Murliasari. Strategy for Improving Library Facilities. Strategy for Improving Library Facilities and Infrastructure in The Development of Modern Library in Pandemic Era Strategi Peningkatan Sarana dan Prasarana Perpustakaan Dalam Pengembangan Perpustakaan Modern di Masa Pandemi Rikha Murliasari1 murliasariicha@gmail. e-ISSN: 2723-6234 p-ISSN: 2723-6226 Indonesian Journal of Librarianship Vol. 2 No. Desember . : pp. Dikirim: Okt 27 2021. Disetujui: Jan 25 2022. Direvisi: Jan 17 2022. Publikasi Online: Mar 19 2022. Pengutipan Artikel: Murliasari. Strategy for Improving Library Facilities and Infrastructure in The Development of Modern Library in Pandemic Era. Indonesian Journal of Librarianship 2 . , pp. DOI: https://doi. org/10. 33701/ijolib. Korespondensi Penulis: Email: murliasariicha@gmail. Afiliasi: Governance Institute of Home Affairs (IPDN) Jatinangor. Sumedang-Indonesia Penerbit Library Department of Governance Institute of Home Affairs (IPDN) Jatinangor in Collaboration with Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) National Library of The Republic of Indonesia Editorial Office Jalan Ir. Soekarno KM 20 Jatinangor. Kab. Sumedang. Jawa Barat. Indonesia . Website: http://ejournal. id/ijolib e-Mail: perpustakaan@ipdn. id, ijolib@ipdn. A Rikha Murliasari This work is licensed under the Creative Commons Attribution Noncommercial Share Alike 4. 0 International License Governance Institute of Home Affairs (IPDN). Jl. Ir. Soekarno KM 20 Jatinangor. Kab. Sumedang. Prov. Jawa Barat . Indonesia INDONESIAN JOURNAL OF LIBRARIANSHIP Abstract Background: Worried that it will impact the spread of the corona virus transmission, many library services in several regions in Indonesia have closed their services without first analyzing the strengths, weaknesses, opportunities and threats of libraries in the midst of the Covid 19 pandemic. Purpose: The purpose to find out how the strategies used to improve library facilities and infrastructure in the development of modern libraries during the Methods: This research uses library research. In making policies related to the scenario of library service strategies in the midst of the Covid 19 pandemic, an analysis was carried out using a SWOT analysis tool, so that the policies determined would be more Result: The development of facilities and infrastructure needs to be carried out in the pandemic era. Improving digital library supporting facilities is a top priority in addition to physical facilities. Based on the SWOT analysis, it was found that policy suggestions/programs for improving infrastructure include procurement/improvement of digital library systems, procurement/improvement of servers as storage databases, improvement of digital/electronic collections, procurement/improvement of automation facilities and digital media transfer, and the need for structuring and improving facilities. and attractive and contemporary library physical infrastructure without violating health Conclusion: The strategy for developing facilities and infrastructure in the context of developing modern libraries during the pandemic leads to increasing digital library support facilities which include procurement/improvement of digital library systems, procurement/improvement of servers as storage databases, increasing digital/electronic collections, automation and digital media transfer. Keywords: Facilities and infrastructure. Modern Libraries. Pandemic Abstrak Latar Belakang: Kekhawatiran akan berdampak meluasnya penularan virus corona menyebabkan banyak layanan perpustakaan di beberapa daerah di Indonesia menutup pelayanannya tanpa terlebih dahulu melakukan analisis terhadap kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman perpustakaan di tengah pandemi Covid 19. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi peningkatan sarana dan prasana perpustakaan dalam pengembangan perpustakaan modern di masa pandemi. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan . ibrary researc. Dalam menentukan kebijakan terkait dengan skenario strategi layanan perpustakaan di tengah pandemi Covid 19 dilakukan analisis menggunakan analisis SWOT, sehingga kebijakan yang ditentuikan akan lebih tepat sasaran. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan sarana dan prasarana perlu dilakukan di masa pandemi. Peningkatan sarana pendukung perpustakaan digital menjadi perioritas utama disamping fasilitas fisik. Berdasarkan analisis SWOT ditemukan saran kebijakan/program peningkatan sarana prasarana antara lain pengadaan/peningkatan sistem perpustakaan digital, pengadaan/peningkatan server sebagai database penyimpanan, peningkatan koleksi digital/elektronik, pengadaan/peningkatan sarana otomatisasi dan alih media digital, serta perlunya penataan dan peningkatan sarana dan prasarana fisik perpustakaan yang menarik dan kekinian tanpa melanggar protokol Kesimpulan: Strategi pengembangan sarana dan prasarana dalam rangka pengembangan perpustakaan modern di masa pandemi mengarah pada peningkatan Murliasari. Strategy for Improving Library Facilities. sarana pendukung perpustakaan digital yang meliputi pengadaan/peningkatan sistem perpustakaan digital, pengadaan/peningkatan server sebagai database penyimpanan, peningkatan koleksi digital/elektronik, otomatisasi dan alih media digital. Kata kunci: Sarana dan prasarana. Perpustakaan Modern. Pandemi PENDAHULUAN Latar Belakang. Perpustakaan merupakan suatu tempat yang di dalamnya terdapat sebuah kegiatan penghimpunan, pengelolaan, dan pelayanan berbagai macam informasi, baik secara tercetak dalam berbagai media atau buku, nmajalah, surat kabar, film, kaset, video, komputer dan lain sebagainya (Andriyani, 2020. Yusuf, 2. Selanjutnya berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 disebutkan bahwa perpustakaan adalah institusi pengelolaan koleksi karya tulis, karya cetak secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemusakanya (Pemerintah Indonesia, 2. Pada masa Pandemi Covid-19 sejatinya kebutuhan informasi pemustaka tetap dapat dipenuhi di perpustakaan. Karena salah satu fungsi perpustakaan yakni mempertemukan pemustaka dengan informasi/bahan pustaka yang diinginkannya (Setiawati, 2. Selain itu, perpustakaan juga memiliki fungsi layanan informasi dan diseminasi informasi (Rushendi, 2. Informasi yang dilayankan bahkan seyogyanya tidak terbatas pada informasi pendidikan melainkan juga informasi publik, karena perpustakaan juga berperan sebagai garda terdepan keterbukaan informasi publik (Pambayun, 2. Penyelenggaraan layanan perpustakaan tidak terlepas dari dukungan sarana dan prasarana perpustakaan. Sementara itu, agar tidak salah melangkah dalam ketidakpastian, perpustakaan juga memerlukan perencanaan yang matang (Prasetyo. Oleh karenanya pengembangan sarana dan prasarana perpustakaan juga harus sesuai dengan perkembangan zaman dan mampu mengantisipasi ketidakpastian pandemic covid-19 yang akan membawa banyak perubahan dalam tatanan kehidupan di masa mendatang. Permasalahan. Layanan perpustakaan mengalami berbagai kendala di masa pandemi Covid 19. Layanan sirkulasi dan layanan yang mengharuskan tatap muka merupakan jenis layanan yang memiliki kendala yang terbesar karena berpotensi tinggi dalam penularan covid-19. Bahkan di beberapa wilayah, perpustakaan publik mengambil kebijakan untuk menutup sementara layanan fisik perpustakaan pada saat meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia. Perpustakaan yang menerapkan kebijakan layanan daring pada saat WFH mengalami permasalahan baru seperti terbatasnya jaringan internet, perangkat komputer, dan tidak semua pustakawan memiliki keterampilan untuk menerapkan layanan secara daring (Hapsari et al. , 2. Kekhawatiran akan berdampak meluasnya penularan covid-19 terlebih dengan varian yang telah bermutasi, membuat perpustakaan di beberapa daerah masih menutup layanannya. Sayangnya kebijakan tersebut diambil tanpa melakukan analisis terhadap kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Sementara itu potensi perpustakaan dalam rangka peningkatan minat baca, sebagai wadah sumber informasi dan sumber belajar bagi masyarakat cukup tinggi dan semakin diminati. Permasalahan lainnya yakni masih banyaknya perpustakaan konvensional yang mengalami kendala untuk beradaptasi menuju layanan perpustakaan yang lebih modern. Perpustakaan dengan sarana dan prasarana yang sangat terbatas misalnya, mereka INDONESIAN JOURNAL OF LIBRARIANSHIP mengalami kesulitan untuk bertransformasi menuju layanan yang mampu mendukung pembelajaran secara daring di masa pandemi. Dalam kondisi tertentu, hanya perpustakaan yang memiliki atau mampu mengakses teknologi tinggi dan atau memiliki anggaran memadai yang bisa menerapkan perpustakaan digital. Sementara itu perpustakaan digital sangat dibutuhkan dan juga semakin diminati pada masa pandemi, mengingat agar kebutuhan pemustaka terpenuhi akan tetapi tetap aman dan terhindar paparan covid-19. Kajian Literatur Terdahulu. Kajian terkait perpustakaan modern telah banyak dilakukan antara lain oleh Susanto yang mengkaji mengenai desain dan standar perpustakaan digital dengan temuan bahwa perancangan perpustakaan digital merupakan bagian dari metodologi pengembangan perpustakaan yang meliputi perencanaan, analisa, perancangan, uji coba system, implementasi, migrasi bertahap, dan evaluasi (Susanto, 2. Penelitian Hernimawati dkk menemukan bahwa sarana dan prasarana dimanfaatkan secara maksimal, dan perlunya peningkatan kegiatan gemar membaca bagi masyarakat kabupaten Siak pada lembaga pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi (Hernimawati et al. , 2. Penelitian oleh Butu dkk melalui pendekatan deskriptif kualitatif memberikan hasil bahwa pemeliharaan ruang perpustakaan telah dilaksanakan dengan cukup baik dengan kekurangannya adalah ruangan perpustakaan belum sesuai dengan yang semestinya yaitu ruang baca dan ruang kerja masih tergabung dalam satu ruangan, kemudian juga pegawai perpustakaan masih banyak kesibukan diluar sekolah sehingga belum dapat melakukan pemeliharaan/ perawatan ruang perpustakaan dengan baik (Butu et al. , 2. Penelitian oleh Alrasyiidah dan Amir mengenai Evaluasi sarana dan prasarana di perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak dengan metode kualitatif menemukan bahwa sarana dan prasarana yang ada di Perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak dari segi ruangan termasuk kecil sehingga memerlukan perluasan, dari segi peralatan dan perlengkapan dapat dikatakan belum lengkap karena masih kekurangan rak buku (Alrasyiidah & Amir, 2. Penelitian selanjutnya oleh Hartono yang menemukan bahwa pengembangan perpustakaan digital baik secara teknis maupun non teknis perlu memperhatikan aspek organizational, mekanisasi, otomatisasi dan komunikasi informasi (Hartono, 2. Penelitian Yois dan Marlini menemukan bahwa untuk menjaga keakurasian informasi yang disampaikan pada masa korona diperlukan melalui perpustakaan digital yang dapat diakses dari rumah. Sumber daya yang bisa diakses pada perpustakaan digital adalah layanan konsultasi, jurnal elektronik, layanan referrensi elektronik, dengan adanya ke lima sumber daya akses di atas maka para pemustaka yang ingin mencari informasi bisa melakukannya dari rumah masing-masing tanpa harus datang sendiri ke perpustakaan yang ingn dituju (Yois & Marlini, 2. Kemudian penelitian oleh Hadiapurwa dkk melalui metode design and development (D&D) yang menemukan bahwa sekolah di Indonesia pada umumnya menggunakan metode pembelajaran tatap muka, dimana adanya pandemi mengharuskan pembelajaran daring. Melalui pemanfaatan pelayan perpustakaan berbasis teknologi informasi, siswa dapat merndapatkan sumber belajar elektronik dan referensi dengan mudah dan dapat diakses pada kapanpun dan dimanapun (Hadiapurwa et al. , 2. Lestari dkk menemukan bahwa layanan yang berjalan pada saat pandemi layanan mobil perpustakaan keliling perpustakaan Kabupaten Bandung, meskipun Layanan Sabilulungan Wisata Literasi sebagai upaya perpustakaan untuk mengajak anak-anak agar terbiasa dan senang membaca sejak dini tidak dapat dilaksanakan (Lestari et al. , 2. Penelitian Sukaesih dkk menemukan bahwa terdapat peningkatan pada jumlah pengguna perpustakaan digital (Sukaesih et al. , 2. Mubarok menemukan bahwa perpustakaan sebagai penunjang dan sumber belajar harus beradaptasi dengan pola pembelajaran jarak jauh, sehingga perpustakaan yang mulanya hanya sebatas tumpukan buku/tradisional harus mengubah pola pelayanannya ke Murliasari. Strategy for Improving Library Facilities. perpustakaan model digital guna memudahkan penggunanya dalam memanfaatkan perpustakaan pada masa pandemi covid-19 (Mubarok, 2. Selanjutnya Suharso dkk melalui studi literatur menemukan bahwa adanya kebutuhan akan digital library, langganan beberapa database jurnal /e-book, memberikan informasi terkait informasi terbaru dari perkembangan kasus Covid-19 ini, dan perpustakaan perguruan tinggi dituntut untuk bisa memberikan perubahan dari layanan manual menuju digital saat pandemi berlangsung (Suharso et al. , 2. Utomo menemukan bahwa seluruh aktivitas mahasiswa dialihkan di rumah membuat sivitas akademika Universitas Diponegoro tidak dapat mengakses sumber-sumber informasi yang ada di perpustakaan, oleh karenanya sumber-sumber informasi yang ada dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka (Utomo, 2. Selanjutnya Farida dan Adhi menemukan bahwa perpustakaan digital telah dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa yang menunjukkan bahwa generasi milenial memiliki kemampuan literasi digital (Farida & Adhi, 2. Pernyataan Kebaruan Ilmiah. Meskipun penelitian mengenai perpustakaan digital sudah banyak dilakukan, namun penelitian strategi peningkatan sarana dan prasarana perpustakaan dalam pengembangan perpustakaan modern di masa pandemi covid-19 menggunakan analisis SWOT belum pernah dilakukan. Tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi peningkatan sarana dan prasana perpustakaan dalam pengembangan perpustakaan