaminoto Palopo University 1asmiati@gmail. 2ardhysupraba90@uncp. 3miniparjas@gmail. 4Muhammadhasby70@gmail. Abstrak Membaca pemahaman merupakan proses pemahaman bacaan yang dapat berfokus pada keterampilan untuk memahami dan mengeksplorasi isi teks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil peningkatan kemampuan membaca pemahaman peserta didik menggunakan media buku cerita bergambar siswa kelas IV SDN 46 Matarin Kecamatan Basse Sangtempe Kabupaten Luwu. Jenis penelitian ini adalah penelitian Tindakan kelas (PTK) melalui 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN 46 Matarin melalui media buku cerita bergambar. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa yang dapat diketahui pada siklus I nilai rata-rata kemampuan membaca pemahaman siswa yaitu 62,6 kategori cukup dengan persentase ketuntasan sebesar 35,29%, kemudian mengalami peningkatan pada siklus II dengan nilai rata-rata kemampuan membaca pemahaman siswa yaitu 83,2 kategori baik dengan persentase ketuntasan sebesar 94,11%. Dengan demikian, melalui media buku cerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN 46 Matarin Kecamatan Basse Sangtempe Kabupaten Luwu. Kata kunci: kemampuan membaca pemahaman, media buku cerita bergambar Pendahuluan Proses pembelajaran membaca dan memahami teks di sekolah dasar memegang peranan yang sangat penting dalam pembelajaran. Kemampuan membaca dan memahami umumnya terdapat pada setiap mata pelajaran. Pemahaman bacaan merupakan dasar pengajaran. Siswa dengan kemampuan membaca dan memahami dapat dengan mudah menyerap ilmu dan pengetahuan yang telah tersimpan dalam sebuah buku dan media tulis lainnya. Salah satu jenis membaca yang efektif diajarkan mulai dari sekolah dasar adalah membaca pemahaman. Tahara . menyatakan bahwa membaca pemahaman adalah proses menemukan makna yang dapat dikaitkan dengan pengetahuan dan pembelajaran yang dimiliki oleh pembaca dan dapat dikaitkan dengan isi yang dibaca. Kemampuan membaca dapat dicapai dengan mengimbangi kemampuan pemahaman, sehingga dapat dikatakan bahwa pembaca memperoleh kompetensi membaca. Dengan demikian, membaca pemahaman adalah proses pemahaman bacaan yang dapat berfokus pada keterampilan untuk memahami dan mengeksplorasi isi teks. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SDN 46 Matarin https://dmi-journals. org/deiktis/index Vol. No. 1, 2024 ISSN 2807-7504 diketahui bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa masih rendah. Hal ini dibuktikan melalui nilai rata-rata siswa kelas IV pada kemampuan membaca pemahaman sebagian besar berada di bawah nilai KKM. Dengan demikian, penelitian ini mencoba mengatasi permasalahan ini dengan berupaya meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa melalui media buku cerita bergambar. Sementara itu. Masithah . mengatakan bahwa membaca pemahaman atau reading comprehension adalah suatu bentuk kegiatan membaca yang tujuan utamanya adalah untuk memahami isi pesan dalam teks. Pemahaman bacaan menekankan pada penguasaan isi bacaan, bukan bacaan yang baik, cepat atau lambat. Konsep yang sama dikemukakan oleh Ambarita dkk . bahwa membaca pemahaman ialah salah satu keterampilan yang harus dikembangkan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang informasi yang selalu berubah. Membaca pemahaman memiliki tujuan yakni pembaca dapat memperoleh makna dari isi teks yang dibaca. Pendapat tersebut senada dengan konsep yang dikemukakan oleh Isfihananti . bahwa membaca pemahaman merupakan proses aktif memperoleh makna dengan menghubungkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki pembaca dan isi teks. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa membaca pemahaman yaitu kegiatan membaca yang dilakukan oleh seseorang untuk memahami seluruh isi bacaan. Lebih lanjut. Alfu & Yati . mengemukakan bahwa buku cerita adalah buku yang berisi cerita yang menceritakan bagaimana suatu peristiwa terjadi. Disisi lain Adipta dkk . mengungkapkan bahwa buku cerita bergambar ialah buku yang didalamnya terdapat gambar dan kata-kata, tidak sendiri-sendiri tetapi saling bergantung satu sama lain untuk membentuk satu kesatuan cerita. Ungkapan ini mengandung pengertian bahwa buku cerita adalah buku yang memuat pesan melalui ilustrasi berupa gambar dan teks. Pendapat tersebut diperkuat oleh konsep yang dikemukakan oleh Wulandari . bahwa buku bergambar merupakan buku yang menggabungkan cerita dan gambar. Kedua elemen ini bersatu untuk membuat cerita Seringkali buku bergambar dimaksudkan untuk memotivasi kecintaan terhadap buku. Selain cerita dalam kata-kata harus menarik, buku juga perlu memiliki gambar untuk membangkitkan minat membaca siswa. Untuk anak usia sekolah dasar, memilih menggunakan buku cerita bergambar merupakan pilihan yang tepat karena pada usia ini anak masih menyukai cerita dan gambar yang berwarna-warni. Tema cerita bergambar juga sering dikaitkan dengan pengalaman pribadi sehingga pembaca dapat dengan mudah mengenali dirinya melalui perasaan dan tindakannya melalui kepribadian tokoh utama. Metode Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas melalui 4 tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN 46 Matarin Kecamatan Basse Sangtempe Kabupaten Luwu sebanyak 17 siswa. Instrumen penelitian berupa tes dan lembar observasi. Hasil Pada siklus I, hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan hasil kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN 46 Matarin Kecamatan Basse Sangtempe Kabupaten Luwu tergolong belum tuntas dengan perolehan nilai rata-rata siswa sebesar 62,6 dan berada pada kategori cukup. Penyajian nilai rata-rata DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra ISSN 2807-7504 kemampuan membaca pemahaman siswa pada siklus I dapat dilihat dalam tabel Tabel 1. Nilai Statistik deskriptif hasil kemampuan membaca pemahaman siswa pada Statistik Nilai Statistik Subyek Nilai rata-rata . Nilai tertinggi . Nilai terendah . Jumlah siswa yang tuntas Jumlah siswa yang belum tuntas Persentase ketuntasan siswa 35,29% Sumber: Hasil data penelitian setelah diolah . Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa dari 17 sampel diperoleh nilai ratarata hasil kemampuan membaca pemahaman siswa sebesar 62,6 kategori cukup. Nilai hasil belajar tertinggi yang diperoleh siswa adalah 80 kategori baik, sedangkan nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 45 kategori kurang. Tidak ada siswa yang memperoleh nilai 100 sebagai nilai maksimum. Jumlah siswa yang tuntas sebanyak 6 orang, sedangkan yang belum tuntas sebanyak 11 orang. Persentase ketuntasan siswa sebesar 35,29%. Pada siklus II, hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan hasil kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN 46 Matarin Kecamatan Basse Sangtempe Kabupaten Luwu tergolong tuntas dan mengalami peningkatan dengan perolehan nilai rata-rata siswa sebesar 83,2 dan berada pada kategori baik. Penyajian nilai rata-rata kemampuan membaca pemahaman siswa pada siklus II dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 2. Nilai Statistik deskriptif hasil kemampuan membaca pemahaman siswa pada siklus II Statistik Nilai Statistik Subyek Nilai rata-rata . Nilai tertinggi . Nilai terendah . Jumlah siswa yang tuntas Jumlah siswa yang belum tuntas Persentase ketuntasan siswa 94,11% Sumber: Hasil data penelitian setelah diolah . Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa dari 17 sampel diperoleh nilai ratarata hasil kemampuan membaca pemahaman siswa sebesar 83,2 kategori baik. Nilai hasil belajar tertinggi yang diperoleh siswa adalah 95 kategori sangat baik, sedangkan nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 70 kategori cukup. Tidak ada siswa yang memperoleh nilai 100 sebagai nilai maksimum. Jumlah siswa yang tuntas sebanyak 16 orang, sedangkan yang belum tuntas hanya 1 orang. Persentase ketuntasan siswa sebesar 94,11%. Vol. No. 1, 2024 ISSN 2807-7504 Pembahasan Pembelajaran membaca merupakan salah satu materi yang diajarkan pada siswa sekolah dasar. Pemahaman bacaan merupakan dasar pengajaran membaca. Siswa dengan kemampuan membaca dan memahami dapat dengan mudah menyerap ilmu dan pengetahuan dengan baik. Hal ini sejalan dengan pendapat Tahara . yang menyatakan bahwa membaca pemahaman adalah proses menemukan makna yang dapat dikaitkan dengan pengetahuan dan pembelajaran yang dimiliki oleh pembaca dan dapat dikaitkan dengan isi yang dibaca. Kemampuan membaca dapat dicapai dengan mengimbangi kemampuan pemahaman, sehingga dapat dikatakan bahwa pembaca memperoleh kompetensi membaca. Dengan demikian, membaca pemahaman adalah proses pemahaman bacaan yang dapat berfokus pada keterampilan untuk memahami dan mengeksplorasi isi teks. Kegiatan pembelajaran membaca pemahaman pada penelitian ini menerapkan media buku cerita bergambar. Terdapat lima langkah-langkah penggunaan media buku cerita bergambar yang dimulai dengan memilih gambar yang bagus dengan pemilihan warna yang menarik. menampilkan dan membagikan buku cerita bergambar kepada membimbing siswa membaca cerita. menyinkronkan cerita dengan gambar dan siswa menjawab pertanyaan yang diajukan. Setiap tahapan pembelajaran mengalami peningkatan dari segi hasil tes pelaksanaan tiap siklus. Adapun indikator hasil tes dari pelaksanaan siklus pertama hingga siklus kedua. Nilai rata-rata hasil tes membaca pemahaman siswa pada pelaksanaan siklus I sebesar 62,6 ketegori cukup dengan persentase ketuntasan yaitu 35,29%, kemudian mengalami peningkatan pada siklus II dengan nilai rata-rata sebesar 83,2 kategori baik dengan persentase ketuntasan sebesar 94,11%. Hasil penelitian ini juga didukung oleh beberapa penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh Arum . tentang peningkatan keterampilan membaca menggunakan media buku cerita bergambar pada siswa kelas 2 SDN 01 Tunggulsari Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran membaca dengan buku cerita dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas 2 SDN 01 Tunggulsari Surakarta. Temuan yang tidak jauh berbeda dilakukan oleh Tahara . yang berjudul peningkatan kemampuan membaca pemahaman menggunakan media cerita bergambar pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 SDN 149 Baku-Baku Kecamatan Malangke Barat. Hasil temuan mengungkapkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa kelas 4 SDN 149 Baku-Baku Kecamatan Malangke Barat meningkat ketika menggunakan media cerita bergambar. Simpulan Berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan media buku cerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN 46 Matarin Kecamatan Basse Sangtempe Kabupaten Luwu. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari segi hasil tes pelaksanaan tiap siklus yang menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa. Hal ini dibuktikan telah terjadi peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa yang dapat diketahui pada siklus I nilai rata-rata kemampuan membaca pemahaman siswa yaitu 62,6 kategori cukup dengan persentase ketuntasan sebesar 35,29%, kemudian mengalami peningkatan pada siklus II dengan nilai rata-rata kemampuan membaca pemahaman siswa yaitu 83,2 kategori baik dengan persentase ketuntasan sebesar 94,11%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa melalui media buku cerita bergambar dapat DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra ISSN 2807-7504 meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN 46 Matarin Kecamatan Basse Sangtempe Kabupaten Luwu. Daftar Pustaka