Transekonomika Ae Akuntansi Bisnis dan Keuangan Vol 1 No 2. Maret 2021 Pengaruh Fasilitas Kerja Terhadap Efektifitas Kerja Pegawai Ceria Aprilliana, 2Yohana Kartika, 3Ahmad Irvan Lubis, 4Resdi Dorlince Sianturi Program Magister Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Islam Sumatera Utara Article history Received: 12 Jan 2021 Revised: 20 Feb 2021 Accepted: 02 Mar 2021 *Corresponding Author: Ceria Aprilliana. Program Studi Magister Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Islam Sumatera Utara Email: ceriaaprilliana@gmail. Abstrak: Sebagai suatu kebutuhan yang keberadaannya sangat diperlukan, fasilitas akan memberikan kontribusi positif dalam rangka menjalankan suatu bidang usaha untuk mendapatkan manfaat bagi terselenggaranya berbagai macam aktivitas kerja yang dilakukan pegawai. Hal ini bertujuan agar berbagai sarana yang dibutuhkan pegawai dalam bekerja dapat tersedia secara maksimal. Penelitian ini dilakuakan dengan memberikan angket kepada 53 orang responden yang berasal dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, setiap responden menjawab 10 pertanyaan. Kemudian didapatkan hasil yaitu Variabel fasilitas kerja secara parsial tidak ada pengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai di Balai Diklat Pekerjaan Umum dan Perumahan. Kata Kunci : Pengaruh. Fasilitas Kerja. Efektifitas Kerja. Pegawai PENDAHULUAN Kelangsungan hidup dan pertumbuhan dari suatu perusahaan tidak hanya dapat ditentukan dan dinilai dari keberhasilan dalam pengelolaan keuangan, pemasaran serta produknya, tetapi juga dapat ditentukan dari pengelolaan sumber daya manusia (Handoko. Terlebih lagi dengan adanya fasilitas kerja berupa sarana dan prasarana yang diperlukan untuk membantu pegawai agar lebih mudah menyelesaikan pekerjaan sehingga dapat meningkatkan efektivitas kerjanya (Husnan, 2. Fasilitas kerja ini merupakan suatu bentuk pelayanan suatu instansi terhadap pegawai agar menunjang efektivitas kerja dalam memenuhi kebutuhan pegawai, sehingga dapat meningkatkan efektivitas kerja kerja pegawai. Adanya fasilitas kerja yang disediakan oleh instansi sangat mendukung pegawai dalam Fasilitas kerja tersebut sebagai alat atau sarana dan prasarana untuk membantu pegawai agar lebih mudah menyelesaikan pekerjaan dan pegawai akan bekerja lebih Fasilitas kerja memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai (Yuningshi, 2017. Syamsuri, 2. Sementara itu fenomena yang terjadi di Balai Diklat Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Wilayah I Medan bahwa fasilitas kerja yang tersedia kurang mendukung pegawai untuk mempermudah serta membantu dalam proses kerja pegawainya. Fenomena yang terjadi di Balai Diklat Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Wilayah I Medan diantaranya masih relatif lambatnya kemampuan pegawai dalam penyelesaian pekerjaan, dan masih belum sesuainya pekerjaan yang dikerjakan pegawai terhadap apa yang diperintahkan atasan. Maka tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh fasilitas kerja terhadap efektivitas kerja pegawai pegawai di Balai Diklat Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Wilayah I Medan. Ceria Aprilliana et al, 2021 METODE PENELITIAN Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian (Sugiyono, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai di Balai Pendidikan. Dengan teknik penarikan sampel secara total sampling, maka sampel dalam penelitian ini adalah 53 orang pegawai di Balai Pendidikan dan Pelatihan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat . orang pimpinan tertinggi dan peneliti tidak dilakukan penelitia. Dalam analisa data ini, peneliti akan menganalisis data penelitian secara deskriptif, baik itu data primer maupun data sekunder. HASIL DAN PEMBAHASAN Skor Angket Variabel Fasilitas Kerja Tabel 1. Skor Angket Variabel Fasilitas Kerja (X. ALTERNATIVE JAWABAN No. Jumlah Dari angket yang diberikan kepada 53 orang responden, setiap responden menjawab 10 pertanyaan. Maka penulis mentabulasi hasil jawaban angket untuk variabel fasilitas kerja, dengan rincian skor pada Tabel 1 diatas. Uji Validitas Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel (X. Nomor Soal r-hitung r-tabel Keterangan 0,646 Valid 0,772 0,271 0,271 0,756 0,271 Valid 0,687 0,271 Valid 0,713 0,271 Valid 0,726 0,271 Valid 0,436 0,271 Valid Valid Ceria Aprilliana et al, 2021 Nomor Soal r-hitung r-tabel Keterangan 0,657 0,271 Valid 0,731 0,271 Valid 0,607 0,271 Valid Pengujian validitas instrumen menggunakan Analyst Correlate Bivariate untuk mencari correlation coefficient dari Product Moment Pearson dengan SPSS. Kemudian dibandingkan dengan nilai r-tabel untuk = 0. 05 dengan derajat kebebasan . k = n-. sehingga didapat r-tabel. Untuk butir pernyataan dengan nilai koefisien korelasi r-hitung > rtabel maka butir pernyataan tersebut dinyatakan valid. Karena jumlah responden yang digunakan untuk uji validitas sebanyak 53 orang, maka nilai r-tabel dapat ditentukan dari: dk = n-2 = 53-2 = 51. Nilai r-tabel dengan dk = 51 adalah 0,271. Jadi, jika r-hitung > 0,271 maka item pertanyaan dinyatakan valid. Uji Reliabilitas Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Variable Cronbach's Alpha 0,845 0,859 0,895 0,838 N of Items Reliabilitas Status Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Berdasarkan tabel 3 diatas terlihat bahwa nilai Cronbach Alpha seluruh variabel berkisar antara 0 sampai 1 dan lebih cenderung mendekati angka 1, dengan demikian keseluruhan item dalam instrumen pengukuran dapat kategorikan sangat reliabel. Uji Normalitas Gambar 1. Normalitas Data Pada output SPSS seperti Gambar 1. diatas diketahui bagian normal P-P Plot of Regresion Standardized Residual, dapat dijelaskan bahwa data-data . itik-titi. cenderung lurus mengikuti garis diagonal sehingga data dalam penelitian ini cenderung berdistribusi Ceria Aprilliana et al, 2021 Uji Multikolinearitas Menurut Santoso . , pada umumnya jika VIF lebih besar dari 5, maka variabel bebas tersebut mempunyai persoalan multikolinearitas dengan variabel bebas Pada ouput SPSS bagian tabel Coefficient diatas, semua angka VIF berada diatas 5, hal ini menunjukan tidak terjadi multikolinearitas. Tabel 4. Uji Multikolinearitas Coefficientsa Unstandardized Standardized Model Coefficients Coefficients Std. Error Beta (Constan. 8,409 3,801 Kec_Intelektual ,298 ,098 ,306 Fas_Kerja ,055 ,096 ,058 Bud_Organisasi ,444 ,085 ,572 Dependent Variable: Efektivitas_Kerja Sig. 2,212 3,025 ,568 5,231 ,032 ,004 ,572 ,000 Collinearity Statistics Tolerance VIF ,627 ,614 ,537 1,594 1,630 1,863 Uji Heteroskedastisitas Pola Scatterplot seperti pada gambar dibawah, terlihat titk-titik menyebar secara acak, tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas, serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak dipakai Gambar 2. Uji Heteroskedastitas Analisis Regresi Liniear Berganda Untuk mempermudah dalam evaluasi data ini, maka penulis mencari nilai-nilai yang dibutuhkan dengan menggunakan perangkat lunak komputer yaitu program SPSS dengan hasil data seperti pada tabel 5. 12 diatas maka diperoleh hasil sebagai berikut: Y = 8,409 0,298 X1 0,055 X2 0,444 X3 A Pada persamaan diatas bahwa koefesien X2 (Fasilitas Kerj. memiliki nilai positif yaitu 0,055. Hal ini menunjukan bahwa variabel fasilitas kerja mempunyai pengaruh positif Ceria Aprilliana et al, 2021 terhadap Efektivitas Kerja di Balai Diklat Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Wilayah I Medan. Pengujian Simultan (Uji F) Pada tabel 5. dibawah terlihat bahwa nilai F-hitung adalah 35,572 dan nilai signifikansi 0,000. Dengan derajat bebasnya yaitu df1 = k Ae 1 = 4 Ae 1 = 3 dan df2 = N Ae k = 53 Ae 4 = 49, maka nilai F-tabel dengan tingkat kepercayaan 95% ( : 0,. adalah 2,79. Sehingga nilai F-hitung > F-tabel . ,572 > 2,. dan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak berarti hipotesis dalam penelitian ini yaitu bahwa Fasilitas Kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Efektivitas Kerja Pegawai dalam bekerja di Balai Diklat Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Wilayah I Medan. Tabel 5. Tabel Anova Model ANOVAa Sum of Squares Mean Square Regression 392,213 130,738 Residual 180,089 3,675 Total 572,302 Dependent Variable: Efektivitas_Kerja Predictors: (Constan. Bud_Organisasi. Kec_Intelektual. Fas_Kerja Sig. 35,572 ,000b Pengujian Parsial (Uji . Untuk mengetahui secara parsial pengaruh Fasilitas Kerja terhadap Efektivitas Kerjadalam bekerja dapat dilihat pada tabel 5. 15 diatas. Berdasarkan tabel tersebut diperoleh nilai t-hitung sebesar 0,568. Sedangkan nilai t-tabel pada tingkat kepercayaan 95% ( : 0,. adalah 2,009. Berdasarkan nilai t-hitung < t-tabel . ,568 < 2,. , maka dapat disimpulkan maka Ho diterima dan Ha ditolak, yang artinya variabel Fasilitas Kerja secara parsial tidak ada pengaruh signifikan terhadap Efektivitas Kerja di Balai Diklat Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Wilayah I Medan. Tabel 6. Hasil Uji Parsial Fasilitas Kerja Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Model Fas_Kerja Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta ,055 ,096 ,058 Sig. ,568 ,572 Collinearity Statistics Tolerance VIF ,614 1,630 Dependent Variable: Efektivitas_Kerja Sumber : Output SPSS, diolah 2020 Pengujian Koefisien Determinasi Pada Tabel 7 dibawah menunjukan nilai Adjusted R2 adalah 66,6% variabel Efektivitas Kerja dalam bekerja di Balai Diklat Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Wilayah I Ceria Aprilliana et al, 2021 Medan dapat dijelaskan oleh variabel Fasilitas Kerja sedangkan sisanya sebesar 33,4% tidak dilakukan dalam penelitian ini. Tabel 7. Model Summary Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,828a ,685 ,666 1,91710 Predictors: (Constan. Bud_Organisasi. Kec_Intelektual. Fas_Kerja Dependent Variable: Efektivitas_Kerja Sumber : Output SPSS, diolah 2020 KESIMPULAN Adapun yang menjadi kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : Variabel fasilitas kerja secara parsial tidak ada pengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai di Balai Diklat Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Wilayah I Medan. Nilai Adjusted R Square adalah 0,666 atau 66,6% yang artinya efektivitas kerja pegawai di Balai Diklat Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Wilayah I Medan dapat dijelaskan oleh variabel fasilitas kerja sedangkan sisanya sebesar 33,4% tidak dilakukan dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA