LISTRA Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Juni 2025, pp. https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index || NILAI MORAL RELIGIUS. INDIVIDU. DAN SOSIAL PADA NOVEL "LAYANGAN PUTUS" KARYA MOMMY ASF Hartono 1. Sutardi 2. Sariban 3 *1-3 Universistas Islam Darul AoUlum Lamongan. Indonesia 1 tono181082@gmail. 2 sutardi@unisda. 3 sariban@unisda. ABSTRAK Penelitian ini berlatar belakang dari perubahan nilai moral relegius, nilai moral sosial, dan nilai moral individu yang mempengaruhi perubahan sosial masyarakat Indonesia berdasarkan konflik batin dan konflik sosial sehingga membentuk problematika yang dialami oleh masing-masing tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai moral dalam konteks perubahan sosial masyarakat Indonesia pada novel Layangan Putus karya Mommy ASF kajian Sosiologi Sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Sosiologi Sastra. Dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra, penulis akan menganalisis bagaimana sastra dapat berfungsi sebagai alat untuk mengidentifikasi dan memahami nilai moral dalam perubahan sosial masyarakat Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang bagaimana sastra tidak hanya mencerminkan realitas sosial tetapi juga berperan dalam membentuk diskursus nilai moral di masyarakat Indonesia. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara membaca keseluruhan isi novel, kemudian menganalisis kalimat-kalimat yang mengandung nilai moral dan konflik-konflik yang terjadi pada isi novel terutama konflik batin yang dialami oleh tokoh utama. Nilai moral secara menyeluruh merupakan tindakan yang berhubungan dengan perilaku baik maupun buruk yang menuntun kehidupan seseorang dalam bermasyarakat. Nilai moral yang terdapat pada novel Layangan Putus karya Mommy ASF ditemukan sebanyak empat jenis moral antara lain : nilai moral terhadap Tuhan, nilai moral terhadap diri sendiri, nilai moral terhadap orang lain, dan nilai moral terhadap lingkungan. Kata kunci: nilai moral, konteks perubahan sosial, konflik batin. ABSTRACT This research is based on changes in religious moral values, social moral values, and individual moral values which influence social change in Indonesian society based on inner conflict and social conflict, thus forming the problems experienced by each character. This research aims to analyze moral values in the context of social change in Indonesian society in the novel Layangan Putus by Mommy ASF, a study of Literary Sociology. This research uses a qualitative descriptive method with a Literary Sociology approach. Using a literary sociology approach, the author will analyze how literature can function as a tool for identifying and understanding moral values in social change in Indonesian It is hoped that this research can contribute to an understanding of how literature not only reflects social reality but also plays a role in shaping moral value discourse in Indonesian society. The data collection technique in this research is by reading the entire contents of the novel, then analyzing the sentences containing moral values and the conflicts that occur in the contents of the novel, especially the inner conflicts experienced by the main character. Moral values as a whole are actions related to good and bad behavior that guide a person's life in society. There are four types of moral values found in the novel Kite Putus by Mommy ASF, including: moral values towards God, moral values towards oneself, moral values towards others, and moral values towards the environment. Kata Kunci: moral values, context of social change, inner conflict. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index listra@unisda. Pendahuluan Nilai moral adalah prinsip atau standar yang digunakan untuk menentukan apa yang dianggap benar atau salah dalam tingkah laku dan keputusan yang diambil oleh seseorang atau sekelompok orang. Nilai moral yang terdapat dalam masyarakat juga terdapat dalam karya sastra, khususnya novel. Permasalahan nilai moral ini muncul dalam novel karena nilai moral merupakan landasan sikap . aik-buru. perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari yang juga dapat dialami oleh tokoh-tokoh yang terdapat dalam novel. Dalam penelitian ini, penulis akan meneliti bagaimana nilai moral yang digambarkan dalam novel "Layangan Putus" mencerminkan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat Indonesia. Adanya permasalahan-permasalahan yang terjadi pada rumah tangga Aris dan Kinan sehingga menimbulkan konflik yang berhubungan nilai moral relegius, nilai moral sosial, dan nilai moral individu. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan Sosiologi Sastra, serta menggunakan teori strukturalisme genetik penulis akan menganalisis bagaimana sastra dapat berfungsi sebagai alat untuk mendeksripsikan dan memahami nilai moral relegius, sosial, dan individu dalam perubahan sosial masyarakat Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang bagaimana sastra tidak hanya mencerminkan realitas sosial tetapi juga berperan dalam membentuk diskursus nilai moral di masyarakat Indonesia. Penelitian sastra berkaitan dengan konflik sosial yang sudah pernah dilakukan oleh Mila Oktavia, mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Bung Hatta pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk: . mendeskripsikan nilai feminisme dalam novel Layangan Putus karya Mommy ASF dan novel Terusir karya Hamka. , mendeskripsikan konflik sosial dalam novel Layangan Putus karya Mommy ASF dan novel Terusir karya Hamka. mendeskripsikan persamaan dan perbedaan antara nilai feminisme dan konflik sosial dalam novel Layangan Putus karya Mommy ASF dan novel Terusir karya Hamka. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan nilai moral relegius, sosial, dan individu pada novel layangan putus karya Mommy ASF yang mempengaruhi perubahan sosial masyarakat Indonesia. METODE Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah . atural settin. Penelitian deskriptif kualitatif ditujukan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan fenomena- fenomena yang ada, baik bersifat alamiah maupun rekayasa manusia, yang lebih memperhatikan mengenai karakteristik, kualitas, keterkaitan antar kegiatan. Selain itu. Penelitian deskriptif tidak memberikan perlakuan, manipulasi atau pengubahan pada variabel - variabel yang diteliti, melainkan menggambarkan suatu kondisi yang apa adanya. Di sini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif karena ingin mendapatkan sebuah data yang mendalam, dan Nilai Moral Dalam Konteks Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia Pada Novel "Layangan Putus" Karya Mommy Asf Kajian Sosiologi Sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah: novel Layangan Putus Karya Mommy ASF yang diterbitkan oleh RDM Publisher pada tahun 2020, dengan tebal 221 halaman yang terdiri dari 16 bagian, dan Literatur pendukung terkait nilai moral dan perubahan sosial. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka. Dalam melaksanakan penelitian, peneliti dibantu oleh instrumen-instrumen pembantu berupa lembar analisis nilai- nilai moral, alat tulis, dan buku catatan. Pada penelitian ini, peneliti melakukan keabsahan data yang telah Melakukan sebuah pengujian keabsahan data ini menggunakan triangulasi. Teknik ini digunakan sesuai dengan penelitian yang dilakukan yaitu penelitian deskripsi kualitatif dan data-data yang diperoleh bersifat kualitatif untuk memperoleh deskripsi yang jelas mengenai nilai moral dalam konteks perubahan sosial masyarakat Indonesia pada Novel "Layangan Putus" Karya Mommy Asf Kajian Sosiologi Sastra. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Dari hasil penelitian yang telah dikerjakan terdapat sebagian nilai moral yang terkandung dalam novel Layangan Putus karya Mommy ASF. Dalam analisis ini secara khusus akan membahas terkait isi kandungan nilai moral yang terdapat pada novel. Hasil penelitian menemukan sebagian data yang akan dibahas dalam penelitian ini ialah : . nilai moral yang terkandung dalam novel "Layangan Putus" dengan pendekatan deskriftif kualitatif? . analisis nilai moral dalam konteks perubahan sosial di masyarakat Indonesia? Adapun hasil analisis nilai moral yang ditemukan dalam novel Layangan Putus karya Mommy ASF sebagai berikut : Tabel 1: Nilai moral pada novel Layangan Putus karya Mommy ASF Nilai Moral Pembagian Nilai Moral Kutipan Halaman Hubungan Sholat Halaman 4 Manusia Rasa syukur RS2 Halaman 10, 11 dengan Tuhan Memanjatkan doAoa MD3 Halaman 43 Hubungan Meminta maaf MM1 Halaman 2 Manusia Berterima kasih BK2 Halaman 150 dengan Orang Mengakui kesalahan MK3 Halaman 5 Lain Tidak menghargai TM4 Halaman 102 (Sosia. Kerja sama KS5 Halaman 137 Hubungan Rasa Takut RT1 Halaman 2 Manusia Cemas Halaman 54 dengan Diri Kesedihan Halaman 54 Sendiri Egois Halaman 60 (Individ. Marah Halaman 71 PEMBAHASAN Hasil analisis pada novel AuLayangan PutusAy karya Mommy ASF ini mengenai nilai moral yang terdiri dari, hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan orang lain . , dan hubungan manusia dengan diri sendiri . Nilai Moral Relegius (Hubungan Manusia dengan Tuha. Sholat (S. : AyDia mengiyakan dengan enggan. Pulang sebentar, mandi, kemudian pergike masjid menunaikan sholat maghrib. Mas aris akan berdiam di masjid hinggaisya, terkadang sampai pukul sepuluh bila ada kajian. Ay Kutipan tersebut termasuk nilai moral hubungan manusia dengan tuhan ditunjukkan oleh Aris yang taat melakukan ibadah sholat berjamaah di masjid. Rasa Syukur (RS. : Aku memasukkan nama mereka dari tahun lalu. Walaupun saai itu, aku belum tahu pasti perihal kepindahanku ke kota ini. Aku bersyukur sekolah ini bersedia menerima kedua anakku di pertengahan tahun Anakku masuk di semester kedua dimana kebanyakkan sekolah tidak bersedia menerima murid baru. Ay Kutipan tersebut terjadi ketika sebuah keluarga kecil Kinan yang pindah dari kota Bali ke kota Malang. Kepindahan tersebut tidak hanya pindah tempat tinggal tapi otomatis sekolah anak-anak juga pindah. Kinan merasa sangat bersyukur karena ada sekolah yang mau menerima anak-anaknya dari kepindahannya dari Bali. Memanjatkan Doa (MD. : AuYa Allah, pertemukan kami lagi dalam takdir yang Baik. Ay Kutipan tersebut termasuk nilai moral hubungan manusia dengan tuhan yang ditunjukkan Kinan berdoa kepada Allah SWT agar bisa dipertemukan lagi diwaktu yang tepat dengan sahabat-sahabatnya. Sahabat-sahabat yang selalu membantu selama Kinan hidup di Bali tidak akan pernah terlupakan. Semua kenangan dengan sahabatnya membuat dia merasa sedih untuk berpisah dengan sahabatnya. Tidak hanya Kinan saja yang merasa sedih tetapi sahabat-sahabatnya juga merasakan kehilangan seorang Kinan. Dari sudut pandang peneliti kutipan di atas memiliki contoh untuk pembaca bahwa ketika kita mengalami sebuah kesulitan atau masalah tidak boleh lepas kaitannya dengan Allah SWT supaya dimudahkan dalam Nilai Moral Sosial (Hubungan Manusia dengan Orang Lai. Meminta Maaf (MM. : AuMules hadir bertubi-tubi, tak kunjung berakhir. Berulang kali kusampaikan permintaan maaf pada Mama yang berada Mama sengaja mengunjungi dan mendampingiku menjalani proses kelahiran cucu pertamanya. Aku akhirnya paham, luar biasa perjuangannya melahirkan. Ay Kutipan tersebut terjadi ketika Kinan melahirkan anak pertamanya dari Aris. Pada saat melahirkan dia ditemani mamanya yang selalu ada di sisinya. Bagi dia pada saat itu merupakan pengalaman pertama merasakan sakit untuk melahirkan. Rasa sakit tersebut membuat dia sadar bahwa mamanya juga mengalami rasa sakit yang begitu hebat Ketika melahirkan dia. Ketika menahan rasa sakit yang dirasakan