Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 Perang Enam Hari Menandai Kemunduran Arab. Kritik Sosio-Politik Nizzar Dalam Hawamisy AoAla Daftar Al-Naksah The Six-Day War Marked Arab Decline. NizzarAos Socio-Political Critique In Hawamisy AoAla Daftar Al-Naksah Khairani Hasibuan1. Sukron Kamil2. Arnan Pahmi Matondang3 Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jl. Ir. Djuanda No. Cempaka Putih. Ciputat Timur. Tangerang Selatan. Banten. Indonesia Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Bina Dinamika Bekasi. Jln. Kebon Kelapa Blok Barokah. Pekopen. Tambun. Bekasi. Jawa Barat 17510. Indonesia e-mail: khasibuan647@gmail. ABSTRACT This research purpose to reveal the social facts of the six-day war that became the genetic birth of the poem HawAmisy Aoala Daftar al-Naksah and the author's worldview towards the defeat of the Arab nation in the The method used in this study uses a qualitative method with the approach of Lucien Goldmann's genetic structuralism theory. This theory emphasizes the relationship between literary works and their social environment through the author's worldview. The findings in this study are criticisms directed at the Arab nation because of their intellectual, economic, cultural, and political backwardness. The socio-political criticisms include. the romanticism of the Arab nation, the spontaneity and. expressiveness of Arab society, backward culture, the lack of a democratic system and guarantee of human rights. Keywords: Six-Day War. NizzAr QabbAni. Socio-Political Criticism ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fakta sosial perang enam hari yang menjadi genetika lahirnya puisi HawAmisy Aoala Daftar al-Naksah dan pandangan dunia pengarang terhadap kekalahan bangsa Arab dalam perang tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Teori ini menekankan hubungan antara karya sastra dengan lingkungan sosialnya melalui pandangan dunia pengarang. Temuan dalam penelitian ini berupa kritik yang ditujukan kepada bangsa Arab karena keterbelakangan intelektual, ekonomi, budaya, dan politik. Kritik sosio politik tersebut meliputi. romantisisme bangsa Arab, kebanggan atas warisan kejayaan masa lalu, sikap spontanitas dan ekspresif masyarakat Arab, budaya yang terbelakang, minimnya sistem demokrasi dan penjaminan hak asasi manusia. Kata Kunci: Perang Enam Hari. NizzAr QabbAni. Kritik Sosio Politik FIRST RECEIVED: 2025-04-26 REVISED: 2025-09-25 https://doi. org/10. 25299/ajaip. ACCEPTED: 2025-10-02 PUBLISHED: 2025-11-11 Corresponding Author: Khairani Hasibuan AJAIP is licensed under Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International Published by UIR Press PENDAHULUAN Lapidus . menyatakan antagonisme Arab dan Israel berakar pada klaim tempat atau daerah Palestina dan Long . menambahkan selama 20 abad lamanya orang Romawi telah mengusir bangsa Yahudi dari Palestina. Krisis eksistensi yang dihadapi oleh bangsa Yahudi membawanya kembali kepada tanah yang diklaim sebagai tanah yang dijanjikan Tuhan kepada mereka yaitu. Yerussalem. Klaim atas hak milik tanah Yerussalem tersebut mendapat penolakan oleh sejumlah negara Arab (Ben-Yehuda & Sandler, 2. Khairani Hasibuan. Sukron Kamil. Arnan Pahmi Matondang: Perang Enam Hari Menandai Kemunduran Arab. Kritik Sosio-Politik Nizzar Dalam Hawamisy AoAla Daftar Al-Naksah Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 Hindun . selanjutnya mengungkapkan bahwa konflik tersebut berlanjut dengan adanya Deklarasi Balfour, yaitu surat yang menyatakan bahwa pemerintah Inggris mendukung rencanarencana zionis untuk mendirikan tanah air Yahudi di Palestina (Ben-Yehuda & Sandler, 2. Kemudian Long . mengklaim pemicu kemarahan bangsa Arab juga disebabkan karena kemerdekaan bangsa Yahudi dengan mendirikan negara Israel pada tanggal 14 Mei 1948. Satu hari setelah deklarasi Balfour, bangsa Arab (Mesir. Yordania. Suriah dan Lebano. menyatakan sikap dengan menginvasi negara Israel. Tahun 1956 perang kembali hadir karena Mesir menasionalisasikan Terusan Suez, hal ini mengundang perlawanan dari Inggris. Prancis dan Israel (Lahav, 2. Al-Naksah atau yang disebut dengan kemunduran bangsa Arab merupakan peristiwa yang memberikan dampak krisis dan kerusakan yang parah bagi bangsa Arab baik secara moril maupun Peristiwa ini disebabkan kekalahan bangsa Arab atas Israel pada perang enam hari (Harb al-AyyAm al-Sitta. di bulan Juni (HuzairA. Perang tersebut tidak hanya merupakan kegagalan militer akan tetapi hilangnya Nasionalisme Arab (Rached & Bali, 2. Kemenangan yang diperoleh Israel dalam perang ini mengubah struktur regional bangsa Arab dengan kehilangan Semenanjung Sinai. Jalur Gaza. Tepi Barat Yordania dan Dataran Tinggi Golan (M. Khalil, 2. Enein . mengungkapkan bahwa perang ketiga ini melibatkan Israel. Mesir. Yordania. Suriah. Uni Soviet dan Amerika. Israel yang dibantu oleh Amerika memperoleh kemenangan dalam perang dengan menguasai perbatasan Sinai sedangkan bangsa Arab khususnya Mesir mendapatkan bantuan dari Uni Soviet. Pada tanggal 14 Mei Suriah dan Mesir mengumumkan keadaan darurat berdasarkan laporan dari Uni Soviet bahwa Israel mengerahkan pasukan ke Perbatasan Utara (BenYehuda & Sandler, 2. Pada hari yang sama Nasser mengerahkan pasukannya ke Semenanjung Sinai. Peristiwa al-Naksah mempengaruhi segala faktor, banyak penyair yang menuangkan bagian dari sejarah Timur Tengah ini ke dalam karya sastranya. Relevansi sastra dan realitas sosial, asumsi dasarnya adalah bahwa sastra tidak bisa lepas dari kondisi sosial yang melingkupinya (Levi, 1. Hal yang senada disampaikan oleh Hannay . bahwa karya sastra digunakan sebagai media untuk menyampaikan protes terhadap realitas sosial yang tidak berpihak kepada kepentingan Khususnya puisi sebagai salah satu jenis sastra juga merefleksikan masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat. Puisi tidak dapat dipisahkan dari realitas sosial, respon ketidakadilan dan permasalahan sosial dalam masyarakat disampaikan dalam bentuk kritik sosial yang terefleksi melalui karya-karyanya. Maka karya sastra sesungguhnya memiliki kontrol terhadap penyalahgunaan kekuasaan (Indrastuti, 2. Puisi yang merefleksikan keadaan bangsa Arab pada perang enam hari tahun 1967 salah satunya adalah puisi HawAmisy AoAlA Daftar al-Naksah karya NizzAr QabbAni. NizzAr QabbAni merupakan penyair Syiria yang karyanya sangat banyak dibaca di dunia Arab (Kahf, 2. Hal ini relevan dengan tingkat stagnasi politik Arab yang terbukti dengan baik dalam karyanya (A. Khalil, 1. Tema wanita dan romansa yang menjadi corak puisinya berubah seketika menjadi perlawanan dan kritik terhadap pemerintah pada tahun 1967, kekalahan yang menimpa Arab dalam perang enam hari pada bulan Juni 1967 membuat masyarakat Arab putus asa. Puisi AoHawAmisy AoAlA Daftar al-NaksahAo merupakan manifestasi protes dan perlawanannya (QabbAni, n. NizzAr Khairani Hasibuan. Sukron Kamil. Arnan Pahmi Matondang: Perang Enam Hari Menandai Kemunduran Arab. Kritik Sosio-Politik Nizzar Dalam Hawamisy AoAla Daftar Al-Naksah Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 QabbAni menyebutkan dalam Gohar . bahwa alasan dari kekalahan 1967 disebabkan oleh budaya, sosial dan faktor politik. Penyair mengkritik rezim Arab yang bertanggung jawab terhadap kekalahan dalam perang. Di dalam puisinya. QabbAni menunjukkan kediktatoran pemerintah Arab yang rela terlibat perang dengan Israel untuk menyamarkan ekonomi internal dan bencana sosial. QabbAni mendesak masyarakat Arab untuk keluar dari labirin keputusasaan dan ketidak acuhan dalam menghadapi rezim yang berkuasa. Oleh karena itu, puisi QabbAni menjadi refleksi frustasi dan kekecewaan generasi yang dihancurkan akibat kekalahan. Karena itu, puisi perang pasca perang 1967 sangat tinggi akan nilai kritik terhadap kebijakan pemerintah Arab dan ketidak pedulian orang-orang Arab terhadap kebijakan tersebut. Topik ini sebelumnya telah banyak diteliti salah satunya. The Poetics of Disclosure Narrating The Six-Day War In The Poetry of NizzAr QabbAni oleh Saddik Gohar. Dalam jurnal ini ia menjelaskan bahwa puisi NizzAr QabbAni bertujuan untuk mengungkap dan mengangkat ulang peristiwa yang terjadi pada bulan Juni 1967 antara Arab dan Israel. Hal ini disebabkan karena upaya media untuk mengaburkan dan mengubur kekejamannya di bawah budaya amnesia. Untuk mengungkapkan narasi trauma dan kesakitan yang ada dalam teks puisi NizzAr QabbAni, ia menggunakan pendekatan intertekstual dengan tujuan menginterogasi narasi perang yang dikaburkan oleh politisi Arab dan media negara resmi dan dampak destruktif mereka pada ingatan masyarakat Arab. Dengan demikian, kekalahan yang dialami oleh bangsa Arab pada perang enam hari (Harb al-AyyAm al-Sitta. tahun 1967 perlu dianalisis lebih dalam lagi. Secara geografis, batas wilayah Yerussalem sangat kecil dan tidak sebanding dengan negara-negara jirannya, begitu juga dengan kuantitas pasukan perangnya. Meski Israel dibantu oleh Amerika, kemenangan dalam perang itu tidak semata-mata atas bantuan Amerika tersebut. Bangsa Arab ( Mesir. Yordania. Suria. seperti layaknya Israel mendapatkan bantuan dan pasokan dari negara lain, yaitu Uni Soviet. Sehingga yang menjadi pertanyaan Bagaimana fakta sosial dalam perang enam hari yang merupakan genetika lahirnya puisi HawAmisy AoAlA Daftar al-Naksah karya NizzAr QabbAni. Kedua. Bagaimana pandangan dunia pengarang dalam puisi HawAmisy AoAlA Daftar al-Naksah terhadap kekalahan bangsa Arab dalam perang enam hari. Oleh karena itu, peneliti merasa perlu untuk menganalisis puisi HawAmisyAoala Daftar al-Naksah karya NizzAr QabbAni untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan tersebut. Dimana puisi tersebut merupakan manifestasi kekecewaan terhadap pemerintah Arab. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan teori strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Menurut Goldmann dalam Hannay . setiap karya sastra terkait secara genetik dengan ide, nilai dan harapan sosial. Leenhardt & Wood . juga setuju bahwa karya sastra bukan satu-satunya hal yang harus dipertimbangkan ada hal lain yang mengintervensi terhadap konten dari karya sastra itu sendiri, yaitu fakta kemanusiaan dan pandangan dunia sastrawan yang menjadi karakter dari teori Kamil . menyebutkan pendekatan ini penting mengingat teori ini melihat karya sastra sebagai suatu keutuhan, karya sastra di samping memiliki unsur intrinsik yang otonom, tetapi juga memiliki unsur ekstrinsikalitas. Karya sastra merupakan struktur bermakna yang mewakili pandangan dunia . ision du mond. penulis, tidak sebagai individu, tetapi sebagai anggota Khairani Hasibuan. Sukron Kamil. Arnan Pahmi Matondang: Perang Enam Hari Menandai Kemunduran Arab. Kritik Sosio-Politik Nizzar Dalam Hawamisy AoAla Daftar Al-Naksah Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 Oleh karena itu, strukturalisme genetik bermaksud menerangkan karya sastra dari sisi homologi, persesuaian dengan struktur sosialnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan data primer bersumber dari antologi puisi NizzAr QabbAni AuHAwAmisy ala al-HawAmisyAy dengan judul HawAmisy Aoala Daftar al-Naksah. Puisi ini terkumpul dalam Diwan al-AoAmal al-Siyasiyah alKamilah NizzAr QabbAni. Selain teks puisi tersebut, penulis juga menggunakan sumber-sumber sekunder tulisan dan kajian tentang sejarah dan perkembangan konflik Israel dan Arab khususnya pada topik bahasan perang enam hari. HASIL DAN PEMBAHASAN Fakta Sosial Perang Enam Hari. Konsekuensi Perang Menandai Kemunduran Arab Kekalahan bangsa Arab pada perang ke tiga memberikan pukulan yang keras terhadap bangsa ini. Koalisi Arab yang terdiri dari Mesir. Suriah dan Yordania dan didukung oleh Uni Soviet sedangkan Israel didukung Amerika dan Inggris. Perang ini terjadi selama enam hari dimulai pada 5 Juni dan berakhir pada tanggal 10 Juni 1967. Menurut Ginor & Remez . , perang ini diasumsikan karena adanya disinformasi dari Uni Soviet terkait pengerahan pasukan Israel ke perbatasan Suriah pada 13 Mei 1967. Mesir yang sudah menyepakati pakta pertahanan bersama langsung mengerahkan pasukannya sebanyak 50. 000 pada 16 Mei dan meminta untuk menarik UNEF dari Semenanjung Sinai pada 18 Mei 1967. Reaksi tidak terlihat dari pihak Israel. Nasser pun meningkatkan taruhannya dengan memblokade selat tiran khusus kepada kapal yang berbendera Israel atau kapal asing yang menuju Israel pada tanggal 22 Mei 1967 (Miller, 2. Tragedi kekalahan Arab pada perang Juni 1967 memberikan pukulan yang sangat keras terhadap bangsa Arab dengan kerugian yang amat sangat besar dan beban psikologis yang menjadikan masyarakatnya kehilangan jiwanya. Dari sederetan kerugian yang telah disebutkan di atas yang hanya fokus terhadap Mesir, di bawah ini akan diberikan rincian sebagai berikut. Country Israel Mesir Yordania Tabel 1. Dampak Tragedi Kekalahan Arab pada Perang Juni 1967 Jumlah Tentara Tewas Kerusakan Tanks Pesawat Hasil ini terlihat ketimpangan yang jauh berbeda antara Israel dan Arab yang berdampak pada pengakuan Internasional terhadap kekuatan militer Regional Israel. Hal ini tentunya sangat memalukan bangsa Arab dalam pandangan Internasional dengan kualitas militer yang lemah. Dari segi kuantitas Israel jauh lebih sedikit dibandingkan dengan bangsa Arab (Mesir. Yordania dan Suriah yang dibantu dari segi perlengkapan militer dari Arab Saudi. Kuwait. Iraq dan Lebano. Akan tetapi kuantitas tidak menjadi jaminan untuk mencapai kemenangan. Kehilangan sebagian wilayah yang menjadi konsekuensi banyaknya masyarakat Suriah dan Palestina yang sebelumnya tinggal di Dataran Tinggi Golan. Jalur Gaza kehilangan tempat tinggalnya. Kekalahan ini juga membuktikan kegagalan Pan-Arabisme. Nasionalisme Arab dan mimpi besarnya. Semua komunitas terdampak oleh perang dan tidak mendapat jawaban kerugian tragis perang. Selain itu kegagagalan ini berdampak pada hilangnya kepercayaan Palestina terhadap bangsa Arab dalam pembebasannya untuk kemerdekaan yang akhirnya membentuk perlawanan independen (Mohammad & Bali, 2. Khairani Hasibuan. Sukron Kamil. Arnan Pahmi Matondang: Perang Enam Hari Menandai Kemunduran Arab. Kritik Sosio-Politik Nizzar Dalam Hawamisy AoAla Daftar Al-Naksah Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 Gat . mengungkapkan kondisi yang sangat timpang ini menunjukkan Mesir tidak siap untuk perang. Faktanya, sebanyak 50. 000 tentara Mesir masih dalam kondisi bertempur di Yaman yang kemudian sebagian ditarik oleh Nasser. Lima tahun berjuang di Yaman membuat tentara Mesir kelelahan, kekuatannya benar-benar habis dan banyak peralatan milliternya rusak. Tentara mesir tertekan, kurang siap dan kurang peralatan untuk menantang apalagi mengalahkan pasukan pertahanan Israel yang terlatih dengan baik (IDF). Selebihnya. Nasser tidak terlalu memikirkan kapabilitas tentaranya, yang ia pikirkan ancaman terhadap rezimnya. Unsur Intrisikalitas dalam Puisi Hawamisy Aoala Daftar al-Naksah Puisi al-HawAmisy AlA Daftar al-Naksah merupakan puisi pertamanya yang bertajuk politik, yang mencakup kritikan terhadap moral bangsa Arab dan rezim Gamal Abdul Nasser. Puisi ini terdiri dari 20 penggalan, dimana penggalan 1-16 merupakan kritik terhadap bangsa Arab, penggalan 17-18 merupakan kritikan terhadap rezim Gamal Abdul Nasser dan terakhir penggalan 19-20 merupakan harapan terhadap generasi bangsa. Pembacaan Terhadap Unsur Emosi (AoAtifa. Puisi Effendy . menyebutkan bahwa AlAoAtifah adalah perasaan yang mendalam atau emosi yang dialami oleh penyair mengenai suatu objek yang kemudian ditularkan kepada para pembaca melalui puisinya. Penyair harus mengungkapkan perasaannya secara jujur, alami, apa adanya dan tidak dipaksakan. Emosi yang ditularkan NizzAr kepada pembaca adalah bentuk kemarahan terhadap ke apatisan masyarakat Arab dalam sistem politik juga sebagai manifestasi kemarahan sekaligus bentuk perlawanan terhadap rezim Gamal Abdul Nasser. Kesedihan yang sangat mendalam yang dialaminya karena perisitiwa al-Naksah mengubah NizzAr dari penyair romansa, cinta dan perempuan menjadi penyair yang menusuk ke sukma para elit politik, intelektual dan masyarakat Arab. NizzAr menciptakan tokoh tanah air yang sedang bersedih-sebagai simbol bangsa Arab- atas bencana yang menimpanya. Pernyataan ini ia tuangkan dalam puisinya: Tabel 1. Gaya Puisi NizzAr Pasca Peristiwa al-Naskah AO OIO EOIA AOEIO EA AII OE E OEIOIA Wahai tanah airku yang bersedih Mengubahku sekejap Dari penyair cinta dan kerinduan AE OE EEOIA menjadi penyair yang menulis dengan pisau Pembacaan Terhadap Unsur Gagasan . l-fikra. Al-Khofaji ( n. ) mengungkapkan bahwa ide, gagasan, kebenaran, makna atau isi merupakan salah satu elemen dan kekuatan terpenting dari karya sastra yang merupakan prinsip dasar untuk mengetahui nilainya, begitu juga dengan emosi (Aoatifa. , maka penting untuk mengkombinasikan antara ide dengan emosi. Sastra yang tidak memiliki ide layaknya seperti sastra yang layu dan mati, karena sastra bukan hanya sekedar gaya bahasa dan ekspresi saja. Isi dari puisi NizzAr memiliki ide, gagasan yang substansial yang memberikan pengaruh signifikan dalam dunia Arab. Secara garis besar pokok pikiran yang ada dalam puisi adalah gambaran kekacauan yang kompleks dalam dunia Arab yang dituangkan dalam bentuk kritikan baik dari budaya yang tertinggal maupun sistem pemerintahan yang mengekang. Kekacauan ini sebagai faktor penentu kekalahan Arab dalam perang Huzairan 1967, ia tidak hanya memandang Khairani Hasibuan. Sukron Kamil. Arnan Pahmi Matondang: Perang Enam Hari Menandai Kemunduran Arab. Kritik Sosio-Politik Nizzar Dalam Hawamisy AoAla Daftar Al-Naksah Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 faktor spasial dari langkah-langkah kecil strategi perang yang amatir tetapi juga memandang secara universal jauh ke dalam akar permasalahan yang sudah menjelma sebagai budaya masyarakat. Pembacaan Terhadap Unsur Gaya Bahasa . l-usl. Al-SuwAr al-BalAgiyah Puisi NizzAr QabbAni sangat terkenal dengan keindahan bahasa, kemampuan dalam menciptakan kiasan dan diksi yang butuh untuk diinterpretasikan oleh pembaca. Puisi HawAmisyAoala Daftar al-Naksah meskipun merupakan puisi AuwaqiAoiyahAy yang bernarasikan politik tetap saja penyair menggunakan perangkat balagiyah dalam menyampaikan puisi. Ada beberapa contoh dalam puisi sebagai berikut. Tasybh A EEII EICO EEO ECOIApernyataan ini merupakan salah satu tasybih. NizzAr menjadikan persamaan perkataan orang arab dengan sepatu kuno, yang tujuannya adalah untuk menunjukkan keduanya sudah tidak bernilai. Adapun rinciannya sebagai berikut. A EEIA:AINA A O ECOIA:AIN NA A EA:A EONA A EO II ECOIA:AON EONA KinAyah A( EII IEN IIC EE OEAkarena kita memasukinya . dengan logika tabla dan Pernyataan tersebut merupakan kiasan atau sindiran untuk memperoleh selain makna Kalimat tersebut sebagai kinayah terhadap masyarakat arab yang memelihara pemikiran jahil dan dangkal. Karena tabla dan rababa hakikatnya adalah alat musik yang digunakan untuk menghibur, alat tersebut tidak memiliki logika akan tetapi dapat mengeluarkan suara untuk melengkapi instrumen. Al-Msiqa NizzAr dalam puisi tidak munggunakan bayt sebagai frame atau bingkai melainkan barisbaris yang terdiri dari satu bagian yang panjangnya tidak sama antara satu baris dengan yang Al-Wazan (Iram. Menurut Al-Khofaji . wazan syair diatur dalam ilmu Aoarud, yakni ilmu yang membahas tentang wazan yang ditetapkan dalam syair, yang memiliki enam belas wazan. Puisi NizzAr merupakan bentuk puisi arab bebas yang tidak terikat prosodi atau Aoarud . azan/bah. dan qafiyah. Secara umum al-syiAor al-hurr terbagi tiga. pertama, puisi yang menggunakan satu bahr tertentu dalam satu barisnya sementara dalam baris berikutnya menggunakan bahr lain. Kedua, jenis puisi yang menggunakan satu tafAoilah berdasarkan jenis bahr tertentu. Ketiga, puisi yang memang benarbenar tidak lagi terikat sama sekali oleh satu qafiyah, satu bahr dan satu tafAoilah sekalipun dalam setiap bait-baitnya. Model yang ketiga ini digunakan oleh NizzAr (Kamil, 2. A EE ECOIA,A O ACOA,AIO EEIA o//o/ o/ o// o/o/ o/o //o /o// o/ AAEIA AIAEI AEIA AIAEIA AOEE ECOIA o/o// o/ o//o/ AAEI AEIA Khairani Hasibuan. Sukron Kamil. Arnan Pahmi Matondang: Perang Enam Hari Menandai Kemunduran Arab. Kritik Sosio-Politik Nizzar Dalam Hawamisy AoAla Daftar Al-Naksah Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 :AIO EEIA o// o/o/ AIAEIA AEEII EICO EEO ECOIA o/ /o/o/ o//o// o/o// o/o//o/ AIAEI AEI AOEIA AIAEIA Al-Qofiyah (Rim. Selain Aoilmu arudh yang menetapkan wazan dalam puisi ada juga qofiyah yang merupakan rima ataupun huruf akhir yang digunakan oleh penyair dari setiap baris. pada puisi Aoamudi bentuk qofiyah harus sama dalam bait puisi, apabila kata akhirnya menggunakan kata Aual-watanAy dengan Aunun sukunAy diakhir maka keseluruhan bait dalam syair tersebut harus diikuti dengan Aunun sukunAy misalnya. Aual-zaman, al-syijn, al-wasn dan sebagainyaAy (Al-Aziz, 1. Berbeda halnya dengan puisi bebas yang tidak hanya menggunakan satu kesamaan bunyi Ada beberapa kategori dalam penggunaan qafiyah. Pertama, puisi yang masih mempertahankan kesamaan bunyi akhir kata setiap baris. Kedua puisi yang menggunakan