JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 100-108 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya ISSN : 2809-3151 DOI : https://doi. org/10. 54883/jikmw. https://ejournal. id/jikmw/index Hubungan Pengetahuan Keluarga Tentang Diet Hipertensi dan Kecemasan Lansia Dengan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Posyandu Bahomotefe Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali Mimi Yati. Dewi Sari Pratiwi. Armayani Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan Universitas Mandala Waluya ABSTRAK Hasil wawancara dengan 10 keluarga lansia yang menderita hipertensi menemukan bahwa pengetahuan keluarga tentang diet hipertensi masih rendah, hal ini dapat dilihat bahwa keluarga masih belum dapat mengurangi penggunaan garam dalam makanan yang mereka konsumsi, dan kebiasaan makan mereka masih belum teratur, lansia memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan Delapan lansia mengatakan cemas akibat tekanan darah yang terus meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan keluarga tentang diet hipertensi dan kecemasan pada lansia terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Terpadu Bahomotefe. Kecamatan Bungku Timur. Kabupaten Morowali. Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah total partisipan lansia yang mengunjungi posyandu usia 55-70 tahun ke atas di Bahomotefe Integrated Healthcare Center. Kecamatan Bungku Timur. Kabupaten Morowali dengan 165 kasus dengan sampel 54 responden. Tanggal diproses menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan hasil uji statistik, diketahui bahwa terdapat hubungan yang kuat antara pengetahuan keluarga dengan tekanan darah dengan nilai XA yang dihitung . ,704 E XA tabel . , terdapat hubungan yang kuat antara kecemasan lansia dengan tekanan darah dengan nilai XA yang dihitung . E XAtabel . Diharapkan Pihak Puskesmas selalu memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien hipertensi dan keluarga mereka mengenai manajemen hipertensi. Kata kunci : Lansia, pengetahuan keluarga, kecemasan, tekanan darah The Relationship of Family Knowledge About Hypertensive Diet and Elderly Anxiety With Blood Pressure on Hypertensive Patients at Posyandu Bahomotefe Bungku Timur Subdistrict. Morowali Regency ABSTRACT The results of interviews with 10 elderly families suffering from hypertension found that family knowledge about hypertension diet is still low, it can be seen that families are still unable to reduce the use of salt in the food they consume, and their eating habits are still not regular, the elderly still like and have the habit of eating habits are still irregular, the elderly have the habit of eating salty foods. Eight elderly people said they were anxious about rising blood pressure. The purpose of this study was to determine the relationship between family knowledge about hypertension diet and anxiety in the elderly on blood pressure in hypertension sufferers at the Bahomotefe integrated health center . East Bungku district. Morowali Regency. The study employed an analytical survey with a cross sectional approach. The population in this study was the total elderly participants who visited the posyandu from ages 55-70 and above at the Bahomotefe Integrated Healthcare center. East Bungku district. Morowali Regency with 165 cases with a sample of 54 respondents. The date was processed using the Chi-Square test. Based on the results of statistical test, it is known that there was a strong relationship between family knowledge and blood pressure with calculated XA value . 704 E XA tabel ( 3. , there is a strong relationship between elderly anxiety and blood pressure with a calculated XA value ( 12. E XAtabel ( 3. It is hoped that the public health center will always strive to provide health education to hyoertension patients and their families regarding the management of hypertension. Keywords : Elderly, family knowledge, anxiety, blood pressure Penulis Korespondensi : Mimi Yati Universitas Mandala Waluya E-mail : mimiyati@stikes-mw. No. Hp : 085255705881 Info Artikel : Submitted : 18 Desember 2023 Revised : 26 Desember 2023 Accepted : 28 Desember 2023 Published : 31 Desember 2023 JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 100-108 PENDAHULUAN Peningkatan prevalensi tertinggi terdapat di Provinsi DKI Jakarta sebesar 13,4%. Kalimantan Selatan sebesar 13,3%, dan Sulawesi Barat sebesar 12,3%. (Kemenkes RI, 2. Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama . dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal . agal ginja. , jantung . enyakit jantung korone. dan otak . enyebabkan strok. bila tidak dideteksi secara dini dan mendapat pengobatan yang memadai. Penyakit hipertensi dapat menyebabkan Hipertensi mencetuskan timbulnya plak aterosklerosis di arteri serebral dan arteriol, yang dapat menyebabkan oklusi arteri, cedera iskemik dan stroke sebagai komplikasi jangka panjang (Yonata, 2. Komplikasi hipertensi menyebabkan sekitar 9,4 kematian di seluruh dunia setiap Hipertensi setidaknya 45% kematian karena penyakit jantung dan 51% kematian karena stroke. Kematian yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler, terutama penyakit jantung dan stroke diperkirakan akan terus meningkat mencapai 23,3 juta kematian pada tahun 2030 (Infodatin Jantung, 2014 dalam Destiara, 2. Berdasarkan hasil Riskesdas Tahun 2018 menunjukan bahwa Provinsi Kalimantan Selatan memiliki prevalensi tertinggi sebesar 44,13% diikuti oleh Jawa Barat sebesar 39,6%. Kalimantan Timur sebesar 39,3%. Provinsi Papua memiliki prevensi hipertensi terendah sebesar 22,2% diikuti oleh Maluku Utara sebesar 24,65% dan Sumatera Barat sebesar 25,16%. (Riskesdas, 2. Data Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah pada tahun 2019, kasus penyakit hipertensi Kemunduran fungsi organ tubuh khususnya pada lansia menyebabkan kelompok ini rawan terhadap serangan hipertensi, diabetes mellitus, kanker dan Adapun jenis keluhan kesehatan yang paling banyak dialami lansia adalah darah tinggi, asam urat, rematik, diabetes dan berbagai penyakit lainnya. Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian prematur di dunia. Organisasi kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) mengestimasikan saat ini prevalensi hipertensi secara global sebesar 22% dari total penduduk dunia. Dari sejumlah penderita tersebut, hanya kurang dari seperlima yang melakukan upaya pengendalian terhadap tekanan darah yang dimiliki. (Kemenkes RI, 2. Berdasarkan prevalensi Hipertensi tahun 2019, menurut World Health Organization (WHO) yang paling tertinggi wilayah Afrika sebesar 27%. Asia Tenggara berada di posisi ke-3 tertinggi dengan prevalensi sebesar 25% terhadap total WHO juga memperkirakan 1 di antara 5 orang perempuan di seluruh dunia memiliki hipertensi. Jumlah ini lebih besar diantara kelompok laki-laki, yaitu 1 diantara 4 (WHO, 2. Hipertensi adalah salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas di Indonesia, sehingga tatalaksana penyakit ini merupakan intervensi yang sangat umum dilakukan di berbagai tingkat fasilitas kesehatan. Hipertensi di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan yang Peningkatan prevalensi Hipertensi berdasarkan cara pengukuran juga terjadi hampir seluruh provinsi di Indonesia. JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 100-108 tertinggi dari 14 kabupaten adalah Tojo Una-Una persentase sebanyak 85,50% sedangkan kasus penyakit hipertensi terendah adalah kabupaten banggai sebesar 11,17 % dan kabupaten morowali berada pada posisi ke 7 dari 14 kabupaten memiliki kasus hipertensi yaitu sebesar 31,2 % (Profil Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah, 2. Data dari Dinkes Kabupaten Morowali pada tahun 2018 ditemukan sebanyak 928 kasus penyakit Hipertensi, terjadi penurunan pada tahun 2017 dengan jumlah penderita sebanyak 5. 963 kasus Hipertensi dan terjadi peningkatan pada tahun 2016 menjadi 6. 513 kasus Hipertensi di kabupaten morowali. (Dinkes Kabupaten Morowali, 2. Data yang diperoleh di Posyandu Bahomotefe dalam 4 bulan terakhir tahun 2021 menunjukkan pada Bulan Januari ditemukan jumlah penderita Hipertensi pada lansia sebanyak 66 kasus. Bulan Februari ditemukan jumlah penderita Hipertensi pada lansia sebanyak 28 kasus. Bulan Maret ditemukan dengan jumlah penderita hipertensi pada lansia sebanyak 33 kasus, sedangkan pada Bulan April tahun 2021 mengalami peningkatan dengan jumlah 38 kasus hipertensi pada di Posyandu Bahomotefe. (Posyandu Bahomotefe, 2. Beberapa faktor penyebab darah tinggi adalah semakin tua, pengetahuan tentang diet hipertensi dan stress. Jika pengetahuan tidak ada maka pasien hipertensi akan tidak patuh dalam proses hipertensi tidak terkendali. Berdasarkan penelitian Sasti. AB . menyimpulkan pengetahuan keluarga tentang diet dengan tekanan darah pada lansia penderita Hipertensi merupakan penyakit yang dapat menimbulkan kecemasan. Tekanan mental atau kecemasan diakibatkan oleh kepedulian yang berlebihan akan masalah yang sedang dihadapi . ataupun yang dibayangkan mungkin terjadi. Kecemasan yang paling sering terjadi disebabkan karena penyakit, salah satunya hipertensi. Hipertensi merupakan penyakit yang menyebabkan masalah masalah baru, seperti stroke, gagal jantung, ginjal dan pastinya semua berdampak terjadinya pencegahan lebih dini agar hipertensi tidak menyebabkan permasalahan baru bagi Permasalahan membuat pasien dan keluarga cemas akan keadaan pasien (Inggid Aditis Pangestu. Kecemasan merupakan satu-satunya faktor psikologis yang mempengaruhi Hal tersebut pendapat Anwar . pada banyak orang kecemasan atau stress psikososial dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat tekanan darah tidak dapat Pada dasarnya kecemasan berupa keluhan dan gejala bersifat psikis dan fisik. Gangguan ini sering dialami oleh Diperkirakan jumlah mereka yang menderita gangguan kecemasan ini baik akut maupun kronik mencapai 5% dari jumlah penduduk, dengan perbandingan antara wanita dan pria sebesar 2 berbanding 1 dan diperkirakan antara 2-4% di antara penduduk di suatu saat dalam gangguan cemas. Berdasarkan data WHO . Amerika Serikat 3 menganalisis JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 100-108 data dari 35. 539 pasien bedah dirawat di unit perawatan intensif antara 1 Oktober 2010 dan 30 September 2013, di antaranya 922 pasien . ,1%) mengalami masalah kejiwaan dan 2,473 pasien . %) mengalami (Inggid Aditis Pangestu, 2. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Permana, dkk . dengan judul hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Senjarawi Bandung dengan jumlah responden 40 usia lanjut menunjukkan ada hubungan yang Hasil observasi pada 10 lansia diketahui bahwa hasil pemeriksaan tekanan darah pada lansia di posyandu Bahomotefe Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali terdapat 8 orang menderita hipertensi kategori sedang yaitu 140/90 mmHg sedangkan 2 orang menderita hipertensi kategori tinggi yaitu 160/100 mmHg. Hasil wawancara pada 10 keluarga lansia yang menderita hipertensi diketahui bahwa pengetahuan keluarga tentang diet hipertensi termasuk dalam yang kurang, hal ini dapat diketahui bahwa keluarga masih belum bisa mengurangi penggunaan garam dalam makanan yang mereka konsumsi, serta pola makan masih belum teratur, lansia masih menyukai dan memiliki kebiasaan makan makanan yang asin dan gurih. Delapan . lansia mengatakan mengalami beban pikiran . disebabkan karena tekanan darah yang terus meningkat (Hasil Wawancara, 28 Mei 2. Berdasarkan permasalahan yang telah melakukan penelitian dengan judul AuHubungan Pengetahuan Keluarga Tentang Diet Hipertensi dan Kecemasan Lansia Dengan Tekanan darah di Posyandu Bahomotefe Kecamatan Bungku Timur kabupaten MorowaliAy. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif atau survei analitik, desain penelitian dengan rancangan cross sectional dimana variabel independen dan variabel dependen diukur pada satu waktu secara bersamaan (Notoatmodjo. S, 2. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan keluarga dan kecemasan dan variabel dependen adalah tekanan darah. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan peserta lansia yang berkunjung di Posyandu dari umur 55 Ae 70 ke atas di posyandu Bahomotefe Kecamatan Bungku Timur kabupaten Morowali sebanyak 165 orang dan jumlah sampel yaitu 54 orang. JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 100-108 HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Total Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Tekanan Darah di Posyandu Bahomotefe Kecamatan Bungku Timur kabupaten Morowali Tekanan Darah Normal Hipertensi Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Keluarga Tentang Diet Hipertensi di Posyandu Bahomotefe Kecamatan Bungku Timur kabupaten Morowali Pengetahuan Keluarga Cukup Kurang Total Berdasarkan tabel di atas bahwa dari 54 responden terdapat 33 responden . ,1%) yang memiliki keluarga berpengetahuan cukup dan 21 responden . ,9%) yang memiliki keluarga berpengetahuan kurang. Tabel 3. Distribusi Responden Berdasarkan Kecemasan Lansia di Posyandu Bahomotefe Kecamatan Bungku Timur kabupaten Morowali Kecemasan Ringan Sedang Total Berdasarkan tabel bahwa dari 54 responden terdapat 19 responden . ,2%) yang mengalami kecemasan ringan dan 35 responden . ,8%) menunjukkan kecemasan Analisis Bivariat Hubungan Pengetahuan Keluarga Tentang Diet Hipertensi Dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Hubungan pengetahuan keluarga tentang diet hipertensi dengan tekanan darah pada penderita hipertensi, seperti terlihat pada tabel di bawah: Tabel 4. Hubungan Pengetahuan Keluarga Tentang Diet Hipertensi Dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi di Posyandu Bahomotefe Kecamatan Bungku Timur kabupaten Morowali Pengetahuan Keluarga Cukup Kurang Total Tekanan Darah Normal Hipertensi Total Uji Statistik X2 Tabel =3,841 X2 Hit = 31,704 Phi = 0,766 JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 100-108 Tabel di atas menunjukkan bahwa dari 54 responden terdapat 33 responden yang memiliki keluarga berpengetahuan cukup dan 21 responden yang memiliki keluarga berpengetahuan kurang. Dari 33 responden yang memiliki keluarga berpengetahuan cukup terdapat 3 responden . ,1%) yang mengalami hipertensi dan 30 responden . ,9%) yang tekanan darahnya normal. Selanjutnya dari 21 responden yang yang memiliki keluarga berpengetahuan kurang terdapat 18 responden . ,7%) yang mengalami hipertensi dan 3 responden . ,3%) yang memiliki tekanan darah normal. Hasil uji statistik nilai X2 hitung . > X2 tabel . maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada hubungan pengetahuan keluarga dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Posyandu Bahomotefe Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali. Nilai Phi = 0,766 yang berarti pengetahuan keluarga dengan tekanan darah pada penderita hipertensi memiliki hubungan Hubungan Kecemasan Lansia Dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Hubungan kecemasan lansia dengan tekanan darah pada penderita hipertensi tahun 2021, seperti terlihat pada tabel di bawah : Tabel 5. Hubungan Kecemasan Lansia Dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi di Posyandu Bahomotefe Kecamatan Bungku Timur kabupaten Morowali Tekanan Darah Total Uji Statistik Normal Hipertensi Kecemasan Ringan X2 Tabel =3,841 Sedang X2 Hit = 12,777 Phi = 0,681 Total Tabel di atas menunjukkan bahwa dari 54 responden terdapat 19 responden yang memiliki tingkat kecemasan ringan dan 35 responden yang memiliki tingkat kecemasan Dari 19 responden kecemasan ringan terdapat 6 ,6%) mengalami hipertensi dan 13 ,4%) Selanjutnya dari 35 responden yang yang memiliki tingkat kecemasan sedang terdapat 15 responden . ,9%) yang mengalami hipertensi dan 20 responden . ,1%) yang memiliki tekanan darah Hasil uji statistik nilai X2 hitung . > X2 tabel . maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada hubungan kecemasan dengan tekanan darah pada penderita Posyandu Bahomotefe Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali. Nilai Phi = 0,681 dengan tekanan darah pada JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 100-108 penderita hipertensi memiliki Penelitian penelitian yang dilakukan oleh Rika Mustika, dkk . bahwa ada hubungan pengetahuan keluarga dengan kejadian hipertensi pada lansia. Peningkatan pengetahuan keluarga tentang hipertensi dapat digunakan untuk upaya pencegahan kekambuhan hipertensi, seperti dalam menjaga pola makan, serta pola aktivitas yang baik. Semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang maka semakin membutuhkan pusat-pusat pelayanan kesehatan sebagai tempat berobat bagi dirinya dan keluarganya. PEMBAHASAN Hubungan Pengetahuan Keluarga Tentang Diet Hipertensi dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan dan perilaku Pengetahuan sebagai dorongan sikap dan perilaku setiap hari, sehingga dapat dikatakan bahwa terhadap tindakan seseorang. Penatalaksanaan bertumpu pada pilar pengobatan standard dan merubah gaya hidup yang meliputi mengatur pola makan, mengatur pola aktivitas, sering berolahraga, menghindari alkohol dan rokok. Penatalaksanaan hipertensi ini diperlukan pengetahuan keluarga dalam proses penyembuhannya, serta dukungan keluarga agar proses penyembuhan berjalan dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 33 responden yang memiliki keluarga berpengetahuan cukup terdapat dan 21 responden yang memiliki keluarga Dari responden terdapat 3 responden . ,1%) yang mengalami hipertensi. Hal ini kesibukan tersendiri sehingga tidak mengingatkan penderita secara terus menerus tentang diet yang baik untuk penderita hipertensi. Selanjutnya dari 21 responden yang yang memiliki keluarga berpengetahuan kurang terdapat 18 responden . ,7%) yang mengalami Hal ini disebabkan karena dengan pengetahuan keluarga yang kurang tidak mampu menjaga tekanan darah lansia dalam keadaan normal, seperti mengkonsumsi daging, hati, jeroan, seafood dan makanan yang mengandung Peneliti berasumsi bahwa keluarga harus mengetahui tentang apa saja penatalaksanaan yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan pada pasien hipertensi pada lansia. Jika keluarga dapat hipertensi dengan benar, maka proses penyembuhannya bisa berjalan dengan Pada saat penelitian peneliti menemukan bahwa masih banyak keluarga responden yang tidak membatasi konsumsi makanan penyebab tekanan darah tinggi. Hubungan Kecemasan Lansia dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 100-108 Kecemasan adalah suatu perasaan subjektif mengenai ketegangan mental yang menggelisahkan sebagai reaksi umum dari ketidakmampuan mengatasi suatu masalah atau tidak adanya rasa aman. Perasaan yang tidak menentu tersebut pada umumnya tidak menyenangkan akan menimbulkan atau disertai perubahan fisiologis dan psikologis. penderita kecemasan daripada kelompok tidak cemas. Peneliti responden yang mengalami hipertensi tersebut dipengaruhi oleh kecemasan, sebagaimana seseorang yang mudah stress maka akan mudah pula seseorang tersebut mengalami kenaikan tekanan darah. Hal ini disebabkan karena pada saat seseorang Kecemasan, adrenalin akan meningkatkan tekanan . dan peningkatan denyut Apabila kecemasan terus berlanjut tekanan darah akan tetap tinggi sehingga orang tersebut akan mengalami Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 19 responden yang memiliki tingkat kecemasan ringan terdapat 6 responden . ,6%) yang mengalami Hal ini dapat disebabkan oleh faktor lain, seperti tidak patuh terhadap diet hipertensi serta mengalami obesitas. Selanjutnya dari 35 responden yang yang memiliki tingkat kecemasan sedang terdapat 15 responden . ,9%) yang mengalami hipertensi. Hal ini disebabkan karena pada orang yang memiliki tingkat kecemasan sedang akan mengakibatkan stress sehingga cenderung mengalami mengakibatkan seseorang mengalami kenaikan tekanan darah. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kuat pengetahuan keluarga dan kecemasan dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Posyandu Bahomotefe Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali. UCAPAN TERIMA KASIH Penelitian ini sejalan dengan Kurniawan, hubungan antara kecemasan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Kedopok Kota Probolinggo. Kecemasan merupakan satu-satunya faktor psikologis yang mempengaruhi hipertensi. Pada banyak kecemasan atau stress psikososial dapat meningkatkan tekanan darah. Beberapa membandingkan antara tekanan darah dari orang-orang yang menderita kecemasan dengan orang-orang yang tidak menderita kecemasan, didapatkan hasil tekanan darah yang lebih tinggi pada kelompok Ucapan terima kasih terutama ditujukan kepada Pihak Yayasan Mandala Waluya Kendari dan Rektor Universitas Mandala Waluya yang telah membantu dalam pemberian dana Penelitian kepada Peneliti. Serta tak lupa pula kepada pihak lokasi Penelitian yang mau menerima dan memberi kemudahan kepada Peneliti dalam melakukan penelitian. DAFTAR PUSTAKA