Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi Volume. Nomor. 1 Tahun 2025 E-ISSN : 2961-9254 dan P-ISSN : 2961-9246. Hal 16-23 DOI: https://doi. org/10. 58169/jpmsaintek. Available online at: https://ftuncen. com/index. php/JPMSAINTEK Optimalisasi Pemanfaatan Toga dalam Meningkatkan Kemandirian Kesehatan Masyarakat di Desa Klagensrampat Kabupaten Lamongan Optimizing the Use Og Toga in Increasing Community Health Independence in Klagensrampat Village. Lamongan. Fita Fitriatul Wahidah1*. Adam Pratama Septian 2. Sitti Nur Ilmiah 3. Rahmah Arfiyah Ula 4. Lilik Erviani 5. Merinda Nur Indahsari 6 1,2,3,4,5,6 Universitas Billfath. Lamongan. Indonesia Korespondensi Penulis : fita. agro97@gmail. Article History: Received: November 15, 2024. Revised: November 30, 2024. Accepted: Januari 18, 2025. Online Available: Januari 20, 2025. Keywords: Toga. Independence. Public Health Abstract: One of the Lamongan Regency government programs related to family medicinal plants (TOGA) is Asman Toga (Independent Care of Family Medicinal Plant. This program is one of the Lamongan Regency Government's efforts to reduce stunting One of the villages that already has Asman Toga is Klagensrampat Village. The outreach aims to provide knowledge to the public, especially regarding the benefits of plants against types of diseases and how to treat Toga, as well as how to independently process Toga into ready-to-eat medicine . ither in the form of drinks, rhizomes or powde. Service activities are carried out in the form of direct outreach to the Klagensrampat Village community. Before and after the socialization was carried out there were pre-tests and posttests carried out by the participants. Evaluation activities carried out to assess public knowledge about the use of Family Medicinal Plants (TOGA) were carried out with written exams in the form of pre-tests and post-tests. The results of the analysis show that there has been an increase in public knowledge about the benefits of Toga for various minor illnesses. Abstrak Salah satu program pemerintah Kabupaten Lamongan terkait tanaman obat keluarga (TOGA) adalah Asman Toga (Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarg. Program ini merupakan salah satu upaya Pemkab Lamongan untuk menurunkan angka stunting. Salah satu desa yang sudah memiliki Asman Toga adalah Desa Klagensrampat. Sosialisasi bertujuan untuk memberi pengetahuan bagi masyarakat terutama dalam hal manfaat tanaman terhadap jenis penyakit dan cara perawatan Toga, serta bagaimana pengolahan mandiri Toga menjadi obat siap saji . aik dalam bentuk minuman, rimpang atau serbu. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan bentuk sosialisasi langsung ke masyarakat Desa Klagensrampat. Sebelum dan sesudah sosialisasi dilakukan ada pre-test dan post-test yang dikerjakan oleh peserta. Kegiatan evaluasi yang dilakukan untuk menilai pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dilakukan dengan ujian tertulis berupa pre-test dan post-test tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada kenaikan pengetahuan masyarakat tentang manfaat Toga untuk berbagai penyakit ringan. Kata Kunci : Toga . Kemandirian . Kesehatan Masyarakat PENDAHULUAN Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah tanaman berkhasiat yang ditanam di lahan pekarangan maupun ladang dan dikelola oleh keluarga (Pamungkas dkk. , 2. Tanaman obat yang ditanam di pekarangan rumah oleh masyarakat umumnya adalah tanaman yang berkhasiat Optimalisasi Pemanfaatan Toga dalam Meningkatkan Kemandirian Kesehatan Masyarakat di Desa Klagensrampat Kabupaten Lamongan sebagai obat penyakit ringan seperti demam dan batuk. Keberadaan tanaman obat di lingkungan rumah sangat penting, terutama bagi keluarga yang tidak memiliki akses mudah ke pelayanan medis seperti klinik, puskesmas ataupun rumah sakit. Dengan memahami manfaat, khasiat dan jenis tanaman tertentu, tanaman obat menjadi pilihan keluarga dalam memilih obat alami yang aman (Rahmawati dkk. , 2. Salah satu program pemerintah Kabupaten Lamongan terkait tanaman obat keluarga (TOGA) adalah Asman Toga (Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarg. Program ini merupakan salah satu upaya Pemkab Lamongan untuk menurunkan angka stunting. Salah satu desa yang sudah memiliki Asman Toga adalah Desa Klagensrampat. Masyarakat Desa Klagensrampat sebenarnya sudah banyak yang sudah menanam beberapa jenis Toga di pekarangan rumahnya, hanya saja belum menyeluruh dan pemahaman terkait pemanfaatan dari masing-masing spesies Desa Klagensrampat sudah memiliki taman Toga pada tahun 2023, hanya saja karena kurangnya tenaga dalam merawat Toga sehingga taman ini terbengkalai sejak awal tahun 2024. Penggunaan tanaman sebagai alternatif obat juga didasari dengan tingginya obat herbal yang mulai dipromosikan di kalangan masyarakat. Banyak sekali produk-produk herbal yang sekarang sudah mulai berkembang dan beredar di kalangan masyarakat. Obat yang berasal dari bahan alam memiliki efek samping yang lebih rendah dibandingkan obat-obatan kimia karena efek obat herbal bersifat alamiah (Sari dan Andjasmara, 2. Dalam tanaman-tanaman berkhasiat obat yang telah dipelajari dan diteliti secara ilmiah, terlihat bahwa tanaman-tanaman tersebut mengandung zat-zat atau senyawa aktif yang terbukti bermanfaat bagi kesehatan (Maheswari. Obat-obatan yang berasal dari tanaman ini memang sudah banyak sekali dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan harganya relatif lebih murah serta sangat mudah didapatkan di lingkungan sekitar (Susanto, 2. Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait tanaman obat keluarga pada masyarakat Desa Klagensrampat sehingga tanaman yang telah ditanam dan telah ada di sekitar masyarakat dapat bermanfaat bagi masyarakat desa sebagai bahan obat dan dapat menyeluruh di tanam oleh seluruh masyarakat. Selain itu, manfaat lain dari kegiatan ini adalah peningkatan daya saing masyarakat dalam hal pemberdayaan sehingga masyarakat Desa Klagensrampat bisa lebih mandiri terutama dalam hal obat pendamping keluarga karena bisa memanfaatkan tanaman di sekitar dan apotek hidup yang telah dibuat. Dengan adanya sosialisasi dan penanaman tanaman keluarga tersebut, diharapkan terdapat Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi Ae Volume. Nomor. 1 Tahun 2025 E-ISSN : 2961-9254 dan P-ISSN : 2961-9246. Hal 16-23 peningkatan pengetahuan masyarakat dalam pemanfaatan tanaman di sekitar untuk dijadikan sebagai obat tradisional. METODE Tahap awal dalam kegiatan ini adalah melakukan survey langsung tentang kondisi masyarakatnya dalam hal penanaman dan pemanfaatan tanaman Toga. Hasil survey menunjukkan kurang lebih 32% masyarakat yang menanam Toga, baik di pekarangan rumah maupun di lahan pertanian mereka. Dari hasil survey tersebut maka tahap kegiatan selanjutnya adalah sosialisasi. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait penanaman, perawatan, pemaparan manfaat, dan pengolahan mandiri Toga menjadi obat siap saji . aik dalam bentuk minuman, rimpang atau serbu. Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu PKK. Ibu-ibu Asman Toga, dan Perangkat Desa Klagensrampat. Kegiatan sosialisasi diawali dengan pre-test. Pre-test dilakukan untuk mencari tahu sejauh mana pemahaman peserta pengabdian tentang spesies Toga dan manfaatnya. Setelah pre-test maka dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh pemateri. Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan bagi masyarakat dalam pemanfaatan tanaman yang ada. Selain itu, sosialisasi ini juga bertujuan untuk memberi pengetahuan bagi masyarakat terutama dalam hal manfaat tanaman terhadap jenis penyakit dan cara perawatan Toga, serta bagaimana pengolahan mandiri Toga menjadi obat siap saji . aik dalam bentuk minuman, rimpang atau serbu. Observasi Sosialisasi - Pre test - manfaat Toga - cara budidaya Toga -pengolahan Toga mandiri - Post test Gambar 1. Alur Pengabdian Masyarakat HASIL Persiapan materi dan sosialisasi serta pelaksanaannya dilakukan di ruang kelas Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Desa Klagensrampat Lamongan dan dilaksanakan pada pukul 13. Optimalisasi Pemanfaatan Toga dalam Meningkatkan Kemandirian Kesehatan Masyarakat di Desa Klagensrampat Kabupaten Lamongan Ae 15. 00 WIB dihadiri oleh 26 orang pemuka masyarakat meliputi Ketua RT. RW. Ibu-ibu PKK. Kader Asman Toga, dan Tokoh Agama di wilayah tersebut. Jumlah peserta yang hadir sesuai dengan perencanaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penanaman Toga, meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mayarakat tentang manfaat, cara budidaya, dan pengolahan mandiri Toga. Hal ini didukung dengan penelitian Sari dan Andjasmara . yang menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi tentang pemahaman Toga memang penting untuk dilakukan di masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, pola pikir, dan gaya hidup masyarakat agar pemanfaatan Toga lebih optimal dan pada akhirnya menjadi alternatif obat kimia. Dibawah ini disajikan karakteristik peserta/ masyarakat yang ikut serta dalam kegiatan sosialisasi tentang pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) (Tabel . Tabel 1. Karakteristik Peserta Pengabdian di Desa Klagensrampat Lamongan No. Karakteristik Jenis Kelamin Presentase (%) Laki-lai 15,38 Perempuan 84,62 Total Frekuensi . Tingkat Pendidikan SLTP 7,66 SLTA 61,54 Perguruan Tinggi 30,80 Total Usia Dewasa awal . -35 th. 30,76 Dewasa akhir . -45 th. 53,86 Dewasa pertengahan . -59 th. 15,38 Lanjut usia (>60 t. Total Berdasarkan tabel di atas, peserta pengabdian berjenis kelamin perempuan lebih banyak dari pada laki-laki yaitu sebanyak 22 orang perempuan dan 4 orang laki-laki. Berdasarkan pendidikan terakhir, mayoritas peserta memiliki pendidikan terakhir SLTA yaitu sebanyak 16 orang . ,54%). Berdasarkan rentan usia, mayoritas peserta berada pada rentang usia dewasa akhir . -45 th. ) yaitu sebanyak 14 orang . ,86%). Pada kegiatan ini dilakukan dengan bentuk sosialisasi langsung ke masyarakat Desa Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi Ae Volume. Nomor. 1 Tahun 2025 E-ISSN : 2961-9254 dan P-ISSN : 2961-9246. Hal 16-23 Klagensrampat. Sebelum dan sesudah sosialisasi dilakukan ada pre-test dan post-test yang dikerjakan oleh peserta. Kegiatan evaluasi yang dilakukan untuk menilai pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dilakukan dengan ujian tertulis berupa pretest dan post-test tersebut. Hasil pre-test dan post-test menjukkan terdapat perbedaan rata-rata nilai dari butir pertanyaan pertama sampai ke-10 (Gambar . Sebagian masyarakat desa ternyata memang sudah mengenal tentang Toga sebelumnya, bahkan 50% dari mereka telah menanam tanaman Toga di halaman rumah mereka. Spesies yang paling banyak ditanam oleh masyarakat adalah spesies Toga dari famili Zingiberaceae. RATA-RATA NILAI POST TEST RATA-RATA NILAI PRE TEST BUTIR PERTANYAAN Gambar 2. Rata-rata nilai uji pre test dan post test pada kegiatan pengabdian Setelah pre test dilakukana selanjutnya adalah acara sosialisasi oleh pemateri. Presentasi kesehatan ini menggunakan metode ceramah dengan diskusi dan membawa alat peraga/ contoh TOGA guna menunjang materi yang disampaikan. DISKUSI