pola qafiyah ganjil dan genap , yaitu kesamaan bunyi pada akhir baris 1,3,5,7 dst, dan kesamaan bunyi pada baris genap 2,4,6,8 dan seterusnya. Ketiga, puisi yang menggunakan pola qofiyah kelompok atau tanpa batasan jumlah baris . ang sama akhirnya dalam setiap kelompo. Keempat, puisi yang sama sekali membebaskan diri dari ikatan kesamaan bunyi akhir setiap baris (Effendy, 2. Adapun puisi NizzAr ini tergolong kepada qafiyah ketiga, yaitu yang menggunakan pola qofiyah Puisi NizzAr yang difragmentasikan dan dibagi kepada dua puluh bagian, setiap satu bagiannya memiliki kesamaan bunyi akhir yang sama. Adapun penggunan qafiyah dalam puisi Aohawamisy Aoala daftar al-naksahAo adalah: bagian pertama puisi qofiyahnya adalah: A aI eNAdan A aE eIA. bagian kesebelas: eAA bagian kedua: A eAdan A eA, bagian kedua belas:AIaA bagian ketiga: AeIA bagian ketiga belas: eAA bagian keempat : AIaA bagian keempat belas:AA bagian kelima : A a eNAdan ANaA bagian kelima belas: bagian keenam : AIaA bagian keenam belas: A eA,aAEA bagian ketujuh: AeNA bagian ketujuh belas:A a eOA,AeIA bagian kedelapan : AeA bagian kedelapan belas: eAA bagian ke sembilan: bagian kesembilan belas: bagian ke sepuluh: a, bagian kedua puluh : A IaA,A eIA,AeEA e AeA Global Structure (Pandangan Dunia Pengaran. Kritik Sosio Politis dalam Struktur Sosial Arab Keseluruhan puisi dapat difahami sebagai penjelasan kelemahan bangsa arab yang mengakibatkan kekalahan dalam perang Juni 1967. Penyair menggunakan frasa A C EAdan A OEO NEOAyang memiliki homologi dengan keterbelakangan budaya, pemikiran dan intelektual, kekuatan diplomasi yang buruk , kebanggaan atas bangsa yang berakhir kepada minimnya kritik untuk perbaikan diri. Kondisi suatu masyarakat seperti ini dengan mudah dapat dipengaruhi oleh pihak lain. Kondisi ini yang dimanfaatkan oleh pemerintah dalam melanggengkan kekuasaannya dan Khairani Hasibuan. Sukron Kamil. Arnan Pahmi Matondang: Perang Enam Hari Menandai Kemunduran Arab. Kritik Sosio-Politik Nizzar Dalam Hawamisy AoAla Daftar Al-Naksah Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 menyebarkan propoganda politik melalui bakat retorika yang menjadi satu keunggulan bangsa Arab. Kesuksesan dalam retorikanya dianggap sebagai pintu keberhasilan dalam peperangan. Sehingga akhirnya lupa ada hal lain yang lebih diprioritaskan yaitu kemampuan, strategi, alat dan kesiagaan pasukannya. Faktor kedua yang mengantarkan bangsa Arab pada kekalahan adalah dominasi dari pemerintah yang membatasi hak warganya untuk berpendapat selama ini. Dalam hal ini pemerintah menggunakan aparat negara terhadap kelompok yang mengkritisi kebijakan politiknya. Kelompok resisten ini selalu menjadi incaran polisi rahasia pemerintah kemudian dijebloskan ke dalam penjara dan mendapat penyiksaan dari polisi. Hal ini ditujukan untuk membungkam kelompok resisten dalam menyebarkan ideologinya. Setelah menyampaikan persoalan bangsa Arab yang merupakan manifestasi lemahnya relasi antara negara dan masyarakatnya dalam mengikuti arus modernitas. Penyair memberikan sejumlah penawaran yang dianggap sebagai solusi untuk kemajuan bangsa Arab. Diantaranya dengan meningkatkan intelektualitas, menciptakan budaya yang progresif dengan membaca dan mengarang buku, berdiskusi, menumbuhkan perdamaian dan memperluas pengalaman dengan menjelajahi negara bagian lain. Dengan demikian akan lahir generasi yang membunuh ilusi budaya yang mandul dan menaklukkan kekalahan. Secara global. Ada tiga masa yang terstruktur dalam puisi ini yaitu, masa lalu yang merupakan kejayaan bangsa arab, masa sekarang ketika puisi dibuat . emunduran bangsa ara. dan masa depan harapan untuk menciptakan kembali kejayaan. Romantisisme Bangsa Arab Romantisisme menurut Heatubun . merindukan suatu yang murni, sejati dan fitri. Orang-orang ini menemukannya dalam kebijaksanaan alam Auback to natureAy, kembali ke masa lalu yang masih polos tak tercela, tak tercemar oleh polusi moral, dan terkontaminasi oleh kesesatan Romantisisme didefenisikan sebagai suatu gerakan perlawanan atas rasionalisme dengan membuat suatu negativitas atas keunggulan rasio itu. Kelompok ini menentukan yang alamiah, pengalaman sehari-hari sebagai sumber kebijaksanaan dan kebenaran. Lalu, memilih