modern di masa pandemi Covid-19. II. METODE Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan . ibrary researc. Jenis data yang dikumpulkan berupa hasil penelitian yang sesuai dengan kajian mengenai strategi peningkatan sarana dan prasana perpustakaan dalam pengembangan perpustakaan modern di masa pandemi. Studi pustaka dalam penelitian ini dilakukan tidak hanya menyiapkan kerangka penelitian tetapi juga memanfaatkan sumber-sumber pustaka untuk memperoleh data penelitian. Guna mengetahui bagaimana strategi atau kebijakan peningkatan sarana dan prasana perpustakaan dalam pengembangan perpustakaan modern di masa pandemi Covid-19 penulis menganalisis menggunakan analisis SWOT dengan unsurnya yaitu Strenght . Weaknesses . Opportunities . , dan Threat . (Gani et al. , 2. , sehingga kebijakan yang ditentuikan akan lebih tepat sasaran. Selanjutnya penulis menyajikan analisis faktor strategis yang terpilih baik internal maupun eksternal melalui analisis IFAS-EFAS, serta posisi organisasi dan SFAS. Selanjutnya dilakukan langkah strategis berupa proses pemecahan masalah yang dilakukan dengan pendekatan strategic implementation . ranslation Bobot tertinggi faktor-faktor EFAS dan IFAS selanjutnya dimunculkan dalam matriks SFAS untuk memperoleh strategi mana yang paling strategis untuk dapat dilakukan dalam rangka pengembangan sarana dan prasarana perpustakaan modern di masa pandemi Covid-19. HASIL DAN PEMBAHASAN Penulis melakukan analisis strategi dengan menggunakan analisis SWOT untuk mengetahui kondisi lingkungan internal yaitu kekuatan dan kelemahan, kondisi lingkungan eksternal yaitu peluang dan ancaman dengan matrik IFAS dan EFAS sebagai IFAS (Internal Factor Analysis Strateg. IFAS digunakan untuk mengidentifikasi situasi internal suatu perusahaan, dipergunakan Matrik Profil Kompetitif, matrik ini dipergunakan untuk menganalisis posisi relatif perusahaan untuk dibandingkan dengan perusahaan pesaing dimana dijelaskan pada tabel 1 berikut. INDONESIAN JOURNAL OF LIBRARIANSHIP Tabel 1. Matriks IFAS (Internal Factor Analysis Strateg. Pengembangan Sarana Prasarana Perpustakaan Modern Unsur Strenght Faktor Strategis Bobot Rating Score Perpustakaan memiliki kemampuan membangun infrastruktur untuk mengadakan penambahan sarana prasarana dalam pengembangan perpustakaan modern Terdapat SOP dalam pelayanan di masa pandemi Adanya komitmen bersama antar pustakawan untuk dapat memberikan pelayanan terbaik dan pemberian informasi yang akurat kepada masyarakat. Adanya pendidikan dan latihan untuk pustakawan Adanya keseriusan pemerintah pusat maupun daerah dalam menindak tegas perpustakaan untuk memberikan reward maupun punishment dalam penetapan protokol kesehatan guna pencegahan penyebaran wabah Covid 19 Total Strenght Unsur Faktor Strategis Weakness Pustakawan belum sesuai kualifikasi perpustakaan Belum optimalnya kerjasama antar pustakawan dalam pelaksanaan tugas pengembangan perpustakaan Pemahaman yang minim dan tidak merata tentang perpustakaan modern berbasis digital Sasaran pengelolaan anggaran pengembangan perpustakaan masih sebatas pemenuhan kuantitas belum pada kualitas. Belum memadainya sarana prasarana untuk mendukung pengembangan perpustakaan modern Bobot Rating Score Total Weakness Total IFAS Sumber: Data diolah, 2021 EFAS (Eksternal Factor Analysis Strateg. EFAS merupakan Identifikasi terhadap situasi lingkungan eksternal meliputi pemantauan terhadap situasi lingkungan saat ini dan kecenderungan perubahan di masa depan. Pada umumnya struktur lingkungan usaha dibagi menjadi tiga bagian, yaitu General Environment (Lingkungan Umum atau Lingkungan Makr. Operating Environment (Lingkungan Operasi atau Lingkungan Mikr. Internal Environtment (Lingkungan Interna. Matriks EFAS (Eksternal Factor Analysis Strateg. Pengembangan Sarana Prasarana Perpustakaan Modern dapat dilihat pada tabel 2 berikut. Murliasari. Strategy for Improving Library Facilities. Tabel 2. Matriks EFAS (Eksternal Factor Analysis Strateg. Pengembangan Sarana Prasarana Perpustakaan Modern Unsur Faktor Strategis Opportunity Adanya good will dari pemeritah pusat untuk mewujudkan tata kelola lembaga yang baik dan bersih . lean governanc. Dukungan stakeholder di bidang literasi . ektor pemerintah, akademis dan swast. guna mengatasipasi learning loss Keberadaan media massa membantu pengembangan perpustakaan modern Adanya Surat Edaran Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 3497/3/KPG. 00/VI. 2020 Tentang Layanan Perpustakaan Nasional Dalam Tatanan Normal Baru Harapan dan dukungan masyarakat yang tinggi terhadap pengembangan perpustakaan modern di tengah masa Pandemi Covid 19 guna mengatisipasi learning loss Bobot Rating Score Total Opportunity Unsur Threats Faktor Strategis Bobot Rating Score Timbulnya permasalahan hak cipta Rendahnya pemahanan pemustaka mengenai covid 19 Timbulnya berita bohong/hoax Rendahnya motivasi pemustaka dalam memanfaatkan perpustakaan digital Timbulnya ketidakpusan pemustaka terhadap layanan perpustakaan di masa pandemi Total Threats Total IFAS Sumber: Data diolah, 2021 Positioning Mapping. Berdasarkan hasil dari perhitungan IFAS . dan EFAS . maka posisi organisasi berada pada kuadran II . Situasi organisasi pada kuadran ini, kondisi internal sangat baik . ekuatan lebih besar dari kelemaha. tetapi kondisi eksternal tidak mendukung . ncaman lebih banyak dibandingkan dengan peluan. , strategi yang digunakan yaitu dengan memanfaatkan/optimalisasi kekuatan internal untuk menghilangkan ancaman dan dalam jangka panjang memanfaatkan peluang yang ada dengan cara diversifikasi. Grafik Posisi organisasi dapat di lihat pada gambar 1 berikut. INDONESIAN JOURNAL OF LIBRARIANSHIP Gambar 1 Grafik Positioning Mapping i Turn Around Aggressive Defensive Sumber: Data diolah, 2021 Competitive 528, -5. Posisi Organisasi SFAS (Strategic Factor Analysis Summar. Matriks Ringkasan Analisis FaktorFaktor Strategis (SFAS), meringkas faktor strategis organisasi dengan menggabungkan faktor eksternal IFAS dari tabel EFAS dengan faktor internal dari tabel IFAS. Bagi manajemen jumlah faktor-faktor tersebut terlalu banyak untuk digunakan secara efektif dalam merumuskan strategi. Matriks SFAS mengharuskan para manajer memadatkan faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman ini sehingga menjadi kurang dari sepuluh faktor. Hal ini dilakukan dengan mereview dan meringkas pada bobot setiap faktor-faktor penentu untuk keberhasilan perusahaan dimasa mendatang. Bobot tertinggi faktor-faktor EFAS dan IFAS harus dimunculkan dalam matriks SFAS. Tabel 3. Matrik SFAS (Strategic Factor Analysis Summar. No. Faktor Strategis Perpustakaan memiliki kemampuan mengadakan penambahan sarana perpustakaan modern Terdapat adaya SOP dalam pelayanan di masa pandemi Adanya komitmen bersama antar pustakawan untuk dapat memberikan pelayanan terbaik dan pemebrian unformasi yang akurat kepada Pustakawan belum sesuai kualifikasi perpustakaan modern Sasaran pengembangan perpustakaan masih sebatas pemenuhan kuantitas belum pada kualitas. Belum memadainya sarana prasaran untuk mendukung pengembangan perpustakaan modern Dukungan stakeholder di bidang literasi . ektor pemerintah, akademis Jangka Pendek Jangka Sedang Jangka Panjang Bobot Rating Score ue ue ue ue ue ue ue Murliasari. Strategy for Improving Library Facilities. dan swast. guna mengatasipasi learning loss Adanya Surat Edaran Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 3497/3/KPG. 00/VI. 2020 Tentang Layanan Perpustakaan Nasional Dalam Tatanan Normal Baru Rendahnya pemahaman pemustaka mengenai covid 19 Rendahnya motivasi pemustaka dalam memanfaatkan perpustakaan digital TOTAL ue ue ue Nilai Tertinggi (Ma. = 0,906 Nilai Terendah (Mi. = 0. Sumber: Data diolah, 2021 Selanjutnya penulis menentukan koefisien, jangka pendek . , jangka sedang . dan jangka panjang . berdasarkan matrik SFAS menggunakan rumus yang dikemukakan oleh Wibowo sebagai berikut: Gambar 2 Perhitungan Koefisien. Jangka Pendek (Kade. Jangka Sedang (Kadan. dan Jangka Panjang(Kajan. Koefisien = Score . ertinggi Ae terenda. : 3 = . ,906-0,. = 0,229 Jangka Panjang = Nilai tertinggi Ae Koefisien = 0,906 - 0,229 = 0,677 =Batas Bawah Jangka Panjang Jangka Pendek Jangka Sedang =Yang Tidak Terasuk dalam Jangka Pendek dan Jangka Panjang Termasuk dalam Jangka Sedang = Nilai terendah Koefisien = 0,219 0,229 = 0,448 =Batas Atas Jangka Pendek Sumber: Data diolah, 2021 menggunakan rumus yang dikemukakan Wibowo (Wibowo, 2. Strategi Peningkatan Sarana Dan Prasana Perpustakaan Dalam Pengembangan Perpustakaan Modern Di Masa Pandemi. Berdasarkan hasil analisis SWOT melalui peritungan IFAS. EFAS dan SFAS, diperoleh upaya pemecahan persoalan dalam strategi peningkatan sarana dan prasana perpustakaan dalam pengembangan perpustakaan modern di masa pandemi antara lain: perpustakaan memiliki kemampuan membangun infrastruktur untuk mengadakan penambahan sarana prasarana dalam pengembangan perpustakaan modern. terdapat adaya SOP dalam pelayanan di masa pandemi. Adanya komitmen bersama antar pustakawan untuk dapat memberikan pelayanan terbaik dan pemberian unformasi yang akurat kepada pustakawan belum sesuai kuakifikasi perpustakaan modern. potensi pencapaian sasaran pengelolaan anggaran pengembangan perpustakaan tidak hanya sebatas pemenuhan kuantitas tetapi juga kualitas. adanya potensi untuk pemenuhan