https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. ANALISIS STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SDN 200212 PADANGSIDIMPUAN SELATAN Melita Batubara Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan melitabatubara09@gmail. Sri Wahyunigsi Sibagariang Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan sriwahyuningsih30110@gmail. Article History: Received: Agustus 31 , 2025. Accepted: September 3, 2025. Published: Oktober 18, 2025. Keywords: Teacher Strategy. Learning Motivation. Elementary School Abstract This study aims to describe and analyze the strategies implemented by teachers in improving students' learning motivation at SDN 200212 Padang Sidempuan Selatan. Learning motivation is a key factor in determining the success of the learning process, especially at the elementary school level where the characteristics of students are still in the early stages of cognitive, affective, and psychomotor development. This study uses a qualitative approach with a descriptive method, involving observation techniques, interviews with class teachers, students, and principals, and documentation studies. The results of the study indicate that teachers use various creative and innovative learning strategies to improve students' learning motivation, including through the use of active learning methods such as educational games, integrative thematic approaches, interesting and simple technology-based learning media, and giving awards as a form of positive Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi-strategi yang diterapkan oleh guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SDN 200212 Padang Sidempuan Selatan. Motivasi belajar merupakan faktor kunci dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran, terutama di tingkat sekolah dasar di mana karakteristik peserta didik masih berada pada tahap awal perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yang melibatkan teknik observasi, wawancara dengan guru kelas, siswa, dan kepala sekolah, serta studi Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai strategi pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, antara lain melalui penggunaan metode pembelajaran aktif seperti permainan edukatif, pendekatan tematik integratif, media pembelajaran yang menarik dan berbasis teknologi sederhana, serta pemberian penghargaan sebagai bentuk penguatan 577 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Analisis Strategi Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di SDN 200212 Padangsidimpuan Selatan | Melita Batubara. Sri Wahyuningsih Sibagariang PENDAHULUAN Pendidikan dasar merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, sikap, serta kemampuan intelektual anak. Pada tahap ini, menjadi tujuan pendidikan. Motivasi belajar tidak hanya berkaitan dengan dorongan internal siswa, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh peran guru sebagai fasilitator, motivator, dan pengarah strategi-strategi tertentu yang mampu menumbuhkan dan mempertahankan motivasi belajar siswa di dalam kelas. Motivasi belajar pada siswa sekolah dasar cenderung fluktuatif dan sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, metode pembelajaran, interaksi sosial, memiliki motivasi yang kuat, maka mereka akan cenderung pasif, tidak fokus, dan kurang bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran. (Asrori, 2016. Di sisi lain, , memengaruhi cara siswa merespons pembelajaran. Selain itu, keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan juga menjadi kendala Oleh karena itu, diperlukan kreativitas dan inovasi guru dalam memilih serta menerapkan strategi yang sesuai dengan karakteristik siswa dan kondisi sekolah. SDN 200212 Padangsidimpuan Selatan sebagai salah satu sekolah dasar di Kota Padangsidimpuan, juga menghadapi tantangan Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, guru-guru di sekolah ini berusaha menerapkan berbagai strategi untuk membangkitkan motivasi belajar siswa. Namun, sejauh mana efektivitas strategi tersebut, faktor-faktor penerapannya, masih perlu diteliti lebih lanjut. yu, n. , p. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi-strategi yang digunakan guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SDN 200212 Padangsidimpuan Selatan. efektif serta menjadi bahan masukan bagi guru dan pihak sekolah dalam upaya mengoptimalkan motivasi dan hasil belajar siswa Kurangnya Dukungan Orang Tua Motivasi belajar siswa tidak hanya dibentuk di sekolah, tetapi juga diperkuat oleh peran orang tua di rumah. Ketika orang tua kurang terlibat dalam pendidikan anak, seperti tidak 578 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. mendukung aktivitas belajar di rumah atau kurang memperhatikan perkembangan akademik anak, motivasi belajar siswa cenderung menurun. Waktu Pembelajaran yang Terbatas Dalam sistem pembelajaran yang padat, guru sering kali dituntut untuk mengejar target kurikulum. Akibatnya, waktu untuk menerapkan metode atau strategi pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada motivasi siswa menjadi terbatas. Beban Administratif Guru Guru di sekolah dasar sering dibebani berbagai tugas administratif, seperti Beban ini mengurangi fokus guru dalam merancang strategi pembelajaran yang kreatif dan motivasional. Kurangnya Pelatihan dan Pengembangan Profesional. (AZIZAH, n. , p. METODE PENELITIAN Memahami meningkatkan motivasi belajar siswa di SDN 200212 Padangsidimpuan Selatan. Penelitian kualitatif memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi makna, pemahaman, dan pengalaman guru serta siswa secara lebih komprehensif dalam konteks alami. 200212 Padangsidimpuan Selatan. Kota Padangsidimpuan. Sumatera Utara. Waktu pelaksanaan 2025. Lokasi ini dipilih karena mewakili sekolah dasar negeri dengan beragam latar belakang siswa dan upaya nyata dalam meningkatkan mutu pembelajaran. mampu memberikan data relevan, seperti guru kelas rendah (I-. dan guru kelas tinggi (IV-VI). Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang lengkap dan valid, digunakan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu Observasi: Peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap aktivitas pembelajaran di dalam kelas, khususnya dalam penerapan strategi motivasi belajar oleh guru. Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi terstruktur. Wawancara: Wawancara Wawancara guru-guru, . n-depth 579 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Analisis Strategi Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di SDN 200212 Padangsidimpuan Selatan | Melita Batubara. Sri Wahyuningsih Sibagariang pengalaman, dan tantangan dalam meningkatkan motivasi belajar. Studi Dokumentasi: Dokumentasi berupa silabus. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajara. , dikumpulkan untuk memperkaya data Instrumen Penelitian Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri . uman instrumen. Untuk mendukung proses pengumpulan data, peneliti juga menggunakan instrumen tambahan seperti pedoman wawancara, lembar observasi, dan format dokumentasi. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan tahapan sebagai berikut Reduksi Data: Penyaringan data yang diperoleh dari lapangan untuk memilih data yang relevan dengan fokus penelitian Penyajian Data: Data disajikan dalam bentuk narasi, tabel, atau bagan untuk memudahkan pemahaman. Penarikan Kesimpulan: Setelah data dianalisis, peneliti menarik kesimpulan untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Validasi hasil dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode, yaitu membandingkan data dari berbagai sumber dan teknik. Keabsahan Data Untuk menjaga keabsahan . data, digunakan teknik triangulasi, yaitu triangulasi sumber . uru, siswa, kepala sekola. dan triangulasi teknik . bservasi, wawancara, dokumentas. Selain itu, dilakukan pengecekan data dengan meminta konfirmasi kepada informan tentang hasil temuan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Faktor Yang Mendukung Penerapan Strategi Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Mendukung keberhasilan penerapan strategi yang dilakukan oleh Faktor-faktor ini saling berinteraksi dan memberikan kontribusi Berikut uraian mendalam tentang faktor-faktor tersebut Kompetensi Profesional Guru Guru yang memiliki kompetensi profesional tinggi, yaitu penguasaan materi pelajaran, metode pembelajaran, serta kemampuan pedagogis, cenderung lebih efektif dalam memilih dan 580 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. menerapkan strategi yang sesuai dengan karakteristik siswa. Pemahaman guru terhadap berbagai teori motivasi belajar, perkembangan psikologi anak, serta teknik mengelola kelas menjadi modal utama dalam meningkatkan minat dan semangat siswa. (Bk & Hamna, 2022, p. Ketersediaan interaktif, dan sumber belajar yang beragam . uku, modul, digita. , mendukung guru dalam menciptakan suasana belajar yang Sarana yang baik memungkinkan variasi metode pembelajaran edukatif, dan metode belajar berbasis proyek. Dukungan dari yang suportif, misalnya dengan memberikan ruang bagi guru untuk berinovasi dalam pelatihan-pelatihan menyediakan anggaran untuk kebutuhan pembelajaran, menjadi faktor pendorong penting. Iklim sekolah yang positif dan kolaboratif juga membantu guru dalam menerapkan berbagai strategi motivasi. (Fadhila et , 2024, p. Peran Aktif Orang Tua dan Komite Sekolah Dukungan dari orang tua melalui komunikasi intensif dengan guru, keterlibatan dalam kegiatan sekolah, serta pemberian motivasi di rumah, memperkuat strategi yang diterapkan keluarga menciptakan konsistensi dalam menumbuhkan motivasi belajar anak. Karakteristik keterbukaan terhadap pembelajaran baru, dan sikap positif terhadap sekolah, lebih mudah dimotivasi. Guru dapat lebih efektif menerapkan berbagai strategi pada kelompok siswa yang aktif, antusias, dan menunjukkan keinginan untuk berkembang. Kurangnya Dukungan Orang Tua Motivasi belajar siswa tidak hanya dibentuk di sekolah, tetapi juga diperkuat oleh peran orang tua di rumah. Ketika orang tua kurang terlibat dalam pendidikan anak, seperti tidak mendukung aktivitas belajar di rumah atau kurang memperhatikan perkembangan akademik anak, motivasi belajar siswa cenderung menurun. Waktu Pembelajaran yang Terbatas Dalam sistem pembelajaran yang padat, guru sering kali dituntut untuk mengejar target kurikulum. Akibatnya, waktu untuk menerapkan metode atau strategi pembelajaran 581 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Analisis Strategi Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di SDN 200212 Padangsidimpuan Selatan | Melita Batubara. Sri Wahyuningsih Sibagariang yang inovatif dan berpusat pada motivasi siswa menjadi terbatas Beban Administratif Guru Guru di sekolah dasar sering dibebani berbagai tugas administratif, seperti pembuatan laporan, pengisian dokumen, atau pelaksanaan kegiatan Beban ini mengurangi fokus guru dalam merancang strategi pembelajaran yang kreatif dan motivasional. Kurangnya Pelatihan dan Pengembangan Profesional Pelatihan dan Pengembangan Profesional Guru Ketersediaan program pelatihan rutin yang relevan, seperti workshop motivasi belajar, seminar inovasi pembelajaran, dan pelatihan penggunaan teknologi pendidikan, membantu guru memperkaya pengetahuan dan keterampilannya dalam merancang strategi pembelajaran budaya sekolah yang positif, serta adanya penghargaan terhadap prestasi akademik dan non-akademik, membangun suasana yang mendorong siswa untuk terus termotivasi dalam belajar. Ketersediaan Waktu yang Cukup dalam Proses Pembelajaran Adanya pengelolaan waktu yang baik dalam pembelajaran memungkinkan guru untuk menerapkan variasi strategi tanpa terburu-buru. pada aktivitas motivasional seperti permainan edukatif, diskusi kelompok, dan refleksi pribadi, membuat siswa lebih terlibat aktif. strategi-strategi Mengidentifikasi dan membangkitkan dan mempertahankan motivasi belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung Menganalisis faktor-faktor pendukung yang mempermudah guru dalam menerapkan strategi peningkatan motivasi belajar, baik yang berasal dari dalam diri guru, lingkungan sekolah, siswa, maupun dukungan dari orang tua dan masyarakat. (Halaly, 2022, p. Mengeksplorasi hambatan atau mengatasi berbagai kendala yang muncul, sehingga tetap dapat menjaga semangat dan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Memberikan rekomendasi praktis bagi guru, sekolah, dan pihak terkait lainnya dalam upaya meningkatkan motivasi efektifMelalui 582 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. diharapkan penelitian dapat berkontribusi dalam memperkaya referensi mengenai praktik baik dalam pembelajaran di sekolah dasar, serta berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan siswa. Kendala Yang Dihadapi Guru Dalam Menerapkan Strategi Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Strategi tersebut meliputi faktor internal maupun eksternal, di antaranya: Perbedaan Karakteristik dan Kemampuan Siswa Setiap siswa sering kali kesulitan menyusun strategi yang mampu mengakomodasi kebutuhan semua siswa secara bersamaan. Akibatnya, ada siswa yang merasa kurang tertarik atau tidak terlayani secara optimal dalam Keterbatasan Sarana dan Prasarana Fasilitas belajar yang terbatas, seperti kurangnya alat peraga, media pembelajaran interaktif, atau lingkungan kelas yang kurang mendukung, menjadi hambatan nyata. Tanpa dukungan sarana yang memadai, guru kesulitan menciptakan (Hasanah et al. , 2023, p. Kurangnya Dukungan Orang Tua Motivasi belajar siswa tidak hanya dibentuk di sekolah, tetapi juga diperkuat oleh peran orang tua di rumah. Ketika orang tua kurang terlibat dalam pendidikan anak, seperti tidak mendukung aktivitas belajar di rumah atau kurang memperhatikan perkembangan akademik anak, motivasi belajar siswa cenderung menurun. Waktu Pembelajaran yang Terbatas Dalam sistem pembelajaran yang padat, guru sering kali dituntut untuk mengejar target kurikulum. Akibatnya, waktu untuk menerapkan metode atau strategi pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada motivasi siswa menjadi terbatas. Beban Administratif Guru Guru di sekolah dasar sering dibebani berbagai tugas administratif, seperti pembuatan laporan, pengisian Beban mengurangi fokus guru dalam merancang strategi pembelajaran yang 583 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Analisis Strategi Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di SDN 200212 Padangsidimpuan Selatan | Melita Batubara. Sri Wahyuningsih Sibagariang kreatif dan motivasional. Kurangnya Pelatihan dan Pengembangan Profesional Tidak semua guru mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan terbaru tentang strategi motivasi atau inovasi pembelajaran. Minimnya akses terhadap pengembangan profesional membuat guru cenderung menggunakan metode konvensional yang kurang menarik bagi (Haudi, 2021, p. Tantangan dalam Mengelola Kelas Mengelola kelas dengan jumlah siswa yang besar atau siswa dengan perilaku yang beragam menjadi tantangan tersendiri. Ketika suasana kelas tidak kondusif, strategi motivasi yang dirancang guru sering kali tidak berjalan efektif. Kondisi Psikologis Siswa Beberapa siswa mengalami masalah psikologis seperti kurangnya kepercayaan diri, rasa takut gagal, atau tekanan dari lingkungan luar sekolah. Kondisi ini membuat upaya motivasi yang diberikan guru kurang efektif karena hambatan berasal dari dalam diri siswa sendiri. , baik yang berbasis metode, media, maupun pendekatan psikologis dan sosial. Mendeskripsikan implementasi strategi yang dilakukan guru dalam konteks nyata di dalam kelas, termasuk teknik dan langkah-langkah pembelajaran berlangsung. keberhasilan penerapan strategi motivasi belajar, seperti kompetensi guru, kondisi sarana prasarana, keterlibatan orang tua, serta dukungan lingkungan sekolah. Mengeksplorasi berbagai hambatan atau baik yang berasal dari siswa, keterbatasan fasilitas, beban administratif, maupun faktor eksternal lainnya. Kurangnya Dukungan Orang Tua Motivasi belajar siswa tidak hanya dibentuk di sekolah, tetapi juga diperkuat oleh peran orang tua di rumah. Ketika orang tua kurang terlibat dalam pendidikan anak, seperti tidak mendukung aktivitas belajar di rumah atau kurang memperhatikan perkembangan akademik anak, motivasi belajar siswa cenderung menurun. Waktu Pembelajaran yang Terbatas Dalam sistem pembelajaran yang padat, guru sering kali dituntut untuk mengejar target Akibatnya, waktu untuk menerapkan metode atau strategi 584 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada motivasi siswa menjadi Mengkaji solusi dan alternatif pemecahan masalah yang diterapkan guru dalam mengatasi kendala yang muncul selama proses pelaksanaan strategi motivasi belajar. Menilai dampak penerapan strategi guru terhadap perubahan perilaku belajar siswa, seperti peningkatan keaktifan, rasa percaya diri, semangat belajar, kemandirian, serta capaian akademik. Memberikan rekomendasi praktis kepada guru, sekolah, dan stakeholder pendidikan lainnya tentang strategi-strategi efektif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa secara berkelanjutan. (M. Pd, , p. Dengan pencapaian tujuan-tujuan tersebut, inovatif, berpusat pada siswa, serta mendukung terciptanya iklim belajar yang positif di Guru pendidikan, tidak pembimbing, dan inspirator bagi siswa. Dalam konteks meningkatkan motivasi belajar siswa, peran guru menjadi sangat krusial. Adapun peran-peran tersebut meliputi Guru sebagai Motivator Guru berperan untuk dilakukan dengan penghargaan atas usaha siswa, dan menanamkan keyakinan bahwa setiap siswa mampu mencapai prestasi. Guru yang penuh semangat dan antusiasme dapat menularkan energi positif kepada siswa, sehingga menumbuhkan motivasi intrinsik dalam diri mereka. Guru sebagai Fasilitator Dalam peran ini, guru membantu menyediakan berbagai Guru memfasilitasi berbagai Guru sebagai Pemandu (Guid. Guru membimbing siswa untuk memahami tujuan belajar, membantu mereka merencanakan langkah-langkah menghadapi kesulitan. Sebagai pemandu, guru juga menumbuhkan rasa percaya diri siswa dengan memberikan umpan balik yang konstruktif, bukan sekadar evaluasi yang bersifat menghakimi. Guru sebagai Teladan Sikap, nilai, dan etika guru menjadi contoh nyata bagi siswa. Guru yang 585 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Analisis Strategi Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di SDN 200212 Padangsidimpuan Selatan | Melita Batubara. Sri Wahyuningsih Sibagariang menunjukkan kedisiplinan, semangat belajar sepanjang hayat, kerja keras, dan sikap positif dalam menghadapi tantangan, tanpa disadari membentuk motivasi belajar siswa melalui proses imitasi. (MA, 2014, p. Guru Pencipta Lingkungan Belajar Kondusif Lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan penuh penghargaan mendorong siswa untuk aktif belajar tanpa rasa takut. Guru berperan dalam membangun budaya kelas yang mendukung interaksi positif, kerja sama, dan penghargaan atas setiap usaha yang dilakukan siswa, sekecil apapun itu. Guru sebagai Pengembang Potensi Siswa Setiap siswa memiliki bakat dan kecerdasan yang berbeda-beda. Guru berperan penting dalam mengidentifikasi potensi unik siswa, memberikan ruang untuk berkembang. Hal memunculkan motivasi intrinsik yang kuat dari dalam diri siswa sendiri. Guru sebagai Komunikator yang Efektif Kemampuan berkomunikasi guru, baik secara verbal maupun nonverbal, sangat berpengaruh dalam membangun hubungan emosional dengan siswa. Guru yang mampu menghargai pendapat siswa, menciptakan hubungan yang harmonis sehingga siswa lebih termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam inovatif, mengintegrasikan teknologi, permainan edukatif, media visual, serta pendekatan yang berbasis pengalaman nyata. Pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan kehidupan siswa sehari-hari lebih mudah membangkitkan rasa ingin tahu dan motivasi untuk (Riyono & Retnoningsih, 2015, p. KESIMPULAN Kurangnya Dukungan Orang Tua Motivasi belajar siswa tidak hanya dibentuk di sekolah, tetapi juga diperkuat oleh peran orang tua di rumah. Ketika orang tua kurang terlibat dalam pendidikan anak, seperti tidak mendukung aktivitas belajar di rumah atau kurang memperhatikan 586 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. perkembangan akademik anak, motivasi belajar siswa cenderung menurun. Waktu Pembelajaran yang Terbatas Dalam sistem pembelajaran yang padat, guru sering kali dituntut untuk mengejar target kurikulum. Akibatnya, waktu untuk menerapkan metode atau strategi pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada motivasi siswa menjadi terbatas Beban Administratif Guru Guru di sekolah dasar sering dibebani berbagai tugas administratif, seperti Beban ini mengurangi fokus guru dalam merancang strategi pembelajaran yang kreatif dan motivasional. Kurangnya Pelatihan dan Pengembangan Profesional REFERENSI