JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. 2 ,Desember 2024, pp:178-187 p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Doi : 10. 51903/kompak. n page 1 http://journal. id/index. php/kompak Determinan Kualitas Laporan Keuangan dengan Moderasi Permenkop UKM 13 Tahun 2015 Ni Putu Intan Milania1. Anantawikrama Tungga Atmadja2. Edy Sujana3 Universitas Pendidikan Ganesha. Singaraja, email: anantawikrama_t_atmadja@undiksha. email: edy. s@undiksha. email: milaniaintan17@gmail. ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: Received 24 Juni 2024 Received in revised form 13 November 2024 Accepted 22 November 2024 Available online 1 Desember 2024 The research conducted on this occasion was used by researchers to determine the influence of several variables which include: . understanding of accounting, . use of information technology, . HR competency on the quality of financial reports which in this research is moderated using implementation of the Minister of Cooperatives Regulation. This research has been supported by population data, namely all cooperatives in the Gianyar Regency area with data reaching 1,285 In carrying out the sampling process, this research used a purposive sampling technique, so that sample data was successfully obtained with a total of 171 cooperatives. The researchers have chosen a data collection technique using the process of distributing questionnaires. The data successfully obtained by the researchers will continue to be processed with the support of the SEM PLS version 0 application. The results of this research succeeded in providing proof that understanding accounting and also the use of information technology produces a positive and significant influence on the quality of financial reports, while the HR competency variable does not produce a significant influence on the quality of cooperative financial reports. Keywords: report quality, accounting, technology. Pendahuluan Perkembangan koperasi yang begitu pesat tentunya membutuhkan penyusunan laporan keuangan yang informatif agar dapat digunakan oleh pengguna laporan. Akan tetapi, permasalahan yang terjadi bahwa masih banyaknya koperasi yang belum melakukan kegiatan penyusunan dan juga pembuatan laporan keuangan yang mampu selaras dengan kaidah-kaidah atau standar akuntansi yang dipakai acuan yang wajib untuk dipatuhi. Banyak koperasi yang telah berkembang di Provinsi Bali. Sampai dengan Desember 2022 tercatat sejumlah 5. 394 koperasi yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di Bali. Dari jumlah tersebut Received Agustus 13, 20234 Revised November 13, 2024. Accepted November 22, 2024 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n tercatat sejumlah 1. 134 koperasi telah tidak aktif. Secara persentase, koperasi yang tidak aktif sebesar 21 persen dari keseluruhan koperasi yang ada di Bali. Mengacu pada perolehan data yang didapatkan sumbernya dari Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali yang memaparkan terkait kondisi atau keadaan perkembangan data lembaga koperasi yang ada di dalam tingkat provinsi sampai per 31 Desember Tahun 2021-2022, maka berhasil dalam hal ini didapatkan informasi bahwa terdapat peningkatan jumlah koperasi pada tahun 2022 dibandingkan tahun Jumlah koperasi aktif meningkat sebanyak 635 koperasi atau sebesar 17,5 persen dari tahun Akan tetapi, jumlah SHU yang diperoleh menurun signifikan mencapai angka Rp489. atau sebesar 65,3 persen dibandingkan tahun 2021. Kondisi ini berhasil memperlihatkan bahwa telah temukan adanya peningkatan banyaknya data jumlah koperasi yang masuk dalam penilaian yang aktif, namun kondisinya tanpa berhasil diimbangi dengan adanya peningkatan yang terjadi pada nilai jumlah SHU yang dihasilkan oleh lembaga koperasi dalam periode tertentu. Dimana dalam kondisi ini telah ditemukan adanya kasus atau fenomena yang dipicu atau disebabkan oleh munculnya permasalahan yang dialami secara oleh lembaga koperasi dimana salah satunya begitu rendahnya tingkat kualitas laporan keuangan yang dihasilkan oleh lembaga koperasi. Banyaknya koperasi tidak aktif terjadi karena dinilai lemahnya proses pengelolaan keuangan yang dalam hal ini dilakukan oleh para pihak pengurus lembaga koperasi dan proses pembuatan dan juga penyusunan laporan keuangan yang dilakukan menghasilkan hasil yang kurang memiliki kualitas. Dalam kondisi ini telah ditemukan adanya begitu banyak faktor yang telah memicu atau juga menjadi penyebab lembaga koperasi kondisi atau keadaannya menjadi sakit hingga pada akhirnya harus menerima keadaan atau kondisinya gulung tikar ialah hal ini dipicu mulai dari faktor yang sumbernya secara internal dan juga sumbernya secara eksternal. Pemahaman akuntansi dalam hal ini dinilai sebagai sesuatu yang dipahami atau mengerti pada mengenai bagaimana melakukan kegiatan proses akuntansi yang diawali dari melakukan proses atau tahapan pencatatan, melakukan proses atau tahapan pengklasifikasian, melakukan proses atau tahapan pengikthtisaran dan melakukan proses atau tahapan pelaporan transaksi yang ada hubungan atau kaitannya dengan keuangan usaha yang pada akhir melakukan proses atau tahapan ini menjadi laporan keuangan serta mampu dipakai menafsirkan hasilnya (Wiarti, 2. Pemahaman akuntansi yang dipunya oleh pegawai koperasi, maka dapat dipakai dalam mengoptimalkan tingkat kualitas laporan keuangan yang dihasilkan dengan cara melakukan pengaplikasian standar-standar akuntansi yang sudah ditetapkan sebelumnya. Teori agency dinilai sebagai adanya hubungan yang terjadi diantara 2 pihak yang ada di dalam perusahaan yang mencakup dari pihak yang sebagai pemilik . dan juga pihak yang sebagai manajemen . (Jensen & Meckling, 1. Dalam melakukan proses pelaporan keuangan koperasi, maka dalam hal ini pihak sebagai pengurus memiliki peran sebagai agen dengan memiliki kewajiban guna memberikan informasi yang mampu memiliki manfaat pada para pihak pengguna informasi keuangan yang dimana dalam hal ini ialah para anggota koperasi. Hubungan atau kaitan antara teori agensi dengan riset ini ialah bahwa pihak sebagai pengurus koperasi dijadikan sebagai agen yang memiliki kewajiban dalam memberikan laporan kepada pihak principal atau juga pada para anggota koperasi yang bentuk berupa laporan keuangan yang telah dihasilkan dengan memiliki kualitas. Riset yang diadakan dengan membahas mengenai pemahaman akuntansi yang dinilai mampu memberikan pengaruhnya pada kualitas laporan keuangan berhasil sudah sebelumnya dilaksanakan oleh Napisah & Vania . Vanilda . Utami et al. , . Amatiddiniyyah . , dan juga Meliani . yang berhasil memberikan pembuktian bahwa pemahaman akuntansi menampilkan pengaruhnya yang hasilnya memiliki nilai arah positif dan juga nilai arah signifikan pada kualitas laporan keuangan. Sementara riset yang diadakan oleh Atika et al. , . , dan juga Putri et al. , . sebaliknya menemukan pembuktian yang berlainan bahwa pemahaman akuntansi tanpa menampilkan pengaruhnya yang hasilnya memiliki nilai arah signifikan pada kualitas laporan keuangan. Selain variabel pemahaman akuntansi, maka diketahui saat ini teknologi informasi juga harus Kita ketahui bahwa saat ini dunia telah mengalami perkembangan dalam bidang teknologi, sehingga segala aspek telah berbasis teknologi. Diketahui bahwa teknologi informasi dinilai sebagai suatu teknologi yang mampu dipakai guna memudahkan dalam melakukan proses pengolahan data, memudahkan dalam memproses, memudahkan dalam mendapatkan, memudahkan dalam menyusun, memudahkan dalam menyimpan serta juga memudahkan dalam memanipulasi data guna pada akhirnya menghasilkan informasi yang memiliki tingkat kualitas, relevan, akurat dan juga mampu secara tepat waktu yang pada nantinya JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 178Ae187 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 informasi ini digunakan oleh para pihak pengguna yang memerlukan informasi ini guna sebagai acuan dalam menentukan dan juga mengambil keputusan (Meliani, 2. TAM mampu memberikan gambaran bahwa tingkat keyakinan dari pihak pengguna yang ada kaitan atau hubungannya tentang kegunaan dan kemudahan penggunaan ialah menjadi sebuah penentu paling utama dari tindakan atau sikap individu yang arahnya pada penerimaan dan juga penggunaan teknologi atau juga sistem tertentu, yang dimana pada pergantiannya mampu mampu memberikan penjelasan pada niat mereka guna memakai suatu teknologi (Davis, 1. Riset yang diadakan dengan membahas mengenai pemanfaatan teknologi informasi yang dinilai mampu memberikan pengaruhnya pada kualitas laporan keuangan berhasil sudah sebelumnya dilaksanakan oleh Mene . Biis et al . Meliani . , dan juga Hadis et al . yang memperoleh hasil bahwa yang berhasil memberikan pembuktian bahwa pemanfaatan teknologi informasi menampilkan pengaruhnya yang hasilnya memiliki nilai arah positif dan juga nilai arah signifikan pada kualitas laporan keuangan. Sementara riset yang diadakan oleh Avriyanti . dan Triwahyudi . sebaliknya menemukan pembuktian yang berlainan bahwa pemanfaatan teknologi informasi tanpa menampilkan pengaruhnya yang hasilnya memiliki nilai arah signifikan pada kualitas laporan keuangan. Selain teknologi, maka kompetensi SDM juga dinilai memiliki peran yang sangat esensial dalam membantu melakukan pembuatan dan juga penyusunan laporan keuangan yang memiliki kualitas yang baik. Dalam hal ini, maka dijelaskan bahwa SDM dianggap sebagai orang yang akan menggunakan teknologi memiliki peran yang cukup vital sebab apabila tanpa adanya dukungan dari SDM, maka sebaik apapun teknologi tanpa akan mampu dilakukan pross pengoperasian dengan baik. Keberadaan SDM dinilai penting sebab seluruh wewenang dan tanggungjawab berhubungan dengan SDM. Dijelaskan bahwa SDM yang berhasil memiliki pengetahuan dan juga memiliki pemahaman yang ada hubungan atau terkait tugas-tugasnya dalam menyelesaikannya dan juga menghasilkan hasil dalam bentuk laporan yang dalam hal ini telah mampu disiapkan dengan secara baik yang tepat pada waktunya (Rifany & Anik, 2. Resource-Based Theory merupakan model dasar penjelasan unggul yang menjelaskan bahwa kinerja suatu perusahaan dapat dijelaskan melalui cara sumber dayanya yang luar biasa dikelola. Teori ini juga mengungkapkan bahwa sumber daya yang baik yang ada di perusahaan akan mampu dipakai menunjang dan juga mendukung adanya peningkatan kinerja jangka panjang perusahaan serta akan mampu menjadikan perusahaan lebih mampu bersaing dan juga unggul dari para pihak pesaing atau kompetitornya (Barney. Riset yang diadakan dengan membahas mengenai kompetensi SDM yang dinilai mampu memberikan pengaruhnya pada kualitas laporan keuangan berhasil sudah sebelumnya dilaksanakan oleh Avriyanti . Pangestu et al . Rifany & Anik . Tengko et al . , dan juga Loveli et al . yang memperoleh hasil bahwa yang berhasil memberikan pembuktian bahwa SDM menampilkan pengaruhnya yang arahnya pada kualitas laporan keuangan. Sementara riset yang diadakan oleh Animah et al . , dan Hainil et al . yang menemukan bahwa SDM tanpa menampilkan pengaruhnya yang arahnya pada kualitas laporan keuangan. Semua lembaga koperasi dalam hal ini seharusnya mengimplementasikan Peraturan Menteri Koperasi ini guna dijadikan sebagai dasar dalam melakukan kegiatan pembuatan atau penyusunan laporan keuangan, sehingga pada akhirnya mampu memberikan hasil dalam bentuk laporan keuangan yang memiliki kualitasn yang lebih baik dan juga mampu secara informatif yang juga selaras dengan apa yang menjadi keinginan dan juga kebutuhan dari para pihak pengguna laporan ini. Begitu banyak hasil temuan yang ada pada masa sebelumnya yang telah melakukan risetn yang membahas secara langsung mengenai pengaplikasian Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah No. 13/Per/M. KUKM/IX/2015. Hasil temuan yang berhasil diraih oleh Rabbani et al . bahwa dalam hal ini laporan keuangan yang telah ditampilkan oleh pihak Kp JABAR ialah dalam bentuk berupa Neraca dan juga PHU dari jumlah keseluruhannya telah mampu disajikan dalam penilaian yang dinilai cukup baik. Dalam hal ini, maka Laporan keuangan Kp JABAR yang sudah ditampilkan masih belum mampu selaras dengan elemen atau komponen laporan keuangan yang seharusnya adanya yang berlandaskan pada pedoman akuntansi simpan pinjam. Hasil riset yang didapatkan oleh Hasyim & Hanny . , maka memberikan hasil dengan penjelasan bahwa Koperasi Mitra Usaha belum mampu dalam menjalankan kegiatan usahanya memakai aturan pelaporan koperasi yang dilakukan dengan secara lengkap yang telah diajurkan untuk diterapkan seperti yang ada di dalam Permen KUKM No. 13 Tahun 2015 yang membahas secara langsung Tentang Pedoman Akuntansi Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemahaman akuntansi, pemanfaatan teknologi informasi dan kompetensi SDM terhadap kualitas JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 178Ae187 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n laporan keuangan yang dimoderasi dengan penerapan Peraturan Menteri Koperasi UKM No. 13 tahun Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan explanatory research. Dalam riset ini telah didukung oleh data populasi ialah seluruh koperasi yang ada di daerah kawasan Kabupaten Gianyar dengan datanya mencapai jumlah 1. 285 unit. Dalam melakukan proses pengambilan sampel, maka dalam riset ini memakai teknik purposive sampling, sehingga berhasil didapatkan data sampel dengan jumlah ialah 171 Pihak peneliti telah memilih teknik pengumpulan data dengan memakai cara melakukan proses kegiatan penyebaran kuesioner. Data yang berhasil didapatkan oleh pihak peneliti akan dilanjutkan untuk diolah dengan dukungan aplikasi SEM PLS versi 4. Hasil Penelitian dan Pembahasan Evaluasi model struktural dinilai sebagai salah satu pengukuran yang dipakai melakukan kegiatan evaluasi tingkat ketepatan model yang ada di riset ini dengan secara keseluruhan, dimana dibentuk dengan cara lewat beberapa aspek variabel yang juga beserta dimasukkan dengan indikator yang dipakai dalam riset ini. Gambar 1. Inner Model R-Square (R. mampu dipakai guna membantu dalam memperlihatkan kuat lemahnya kontribusi pengaruh yang dimunculkan oleh variabel yang bersifat dependen yang arahnya pada variabel yang bersifat Hasil uji ini dapat dicermati pada Tabel 1. Tabel 1. Evaluasi Model Struktural (R. Variabel R Square Kualitas Laporan Keuangan (Y) 0,945 Mengacu pada data yang ada di Tabel 4. 1, maka diketahui bahwa nilai R-Square yang dihasilkan oleh variabel kualitas laporan keuangan adalah sebesar 0,945 menjelaskan bahwa kombinasi variabel pemahaman akuntansi, pemanfaatan teknologi informasi, dan kompetensi sumber daya manusia mampu menjelaskan 94,5 persen variabel kualitas laporan keuangan, sisanya sebesar 5,5 persen dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Evaluasi path dipakai dalam riset guna agar mampu membantu dalam memperlihatkan seberapa besar kontribusi pengaruh variabel yang bersifat independen pada variabel yang bersifat dependen JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 178Ae187 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n X1 -> Y X2 -> Y X3 -> Y X1. Z -> Y X2. Z -> Y X3. Z -> Y Original Sample 0,603 0,301 0,109 0,128 0,008 0,105 Tabel 2. Hasil Uji Path Coeficient Sample Mean Standard Deviation 0,595 0,095 0,316 0,087 0,108 0,059 0,101 0,091 0,023 0,084 0,090 0,059 T Statistic 6,374 3,477 1,838 1,405 0,089 1,782 P-Value 0,000 0,001 0,066 0,160 0,929 0,075 Pengaruh langsung pemahaman akuntansi (X. terhadap kualitas laporan keuangan (Y) adalah sebesar 0,603 yang artinya apabila pemahaman akuntansi meningkat setiap 100% maka kualitas laporan keuangan akan meningkat sebesar 60,3% dengan asumsi variabel lain konstan. Pengaruh langsung pemanfaatan teknologi informasi (X. terhadap kualitas laporan keuangan (Y) adalah sebesar 0,301 yang artinya apabila pemanfaatan teknologi informasi meningkat setiap 100% maka kualitas laporan keuangn meningkat sebesar 30,1% dengan asumsi variabel lain konstan Pengaruh langsung kompetensi sumber daya manusia (X. terhadap kualitas laporan keuangan (Y) adalah sebesar 0,109 yang artinya apabila kompetensi sumber daya manusia meningkat setiap 100% maka kualitas laporan keuangan meningkat sebesar10,9% dengan asumsi variabel lain konstan Pengaruh tidak langsung pemahaman akuntansi (X. terhadap kualitas laporan keuangan (Y) melalui penerapan Peraturan Menteri Koperasi (Z) adalah sebesar 0,128 yang artinya apabila pemahaman akuntansi meningkat setiap 100% maka kualitas laporan keuangan meningkat secara tidak langsung melalui penerapan Peraturan Menteri Koperasi sebesar 12,8% dengan asumsi variabel lain konstan Pengaruh tidak langsung pemanfaatan teknologi informasi (X . terhadap kualitas laporan keuangan (Y) melalui penerapan Peraturan Menteri Koperasi (Z) adalah sebesar 0,008 yang artinya apabila pemanfaatan teknologi informasi meningkat setiap 100% maka kualitas laporan keuangan meningkat secara tidak langsung melalui penerapan Peraturan Menteri Koperasi sebesar 0,8% dengan asumsi variabel lain konstan. Pengaruh tidak langsung kompetensi sumber daya manusia (X. terhadap kualitas laporan keuangan (Y) melalui penerapan Peraturan Menteri Koperasi (Z) adalah sebesar 0,105 yang artinya apabila kompetensi sumber daya manusia meningkat setiap 100% maka kualitas laporan keuangan meningkat secara tidak langsung melalui penerapan Peraturan Menteri Koperasi sebesar 10,5% dengan asumsi variabel lain Uji hipotesis yang ada di dalam riset ini dilakukan oleh pihak peneliti dengan cara mencermati hasil nilai TStatistics dan juga mencermati hasil nilai P-Values. Hipotesis mampu berada dalam keputusan untuk diterima pada saat adanya perolehan nilai T-Statistics yang angkanya tercapai > 1,96 dan P-Values yang angkanya tercapai < 0,05. Hasil uji ini dapat dicermati pada Tabel 3. Hipotesis Pengaruh X1 -> Y X2 -> Y X3 -> Y X1. Z -> Y X2. Z -> Y X3. Z -> Y Tabel 3. Hasil Pengujian Hipotesis Original Sample T Statistic 0,603 6,374 0,301 3,477 0,109 1,838 0,128 1,405 0,008 0,089 0,105 1,782 P-Value 0,000 0,001 0,066 0,160 0,929 0,075 Hasil Diterima Diterima Ditolak Ditolak Ditolak Ditolak Nilai original sampel sebesar 0,603 dengan signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t-statistik sebesar 6,374 > 1,96. Nilai original sampel positif dan signifikansi dibawah 0,05 mengindikasikan bahwa pemahaman akuntansi berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Berdasarkan hasil regresi dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama diterima. Nilai original sampel sebesar 0,301 dengan signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 dan nilai t-statistik sebesar 3,477 > 1,96. Nilai original sampel positif dan signifikansi dibawah 0,05 mengindikasikan bahwa JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 178Ae187 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Berdasarkan hasil regresi dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua diterima. Nilai original sampel sebesar 0,109 dengan signifikansi sebesar 0,066 > 0,05 dan nilai t-statistik sebesar 1,838 < 1,96. Nilai original sampel positif dan signifikansi diatas 0,05 mengindikasikan bahwa kompetensi sumber daya manusia berpengaruh tidak signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Berdasarkan hasil regresi dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga ditolak. Nilai original sampel sebesar 0,128 dengan signifikansi sebesar 0,160 > 0,05 dan nilai t-statistik sebesar 1,405 < 1,96. Nilai original sampel positif dan signifikansi diatas 0,05 mengindikasikan bahwa penerapan Peraturan Menteri Koperasi tidak mampu memoderasi pemahaman akuntansi terhadap kualitas laporan Berdasarkan hasil regresi dapat disimpulkan bahwa hipotesis keempat ditolak. Nilai original sampel sebesar 0,008 dengan signifikansi sebesar 0,929 > 0,05 dan nilai t-statistik sebesar 0,089 < 1,96. Nilai original sampel positif dan signifikansi diatas 0,05 mengindikasikan bahwa penerapan Peraturan Menteri Koperasi tidak mampu memoderasi hubungan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan. Berdasarkan hasil regresi dapat disimpulkan bahwa hipotesis kelima ditolak. Nilai original sampel sebesar 0,105 dengan signifikansi sebesar 0,075 > 0,05 dan nilai t-statistik sebesar 1,782 < 1,96. Nilai original sampel positif dan signifikansi diatas 0,05 mengindikasikan bahwa Penerapan Peraturan Menteri Koperasi tidak mampu memoderasi hubungan kompetensi sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan. Berdasarkan hasil regresi dapat disimpulkan bahwa hipotesis keenam Pengaruh Pemahaman Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Hasil penelitian menemukan bahwa pemahaman akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pada koperasi simpan pinjam di Kabupaten Gianyar. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik pemahaman akuntansi yang dimiliki oleh pengurus koperasi maka kualitas laporan keuangan yang dihasilkan akan semakin tinggi pula. Diketahui bahwa pemahaman akuntansi dalam hal ini dinilai sebagai sesuatu yang dipahami atau mengerti pada mengenai bagaimana melakukan kegiatan proses akuntansi yang diawali dari melakukan proses atau tahapan pencatatan, melakukan proses atau tahapan pengklasifikasian, melakukan proses atau tahapan pengikthtisaran dan melakukan proses atau tahapan pelaporan transaksi yang ada hubungan atau kaitannya dengan keuangan usaha yang pada akhir melakukan proses atau tahapan ini menjadi laporan keuangan serta mampu dipakai menafsirkan hasilnya (Wiarti, 2. Dengan begitu, maka dipahami bahwa pemahaman akuntansi mampu dinilai sebagai suatu tingkat kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk dipakai dalam mengenal dan juga dipakai memahami atau mengerti tentang hal-hal yang ada hubungannya dengan akuntansi (Meliani, 2. Stewardship theory dalam riset ini dijadikan sebagai landasan atau dasar dengan secara psikologi dan juga dengan secara sosiologi yang dalam hal ini telah dilakukan perancangan, dimana hal ini berguna para eksekutif yang dianggap sebagai steward melakukan upaya atau usaha guna mewujudkan target atau yang menjadi sasarannya. Dalam hal ini, maka salah satu yang menjadi target atau sasaran lembaga koperasi ialah melalukan kegiatan RAT yang dimana kegiatan ini diselenggarakan tiap-tiap periode, dimana hal ini dilakukan guna sebagai usaha agar apa yang menjadi target atau sasarannya mampu diraih, maka lembaga koperasi dalam hal ini sangat diwajibkan mampu menyusun dan juga membuat laporan keuangan guna sebagai bentuk melakukan pertanggungjawabannya pada kegiatan usaha yang dimana hasilnya ini disampaikan pada saat diadakan kegiatan RAT. Pada saat semakin tingginya pemahaman akuntansi yang dimiliki pada saat melakukan proses penyusunan dan juga pembuatan laporan keuangan, maka hal ini tentunya mampu mendukung dalam menghasilkan kualitas laporan keuangan yang mampu hasilnya juga semakin baik. 2 Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Hasil penelitian menemukan bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pada Koperasi Simpan Pinjam di Kabupaten Gianyar. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik pemanfaatan teknologi informasi maka kualitas laporan keuangan pada koperasi akan semakin tinggi pula. TAM mampu memberikan gambaran bahwa tingkat keyakinan dari pihak pengguna yang ada kaitan atau hubungannya tentang kegunaan dan kemudahan penggunaan ialah menjadi sebuah penentu paling utama dari tindakan atau sikap individu yang arahnya pada penerimaan dan juga penggunaan teknologi atau juga JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 178Ae187 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 sistem tertentu, yang dimana pada pergantiannya mampu mampu memberikan penjelasan pada niat mereka guna memakai suatu teknologi (Davis, 1. Hubungan atau kaitan antara TAM dengan riset ini ialah bahwa dengan adanya melakukan pemanfaatan teknologi informasi dimana dari pihak lembaga atau instansi telah memberikan atau menyediakan sarana yang mampu memberikan dukungan atas pemakaian teknologi dan juga pengalaman dari pihak pemakai dalam memakai teknologi yang sama dan juga memunculkan dampak pada adanya peningkatan hasil kinerja yang diraih oleh individu yang arahnya pada tingkat efisiensi dan juga tingkat efektifitas dalam menyelesaikan tugas-tugas yang ada di dalam pekerjaannya, sehingga hal ini mampu memunculkan terjadinya peningkatan pada tingkat kualitas laporan keuangan yang dihasilkan. Diketahui bahwa teknologi informasi dinilai sebagai suatu teknologi yang mampu dipakai guna memudahkan dalam melakukan proses pengolahan data, memudahkan dalam memproses, memudahkan dalam mendapatkan, memudahkan dalam menyusun, memudahkan dalam menyimpan serta juga memudahkan dalam memanipulasi data guna pada akhirnya menghasilkan informasi yang memiliki tingkat kualitas, relevan, akurat dan juga mampu secara tepat waktu yang pada nantinya informasi ini digunakan oleh para pihak pengguna yang memerlukan informasi ini guna sebagai acuan dalam menentukan dan juga mengambil keputusan (Meliani, 2. Dengan adanya pemanfaatan teknologi, maka hal ini dimaksudkan ialah terkait bagaimana para pihak pengurus koperasi mampu memakai system software yang mampu memudahkan dan juga membantunya dalam proses penyusunan atau pengerjaan laporan keuangan dengan secara lebih cepat dan juga mampu akurat. Riset ini telah sejalan dengan temuan yang diadakan oleh oleh Mene . Biis et al . Meliani . , dan juga Hadis et al . yang memperoleh hasil bahwa yang berhasil memberikan pembuktian bahwa pemanfaatan teknologi informasi menampilkan pengaruhnya yang hasilnya memiliki nilai arah positif dan juga nilai arah signifikan pada kualitas laporan keuangan. 3 Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Hasil penelitian menemukan bahwa kompetensi sumber daya manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pada Koperasi Simpan Pinjam di Kabupaten Gianyar. Hal ini menunjukkan bahwa berkompetensi tidaknya pengurus koperasi tidak mempengaruhi kualitas laporan keuangan yang dihasilkan oleh koperasi tersebut. Resource-Based Theory merupakan model dasar penjelasan unggul yang menjelaskan bahwa kinerja suatu perusahaan dapat dijelaskan melalui cara sumber dayanya yang luar biasa dikelola. Dalam hal ini, maka dijelaskan bahwa hubungan atau kaitan antara resource based theory dengan kegiatan riset yang dilakukan oleh pihak peneliti dalam kesempatan ini ialah lembaga atau instansi yang mampu memiliki sumber daya yang unggul, maka hal ini akan dapat memicu dan juga berdampak terjadinya peningkatan pada hasil kualitas laporan keuangan yang disajikan pada para pihak yeng membutuhkan. Guna agar mampu dalam hal ini adanya informasi keuangan yang dihasilkan memiliki manfaat dan juga peran yang penting, maka laporan keuangan wajib untuk dibuat dan juga disusun oleh pihak personal yang mampu memiliki kompeten yang memadai guna dipakai melakukan proses pengelolaan keuangan dan melakukan alur kegiatan proses akuntansi (Triwahyudi, 2. Diketahui bahwa dengan adanya kompetensi SDM di dalam hal pemakaian sistem maka pada saat melakukan proses kegiatan pembuatan dan penyusunan laporan keuangan, maka akan mampu menjadi lebih dihemat. Kompetensi SDM ini lebih mengarah bagaimana pengurus koperasi dapat kompeten menyelesaikan pekerjaan melalui pendidikan, pelatihan dan pengalaman untuk pengembangan profesi keuangan. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan oleh Animah et al . Hainil et al . Putri et al . yang menemukan bahwa kompetensi sumber daya manusia tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. 4 Moderasi Penerapan Peraturan Menteri Koperasi atas Pengaruh Pemahaman Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Hasil penelitian menemukan bahwa penerapan Peraturan Menteri Koperasi tidak mampu memoderasi pengaruh pemahaman akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan pada Koperasi Simpan Pinjam di Kabupaten Gianyar. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan Peraturan Menteri Koperasi ini tidak mampu memperkuat ataupun memperlemah pengaruh pemahaman akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan. Hal ini disebabkan karena pemahaman akuntansi yang baik sudah cukup dalam meningkatkan kemampuan SDM dalam menyusun laporan keuangan. Banyak koperasi yang belum sepenuhnya menerapkan peraturan Menteri Koperasi dalam menyusun laporan keuangan, sehingga ada tidaknya peraturan ini belum JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 178Ae187 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n memperkuat pengaruh pemahaman akuntansi terhadap laporan keuangan. Selain itu, secara konsep antara standar akuntansi yang berlaku umum dengan standar akuntansi pada Permenkop ini sebenarnya sama hanya perbedaan secara istilah, sehingga pengurus koperasi sebenarnya dengan memiliki pemahaman akuntansi secara umum saja sudah cukup dalam membuat laporan keuangan yang berkualitas. Hal ini tentunya mengakibatkan bahwa adanya peraturan Menteri koperasi ini hanya sebagai pelengkap ataupun penyempurnaan dari penyajian laporan keuangan koperasi. Belum ditemukan penelitian sebelumnya yang memperoleh hasil yang sama dengan penelitian ini, sehingga hasil penelitian ini merupakan suatu kebaruan temuan yang memberikan gambaran bahwa peraturan Menteri koperasi tidak mampu memperkuat hubungan pemahaman akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan koperasi. 5 Moderasi Penerapan Peraturan Menteri Koperasi atas Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Hasil penelitian menemukan bahwa penerapan peraturan Menteri Koperasi tidak memoderasi pengaruh pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan pada Koperasi Simpan Pinjam di Kabupaten Gianyar. Hal ini berarti bahwa diterapkannya Permenkop ini tidak memperkuat atau memperlemah pengaruh pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan yang dihasilkan oleh koperasi. Hal ini disebabkan karena saat ini pemanfaatan teknologi sudah semakin banyak digunakan yang dimana dampaknya pada keengganan manusia untuk mempelajari secara detail akuntansi karena semua sudah dapat dilakukan sistem atau aplikasi yang terkadang hal ini dapat memanjakan manusia dalam bekerja khususnya dalam kasus ini adalah menyusun laporan keuangan. Banyak koperasi yang belum sepenuhnya menerapkan peraturan Menteri Koperasi dalam menyusun laporan keuangan, sehingga ada tidaknya peraturan ini belum memperkuat pengaruh pemanfaatan teknologi informasi terhadap laporan keuangan. Selain itu, secara konsep antara standar akuntansi yang berlaku umum dengan standar akuntansi pada Permenkop ini sebenarnya sama hanya perbedaan secara istilah, sehingga pengurus koperasi sebenarnya dengan menggunakan teknologi informasi secara umum saja sudah cukup dalam membuat laporan keuangan yang Hal ini tentunya mengakibatkan bahwa adanya peraturan Menteri koperasi ini hanya sebagai pelengkap ataupun penyempurnaan dari penyajian laporan keuangan koperasi. Belum ditemukan penelitian sebelumnya yang memperoleh hasil yang sama dengan penelitian ini, sehingga hasil penelitian ini merupakan suatu kebaruan temuan yang memberikan gambaran bahwa peraturan Menteri koperasi tidak mampu memperkuat hubungan pemanfataan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan koperasi. 6 Moderasi Penerapan Peraturan Menteri Koperasi atas Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Hasil penelitian menemukan bahwa penerapan Peraturan Menteri Koperasi tidak mampu memoderasi pengaruh kompetensi SDM terhadap kualitas laporan keuangan pada Koperasi Simpan Pinjam di Kabupaten Gianyar. Hal ini berarti bahwa adanya Peraturan Menteri Koperasi tidak mampu memperkuat maupun memperlemah pengaruh kompetensi sumber daya manusia dengan kualitas laporan keuangan yang dihasilkan oleh koperasi. Hal ini disebabkan karena saat ini sumber daya manusia telah didukung dengan teknologi atau sistem yang seakan memudahkan pekerjaan manusia khususnya dalam kasus ini dalam menyusun laporan keuangan, sehingga ada tidaknya peraturan Menteri Koperasi belum mampu memperkuat kompetensi SDM dalam menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas. Kompetensi SDM termasuk didalamnya mengenai pemahaman terkait penyusunan laporan yang dimana dapat dipahami bahwa standar yang tercantum pada Permenkop sebenarnya memiliki konsep yang sama dengan standar akuntansi yang berlaku umum hanya saja terdapat perbedaan istilah dalam penyajiannya. Sehingga dapat dikatakan bahwa SDM yang berkompeten dalam bidang akuntansi tentu dapat menyusun laporan keuangan secara lebih berkualitas walaupun belum sepenuhnya menerapkan Permenkop. Hal ini menjadi penting terkait penyusunan laporan keuangan yang didukung dengan diterapkannya peraturan sebagai pelengkap atau penyempurnaan secara penyajian laporan keuang koperasi. Belum ditemukan penelitian sebelumnya yang memperoleh hasil yang sama dengan penelitian ini, sehingga hasil penelitian ini merupakan suatu kebaruan temuan yang memberikan gambaran bahwa peraturan JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 178Ae187 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Menteri koperasi tidak mampu memperkuat hubungan kompetensi SDM terhadap kualitas laporan keuangan koperasi. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa pemahaman akuntansi dan pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, sedangkan kompetensi sumber daya manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Penerapan Peraturan Menteri Koperasi tidak memperkuat pengaruh positif pemahaman akuntansi, pemanfaatan teknologi informasi dan kompetensi sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan Referensi