sarana prasarana untuk mendukung pengembangan perpustakaan dukungan stakeholder di bidang literasi . ektor pemerintah, akademis dan INDONESIAN JOURNAL OF LIBRARIANSHIP swast. guna mengatasipasi learning loss. adanya Surat Edaran Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 3497/3/KPG. 00/VI. 2020 Tentang Layanan Perpustakaan Nasional Dalam Tatanan Normal Baru, potensi akan terwujudnya pemahanan pemustaka mengenai covid 19. Potensi terhadap tingginya motivasi pemustaka dalam memanfaatkan perpustakaan digital. Berdasarkan hasil analisis SWOT tersebut, disampaikan beberapa saran kegiatan dalam strategi peningkatan sarana dan prasana perpustakaan dalam pengembangan perpustakaan modern di masa pandemi dijelaskan pada tabel 4. Tabel 3. Saran Program/Kegiatan Perpustakaan Jangka Waktu Program Penambahan Perpustakaan Kegiatan Yang Dapat Dilaksanakan Tenaga IT - Rekrutmen/ relokasi sebagai personil perpustakaan dengan kualifikasi Bidang IT - Diklat Bidang IT bagi pustakawan Strategi Jangka Pendek Strategi Jangka Sedang Strategi Jangka Panjang Pengadaan Sistem Perpustakaan - Pengadaan perangkat lunak Digital - Kerjasama dengan stakeholder - Kerjasama dengan penyedia platform perpustakaan digital. - Penambahan perangkat keras penunjang perpustakaan modern, missal server, peningkatan jaringan, dll - Sosialisasi perpustakaan digital Monitoring Perpustakaan Evaluasi - Pembagian tugas pustakawan sesuai jenjang jabatan. - Penyesuaian kinerja berdasarkan IKU organisasi induk. - Perbaikan kualitas melalui peningkatan SOP Perpustakaan Pengadaan Sarana Prasarana - Renovasi ruang/gedung perpustakaan Perpustakaan dengan tema/desain yang menarik - Penataan/Pengadaan Sarpras pendukung - Mentoring personil pustakawan dalam Peningkatan Kapasitas SDM penguasaan teknologi informasi - Pembinaan bahaya penularan wabah covid 19 dalam penerapan protokol kesehatan di perpustakaan Peningkatan Koleksi - Pengadaan koleksi buku digital - Penambahan langganan database jurnal Kegiatan Literasi - Bedah buku - Penulisan buku - Safari literasi Sumber: Data diolah, 2021 Kendala yang akan dihadapi oleh perpustakaan selanjutnya perolehan anggaran secara real yang berbeda-beda tergantung alokasi yang diberikan dan juga kondisi finansial organisasi. Terkait pengadaan/renovasi sarana dan prasarana fisik perpustakaan juga tidak semua perpustakaan akan disetujui tergantung kondisi Murliasari. Strategy for Improving Library Facilities. perpustakaan dan keberpihakan pimpinan organisasi terhadap unit perpustakaan Hal tersebut menyebabkan perpustakaan akan mengalami fruktuasi yang berbeda-beda dalam mengimplementasikannya. Selanjutnya penulis dapat memfokuskan temuan bahwa modernisasi perpustakaan di masa pandemi akan mengarah kepada pengembangan perpustakaan digital. Hal tersebut berkaitan dengan keamanan akses pemustaka dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 melalui klaster layanan perpustakaan. Oleh karenanya perencanaan prasarana perpustakaan yang akan dikembangkan harus disesuiakan dengan aturan-aturan protokol kesehatan, antara lain: sirkulasi udara yang baik, sehingga dapat mengatasi meluasnya penyebaran virus di dalam ruangan. Buku-buku yang digunakan oleh pemustaka baik yang di baca di dalam ruangan maupun setelah dipinjam, diharuskan masuk di ruang penyemprotan disinfektan. teknologi dari analog menjadi digital dengan nengintegrasikan akses materi digital dengan fisik. dan menyediakan alat yang lebih efisien dan lebih fleksibel dalam pengubahan isi materi menjadi digital. Jadi model pengembangan perpustakaan modern di masa pandemi saat ini merupakan bagian dari metode pengembangan perpustakaan digital yang meliputi tahap perencanaan, analisis data pendukung, perancangan sistem, uji coba sistem, implementasi sistem, migrasi ke sistem digital dan tahap evaluasi, dengan alur pengembangan sarana prasarana perpustakaan modern dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar 3. Alur Pola Perpustakaan Modern di masa Pandemi Pengubahan katalog manual menjadi digital Perpustakaan Digital Pengubahan isi materi dalam bentuk file digital Perpustakaan Modern: Koleksi sesuai Komputerisasi/oto masi prpustakaan SDM sesuai dengan Tidak menimbulkan Lingkungan perpustakaan lebih Sumber: Data penelitian diolah, 2021 Perpustakaan modern memerlukan daya tampung data yang cukup besar, sehingga diperlukan komponen pengelolaan basis data . Hal tersebut dibutuhkan agar lalu lintas transaksi data perpustakaan dapat berjalan dengan baik. Komponen piranti keras menjadi sarana yang cukup penting dalam pengembangan perpustakaan modern di masa pandemi. Piranti keras yang dimaksud dalam hal ini meliputi server, perangkat