Jurnal Siti Rufaidah Volume 3. Nomor 4. November 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 80-88 DOI : https://doi. org/10. 57214/jasira. Tersedia: https://journal. org/index. php/JASIRA Efektivitas Media Kartu Flashcard. Leaflet. Video terhadap Pengetahuan dan Sikap Isi Piringku pada Anak SD Indrawiananda Nur Sandrina1. Ratih Kurniasari2* Universitas Singaperbangsa Karawang. Indonesia *Korespondensi Penulis: 2210631220035@student. Abstract. Meeting the nutritional needs of school-age children is an important factor in supporting their health and academic achievement, especially for school children who spend most of their time at school. One form of education about balanced nutrition introduced by the Indonesian government is the Isi Piringku (Fill My Plat. This program serves as a dietary guide that emphasizes balanced food consumption in each serving. The main objective of this study was to understand the extent of the influence of educational media such as leaflets, audiovisual videos, and games, considering the use of flashcards in conveying the concept of balanced nutrition and encouraging healthy eating behavior changes in children. Through this approach, the study sought to identify the most effective media so that it could be used as a model for nutrition education in elementary schools. The results of this study found that there was a significant increase in knowledge between the pretest and posttest conducted on the three media . < 0. , while a significant change in attitude only occurred in the Leaflet and Video media . < 0. The Kruskal-Wallis test also showed that there was no significant difference between the three educational media . > 0. Keywords: Educational Methods. Learning Media. My Plate. Nutrition Education. Student Knowledge Abstrak. Pemenuhan kebutuhan gizi anak usia sekolah merupakan faktor penting dalam menunjang kesehatan dan prestasi akademik mereka, terlebih untuk anak sekolah yang hampir menghabiskan waktu seluruh kesehariannya disekolah. Salah satu bentuk edukasi tentang gizi seimbang yang diperkenalkan pemerintah Indonesia adalah program Isi Piringku. Program ini berfungsi sebagai panduan makan yang menekankan konsumsi makanan secara seimbang dalam setiap porsi. Tujuan utama penelitian ini adalah memahami seberapa besar pengaruh media edukasi Leaflet. Video Audiovisual, dan Game mengingat posisi kartu menggunakan kartu flashcard dalam menyampaikan konsep gizi seimbang dan mendorong perubahan perilaku makan sehat pada anak. Melalui pendekatan ini, penelitian ingin mengidentifikasi media yang paling efektif sehingga dapat dijadikan model edukasi gizi di sekolah-sekolah dasar. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan secara signifikan antara pretest dan postest yang dilakukan pada ke-3 media . < 0,. , sedangkan perubahan sikap secara signifikan hanya terjadi pada pemberian media Leaflet dan Video . < 0,. Uji KruskalWallis yang dilakukan juga menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara ke-3 media edukasi . > 0,. Kata kunci: Edukasi Gizi. Isi Piringku. Media pembelajaran. Metode Edukasi. Pengetahuan Siswa LATAR BELAKANG Anak-anak di usia sekolah berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan, sehingga mereka cukup rentan terhadap masalah gizi. Risiko jangka pendek yang dapat muncul termasuk keadaan apatis, kesulitan dalam berkomunikasi, dan gangguan perkembangan Sementara itu, risiko jangka panjang yang mungkin terjadi antara lain stunting yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada perkembangan otak dan neurologis, yang berdampak pada fungsi kognitif jangka panjang (Sumartini, 2. Pendidikan gizi yang efektif sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku sehat pada anak-anak, terutama di usia sekolah dasar. Penerapan pendidikan gizi yang baik dapat membantu anak-anak memahami pentingnya pola makan sehat dan mencegah masalah kesehatan jangka panjang seperti obesitas dan penyakit terkait gizi (Danu Ramadityo, 2. Dalam konteks ini. Naskah Masuk: 14 Juni 2025. Revisi: 03 Agustus 2025. Diterima: 21 September 2025. Terbit: 26 November Efektivitas Media Kartu Flashcard. Leaflet. Video terhadap Pengetahuan dan Sikap Isi Piringku pada Anak SD penggunaan media edukasi yang tepat menjadi kunci untuk menyampaikan informasi dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Flashcard, leaflet, dan video audiovisual merupakan tiga media edukasi yang umum digunakan dalam proses belajar mengajar. Flashcard memungkinkan anak untuk terlibat dalam proses pengulangan yang berulang, seperti saat belajar di sekolah, di rumah, atau saat belajar mandiri, hal ini sangat penting untuk mengingat informasi (Rosalita & Wulandari, 2. Selanjutnya. Media leaflet diyakini lebih efektif dibandingkan media-media cetak lainya memiliki desain lebih menarik juga sederhana (Wahyuni et al. , 2. Di sisi lain, video pembelajaran interaktif audiovisual dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dengan cara menawarkan pengalaman belajar yang menarik dan dapat meningkatkan minat siswa (HAFIDHA SAMARA PUTRI et al. , 2. Berdasarkan kelebihan dari beberapa media tersebut membuat peneliti tertarik untuk mengkaji lebih lanjut terkait keefektifannya, oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ketiga media edukasi tersebut dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas 5 dan 6 mengenai isi piringku, sebuah panduan yang membantu anak-anak memahami cara mengatur pola makan yang sehat. PMC Home School merupakan lembaga pendidikan alternatif yang terletak di Telaga Murni. Cikarang Barat. Kabupaten Bekasi. Jawa Barat, yang mengutamakan pendekatan home schooling dengan fleksibilitas dalam proses pembelajaran, meskipun tetap memiliki gedung khusus untuk kegiatan belajar mengajar setiap hari. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan bahwa sebagian besar murid jarang membawa bekal ke sekolah, meskipun mereka menghabiskan waktu cukup lama di lingkungan sekolah. Selain itu, di sekitar area sekolah terdapat banyak pedagang makanan ringan yang kurang sehat, sehingga berpotensi memengaruhi pola konsumsi siswa. Kondisi ini menunjukkan pentingnya intervensi edukasi gizi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa terhadap pola makan sehat. Penelitian menunjukkan bahwa media video animasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa terkait pentingnya kebiasaan makan sehat (Rahmayanti & Magdalena, 2. Selain itu, penggunaan media flashcard juga terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi dan kebiasaan makan sehat pada anak usia sekolah dasar (Nuka, 2. , sehingga media ini berpotensi menjadi alternatif yang sesuai untuk diterapkan dalam program edukasi gizi di lingkungan sekolah. Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 3. NOMOR, 4 NOVEMBER 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 80-88 Gambar 1. Hasil Observasi Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode pendidikan gizi di sekolah serta memberikan rekomendasi untuk penggunaan media edukasi yang lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman gizi di kalangan anak-anak. KAJIAN TEORITIS Media Edukasi dalam Pembelajaran Gizi Media edukasi merupakan sarana penting dalam proses pembelajaran yang berfungsi untuk membantu peserta didik memahami informasi dengan lebih efektif dan menarik. Menurut Arsyad . , media pembelajaran berperan sebagai alat bantu visual maupun audiovisual yang berfungsi memperjelas pesan sehingga proses belajar menjadi lebih efisien. Dalam konteks pendidikan gizi, media edukasi berperan untuk menyederhanakan konsep yang kompleks seperti pola makan seimbang, kandungan zat gizi, dan dampaknya terhadap Penggunaan media yang menarik seperti gambar, video, dan kartu dapat menstimulasi minat anak serta meningkatkan daya ingat terhadap pesan yang disampaikan. Selain itu, media edukasi juga berfungsi sebagai penghubung antara teori dan praktik di kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan visual dan interaktif, anak-anak dapat lebih mudah menginternalisasi nilai-nilai gizi seimbang seperti yang terdapat dalam pedoman Isi Piringku. Keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran menggunakan media edukatif akan memperkuat proses kognitif dan afektif mereka, sehingga informasi yang diterima tidak hanya dipahami, tetapi juga dapat diterapkan dalam perilaku makan sehari-hari (Sanjaya, 2. Dengan demikian, pemilihan media edukasi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik menjadi aspek penting dalam upaya meningkatkan pemahaman dan perubahan sikap terhadap pola makan sehat. Efektivitas Media Kartu Flashcard. Leaflet. Video terhadap Pengetahuan dan Sikap Isi Piringku pada Anak SD Efektivitas Media Flashcard. Leaflet, dan Video dalam Edukasi Gizi Setiap jenis media memiliki karakteristik dan tingkat efektivitas yang berbeda dalam menyampaikan pesan edukatif. Flashcard merupakan media visual sederhana yang efektif untuk meningkatkan daya ingat karena mengandalkan pengulangan . dan asosiasi visual (Rosalita & Wulandari, 2. Leaflet, sebagai media cetak, memberikan informasi secara ringkas dan terstruktur, memungkinkan siswa membaca dan memahami pesan gizi secara mandiri (Wahyuni et al. , 2. Sementara itu, video audiovisual menggabungkan unsur gambar, suara, dan gerak yang terbukti mampu menarik perhatian anak-anak serta meningkatkan motivasi belajar (Putri et al. , 2. Dengan berbagai karakteristik tersebut, ketiga media ini dapat memberikan pengaruh berbeda terhadap peningkatan pengetahuan dan pembentukan sikap gizi anak sekolah dasar. Namun, efektivitas suatu media tidak hanya ditentukan oleh bentuknya, tetapi juga oleh konteks penggunaannya, karakteristik peserta didik, serta metode penyampaian. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kombinasi media visual dan audiovisual mampu menghasilkan peningkatan pengetahuan gizi yang signifikan, meskipun tidak selalu menghasilkan perbedaan nyata dalam perubahan sikap (Ester & Kurniasari, 2. Hal ini menunjukkan bahwa aspek perilaku, termasuk sikap terhadap gizi, memerlukan waktu dan pengalaman berulang untuk Dengan demikian, penggunaan media flashcard, leaflet, dan video secara terpadu dan berkelanjutan berpotensi memberikan hasil yang lebih optimal dalam meningkatkan kesadaran gizi dan perilaku makan sehat pada anak sekolah dasar. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Desain ini dipilih untuk mengevaluasi efektivitas tiga media edukasi . artu flashcard, leaflet, dan video audiovisua. dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas 5 dan 6 mengenai isi Semua media ini mencakup penjelasan tentang pengertian pedoman isi piringku, tujuannya, contoh bekal sehat yang bisa diterapkan, serta manfaat dari mengonsumsi sayuran seperti paprika, bayam, dan labu, juga buah-buahan seperti melon, kiwi, dan nanas. Selain itu, ketiga media ini juga menyampaikan dampak negatif dari mengonsumsi jajanan tidak sehat. Meski disampaikan dalam bentuk yang berbeda, informasi yang diberikan tetap sama untuk melihat media manakah yang lebih efektif dalam mengedukasi siswa. Pre-test. Intervensi dan Post-test dilakukan untuk mengukur pengetahuan dan sikap anak sekolah dasar tentang pedoman isi piringku. Data hasil pengetahuan diperoleh dari pengisian kuesioner melalui kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Analisis data yang Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 3. NOMOR, 4 NOVEMBER 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 80-88 dipakai yakni Saphiro-Wilk Test. Uji Wilcoxon, dan Kruskal-Wallis. Tempat penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar PMC Homeschool yang bertempat di Telaga murni. Cikarang Barat. Kabupaten Bekasi. Jawa Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa sekolah dasar di PMC Homeschool. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jenis purposive sample homogen yaitu kelas 5 dan 6, dengan kriteria inklusi siswa yang memiliki akses ke semua media edukasi dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian penelitian. Total sampel yang diambil adalah 30 siswa, yang akan dibagi secara acak ke dalam tiga kelompok: kelompok kartu flashcard, kelompok leaflet, dan kelompok video audiovisual. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik responden Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik Jenis kelamin Perempuan Laki-laki Usia 11 tahun 12 tahun Jumlah Sumber : Murid kelas 5 dan 6 SD PMC HS Cikarang Barat, 2024 Tabel 1 menyajikan karakteristik responden yang dilakukan intervensi media edukasi, yaitu media kartu flashcard, leaflet, dan video audiovisual. Responden terdiri dari jumlah yang relatif seimbang antara kelompok usia dan jenis kelamin, dengan sedikit lebihan pada karakteristik dengan jenis kelamin laki-laki dan usia 12 tahun. Dengan total keseluruhan responden dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Distribusi responden Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Kelompok Media Kartu Leaflet Video Jumlah Responden Sumber : Murid kelas 5 dan 6 SD PMC HS Cikarang Barat, 2024 Tabel 2 menunjukkan distribusi responden berdasarkan kelompok intervensi media edukasi yang digunakan dalam penelitian, yaitu media kartu flashcard, leaflet, dan video Efektivitas Media Kartu Flashcard. Leaflet. Video terhadap Pengetahuan dan Sikap Isi Piringku pada Anak SD Karakteristik responden berasal dari kelas 5 dan 6 yang dibagi menjadi 3 kelompok untuk diberikan 3 perlakuan media edukasi yang berbeda. Setiap kelompok terdiri dari 10 responden, dengan persentase yang sama sebesar 33,3%. Total keseluruhan responden dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Peningkatan Pengetahuan Terhadap Ke-3 Media Tabel 3. Hasil Uji Wilcoxon Kelompok Media Kartu Pret Flashc est Post -test Leafle Pret Post -test Video Pret Post -test Variabel Pengetahuan MeanAS 52,0A2 0,00 95,0A4, 64,2A1 0,00 93,4A7, 95,4A1 0,00 91,8A8, Variabel Sikap MeanA pStd 7,00A1 0,10 22,0A3 10,0A1 0,02 52,0A4 8,00A2 0,01 64,0A4 Sumber : Data Primer, 2024 Tabel 3 menunjukkan hasil Uji Wilcoxon yang membandingkan nilai pretest dan posttest pengetahuan dan siswa sebelum dan setelah diberikan intervensi dengan tiga media edukasi, yaitu kartu flashcard, leaflet, dan video audiovisual. Terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan sikap ditunjukkan oleh peningkatan mean dan p-value <0,05 pada ketiga Namun, hasil uji statistik yang dilakukan pada variabel sikap menggunakan kartu flashcard menemukan bahwa tidak terjadi peningkatan yang signifikan meskipun semua media memiliki skor rata-rata pengetahuan siswa yang meningkat dari pretest dan posttest, standar deviasi yang menurun dan . -value <0,. Hal Ini menunjukkan bahwa penggunaan ketiga media sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa . -value <0,. Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 3. NOMOR, 4 NOVEMBER 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 80-88 Uji Perbedaan Siggnifikan Antara Ke-3 Media Tabel 4. Hasil Uji Kruskal-Wallis Intervensi Grup Kartu Flashcard Leaflet Video MeanASt 16,8A4,9 15,6A7,5 14,0A8,3 0,757 Sumber : Data Primer, 2024 Tabel 4 menunjukkan hasil uji Kruskal-Wallis pada nilai posttest yang setelah dilakukan intervensi kepaada 30 responden, ditemukan bahwa rata-rata peningkatan pengetahuan setelah intervensi dengan menggunakan media kartu flashcard lebih tinggi dibandingkan dengan dua media lainnya. Namun, secara statistik tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara ketiga media tersebut . > 0,. Hal ini sejalan dengan hasil studi terdahulu menunjukkan bahwa penggunaan media edukasi visual dan audiovisual secara bersamaan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang kesehatan secara signifikan, dengan peningkatan skor pengetahuan yang terukur sebelum dan sesudah intervensi (Ester & Ratih Kurniasari, 2. Temuan serupa juga diperoleh dalam penelitian lain, di mana penggunaan media edukasi visual dan audiovisual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar namun tidak ditemukan perbedaan signifikan antara efektivitas berbagai jenis media tersebut (Andriyani & Kurniasari. Terjadinya perubahan yang tidak signifikan pada penggunaan media kartu flashcard juga di temukan pada penelitian lain oleh (Journal et al. , 2. yang menunjukkan bahwa meskipun terdapat peningkatan nilai pemahaman self-control setelah menggunakan media flashcard, hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perubahan tersebut tidak signifikan. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p > 0,05, yang menunjukkan bahwa meskipun ada perbedaan antara pre-test dan post-test, perubahan sikap yang diharapkan tidak tercapai secara signifikan. Perubahan sikap sering kali kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk lingkungan, interaksi sosial, dan motivasi internal. Dalam penelitian ini, media kartu flashcard tidak cukup efektif untuk mengubah satu atau beberapa faktor-faktor utama yang mempengaruhi perubahan sikap, interaksi antara media kartu flashcard dan subjek penelitian yaitu siswa juga dapat berpengaruh secara substansial. Ada kemungkinan siswa masih belum Efektivitas Media Kartu Flashcard. Leaflet. Video terhadap Pengetahuan dan Sikap Isi Piringku pada Anak SD sepenuhnya terdorong untuk melakukan perubahan perilaku yang signifikan hanya dengan menggunakan media flashcard. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian ini, media kartu flashcard, leaflet, dan video audiovisual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa kelas 5 dan 6 mengenai pedoman isi piringku. Uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan sikap siswa setelah diberikan intervensi, dengan p-value < 0,05 pada ketiga Meskipun demikian, hasil analisis menunjukkan bahwa media kartu flashcard menghasilkan peningkatan pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan leaflet dan video, namun secara statistik tidak terdapat perbedaan signifikan antar ketiga media tersebut . > 0,. berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis. Hal ini mengindikasikan bahwa ketiga media edukasi tersebut dapat digunakan secara efektif untuk tujuan edukasi kesehatan pada siswa sekolah dasar, tanpa adanya perbedaan mencolok dalam efektivitasnya. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah untuk meningkatkan pengetahuan, ketiga media bisa dipilih sesuai preferensi dan ketersediaan, karena hasilnya sama efektif. Perlu dipertimbangkan modifikasi pada media kartu flashcard, seperti peningkatan konten atau cara penyampaiannya, agar lebih efektif dalam mengubah sikap. Disarankan juga untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan memperluas sampel atau menambah variabel lain untuk melihat apakah ada faktor lain yang dapat memengaruhi efektivitas media tersebut. DAFTAR REFERENSI Andriyani. , & Kurniasari. Pengaruh edukasi melalui media audiovisual . terhadap pengetahuan gizi seimbang pada anak sekolah dasar. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6. , 1686Ae1690. https://doi. org/10. 31004/prepotif. Azizzah. Kurniawan. Paramita. , & Katmawanti. Penggunaan media edukasi berbasis card game sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap gizi seimbang siswa sekolah dasar di Kota Mataram. Jurnal Medika Nusantara, 2. , 264Ae https://doi. org/10. 59680/medika. Ester. , & Kurniasari. Literature review: Pengaruh edukasi tentang anemia melalui media cetak dan media audio visual kepada remaja putri. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 13. , 97Ae106. https://doi. org/10. 35473/jgk. Ifdar. Desreza. , & Mardalena. Perbandingan media leaflet dengan media flashcard terhadap pengetahuan dan sikap anak usia sekolah tentang pemilihan jajanan sehat di SD Negeri Bueng Cala Aceh Besar. Future Academia: The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 3. , 740Ae750. https://doi. org/10. 61579/future. Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 3. NOMOR, 4 NOVEMBER 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 80-88 Lutfi. Studi literature review pengetahuan anak usia sekolah dasar tentang jajanan sehat sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan menggunakan media flashcard. Muharis. , & Yulia. Efektivitas media flashcard dalam pembelajaran. Journal of Education, 8. , 683Ae689. https://doi. org/10. 30998/rdje. Naqli. , & Rizkiriani. Pengembangan media edukasi gizi Nutriplay serta pengaruhnya terhadap perilaku tentang gizi seimbang siswa sekolah dasar. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, 19. , 134Ae143. https://doi. org/10. 32382/medkes. Nengsi. Efektivitas media leaflet, video animasi, dan metode ceramah terhadap pemilihan jajanan sehat pada siswa di SDN 032 INP Sumarrang Kabupaten Polewali Mandar (Doctoral dissertatio. Perpustakaan Universitas Sulawesi Barat. Nuka. Pengaruh edukasi gizi menggunakan media flashcard terhadap pengetahuan dan frekuensi sarapan pada siswa SD Muhammadiyah 4 Surabaya. MGK, 13. , 757Ae https://doi. org/10. 20473/mgk. Putri. Luthfy. , & Karmila. Pengembangan video pembelajaran interaktif dengan tema hewan berdasarkan jenis makanannya untuk anak usia dini. Incrementapedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5. , 39Ae49. https://doi. org/10. 36456/incrementapedia. Rahmayanti. , & Magdalena. Pengaruh edukasi gizi menggunakan media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang pentingnya sarapan pagi di UPTD SMPN 1 Pelaihari. Jurnal Riset Pangan dan Gizi, 6. https://doi. org/10. 31964/jrpanzi. Ramadityo. Masalah gizi, permasalahan kita bersama. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Rosalita. , & Wulandari. Meningkatkan kemampuan mengenal huruf melalui flashcard pada anak usia dini. Innovative: Journal of Social Science Research, 3. , 2861Ae2868. Sumartini. Dampak stunting terhadap kemampuan kognitif anak. In Prosiding Seminar Nasional Kesehatan: Peran Tenaga Kesehatan dalam Menurunkan Kejadian Stunting . 127Ae. Tsania. Rahmat. Priawantiputri. , & Fauziyah. Efektivitas edukasi gizi menggunakan media flashcard dan PowerPoint terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku gizi seimbang pada siswa sekolah dasar. Jurnal Gizi dan Dietetik, 2. , 22Ae30. https://doi. org/10. 34011/jgd. Wahyuni. Fitri. , & Darussyamsu. Kajian pemanfaatan media pembelajaran leaflet terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. Jurnal Biolokus, 5. , 35Ae42. https://doi. org/10. 30821/biolokus.