www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi Jurnal DEDIKASI PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI SISWA KELAS X-3 SMA NEGERI 1 JANTHO MAKMUR DENGAN TEKNIK KONFERENSI Rudiati SMA Negeri Unggul Ali Hasjmy Jl. Banda Aceh-Medan, Km 22,5 Desa Lam Ilie Ganto, Kec. Indrapuri, email:rudiatisma@gmail.com Abstract: The purpose of this research is to describe writing description learning using conference technique. The assumption of this research are (1) student class X-3 at SMA Negeri 1 Jantho ability in writing description using conference technique to write description is still low, (2) conference technique is able to uplifting liveliness of student in writing description learning because the learning is conducted individually and team, (3) conference technique is able to uplifting student motivation in description writing learning because process in writing description can make student happy, (4) conference technique is able to uplifting student achievement in writing description, (5) each of student of class X-3 SMA Negeri 1 Jantho Makmur have different character because student ability is heterogeneous. This research use qualitative approach. Kind of research is classroom action research. Action research is conducted in two cycles. Each action is consisting of four actions that are (1) planning, (2) realization, (3) observation, and (4) reflection. Data collecting in this research was done by using observation, interview, field note, documentation, student composition. Research processes cover four phases. First, prewriting cover chosening writing topic based on theme, developing writing topic, deciding title, developing writing topic as a sentence suitable with topic, composing writing framework suitable with topic. Draft phase cover compiling composition draft by showing main idea and detail based on composition framework, and compiling details using conjunction correctly. Editing phase cover editing composition draft by sharing with friend, editing composition, and rewrite composition draft based on suggestion from his friend. Publication phase cover reading composition n front of the class with correct intonation, giving respons to composition which has been read clearly, and rewrite composition well based on suggestion from friend. Result of this research show that skill of students of class X-3 at SMA Negeri 1 Jantho in writing description using conference technique will be described as follows. At cycle I, student average value is 63,7. At cycle I student average value is 74,28. Thereby, it is mean that applying of conference technique is uplifting student ability in writing description Keywords : the uplifting skill, writing skill, writing description, conference technique Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran menulis deskripsi melalui teknik konferensi. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK). Tindakan penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap-tiap siklus terdiri atas empat kegiatan, yaitu (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan tindakan, (4) refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, catatan lapangan, dokumentasi, dan karangan siswa. Proses penelitian meliputi empat tahap. Pertama, tahap pramenulis meliputi kemampuan memilih topik karangan berdasarkan tema, kemampuan mengembangkan topik karangan, kemampuan menentukan judul karangan, kemampuan mengembangkan topik karangan dalam bentuk kalimat sesuai dengan topik, kemampuan menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dikembangkan. Tahap pengedrafan meliputi menyusun draf karangan dengan menampakkan gagasan pokok dan detail penjelasannya berdasarkan kerangka karangan, dan menyusun detail-detail penjelasannya dengan kata penghubung yang tepat. Tahap perbaikan dan penyuntingan meliputi siswa memperbaiki draf karangan dengan cara bertukar pendapat dengan teman sejawat, menyunting karangan, dan menulis kembali draf karangan berdasarkan masukan yang diterima. Tahap publikasi meliputi siswa membacakan karangan di depan kelas dengan intonasi yang tepat, merespons karangan yang dibaca dengan aspek kejelasan suara, lafal, dan kelancaran membaca, dan menulis kembali karangan dengan baik berdasarkan masukan yang diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menulis deskripsi siswa kelas X-3 SMA Negeri 1 Jantho Volume 1, No. 2, Juli 2017 131 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi Makmur dengan Teknik Konferensi adalah sebagai berikut. Pada siklus pertama nilai rata-rata siswa adalah 63,7 dengan kualifikasi cukup. Pada siklus II nilai rata-rata siswa adalah 74,28 dengan kualifikasi baik. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan teknik konferensi berhasil meningkatkan kemampuan siswa menulis deskripsi. Siswa tampak antusias dan aktif dalam kegiatan menulis, berani berkomentar hasil tulisannya, terjadi perubahan sikap dan perilaku yang positif. Siswa mendapat pengalaman yang menyenangkan dan bermakna dalam hidupnya. Kata kunci : peningkatan keterampilan, keterampilan menulis, menulis deskripsi, teknik konferensi Menulis sebagai suatu keterampilan berbahasa memegang peranan penting dalam menuangkannya dalam bentuk deskripsi. Hal ini pembelajaran bahasa. Dalam Kurikulum Tingkat sesuai dengan yang dikatakan oleh Ellis, dkk. Satuan Pendidikan (KTSP) dinyatakan bahwa (1989:175) bahwa mendeskripsikan suatu objek menulis merupakan salah satu aspek pembelajaran berarti melatih penulis pemula mengamati objek bahasa Indonesia. Menulis merupakan salah satu yang dikenal, mengumpulkan berbagai detail, keterampilan berbahasa perlu dimiliki oleh siswa mengorganisasikan, dan menyeleksi ide-ide (Ellis, agar mereka mampu berkomunikasi secara tertulis. dkk. 1989:175). Dalam materi menulis terdapat berbagai macam tersebut, menyeleksi Keterampilan setiap menulis detail, deskripsi dan dapat bentuk tulisan, seperti narasi, deskripsi, eksposisi, ditingkatkan. Untuk meningkatkan keterampilan dan argumentasi. Dalam penelitian ini bentuk menulis deskripsi, sebagai salah satu bentuk tulisan tulisan yang dipilih untuk diteliti adalah tulisan yang harus dipahami dan dikuasai oleh siswa, deskripsi karena pada kenyataannya banyak siswa strategi yang dapat digunakan adalah strategi belum memahami tulisan deskripsi. konferensi. Strategi konferensi dipandang sebagai Hal ini dibuktikan oleh banyaknya siswa salah satu strategi yang tepat untuk mengatasi yang menulis tulisan deskripsi dalam bentuk permasalahan yang sering dihadapi oleh siswa- tulisan narasi. Selain itu, siswa juga belum terampil siswa dalam proses menulis deskripsi. Proses mendeskripsikan suatu objek dalam bentuk tulisan menulis deskripsi yang dimaksud adalah cara deskripsi. Jadi, melalui tulisan deskripsi ini siswa menghasilkan tulisan deskripsi itu sendiri, bukan diharapkan mampu mendeskripsikan suatu objek pada hasil akhirnya. Berdasarkan pengalaman dengan baik. yang peneliti peroleh selama menjadi guru di SMA Deskripsi adalah tulisan yang bertujuan untuk Negeri 1 Jantho dan berdasarkan hasil diskusi mendeskripsikan suatu objek sehingga pembaca peneliti dengan guru Bahasa Indonesia SMA seolah-seolah yang Negeri 1 Jantho Makmur, peneliti memperoleh dirincikan tersebut. Mendeskripsikan objek dapat kesimpulan bahwa pembelajaran menulis yang membuat dilaksanakan di sekolah ini belum dilaksanakan melihat seseorang sendiri mampu objek mengumpulkan berbagai detail, mengorganisasikan detail-detail 132 secara optimal. Volume 1, No. 2, Juli 2017 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi Dengan menunjukkan kata lain, bahwa hasil pengamatan (1) pelaksanaan dkk. 1989:175). Keterampilan menulis deskripsi dapat pembelajaran menulis masih berorientasi pada ditingkatkan. Untuk meningkatkan keterampilan produk dan mengabaikan proses penulisannya, (2) menulis deskripsi, sebagai salah satu bentuk tulisan pembelajaran menulis masih disikapi sebagai yang harus dipahami dan dikuasai oleh siswa, kegiatan yang terpisah yang tidak terintegrasi strategi yang dapat digunakan adalah strategi dengan keterampilan berbahasa yang lain, (3) konferensi. masih kurang terjalin interaksi antara guru dan siswa, antara siswa dan siswa, dan (4) hasil pekerjaan siswa belum sepenuhnya menunjukkan bahwa yang telah mereka tulis itu adalah tulisan deskripsi. Keempat hasil amatan yang telah disebutkan di atas merupakan indikasi bahwa proses pembelajaran menulis yang berlangsung di sekolah kurang efektif. Berdasarkan paparan tersebut, dalam penelitian ini permasalahan difokuskan pada peningkatan keterampilan menulis deskripsi dengan menerapkan teknik konferensi. Hal ini beranjak dari kenyataan bahwa strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif karena berupaya untuk memperoleh data verbal yang secara potensial dapat dianalisis untuk memberikan makna dan informasi sesuai dengan tujuan penelitian. Data tersebut diperoleh pada konteks latar alamiah, yakni kegiatan siswa dan guru pada pelaksanaan pembelajaran menulis deskripsi dengan teknik konferensi di kelas X SMA. Data yang sudah terkumpul, kemudian dianalisis secara induktif pada waktu penelitian atau setelah penelitian berlangsung. Hasil analisis data dinyatakan dalam deskripsi fenomena bukan selama ini lebih bersifat konvensional. penghitungan angka-angka. Hal ini sesuai dengan karakteristik penelitian KAJIAN PUSTAKA Deskripsi adalah tulisan yang bertujuan untuk kualitatif bahwa (1) latar penelitian sebagai sumber mendeskripsikan suatu objek sehingga pembaca pengambilan data bersifat alamiah, (2) bersifat seolah-seolah yang deskriptif, (3) bersifat induktif, (4) peneliti sebagai dirincikan tersebut. Mendeskripsikan objek dapat instrumen kunci, (5) memperhatikan pentingnya membuat mengumpulkan proses selain hasil, dan (6) makna merupakan hal berbagai detail, mengorganisasikan detail-detail yang esensial. Rancangan penelitian ini adalah tersebut, rancangan tindakan sebagai salah satu bentuk melihat seseorang menyeleksi sendiri mampu setiap objek detail, dan menuangkannya dalam bentuk deskripsi. Hal ini penelitian sesuai dengan yang dikatakan oleh Ellis, dkk. meningkatkan kualitas pembelajaran menulis (1989:175) bahwa mendeskripsikan suatu objek deskripsi di SMA. Dalam hal ini dinyatakan bahwa berarti melatih penulis pemula mengamati objek penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian yang dikenal, mengumpulkan berbagai detail, refleksi diri (self-reflective) secara kolektif yang mengorganisasikan, dan menyeleksi ide-ide (Ellis, melibatkan partisipasi (guru, siswa, dan kepala Volume 1, No. 2, Juli 2017 kualitatif yang bertujuan untuk 133 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi sekolah) dalam situasi sosial (termasuk penelitian dapat tercapai. pendidikan). Hal ini bertujuan untuk mengembangkan rasionalisasi dari praktik pendidikan sebagaimana HASIL DAN PEMBAHASAN Studi Pendahuluan yang mereka alami sehari-hari. Penelitian tindakan merupakan suatu pendekatan untuk meningkatkan Pada studi pendahuluan peneliti mengadakan pendidikan melalui perubahan. Dalam hal ini, guru pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran dapat termotivasi dan menyadari praktik mengajar menulis deskripsi di kelas X-3 SMA dengan teliti. mereka, kritis terhadap praktik mengajar yang Studi pendahuluan dilaksanakan pada awal tanggal dilakukan, dan siap terhadap perubahan itu. 5 Oktober 2009. Kegiatan studi pendahuluan Proses pelaksanaan tindakan dalam penelitian dimaksudkan untuk mengetahui permasalahan ini bersifat kolaboratif partisipatoris dengan guru yang dihadapi guru dan siswa berkaitan dengan kelas. Prosesnya dimulai dengan mengadakan strategi pembelajaran menulis di kelas X-3. Studi studi awal dan pencarian fakta, kemudian secara pendahuluan daur ulang (1) menyusun perencanaan, (2) perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses melakukan tindakan, (3) pengamatan, dan (4) belajar mengajar menulis di kelas, serta penilaian refleksi. proses dan dilakukan hasil untuk mengetahui pembelajaran menulis. Langkah awal kegiatan penelitian dimulai Berdasarkan studi pendahuluan tersebut, peneliti dengan kegiatan observasi terhadap pelaksanaan mengadakan refleksi awal terhadap masalah- kegiatan belajar mengajar, khususnya dalam mata masalah yang berkaitan dengan pembelajaran pelajaran menulis. Bahasa Indonesia yang kegiatan belajarnya terfokus pada pembelajaran menulis Dalam kegiatan ini, peneliti berusaha deskripsi. Selanjutnya, diadakan analisis hasil mengidentifikasi, memahami, dan merumuskan observasi dan diperoleh temuan bahwa teknik permasalahan dalam pembelajaran menulis. Dari pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang refleksi awal tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) tepat, kurang dapat mengembangkan keterampilan guru mengalami kesulitan dalam merencanakan, menulis secara maksimal, pembelajaran menulis melaksanakan, dan menilai pembelajaran menulis, lebih menekankan produk daripada proses. (2) guru masih mementingkan hasil tulisan Berdasarkan temuan tersebut, kemudian disusun daripada proses, (3) guru belum dapat menemukan suatu rencana tindakan yang diterapkan dalam teknik/pendekatan yang tepat untuk meningkatkan pembelajaran menulis. Rencana tindakan tersebut kemampuan menulis siswa, (4) guru belum dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran. memberikan kesempatan kepada siswa untuk Setelah selesai tindakan satu siklus, diadakan menentukan sendiri topik yang akan ditulis, (5) refleksi yang digunakan sebagai dasar perbaikan siswa masih mengalami kesulitan dalam proses untuk tindakan siklus berikutnya sehingga tujuan memilah, memilih, dan menyusun hal yang 134 Volume 1, No. 2, Juli 2017 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi muncul dalam skemata, (6) perhatian guru oleh guru dan peneliti dalam bentuk pembelajaran terhadap tulisan siswa belum maksimal, dan (7) menulis deskripsi dengan implementasi teknik dalam menilai karangan, guru cenderung melihat konferensi. Untuk itu, sebelumnya peneliti dan kemampuan rata-rata dan bukan kemampuan guru siswa secara individu. tindakan yang mencakup hal-hal (1) menyusun Informasi yang diperoleh bersama-sama merumuskan rancangan tentang rencana tindakan berupa RPP, yang meliputi SK permasalahan pembelajaran menulis deskripsi sampai dengan evaluasi, (2) menyusun indikator, diidentifikasi. deskriptor, Selanjutnya, masalah tersebut dan kriteria pencapaian dalam dirumuskan berdasarkan hasil penelitian yang pembelajaran menulis deskripsi, dan (3) menyusun terkait dengan pembelajaran menulis deskripsi di alat perekam/pengumpul data yang berupa SMA. Berdasarkan hasil identifikasi dan rumusan pedoman pengamatan, pedoman wawancara, dan tersebut, disusunlah rencana tindakan. format catatan lapangan. Penelitian tindakan ini bersifat partisipatoris dan kolaboratif antara peneliti Hipotesis Tindakan dan guru Bahasa Indonesia kelas X-3 . Selanjutnya, peneliti memutuskan untuk mengatasi masalah yang dihadapi dengan tindakan-tindakan sebagai berikut. 1. Guru membuat mempersiapkan pembelajaran yang pramenulis, pengedrafan, Pelaksanaan meliputi tahapan perbaikan dan 4. Guru menugaskan siswa untuk menentukan topik tulisan pada tahap pramenulis. tahap menulis partisipasi dilakukan dengan langkah-langkah (1) mendiskusikan dengan guru kelas tentang konsepkonsep pembelajaran menulis deskripsi dan teknik konferensi, (2) berdiskusi dengan guru kelas X 3. Guru memperkenalkan strategi konferensi. memulai lainnya, selaku mitra penelitian agar pemberian tindakan benar-benar efektif dan efisien. Penyiapan pelaksanaan penyuntingan, serta publikasi. 5. Guru dan penyikapan yang relatif sama. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan dan penyikapan guru kelas X Rencana Pembelajaran (RPP) secara cermat. 2. Guru Untuk itu, diperlukan kesiapan, pemahaman, lainnya pengedrafan, penyuntingan, dan revisi. 6. Guru meminta siswa memublikasi hasil tulisannya secara individu di depan kelas dengan membacakannya di depan kelas. Perencanaan Tindakan Berdasarkan temuan permasalahan pada studi merencanakan kelas X lainnya untuk membantu melaksanakan pembelajaran menulis deskripsi dengan teknik konferensi. Pelatihan dilakukan dengan intensif secara bertahap dan menyeluruh. Waktu yang digunakan ialah dengan memanfaatkan waktu istirahat, akhir jam pelajaran di sekolah, serta waktu yang ditentukan oleh guru. Rancangan tindakan tersebut pendahuluan peneliti bersama dengan guru selanjutnya merencanakan tindakan. Tindakan yang dilakukan pembelajaran yang Volume 1, No. 2, Juli 2017 pembelajaran menulis deskripsi, dan (3) memberi masukan pada guru melalui dalam disusun menjadi rancangan dilaksanakan selama dua 135 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi siklus. Setiap siklus dilaksanakan dua kali Tahap Pengamatan pertemuan. Secara umum PTK dilakukan dalam Pada tahap pelaksanaan tindakan, peneliti perencanaan, tindakan, dan refleksi. Ketiga bertindak sebagai pengamat untuk mengetahui tahapan tersebut pertemuan atau dilaksanakan siklus. pada setiap kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan Penelitian akan yang dilaksanakan oleh guru. Di samping itu, dilaksanakan sebanyak dua siklus. peneliti berperan sebagai pendamping untuk mengarahkan dan memotivasi guru agar dapat Pelaksanaan Tindakan melaksanakan tindakan sesuai dengan perencanaan Tahap ini merupakan langkah pelaksanaan rencana pembelajaran yang telah disusun peneliti bersama guru. Langkah-langkah yang dimaksud diuraikan sebagai berikut. deskripsi dengan teknik konferensi di kelas X-3 SMA Negeri 1 Kota Jantho Makmur. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan guru kelas dan peneliti. Namun, pelaksana tindakan utama adalah guru kelas X-3. Pembelajaran dilakukan mulai tanggal 6 Oktober 2009 sampai dengan 15 Oktober 2009. 2. Guru tindakan melakukan pengamatan pembelajaran secara terhadap sistematis, cermat, dan objektif. Pengamatan dilakukan secara bergantian antara peneliti dan guru secara komprehensif untuk mencatat gejalagejala yang muncul, baik yang mendukung maupun menghambat proses pembelajaran menulis deskripsi. Pengamatan dilakukan mulai dari siklus pertama sampai dengan siklus kedua. Pengamatan yang dilakukan dalam satu siklus memberi masukan 1. Guru melaksanakan pembelajaran menulis yang tindakan yang telah dirumuskan secara kolaboratif. Semua data hasil pengamatan direkam dalam bentuk catatan lapangan dan foto. Hasilnya didiskusikan peneliti dengan guru sebagai dasar perbaikan atau pemberian tindakan berikutnya. pada perencanaan tindakan yang akan dilakukan pada siklus selanjutnya. Hasil pengamatan ini kemudian didiskusikan dengan guru sehingga menghasilkan refleksi yang dapat memperbaiki perencanaan siklus selanjutnya. Kegiatan ini berlangsung seterusnya sampai pada siklus ketiga yang diharapkan telah dapat diperoleh hasil yang optimal. Pengamatan dilakukan dengan tujuan untuk mencatat berbagai data dan kendala yang dihadapi berkaitan dengan pembelajaran menulis deskripsi dengan teknik konferensi, baik yang berkaitan dengan siswa maupun guru. Pencatatan tersebut dilakukan melalui pengamatan komprehensif dengan menggunakan instrumen pengumpul data yang telah dibuat sebelumnya. Hasil pencatatan data tersebut dibahas secara saksama dan kritis antara praktisi dan peneliti. Selanjutnya, dijadikan dasar untuk melakukan rencana tindakan perbaikan pada siklus berikutnya sampai mencapai hasil yang optimal. Keberhasilan tindakan dapat dilihat dari hasil observasi setiap siklus. Jika mengalami peningkatan, tindakan dikatakan berhasil, tetapi 136 Volume 1, No. 2, Juli 2017 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi jika tidak meningkat berarti tindakan tidak berhasil Tabel 1 . Hasil Penelitian Siklus I dan perlu dianalisis penyebabnya. Jadi, tindakan No . 1. dianggap berhasil jika pembelajaran mengalami peningkatan dari pembelajaran/siklus sebelumnya. 2. Tindakan dapat pula dianggap berhasil jika 3. mencapai nilai baik dan sangat baik. 4. 5. Tahap Refleksi Pada tahap refleksi hasil pengamatan atau data lainnya yang berkaitan dengan pembelajaran menulis deskripsi dengan teknik konferensi Keterang an sangat baik % 85 Freku ensi - - Keteran gan 35 75 5 14,2% - 65 21 60% - 55 8 22,8% - 50 sangat kurang Jumlah = 2230 1 3% - 35 100% 63,7 baik cukup kurang Nilai Pada siklus pertama ini nilai rata-rata siswa adalah 63,7 dengan kualifikasi cukup. dibahas bersama antara praktisi dan peneliti secara saksama dan kritis. Setiap satu tindakan, peneliti dan guru mengadakan refleksi, Tabel 2. Hasil Penelitian Siklus II yakni No. Keterangan Nilai Frekuensi % mendiskusikan tindakan yang telah dilakukan. 1. sangat baik 85 8 22,8% Keteran gan 35 2. baik 75 22 62,8% - membahas perbedaan atau kesenjangan antara 3. cukup 65 5 14,4% - perencanaan 4. kurang 55 - - - 5. sangat 50 kurang Jumlah = 2655 - - - 35 100% 74,28 Kegiatan refleksi meliputi (1) menganalisis kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan, (2) dan pelaksanaan tindakan pembelajaran, (3) menguraikan kendala yang ditemukan pemecahan berkaitan dengan kaitannya tindakan dengan dan efektivitas pencapaian perencanaan yang telah ditetapkan. Pada siklus II nilai rata-rata siswa adalah Hasil refleksi ini dimanfaatkan untuk perbaikan 74,28 tindakan berikutnya. Berdasarkan hasil refleksi berpedoman pada nilai rata-rata yang diperoleh satu siklus, peneliti mempertimbangkan dan siswa pada siklus I dan II di atas, dapat dikatakan menentukan bahwa penerapan teknik konferensi berhasil sikap tentang perlunya siklus dengan kualifikasi baik. Dengan berikutnya sebagai tindak lanjut penyempurnaan meningkatkan siklus tersebut. Daur tindakan berhenti jika telah deskripsi. Siswa tampak antusias dan aktif dalam menunjukkan kemajuan yang berarti. kegiatan menulis, berani berkomentar hasil kemampuan siswa menulis tulisannya, terjadi perubahan sikap dan perilaku yang positif. Siswa mendapat pengalaman yang menyenangkan dan bermakna dalam hidupnya. Volume 1, No. 2, Juli 2017 137 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi mengatasi masalah-masalah yang dialami siswa. KESIMPULAN DAN SARAN Setelah Kesimpulan penelitian dilaksanakan, peneliti memberikan saran sebagai berikut: Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian tindakan kelas ini, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut. (1) Terdapat peningkatan keterampilan menulis deskripsi pada siswa kelas X-3 SMA Negeri 1 Jantho Makmur setelah diadakan penelitian keterampilan menulis deskripsi dengan teknik konferensi. Analisis data penelitian keterampilan menulis deskripsi pada siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa peningkatan sebesar 10,18%. Pada siklus I nilai 1. Guru Bahasa dan Sastra Indonesia dapat menggunakan teknik konferensi dalam pembelajaran keterampilan menulis; 2. Siswa disarankan aktif mengikuti kegiatan pembelajaran dan selalu berlatih menulis terutama menulis deskripsi; dan 3. Peneliti lain disarankan agar mengadakan penelitian lanjutan dari penelitian ini dengan teknik atau pun metode yang lain untuk menambah khasanah ilmu bahasa rata-rata 63,7% dan pada siklus II mengalami peningkatan, yaitu 74,28% dan dapat dikategorikan baik. (2) Sikap atau perilaku siswa DAFTAR PUSTAKA mengalami perubahan dari perilaku negatif menjadi perilaku positif. Kesiapan siswa dalam Akhadiah, Maidar Sakura. (1999). Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. menerima pelajaran belum terlihat pada siklus I, Jakarta: Erlangga. siswa masih memperlihatkan perilaku negatif, seperti berbicara sendiri dengan teman Akhadiah, Sabarti. (2001). Menulis 1. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. sebangkunya dan bercanda. Pada siklus II, siswa lebih aktif dan termotivasi dalam menerima Arikunto, Suharsimi. dkk. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. pelajaran, siswa menjadi lebih akrab dengan guru (peneliti) dan senang menerima pelajaran, bahkan Depdiknas. Pelaksanaan berani bertanya atau berkomentar terhadap hasil peningkatan perubahan sikap atau perilaku siswa dari perilaku negatif menjadi positif. Siswa juga mendapatkan pengalaman yang menyenangkan Ellis, Arthur, dkk. Action (1989). Elementary Hernowo. (2006). Quantum Writing: Cara nan Bermanfaat Munculnya untuk Potensi Menulis. Bandung: Mizan Learning Saran Penelitian ini dapat digunakan sebagai 138 Classroom Cliffs. New Jersey: Prentince Hall. Merangsang alternatif pembelajaran menulis Teknis Language Art Instruction: Englewood Cepat dan bermakna dalam hidupnya. Pedoman Research. Jakarta: Proyek PPM. tulisan sendiri dan hasil tulisan teman dalam mengerjakan tugas. Dengan demikian, terjadi (2001). Center. deskripsi dan Volume 1, No. 2, Juli 2017 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi Kunandar, Paul. (2008). Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Lexi Penelitian J. (2001). Kualitatif. Metodologi Bandung: PT Muslich, Masnur. (2009). Melaksanakan PTK Itu Mudah. Jakarta: Bumi Aksara. (2002). Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Malang: Universitas Negeri Malang. Parry, J.A. & Hornsby D.(1987). Write on A Conference Approach (1994). Rancangan Penelitian Tindakan Kelas. Malang : Lemlit IKIP Malang. Kualitatif dalam Pengajaran Bahasa Indonesia. Malang: UM. Syafi’ie, Remaja Rosdakarya. Nurhadi. Ahmad. Rofi’uddin, Ahmad. (2002). Metode Penelitian PT Raja Grafindo Persada. Moleong. Rofi’uddin, to Writing. Sidney: Martin Educational Horwitz Graham Books Pty. Puskur, (2006). Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMA/MA. Jakarta: Balitbang Diknas. Imam. (1998). Retorika dalam Menulis. Jakarta: Depdikbud. Syamsuddin, Vismaia. Penelitian 2006. Pendidikan Metode Bahasa. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Suparno. (2008) Tindakan Action untuk Research, Pendidik. Riset Jakarta: Grasindo. Tompkins, G.E. (1994). Teaching Writing: Balancing Process and Product. New York: Macmillan College Publishing Company. Uno, Hamzah. (2009). Model Pembelajaran, Roekhan. (1991). Menulis Kreatif: Dasar- Menciptakan Proses Belajar Mengajar Dasar dan Petunjuk Penerapannya. yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Malang: Yayasan Asih, Asah, Asuh. Aksara. Volume 1, No. 2, Juli 2017 139