komputer, koleksi, perangkat alih media dan sarana prasarana lain yang berwujud. Komponen selanjutnya yakni piranti lunak merupakan suatu aplikasi/sistem yang menghubungkan antara layanan perpustakaan dan pemustaka secara online. Komponen yang juga tidak kalah penting yakni SDM pustakawan yang juga harus ditingkatkan keterampilan IT dan literasi digitalnya guna mendukung pengembangan perpustakaan Diskusi Temuan Penelitian. Perpustakaan sebagai fasilitator pemberian informasi dan perkembangan ilmu pengetahuan, perlu adanya pengembangan sarana dan INDONESIAN JOURNAL OF LIBRARIANSHIP prasarana guna meningkatkan minat membaca pemustaka di masa pandemi. Penulis menemukan bahwa pengembangan sarana dan perpustakaan di masa pandemi lebih memberikan arahan kepada pengembangan perpustakaan digital. Hal tersebut sejalan dengan penelitian Pambayun bahwasanya adaptasi yang perlu dilakukan perpustakaan di masa pandemi yakni bertransformasi ke layanan virtual dan digital berteknologi tinggi (Kuncoro Galih Pambayun, 2. Mubarok menemukan bahwa perpustakaan harus beradaptasi dengan pola pembelajaran jarak jauh, harus mengubah pola pelayanannya ke perpustakaan model digital guna memudahkan penggunanya dalam memanfaatkan perpustakaan pada masa pandemi covid-19 (Mubarok, 2. Suharso dkk menemukan bahwa adanya digital library sangat dibutuhkan saat pandemi berlangsung (Suharso et , 2. Sejalan juga dengan temuan Susanto bahwa perpustakaan perlu perancangan perpustakaan digital merupakan bagian dari metodologi pengembangan perpustakaan itu sendiri (Susanto, 2. Hartono menambahkan bahwa pengembangan perpustakaan digital baik secara teknis maupun non teknis perlu memperhatikan aspek organizational, mekanisasi, otomatisasi dan komunikasi informasi (Hartono, 2. Sukaesih dkk juga menemukan bahwa terdapat peningkatan pada jumlah pengguna perpustakaan digital di masa pandemic (Sukaesih et al. , 2. Penulis menemukan keunggulan layanan perpustakaan digital yakni dilihat dari akses dan segi keamanan terhadap potensi penularan Covid-19. Sejalan dengan temuan Yois dan Marlini bahwa perpustakaan digital dapat diakses dari rumah meliputi layanan konsultasi, jurnal elektronik, layanan referensi elektronik (Yois & Marlini, 2. Hadiapurwa juga menyebutkan bahwa melalui pemanfaatan teknologi tersebut, siswa dapat merndapatkan sumber belajar elektronik dan referensi dengan mudah dan dapat diakses pada kapanpun dan dimanapun (Hadiapurwa et al. , 2. Sejalan dengan temuan Farida dan Adhi menemukan bahwa perpustakaan digital telah dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa yang menunjukkan bahwa generasi milenial memiliki kemampuan literasi digital (Farida & Adhi, 2. Terkait evaluasi sarana dan prasarana perpustakaan secara fisik agar nantinya pemustaka lebih nyaman berada di perpustakaan sejalan dengan penelitian Butu dkk bahwasanya perlunya pemeliharaan/perawatan ruang perpustakaan termasuk pengaturan ruangan jangan sampai ruang kerja, ruang baca, maupun koleksi menyatu menjadi satu ruangan (Butu et al. , 2. Penelitian Alrasyiidah dan Amir juga menyebutkan perlunya perluasan ruangan, peningkatan perlengkapan misalnya rak buku (Alrasyiidah & Amir, 2. Mobil perpustakaan keliling juga cukup penting dalam melakukan layanan fisik secara jemput bola. Hal tersebut sejalan dengan temuan Lestari dkk bahwa perpustakaan tetap bisa memberikan layanan secara tatap muka melalui layanan mobil perpustakaan keliling perpustakaan Kabupaten Bandung di masa pandemi tentunya dengan protokol kesehatan (Lestari et al. , 2. Diskusi Temuan Menarik Lainnya. Selain dari temuan berkaitan dengan sarana dan prasarana perpustakaan yang perlu disiapkan, temuan menarik lainnya dari penelitian pengembangan perpustakaan modern ini yakni perlunya peningkatan SDM. Sejalan dengan temuan Pambayun bahwa dalam rangka memberikan pelayanan dengan teknologi tinggi secara otomatis pustakawan dan juga pemustaka juga harus diberikan pemahaman terkait literasi digital (Pambayun, 2. Kegiatan literasi penting untuk dilakukan bahkan harus berkelanjutan dalam program jangka panjang setelah masa pandemic berakhir. Hal tersebut sejalan dengan temuan Hernimawati dkk bahwa perlunya peningkatan kegiatan gemar membaca bagi masyarakat pada lembaga pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi (Hernimawati et al. , 2. Jika SDM pustakawan pada bidang IT dan layanan digital telah disiapkan, serta pemustaka juga memiliki literasi digital yang tinggi didukung dengan sarana dn prasarana sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman, diharapkan kebutuhan informasi pemustaka akan tetap terpenuhi meskipun masa pandemi sekalipun. Murliasari. Strategy