JURNAL EMPATHY Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Desember 2024 DOI : https://doi. org/41/10. 37341/jurnalempathy. Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Pencegahan Diare Melalui Edukasi dengan Menggunakan Media Audio Visual pada Siswa Sekolah Dasar Galuh Ambariandi1*. Sumardino2. Tri Sunaryo3 1,2,3 Jurusan Keperawatan. Poltekkes Kemenkes Surakarta *Email: galuh. galuh8283@gmail. Abstract Background: Diarrhea remains one of the leading causes of death in children, making prevention and control efforts crucial. Health education, using media such as leaflets and audio-visual tools, plays a vital role in raising awareness. This activity aims to implement a school-based community service programme and evaluate the improvement in knowledge and attitudes towards diarrhoea prevention among fifthgrade students at SDN Temboro 1 after audiovisual-based health education. Methods: This school-based PkM programme presented audiovisual modules on diarrhoea prevention to 36 fifth-grade students and conducted pre- and post-tests to monitor their learning outcomes. Knowledge was measured using a structured questionnaire . ultiple choice/true-fals. , and attitudes were measured using a 4-point Likert both were administered immediately before and after the session. Results: Pre- and postmonitoring showed improvement in both approaches. the audiovisual group recorded an average knowledge score of 70. 89 and an attitude score of 66. 33 after the session. These findings confirm that audiovisual education is more effective in optimising understanding and attitudes towards diarrhoea prevention in the context of school-based PkM. Conclusion: Audio-visual health education proves to be an effective method in enhancing both knowledge and attitudes toward diarrhea prevention in elementary school students. Keywords: attitude, audio-visual, diarrhea prevention, knowledge. PENDAHULUAN Anak usia sekolah dianggap sebagai generasi penerus cita-cita bangsa, maka dari itu pada usia ini anak harus dipersiapkan tumbuh dan kembang dengan maksimal. Anak usia sekolah berisiko terkena berbagai macam penyakit mulai dari penyakit menular, infeksi dan gizi. Anak usia sekolah menghadapi berbagai masalah kesehatan yang sangat beragam dan kompleks, sehingga kemudian mereka menjadi target utama dalam berbagai program kesehatan yang terstruktur dengan baik dan mudah diakses . Diare merupakan penyebab kematian terbesar pada balita dan anak-anak selain Kematian anak dengan masalah diare sebesar 10,7%, pneumonia dan 7,3% disebabkan oleh demam. Diare adalah kondisi yang ditandai dengan buang air besar lebih dari tiga kali per hari dengan tinja yang encer. Diare berlangsung beberapa hari, dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat berlangsung lebih lama. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan diare pada anak meliputi infeksi . aik bakteri maupun viru. , gangguan penyerapan nutrisi, alergi, keracunan, serta masalah pada sistem kekebalan tubuh . Ae. Pencegahan diare sangat penting untuk mengendalikan angka kesakitan dan kematian pada anak usia sekolah. Salah satu langkah pencegahan dan pengendalian diare adalah dengan melakukan sosialisasi dan pendidikan kesehatan secara intensif. Pendidikan kesehatan adalah proses terencana untuk mencapai tujuan kesehatan, yang melibatkan kombinasi antara pembelajaran dalam bidang kesehatan. Pendidikan kesehatan memerlukan media pembelajaran sangat dibutuhkan sebagai sarana penyampaian informasi. Media ini dapat berupa berbagai jenis, seperti leaflet dan https://jurnalempathy. com/index. php/jurnalempathy/ | 141 audiovisual . Penggunaan media ini diharapkan materi pendidikan kesehatan dapat tersampaikan dengan baik dan dipahami oleh anak usia sekolah . Ae. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari pendidikan kesehatan menggunakan media video dan poster terhadap pengetahuan serta sikap anak dalam pencegahan diare. Hasil penelitian menemukan bahwa pendidikan kesehatan tentang cuci tangan pakai sabun menggunakan media video berpengaruh terhadap kemampuan siswa sekolah dasar dalam melakukan cuci tangan dengan benar. Penelitian lainnya juga mengungkapkan bahwa media video dalam pendidikan kesehatan terbukti efektif sebagai metode edukasi yang dapat meningkatkan efikasi diri anak-anak dalam pencegahan diare . Ae. Hasil survei lokasi yang dilakukan. SDN Temboro 1 terletak di lingkungan yang banyak terdapat pedagang makanan di sepanjang jalan menuju SD, yang merupakan jalur kendaraan roda dua, roda empat dan truk angkut pasir maka banyak debu bahkan kotoran mengenai makanan yang dijual pedagang. Hasil observasi juga menunjukkan kebiasaan anak-anak dalam membeli makanan dan jajan di penjual tersebut pada jam istirahat dan pulang sekolah. Studi pendahuluan yang sudah dilakukan di SDN Temboro 1 pada tahun 2021, dari 14 siswa rata-rata sering mengalami diare dan hanya 5 siswa yang mampu menjawab pertanyaan seputar diare dengan tepat. Pada masa pandemi, siswa masih sering merasakan mules akibat diare karena meskipun banyak di rumah tetapi mereka masih suka membeli jajanan diluar dengan alasan diajak teman. Sebanyak 15 siswa, hanya 4 yang rutin mencuci tangan sebelum makan menggunakan sabun. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat berupa pemberian pendidikan kesehatan dilaksanakan berdasarkan hasil observasi di daerah tersebut karena kejadian diare masih tinggi serta pengetahuan dan sikap siswa terkait tatalaksana pencegahan diare masih SDN Temboro terletak di Magetan adalah sebuah wilayah yang terletak di Jawa Timur dengan jumlah penderita diare yang tidak stabil tiap tahun. Jumlah perkiraan penderita diare berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Magetan oleh Dinkes Magetan . adalah sekitar 16. 982 jiwa dan diare menjadi penyakit terbanyak di antara penyakit HIV/AIDS. IMS. DBD, dan malaria. Uraian fenomena tersebut mendasari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menerapkan program pemberian edukasi menggunakan audio visual terhadap pengetahuan dan sikap terkait diare pada anak sekolah dasar. METODE Kegiatan dilaksanakan di di SDN Temboro yang dipilih berdasarkan lokasi ketersediaan mitra sekolah dan kesesuaian program UKS. Kegiatan berlangsung pada Juli-Desember 2022 dengan urutan aktivitas sebagai berikut: persiapan dan koordinasi mitra, pre-test, pemberian edukasi . udio-visual untuk Kelompok 1 dan leaflet untuk Kelompok . , post-test segera setelah intervensi, serta . tindak lanjut retensi 2Ae 4 minggu pasca intervensi. Sasaran adalah seluruh siswa kelas V yang hadir dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan . re-test, edukasi, post-tes. dengan persetujuan pihak sekolah/orang tua. Siswa yang tidak menyelesaikan salah satu tahap dikeluarkan dari analisis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan dua kelompok sasaran dan dilaksanakan dengan 3 . tahap yaitu pertama kegiatan pengukuran pengetahuan dan sikap sebelum pemberian edukasi . re tes. , tahap kedua adalah pemberian edukasi pencegahan diare menggunakan audio dan visual pada kelompok 1 dan menggunakan https://jurnalempathy. com/index. php/jurnalempathy/ | 142 leaflet pada kelompok 2, dan tahap ketiga adalah pengukuran kembali tingkat pengetahuan dan sikap . ost tes. terkait pencegahan diare setelah diberikan edukasi melalui audio-visual atau leaflet pada sasaran siswa kelas 5. Media yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu audio visual berupa video dengan durasi 9 menit berisi materi tentang konsep diare, penyebab diare, komplikasi, pencegahan dan pengobatan diare. Untuk kelompok 2 diberikan edukasi melalui media leaflet tentang pencegahan diare. Tahap selanjutnya adalah peserta di evaluasi, penyuluh mengukur tingkat pengetahuan dan sikap siswa dengan menggunakan HASIL Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada tanggal 27 Mei 2022, didapatkan sebanyak 36 siswa yang terbagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok pertama diberikan edukasi menggunakan leaflet sebanyak 18 siswa dari SDN Taji. Kelompok kedua didapatkan sebanyak 18 siswa yang dilakukan pendidikan kesehatan menggunakan audio visual dari SDN Temboro 1. Pada kelompok dengan edukasi melalui media leaflet dengan total 18 siswa yang terdiri dari 6 siswa laki-laki . ,33%) dan 12 siswi . ,7%). Pada kelompok dengan edukasi media audiovisual dengan total 18 peserta terdiri dari 7 siswa . ,9%) dan sebanyak 11 siswi . ,1%). Hasil pengukuran pengetahuan dan sikap menggunakan kuesioner dari responden sebelum dan setelah diberikan intervensi berupa pemberian edukasi baik menggunakan media leaflet maupun audio visual diperoleh hasil pengetahuan dan sikap seperti tabel berikut: Tabel 1. Perubahan Pengetahuan dan Sikap Sebelum dan Setelah Edukasi Melalui Media Leaflet Variabel Pengetahuan Sikap Sebelum (Mean A SD) 50,56 A 13,92 50,44 A 6,98 Sesudah (Mean A SD) 65,00 A 12,48 60,89 A 6,97 p-value* 0,001 0,001 Catatan: * Uji t-dependen Uji t-dependen digunakan untuk mengidentifikasi apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara dua kelompok yang berhubungan, seperti sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok yang sama dan melihat ada atau tidaknya pengaruh pemberian intervensi pada sikap dan pengetahuan yang signifikan antara responden kelompok audio visual dan kelompok leaflet. Tabel 2. Perubahan Pengetahuan dan Sikap Sebelum dan Setelah Edukasi Melalui Media Audio Visual Variabel Pengetahuan Sikap Sebelum (Mean A SD) Sesudah (Mean A SD) 56,11 A 14,20 70,89 A 14,09 55,50 A 7,14 66,33 A 7,76 p-value* 0,001 0,001 Catatan: * Uji t-dependen Hasil uji t-dependen antara nilai pre-test dan post-test pada pengetahuan dan sikap kelompok audiovisual menunjukkan p-value = 0,001, yang berarti ada pengaruh signifikan dari intervensi terhadap pengetahuan dan sikap karena p-value kurang dari 0,05. Begitu pula, hasil uji t-dependen pada kelompok leaflet menunjukkan p-value = https://jurnalempathy. com/index. php/jurnalempathy/ | 143 0,001 untuk pengetahuan dan sikap, yang juga menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari intervensi pada kelompok tersebut. PEMBAHASAN Peserta dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat ini sebagian besar adalah perempuan . ,7%). Hasil penelitian ditemukan perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam hal kecerdasan, meskipun keduanya sering kali beroperasi dengan cara yang berbeda. Laki-laki dan perempuan menggunakan bagian otak yang berbeda saat melakukan aktivitas seperti mengingat, merasakan emosi, mengenali ekspresi wajah, menyelesaikan masalah, dan mengambil keputusan. Usia peserta pun relatif homogen karena yang dipilih adalah siswa kelas 5. Semakin cukup umur, tingkat kematangan seseorang dalam berpengetahuan dan bersikap akan semakin bertambah . Ae. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada rata-rata pengetahuan dan sikap baik pada kelompok yang diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media audio visual maupun leaflet. Perubahan tersebut menunjukkan adanya pengaruh dari kedua media dalam pencegahan diare. Hasil kegiatan ini mengungkapkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan media video dan leaflet dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap peserta didik. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual menghasilkan rata-rata pengetahuan dan sikap yang lebih tinggi dibandingkan dengan media leaflet . ,8,9,13,. Penelitian menunjukkan bahwa media audio visual lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa. Selain itu, media audio visual terbukti lebih efektif dalam membentuk sikap dibandingkan dengan media leaflet. Pendidikan kesehatan menggunakan media audio visual lebih efektif dibandingkan media leaflet dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa. Informasi yang disampaikan melalui media audio visual merupakan bagian dari upaya peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku untuk mencapai kesehatan yang optimal. Media ini dianggap lebih menarik dan efektif karena melibatkan dua indera, yaitu pendengaran dan penglihatan. Penggunaan media audio visual dalam edukasi kesehatan dapat merangsang kedua indera tersebut, sehingga hasil pembelajaran menjadi lebih maksimal . ,13,. Media audio visual berperan besar indera penglihatan dalam menyampaikan informasi ke otak, yang mencapai sekitar 75% hingga 87%, sementara 13% hingga 25% informasi disalurkan melalui indera lainnya. Media audio visual, pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami dan diingat, serta dapat memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan penjelasan secara lebih realistis. Media audio visual juga memungkinkan pemutaran berulang untuk memperdalam pemahaman dan meningkatkan efisiensi dalam proses pembelajaran . Kegiatan pengabdian masyarakat ini merekomendasikan pelibatan sekolah dan orang tua dioperasionalisasikan melalui penguatan Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Kegiatan meliputi edukasi terstruktur bagi wali kelas dan petugas UKS untuk standardisasi pesan kunci . ir minum aman, cuci tangan enam langkah, dan takaran oralit/ORS sesuai pedoma. diseminasi surat informasi kepada orang tua yang memuat tautan video edukasi serta leaflet digital/QR untuk dipelajari di rumah. pendampingan latihan rumah oleh orang tua menggunakan daftar tilik sederhana dengan umpan balik tertulis. https://jurnalempathy. com/index. php/jurnalempathy/ | 144 Pada tingkat kelas, direkomendasikan rutinitas AuJumat Cuci TanganAy dan pembentukan AuPojok ORSAy . oster langkah, alat ukur, gelas taka. guna memfasilitasi praktik berulang. Pelaksanaan dimonitor mingguan oleh guru/UKS melalui rekapitulasi, observasi kepatuhan, dan dokumentasi foto, sementara penguatan pesan dilakukan melalui papan pengumuman serta kanal komunikasi kelas . isalnya grup pesan Rangkaian langkah ini ditujukan untuk memastikan keberlanjutan perilaku pencegahan diare di lingkungan sekolah maupun rumah. KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan pengabdian masyarakat melalui pendidikan kesehatan menggunakan audio visual dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap pencegahan diare. Pendidikan kesehatan audio visual lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap pencegahan diare. Kegiatan pengabdian masyarakat seperti penyuluhan dan pendidikan kesehatan terkait pencegahan diare dapat diterapkan oleh pihak sekolah dan dinas terkait untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa terkait pencegahan diare. UCAPAN TERIMA KASIH