intuisi sebagai cara memahami dan mendekati realitasnya. Dengan kata lain seorang romantik memakai intuisi untuk menjadi dasar epistemologisnya dalam mendekati realitas, serentak meyakini alam sebagai sumber kebenarannya. Dalam konteks Arab romantisisme juga menempatkan dirinya pada lapisan masyarakat yang menjadi karakteristik bangsanya. Bangsa Arab umumnya selalu membanggakan kejayaan masa lalu yang pernah diperoleh leluhurnya, kebanggaan-kebanggaan ini sering diungkapkan dalam komunikasi sehari-hari maupun dalam publik. Romantisisme ini juga sering dijadikan sebagai modal penguasa dalam beretorika dan mengumpulkan massanya ( A)EE I OIEEN ECO II ION EA, di satu pihak bangsa Arab merindukan hadirnya kejayaan-kejayaan tersebut di pihak lain kontradiktif dengan keadaan mereka yang terbuai oleh imajinasi kejayaan itu sendiri. Oleh karenanya. NizzAr QabbAni mengatakan dalam buku prosanya, intropeksi diri merupakan barang yang langka ditemukan dalam sosial Arab karena masih dikungkung oleh pemikiran, bahasa dan literatur kuno. Sehingga dengan pemikiran kuno ini membawanya kepada kekalahan yang tentunya dengan strategi kuno dimana sikap tercela tidak bisa dihilangkan. Karena pada hakikatnya kerangka berfikir yang dijadikan sebagai referensi adalah logika berfikir kuno yang tidak sesuai dengan strategi modern. Khairani Hasibuan. Sukron Kamil. Arnan Pahmi Matondang: Perang Enam Hari Menandai Kemunduran Arab. Kritik Sosio-Politik Nizzar Dalam Hawamisy AoAla Daftar Al-Naksah Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 Keterbelakangan Budaya dan Skeptisisme Terhadap Barat Barakat . menyebutkan kondisi ketergantungan bangsa Arab, keterbelakangan, hubungan patriarkal dan otoriter, fragmentasi sosial dan politik, perbedaan kelas, kekalahan historis berturut-turut dan represi umum telah membuat masyarakat Arab tak berbudaya, karena kehilangan kendali atas sumber dayanya, dan gagal untuk mengembangkan visi untuk masa depan. Abdul Rahman al-Bazzaz mengungkapkan penyebab stagnasi Arab diantaranya. Satu negara Arab tidak akan bisa mengalahkan kekuatan Israel, oleh karenanya Arab harus bersatu. Negara-negara Arab sering oposisi dan konflik. Arab mestinya membangun kesamaan . Selain itu Patai . menambahkan adanya kekurangan dalam perencanaan dan persiapan dalam tindakan, sebagian besar tindakan dicirikan lebih emosional, spontanitas dan kurangnya pertimbangan konsekuensi. Cenderung memberi orang lain tanggung jawab atas kesalahan sendiri yang merupakan cacat psikis yang berkembang dalam masyarakat. Nizzar Qabbani di dalam puisinya menyatakan bangsa arab sebagai bangsa yang memakai kerak peradaban dan jiwa yang bebal AEC EI C EA. AOEO NEOA. Ungkapan ini menemukan homologinya dengan kondisi bangsa Arab. Insiden kekalahan bangsa Arab terhadap Israel pada tahun 1948 seharusnya memberikan pelajaran yang besar. Secara logika kekalahan tersebut tidak masuk akal dengan pertimbangan segi kuantitasnya, seluruh negara Arab ikut menginvasi negara kecil yang baru merdeka tersebut. Seharusnya bencana tersebut menyadarkan bangsa Arab akan kondisi bangsa yang lemah dan segera memperbaikinya. Invasi yang berkali-kali dengan strategi yang sama tidak akan merubah keadaan, sebaliknya malah memperburuk keadaannya. Minimnya Sistem Demokrasi Kamil . menyebutkan bahwa demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu demos dan kratos yang berarti kekuasaan oleh rakyat. Oleh karenanya demokrasi merupakan sistem politik yang mana para anggota saling memandang antara yang satu dengan yang lainnya sebagai orang yang sama dilihat dari segi politik. suatu negara disebut demokratis, sejauh mana negara tersebut menjamin hak asasi manusia . eperti menyatakan pendapat, berserikat, dan berkumpu. Ini karena sistem demokrasi menolak diktatorisme, feodalisme dan totalitarianisme. Dalam demokrasi, hubungan antara penguasa dan rakyat bukanlah hubungan kekuasaan melainkan berdasarkan hukum yang menjunjung tinggi HAM tersebut. Jelasnya, ukuran negara damokratis antara lain: . didirikannya sistem politik yang sepenuhnya demokratis dan representatif berdasarkan pemilihan umum yang bebas dan adil. diakuinya secara efektif kebebasan fundamental dan kemerdekaan pribadi termasuk kebebasan beragam, berbicara dan berkumpul. dihilangkannya semua perundang dan peraturan yang menghalangi berfungsinya pers yang bebas dan terbentuknya partai-partai politik. diciptakannya kekuatan-kekuatan militer, keamanan, dan kepolisian yang tidak memihak (Kamil, 2. Barakat . melihat masyarakat Arab tampaknya kurang berfungsi dengan baik karena dibatasi oleh rezim otoriter yang menjadikannya tidak berdaya dan tunduk pada keinginan Untuk berfungsi dengan baik urusannya dengan rakyat sendiri bukan antara penguasa dan Hak asasi manusia dan fungsi vital masyarakat terus menerus dirusak dan dibatasi oleh rezim otoriter. Masyarakat Arab tidak berdaya dan tunduk pada penguasa. Dalam negara Arab pembentukan institusi demokrasi belum tercapai, kesenjangan sosial masih terlihat. orang arab tidak tidak hanya dikekang dalam hubungannya dengan negara, bahkan institusi mereka sendiri. Khairani Hasibuan. Sukron Kamil. Arnan Pahmi Matondang: Perang Enam Hari Menandai Kemunduran Arab. Kritik Sosio-Politik Nizzar Dalam Hawamisy AoAla Daftar Al-Naksah Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 Mereka terasing dalam struktur agama, keluarga, lembaga pendidikan dan organisasi sosial dikecualikan dari partisipasi pengambilan keputusan masa depan dan nasib mereka sendiri. Karenanya tumbuhnya kesenjangan antar mimpi dan kenyataan. Menurut Hasanen & Nuruzzaman . tren utama dalam dinamika sosial dan politik Mesir berasal dari aturan dan praktik otoriter. Palmer misalnya menyebutkan ciri dinamika politik Mesir yang dikutip oleh Hasanen. pertama, kehadiran Islam yang mendukung pemerintahan dan praktik Islam. Kedua, kepasifan politik massal yang diciptakan oleh dominasi asing yang lama dan aturan otoriter yang represif. Terakhir ketidakpercayaan antara masyarakat dan pemerintah. Akibatnya Mesir belum bisa mengembangkan komunitas politik yang demokratis. Berbagai usaha yang dijalankan pemerintah untuk melanggengkan kekuasaannya, di samping hegemoni pemerintah juga melangsungkan sejumlah dominasi terhadap kelompok yang Kelompok yang tidak patuh terhadap kebijakan pemerintah atau ideologi yang bersebarangan dengannya. Nasser melalui perantara aparat keamanan negara tidak segan untuk menjobloskannya ke penjara. Kelompok yang paling menentang seperti kelompok Ikhwanul Muslimin seringkali memperoleh penderitaan dari polisi apalagi setelah pencobaan pembunuhan Nasser. Kelompok ini dijadikan sebagai gerakan terlarang yang dinyatakan berbahaya bagi kelangsungan pemerintah. Selain kelompok tersebut para penyair yang mengkritik kebijakan pemerintah juga memperoleh porsi yang sama, dibekukan di balik sel seperti yang dialami oleh penyair Amal Dunqul, atau paling tidak karyanya di bredel, seperti konsekuensi yang diterima oleh NizzAr ketika menulis puisi ini. NizzAr dilarang masuk Mesir serta karya-karyanya dibakar. SIMPULAN Berdasarkan analisis pada puisi Auhawamisy Aoala daftar al-naksahAy karya Nizzar Qabbani, dapat disimpulkan bahwa fakta sosial dalam perang enam hari adalah kekalahan bangsa Arab terhadap Israel pada 05 Ae 10 Juni 1967. Perang ini menjadi pukulan yang keras terhadap bangsa Arab,selain itu perang ini juga menandai kelemahan militer Arab secara regional, hasil data yang diperoleh sekitar 776 tentara Israel tewas sangat berbanding terbalik dengan jumlah bangsa Arab yaitu sebanyak 21. 000 tentara tewas. Israel memperoleh tiga kali lipat dari wilayah sebelumnya, mereka mencaplok Dataran Tinggi Golan dari Suriah. Tepi Barat dan Yerussalem Timur dari Yordania. Pandangan dunia pengarang dalam puisi ini adalah kritik terhadap masyarakat dan penguasa Arab. Puisi ini merupakan kritik terhadap bangsa Arab karena kemunduran dan keterbelakangannya baik dari segi intelektual, budaya, ekonomi dan politik. Kemerosatan moral budaya bangsa Arab juga sangat menentukan eksistensinya dalam panggung perpolitikan, hal ini ditandai dengan adanya romantisisme, sikap spontanitas dan ekspressif, keterbelakangan budaya dan skeptisisme terhadap Barat. Karakter ini telah membudaya dalam kehidupan bangsa Arab. Adapun kritik terhadap penguasa Arab adalah minimnya sistem demokrasi di dalam penerapannya, dimana hak untuk berpendapat dan berekspresi dicabut oleh pemerintah. DAFTAR PUSTAKA