ANALISIS PEMAHAMAN PESERTA DIDIK KELAS Vi SMP NEGERI 1 KOTA TARAKAN TERHADAP PEMBELAJARAN MENULIS TEKS PROSEDUR Asih Riyanti Universitas Borneo Tarakan. Tarakan. Indonesia e-mail: asihriyanti17@gmail. Sintha Agiulina Tarigan Universitas Borneo Tarakan. Tarakan. Indonesia e-mail: sinthaagiulinatarigan@gmail. Andi Miftahul Jannah Universitas Borneo Tarakan. Tarakan. Indonesia e-mail: amiftahuljannah09@gmail. Nurhikma Mulawarman Universitas Borneo Tarakan. Tarakan. Indonesia e-mail: nurhikmamulawarman@gmail. Ade Nuril Selviana Universitas Borneo Tarakan. Tarakan. Indonesia e-mail: adenurilselviana25@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan pandangan peserta didik kelas Vi SMP Negeri 1 Kota Tarakan mengenai teks prosedur. Metode penelitian yang digunakan berupa observasi, penyebaran angket, dan wawancara terhadap peserta didik kelas Vi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang telah memahami pengertian teks prosedur dengan baik, tetapi masih kesulitan dalam membedakan jenisnya dan juga menuliskan teks prosedur yang disebabkan oleh faktor kurangnya motivasi dan minat peserta didik. Guru melakukan pendekatan yang berbeda dan melalui pemilihan bentuk evaluasi yang adaptif serta pemilihan jenis strategi pembelajaran yang menggunakan pendekatan peserta didik terhadap lingkungan sekitar mengenai teks prosedur terutama dalam keterampilan menulis teks prosedur. Kata kunci: pembelajaran menulis, kemampuan siswa, teks prosedur PENDAHULUAN Dalam sebagai manusia, diperlukan alat untuk berkomunikasi guna menyampaikan ide, pendapat, dan perasaan antar satu manusia dengan manusia lainnya. Alat berkomunikasi yang digunakan oleh manusia adalah bahasa. Menurut RofiAoi . , bahasa adalah lambang yang mengartikan suara sebebasnya dan bersifat konvensional yang digunakan sekelompok orang guna menuangkan perasaan dan gagasan mereka. Dengan Page | 134 kata lain, bahasa digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama untuk bertukar informasi dan pikiran. Selain karena manusia merupakan makhluk sosial, berkomunikasi juga merupakan salah satu penanda bahwa adanya kehidupan yang terus berjalan. Oleh karena itu manusia sangat memerlukan berkomunikasi,agar dapat meyampaikan perasaan, tujuan, pendapat, serta perintah yang dikehendaki. Tanpa menjalankan peran dalam kehidupan sebagai makhluk sosial. Bentuk berkomunikasi dalam berbahasa tidak hanya secara lisan, namun juga secara tertulis. Satu dari empat keterampilan berbahasa adalah keterampilan menulis. Menurut Azizah , . menulis adalah proses menyampaikan gagasan, ide, perasaan, dan pengetahuan lewat media tulis yang memahami informasi yang coba disampaikan penulis. Artinya menulis merupakan bentuk komunikasi bahasa yang bersifat rangkaian tulisan disusun secara teratur sesuai tujuan yang di Sebelum keterampilan menulis, tentu peserta didik memerlukan proses bimbingan terlebih dahulu dengan melakukan pembelajaran dalam menulis. Menurut Abidin . , pembelajaran menulis adalah proses untuk mengembangkan atau rangkaian kegiatan peserta didik dalam menghasilkan sebuah karya tulis dengan bimbingan, motivasi, dan arahan dari guru. Jadi, pembelajaran menulis merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik bersama pendidik untuk sehingga dapat menghasilkan karya tulisan yang baik dan benar. Dengan memiliki keterampilan menulis, dapat mempermudah peserta didik untuk menuangkan ide dan gagasannya ke dalam bentuk tulisan. Keterampilan menulis juga akan berguna bagi peserta didik dalam menyusun dan menulis teks Hasil wawancara bersama guru SMP Negeri 1 Kota Tarakan, peserta didik kelas Vi mengalami banyak kesulitan dalam pembelajaran menulis. Hal ini disebabkan oleh faktor kurangnya minat membaca dan kurangnya rasa ingin tahu yang mendalam mengenai pembelajaran menulis khususnya pada teks prosedur. Hampir sebagian besar aspek dalam kehidupan nyata sangat memerlukan prosedur