Original Article Pengetahuan tidak berhubungan dengan koping premenstrual Syafira Azzahra1*. Dwi Sri Handayani1. Warsiti1 Prodi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Aisyiyah Yogyakarta Jurnal Kesehatan e-ISSN: 2502-0439 Informasi artikel Diterima : 16 Maret 2025 Revisi : 01 April 2025 Diterbitkan : 31 Juli 2025 Korespondensi nama penulis: Syafira Azzahra afiliasi: Universitas Aisyiyah Yogyakarta email : syakellyjj@gmail. *diisi editor Sitasi: Azzahra. Handayani. Warsiti, . Pengetahuan tidak berhubungan dengan koping premenstrual Jurnal Kesehatan. Vol 13. ABSTRAK Premenstrual Syndrome dapat menimbulkan gejala fisik maupun gejala psikologis remaja, hal ini bergantung pada perilaku koping yang diterapkan. Perilaku koping adaptif mengurangi dampak negative premenstrual syndrome, sebaliknya perilaku koping maladaptif memperburuk gejala serta dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Diketahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku koping premenstrual syndrome pada remaja putri. Desain penelitian metode analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 136 responden kelas XI dan XII dengan teknik Simple random sampling. Peneliti menggunakan kuesioner Pengetahuan Premenstrual Syndrome (KPPMS) dan Kuesioner Perilaku Koping Premenstrual Syndrome. Analisis data menggunakan Uji Koefisien Kontingensi dengan taraf signifikansi 0,05. Hsail penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan Premenstrual Syndrome cukup . ,2%) dan perilaku koping PMS maladaptif . ,4%). Hasil uji analisis menunjukkan nilai p=0,911 . >0,. Kesimpulan tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku koping Premenstrual Syndrome pada remaja putri, namun terdapat beberapa faktor seperti faktor ekononi dan riwayat penyakit ginekologi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi koping perilaku Premenstrual Syndrome. Kata kunci: Premenstrual Syndrome. Pengetahuan. Perilaku Koping. Remaja ABSTRACT Premenstrual Syndrome can cause physical symptoms and psychological symptoms of adolescents, this depends on the coping behavior applied. Adaptive coping behavior reduces the negative impact of premenstrual syndrome, whereas maladaptive coping behavior worsens symptoms and can interfere with daily activities. The relationship between the level of knowledge and coping behavior of premenstrual syndrome in adolescent girls is known. Research design of correlational analytic method with cross sectional approach. The research sample was 136 respondents of class XI and XII with simple random sampling technique. Researchers used the Premenstrual Syndrome Knowledge Questionnaire (KPPMS) and the Premenstrual Syndrome Coping Behavior Questionnaire. Data analysis used the Contingency Coefficient Test with a significance level of 0. The results showed that the level of knowledge of Premenstrual Syndrome was sufficient . 2%) and PMS coping behavior was maladaptive . 4%). The result of analysis test showed p=0. >0. The conclusion is that there is no relationship between the level of knowledge and coping behavior of Premenstrual Syndrome in adolescent girls, but there are several factors such as economic factors and a history of gynecological diseases. Further research needs to be done on factors that influence the coping behavior of Premenstrual Syndrome. Keywords: Premenstrual Syndrome. Knowledge. Coping Behavior. Adolescents Pendahuluan 38,45%. Namun pada tahun 2019 Premenstrual Syndrome (PMS) PMS 58,1%. Prevalensi PMS di Indonesia semakin reproduksi pada wanita usia produktif meningkat dan sekitar 80% wanita usia termasuk usia remaja (Fadhilah & remaja mengalami gejala PMS yang Herdiman, 2. PMS adalah kondisi di dapat mengganggu kehidupan sehari- hari (Husna et al. , 2. Angka perubahan fisik yang muncul sekitar 7- kejadian PMS di Yogyakarta dari tahun 10 hari sebelum menstruasi. Selain 2016-2020 semakin tinggi yaitu dari PMS 32,8%, kemudian bertambah menjadi 42,5%, dan semakin tinggi menjadi psikologis, dan perilaku wanita yang Gejala memengaruhi aktivitas sehari-hari dan (Nugraha Trisetyaningsih. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh American College of menstruasi selesai (Ambarita et al. Obstetricians and Gynecologist bahwa sedikitnya 85% dari wanita menstruasi World Health Organization (WHO) mengalami minimal satu dari gejala terdapat lebih dari separuh penduduk PMS dan umumnya terjadi pada wanita dunia berusia dibawah 25 tahun dan usia 14-50 tahun dengan gejala yang 80% dari mereka tinggal di Negara bervariasi (Nuvitasari et al. , 2. Prevalensi penderita PMS Penyelesaian masalah biasanya muncul di dunia menurut penelitian Fatimah ketika individu merasa ada langkah . di negara Libanon sebesar konstruktif yang dapat diambil untuk 54,6% dan di negara Srilanka sebesar menghadapi situasi tersebut, hal ini 65,7%. Kemudian prevalensi PMS di negara Iran sebesar 98,2%, di negara (Pitaloka & Mamahit, 2. Brazil sebesar 39%, di negara Australia Penelitian oleh Negi & Kumari sebesar 44% dan di negara Jepang sebesar 34% (Husna et al. , 2. hubungan antara pengetahuan tentang Gangguan menstruasi di Indonesia pada tahun 2020 yang terjadi sebesar perilaku Instrumen Hasil penelitian ini sama Kuesioner Pengetahuan Premenstrual dengan penelitian sebelumnya yang Syndrome (KPPMS) dan Kuesioner menunjukkan adanya hubungan antara Perilaku Koping PMS. Namun Kuesioner berbeda dengan penelitian Setiyowati et al. dalam penelitian ini merupakan alat ukur yang diadopsi menunjukkan hasil bahwa Tidak ada peneliti dari penelitian Handayani dkk. yang terdiri dari 20 pertanyaan pengetahuan premenstrual syndrome multiple choice yang disusun dalam dengan upaya mengatasi premenstrual bentuk pertanyaan dengan 5 pilihan syndrome pada remaja putri. jawaban A. Alat ukur sudah (KPPMS) dilakukan uji validitas dan reliabilitas tertarik untuk melakukan penelitian Alfa Cronbach dengan nilai =0,674. Kuesioner Perilaku Koping PMS ini berisi pengetahuan dengan perilaku koping 37 pertanyaan dengan skala interval Premenstrual Syndrome (PMS) pada dilakukan uji pakar (Exper. kepada ahli remaja putri. keperawatan maternitas. Pengukuran Dari skala CVI (Content Validity Inde. dihitung dengan rumus jumlah ahli Metode Penelitian yang memberikan peringkat 3 atau 4 Penelitian 1,00 yaitu validitas tinggi . angat bai. Data seluruh kelas XI dan XII dengan teknik pengetahuan PMS, dan perilaku koping didapatkan 136 responden sebagai validitas penelitian dengan Nilai CVI di Yogyakarta. Populasi penelitian Ini ke nilai 0 dan 1 untuk setiap item hasil sebuah sekolah menengah atas negeri Kemudian skala pengukuran dikonversi korelasional dengan pendekatan cross PMS. Analisis data menggunakan Uji Hasil Koefisien Kontingensi untuk menguji Hasil hipotesis dengan skala table 1 mayoritas responden . ,2%) ordinal dan nomina, nilai siknifikansi remaja akhir, mayoritas responden yang ditentukan peneliti adalah 0,05. ,5%) Uji ini untuk mengetahui hubungan seluruh responden . %) meyakini antara tingkat pengetahuan dengan bahwa gejala PMS dapat diatasi atau perilaku koping PMS pada remaja putri. Penelitian ini telah mendapat surat laik . ,0%) memiliki keluarga yang sangat Universitas peduli terhadap gejala PMS, mayoritas Yogyakarta responden . ,2%) mencari bantuan No. 4053/KEP-UNISA/XI/2024 pada 30 atau dukungan ke orangtua, mayoritas Oktober 2024. AoAisyiyah ,1%) Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Karakteristik responden Frekuensi . N=136 Usia Remaja Awal Remaja Madya Remaja Akhir Usia Menarche Early Menarche Normal Late Menarche Keyakinan gejala PMS dapat diatasi/diturunkan Yakin Tidak Yakin Respon Keluarga terhadap gejala PMS Sangat peduli dan membantu meredakan gejala PMS Tidak terlalu peduli Mengabaikan atau tidak menanggapinya Bantuan/Dukungan sosial saat mengalami gejala PMS Keluarga/Orangtua Teman Dekat Pasangan Lainnya (Diri Sendiri. Google. Tidak ad. Keaktifan dalam organisasi Tidak Persentase (%) Tabel responden . ,2%) dan jumlah paling dengan pengetahuan cukup memiliki sedikit dengan pengetahuan kurang sebanyak 23 responden . ,9%). Tabel 2. Distribusi Skor Pengetahuan Premenstrual Syndrome (PMS) Pengetahuan PMS Frekuensi . Persentase (%) Baik (Ou 16,. Cukup (> 11,241 - < 16,. Kurang (O 11,. Total Tabel banyak yaitu 74 responden . ,4%) responden dengan perilaku koping PMS dan untuk perilaku koping PMS adaptif sebanyak 62 responden . ,6%). Tabel 3. Distribusi Skor Perilaku Koping Premenstrual Syndrome (PMS) Perilaku Koping PMS Frekuensi . Persentase (%) Adaptif (Ou 106,. Maladaptif (< 106,. Total Tabel 4. dapat diketahui bahwa 136 (PMS) dengan Perilaku Koping PMS responden menunjukkan sebanyak 13 pada Remaja Putri. Hal ini dikarenakan . ,0%) setiap individu memiliki cara yang pengetahuan PMS kategori baik dan berbeda dalam menghadapi stres dan perilaku koping PMS ketegori adaptif, mereka memiliki pengetahuan yang dengan pengetahuan PMS kategori baik, strategi koping yang mereka kurang dan perilaku koping PMS gunakan belum tentu efektif (Negi & ketegori adaptif. Hasil uji hipotesis Kumari. Kontingensi secara statistik seperti disajikan pada tabel 4 yang di peroleh P-Value dukungan keluarga mungkin lebih sebesar 0,911 (P > 0,. maka Ha berpengaruh terhadap perilaku koping ditolak. H0 diterima yang artinya tidak PMS dibandingkan dengan tingkat ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (Nuvitasari et al. , 2. ,7%) Koefisien Pengetahuan Premenstrual Syndrome PMS. Pengaruh Tabel 4. Tabulasi Silang antara Pengetahuan Premenstrual Syndrome (PMS) dengan Perilaku Koping PMS Perilaku Koping PMS Total Adaptif Maladaptif Pengetahuan PMS P-Value (C 106,. (< 106,. Baik 21,0 14 (Ou 16,. Cukup 61,3 48 (> 11,241 - < 16,. 0,911 Kurang 17,7 12 (O 11,. Total 62 100,0 74 100,0 136 100,0 Pembahasan Gambaran tingkat pengetahuan (Adiputra et al. , 2. tentang Premenstrual Syndrome Dari hasil penelitian ini didapatkan PMS Rahmayanti et al. telah (PMS) pada remaja putri sebagian besar remaja putri di SMKN 9 PMS Kota Tangerang responden kelas XI dan XII mayoritas pengetahuan yang tergolong cukup terdapat pada kategori pengetahuan hingga baik, salah satu faktor yang cukup paling banyak yaitu 63,2% dan akses informasi, dimana remaja yang pengetahuan kurang sebanyak 16,9%. mendapatkan informasi dari berbagai Pengetahuan keingintahuan individu yang diperoleh pendidikan kesehatan, dan penyuluhan cenderung memiliki pemahaman yang berkembang berdasarkan pengalaman Handayani et al. menyatakan kategori, mulai dari tahu . pengetahuan lebih tinggi tentang PMS hingga evaluasi . Semakin cenderung lebih siap dalam mengenali tinggi tingkat pengetahuan seseorang, dan mengelola gejalanya. Hal ini sesuai semakin baik ia dapat memahami dan dengan temuan Astikasari & Kofi, . Studi Pengetahuan dibagi menjadi enam PMS. PMS berpengaruh semua remaja memiliki kemampuan individu dalam menghadapi perubahan memilah informasi yang benar dan fisik dan psikologis selama periode berbasis ilmiah. Selain itu, stigma sosial Riset Fibrianti et al. tentang pembahasan menstruasi juga . masih menjadi kendala bagi remaja pengetahuan remaja yang baik lebih mampu mengenali gejala PMS yang mereka alami sehingga mempengaruhi Gambaran perilaku koping dalam sikap mereka dalam menghadapi PMS. Peneliti Premenstrual Syndrome (PMS) pada remaja tingkat pengetahuan PMS pada remaja putri masih cukup bervariasi. Hal ini Data dapat disebabkan oleh berbagai faktor didapatkan bahwa perilaku koping PMS seperti sumber informasi yang terbatas, responden kelas XI dan XII mayoritas terdapat pada kategori perilaku koping reproduksi di sekolah, atau kurangnya akses terhadap media edukatif yang banyak yaitu 54,4% dan untuk perilaku membahas PMS secara menyeluruh. koping PMS adaptif sebanyak 45,6%. Dengan Keten Edis & Keten . telah PMS melakukan studi dengan hasil sebagian bergantung pada faktor edukasi, akses besar remaja menggunakan kombinasi strategi koping, baik yang berbasis solusi maupun berbasis pengaturan penyuluhan kepada remaja. Peneliti Perilaku rendahnya pemahaman tentang PMS strategi yang digunakan seseorang untuk menghadapi situasi stres atau perubahan fisiologis dan psikologis Perilaku koping terdiri dari maupun keluarga. Meskipun informasi Problem-Focused Coping (PFC) yang tentang PMS dapat diakses dengan berfokus pada tindakan nyata untuk mudah melalui internet, namun tidak mengatasi stres atau masalah yang dihadapi, misalnya dengan olahraga bergizi atau makan sangat sedikit dapat teratur, konsumsi makanan sehat, dan mencari informasi kesehatan. Emotion- Kebiasaan makan seperti tinggi gula. Focused Coping (EFC) berfokus pada garam, kafein, minuman berkarbonasi, pengelolaan emosi saat menghadapi stres, seperti meditasi, relaksasi, atau menyebabkan PMS. Aktivitas fisik yang mencari dukungan sosial (Susantyo et tidak seimbang dapat mempengaruhi , 2. Peneliti mempunyai hasil bahwa PMS. PMS. Aktivitas Tingkat aktivitas fisik yang berbagai bentuk perilaku koping, baik yang bersifat positif seperti olahraga menurunkan pengeluaran energi dan dan pola makan sehat, maupun yang dapat mempengaruhi keseimbangan kurang adaptif seperti menarik diri dari Selain itu tingkat stres atau tekanan dari kelas dapat memengaruhi self-blame strategi koping yang dipilih oleh remaja . etidakberdayaan atas masalah yang Hal (Nuvitasari et al. , 2. Remaja dengan tekanan kelas temuan Riadi . yang menyatakan bahwa remaja cenderung memiliki gaya strategi koping berbasis emosi, seperti koping yang beragam, tergantung pada menarik diri atau mengabaikan gejala, tingkat stres dan dukungan sosial yang dibandingkan dengan mereka yang mereka terima. Riset yang dilakukan memiliki tekanan kelas lebih ringan. oleh Husni et al. menemukan Dampak perilaku koping yang kurang PMS dukungan sosial lebih besar cenderung peningkatan tingkat stres, kecemasan, memiliki perilaku koping yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang merasa kurang atau tidak mendapatkan (Nuvitasari et al. , 2. Dampak Eksperimen yang dilakukan perilaku koping yang baik pada PMS oleh Barus et al. mengatakan adanya peningkatan kesadaran dan mengkonsumsi makanan yang sangat kesejahteraan psikososial, peningkatan regulasi emosi, tingkat stres menurun, reponden pengetahuan PMS dalam lebih proaktif terhadap masalah, dan kategori cukup dengan perilaku koping pengelolaan stres lebih baik (Husni et PMS , 2. 64,9%, Peneliti berasumsi bahwa perilaku persentasi pengetahuan PMS dalam koping dipengaruhi oleh pola kebiasaan kategori baik dengan perilaku koping PMS Remaja yang terbiasa mengabaikan gejala PMS atau merasa kurang bahkan memiliki persentase pengetahuan PMS tidak memiliki dukungan sosial yang dalam kategori kurang dengan perilaku koping PMS dalam kategori maladaptif koping yang kurang efektif, seperti sebanyak 16,2%. Riset oleh Pabebang menarik diri dari lingkungan sosial atau mencari solusi yang efektif. Edukasi 18,9%, mengenai peningkatan koping adaptif seperti teknik relaksasi, pengelolaan penelitian ini responden yang memiliki Pada maladaptif masih tinggi, hal ini karena aktivitas fisik dalam mengurangi gejala PMS. mempengaruhi koping maladaptif yakni Hubungan Tingkat Pengetahuan kurangnya dukungan sosial, kurangnya tentang Premenstrual Syndrome interaksi sosial, usia, dan jenis kelamin (PMS) dengan Perilaku Koping (AsyAoari, 2. PMS pada remaja putri Masalah pada masa remaja salah Hasil penelitian ini tidak ada satunya yaitu saat remaja ingin tetap mendapatkan perhatian, namun juga pengetahaun PMS dengan perilaku ingin merasakan kebebasan dari apa koping PMS di peroleh P-Value sebesar yang mengaturnya selama masa anak- 0,911 (P > 0,. Berdasarkan hasil anak, sehingga hal tersebut dapat mendorong remaja untuk melakukan pemberontakan serta penyimpangan. menghadapi masalah, remaja putri Banyak informasi yang didapat ketika syndrome (PMS) dapat memperluas permasalahan-permasalahan kesadaran dan pengetahuan mereka media cetak atau elektronik (Chandra & maupun tantangan yang akan muncul. Hendrati, 2. Dengan demikian. Remaja meskipun pengetahuan tentang PMS untuk merespon masalah yang sedang penting, faktor lain seperti dukungan sosial, pengalaman pribadi, strategi kondisi pada saat itu juga. Remaja manajemen, stres, tingkat ekonomi memiliki emosional dan keyakinan yang keluarga, remaja dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, terapi relaksasi keputusan, membuat remaja perlu dan gaya hidup dapat berperan dalam khusus dari teman atau orang dewasa. PMS. Pola seperti orang tua. Remaja juga memiliki keluarga kurang baik, remaja bisa jadi mengatasi masalah yang dirasakan enggan mencari dukungan sosial atau (Ardyani & Komara, 2. Mekanisme berbagi pengalaman mengenai PMS, koping pada remaja juga dipengaruhi oleh faktor ekstrinsik salah satunya mengandalkan metode koping yang yaitu suku (Ihsan et al. , 2. Cara responden yang memiliki dukungan berbeda-beda Dukungan tergantung pada sumber mekanisme koping yang tersedia misalnya dari segi mengandalkan keluarga atau teman ekonomi, bakat atau kemampuan yang sekadar mengandalkan pengetahuan mencari dukungan sosial dan motivasi (Ardyani & Komara, 2. Setiap orang memiliki mekanisme PMS Oleh menyeluruh dalam edukasi kesehatan keterampilan lingkungan sekolah atau komunitas Guru dan tenaga pendidik juga strategi manajemen stres yang efektif (Husni et al. , 2. terbuka mengenai PMS yang dapat Peneliti dalam kurikulum kesehatan reproduksi perbedaan dalam perilaku koping ini atau mengadakan seminar terkait atau dapat disebabkan oleh faktor eksternal menambahkan jam kegiatan berupa Misalnya. PMS. Peneliti menyarankan bagi peneliti lain untuk meneliti lebih lanjut mengenai faktor- memiliki pengetahuan tinggi tentang faktor yang mempengaruhi perilaku PMS tetapi hidup dalam lingkungan PMS, mentalnya mungkin tetap mengalami kesulitas dalam mengatasi PMS. Selain remaja mengenai PMS. itu, adanya makanan cepat saji dan Keterbatasan penelitian ini yaitu gaya hidup modern yang kurang sehat membentuk kebiasaan koping yang bertabrakan dengan kegiatan yang ada sekolah dan izin jam pelajaran yang sulit sehingga dalam pengambilan data Kesimpulan membutuhkan waktu yang lebih lama Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara pengambilan data skrining sebanyak 180 responden maupun pengambilan perilaku koping PMS Pada Remaja Putri. data inklusi sebanyak 136 responden. PMS Jumlah asisten seharusnya ada 6 Saran asisten penelitian namun berhalangan Bagi perawat diharapkan dapat hadir dan hanya bisa 1 orang yang membantu dalam 1 hari saja, lainnya PMS secara lebih aktif, terutama di pendamping, hal itu mempengaruhi Ambarita. Mariati. Siburian, efisiensi dan kelancaran pengambilan , & Waworuntu. PMS Jam penelitian yang diberikan . remenstrual Jurnal Ilmiah Simantek, 7. , 241Ae memahami pernyataan kuesioner hal ini dibuktikan saat penelitian beberapa https://w. responden meminta penjelasan lebih org/index. php/JIK/article/vie lanjut mengenai beberapa pertanyaan. w/448 Faktor tentang tingkat ekonomi dan Ardyani. , & Komara. Mekanisme koping pada remaja di desa Ragajaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor. Indonesian Journal of Nursing Scientific, 1. , 43Ae50. https://journal. id/index. kesehatan sejak dini. /ijons/article/view/10 Astikasari. , & Kofi. Daftar pustaka Analisis Adiputra. Trisnadewi. Oktaviani. Munthe. Hulu. Budiastutik. Faridi, . Ramdany. Fitriani. Journal for Quality in Tania. Rahmiati. WomenAos Health (JQWH), 5. , 8Ae Lusiana. Susilawaty. Sianturi. , & Suryana. https://doi. org/https://doi. org/10. Metodologi Penelitian Kesehatan. 30994/jqwh. Yayasan Kita Menulis. AsyAoari. Analisis https://repositori. Faktor Mekanisme Koping pada id/19810/1/2021_Boo Pasien k Chapter_Metodologi Penelitian Husada Madura. Kesehatan. ODGJ. STIKES Ngudia Barus. Fuad. , & Siregar. The role of diet, physical php/jtm/issue/archive activity, and level of stress with the Handayani. Hapsari. , & incident of premenstrual syndrome Widyandana. Pendidikan (PMS) in adolescent women. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 1. , 462Ae https://jicnusantara. com/index. JHeS p/jiic (Journal of Health Studie. , 4. Chandra. , & Hendrati. The 106Ae117. https://doi. org/10. 31101/jhes. and knowledge of premenstrual Husna. Rahmi. Safitri. , & syndrome (PMS) with anxiety in Andika. Analisis faktor Media Gizi Kesmas, 12. , 558Ae565. https://doi. org/10. 20473/mgk. remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Fadhilah. , & Herdiman. Pidie. Journal Healtcare Hubungan Tingkat stres dengan Technology and Medicine, 8. , 35Ae47. https://jurnal. id/index. Universitas JHTM/article/download/1938/1040 Tarumanagara. Jurnal Kesehatan Andalas, 11. Husni, 147Ae151. Asnuriyati. Diploma, https://doi. org/https://doi. org/10. Banjarmasin, 25077/jka. Pelatihan Studi Kesdam . Fibrianti. Yanti. , & Dewi. koping sebagai solusi masalah . Hubungan pengetahuan psikososial pada remaja di SMPN 1 dengan sikap remaja putri dalam Tabunganen. menghadapi PMS (Premenstrual Development Journal, 5. , 760Ae Syndrom. Journal Communnity Transformation of Mandalika, 4. https://doi. org/https://doi. org/10. http://ojs. 31004/cdj. Ihsan. Dewi. , & Wahyuni. Seyegan. Informasi Dan Promosi . Mekanisme koping dan Kesehatan, prestasi belajar mahasiswa yang https://doi. org/10. 58439/ipk. ikut dan yang tidak ikut organisasi. Jurnal Ilmiah Ners Indonesia, 1. , 2. , 78Ae90. Nuvitasari. Susilaningsih, & 55Ae67. Kristiana. Tingkat Keten Edis. , & Keten. Premenstrual premenstrual syndrome pada siswi experiences and coping levels of SMK Islam. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ), 109Ae116. method study. Bezmialem Science, https://doi. org/https://doi. org/10. 26714/jkj. 308Ae314. https://doi. org/10. 14235/bas. Pabebang. Manggapi. , & Kelong. Faktor-Faktor Negi. , & Kumari. descriptive study to assess the mekanisme koping pada lansia di knowledge regarding premenstrual Lembang syndrome and coping behaviour Kecamatan Kapalapitu Kabupaten Toraja Utara tahun 2019. Jurnal selected nursing college of District Ilmiah Kesehatan Promotif (LPPM). Solan Himachal Pradesh with view https://doi. org/https://doi. org/10. International Journal of Benteng KaAodo 157Ae169. 56437/jikp. Science and Research, 11. , 324Ae Pitaloka. , & Mamahit. Problem-focused coping https://doi. org/10. 21275/SR22105 pada mahasiswa aktif fakultas pendidikan dan bahasa Universitas Nugraha. , & Trisetyaningsih. Katolik Indonesia . Hubungan aktivitas fisik Jakarta. JKI Indonesi. , http://ejournal. id/inde (PMS) menengah pertama (SMP) Negeri 1 php/JKI Atma Jaya (Jurnal Konseling 6. , 41Ae49. Rahmayanti. Wibisono, strategi coping keluarga penerima Faridah, . Hubungan COVID-19 di Kota Bogor. Depok. Bekasi, dan Tangerang Selatan (R. remaja putri di SMKN 9 Kota Erwinsyah . 1st ed. Tangerang. Puslitbangkesos Jurnal Dunia Ilmu Kesehatan (JURDIKES), 1. , 50Ae Sosial RI bekerjasama P3KS Press. https://doi. org/10. 59435/jurdikes. Riadi. March . Strategi Koping. Kajian Pustaka.