Pengaruh Perubahan Harga Emas Dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia Asfiyatul Azimah1. Mujibno2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Universitas Al-Amien Prenduan Email: asfiyatulazimahrd@gmail. Abstract This study was motivated by the issue of fluctuations in gold prices and the rupiah exchange rate, which have the potential to affect the profitability of Indonesian Islamic banks. This is important because Islamic banks are closely linked to gold-based financial products and transactions involving foreign currencies. The primary objective of this study is to analyze the extent to which these two variables influence the profitability of Bank Syariah Indonesia during the period 2018-2023, measured using the Return On Asset (ROA) indicator. The method used is a quantitative approach with multiple regression analysis using SPSS 20. The data analyzed consists of secondary data in the form of Bank Syariah Indonesias quarterly financial reports, gold prices, and the exchange rate of the Rupiah against the US Dollar. The results of the study indicate that fluctuations in gold prices have a positive and significant effect on ROA. Conversely, the rupiah exchange rate has a positive but insignificant effect on ROA. However, simultaneously, neither has a significant effect on the profitability of Bank Syariah Indonesias ROA. Theoretically, this study is expected to enrich the literature on macroeconomic external factors that influence the profitability of Bank Syariah Indonesia. Practically, it is hoped that it can serve as a reference for BSI in formulating gold price risk mitigation strategies, as well as assist investors and regulators in understanding the factors that influence the financial performance of Islamic banks. Keywords: Gold price. IDR Exchange Rate. Profitability. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh isu fluktuasi harga emas dan nilai tukar Rupiah yang berpotensi memengaruhi profitabilitas Bank Syariah Indonesia. Hal ini menjadi penting karena bank syariah memiliki keterkaitan erat dengan produk keuangan berbasis emas dan transaksi yang berkaitan dengan mata uang asing. Tujuan utama dalam penelitian ini yaitu menganalisis sejauh mana dua variabel tersebut memengaruhi profitabilitas Bank Syariah Indonesia selama periode 2018-2023, yang diukur menggunakan indikator Return On Asset (ROA). Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi berganda menggunakan SPSS 20. Data yang dianalisis berupa data sekunder berupa laporan keuangan triwulan Bank Syariah Indonesia, harga emas, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi harga emas berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Sebaliknya, nilai tukar Pengaruh Perubahan Harga Emas Dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia Asfiyatul Azimah. Mujibno rupiah memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhdap ROA. Namun secara simultan, keduanya tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia. Secara teoritis penilitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur tentang faktor eksternal makroekonomi yang memengaruhi profitabilitas Bank Syariah Indonesia. Sedangkan secara praktis, diharapkan dapat menjadi acuan bagi BSI dalam merumuskan strategi mitigasi risiko harga emas, serta membantu para investor dan regulator dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi kinerja keungan bank Kata Kunci: Harga Emas. Nilai Tukar Rupiah. Profitabilitas. Pendahuluan Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan merupakan prioritas utama bagi setiap Negara di dunia. Dalam konteks ini, sector keuangan memainkan peranan penting sebagai instrument untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan stabil. Seiring dengan perkembangan zaman serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya system keuangan yang etis dan sesuai syariah, perbankan syariah telah muncul sebagai alternative yang semakin diminati di samping system keuangan konvensional. Perkembangan tersebut juga mencerminkan aspirasi masyarakat terhadap system yang tidak hanya efisien secara ekonomi tetapi juga sesuai nilai-nilai agama (Umida et al. Gagasan awal adanya perbankan syariah bermula dari Negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim seperti Mesir dan Pakistan. Model pertama yang berhasil diterapkan secara sistematis muncul di Malaysia pada 1940-an sebagai respons terhadap kebutuhan pengelolaan dana jamaah haji dengan prinsip yang berbeda dari system konvensional (Natasyah et al. , 2. di tengah berkembangnya di tingkat global, sektor keuangan syariah menunjukkan pertumbuhan signifikan, dan Indonesia saat ini menempati peringkat keempat dalam global Islamic economy indicator, termasuk peringkat keenam untuk sektor keuangan (Abdul Hasib Habib & Pimada, 2. Berdasarkan data di dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK) asset keuangan syariah menunjukkan kenaikan dari tahun 2018 hingga 2023, di mana pada 2023 nilainya mencapai Rp 582,25 triliun, meningkat sebesar 9,04% dari tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan kepercayaan dan pertumbuhan pasar terhadap institusi keuangan berbasis syariah. Namun, di tengah perkembangan tersebut, kinerja keuangan bank syariah masih dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti fluktuasi harga emas dan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Harga emas memiliki peran sentrla dalam produk-produk keuangan syariah, seperti tabungan dan pembiayaan berbasis emas. Seperti pada penelitian (Soehartojo et al. , 2. bahwa harga emas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran rahn. Sementara nilai tukar rupiah berdampak pada aktivitas keuangan lintas Negara yang melibatkan valuta asing. Terjadinya fluktuasi harga emas dan nilai tukar rupiah Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Pengaruh Perubahan Harga Emas Dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia Asfiyatul Azimah. Mujibno dapat dilihat pada grafik di bawah ini: Grafik 1. Harga Emas 500,00 Grafik 2. Kurs Maret 000,00 Maret 500,00 Juni 000,00 500,00 Septemb 0,00 2018 2019 2020 2021 2022 2023 Sumber investing. Juni 2018 2019 2020 2021 2022 2023 Septemb Sumber bankindonesia. Harga emas tertinggi selama periode penelitian tercatat pada triwulan keempat tahun 2023, yakni sebesar 2. 034,73. Kenaikan ini dipengaruhi oleh optimisme pelaku pasar terhadap kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fe. yang diproyeksikan mulai bersikap dovish, sebagaimana dilansir dari portal online cnbcindonesia. Sementara itu, harga emas terendah terjadi pada triwulan ketiga tahun 2018 dengan rata-rata sebesar 1. 212,17. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, khususnya dolar Amerika Serikat (USD), yang cenderung fluktuatif juga memberikan dampak signifikan terhadap kinerja keuangan perbankan syariah. Nilai tukar mencerminkan tingkat harga pertukaran antara satu mata uang dengan mata uang lainnya dan memainkan peran penting dalam berbagai transaksi, seperti perdagangan internasional dan kegiatan ekonomi lintas batas geografis maupun hukum. Depresiasi nilai tukar terhadap USD dapat menyebabkan kenaikan harga barang dalam negeri, penurunan permintaan terhadap barang dan jasa, serta berdampak negatif bagi debitur dan perusahaan yang bergantung pada impor. Nilai tukar rupiah terlemah tercatat pada triwulan keempat tahun 2023 (OktoberAeDesembe. , yakni sebesar Rp15. 624 per USD, yang menurut cnnindonesia. com disebabkan oleh dominasi USD dalam transaksi pembayaran global serta posisinya yang masih memegang sekitar 60% cadangan devisa dunia. Namun demikian, pada triwulan kedua tahun 2023, rupiah sempat menguat dengan nilai tukar sebesar Rp14. per USD, sedangkan posisi terkuatnya terjadi pada triwulan pertama tahun 2018, yakni sebesar Rp13. 576 per USD. Dalam konteks ini, penelitian ini memiliki urgensi untuk mengesklorasi sejauh mana kedua faktor ekonomi kamro tersebut mempengaruhi profitabilitas Bank Syariah Indonesia (BSI), khususnya melalui indicator Return On Asset (ROA). Indicator ini dipilih karena menjadi salah satu standar profitabilitas yang digunakan untuk mengukur kemampuan kinerja keuangan suatu perusahaan yang didasarkan pada kemampuannya dalam mencerminkan efesiensi pengelolaan asset oleh bank (Regina, 2. Peningkatan profitabilitas yang dicapai oleh Bank dapat memberikan peluang bagi Perbankan syariah untuk terus tumbuh dan berkembang (Argantara et al. , 2. Sehingga Semakin tinggi rasio ROA ini maka akan semakin baik kinerja perusahaan (Jadongan Sijabat. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Pengaruh Perubahan Harga Emas Dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia Asfiyatul Azimah. Mujibno Penelitian mengenai pengaruh fluktuasi harga emas dan nilai tukar rupiah terhadap profitabilitas perbankan syariah menjadi relevan untuk dilakukan, mengingat keduanya merupakan variabel eksternal yang berpotensi memengaruhi stabilitas keuangan bank. Fluktuasi harga emas yang tidak menentu dapat berdampak pada nilai aset serta strategi investasi yang dijalankan oleh perbankan syariah, terutama dalam konteks investasi emas yang cukup diminati oleh para investor. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang berbeda terkait hubungan antara fluktuasi harga emas dan Seperti pada hasil penelitian Vebrina, 2024 dan Syar et al. , 2022 yang menemukan adanya pengaruh positif dan signifikan fluktuasi harga emas terhadap Return On Asset (ROA). Namun, hasil ini berbeda dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Apriliani, 2023 yang menyimpulkan babhwa fluktuasi harga emas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Di sisi lain, nilai tukar yang bergejolak juga berpotensi memengaruhi kinerja keuangan, terutama dalam transaksi berbasis valuta asing. Penelitian oleh Suwandini, 2024 menunjukkan adanya pengaruh nilai tukar terhadap ROA, sementara penelitian oleh Falestiya, 2024 menunjukkan bahwa nilai tukar tidak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas. Hal ini juga sejalan dengan hasil penelitian Syarifa Nasution et al. , 2023 yang menyatakan bahwa nilai tukar memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas bank umum di Indonesia. Maka berdasarkan adanya perbedaan hasil temuan dari berbagai penelitian terdahulu, serta pentingnya profitabilitas sebagai indikator keberlangsungan dan kemajuan bank, maka penulis tertarik untuk meneliti secara lebih lanjut dengan mengambil judul penelitian AuPengaruh Perubahan Harga Emas dan Nilai Tukar Terhdap Profitabilitas ROA Bank Syariah IndonesiaAy. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif untuk menganalisis pengaruh fluktuasi harga emas dan nilai tukar Rupiah terhadap profitabilitas Bank Syariah Indonesia (BSI), yang diukur dengan Return on Asset (ROA) sebagai indikator efisiensi pengelolaan aset dalam menghasilkan laba. Pendekatan ini dilakukan untuk menjawab permasalahan melalui teknik pengukuran secara cermat terhadap variable-variabel tertentu sehingga menghasilkan simpulan yang dapat digeneralisasikan, lepas dari konteks waktu dan situasi, serta jenis data yang dikumpulkan terutama data kuatitatif (Misno & Rifai, 2. Sedangkan penelitian deskriptif merupakan statistic yang mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap obyek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku secara umum (Sugiyono, 2. Objek penelitian berupa laporan keuangan triwulanan BSI periode 2018Ae 2023 yang dipilih melalui sampling non-probability dengan teknik purposive sampling dengan total 24 observasi yang memenuhi kriteria relevansi dan ketersediaan data. Variabel independen meliputi harga emas dunia (X. dari Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Pengaruh Perubahan Harga Emas Dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia Asfiyatul Azimah. Mujibno com dan nilai tukar Rupiah terhadap USD (X. berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia. Variabel dependen (Y) adalah ROA, dihitung dari rasio laba sebelum pajak terhadap total aset. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan studi kepustakaan, lalu dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 20. Sebelum analisis, dilakukan uji asumsi klasik untuk memastikan kelayakan model statistik. Tabel 1. Indikator Variabel Penelitian Variabel Indikator Skala Harga emas dunia Harga emas tinggi Fluktuasi harga emas Rasio Harga emas turun Harga emas stabil Kurs tengah USD/$ terhadap Nilai tukar rupiah Rasio Bentuk nominal . Rasio fluktuasi kurs A Return On Asset (ROA) A Bentuk persentase (%) Profitabilitas Rasio ROA = yaycaycayca ycIyceycayceycoycyco ycEycaycycayco ycNycuycycayco yaycycyceyc ycu 100 Pembahasan A Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan Kolmogorov-Smirnov untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal. Data dikatakan normal jika nilai Sig. > 0. berikut hasil outputnya : Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Berdasarkan hasil output yang diperoleh, nilai signifikansi sebesar 0. 05 sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel data berdistribusi normal. Uji Heteroskedastisitas Pada pengujian ini dilakukan dengan uji Glejser, dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas apabila nilai Sig > dari 0. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Pengaruh Perubahan Harga Emas Dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia Asfiyatul Azimah. Mujibno Tabel 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas Hasil diatas menunjukkan nilai Sig harga emas sebesar 0. 443 > 0. 05 dan nilai 338 > 0. sehingga dikatakan model regresi tidak terjadi gejala heteroskedatisitas dikarenakan nilai Sig. nya lebih besar dari 0. Uji Multikolinearitas Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi tinggi antar variabel bebas dalam model regresi, dengan melihat nilai VIF fan Tolerance. Jika VIF < 5 dan Tolerance > 0. 1 maka tidak terjadi multikolinearitas. Berikut hasil uji multikolinearitas : Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Dari output di atas menunjukkan nilai VIF harga emas sebesar 1. 590 < 5 pada nilai tukar sebesar 1. 590 < 5. Nilai Tolerance sebesar 0. 629 > 0. 1 pada harga emas dan 0. 629 > 0. 1 pada nilai tukar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak terjadi gejala multikolinearitas. Uji Autokorelasi Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat autokorelasi dalam model regresi, yaitu korelasi antar kesalahan di periode sebelumnya. Pengujian dilakukan dengan menggunakan Durbin-Watson pada tingkat signifikansi 5%. Syarat tidak terjadi autokorelasi adalah jika nilai Durbin-Watson berada di antara dU < dW < 4 Ae dU. Berikut hasil uji Durbin-Watson : Tabel 5. Hasil Uji Autokorelasi Berdasarkan tabel di atas diketahui nilai Durbin-Watson sebesar 1. sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi gejala autokorelasi dikarenakan nilai Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Pengaruh Perubahan Harga Emas Dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia Asfiyatul Azimah. Mujibno dU < dW < 4 Ae dU . 543 < 1. 586 < 2. Pengujian Hipotesis dan Pembahasan Analisis regresi berganda Berikut ini hasil uji analisis regresi berganda: Tabel 6. Hasil Uji Regresi Berganda Berdasarkan hasil pengujian pada tabel diatas maka dapat diketahui model persamaan regresinya yaitu: Y = -444 1. 372E-005 3. 391E-007 Sehingga persamaan ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Konstanta -0. 444 menyatakan jika fluktuasi harga emas dan nilai tukar nilainya 0 maka nilai profitabilitas ROA sebesar -0. Koefisien regresi variabel X1 sebesar 1. 372E-005 menunjukkan setiap penambahan satu satuan variabel X1 maka akan meningkatkan profitabilitas ROA sebesar 1. 372E-005. Koefisien regresi variabel X2 sebesar 3. 391E-007 menunjukkan setiap penambahan satu satuan variabel X2 maka akan meningkatkan profitabilitas ROA sebesar 3. 391E-007. Uji t Statistik Uji ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hipotesisi yang digunakan dalam uji t-statistik adalah sebagai berikut : H0 : Fluktuasi harga emas tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia. H1 : Fluktuasi harga emas berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia. H0 : Nilai tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia. H2 : Nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Pengaruh Perubahan Harga Emas Dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia Asfiyatul Azimah. Mujibno Tabel 7. Hasil Uji t-statistik Berdasarkan hasil uji regresi pada SPSS tersebut dapat diperoleh kesimpulan berikut : Nilai thitung fluktuasi harga emas (X. 198 > 1. 720 dengan nilai signifikansi sebesar 0. 040 < 0. maka hal ini disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, secara parsial variabel fluktuasi harga emas berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas Bank Syariah Indonesia. Nilai thitung nilai tukar rupiah (X. 164 < 1. 720 dengan nilai signifikansinya sebesar 0. 871 > 0. maka hal ini disimpulkan bahwa H0 diterima dan H2 ditolak, secara parsial variabel nilai tukar rupiah berpengaruh positif tidak signifikan terhadap profitabilitas Bank Syariah Indonesia. Uji F Statistik Uji F ini dolakukan untuk mengetahui apakah variabel harga emas dan nilai tukar rupiah secara bersama-sama dapat mempengaruhi profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia. Hipotesis yang digunakan dalam F-statistik adalah sebagai H0 : Fluktuasi harga emas dan nilai tukar secara bersamaan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia. H3 : Fluktuasi harga emas dan nilai tukar secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia. Tabel 8. Hasil Uji F-statistik Dari hasil output uji F di atas, diketahui nilai Fhitung sebesar 2. 531 dan nilai Ftabel sebesar 3. 531 < 3. sedangakan nilai signifikansinya sebesar 0. 05, maka dapat dikatakan bahwa H0 diterima dan H3 ditolak, dengan kesimpulan bahwa fluktuasi harga emas dan nilai tukar rupiah secara bersamaan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Pengaruh Perubahan Harga Emas Dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia Asfiyatul Azimah. Mujibno Uji Koefisien Determinasi (R-Squar. Hal ini digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhdap variabel terikat. Berikut hasil uji statistiknya: Tabel 9. Hasil Uji R-Square Dari hasil di atas diketahui nilai R-square sebesar 0. 202 sehingga hal ini bermakna bahwa harga emas dan nilai tukar rupiah hanya mempengaruhi profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia sebesar 20. 2% sedangkan 79. dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Pengaruh Perubahan Harga Emas Terhadap Profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia Tahun 2018-2023 Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis, fluktuasi harga emas berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas (ROA) Bank Syariah Indonesia. Hal ini ditunjukkan oleh nilai thitung sebesar 2. 198 yang lebih besar dari ttabel 1. 720 serta tingkat signifikansi 0. 040 < 0. Dengan demikian, kenaikan harga emas cenderung diikuti oleh peningkatan ROA. Nilai koefisien regresi sebesar 1. 372E05 menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan harga emas memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan ROA. Temuan ini sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Muh. Idris Mapakayya Syar didukung oleh hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Dinda Vebrina yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara hubungan fluktuasi harga emas terhadap profitabilitas. Namun berbeda dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Musdhalifah Apriliani yang menyatakan bahwa fluktuasi harga emas tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas. Pengaruh Nilai Tukar Rupiah Terhadap Profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia Tahun 2018-2023 Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis, variabel nilai tukar rupiah menunjukkan pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap profitabilitas (ROA) Bank Syariah Indonesia. Hasil uji statistik menunjukkan nilai thitung sebesar 0. 164 < ttabel 1. 720, dengan signifikansi 0. 871 > 0. Nilai koefisien regresi sebesar 3. 391E-07 mengindikasikan bahwa setiap kenaikan nilai tukar rupiah hanya memberikan dampak yang sangat kecil terhadap peningkatan ROA. Artinya, apresiasi nilai tukar rupiah cenderung meningkatkan profitabilitas, namun pengaruh tersebut tidak cukup signifikan untuk menjadi determinan utama profitabilitas bank. Hal ini dimungkinkan karena fokus bisnis Bank Syariah Indonesia lebih banyak pada sektor domestik dan pembiayaan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Pengaruh Perubahan Harga Emas Dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia Asfiyatul Azimah. Mujibno berbasis syariah yang tidak terlalu bergantung pada mata uang asing. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh M. Ulik Mulyawan serta didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Solihin yang menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif tidak signifikan antara pengaruh nilai tukar terhadap profitabilitas. Namun berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kadek Ari Karismayani dan I Nengah Suarmanayasa yang menyatakan bahwa nilai tukar rupiah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas. Pengaruh Perubahan Harga Emas Dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Profitabilitas ROA Bank Syariah Indonesia Tahun 2018-2023 Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis, fluktuasi harga emas dan nilai tukar rupiah secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROA) Bank Syariah Indonesia. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Fhitung sebesar 2. 531 < Ftabel 3. 492, dengan tingkat signifikansi 0. 105 > 0. Meskipun secara parsial harga emas memiliki pengaruh signifikan, namun ketika diuji secara simultan dengan nilai tukar rupiah, pengaruh tersebut tidak cukup kuat untuk memengaruhi variabilitas ROA secara signifikan. Nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 20,2% menunjukkan bahwa kontribusi kedua variabel terhadap ROA tergolong rendah, sementara sisanya sebesar 79,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Temuan ini mengindikasikan bahwa profitabilitas Bank Syariah Indonesia lebih dipengaruhi oleh variabel lain seperti inovasi produk, strategi pemasaran, efisiensi operasional, serta kebijakan keuangan internal yang lebih relevan dalam meningkatkan Return On Asset (ROA). Simpulan Hasil analisis menunjukkan bahwa harga emas berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA Bank Syariah Indonesia, dengan nilai signifikansi 0. < 0. artinya, kenaikan harga emas dapat meningkatkan profitabilitas, terutama pada produk yang berbasis emas. Sebaliknya, nilai tukar meskipun menunjukkan hubungan positif, namun tidak berpengaruh signifikan secara statistik terhadap ROA, ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0. 871 > 0. ini mengindikasikan bahwa pengaruhnya terhadap profitabilitas masih lemah. Secara simultan, harga emas dan nilai tukar juga tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0. 105 > 0. hal ini mengarah pada kemungkinna adanya faktor lain yang lebih dominan mempengaruhi profitabilitas bank. Daftar Pustaka