dia terus meminta maaf kepada mamanya atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan. Kutipan tersebut termasuk nilai moral hubungan manusia dengan manusia yang ditunjukkan oleh Kinan yang tiada hentinya meminta maaf kepada mamanya. Berterima Kasih (BK. : AuAku tersenyum dan berbisik. AuMakasih. Mbi. Ay Kutipan tersebut terjadi ketika Kinan dan Aris liburan di Turki yang sebelumnya sudah Pada saat itu pesawat yang ditumpangi mereka berdua sampai di negara Turki. Mereka berkunjung sangat tepat waktu yaitu pada bulan Januari. Dikatakan tepat karena pada bulan Januari Turki masih diselimuti oleh tebalnya salju. Kinan sangat exited melihat salju turun, saking exitednya Kinan hampir mau memasukan salju tersebut ke mulutnya. Kinan sangat bahagia karena bisa menikmati hujan salju yang sebelumnya pernah dirasakan. Sebelumnya Kinan merasa sedih karena tidak bisa menyaksikan banyaknya balon udara yang terbang dan pada saat itu tergantikan dengan bahagia bisa menyaksikan hujan salju. Dari sudut pandang peneliti kutipan tersebut memiliki contoh bagi pembaca bahwa ketika ada orang yang membuat kita bahagia jangan lupa untuk berterima kasih. Mengakui Kesalahan (MK. : AuTapi kesalahanku membuatku rungsing pada diri sendiri. Dia menuju pada kebaikan, meninggalkan semua kebiasaan buruk kami, kenapa aku tidak mendukung?Ay Kutipan tersebut terjadi ketika Kinan selalu merasa kesepian ditinggal terus oleh Suaminya yang dulu selalu melakukan hal buruk sekarang bisa Harusnya dia bisa bersyukur suaminya bisa berubah menuju kepada Suaminya yang sekarang giat beribadah berjamaah di masjid dan dilanjut untuk ikut kajian sampai malam. Namun, yang dirasakan dirinya merasa sendirian dan kesepian. Dia merasa suaminya egois belajar untuk dirinya sendiri dan tidak mau mengajaknya untuk belajar Kutipan tersebut termasuk nilai moral hubungan manusia dengan manusia yang ditunjukkan Kinan yang merasa bersalah karena dia kesal atas suaminya yang rajin melaksanakan kebaikan. Tidak Menghargai (TM. : Au Kamu pulang pergi dari rumahku kerumahnya hanya menimbulkan kemarahanku yang besar. Aku tidak sanggup menerima pilihanmu. Aku tidak merasa dia menghargaiku sebagai seorang saudara. Aku Lelah harus mengalah padanya. Mas. Ay Kutipan tersebut terjadi ketika Kinan mengeluarkan apa yang sudah ia pendam dan mengungkapkan kepada Mas Aris. Namun. Mas Aris lebih memilih tidak mau melanjutkan obrolan itu. Kinan merasa Mas Aris sangat menyakiti dia. Sikap Mas Aris juga sudah banyak perubahan yang membuat Kinan sudah tidak mengenal suaminya sendiri. Hal ini yang membuat sesak didalam hati Kinan yang tak tertahankan lagi sehingga dia keluarkan sambil Mas Aris tidak menenangkan sedikitpun justru memberikan janji bahwa masalah akan dibahas setelah kepulangan mereka dari Tokyo ke Bali. Sebab janji Mas Aris. Kinan berusaha tidak menangis lagi dan menuruti kehendak Mas Aris yang ingin mengajaknya Kerja Sama (KS. : AuNuansa perjuangan yang akan selalu dirindukan. Ay Dalam kutipan tersebut Kinan mengingat bagaimana Mas Aris dan dia berkenalan dan memulai bisnis bersama hingga berkembang pesat. Kisah mereka dulu sangat romantic sehingga gampang terhanyut. Kalau diingat perjuangan mereka dari yang bermodal kecil hingga sudah memiliki 6 store tidaklah mudah. Kegigihan Mas Aris dan bantuan Kinan membuat mereka sukses dan berkembang bersama. Perjuangan dari nol mereka merentis bersama dari sebelum menikah. Dari awal dekat sampai menikah bisnis mereka dikembangkan oleh Mas Aris sampai membuka cabang toko. Nilai Moral Individu (Hubungan Manusia dengan Diri Sendir. Rasa Takut (RT. : AuAku kerap dibayangi perasaan gagal karena tidak bisa melahirkan Ay Kutipan ini terjadi ketika memiliki perasaan gagal melahirkan secara normal. Dia merasa gagal menjadi wanita seutuhnya dengan melahirkan anaknya melalui operasi cecar. Seharusnya Kinan bisa melahirkan normal namun, karena Mas Aris kasihan melihat keadaan Kinan yang kesakitan maka dilakukanlah operasi cesar. Cemas (C. : AuKecemasanku kehilangannya saat ini, mungkin tak sama saat cemas kehilangan suami dulu. Ay Pada kutipan tersebut Kinan sangat takut akan kehilangan Mbak Yah karena masih sangat membutuhkannya dalam hal membereskan rumah dan menjaga anak-anak dikala Kinan masih sibuk bekerja. Kinan sangat berharap bahwa pernikahan Mbak Yah masih lama untuk dilaksanakan agar tetap bersama dengan Kinan. Kinan lebih takut kehilangan Mbak Yah daripada ketakutan kehilangan Mas Aris dulu. Mbak Yah sudah dianggap bagian keluarga bagi Kinan, selalu mendapingi kemanapun Kinan pergi. Kinan merasa membayangkan Mbak Yah pergi seperti hal yang paling menakutkan dalam hidupnya terlebih dalam mengurus anak dan Kesedihan (K. : AuAir mata kembali jatuh. Tak kuasa kubendung. Tak semua bisa kupamiti. Ay Dalam kutipan tersebut Kinan merasa sedih karena harus meninggalkan temantemannya yang baik. Kinan pindah dari Bali ke Malang meninggalkan teman-temannya yang Tak semua temannya dia pamitkan kepindahannya. Karena tidak cukup waktu jika ingin dipamitkan semuanya. Untuk menyiapkan barang-barang saja sudah cukup lama. Semua kenangan Bersama temannya masih sangat melekat dibenaknya hal itu yang membuat Kinan berat untuk berpisah dari teman-temannya. Sudah 16 tahun Kinan menetap di Bali namun harus pindah ke Malang dikarenakan rumah bersama Mas Aris akan dibagi asset karena perceraian mereka. Egois (E. : AuDari dulu kenapa dia tak bisa membaca diriku?Ay Dalam kutipan tersebut menjelaskan Setelah berlibur tiga hari di Singapura Bersama Arya dan Aamir. Mas Aris kemudian memulangkan anak- anak kepada Kinan. Mas Aris juga membelikan sebuah hadiah parfum dengan merek kesukaan Kinan namun dengan wangi yang paling tidak disukai yang disukai oleh istri barunya sehingga membuat Kinan sangat tidak menyukai wangi itu. Aroma parfum itu adalah aroma tubuh dari istri baru Mas Aris. Kinan tidak mau disamakan seperti istrinya. Wangi itu membuat Kinan mengingat perasaannya dikala ia masih menjadi istri Mas Aris. Dia mencium wangi perempuan itu di dalam mobil Mas Aris pada saat masih berstatus sebagai istri dari Mas Aris. Hingga sekarang Kinan sangat membeci wangi Kinan. Wangi yang dipilihkan Mas Aris adalah wangi. Marah (M. : AuKalau kamu lupa obrolan kita, baik aku ingatkan. Aku tidak bisa bersamanya, aku tidak menyukai perempuan itu, aku memintanya untuk stop menggunakan sosial media! Pilih sosial medianya atau rumah tangga ini? Dan aku nggak sanggup harus menyaksikan kamu pulang pergi seperti ini, kerumahnya kemudian kerumahku. Marahku masih sangat besar. Mas. Ay Dalam kutipan tersebut Kinan mencoba menghentikan Mas Aris untuk membahas mengenai bagaimana kelanjutan rumah tangganya. Kinan tidak suka ada orang lain dalam Namun Mas Aris tidak mengubrisnya sama sekali dan memilih untuk tetap pergi menemui perempuan itu dengan meninggalkan Kinan dengan dipenuhi perasaan marah yang memuncak akibat sikap Mas aris yang tidak mau menyelesaikan masalah rumah tangga Analisis Nilai Moral Dalam Konteks Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia Nilai merupakan sesuatu yang dianggap berharga dan menjadi tujuan yang hendak Nilai secara praktis merupakan sesuatu yang bermanfaat dan berharga dalam kehidupan sehari-hari. Secara filosofis, nilai sangat terkait dengan masalah etika. Etika juga sering disebut sebagai filsafat nilai, yang mengkaji nilai-nilai moral sebagai tolak ukur dan perilaku manusia dalam berbagai aspek kehidupannya. Ada beberapa nilai yang dapat menjadi pedoman hidup setiap individu, yakni nilai agama, nilai adat, atau nilai kehidupan yang berlaku umum, yang antara lain kasih sayang, kejujuran, disiplin, tanggung jawab dan penghargaan. Perubahan sosial didefinisikan sebagai berikut: Segala perubahan-perubahan pada lembagalembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam Perubahan sosial tidak terjadi dengan sendirinya melainkan disebabkan oleh banyak faktor, selain itu, perubahan sosial tidak berdiri sendiri melaikan memiliki kaitan dengan aspek kehidupan, baik pada individu maupun masyarakat, baik pada skala terbatas maupun luas, dan berlangsung cepat atau lambat. Pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat terjadi seiring pengaruh dari globalisasi dan pengaruh budaya lain. Pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat tersebut disebabkan oleh beberapa faktor serta terdapat dampak positif maupun dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh pergeseran tersebut sebagi berikut: Faktor penyebab pergeseran nilai dalam masyarakat meliputi : pengaruh globalisasi, pengaruh modernisasi, penduduk yang heterogen, dan adanya ketidakpuasaan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan. Dampak positif pergeseran nilai dalam masyarakat meliputi : arus komunikasi lancar, berkembangnya IPTEK, tingkat hidup yang lebih baik, dan perubahan padangan hidup. Dampak negatif pergeseran nilai dalam masyarakat meliputi : timbulnya sikap individualitas, kesenjangan sosial, kenakalan remaja, dan masuknya budaya asing. KESIMPULAN Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa novel Layangan Putus karya Mommy ASF mengandung berbagai nilai moral yang berkaitan erat dengan perubahan sosial yang terjadi di dalam cerita. Perubahan sosial yang dialami tokoh-tokoh dalam novel ini merepresentasikan realitas kehidupan yang penuh dengan tantangan emosional, nilai-nilai keluarga, serta ketegangan antara tradisi dan modernitas. Melalui analisis strukturalisme, penelitian ini menemukan bahwa novel tersebut menggambarkan perubahan nilai moral yang terjadi dalam masyarakat Indonesia yang meliputi perubahan nilai moral relegius, nilai moral sosial, dan nilai moral individu. Nilai-nilai moral yang diangkat dalam novel meliputi ketabahan, kejujuran, kesetiaan, dan pentingnya menghargai perasaan serta hak orang lain dalam membangun hubungan sosial. Perubahan sosial dalam novel ini menggambarkan bagaimana konflik rumah tangga, masalah kepercayaan, serta pergeseran peran gender dapat berdampak signifikan pada kehidupan individu. Tokoh utama dalam novel menunjukkan perjuangan untuk bangkit dari keterpurukan akibat pengkhianatan serta pencarian jati diri di tengah perubahan nilai-nilai sosial yang dinamis. Dengan demikian. Layangan Putus bukan hanya menyuguhkan kisah emosional, tetapi juga memberikan pembelajaran moral yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat saat ini. Pesan-pesan moral dalam novel ini dapat menjadi refleksi bagi pembaca dalam menghadapi perubahan sosial yang tidak terhindarkan di kehidupan nyata. DAFTAR PUSTAKA Afrizal. Metode Penelitian Kualitatif: Sebuah Upaya Mendukung Penggunaan Penelitian Kualitatif Dalam Berbagai Disiplin Ilmu. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada. Burhan Bungin. Analisa Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers. Damono. Sapardi Djoko. Sosiologi Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pusat Pembinaanmdan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Edi Subroto. Pengantar Metode Penelitian Linguistik Struktural. Surakarta: UNS Press. Iindawati. Lizawati, & Hiswari. Nilai Moral Dalam Novel Cinta 2 Kodi Karya Asma Nadia. EduIndo: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1. , 1Ai16. Kurniadi. Analisis Nilai Moral dan Nilai Sosial dalam novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye dan Implementasinya. Bahasa dan Seni Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Khaironi. Pendidikan Moral Pada Anak Usia Dini. Jurnal Golden Age, 1. Jun. Mumtaz. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi: Terampil Berbahasa. Menulis, dan Berbicara di Depan Umum. Yogyakarta: PT. Pustaka Baru.