JOURNAL OF EDUCATIONAL REVIEW AND RESEARCH Vol. 8 No. July 2025. Page: 71 Ae 82 e-ISSN: 2597-9760, p-ISSN: 2597-9752 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. Keterlaksanaan Program Magang Sekolah Penggerak dalam Rangka Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Siti Halidjah1. Hery Kresnadi 2 Universitas Tanjungpura. Pontianak. Indonesia1, 2 halidjah@fkip. id1, hery. kresnadi@fkip. Keywords : Driving School Internship Program. Kurikulum Merdeka Implementation ABSTRACT The purpose of this study is to describe the implementation of the Driving School Internship Program in the context of the implementation of the Independent Curriculum at LKIA Pontianak Elementary School. This research is a qualitative descriptive research, the subject of the research is students of the 2023/2024 Driving School-IKM Internship group. The source of virginity is the results of interviews, observations, and document analysis. The research is carried out with the stages of planning, implementation, followed by data analysis, and then the preparation of a report. Data collection techniques are in the form of observation techniques and documentation studies with data collection tools in the form of interview guides, conservation sheets, and student report documents. The research that has been carried out has had a positive impact in order to support the Implementation of the Independent Curriculum at the elementary school level, students have the space to apply the knowledge gained in lectures to be applied in the context of actual learning. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan masyarakat dan kemajuan bangsa. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, pengembangan kurikulum selalu menjadi sorotan utama untuk memastikan relevansi, efektivitas, dan responsivitas terhadap kebutuhan zaman. Kurikulum sebagai rancangan kegiatan pembelajaran memiliki kedudukan strategis dan menentukan capaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan (Mulyasa, 2023, p. Kurikulum Merdeka mementingkan pada pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, kontekstual, dan berbasis pada pengalaman langsung. Dalam implementasinya, penting untuk memperkenalkan strategi pendidikan yang memungkinkan mahasiswa untuk mengalami pembelajaran secara holistik, termasuk pengalaman langsung di dunia kerja melalui Program Magang Sekolah Penggerak. Mahasiswa akan mendapat pengalaman yang lebih banyak dalam rangka memperkuat kesiapannya dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia kerja (Dzikria. , & Narulita, 2021, p. Program ini memberikan kompensasi ke mahasiswa sebesar 20 SKS melalui kegiatan perkuliahan di luar program studi (Bhakti. Simorangkir. Tjalla. , & Sutisna, 2022, p. Journal of Educational Review and Research Vol. 8 No. July 2025: 71 Ae 82 e-ISSN: 2597-9760, p-ISSN: 2597-9752 Program Magang Sekolah Penggerak telah dianggap sebagai salah satu strategi kunci dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), namun masih terdapat sejumlah tantangan dan pertanyaan terkait dengan keterlaksanaannya. Beberapa di antaranya adalah pemahaman yang belum merata di kalangan dosen dan stakeholder lembaga tentang manfaat tersebut, kesiapan sekolah dalam menerima mahasiswa magang, serta pengintegrasian program magang ke dalam kurikulum yang sudah ada. Oleh karena itu, penelitian tentang keterlaksanaan Program Magang Sekolah Penggerak dalam IKM sangatlah relevan dan penting. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam berkenaan tantangan, hambatan, serta potensi dari Program Magang Sekolah Penggerak dalam konteks Kurikulum Merdeka. Informasi yang didapat dari penelitian ini dapat menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan dan strategi yang lebih efektif dalam memperkuat keterlaksanaan program magang sekolah di tingkat sekolah dasar serta mendukung pencapaian tujuan Kurikulum Merdeka secara keseluruhan. Berdasarkan uraian di atas, dilakukanlah penelitian terhadap mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar dengan judul AuKeterlaksanaan Program Magang Sekolah Penggerak dalam Rangka Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar LKIA PontianakAy untuk menggambarkan keterlaksanaan program magang sekolah penggerak dalam konteks Kurikulum Merdeka. Berdasarkan uraian tersebut, masalah dalam penelitian ini adalah AuBagaimanakah keterlaksanaan Program Magang Sekolah Penggerak dalam rangka implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar LKIA Pontianak?Ay. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan Program Magang Sekolah Penggerak dalam rangka implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar LKIA Pontianak. Manfaat dari keterlaksanaan penelitian ini sebagai bahan informasi berbagi pengetahuan dan pengalaman praktik IKM di sekolah dasar yang ke depan bermanfaat sebagai pertimbangan apabila akan melaksanakan kegiatan serupa. Program Magang Sekolah Penggerak merupakan salah satu strategi penting dalam konteks pendidikan modern, bertujuan memberikan pengalaman hal praktis kepada mahasiswa di lingkungan dunia kerja. Program ini tidak hanya membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan praktis yang relevan dengan program studi mereka, tetapi juga memberikan wawasan yang lebih dalam tentang profesi tertentu, serta mempersiapkan mereka untuk memasuki dunia kerja di masa depan. Program ini menjadi wadah untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam mempersiapkan diri di masa depan (Aswita, 2022, p. , memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk dapat belajar dan dan melakukan pengembangan diri melalui aktivitas di luar kegiatan perkuliahan (Hamzah, 2021, p. Program Magang Sekolah Penggerak memberikan peluang pada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang mereka pelajari di kampus ke dalam situasi nyata di tempat kerja. Melalui Program Magang Sekolah Penggerak, mahasiswa memiliki tempat untuk mengembangkan keterampilan praktis yang dibutuhkan di sekolah, seperti keterampilan komunikasi, kerja tim, pemecahan masalah, dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang dinamis, serta menambah wawasan mereka memperoleh pengalaman membantu pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah dasar (Hamzah, 2021, p. Program Magang Sekolah Penggerak juga dapat bermanfaat sebagai langkah awal bagi mahasiswa untuk memasuki dunia kerja. Kegiatan ini juga merupakan bentuk pengabdian bagi mahasiswa dalam lingkup kegiatan mengajar di sekolah untuk mendukung kegiatan literasi bahasa dan numerasi (Permana. Indriani. Fazriyah. , & Rohimah, 2022, p. Implementasi Kurikulum Merdeka bertujuan meningkatkan kompetensi lulusan (Yunita. Zainuri, . Ibrahim. Zulfi. , & Mulyadi, 2023, p. IKM di sekolah dasar menghadapi beberapa tantangan yang perlu diatasi supaya dapat mencapai tujuan yang ditetapkan. Tantangan utama adalah memastikan pemahaman dan persiapan yang memadai bagi para guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Guru perlu memahami konsep, prinsip, dan pendekatan baru yang terkandung dalam kurikulum ini, serta memiliki keterampilan yang diperlukan untuk mengimplementasikannya dengan Kurikulum Merdeka memberikan konsep bahwa guru dan siswa berkolaborasi menciptakan Journal of Educational Review and Research Vol. 8 No. July 2025: 71 Ae 82 e-ISSN: 2597-9760, p-ISSN: 2597-9752 konsep pembelajaran yang lebih aktif dan kreatif (Nahdiyah. Arifin. , & Juharyanto, 2022, p. Nasution. Ningsih. Silva. Suharti. , & Harahap, 2023, p. Keterbatasan sekolah dalam menerapkan IKM disebabkan oleh kurangnya sumber daya . ana, fasilitas, dan tenaga pendidik/gur. Berkenaan dengan sumber daya . , kendala yang dihadapi adalah minimnya pengalaman guru menggunakan Kurikulum Merdeka Hal ini tentunya mempengaruhi cara mengajar mereka di kelas (Suryani. Muspawi. , & Aprillitzavivayarti, 2023. Kurikulum Merdeka mementingkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari siswa. Hal ini memerlukan penyesuaian atau pengembangan kembali kurikulum yang ada, yang dapat menjadi tantangan bagi sekolah dalam menyesuaikan diri dengan prinsip-prinsip baru dan memastikan kesesuaian dengan standar akademik yang berlaku. Proses evaluasi dan monitoring yang berkelanjutan diperlukan untuk memantau kemajuan IKM di tingkat pendidikan dasar. Tantangan dapat muncul dalam mengembangkan sistem evaluasi yang efektif dan memastikan proses pengumpulan data yang akurat dalam mendukung pengambilan keputusan yang berdasarkan bukti akurat. Dengan mengidentifikasi dan mengatasi tantangantantangan di atas, diharapkan IKM di sekolah dasar dapat berjalan lebih efektif dan menghasilkan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi siswa. Program Magang Sekolah Penggerak memiliki kepentingan yang sangat besar dalam konteks Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka adalah sebuah pendekatan pendidikan yang bertujuan memberikan kebebasan yang lebih besar kepada sekolah untuk merancang kurikulum sesuai dengan kebutuhan lokal, minat, dan potensi Program Magang Sekolah Penggerak dapat diintegrasikan ke dalam Kurikulum Merdeka sebagai bagian dari strategi pembelajaran berbasis pengalaman. Hal ini membantu memperkuat pendekatan kurikulum yang berfokus pada pengembangan kompetensi dan keterampilan praktis. Program Magang Sekolah Penggerak memungkinkan mahasiswa calon guru untuk mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan sekolah. Mereka dapat mengamati dan terlibat dalam proses pembelajaran, pengajaran, dan manajemen kelas yang sesungguhnya. Melalui Program Magang Sekolah Penggerak, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan pedagogis mereka secara praktis. Mereka dapat belajar bagaimana merencanakan dan menyampaikan pembelajaran yang efektif, mengelola kelas, mengevaluasi kemajuan peserta didik, dan beradaptasi dengan kebutuhan individu. Program Magang Sekolah Penggerak membantu mahasiswa calon guru untuk memahami lebih baik apa artinya menjadi seorang guru. Mereka dapat mengamati dan merasakan tanggung jawab, tantangan, dan kepuasan yang terkait dengan profesi ini, yang membantu dalam memantapkan identitas profesional mereka. Program ini memungkinkan mahasiswa untuk mengenal lebih dalam budaya dan dinamika sekolah. Mereka dapat memahami kebijakan, norma, dan nilai-nilai yang ada dalam lingkungan sekolah, yang penting untuk integrasi mereka sebagai guru di masa depan. Program Magang Sekolah Penggerak memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun jaringan profesional dengan guru, staf sekolah, dan administrator. Ini dapat menjadi sumber dukungan dan bimbingan, serta membuka peluang kerja dan kolaborasi di masa depan. Melalui pengalaman di program ini, mahasiswa dapat melakukan refleksi mendalam tentang praktik pengajaran mereka dan identifikasi area di mana mereka perlu berkembang. Ini memungkinkan mereka untuk melakukan pembelajaran yang berkelanjutan dan terus-menerus memperbaiki diri. Program Magang Sekolah Penggerak membantu mahasiswa calon guru untuk lebih siap menghadapi tantangan di dunia nyata setelah lulus. Mereka memiliki pengalaman praktis yang akan memperkuat kualifikasi mereka dalam mencari pekerjaan dan mengembangkan karir sebagai guru profesional. Program magang ini memberikan manfaat yang sangat berharga bagi mahasiswa calon guru, membantu mereka mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi guru yang efektif dan berdedikasi. Journal of Educational Review and Research Vol. 8 No. July 2025: 71 Ae 82 e-ISSN: 2597-9760, p-ISSN: 2597-9752 METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif (Wekke, 2019, p. Peneliti mendeskripkan hasil analisis keterlaksanaan Program Magang Sekolah Penggerak dalam rangka Implementasi Kurikulum Merdeka. Subjek penelitian adalah mahasiswa kelompok Magang Sekolah Penggerak-IKM 2023/2024 yang berjumlah 5 orang. Kehadiran peneliti dalam penelitian deskriptif kualitatif dengan judul "Keterlaksanaan Program Magang Sekolah Penggerak dalam Rangka IKM di Sekolah Dasar LKIA Pontianak" memiliki memiliki peran yang penting, yaitu untuk memastikan bahwa penelitian dilakukan dengan cermat dan hasilnya dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi pemahaman kita tentang keterlaksanaan program magang sekolah penggerak dalam konteks Kurikulum Merdeka. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, analisis dokumen, diskusi sesi berbagi, dan laporan akhir mahasiswa peserta program. Prosedur penelitan yang digunakan terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, analisis data, dan pelaporan. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan meliputi menyusun rancangan penelitian, memilih dan memilah sumber data, dan menyusun instrumen yang dilanjutkan dengan mengumpulkan data, kemudian Hasil pengolahan data dideskripsikan ke dalam bentuk pembahasan untuk ditarik suatu Teknik pengumpul data menggunakan teknik observasi dan studi dokumentasi dengan alat pengumpul data berupa panduan wawancara, lembar observasi, dan dokumen laporan mahasiswa. Kegiatan analisis dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan/verifikasi (Miles dan Huberman, 1992, pp. 15Ae. HASIL DAN PEMBAHASAN SDS LKIA Pontianak merupakan satu sekolah tujuan Program Magang Sekolah Penggerak dalam Rangka Implementasi Kurikulum Merdeka di lingkungan FKIP Universitas Tanjungpura. Program ini bagian dari Program Belajar Kampus Mengajar (MBKM) yang merupakan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa agar lebih siap menguasi berbagai keilmuan dalam rangka memasuki dunia kerja. Program Magang Sekolah Penggerak-IKM di SDS LKIA Pontianak dilaksanakan selama empat bulan (FebruariAiMei Mahasiswa yang mengikuti program ini di SDS LKIA berjumlah lima orang. Program Magang Sekolah Penggerak dalam rangka IKM merupakan program yang dirancang oleh FKIP Untan dalam mendukung program yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program ini bertujuan . menghadirkan mahasiswa Program MBKM dalam melaksanakan kegiatan mengajar dan nonmengajar meliputi literasi baca-tulis, numerasi, sains, finansial, kebudayaan, kewarganegaraan, teknologi digital, administrasi manajerial sekolah, riset pengabdian pada masyarakat, dan pengembangan karakter, . mengembangkan kompetensi soft skills dan hard skills kepada peserta didik dalam bidang pendidikan ekonomi, digital technology entrepreneur, desain grafis, dan pemahaman tentang masuk kampus, . melakukan aksi, kolaborasi, dan kreasi, serta membantu warga sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, . memberikan manfaat yang besar bagi mahasiswa dalam menumbuhkan sikap kepemimpinan, karakter, pengalaman mengajar, etos kerja, dan kolaborasi dengan guru untuk menyelenggarakan praktik baik, dan . membantu mahasiswa belajar serta mengembangkan diri melalui kegiatan di luar kelas Program ini memberikan manfaat yang tidak hanya ke mahasiswa, tapi juga pihak mitra dan Universitas Tanjungpura sebagai lembaga pengirim, yaitu . memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dalam perkuliahan ke dalam kehidupan di sekolah serta memperluas wawasan mengajar mahasiswa di lapangan, . membantu sekolah dalam usaha meningkat kualitas pendidikan yang diselenggarakan, dan . sebagai bentuk partisipasi Universitas Tanjungpura khususnya dalam pemerataan kualitas pendidikan dengan mengirimkan mahasiswa terpilih yang dapat memberikan kontribusinya secara langsung. Implementasi Kurikulum Merdeka merupakan program yang memiliki tujuan pengalihan pengetahuan dan keterampilan serta teknologi. Pengalihan berupa penggunaan berbagai hal yang sudah dipelajari di Journal of Educational Review and Research Vol. 8 No. July 2025: 71 Ae 82 e-ISSN: 2597-9760, p-ISSN: 2597-9752 bangku perkuliahan yang selanjutnya dipraktikkan untuk memecahkan berbagai permasalahan dalam proyek nyata yang ditugaskan di sekolah mitra. Ada lima kegiatan Program Magang Sekolah Penggerak dalam Rangka Implementasi Kurikulum Merdeka yang sudah dilaksanakan mahasiswa di sekolah mitra, yaitu orientasi, observasi, asistensi, kegiatan mengajar terbimbing, dan kegiatan Mahasiswa merancang beberapa program kerja kegiatan mengajar dan nonmengajar setelah melakukan observasi. Mahasiswa merancang modul ajar dan kelengkapannya serta kegiatan nonmengajar berupa kegiatan membaca permulaan, membaca nyaring, majalah dinding, sosialisasi 3 dosa besar pendidikan, dan permainan numerasi. Sebelum melakukan kegiatan observasi, mahasiswa mengikuti kegiatan orientasi yang dimaksudkan untuk menguatkan pemahaman mahasiswa tentang karakteristik kegiatan yang dilakukan selama Program Magang Sekolah Penggerak dalam rangka Implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini dilaksanakan di hari pertama mahasiswa di sekolah mitra. Pihak sekolah . epala sekolah atau penanggung jawa. memperkenalkan hal terkait manajemen, kultur, ekstrakurikuler, dan kegiatan nonakademik yang ada di sekolah mitra. Lanjutan dari kegiatan orientasi yang telah dilakukan adalah kegiatan observasi. Sasaran kegiatan observasi ada dua, yaitu kegiatan akademik dan nonakademik. Kegiatan akademik berkenaan dengan karakteristik peserta didik, perangkat pembelajaran, dan pelaksanaan pembelajaran. Kegiatan nonakademik berkenaan dengan manajemen sekolah dan lingkungan belajar di sekolah. Kegiatan observasi bertujuan agar mahasiswa memiliki pemahaman yang utuh tentang lingkungan akademik dan nonakademik. Hasil observasi dimanfaatkan sebagai dasar kegiatan mengajar dan nonmengajar. Kegiatan asistensi mengajar dilaksanakan selama satu minggu . jam, dengan pembagian Senin sampai Kamis selama 4 jam dan Jumat selama 3 ja. Selama kegiatan asistensi ini, mahasiswa belajar langsung praktik pembelajaran di kelas dengan mengikuti kegiatan mengajar guru pamong. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendapat peran lebih sedikit dari guru pamong dalam melaksanakan setiap tahapan pembelajaran. Selama kegiatan asistensi di kelas, mahasiswa mencermati dan mencatat praktik baik yang dilakukan oleh guru pamong. Hal ini bermanfaat bagi mahasiswa saat melaksanakan kegiatan praktik mengajar terbimbing. Kegiatan mengajar setiap mahasiswa dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan, yang setiap pertemuan dilaksanakan dalam 3 JP. Jadwal kegiatan mengajar mahasiswa dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 1 Jadwal Kegiatan Mengajar Kode No. Nama Kegiatan Mengajar Keterangan Praktik Mengajar 1 Kelas IV IPAS Bab 7. Bagaimana Mendapatkan Semua Keperluan Kita? Kelas IV Bahasa Indonesia Bab 8. Sehatlah Ragaku Kelas IV Bahasa Indonesia Bab 8. Sehatlah Ragaku Kelas V IPAS Indonesiaku Kaya Alam Kelas V Matematika Rasio dan Diagram Kelas V Bab 4. Negaraku Indonesia Kelas i Praktik Mengajar 2 Praktik Mengajar 3 Praktik Mengajar 1 Praktik Mengajar 2 Praktik Mengajar 3 Praktik Mengajar 1 Journal of Educational Review and Research Vol. 8 No. July 2025: 71 Ae 82 e-ISSN: 2597-9760, p-ISSN: 2597-9752 No. Kode Nama Kegiatan Mengajar Praktik Mengajar 2 Praktik Mengajar 3 Praktik Mengajar 1 Praktik Mengajar 2 Praktik Mengajar 3 Praktik Mengajar 1 Praktik Mengajar 2 Praktik Mengajar 3 Keterangan Bahasa Indonesia Bab 6. Tersesat Kelas i Matematika Bab 4. Unsur-unsur Bangun Datar Kelas i IPAS Bab 8. Bentang Alam Indonesia Kelas I Matematika Bab 5. Pengalamanku Kelas I Bahasa Indonesia Topik 3. Aku Ingin Kelas I Pendidikan Pancasila Bab 5. Aku Suka Bergotong Royong Kelas II Bahasa Indonesia Bab 8. Hobi yang Menjadi Prestasi Kelas II Matematika Pecahan Kelas II Matematika Bentuk-bentuk Balok Penentuan kelas dan materi yang diampu mahasiswa sepenuhnya diatur oleh koordinator guru Pelaksanaan kegiatan mengajar terbimbing di kelas sepenuhnya di bawah bimbingan insentif guru pamong. Setiap kegiatan mengajar mahasiswa mengikuti langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Bagian perencanaan pembelajaran, mahasiswa bersama guru pamong . menetapkan kelas, mata pelajaran, bab pembelajaran, dan tujuan pembelajaran, . menganalisis hasil observasi berkenaan dengan karamteristik peserta didik dan lingkungan belajar kelas yang akan diajar sebagai dasar menyusun perangkat pembelajaran, . menyusun dan menyepakati rancangan pembelajaran serta menyiapkan perangkat pembelajaran, . hasil dari kegiatan perencanaan pembelajaran adalah tersusunnya perangkat pembelajaran yang siap digunakan, dan . menyepakati saat setiap mahasiswa tampil mengajar, selain diamati oleh guru pamong, ada tambahan 2 mahasiswa yang juga ikut mengamati, dua mahasiswa yang lain bertugas sebagai tenaga teknis . embantu mendokumentasikan kegiatan pembelajara. Setelah perangkat pembelajaran tersusun, selanjutnya dilakukan praktik pembelajaran. Pembagian tugas pada saat pelaksanaan pembelajaran harus mengikuti yang sudah disepakati saat kegiatan perencanaan pembelajaran. Mahasiswa melaksanakan praktik pembelajaran sesuai dengan yang direncanakan. Observer melakukan pengamatan bebantuan lembar pengamatan pelaksanaan pembelajaran. Setelah melakukan praktik pembelajaran, mahasiswa dan guru pamong melakukan refleksi pembelajaran. Dalam kegiatan refleksi ini, mahasiswa yang tampil mengajar menceritakan pengalamannya saat mengajar berkenaan dengan perasaan saat tampil mengajar, apa yang sudah dan belum tercapai sesuai tujuan pembelajaran, dan kendala yang dialami saat melakukan praktik pembelajaran. Secara bergiliran observer berbagi informasi tentang hasil Selanjutnya, secara bersama-sama mendiskusikan solusi terbaik agar terjadi praktik pembelajaran yang efektif sebagai rencana untuk di tampilan berikutnya. Journal of Educational Review and Research Vol. 8 No. July 2025: 71 Ae 82 e-ISSN: 2597-9760, p-ISSN: 2597-9752 Kegiatan nonmengajar yang dilakukan mahasiswa dalam rangka Program Magang Sekolah Penggerak dalam rangka Implementasi Kurikulum Merdeka berupa BAPER . embaca permulaa. , membaca nyaring, mading . ajalah dindin. , permaina numerasi, dan sosialisasi 3 dosa besar pendidikan. Kegiatan BAPER (Membaca Permulaa. diikuti oleh 10 siswa kelas I yang belum lancar membaca, dilaksanakan selama 5 hari (@ 30 menit sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanaka. Siswa dibagi dalam 5 kelompok yang setiap kelompok dibimbing oleh 1 mahasiswa. Program ini bisa terselenggara dengan baik berkat dukungan pihak sekolah dan orang tua siswa. Gambar 1. Bimbingan Membaca pada Siswa Kegiatan membaca nyaring dilaksanakan selama 2 hari, diikuti oleh siswa kelas II dan Kelas i. Tujuan kegiatan ini untuk mengukur kemampuan membaca lancar siswa. Kegiatan dimulai dengan mengarahkan siswa untuk secara bergiliran membaca sebuah teks, saat salah satu peserta didik membaca, maka siswa yang lain menyimak. Siswa diarahkan untuk membaca dengan lantang namun tidak berteriak. Siswa diarahkan juga untuk membaca dengan memperhatikan tanda baca yang ada di dalam teks. Setelah selesai, mahasiswa IKM bersama siswa membahas kembali isi dari teks fabel yang telah dibaca mengambil amanat dibalik cerita tersebut. Gambar 2. Tampilan Membaca secara Bergantian Kegiatan mading yang dilaksanakan difokuskan pada memperbaiki dan memperbarui isi dan tampilan majalah dinding sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari, dengan rincian . hari pertama diskusi isi dan tampilan mading dilanjutkan menyiapkan/membeli peralatan yang diperlukan . hari kedua dan ketiga diisi dengan kegiatan membuat mading sampai selesai. Journal of Educational Review and Research Vol. 8 No. July 2025: 71 Ae 82 e-ISSN: 2597-9760, p-ISSN: 2597-9752 Gambar 3. Tampilan Majalah Dinding Sekolah Kegiatan permainan numerasi dilaksanakan selama 1 hari bertujuan untuk mengasah kemampuan berhitung dan memudahkan proses belajar mengajar numerasi di dalam kelas IV. Kegiatan dimulai dengan memberikan intruksi pengerjaan kepada seluruh peserta didik kelas IV, selanjutnya peserta didik diarahkan untuk mengerjakan secara individu permainan yang diberikan. Selama proses pengerjaan, mahasiswa IKM mengawasi dan membantu peserta didik yang kesulitan dalam proses Gambar 4. Kegiatan Permainan Numerasi Kegiatan Sosialisasi 3 Dosa Besar diikuti oleh peserta didik kelas IV. V, dan VI, dilaksanakan di hari Minggu atas persetujuan pihak sekolah dengan pertimbangan supaya lebih efektif. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah timbulnya 3 dosa besar ini dalam lingkungan sekolah serta memberikan pemahaman bahwa bersikap intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual adalah hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Journal of Educational Review and Research Vol. 8 No. July 2025: 71 Ae 82 e-ISSN: 2597-9760, p-ISSN: 2597-9752 Gambar 5. Kegiatan Sosialisasi 3 Dosa Besar Program Magang Sekolah Penggerak IKM di Sekolah Dasar LKIA Pontianak merupakan upaya positif dalam rangka mendukung keterlaksanaan Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan dasar. Program ini memberikan kesempatan pada mahasiswa calon guru sekolah dasar untuk praktik belajar secara langsung dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Tujuan dilaksanakannya program ini bagi mahasiswa calon guru adalah untuk . meningkatkan kemampuannya dalam membuat rancangan pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan . memperkaya pengetahuan tentang pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Program Magang Sekolah Penggerak dalam rangka IKM sekolah dasar memberikan manfaat yang besar bagi mahasiswa, di antaranya . mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dalam mengelola kelas, merancang kegiatan pembelajaran, dan berinteraksi dengan peserta didik, . mahasiswa memperoleh pengetahuan mendalam, . mahasiswa dapat mengembangkan soft skills, dan . mahasiswa memperoleh ide kreatif dari guru pamong dan sesama mahasiswa yang mengikuti program. Harapannya, mahasiswa dapat terus berinovasi dalam pembelajaran karena kedepannya seorang guru dituntut untuk dapat menghadirkan proses pembelajaran yang bisa menumbuhkan kreativitas siswa melalui kegiatan belajar yang dilakukan (Rusmiati. Ashifa. , & Herlambang, 2023, p. Program Magang Sekolah Penggerak berkenaan dengan kegiatan mengajar dan nonmengajar dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa calon guru menjadi pendidik yang berkompeten dan siap menghadapi tantangan dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka. Program Magang merupakan kegiatan belajar menerapkan teori yang didapat di kampus dalam rangka memantapkan kemampuan mahasiswa dalam mengajar (Octavianingrum, 2020, p. Pelaksanaan Kurikulum Merdeka merupakan terobosan baru dalam membantu guru mengubah proses pembelajaran menjadi jauh lebih mendalam, selaras, serta menyenangkan (Kurniati. Halidjah. , & Priyadi, 2023, p. Kegiatan mengajar merupakan jantung dari program ini yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan secara langsung pemahaman tentang Kurikulum Merdeka dan mempraktikkannya dalam pembelajaran di kelas. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran berkaitan erat dengan perannya sebagai agen perubahan (Nurmaisi. Hidayatulah. , & Vebtasvili, 2023, p. Mahasiswa perlu dibekali pengalaman mengaplikasikan teori yang didapat saat perkuliahan sehingga mahasiswa dapat memiliki pengalaman langsung (Azisah, 2022, p. Rangkaian kegiatan dalam Program Magang Sekolah Penggerak yang terdiri dari orientasi, observasi, asistensi, kegiatan mengajar terbimbing, dan kegiatan nonmengajar telah dilaksanakan mahasiswa sesuai rencana dan aturan yang ada dalam panduan. Kegiatan orientasi merupakan langkah awal yang penting dalam program magang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lengkap dan menyeluruh kepada mahasiswa mengenai program magang. Kurikulum Merdeka, serta tugas mereka dalam kegiatan pembelajaran . roses belajar mengaja. Melalui kegiatan orientasi, mahasiswa Journal of Educational Review and Research Vol. 8 No. July 2025: 71 Ae 82 e-ISSN: 2597-9760, p-ISSN: 2597-9752 memperoleh gambaran tentang peran dan tanggung jawab yang harus dilakukan selama program berlangsung sebagai bekal dalam melaksanakan kegiatan baik mengajar maupun nonmengajar. Kegiatan observasi merupakan satu di antara komponen yang juga penting dalam prorgam magang. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat secara langsung mengamati impelementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran di kelas. Mahasiswa dapat mengidentifikasi paktik baik yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran yang berikutnya dapat dilakukan pada saat pembelajaran. Kegiatan asistensi mengajar merupakan bagian yang tak terpisah dari Program Magang Sekolah Penggerak dalam Rangka Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat dalam kegiatan pembelajaran, tetapi juga langsung terlibat aktif ambil bagian dalam membantu guru kelaksanakan kegiatan pembelajaran. Kegiatan mengajar terbimbing merupakan lanjutan dari kegiatan asistensi mengajar. Mahasiswa dengan bimbingan guru pamong merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman mengajar dalam rangka menerapkan pengetahuan dan keterampilan mengajar yang didapat selama mengikuti program, melatih mahasiswa dalam mengelola kelas dan berinteraksi dengan peserta didik, dan melatih mahasiswa bertanggung jawab terhadap kelas yang Selain kegiatan mengajar di atas, mahasiswa juga melaksanakan kegiatan nonmengajar, yaitu membaca permulaan, membaca nyaring, majalah dinding, sosialisasi 3 dosa besar pendidikan, dan permainan numerasi. Kegiatan nonmengajar terkait dengan kegiatan administrasi dan adaptasi teknologi (Azisah, 2022, p. Kegiatan nonmengajar juga tak kalah pentingnya bagi mahasiswa. Melalui kegiatan ini mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh tentang pererapan Kurikulum Merdeka serta dapat mengembangkan kompetensi lain yang diperlukan bagi seorang calon Kegiatan ini berkaitan erat dengan kegiatan mengajar. Program Magang Sekolah Penggerak dalam Rangka Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar dirancang untuk menciptakan calon guru tidak hanya mempunyai kemampuan dalam mengajar, tetapi juga mempunyai pengetahuan berkenaan dengan apsek penunjangnya. Mahasiswa akan menjadi calon guru yang lebih reflektif dan inovatif serta memiliki kesiapan beradaptasi dengan perubahan. Kedepannya, mahasiswa calon guru diharapkan menjadi agen perubahan pada saat telah menjadi guru karena guru merupakan aktor kunci dalam Implemantasi Kurikulum Merdeka (Sunarni. , & Karyono, 2023, p. KESIMPULAN DAN SARAN Program Magang Sekolah Penggerak Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar LKIA Pontianak merupakan upaya positif dalam rangka mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar. Program ini memberikan tempat bagi mahasiswa mengaplikasikan bekal teori yang di dapat saat perkuliahan. Program ini berkenaan dengan kegiatan mengajar dan nonmengajar yang dirancang dalam rangka mempersiapkan mahasiswa calon guru menjadi seorang pendidik yang berkompeten dan siap menghadapi tantangan dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, saran dapat disampaikan adalah Program Magang Sekolah Penggerak Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar memberikan pengalaman secara langsung pada mahasiswa dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, wadah mengembangkan keterampilan mengajar dan soft skills, wahana membangun relasi dengan guru yang sudah profesional, dan memberikan bekal beharga untuk memasuki dunia kerja sebagai seorang guru. Melihat besarnya manfaat yang didapat, hendaknya program ini kedepan tetap Journal of Educational Review and Research Vol. 8 No. July 2025: 71 Ae 82 e-ISSN: 2597-9760, p-ISSN: 2597-9752 DAFTAR PUSTAKA