yang jelas guna mendapatkan hasil yang diharapkan. Menurut Hasmi & Pohan . , teks prosedur merupakan teks yang merincikan urutan langkah-langkah sesuatu secara detail, jelas, dan lengkap. Teks prosedur memiliki peran penting dalam kehidupan guna mengatur penggunaan dan pembuatan sesuatu secara urut dan terstruktur. Berdasarkan permasalahan yang kesadaran dan motivasi peserta didik terhadap pentingnya teks prosedur. Peserta didik diharapkan mampu untuk menuliskan dan menyusun teks prosedur yang dapat berguna bagi kegiatan peserta didik dalam kehidupan nyata dan menyelesaikan permasalahan yang dialami peserta didik dalam memahami dan menulis teks prosedur. Penelitian ini didukung oleh studi penelitian lain yang juga berfokus pada Page | 135 keterampilan menulis teks prosedur peserta didik. Penelitian oleh Kusumah , . membahas mengenai peningkatan kemampuan menulis teks prosedur peserta didik SMK Sangkuriang 1 Cimahi menggunakan model discovery Dalam ditemukan beberapa faktor penghambat peserta didik dalam menulis teks prosedur yaitu kurangnya kemampuan dalam mengembangkan ide dan gagasan peserta didik ke dalam karya tulis sehingga diperlukan model discovery kemampuan menulis peserta didik. Penelitian oleh Hariyanti . membahas pendekatan Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan keterampilan menulis teks prosedur peserta didik SMK Negeri 2 Ciamis. Dalam penelitian ini, ditemukan permasalahan peserta didik dalam menulis teks prosedur dikarenakan model pembelajaran yang masih meningkatkan semangat belajar. Penelitian perbedaan dengan dua studi penelitian sebelumnya, yakni dua penelitian peningkatan kemampuan keterampilan menulis peserta didik dengan materi sedangkan penelitian ini lebih berfokus pada pemahaman dan pandangan peserta didik terhadap pentingnya peserta didik menguasai keterampilan menulis khususnya teks prosedur. TINJAUAN PUSTAKA 1 Menulis Menurut Permana & Indihadi, . , kegiatan menulis adalah sebuah proses untuk menggali pikiran dan perasaan seseorang mengenai suatu menuangkanya ke dalam bentuk Tidak hanya itu, menulis pengalaman hidup, dan juga ilmu Selanjutnya. Husna et al. menafsirkan pengertian menulis sebagai aktivitas membentuk makna yang berkaitan dengan peningkatan dan perkembangan kemampuan individu dalam memaknai konteks sosial budaya masyarakat yang ada disekitar. Artinya, menulis adalah proses kegiatan untuk merealisasikan pemikiran dan pendapat ke dalam media tulis sebagai sumber 2 Teks Prosedur Pengertian Teks Prosedur Teks prosedur memiliki tujuan untuk membuat pembaca mudah dalam memahami suatu kegiatan yang akan Teks prosedur adalah tulisan yang memaparkan sebuah langkahlangkah yang mesti diikuti untuk melakukan suatu hal tertentu secara lengkap Wati dkk. , . Selanjutnya, menurut Fitriyani & Mukhlish . , teks prosedur adalah teks yang merincikan urutan langkah atau cara membuat menggunakan suatu objek. Teks langkah-langkah apa yang harus dilalui menciptakan sesuatu. Jenis-Jenis Teks Prosedur Dalam kehidupan sehari-hari, teks prosedur memiliki beberapa jenis yang digunakan atau dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. Menurut (Nuraidah, 2. teks prosedur terbagi menjadi beberapa jenis diantaranya Page | 136 yaitu teks prosedur kompleks, teks prosedur protokol, dan teks prosedur Teks memiliki penjelasan atau keterangan dalam langkah-langkahnya sehingga teks prosedur jenis ini memiliki penjelasan lebih rinci dan lebih lengkap. Teks prosedur protokol terdiri dari tata cara atau langkah-langkah dalam membuat sesuatu yang dapat langkahnya tidak begitu rumit. Langkahlangkah atau urutan dalam teks prosedur protokol dapat diubah namun memiliki hasil akhir yang sama. Teks prosedur sederhana hanya terdiri dari dua atau tiga langkah saja. Dalam teks prosedur sederhana, alat dan bahan yang dituliskan beberapa bersifat optional, bisa ada ataupun Struktur Teks Prosedur Teks prosedur memiliki struktur yang perlu ada di dalamnya. Menurut Aminah . , teks prosedur memiliki 3 struktur utama yaitu . tujuan, menjelaskan capaian atau hasil akhir yang ingin dicapai dalam melakukan tahapan yang ada di dalam teks prosedur tersebut, . material, berisikan alat dan bahan, atau material apa saja yang diperlukan dalam sebuah teks prosedur. Namun, ada beberapa teks prosedur yang tidak memerlukan Biasanya, teks prosedur yang menggunakan material ada pada teks prosedur membuat sesuatu, dan . langkah-langkah, berisikan tata cara atau urutan langkah yang perlu dilalui untuk mencapai hasil akhir yang sesuai dengan tujuan teks prosedur. Pada teks prosedur kompleks, urutan langkahlangkah tidak dapat dilakukan secara acak, namun dalam teks prosedur protokol, beberapa urutan boleh diubah atau diacak dan tetap mendapatkan hasil akhir yang sesuai dengan tujuan teks prosedur. Ciri-Ciri Teks Prosedur Teks ciri-ciri membedakannya dengan jenis teks Menurut Aulia . , ciri-ciri teks prosedur adalah . mengandung kalimat imperatif atau perintah, karena teks ini berisikan melakukan sesuatu, . mengandung kata kerja aktif, . mengandung kata penghubung yang langkah-langkah dalam teks prosedur, . mengandung kata keterangan waktu, tempat, dan cara, dan . mengandung kalimat saran atau larangan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sugiyono . menyatakan penelitian kualitatif adalah penelitian yang menekankan pada arti menggunakan aktivitas sosial, sikap, dan pandangan seorang individu atau kelompok untuk mendeskripsikan fenomena atau objek penelitian. Digunakannya metode kualitatif pada penelitian ini untuk mengetahui pemahaman peserta didik terhadap teks prosedur serta melakukan pendekatan mengembangkan pemahaman peserta didik sampai ke tahap dapat menuliskan teks prosedur sendiri. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas Vi SMP Negeri 1 Kota Tarakan. Penelitian berlangsung di SMP Negeri 1. Jl. Diponegoro Gunung Belah. Pamusian. Kecamatan Tarakan Tengah. Kota Tarakan. Kalimantan Utara pada 15 April Page | 137 2025, pukul 10. 30 WITA. Teknik pengumpuan data yang dilakukan pada penelitian ini melibatkan kegiatan observasi dan pengumpulan Observasi dilakukan pada subyek penelitian yaitu peserta didik kelas Vi SMP Negeri 1 Kota Tarakan berupa pengamatan langsung tentang bagaimana proses pembelajaran dan suasana lingkungan belajar peserta didik di dalam kelas. Selanjutnya, peneliti melakukan penyebaran angket kepada peserta didik. Angket berisi pertanyaanpertanyaan seputar teks prosedur untuk mengukur sejauh mana pengetahuan peserta didik mengenai teks prosedur. Teknik analisis data yang digunakan peneliti untuk menganalisis adalah wawancara yang dilakukan pada mengetahui kesulitan apa saja yang dialami peserta didik dalam memahami dan menuliskan teks prosedur. Selain wawancara terhadap peserta didik, wawancara juga dilakukan pada guru Bahasa Indonesia kelas Vi untuk permasalahan yang dihadapi peserta didik serta solusi yang dapat diberikan. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti menemukan beberapa data yang dapat mendukung hasil dan pembahasan penelitian ini. Pemerolehan data berupa observasi, penyebaran angket, dan wawancara langsung terhadap subyek Peneliti melakukan observasi langsung terhadap subyek penelitian yaitu peserta didik kelas Vi SMP Negeri 1 Kota Tarakan. Observasi dilakukan guna mengetahui pengetahuan dan kemampuan peserta didik terhadap teks Pengamatan berlangsung ketika peneliti memberikan beberapa pertanyaan pemantik mengenai teks Hasil observasi adalah, sebagian besar peserta didik masih kurang memahami mengenai teks prosedur diamati melalui pertanyaan pemantik yang telah diberikan. Peneliti menyebarkan angket pertanyaan kepada peserta didik. Sebanyak 30 peserta didik kelas Vi diberikan angket untuk dijawab guna mendapatkan hasil analisis berupa pemahaman peserta didik terhadp teks Pernyataan dari angket yang diberikan berisi topik mengenai teks prosedur sebagai data pendukung tentang sejauh mana pengetahuan peserta didik terhadap teks prosedur. Berikut adalah pernyataan angket yang diberikan dan hasil jawaban yang diberikan oleh responden. Tabel 1. Hasil Jawaban Angket Pertanyaan Jawaban Setuj Tidak u Setuju Saya memahami pengertian teks prosedur dengan Saya dapat menjelaskan tujuan dari teks prosedur. Saya dapat mengenali 28 ciri-ciri teks prosedur setelah membaca sebuah teks. Saya mengetahui berbagai jenis dari Page | 138 teks prosedur. Saya sering membaca teks prosedur dalam kehidupan sehari-hari. Saya mudah memahami struktur dari teks prosedur. Saya memahami gaya kebahasaan yang digunakan dalam teks Saya dapat menyusun teks prosedur dengan urutan yang benar. Saya kesulitan memahami teks prosedur yang tidak memiliki urutan penyusunan yang Saya merasa kesulitan dalam memahami perintah di dalam teks Saya tidak dapat membedakan teks jenis teks prosedur. Saya lebih mudah memahami teks prosedur dengan contoh visual seperti gambar atau video. Saya membutuhkan banyak latihan dalam membuat teks prosedur sendiri. Saya mampu menuliskan atau membuat sebuah teks prosedur sendiri. Saya tidak mampu menyusun teks prosedur sendiri. didik terhadap teks prosedur. Mayoritas Vi menyatakan melalui jawaban angket bahwa peserta didik telah memahami teks prosedur, setidaknya telah memahami pengertian teks prosedur dengan baik. Hal ini di dukung ketika pemantik yang menarik antusias peserta didik kelas Vi dalam menjawab DIAGRAM HASIL ANGKET PESERTA DIDIK 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1112 1314 15 Setuju Hasil jawaban angket peserta didik diisi sesuai pemahaman peserta Tidak Setuju Gambar 1. Diagram Hasil Angket Peserta Didik Hasil pengumpulan angket oleh peserta didik kelas Vi SMP Negeri 1 Kota Tarakan, ditemukan bahwa seluruh . peserta didik yang mengisi angket pengertian teks prosedur dengan baik, bahkan 29 dari 30 peserta didik telah mengetahui tujuan dari teks prosedur . Selanjutnya, hanya sedikit peserta didik yang tidak dapat memahami ciri-ciri . dan jenis . dari teks prosedur, peserta didik hanya sebatas memahami pengertiannya tetapi belum mampu sepenuhnya untuk menjelaskan atau memahami ciri-ciri dan jenis-jenisnya. Sebanyak 3 dari 27 peserta didik jarang membaca teks prosedur dalam sehari-hari . Pada pernyataan . , mayoritas peserta didik setuju telah memahami struktur dalam menyusun teks prosedur dan didukung dengan gaya kebahasaan Page | 139 yang digunakan dalam teks prosedur. Selanjutnya, mayoritas dari 30 peserta didik yang mengisi angket pada pernyataan nomor . , peserta didik menyatakan setuju bahwa mereka dapat menyusun teks prosedur dengan urutan yang benar dan juga tidak memahami teks prosedur dengan urutan tidak benar. Pernyataan . menjadi bukti bahwa peserta didik dapat memahami teks prosedur berdasarkan urutan yang baik. Dalam aspek pemahaman, pada pernyataan . , mayoritas peserta didik merasa kesulitan dalam memahami perintah yang ada di dalam teks prosedur, seperti perintah melakukan sesuatu pada langkah-langkah dalam teks prosedur. Mendukung pernyataan nomor . , mayoritas peserta didik menjawab tidak setuju pada pernyataan nomor . yang mana menyatakan bahwa mayoritas peserta didik benarbenar prosedur berdasarkan jenis-jenisnya. Dalam aspek keterampilan, mayoritas peserta didik setuju jika mereka mampu memahami teks prosedur yang disertai dengan contoh visual gambar ataupun video . Pernyataan . dapat menjadi acuan penambah motivasi untuk mendukung pernyataan nomor . Penggunaan visual seperti gambar dan video dapat menjadi bahan peserta didik untuk melatih keterampilan menulis teks Selanjutnya, peserta didik dapat menuliskan dan menyusun teks prosedur, setidaknya dalam menyusun teks prosedur Setelah mengumpulkan dan menganalisis hasil angket jawaban peserta didik, peneliti melakukan wawancara bersama 9 dari 30 peserta Berdasarkan hasil wawancara ditemukan beberapa kesulitan yang dialami oleh peserta didik dalam kesulitan dalam mengenali teks prosedur, kurangnya minat membaca, dan kurangnya rasa ingin tahu peserta didik terhadap teks prosedur. Hal ini lah yang menjadi faktor peserta didik tidak mampu menulis dan menyusun teks 2 Pembahasan Pada sub hasil telah ditemukan permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik dalam memahami dan menuliskan teks prosedur sehingga pada sub bab ini, peneliti memberikan pemecahan masalah yang dapat dilakukan oleh peserta didik dalam menghadapi masalah yang ada. Adapun permasalahan yang dialami peserta didik sebagai berikut. Kesulitan dalam Mengenali Teks Prosedur Dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Kota Tarakan, terutama pada peserta didik kelas Vi, terdapat permasalahan dalam pembelajaran menulis teks prosedur. Permasalahan pertama, 3 dari 9 peserta didik yang diwawancarai mengakui kesulitan dalam mengenali teks prosedur yang ada di lingkungan sekitar. Peserta didik seringkali merasa tidak menyadari bahwa dalam kehidupan sehari-hari mereka dapat menemukan berbagai jenis teks prosedur. Kesulitan ini didapatkan karena peserta didik mengaku bahwa mereka kurang suka menyadari bahwa banyak sekali teks prosedur yang dapat ditemukan di Page | 140 kehidupan sehari-hari, terlebih di lingkungan sekolah. Mengetahui permasalahan yang ada, peneliti memberikan penjelasan mengenai teks prosedur beserta contohnya di dalam kehidupan seharihari. Peneliti mengajak peserta didik sekolah dan meminta peserta didik untuk mengidentifikasi mana saja yang merupakan teks prosedur. Peserta didik menemukan bahwa teks prosedur yang ada di lingkungan sekolah diantaranya adalah panduan mencuci tangan yang baik dan benar, tata cara ber-wudhu, laboratorium komputer. Kurang Minat Membaca Sama sebelumnya, 3 peserta didik yang diwawancarai mengaku bahwa mereka kekurangan minat dalam membaca tentang teks prosedur. Pengertian dari minat membaca sendiri adalah peristiwa ketertarikannya terhadap membaca, dilakukan karena adanya kemauan dan keinginan dalam melakukannya, tanpa paksaan, dengan kesadaran penuh, dan usaha yang besar Wirahyuni, . Dalam hal ini, peserta didik tidak memiliki minat membaca yang baik dan menyatakan bahwa mereka tidak membaca kembali materi tentang teks prosedur yang telah lalu, sehingga mereka melupakan unsur-unsur yang membangun teks prosedur. Kurangnya Rasa Ingin Tahu Hasil wawancara yang terakhir adalah 8 dari 9 peserta didik mengatakan bahwa mereka tidak terlalu tertarik tentang teks prosedur dan merasa bahwa teks prosedur tidaklah begitu penting untuk keseharian Pernyataan ini di dukung pada memberikan pertanyaan pemantik, banyak sekali peserta didik yang baru tersadar ketika mereka diingatkan kembali betapa pentingnya teks prosedur dama kehidupan sehari-hari peserta didik. SIMPULAN Dari hasil penelitian, peserta didik kelas Vi SMP Negeri 1 Kota Tarakan mengalami beberapa kendala dalam konteks pembelajaran teks prosedur yakni peserta didik kesulitan disebabkan oleh kurangnya rasa ingin tahu dan minat dalam membaca. Hal itu membuat banyak dari peserta didik mengenali suatu teks prosedur cukup hanya dengan memerhatikan dan menelusuri kegiatan-kegiatan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu saat ingin melakukan sesuatu. Beberapa saran dari peneliti yang dapat dilakukan untuk menghadapi permasalahan yang ada pada peserta didik yaitu mengubah pengalaman pribadi menjadi teks prosedur. Hal ini dapat membuat peserta didik mampu menulis dan menyusun teks prosedur dari kegiatan yang telah dilakukan, misalnya tata cara membersihkan kamar pekerjaan rumah, dan sebagainya. Hal ini diharapkan mampu mengembangkan pemahaman peserta didik terhadap teks prosedur dan mengembangkan potensi peserta didik untuk dapat aktif dalam kegiatan menulis teks prosedur. Page | 141 DAFTAR PUSTAKA