for Improving Library Facilities. IV. KESIMPULAN Modernisasi perpustakaan tidak terlepas dari model pengambangan perpustakaan Oleh karenanya penulis menyimpulkan bahwa strategi pengembangan sarana dan prasarana dalam rangka pengembangan perpustakaan modern di masa pandemi mengarah pada peniningkatan sarana pendukung perpustakaan digital yang meliputi pengadaan/peningkatan sistem perpustakaan digital, pengadaan/peningkatan server sebagai database penyimpanan, peningkatan koleksi digital/elektronik, otomatisasi dan alih media digital. Di masa pandemi perpustakaan juga tetap dapat melayani pemustaka yang berkunjung langsung ke gedung perpustakaan, oleh karenya sarana dan prasarana perpustakaan secara fisik juga harus dilakukan penataan dan peningkatan agar menarik dan kekinian yang berpedoman pada protokol kesehatan. Tidak hanya sarana dan prasarana yang perlu disiapkan, melainkan peningkatan kapasitas SDM pustakawan dan peningkatan tenaga IT perpustakaan juga sangat penting dalam rangka mendukung pengembangan perpustakaan modern di masa pandemic covid-19. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Kepala Perpustakaan IPDN Jatinangor dan tim pustakawan atas dukungan dan bantuannya, serta pihak-pihak yang telah membantu dan mendukung terselenggaranya penelitian ini. VI. DAFTAR REFERENSI Alrasyiidah. , & Amir. Evaluasi Sarana Dan Prasarana Di Perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak. Jurnal Penddikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 10. https://jurnal. id/index. php/jpdpb/article/view/46427 Andriyani. Evaluasi Aplikasi Sistem Automasi INLISLite Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim (STIKBA) Jambi. Skripsi. http://repository. id/4489/. Diakses pada 12 Januari 2021 Butu. Sembiring. , & Yobi. Implementasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Perpustakaan di SMK Negeri 3 Teknologi dan Rekayasa Jayapura Tahun Ajaran 2019/2020. https://w. org/paper/IMPLEMENTASI-PEMELIHARAANSARANA-DAN-PRASARANA-DI-3-ButuSembiring/eae62b9085751412c524bef85b9f7dd7b120efb1 Farida. , & Adhi. Keefektifan Literasi Digital UPT Perpustakaan Universitas Semarang di Masa Pandemi. Information Science and Library, 1. , 81Ae86. https://doi. org/10. 26623/JISL. V1I2. Gani. Ul-Hikmah. , & Wardah. Perspektif Perpustakaan Indonesia: Protokol dan Risiko Layanan Perpustakaan di Masa Pandemi (Vol. Syiah Kuala University Press. https://unsyiahpress. id/product/book-seriesperspektif-perpustakaan-indonesia-volume-2-protokol-dan-risiko-layananperpustakaan-di-masa-pandemi/ Hadiapurwa. Novian. , & Harahap. Pemanfaatan Perpustakaan Digital Sebagai Sumber Belajar Elektronik Pada Masa Pandemi COVID-19 Di Tingkat SMA. Jurnal Penelitian Pendidikan, 21. , 36Ae48. https://doi. org/10. 17509/JPP. V21I2. Hapsari. Pambayun. , & Santoso. Library Services From Home (LSFH). Indonesian Journal Librarianship, 1. , 1Ae15. https://doi. org/10. 33701/ijolib. Hartono. Strategi Pengembangan Perpustakaan Digital dalam Membangun Aksesibilitas Informasi: Sebuah Kajian Teoritis pada Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam di Indonesia. UNILIB : Jurnal Perpustakaan, 8. , 77Ae91. INDONESIAN JOURNAL OF LIBRARIANSHIP https://doi. org/10. 20885/UNILIB. VOL8. ISS1. ART7 Hernimawati. Dailiati. , & Sudaryanto. Pemanfaatan Sarana Dan Prasarana Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Siak. COMSEP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2. https://adaindonesia. id/journal/index. php/comsep/article/view/147/134 Lestari. Sukaesih. Rukmana. , & Rohman. Perpustakaan digital sebagai alternatif utama dalam memberikan layanan pada masa pandemi di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bandung. Al-Kuttab : Jurnal Kajian Perpustakaan. Informasi Dan Kearsipan, 3. , 22Ae32. https://doi. org/10. 24952/KTB. V3I1. Mubarok. Perpustakaan Digital Sebagai Penunjang Pembelajaran Jarak Jauh. Al-Rabwah Jurnal Ilmu Pendidikan, 15. https://jurnal. id/index. php/al-rabwah/article/view/72 Pambayun. Analisis Implementasi Kebijakan Keterbukaan Informasi Publik Pada Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat. Jurnal Politik Pemerintahan Dharma Praja, 10. , 97Ae108. https://doi. org/10. 33701/jppdp. Pambayun. Digital Libraries during Covid-19 Pandemic: A Bibliometric Analysis and Information Mapping. Indonesian Journal of Librarianship, 2. , 17Ae30. https://doi. org/doi. org/10. 33701/ijolib. Pemerintah Indonesia. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. https://jdihn. id/pencarian/detail/833273 Prasetyo. Perencanaan Strategis Perpustakaan: Telaah Dokumen Renstra Perpustakaan Universitas Gadjah Mada | Prasetyo | Pustakaloka. Pustakaloka: