Seminar Nasional Pendidikan "Pendidikan Karakter di Era Digital dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila" Nomer 1. Oktober 2023, hlm 254 - 264 ANALISIS TINDAK KEKERASAN TERHADAP TOKOH YAN DALAM CERPEN INI TENTANG YAN KARYA FARIZAL SIKUMBANG : KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Queen Tanaya Aurora ZenarayuA. Devy FitrianiA, dan Ririn SetyoriniA Pendidikan Bahasa Indonesia. FKIP. Universitas Peradaban Email: Aqueentanayaaurorazenarayu@gmail. com, ririnsetyorini91@gmail. Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis, menjelaskan dan mendeskripsikan tindak kekerasan yang dialami tokoh Yan dalam cerpen Ini Tentang Yan karya Farizal Sikumbang dengan menggunakan pendengakan sosiologi sastra. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara teknik baca dan catat, kemudian mengelompokannya ke dalam dua kategori yaitu, tindak kekerasan fisik dan tindak kekerasan Data penelitian ini berupa kutipan teks dan dialog dalam cerpen Ini Tentang Yan karya Farizal Sikumbang. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam cerpen Ini Tentang Yan karya Farizal Sikumbang terdapat tindak kekerasan meliputi: . tindak kekerasan fisik, berupa pukulan, dilempar menggunakan benda, ditendang, diikat, serta dilecuti, . tindak kekerasan psikis, berupa ancaman, ketakutan, sterotip buruk dari masyarakat, serta trauma yang mengakibatkan tidak ingin berbicara. Kata Kunci: Sosiologi, kekerasan, cerpen. Abstract This study aims to analyze, explain and describe the violence experienced by the character Yan in the short story This About Yan by Farizal Sibeetle using the echo of literary sociology. This research is a qualitative research that is descriptive. Data collection is carried out by means of reading and recording techniques, then grouping them into two categories, namely, acts of physical violence and acts of psychological violence. This research data is in the form of text quotes and dialogues in the short story Ini Dari Yan by Farizal Sikumbang. The results showed that in the short story This About Yan by Farizal Sibeetle there are acts of violence including: . acts of physical violence, in the form of blows, thrown using objects, kicked, tied, and abused, . acts of psychological violence, in the form of threats, fear, bad stereotypes from society, and trauma that results in not wanting to speak. Keywords: Sociology, violence, short stories. Pendahuluan Tindak kekerasan merupakan fenomena yang masih banyak ditemui dalam Tindak kekerasan tampak semakin meningkat baik kulaitas maupun kuantitasnya, dikutip dari kementirian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia terdapat 14. 212 kasus kekerasan yang dialami oleh korban perempuan dan laki-laki. Tindak kekerasan menimbulkan dampak yang tidak baik pada diri korban, korban dapat mengalami luka fisik bahkan luka psikis yang sulit untuk disembuhkan. Korban tindak kekerasan yang paling rentan adalah anak-anak. Tindak kekerasan terhadap anak terjadi karena berbagai faktor yaitu . faktor ekonomi seperti kemiskinan keluarga, penghasilan tidak memenuhi, memiliki banyak Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Peradaban Website: https://fkip. id/sendik-2023/ Email/ surel: seminar. fkip@gmail. com | 254 Seminar Nasional Pendidikan "Pendidikan Karakter di Era Digital dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila" Nomer 1. Oktober 2023, hlm 254 - 264 anak maupun orang tuang yang menganggur. Keluarga yang mengalami . Menikah dini atau keluarga yang belum matang secara psikologis hal tersebut menjadikan ketidaktauan bagaimana cara untuk mendidik anak maupun anak yang lahir diluar nikah. Gangguan mental yang dialami oleh orang tua bisa juga sebagai penyebab tindakan kekerasan terhadap anak. Nasib yang diterima oleh orang tua saat masa kecil ditelantarkan cenderung melakukan tindakan yang salah terhadap anaknnya. Kondisi lingkungan yang buruk. (Andini & Arifin, 2. Masyarakat sebenarnya paham akan bahaya dari tindak kekerasan, namun masyarakat masih tetap melakukannya sebab masih kurangnya sosialisiasi tentang bahaya tindak kekerasan. Salah satu wadah yang dapat digunakan untuk bahan sosialisasi tentang bahaya tindak kekerasan adalah sebuah karya sastra. Menurut Pandji Sudjiman . alam Nasution, 2. karya sastra diciptakan pengarang tentu mempunyai maksud-maksud tertentu, karya sastra tidak hanya untuk menghibur, tetapi merupakan alat menyampaikan wejanganwejanganatau nasihat, pendidikan dan Dengan karyanya seorang pengarang bermaksud menyampaikan gagasangagasannya, pandangan hidup atas kehidupan sekitar dengan cara yang menarik dan menyenangkan pembaca untuk berbuat baik. Tindak kekerasan dapat diangkat ke dalam sebuah karya sastra, sebab karya sastra merupakan cermin bagi kehidupan masyarakat sosial. Karya sastra dapat dikatakan sebagai cermin sebab karya sastra bukanlah dokumen sosiologis ataupun antarpologis melainkan tiruan kenyataan atau mimesis. Menurut Septiani . Karya sastra adalah struktur dari variasi kata dari seseorang pengarang yang ditransmisikan kepada para pecinta sastra. Kemudian karya sastra merupakan hasil dari imajinasi seseorang berdasarkan apa yang sedang dirasakannya. Sebuah kajian karya sastra yang berhubungan dengan kondisi masyakat adalah kajian sosiologi karya sastra. Kajian sosiologi karya sastra merupakan salah satu kajian sosiologi yang dikemukakan oleh Rene Wellek dan Austin Waren. Menurut Rene Wallek dan Auistin Waren . alam Sujarwa, 2019:. sosiologi karya sastra adalah kajian tentang masalah-masalah sosial yang tercermin atau tersirat dalam karya sastra maupun yang menjadi tujuan penulisan karya sastra itu sendiri. Masalahmasalah sosial itu dapat berupa politik, ekonomi, serta kondisi sosial tertentu. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Peradaban Website: https://fkip. id/sendik-2023/ Email/ surel: seminar. fkip@gmail. com | 255 Seminar Nasional Pendidikan "Pendidikan Karakter di Era Digital dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila" Nomer 1. Oktober 2023, hlm 254 - 264 Pada penelitian ini, penulis memfokuskan penelitian kepada analisis sosiologi karya sastra dalam cerpen Ini Tentang Yan karya Farizal Sikumbang. Analisis itu berupa analisis tindak kekerasan yang dialami oleh Tokoh Yan. Tindak kekerasan menurut Joanne . alam Andini & Arifin, 2. merupakan suatu perilaku sematamata yang dilakukan sesorang terhadap orang lain dengan tujuan untuk menyakiti mapun melukai psikis maupun fisik. Tindak kekerasan yang terdapat dalam cerpen Ini Tentang Yan karya Farizal Sikumbang mencerminkan tindak kekerasan yang sering terjadi pada dunia nyata. Penelitian mengenai tindak kekerasan sebatas dalam bentuk cerpen masih terbatas, dan cerpen Ini Tentang Yan karya Farizal Sikumbang menjadi salah satu kajian yang relevan. Cerpen ini berisi tentang lika-liku hidup yang dialami oleh Yan, dimana semasa hidupnya ia terus menerus mengalami tindak kekerasan. Tindak kekerasan itu dilakukan oleh ayahnya semasa ia kecil, guru dan teman di sekolahnya, serta pemuda yang ada di pasar. Landasan Teori Sosiologi Sastra Teori sastra yang mencerminkan kehidupan sosial masyarakat adalah sosiologi secara etimologi sosiologi sastra berasal dari kata sosiologi dan sastra, sosiologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Socius dan Logos. Socius berarti bersama-sama, sedangkan logos berarti sabda atau perumpamaan. Sosiologi dan sastra merupakan bidang yang berbeda, tetapi keduaya saling melengkapi (Asri, 2010: . Menurut Endraswara . alam Wahida, 2. sosiologi sastra adalah peneltian yang berfokus pada masalah manusia karena sastra sering mengungkapkan perjuangan umat manusia dalam menentukan masa depannya, berdasarkan imajinasi, perasaan, dan intuisi. Tujuan sosiologi sastra adalah masyarakat,menjelaskan bahwa rekaan tidak berlawanan dengan kenyataan. Karya sastra jelas dikonstruksikan secara imajinatif, tetapi kerangka imajinatifnya tidak bisa dipahami di luar kerangka empirisnya. Karya sastra bukan semata-mata gejala individual, tetapi juga gejala sosial (Ratna dalam Sipayung, 2. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Peradaban Website: https://fkip. id/sendik-2023/ Email/ surel: seminar. fkip@gmail. com | 256 Seminar Nasional Pendidikan "Pendidikan Karakter di Era Digital dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila" Nomer 1. Oktober 2023, hlm 254 - 264 Sosiologi sastra memiliki arti sebagai karya sastra yang mencerminkan masyarakat yang nyata serta menampilkan fakta-fakta sosial di lingkungan Menurut Wallek dsn Warren . alam Sujarwa, 2019:. sosiologi sastra dibagi menjadi tiga yaitu, . sosiologi pengarang, merupakan kajian tentang biografi pengarang, status sosial, ideologi sosial pengarang, dan segala hal lain yang berhubungan denngan kapasitas pengarang sebagai penghasil . Pengaruh sastra pada pembaca, merupakan kajian tentang persoalan pembaca dan pengaruh sosial karya sastra terhadap pembaca ataupun masayarakat pada umumnya. Sosiologi karya sastra, merupakan kajian tentang masalah-masalah sosial yang tercermin atau tersirat dalam karya sastra maupun yang menjadi tujuan penulisan karya sastra itu sendiri. pengaruh sastra terhadap pembaca, dan sosiologi karya sastra. Menurut Wellek dan Warren . alam Sujarwa, 2019:. sastra adalah institusi sosial yang memakai medium bahasa. Kajian ini didasarkan pada suatu anggapan bahwa yang diungkapkan pengarang tidak terlepas dari situasi sosial yang melingkupinya. Kondisi sosial dapat berupa keadaan ekonomi, politik, hubungan antar masyarat, dan lain-lain. Akan tetapi kondisi sosial tidak selalu berjalan dengan semestinya Kondisi sosial ini disebut dengan kondisi abnormal. Menurut Soekanto . kondisi abnormal disebabakan oleh unsur-unsur menyebabkan kekecewaan dan penderitaan, kemudian kondisi ini disebut sebagai masalah-masalah sosial. Tindak Kekerasan Tindak kekerasan merupakan suatu perilaku sematamata yang dilakukan sesorang terhadap orang lain dengan tujuan untuk menyakiti mapun melukai psikis maupun fisik (Joanne dalam Andini & Arifin, 2. Tindak Kekerasan Psikis Menurut Werdiningsih . kekerasan psikis adalah suatu tindakan penyiksaan secara verbal . eperti: menghina,berkata kasar dan koto. yang mengakibatkan menurunnya rasa percaya diri, meningkatkan rasa takut, hilangnya kemampuan untuk bertindak dan tidak berdaya. Kekerasan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Peradaban Website: https://fkip. id/sendik-2023/ Email/ surel: seminar. fkip@gmail. com | 257 Seminar Nasional Pendidikan "Pendidikan Karakter di Era Digital dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila" Nomer 1. Oktober 2023, hlm 254 - 264 psikologis meliputi perilaku yang memiliki tujuan untuk melecehkan, penyalahgunaan wewenang, mengawasi, mengambil hak orang lain, merusak benda-benda, mengisolasi, agresi verbal dan penghinaan konstan. Tindakan ini dapat mengakibatkan orang lain atau kelompok menderita fisik, mental, spiritual, dan pertumbuhan sosial. Kekerasan Fisik Kekerasan fisik adalah kekerasan yang dilakukan dengan melibatkan kontak langsung yang memiliki masuk untuk menimbulkan perasaan intimidasi, cedera,atau penderitaan fisik lain atau kerusakan Menurut Werdiningsih . menyebutkan bahwa kekerasan fisik adalah tindakan yang mengakibatkan kerusakan atau sakit fisik seperti memar, memukul, memutar lengan, menusuk, mencabik, membakar,menendang, ancaman dengan benda atau senjata, dan kekerasan. Cerpen Cerpen adalah cerita yang pendek. Namun, berapa ukuran panjang pendek itu memang tidak ada aturannya, tidak ada satu kesepakatan di antara para pengarang dan para ahli (Nurgiyantoro,2015:. Cerpen memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut: . cerpen merupakan sebuah kisahan pendek yang dibatasi oleh jumlah kata atau halaman, . cerpen biasanya memusatkan perhatiab pada peristiwa, . mempunyai satu alur, . mempunyai satu tema, . isi cerita berasal dari kehidupan sehari-hari, . kata yang mudah dipahami, . penokohan sangat sederhana. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memaparkan hasil analisis. Menurut Sugiyono . metode kualitatif deskriptif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat yang digunakan untuk meneliti pada kondisi ilmiah . dimana peneliti sebagai instrumen, teknik pengumpulan data dan dianalisis yang bersifat kualitatif lebih menekankan pada Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari dua sumber yaitu, . data Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Peradaban Website: https://fkip. id/sendik-2023/ Email/ surel: seminar. fkip@gmail. com | 258 Seminar Nasional Pendidikan "Pendidikan Karakter di Era Digital dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila" Nomer 1. Oktober 2023, hlm 254 - 264 primer berupa cerpen yang berjudul Ini Tentang Yan karya Farizal Sikumbang yang terbit tahun 2023 serta di terbitkan di laman surat kabar daring kompas. Data sekunder berupa buku dan artikel ilmiah yang relevan tentang anlisis tindak kekerasan dan dampak psikologis dalam cerpen. Teknik analisis yang digunakan dalam penulisan yaitu teknik analisis deskiptif. Menurut Sugiyono . deskiptif adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih . tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain. Artinya penelitian ini hanya ingin mengetahui bagaimana keadaan variabel itu sendiri tanpa ada pengaruh atau hubungan terhadap variabel lain seperti penelitian eksperimen atau korelasi. Keabsahan data dilakukan dengan cara membaca dan memahami isi cerpen ini tentang Yan, kemudian menganalisisnya dan mengelompokannya ke dalam dua kategori yaitu, kekerasan fisik dan kekerasan psikis. Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil Dalam cerpen Ini Tentang Yan karya Farizal Sikumbang didapati tindak kekerasan sebagai berikut: Tindak Kekerasan Psikis . Data satu: Ayah Yan memiliki sifat yang sangat tempramental, tidak ada satupun orang yang dapat melawannya termasuk ibu Yan yang notabennya adalah Hal tersebut terdapat dalam kutipan berikut: Jika Yan sudah dikuasai oleh amarah ayah tirinya itu, tidak satupun orang yang dapat mencegah. Ibunya hanya diam mematung sembari menggigit jari. Dan kami, maksudku, aku dan beberapa teman sebaya Yan, hanya menahan pedih di hati. (Ini Tentang Yan,2. Data di atas menggambarkan tindak kekerasan psikis. Hal tersebut dibuktikan dari Yan yang akan merasa terancam jika ayah tirinya sudah dikuasi oleh amarah. Data dua: Yan sangat membenci ayah tirinya itu, bagi Yan ayah tirinya mirip dengan sosok menyeramkan. Hal itu terdapat dalam kutipan berikut: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Peradaban Website: https://fkip. id/sendik-2023/ Email/ surel: seminar. fkip@gmail. com | 259 Seminar Nasional Pendidikan "Pendidikan Karakter di Era Digital dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila" Nomer 1. Oktober 2023, hlm 254 - 264 AuAku benci pada ayah tiriku. Ia hadir di saat usiaku sepuluh tahun seperti monster menakutkan. Aku tidak suka kumisnya yang tebal. Mulutnya busuk beraroma tembakau. Suaranya besar seperti bas speaker. Ia pemalas dan suka memerintah,Ay kata Yan lagi. (Ini Tentang Yan,2. Data di atas menggambarkan tindak kekerasan psikis. Hal tersebut dibuktikan dari Yan yang menggap ayah tirinya seperti monster yang menakutkan, kekerasan psikis itu terjadi akibat ayah tirinya hadir saat Yan masih diselimuti rasa duka atas kematian ayah kandunganya. Yan merasa ayah tirinya ingin menggantikan posisi ayah kandungnya serta perlakukan ayah tiri Yan yang kasar membuat Yan takut. Data tiga: Kebanyakan dari masyarakat memandang bahwa anak yang memiliki hobi menggambar atau melukis adalah anak yang usil atau malas dan tidak akan mendapatkan pekerjaan. Hal tersebut terdapat dalam kutipan berikut: Jika anak mereka memiliki hobi mengambar atau melukis, bukanlah dianggap sebagai anak yang memiliki keunggulan. Tapi hanya sinis dan dilabeli sebagai anak usil atau malas, bahkan dianggap sebagai anak yang tidak punya kerjaan. (Ini Tentang Yan,2. Data di atas menggambarkan tindak kekerasan psikis. Hal tersebut dibuktikan dari masyarakat yang menggap anak yang hobi mengambar atau melukis hanyalah anak yang usil dan malas serta anak yang memiliki masa depan suram. Perkataan tersebut akan membuat anak yang memiliki hobi dan keterampilan mengambar atau melukis termasuk Yan, menjadi tidak percaya diri untuk mengembangkan keterampilannya. Data empat: Setelah siuman. Yan sama sekali tidak bisa diajak bicara. Hal itu terdapat dalam kutipan berikut: Kala itu ia sudah siuman tapi tidak bisa diajak bicara. Ibunya bilang Yan hanya diam sehabis pingsan. Berhari-hari berikutnya Yan tetap tidak mau bicara. (Ini Tentang Yan,2. Data di atas menggambarkan tindak kekerasan psikis. Hal tersebut dibuktikan dari Yan yang tidak ingin berbicara sudah berhari-hari lamanya. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Peradaban Website: https://fkip. id/sendik-2023/ Email/ surel: seminar. fkip@gmail. com | 260 Seminar Nasional Pendidikan "Pendidikan Karakter di Era Digital dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila" Nomer 1. Oktober 2023, hlm 254 - 264 Yan tidak ingin bicara sebab pada hari sebelumnya dia mengalami pengeroyokan dan mengakibatkan trauma. Tindak Kekerasan Fisik: Data satu: Saat Yan masih kecil. Yan sering kali mendapatkan kekerasan dari ayahnya, mulai dari dipukul hingga ditendang. Hal tersebut terdapat dalam kutipan berikut: Semasa kecil. Yan sering dipukul oleh ayahnya. Dilempar pakai kayu dan terkadang ditendang sampai terpelanting ke pematang sawah, atau tersandar ke pagar rumah. (Ini Tentang Yan,2. Data di atas menggamnbarkan bahwa bentuk kekerasan fisik yang dialami oleh Yan adalah dipukul, dilempar pakai kayu dan di tendang. Pukulan dan dilempar pakai kayu dapat menyebabkan tubuh Yan luka, serta di tendang membuat Yan terpelanting sampai ke sawah atau tersandar ke pagar rumah. Data dua: Kekerasan yang dialami Yan tidak hanya dipukul. Yan juga pernah diikat pada pohon manggis. Hal tersebut terdapat dalam kutipan Yan juga pernah beberapa kali diikat pada pohon manggis tanpa baju di depan rumahnya dan tubuhnya dilecut pakai sapu lidi. (Ini Tentang Yan. Data di atas menggambarkan bahwa bentuk kekerasan fisik yang dialami oleh Yan adalah diikat pada pohon manggis dan diecuti pakai sapu lidi. Diikat pada pohon manggis dapat menyebabkan tubuh Yan terluka akibat jeratan tali yang digunakan, serta dilecuti dapat menyebabkan tubuh Yan mengalami goresan akibat sapu lidi yang digunakan untuk melecutinya. Data tiga: Saat di sekolah Yan pernah dilempari sapu lidi oleh gurunya. Hal tersebut terdapat dalam kutipan berikut: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Peradaban Website: https://fkip. id/sendik-2023/ Email/ surel: seminar. fkip@gmail. com | 261 Seminar Nasional Pendidikan "Pendidikan Karakter di Era Digital dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila" Nomer 1. Oktober 2023, hlm 254 - 264 Guru Tania, yang mengajar di sekolah dasar pernah melempar Yan dengan sapu lidi kerena keusilannya. (Ini Tentang Yan,2. Data di atas menggambarkan bahwa bentuk kekerasan fisik yang dialami oleh Yan adalah dilempar sapu lidi. Dilempar sapu lidi memiliki kemungkinan dapat membuat tubuh Yan akan memar. Data empat: Yan dikeroyok oleh para pemuda hingga terluka parah, para pemuda itu memukul Yan sampai pingsan. Hal tersebut terdapat dalam kutipan berikut: Yan terluka parah. Katanya Yan dipukul sampai pingsan waktu itu. (Ini Tentang Yan,2. Data di atas menggambarkan bahwa bentuk kekerasan fisik yang dialami oleh Yan adalah dipukul. Pukulan itu menyebabkan Yan terluka parah sampai pingsan. Pembahasan Tindak kekerasan merupakan suatu perilaku sematamata yang dilakukan sesorang terhadap orang lain dengan tujuan untuk menyakiti mapun melukai psikis maupun fisik (Joanne dalam Andini & Arifin, 2. Tindak kekerasan psikis yang dialami oleh tokoh Yan dalam cerpen Ini Tentang Yan karya Farizal Sikumbang yaitu Yan merasa terancam saat ayah tirinya dikuasi oleh amarah. Yan menganggap ayah tirinya seperti monster menakutkan karena ayah tirinya hadir saat Yan masih diselimuti rasa duka atas kematian ayah kandungny dan beranggapan bahwa ayah tirinya ingin menggantikan posisi ayah kandungnya serta perlakukan ayah tirinya yang kasar membuat Yan takut, kemudian anggapan masyarakat terhadap anak yang hobi mengambar atau melukis hanyalah anak yang usil dan malas serta anak yang memiliki masa depan suram mengakibatkan anak yang memiliki hobi dan keterampilan mengambar termasuk Yan menjadi tidak percaya diri untuk mengembangkan bakatnya, dan yang terakhir Yan tidak ingin berbicara sudah berhari-hari lamanya karena pada hari sebelumya Yan mengalami pengeroyokan yang membuatnya trauma. Selain mengalami tindak kekerasan psikis tokoh Yan juga mengalami tindak kekerasan fisik. Tindak kekerasan fisik itu berupa dipukul, dilempar pakai kayu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Peradaban Website: https://fkip. id/sendik-2023/ Email/ surel: seminar. fkip@gmail. com | 262 Seminar Nasional Pendidikan "Pendidikan Karakter di Era Digital dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila" Nomer 1. Oktober 2023, hlm 254 - 264 dan ditendang oleh ayahnya yang mengakibatkan tubuh Yan terluka bahkan memar. Yan diikat pada pohon manggis dan tubuhnya dilucuti pakai sapu lidi yang mengakibatkan tubuh Yan terluka akibat jeratan tali yang digunakan untuk mengikatnya dan luka goresan akibat sapu lidi, kemudian Yan dilempar sapu lidi oleh guru Tania yang mengaibatkan tubuhnya memar, dan yang terakhir Yan dipukuli oleh pemuda di pasar kecamatan yang mengakibatkan Yan terluka sangat parah hingga pingsan Simpulan Berdasarkan analisis yang telah dilakukan mengenai analisis tindak kekerasan terhadap tokoh Yan dalam cerpen Ini Tentang Yan karya Farizal Sikumbang, dapat disimpulkan bahwa cerpen tindak kekerasan yang dialami oleh tokoh Yan yaitu, tindak kekerasan fisik dan tindak kekerasan psikis. Tindak kekerasan fisik berupa pukulan, dilempar dengan menggunakan benda, ditendang, diikat, serta dilecuti yang mengakibatkan tubuh dari Yan mengalami luka lebam hingga berdarah. Kemudian tidak kekerasan psikis berupa ancaman, ketakukan berlebih yang mengakibatkan kebencian, sterotip buruk dari masyarakat, serta trauma yang mengakibtakan Yan tidak ingin berbicara. Daftar Pustaka AndhiniA. , & Arifin. Analisis perlindungan hukum terhadap tindak kekerasan pada anak di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, 3. Anindya. Syafira. , & Oentari. Dampak psikologis dan upaya penanggulangan kekerasan seksual terhadap perempuan. TIN: Terapan Informatika Nusantara, 1. , 137-140. Asri. Yasnur. Sosiologi Sastra: Teori dan Terapan. Padang. Tirta Mas. Kemenppa. Ringkasan kekerasan. Diakses pada 26 Juli 2023, dari https://kekerasan. id/ringkasan. Kompas. Cerpen Ini Tentang Yan Karya Farizal Sikumbag. Diakses pada 6 Juli 2023, dari https://w. id/baca/sastra/2023/06/24/initentang-yan. Nasution. Kajian sosiologi sastra novel Dua Ibu karya Arswendo Atmowiloto: Suatu tinjauan sastra. Jurnal Metamorfosa, 4. , 14-27. Nurgiyantoro. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press. Septiani. Dwi. AuMajas Dan Citraan Dalam Puisi AuMishimaAy Karya Goenawan Mohamad (Kajian Stilistik. Ay. Jurnal Sasindo Unpam. : 12-24. Sipayung. Konflik sosial dalam novel Maryam karya Okky Madasari: Kajian sosiologi sastra. Sintesis, 10. , 22-34. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Peradaban Website: https://fkip. id/sendik-2023/ Email/ surel: seminar. fkip@gmail. com | 263 Seminar Nasional Pendidikan "Pendidikan Karakter di Era Digital dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila" Nomer 1. Oktober 2023, hlm 254 - 264 Soekanto. Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung. Alfabeta. Sujarwa. Model & Pradigma Teori Sosiologi Sastra. Yogyakarta. Pustaka