BOOK REVIEW Judul Penulis Penerbit Cetakan I Tebal 77teAcceleratd Leaming l{andbmk Dave Meier U.S.A., McGraw-Hill 2000 xxix + 274halamarr,termasukBibliografi dan Indeks Sistem Belajar Cepat dan Efektif Preliminary Remark Bukuyangditulis olehDaveMeierini munculantaralain terinspirasi oleh pengalamandi lapanganketika berlangsungsebuahpelatihan bagi para tratner di perusahaan semikonduktor terkemuka Amerika Serikat. Ketika itu ada salah seorang peserta pelatihan, David, yang harus meninggalkan kegiatan tersebut karena ada panggilan darurat via telpon bahwa dia harus menggantikan salah seorangpembicara yang berhalanganhadir pada prograrn orientasi satu minggu di tempat lain.Ia dianggap sebagaiorang yang paling mungkin menggantikan pembicara tersebut,padahal ia sama sekali belum punya persiapanbahan yang harus dipresentasikan,nisalnya handout M'aten yang hartrs dia sampaikan adalah tentang keselamatan kerja, yang merupakan tnateri terakhir, selamasatu setengahj*.Sebagai seorang pelatih, sambil berjalan menuju ke lokasi pelatihan ia membuat rencana. Ia ingat pada salah satu priruip dan Accelerated Leamtng, yakni "Ieamingis creaho4 not consumphbn." Ketika itu ia dihadapkan pada situasi peserta program yang sudah capeksetelahhampir satuminggu penuh mengikuti kegiatanorientasi.Untuk membuat "hidup" pesertaDavid meminta mereka berdiri dan membentuk kelompok empat-empat. Tim-tim tersebut disebar ke organisasi penyelenggara program selama 20 menit untuk menemukan sebanyak mungkin tentang keselamatankerja di tempat tersebut.Mereka diminta menemui para karyawan yang ada, menjelaskanmisinya serta meminta mereka bertanya tentang, misalnya, "Apa tip keselamatankerja terpenting yang bisa anda berikan kepada kami? Apa yang harus benar-benar kami Al-fmi'ah, Vol.40,No. L,lanuary-June2002 237 BookRnieu) awasi ketika sedang memproduksi semikonduktor di pabrik ini? Apa hal terburuk yang mungkin terjadi pada kami di pabrik ini?" David memberitahukan pesertauntuk mendapatkan sebanyakmungkin informasi selama20menit dan membawakembali hasil temuannyake tempatpelatihan untuk dibahas bersama.Kemudian tim tersebut kembali dari pencarian pengetahuannya(p. viii). Dua puluh menit kemudian para peserta pelatihan kembali dalam keadaanhidup, gembira, dan sangatjauh dari situasi j*rh setelahselama seminggu mengikuti program. Ketika masing-masingtim melaporkan hasil penemuannya, sangat sedikit yang harus dilakukan David, sebabmereka sudah mendiskusikan sendiri dan mengalami langsung tentang materi yang seharusnyaia sampaikan. Mereka merasa gembira ilan menganggap cara yang digunakan David sangatefektif. Waktu yang dihabiskan untuk materi pun sangatsingkat, yalni 50 menit, dari waktu yang disediakan,yakni satu setengahjam. Akhirnya, ia mendapat applause dari seluruh peserta dan mereka merekaberkomentar 'Inimerupalcanprerenbsi dapatkan satu mingga pelatilnn!'I Pengarangbuku ini adalah seorangDirektur dan CenterforAccelerated Leaming yang bermarkas di Iake Geneva Wisconsin, yakni sebuah organisasi yang dia dirikan pada tahun 1980.Sejak saat itu, ia aktif mengadakandan mengisi berbagai kegiatan pelatihan darr worlahopbagi kaum profesional di Amerika Utara dan luar negeri. Dengan demikian, ia sudah malang-melintang di bidang kepelatihan dan proses pembelajaran bagi para profesional di berbagai bidang. Dengan berbagai pengalaman itulah buku ini muncul. Berdasarkanpengalamanpengarangdalam bidang pembelajaran itulah kemudian ia menemukan adanya beberapaprinsip utama dalam Accelerated Learning (untuk kemudian disingkat AL), yaitu adanya keterlibatan peserta didik secaratotal dalam mengembangkanproses pembelajaran,belajarbukan merupakanpmyimpanan informasi pasif namun sebuahpenciptaanpengetahuansecaraaktif, kerjasamadi antara peserta didik sangatmeningkatkanprosesbelajar,berbagaikegiatanpembelajaran yang terpusat pada kegiatan seringkali lebih unggul ketimbang kegiatan yang terpusat pada presentasi,dan kegiatan pembelajaranyang terpusat pada kegiatandapat dirancang dengan sejumlahwaktu yang lebih efektif dibandingkan yang digunakan untuk meranclrngkegiatan yang terpusat pada presentasi.AL hanya mempunyai satutujuan, yakni untuk memperoleh hasil. Untuk mencapaihal ini, perlu adanyaruang untuk bercandadan ada 238 Al-lam{ah,Yol.CI,No. L,}anuary-}une2002 BookRnian ruang untuk serius ketika proses belajar berlangsung. AL berupaya mencampur kedua hal tersebut sehinggadapat meningkatkan belajar dan menghasilkanhasil yang sepositif mungkin. Menurutrya saatini terjadi pola pembelajaransesuaidengantuntutan dan kebutuhanbudaya metabolismeyang tinggi. Perubahanyang diperlukan bukan sekedarkosmetik, namun sistemik,bukan mekanistik, namun organik. Metode belajar konvmsional yang cenderung menggunakan pola pabrik, yakni mekanisasi,standarisasi,konbol ekstemaf penyeragaman(safuuntuk semua), pengkondisian yang behavioristik (membeo), fragmentasi, dan penekananpada format "saya bercerita anda mendengar" perlu segera diganti. Sekarang,pembelajaranadalah untuk membakar kekuatan mental dan psikologis secarapenuh untuk belpikir, mengatasimasalah,rnelakukan inovasi, dan belajar. Daya tahan dan kesehatanorang dan organisasi saat ini sangat tergantung pada kemampuannya belajar. Belajar bukan perilaku pengulangan dan sudah dibakukan, namun bagaimana belpikir, bertanya, mengeksplorasi,mencipta, dan tumbuh secaratetap (p. xii-xiii). Untuk maksud itulah, maka buku ini dibuat. Meier mengorganisasikaryanya ke dalam 7 bagiandan 25bab. Bagian I terdiri dari 3 Bab (p. 3-30), Bagian II berisi 2 Bab (p. 33-50),Bagian III berisi 5 Bab (p. 53-112),BagianIV terdiri dari 8 Bab (p. L17-176), Bagun V berisi 3 Bab (p. 179-208),Bagian VI berisi 2 Bab (p. 211,-2M),dan BagianVII terdiri dari 2 Bab (p. 237-245).Dua bagian pertama berisi pengantar tentang munculrrya wacana revolusi cara belajar (Ieaming revolutbn) dan pokokpokok pikirannya. Selain itu, bagian ini juga berisi kajian tentang proses belajar yang alami dengan mendasarkandiri pada hasil penelitian tentang hubungan otak dengan proses belajar. Bagranketiga berisi fase-fasedalam belajar,yakni mencakup persiapan,presentasi,praktik dan kinerja. Dua bagian berikutnya, yakni Bagian IV dan V, membahastentang peralatan dan teknik yang digunakan untuk mendukung proses belajar model AL. BagianvI berisi langkah-langkah praktis membuat desainpengajaransecara cepat.Bagianterakhir, BagianVII, berupakemungkinanpenerapanrevolusi carabelajarbagi para praktisi dan kelembagaanpendidikan. Revolusi Cara Belajar : Embrio Lahirnya AL Polapembelajaranmodel AL pada dasarnyamerupakanhal alamiah yang telah lama dikenal. Hanya saja,dalam konteks modem upaya untuk melakukan revolusi cara belajar dalam pendidikan dan pelatihan yang terstruktur, terutama dalam kebudayaanBarat, muncul dari adanya Al-lami'ah,Vol.4ONo. 1,January- fune2002 239 BookRaiew sejumlah pengaruh selama paruh kedua abad ke-20. Fenomena ini muncul antara lain dipicu oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Georgi Lozarrov, seorang psikiater asal Bulgaria.' Lozanov menemukan bahwa dengan membuat situasi santai bagi pasien penderita kejiwaan dengan musik Baroque dan memberinya sugesti positif tentang penyembukulnya, temyata banyak kemaiuan yang dicapai. Dia merasa bahwa masuk ke dalam kondisi kejiwaan lebih efektif dan mendalam hasilnya ketimbang hanya sekedar pada taraf kesadaran rasional. Kondisi yang demikian ini, menurutnya, juga cocok diterapkan dalam dunia pendidikan. Akhirnya, dengan sponsor dari pemerintah Bulgaria, dia melakukan penelitian tentang efek musik dan sugesti yang positif terhadap proses pembelajaran dengan menggunakan bahasa asing sebagai mata pelajaran. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa kombinasi antara musik, sugesti dan permainan yang bersifat anakanak memungkinkan peserta didik untuk belajar lebih cepat dan lebih efektif. Flasilpenelitian inikemudianbanyak diterapkan diberbagai r,ugur".t Selain dipicu oleh hasil penelitian Lozanov di atas, ada beberaPa faktor yang menyebabkan tumbuh dan berkembangnya filsafat, metode dan penerapan AL. Pertama, dalam kaiian ilmu kognitif modem, khususnya penelitian tentang otak dan cara belajar, ditemukan bahwa belajar tidak sekedan aspek kognitif dan verbal saja. Belajar yang paling baik adalah yang melibatkan emosi, seluruh tubuh, semua indera, dan seluruh kepribadian. I(dua, penelitian tentang pola belajar menunjukkan bahwa orang yangberbeda akanbelajardmgan cara yangberbeda pula dan adanya pola "safu untuk semua" sudah tidak relevan lagi. I(etiga, runtuhnya pandangan Newtonian, bahwa alam bekerja seperti mesin yang secara otomatis taat kepada proses independen,linear, dan tahap demi tahap, dan munculnya fisika quantum telah menimbulkan apresiasi baru bagi 'Hul it i terungkap dalam buku yang ditulis oleh Lynn Schroeder and Sheila Ostran{ea Superlearning yrrgterbit tahun l97&an. ?ada tahun 1970-anDonfthuster, dari Iowa StateUniversity,bersama Ray Bordon dan Charles Gritton mulai menerapkan metode ini dalam pengajaran di Sekolah Tingkat Menengah dan Universitbs dengan hasil positif. Tahun 1975 mereka mendirikan SALT (The Society for Accelerative Leaming and Teaching) dan mulai mengadakan berbagai kegiatan seperti konferensi intemasional bagi para profesoq,guru, dan pelatih dari seluruh dunia. Organisasi ini kemudian diganti namanya dengan IAL (The International Alliance for Learning) yang bermarkas di Amerika. D Inggris juga ada kelompok seruPa yang disebut SEAL (Society for Effective Affective Learning) dan di |erman berdiri DSGL (The German Society for Suggestopedic lbaching and Leaming)' 240 Al-lam{ah,Yol.40,No. L,}anuary- fune2002 BookRnian kesalinghubunganantar semuahal dan hakikat realitasyang tidak linear, tidak mekanis,kreatif, dan hidup. Keempat,adanyaevolusi secaragradua/ dari budaya yang didominasi oleh kaum pria menuju budaya yang menyeimbangkansensibilitaskaum pria dan wanita sehinggapendekatan pembelajarantebrhgentle, kolaboratif, dan mengasuh.I(elima menumnnya faham Behaviorismesebagaialiran psikologi yang dominan dalam konteks pembelajaran telah digantikan oleh keyakinan dan praktek proses belajar yang lebih humanis dan holistik. Keenam,adanya beberapagerakanyang muncul secaraparalel pada abad ke-20 tentang pendekatan dalam pendidikan dan prosespembelajaran,yakni GerakanSekolahProgresiftahun 1920-an,Gerakan Pendidikan Terpadu tahun l940-an, GerakanPendidikan Humanis mulai tahun 1950=an,dan Gerakan Sekolah Bebastahun 1960-an. Terakhir, kehquh, hakikat tempat bekerja dan budaya yang berubah secara konstan tentang metode pendidikan yang sudah kadaluwarsa dan perlu pendekatan-pendekatanaltematif (p. 45). Sejakitu, mulai berdiri berbagai lembaga yang memfokuskan perhatian pada pola pembelajaranAL." Menurut Meier, ada tujuh prinsip yangharus ada dalam AL. Pertama, belajar harus melibatkan seluruh pikiran dan tubuh. Belajar tidak sekedar milik "kepala" an sidt sebagaitempat berpikir, sadar,rasional, 'otak bagian kiri', dan verbaf namun juga harus melibatkan seluruh tubuh besertasernua emosi, indera, dan sarafnya.Kedua, belajar adalah sebuahproses.kreasi, bukan konsumsi. Pengetahuanbukan sesuatu yang diserap oleh peserta didik, nzunun sesuatu yang diciptakan olehnya. Karena itu, belajar terjadi ketika pembelajar memadukan antara pengetahuan dan ketrampilan ke dalam struktur yang ada dalam dirinya. Ketiga, kolaborasi membantu kegiatan belajar.Semuaprosesbelajar yang baik mempunyai basis sosial. Sebuahkomunitas belajar yang sejati selalq lebih baik untuk prosesbelajar ketimbang sekumpulan individu yang terpisah-pisah. Keempat, belajar berlangsung pada semuatingkatan secaraserentak.Belajarbukan persoalan menyerap hal-hal yang kecil secarasekuensial, namun menyerap banyak hal pada waktu yang sama. Kelima, proses belajar muncul dari kegiatan mengerjakanpekerjaan itu sendiri. Otut g mengalami prosesbelajar paling baik ketika dalam konte'ks.Orang belajar bagaimanaberenangdengan cara 'tafrun 1986 Mary ]ane Gill menghadiri workshop tentang AL di Lake Geneva, Wisconsin yang disponsori oleh Center for AcceleratedLeaming. Selainitu, pada tahun 1989 muncul jumal yang memusa&an perhatian pada konsep ini, yakni Journal of the American Society for Training and Development. Al-lnm{ah,Vol.40,No. 1,}anuary- June2002 241 BookRaiao langsung berenang,bagaimanamengelola (memanaj)dengancaralangsung mengelola, dan bagaimana bemyanyi dengan cara menyanyi. Keenam, emosi-emosiyang positif sangat meningkatkan proses belajar. Perasaan sangatmenentukankuditas dan kuantitas belajarseseorang.Perasaannegatif akan menghambat proses belajar, sementaraperasaan postif akan mempercepatprosesbelajar.Dan, ketujuh, otak menyerap informasi secara instan dan otomatis. sistem syaraf manusia lebih banyak berfungsi sebagai pemroseskesan (tmag4 ketimbang sebagaipemroseskata. Selain ketujuh prinsip terseb'ut,munculnya AL juga sebagai respon 'obat' dan dari berbagai penyakit yang menjangkiti dunia pendidikan di Dunia Barat. Menurut Meier, setidaknya ada tujuh penyakit pendidikan yang harus segeradisembuhkan. Ketujuh penyakit itu adalah faham puritanisme, sikap individualisme, pendidikan model pabrik, pemikiran ilmiah Barat, adanya pemisahan pikiran dan tubuh, dominasi kaum pria, dan munculnyabarangtercetak(p.t2-25).setelahmelakukandiagnosaatas kelujuh penyakit tersebut, Meier mencoba memberikan tawaran obatnya. Penyakitpuritanisme mempunyai gejalabahwa pendidikan cenderung bersifatserius,redup, kering, kaku, dan terpusatpada guru. Menurut kaum Furitan, belajar merupakan bentuk indoktrinasi, sehingga posisi pbndidik 'maha'tahu. Untuk mengobatipenyakit ini, ia Guru) sebagaiorang yang berpendapatbahwabelajaradalahsesuatuyang menyenangkan,mengasuh, dan terpusat pada peserta didtk (&ild