Terbit online pada laman web jurnal: http://journal. id/index. php/JASENS JOURNAL OF APPLIED SMART ELECTRICAL NETWORK AND SYSTEMS (JASENS) Vol. 4 No. 68 - 76 ISSN Media Elektronik: 2723-5467 Smart Locker Menggunakan Fingerprint dan Face Recognition sebagai Sistem Keamanan Loker Penyimpanan Koesmarijanto1. Nurul Hidayati2*. Dista Dwi Cahyani3. Niko Budi Anto4 1,2,3,4Program Studi Teknik Telekomunikasi. Jurusan Teknik Elektro. Politeknik Negeri Malang 1koesmarijanto@polinema. id, 2nurulhid8@polinema. id*, 3distadc@gmail. com, 4nikobudianto03@gmail. Abstract Currently, most lockers use keys or passwords for security. This has a high risk of being lost. The key that someone has is easily duplicated by other people, so the security is very low. Therefore, to prevent loss of items, a system is needed to secure the locker with fingerprint and facial recognition. Then the locker can be opened if the user's fingerprint and face match the registered data and there is information sent to the user via an application on the smartphone. Fingerprint testing is carried out by 2 users, the percentage is 95% from 20 tests. Face recognition testing based on distance is carried out with 3 resolutions. The HQVGA resolution is 240 x 176 with a distance of 5-60 cm, the percentage is 57% from the 35x test. The QVGA resolution is 320 x 240 with a distance of 5-70 cm, the percentage is 62. 5% from the 40x test. The CIF resolution is 400 x 296 with a distance of 5-70 cm, the percentage is 65% of the 40x test. Time-based face recognition testing is carried out in the morning, afternoon and evening. In the morning the percentage is 60% from 5x tests. Daylight time percentage is 100% from 5x tests. At night the percentage is 80% from 5x tests. For the overall test, it can be concluded that this security system is successfully used and can be applied in everyday life because it can maintain user privacy and can monitor the condition of the locker. if the user does not have 2 valid accesses, then the locker will not open. Then the system will send information to registered users and rent lockers via an application on a smartphone. Keywords: face recognition, fingerprint. Internet of Things (Io. , locker, security system. Abstrak Saat ini sebagian besar loker menggunakan kunci atau password untuk keamanannya. Hal tersebut beresiko tinggi untuk hilang. Kunci yang dimiliki seseorang mudah diduplikasi orang lain, sehingga keamanannya sangat rendah. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya kehilangan barang dibutuhkan sistem yang dapat mengamankan loker dengan fingerprint dan face Kemudian loker dapat terbuka apabila sidik jari dan wajah pengguna sesuai dengan data yang didaftarkan serta terdapat informasi yang dikirimkan kepada pengguna melalui aplikasi di smartphone. Pengujian fingerprint dilakukan oleh 2 pengguna persentasenya 95% dari 20x uji. Pengujian face recognition berdasarkan jarak dilakukan dengan 3 resolusi. Resolusi HQVGA 240 x 176 dengan jarak 5-60 cm persentasenya 57% dari 35x uji. Resolusi QVGA 320 x 240 dengan jarak 5-70 cm persentasenya 62,5% dari 40x uji. Resolusi CIF 400 x 296 dengan jarak 5-70 cm persentasenya 65% dari 40x uji. Pengujian face recognition berdasarkan waktu dilakukan pada waktu pagi, siang, dan malam. Waktu pagi hari persentasenya 60% dari 5x Waktu siang hari persentasenya 100% dari 5x uji. Waktu malam hari persentasenya 80% dari 5x uji. Untuk pengujian keseluruhan, dapat diambil kesimpulan bahwa sistem keamanan ini berhasil digunakan dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari karena bisa menjaga privasi pengguna dan bisa mengawasi keadaan loker. Jadi apabila pengguna tidak mempunyai 2 akses yang valid, maka loker tersebut tidak akan terbuka. Kemudian sistem akan mengirimkan informasi kepada pengguna yang terdaftar dan melakukan penyewaan loker melalui aplikasi di smartphone. Kata kunci: face recognition, fingerprint. Internet of Things (Io. , loker, sistem keamanan. Diterima Redaksi : 20-11-2023 | Selesai Revisi : 23-12-2023 | Diterbitkan Online : 31-12-2023 Pendahuluan seseorang mudah diduplikasi oleh orang lain, sehingga tingkat keamanan yang dimiliki sangat rendah. Saat ini di kantor sistem keamanan lokernya masih menggunakan kunci manual atau kombinasi angka. Beberapa faktor kehilangan tersebut menyebabkan Namun hal tersebut masih beresiko tinggi untuk hilang. permasalahan pada keamanan loker kurang aman. Faktor kehilangannya dikarenakan pengamanan yang khususnya di kantor. Sehingga barang yang dititipkan di hanya kantor bisa diambil sewaktu-waktu dan hilang. Oleh menggunakan kunci manual. Kunci yang dimiliki karena itu, untuk mencegah terjadinya kehilangan Koesmarijanto1. Nurul Hidayati2. Dista Dwi Cahyani3. Niko Budi Anto4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS) Vol. 4 No. 68 Ae 76 mengamankan loker dengan keamanan ganda, yaitu diakses menggunakan PC yang terhubung ke Access menggunakan fingerprint dan face recognition. Point. ESP32 . dan ESP32 Cam tersebut akan terhubung pada Access Point dimana Access Point Penelitian tersebut akan terhubung ke internet guna pengiriman pengamanan pintu rumah berbasis sidik jari data dari Mikrokontroler . menggunakan mikrokontroler. Pada penelitian ini proses yang dilakukan melalui input sidik jari, identifikasi sidik Kemudian relay akan bekerja pada solenoid door jari, hingga verifikasi setiap sidik jari yang direkam apabila ada pengguna yang mau membuka loker, di sini dalam database. Metode yang digunakan yaitu Unified nanti dilakukan pengujian data yang dicocokkan dengan Modeling Language (UML). Komponen input yang sidik jari dan wajah yang sudah terdaftar. Lalu bisa digunakan yaitu sensor fingerprint C3 yang nantinya dilihat data yang masuk sesuai atau tidak dengan data akan diolah oleh Arduino Uno ATMega 328. Hasil yang sudah terdaftar. Jika sesuai maka loker akan percobaan dari rancangan ini solenoid akan membuka terbuka dan jika tidak sesuai maka loker akan tetap dengan cara bekerja maju dan mundur setelah diberikan tertutup. Kemudian data-data yang sudah diinput tadi arus 5 volt . akan dimasukkan ke dalam firebase sebagai database. Jadi pengguna dapat melakukan monitoring terkait Penelitian sebelumnya tentang penggunaan face sistem sewa loker tersebut melalui aplikasi pada recognition untuk akses ruangan. Pada penelitian ini dirancang sebuah sistem keamanan yang dapat mengakses pintu menggunakan face recognition berbasis Arduino Uno. Jadi sistem dapat mendeteksi objek wajah sebagai citra dari kamera. Setelah objek terdeteksi, sistem akan melakukan pencocokan wajah dengan citra wajah yang terdapat pada database sistem. Citra akan diproses menggunakan metode Local Binary Pattern Histogram (LBPH). Hasil dari penelitian ini yaitu kendali privilege pada smart gate menggunakan Arduino Uno dan biometric face recognition dapat meningkatkan keamanan pada ruangan, dapat memaksimalkan penggunaan komponen elektronik, serta dapat mengimplementasikan algoritma Local Binary Pattern Histogram (LBPH) . Berdasarkan era industri 4. 0 yang memanfaatkan Internet of Things (IoT) Gambar 1. Blok Diagram Sistem menggabungkan kecerdasan buatan dengan pikiran manusia diperlukan upaya memanfaatkan teknologi Diagram Alir (Flowchar. dengan membuat inovasi sistem keamanan ganda pada Gambar 2 merupakan flowchart pendaftaran dari loker di kantor menggunakan fingerprint dan face recognition disertai notifikasi tentang sistem kerja loker sistem keamanan penulis. Pengguna mendaftarkan sidik yang dikirimkan ke pengguna melalui aplikasi di jari dan wajah secara bergantian. Kemudian sistem akan Pada menggunakan membaca data yang sudah didaftarkan dan melakukan mikrokontroler ESP32 . Kamera ESP32 Cam . , verifikasi guna memastikan data yang didaftarkan valid. Relay . Fingerprint Scanner . Solenoid Door . Hal yang terjadi pada proses verifikasi sidik jari adalah Real Time Clock (RTC) . Liquid Crystal Display hasil dari biner sidik jari pertama akan dibandingkan (LCD) . Firebase . Engsel pir. Modul Step Down dengan biner sidik jari kedua. Apabila keakurasian biner DC . Adapter DC . Kabel Jumper . Kabel hampir sempurna maka sidik jari tersebut bisa Pada sensor sidik jari FPM10A USB Micro . Loker, dan Android Studio . menghasilkan output dalam bentuk data digital. Data Metode Penelitian yang dihasilkan biasanya berupa serangkaian angka atau nilai biner yang merepresentasikan pola sidik jari yang Blok Diagram Sistem Sensor sidik jari FPM10A menggunakan Gambar 1 menunjukkan proses dari sistem algoritma pemrosesan untuk mengubah citra sidik jari keamanan yang akan penulis rancang. Pertama menjadi data digital. Proses ini melibatkan pemindaian pengguna menginputkan sidik jari dan wajah terlebih sidik jari menggunakan array sensor optik dan kemudian Sidik jari akan diinputkan melalui reader sidik mengonversinya menjadi representasi digital. Output jari FPM 10A dan wajah akan diinputkan melalui sensor sidik jari FPM10A biasanya berupa serangkaian kamera ESP32 Cam. Lalu data sidik jari akan disimpan byte atau nilai numerik dalam format protokol di Mikrokontroler . ESP32 dan data wajah akan komunikasi yang ditentukan. Data tersebut dapat berisi disimpan di Web Server dari ESP32 Cam sebagai data informasi seperti posisi piksel, tingkat kecerahan, dan pengguna yang sudah daftar. Web Server ini dapat pola unik dari sidik jari yang terdeteksi. Pada source Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Koesmarijanto1. Nurul Hidayati2. Dista Dwi Cahyani3. Niko Budi Anto4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS) Vol. 4 No. 68 Ae 76 code ESP32 Cam terdapat IP addres kamera yang bersifat dinamis. IP addres dari web kamera akan berubah mengikuti jaringan atau wifi yang digunakan, sehingga IP addres untuk web kamera didapatkan dari hasil olahan dari konektifitas yang digunakan. Apabila data dari sidik jari dan wajah sudah valid, artinya pengguna telah berhasil mendaftarkan data sidik jari dan Kemudian sistem akan otomatis kembali ke tampilan awal. Gambar 3. Flowchart Sistem Keseluruhan Gambar 4 menunjukkan flowchart aplikasi dari sistem keamanan penulis. Tampilan akses aplikasi ini Gambar 3 menunjukkan flowchart keseluruhan dari ada 2, aplikasi sebagai pengguna dan aplikasi sebagai sistem kerja keamanan penulis. Proses pertama dimulai operator. Pertama untuk operator terlebih dahulu. dari inisialisasi sistem terlebih dahulu, lalu set up waktu Operator login ke aplikasi menggunakan email dan oleh Real Time Clock (RTC). Pada sistem ini cara password milik operator. Di aplikasi ini operator dapat kerjanya bergantian. Oleh karena itu, pengguna memonitor dan memantau pengguna. Operator juga memasukkan datanya satu persatu. Pengguna dapat mengedit informasi data pengguna. Kemudian memasukkan data sidik jari terlebih dahulu. Apabila data pengguna login ke aplikasi menggunakan email dan sidik jari valid, maka akan lanjut ke proses memasukkan password yang telah diberikan oleh operator. Di aplikasi data wajah. Jika salah satu data yang dimasukkan tidak ini pengguna mendapatkan informasi dan notifikasi valid maka prosesnya tidak dapat dilanjutkan dan akan terkait sistem sewa loker dan biaya tagihan. Gambar 2. Flowchart Pendaftaran kembali ke tampilan awal. Sebaliknya, jika kedua data yang dimasukkan valid, maka data otomatis terkirim ke firebase dan relay akan bekerja untuk membuka loker melalui solenoid door secara otomatis. Gambar 4. Flowchart Aplikasi Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Koesmarijanto1. Nurul Hidayati2. Dista Dwi Cahyani3. Niko Budi Anto4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS) Vol. 4 No. 68 Ae 76 Desain Alat PIN 2 ESP 32 CAM VCC GND IN 2 RELAY Gambar 5 dan 6 menunjukkan gambar desain loker MCU ESP 32 STEP DOWN DC dari sistem keamanan penulis. Untuk ukuran loker yang STEP DOWN DC digunakan yaitu 30 cm x 30 cm x 30 cm. Loker terbuat dari kayu yang didesain menarik. Di atas loker nanti terdapat box yang berisi komponen pendukung untuk 3. Hasil dan Pembahasan sistem keamanan ini. Untuk ukuran box yang digunakan 3. Hasil Pengujian Fingerprint 5 cm x 6. 5 cm x 10. 5 cm. Box terbuat dari Pengujian dilakukan oleh 2 pengguna dan setiap akrilik yang didesain menarik. pengguna menguji 2 jari yaitu jari jempol dan jari Gambar 7 menunjukkan gambar grafik hasil pengujian jari jempol dari kedua pengguna. Gambar 8 menunjukkan gambar grafik hasil pengujian jari telunjuk dari kedua pengguna. Garis biru pada grafik menunjukkan data pengujian pengguna 1. Garis oren pada grafik menunjukkan data pengujian pengguna 2. Persentase pengujian keakurasian fingerprint yaitu 95% Gambar 5. Desain Alat Gambar 7. Gambar Grafik Hasil Pengujian Jari Jempol Gambar 6. Keterangan Desain Alat Pin Rangkaian Sistem Tabel 1 menunjukkan tabel pin rangkaian sistem. Untuk keterangan mengenai pinnya sebagai berikut : Tabel 1. Tabel Pin Rangkaian Sistem Komponen Fingerprint LCD RTC Relay Step Down DC ESP 32 CAM GND VCC VCC GND SDA SCL VCC GND SDA SCL VCC GND IN 1 IN 2 INPUT VCC GND Pin GND ESP PIN 17 ESP PIN 16 ESP 3 V ESP 5V ESP GND ESP PIN 21 ESP PIN 22 ESP 5V ESP GND ESP PIN 21 ESP PIN 22 ESP 5V ESP GND ESP PIN 4 ESP PIN 2 ESP CAM 12V ADAPTER 5V ESP GND ESP Gambar 8. Gambar Grafik Hasil Pengujian Jari Telunjuk Hasil Pengujian Kamera Berdasarkan Jarak Pengujian dilakukan dengan jarak 5-60 cm dan setiap jarak dilakukan 5x uji coba. Gambar 9 menunjukkan gambar grafik hasil pengujian kamera dengan resolusi HQVGA 240 x 176. Garis biru pada grafik menunjukkan pengujian terdeteksi. Garis oren pada grafik menunjukkan pengujian tidak terdeteksi. Pengujian optimal dilakukan pada jarak 30 cm. Persentase pengujian kamera ini yaitu 57% berhasil. Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Koesmarijanto1. Nurul Hidayati2. Dista Dwi Cahyani3. Niko Budi Anto4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS) Vol. 4 No. 68 Ae 76 biru pada grafik menunjukkan pengujian pada waktu Garis oren pada grafik menunjukkan pengujian pada waktu siang. Garis hijau pada grafik menunjukkan pengujian pada waktu malam. Persentasi pengujian waktu pagi mencapai 60% berhasil, waktu siang mencapai 100% berhasil, dan waktu malam mencapai 80% berhasil. Gambar 9. Hasil Pengujian Kamera Resolusi HQVGA 240 x 176 Pengujian dilakukan dengan jarak 5-70 cm dan setiap jarak dilakukan 5x uji coba. Gambar 10 menunjukkan gambar grafik hasil pengujian kamera dengan resolusi QVGA 320 x 240. Garis biru pada grafik menunjukkan pengujian terdeteksi. Garis oren pada grafik menunjukkan pengujian tidak terdeteksi. Pengujian optimal dilakukan pada jarak 30-40 cm. Persentase pengujian kamera ini yaitu 62,5% berhasil. Gambar 12. Hasil Pengujian Kamera pada pagi hari Gambar 13. Hasil Pengujian Kamera pada siang hari Gambar 10. Hasil Pengujian Kamera Resolusi QVGA 320 x 240 Pengujian dilakukan dengan jarak 5-70 cm dan setiap jarak dilakukan 5x uji coba. Gambar 11 menunjukkan gambar grafik hasil pengujian kamera dengan resolusi CIF 400 x 296. Garis biru pada grafik menunjukkan pengujian terdeteksi. Garis oren pada grafik menunjukkan pengujian tidak terdeteksi. Pengujian optimal dilakukan pada jarak 30-40 cm. Persentase pengujian kamera ini yaitu 65% berhasil. Gambar 14. Hasil Pengujian Kamera pada malam hari Gambar 15 menunjukkan nilai lux yang dihasilkan dari pengujian. Gambar 11. Hasil Pengujian Kamera Resolusi CIF 400 x 296 Hasil Pengujian Kamera Berdasarkan Waktu Pengujian ini dilakukan pada waktu pagi pukul 00 WIB dengan kondisi nilai 104 lux, siang pukul 00 WIB dengan kondisi nilai 2151 lux, dan malam 00 WIB dengan kondisi nilai 19 lux. Setiap waktu dilakukan 5x uji coba. Gambar 12, 13, dan 14 menunjukkan gambar grafik hasil pengujian kamera berdasarkan waktu. Pengujian optimal dilakukan pada waktu siang hari dengan kondisi nilai 2151 lux. Garis Gambar 15. Gambar Hasil Nilai Lux Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Koesmarijanto1. Nurul Hidayati2. Dista Dwi Cahyani3. Niko Budi Anto4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS) Vol. 4 No. 68 Ae 76 Tabel 2 menunjukkan tabel nilai lux: Tabel 2. Tabel Nilai Lux Pagi 19 lux Siang 104 lux Malam 2151 lux 4 Hasil Pengujian Sistem Keseluruhan Tabel 3 menunjukkan tabel pengujian sistem Tabel 3. Tabel Pengujian Sistem Keseluruhan Fingerprint Oo Oo Face Recognition Oo Oo Keadaan Loker Terbuka Tidak Terbuka Tidak Terbuka Tidak Terbuka 5 Implementasi Tata Letak Loker Gambar 17. Gambar tata letak loker tampak belakang Gambar 16 menunjukkan gambar implementasi tata letak loker tampak depan. Loker yang digunakan Pada bagian dalam loker sesuai gambar 18 terdapat berdimensi 30 cm x 30 cm x 30 cm. Pada bagian atas solenoid door dan engsel pir. Solenoid door berfungsi loker, terdapat box komponen yang berisi rangkaian untuk mengunci pintu, sedangkan engsel pir untuk sistem keamanan penulis. Pada bagian sisi tengah box membuka pintu secara otomatis. komponen terdapat lubang kabel USB Micro yang digunakan untuk mengkoneksikan ESP32 ke laptop. Pada bagian sisi atas tengah loker terdapat komponen kamera ESP32 Cam. Komponen ini befungsi untuk merekam data wajah dari pengguna. Pada bagian sisi bawah tengah terdapat komponen Liquid Crystal Display (LCD). Komponen ini berfungsi untuk menampilkan waktu, kecocokan sidik jari, dan kecocokan wajah. Pada bagian kanan tengah terdapat komponen reader sidik jari FPM10A. Komponen ini berfungsi untuk merekam data sidik jari dari pengguna. Gambar 18. Gambar tata letak dalam loker 4 Implementasi tata letak komponen Gambar 19 menunjukkan gambar implementasi tata letak komponen yang diletakkan dalam box komponen. Box komponen yang digunakan berdimensi 20. 5 cm x 5 cm x 10. 5 cm. Pada box komponen ini berisi komponen-komponen pendukung yang digunakan, yaitu Mikrokontroler ESP32. Relay 2 Channel. Real Time Clock (RTC) DS1307, dan Modul Step Down DC. Pada rangkaian ini juga menggunakan terminal dan kabel Gambar 16. Gambar tata letak loker tampak depan Terminal befungsi sebagai tempat penyaluran kabel power supply ke komponen. Kabel jumper Gambar 17 menunjukkan gambar implementasi berfungsi sebagai kabel yang dihubungkan antar tata letak loker tampak samping belakang. Pada bagian komponen. sisi belakang loker terdapat Adapter DC yang berfungsi Berikut implementasi tata letak komponen yang untuk mengkonversi tegangan AC menjadi tegangan sudah dibuat: DC. Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Koesmarijanto1. Nurul Hidayati2. Dista Dwi Cahyani3. Niko Budi Anto4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS) Vol. 4 No. 68 Ae 76 Gambar 19. Gambar tata letak loker komponen Gambar 21. Halaman Informasi Admin 4 Implementasi Aplikasi Sistem Halaman add user, tampilan halaman admin ada fitur untuk menambahkan akun user supaya user Halaman login merupakan tampilan awal untuk dapat login dengan email dan password yang diberikan akses masuk aplikasi sebagai admin maupun user. Pada oleh admin. Pada gambar 22 ada beberapa poin yang gambar 20 admin memasukkan email dan password diisi untuk menambahkan akun user yaitu data NIK, milik admin terlebih dahulu. Kemudian pilih login. username, email, password, dan confirm password. Kemudian pilih add. Gambar 20. Halaman login Gambar 22. Halaman Add User Halaman informasi admin, halaman ini berupa tabel untuk menampilkan akun user yang sudah terdaftar Halaman admin untuk detail user, halaman ini dan sedang menyewa loker. Pada gambar 21 terlihat ada untuk mengedit dan menghapus data user yang sudah 2 user yang sudah terdaftar. Di sini admin bisa Pada gambar 23 sudah tertera data NIK, mengetahui dan mengelola terkait informasi tersebut. username, email, dan password yang bisa diedit. Pilih Informasi pada halaman ini hanya admin yang bisa menu update untuk mengedit dan otomatis data akan melihat dan mengedit. berubah sesuai editan terbaru. Apabila data ingin dihapus, pilih menu delete dan otomatis data akan Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Koesmarijanto1. Nurul Hidayati2. Dista Dwi Cahyani3. Niko Budi Anto4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS) Vol. 4 No. 68 Ae 76 Gambar 23. Halaman Admin Untuk Detail User Gambar 25. Halaman Informasi User Halaman delete user, tampilan halaman detail Kesimpulan user ada fitur untuk menghapus akun user yang sudah tidak dipakai. Pada gambar 24 ada pertanyaan dahulu Smart Locker Menggunakan Fingerprint dan Face sebelum admin menghapus user yaitu AuApakah anda Recognition sebagai Sistem Keamanan Loker yakin ingin menghapus akun ini?Ay guna memastikan Penyimpanan dapat mengirimkan notifikasi kepada user admin saat menghapus user. yang terdaftar dan melakukan penyewaan loker melalui aplikasi Smart Locker. Sistem keamanan ini menunjukkan keberhasilan 95% saat melakukan pengujian keakurasian sidik jari dengan rincian 19 kali terdeteksi dan 1 kali tidak terdeteksi. Sistem keamanan ini menunjukkan keberhasilan 57% pada resolusi HQVGA 240 x 176, 62,5% pada resolusi QVGA 320 x 240, dan 65% pada resolusi CIF 400 x 296 saat melakukan pengujian kamera berdasarkan jarak. Jarak yang optimal untuk melakukan pengujian kamera kisaran antara 30-40 cm dan resolusi yang paling baik digunakan yaitu resolusi CIF 400 x 296. Waktu yang tepat untuk melakukan pengujian kamera yaitu dengan kondisi ruangan yang memiliki nilai sekitar 2000-3000 Daftar Rujukan . Gambar 24. Halaman Admin Untuk Delete User Pada halaman Informasi User merupakan tampilan untuk user. Pada gambar 25 tertera informasi yaitu terkait waktu sewa, batas sewa, dan total biaya . User hanya bisa melihat tanpa bisa mengedit. Isi dari informasi tersebut hanya admin yang bisa mengelola dan akan disesuaikan dengan data user yang . Anton Yudhana. Sunardi, dan Priyatno, 2018. Peracangan Pengamanan Pintu Rumah Berbasis Sidik Jari Menggunakan Metode UML. Vol 10 No 2 Hal 131. Alwan Suryansyah. Roni Habibi, dan Rolly Maulana Awangga. Penggunaan Face Recognition Untuk Akses Ruangan. Hal 12. Muliadi. Al Imran, dan Muh. Rasul, 2020. Pengembangan Tempat Sampah Pintar Menggunakan ESP32. Jurnal Media Elektrik. Vol 17 No 2 Hal 73-75. Bayu Fandidarma. Ridam Dwi Laksono, dan Krisna Warih Bintang Pamungkas, 2021. Rancang Bangun Mobil Remote Control Pemantau Area Berbasis IoT Menggunakan ESP32 Cam. Jurnal Electrical Engineering Articles. Vol 2 No 1 Hal 3138. Saleh Muhammad, 2017. Rancang Bangun Sistem Keamanan Rumah Menggunakan Relay. Vol 8 No 3 Hal 181. Anastasia Mude dan Leonardus Benediktus Finansius Mando. Implementasi Keamanan Rumah Cerdas Menggunakan Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Koesmarijanto1. Nurul Hidayati2. Dista Dwi Cahyani3. Niko Budi Anto4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS) Vol. 4 No. 68 Ae 76 Internet of Things dan Biometric Sistem. Jurnal Manajemen, . Angger Sadewo Bayu Dimas. Edita Rosana Widasari, dan Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer. Vol 21 No 1 Hal Adharul Muttaqin, 2017. Perancangan Pengendali Rumah menggunakan Smartphone Android dengan Konektivitas Ahmad Jufri, 2016. Rancang Bangun dan Implementasi Kunci Bluetooth. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Pintu Elektronik Menggunakan Arduino dan Android. Jurnal Komputer. Vol 1 No 5 Hal 415-425. STT STIKMA Internasional. Vol 7 No 1 Hal 40-51. Yoga Perdana. Hidayati. Yulianto. Al Hadid Hadi Suryawinata. Dwi Purwanti, dan Said Sunardiyo, 2017. Firdaus. Sari and D. Suprianto, "Jig Detection Using Sistem Monitoring pada Panel Surya Menggunakan Data logger Scanning Method Base On Internet Of Things For Smart Berbasis ATmega 328 dan Real Time Clock DS1307. Jurnal Learning Factory," 2020 Ie International IOT. Electronics Teknik Elektro. Vol 9 No 1 Hal 30-36. and Mechatronics Conference (IEMTRONICS). Vancouver. Fina Supegina dan Dede Sukindar, 2014. Perancangan Robot BC, Canada, 1-5. Pencapit Untuk Penyotir Barang Berdasarkan Warna LED RGB 1109/IEMTRONICS51293. dengan Display LCD Berbasis Arduino Uno. Jurnal Teknologi . Soelistianto. Rahmadhani, and N. Hidayati. Elektro. Universitas Mercu Buana. Vol 5 No 1 Hal 9-17. AuApplication of Vegetable Composting Method Takakura with Sudiartha I Ketut Gede. I Nyoman Eddy Indrayana, dan I Wayan Temperature and pH Control Based on Internet of Suasnawa, 2018. Membangun Struktur Realtime Database ThingsAy. Jartel, vol. 13, no. 3, pp. Sep. Firebase Untuk Aplikasi Monitoring Pergerakan Group . Zakaria. Koesmarijanto, and M. Qibthiyah. AuDesign Wisatawan. Jurnal Ilmu Komputer. Vol 11 No 2 Hal 96-102. Of Monitoring System of Height. Weight and Body Mass Index Suryana Dayat, 2018. Buku Belajar Android Studio. Hal 2-3. Using Android-Based Nodemcu ESP8266Ay. Jartel, vol. 12, no. Dimas Abdullah Sahid dan Sandhi Prajaka. Kom. MMSI, 1, pp. Mar. Smart Key Berbasis Arduino IDE Menggunakan Sensor . Mustafa. Imamuddien, and Y. Isnomo. RFID dan Microcontroller ESP32. Jurnal Teknik Informatika. AuSmart hand glove terapi pasien pasca stroke berbasis internet Fakultas Teknologi Industri. Universitas Gunadarma. Hal 1-13. of things (IoT)Ay, eltek, vol. 21, no. 1, pp. 20Ae27. Apr. Deosa Caniago Putra, 2022. Perancangan Papan Informasi . Plailovy and J. Prochyzka, "RFID-based Multi-purpose Mahasiswa Berbasiskan Real Time Clock Pada Labor Elektro Smart Post Boxes in Smart Cities," 2022 6th International Iteba Dengan Memanfaatkan Fasilitas Short Message Service Conference on Smart Grid and Smart Cities (ICSGSC), (SMS). Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Bisnis. Vol 4 Chengdu. China, 184-189. No 1 Hal 171-177. 1109/ICSGSC56353. Muhamad Royhan, 2021. Fingerprint Untuk Mengunci Pintu Terintegrasi Dengan Arduino. Jurnal Teknik Informatika Unis. Vol 9 No 1 Hal 1-8. Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS)