AL-MUHITH JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN HADITS E-ISSN: 2963-4024 . edia onlin. P-ISSN : 2963-4016 . edia ceta. DOI : 10. 35931/am. MAKNA TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL QS. AR RAHMAN 55: 1-3 DAN QS. AL ANFAAL 8: 46 TENTANG SYUKUR DAN SABAR Darmawi Institut Darul Ulum Sarolangun darmawisantoso@gmail. Mawardi Institut Darul Ulum Sarolangun mawardi@staidusar. Husni Hidayat Institut Darul Ulum Sarolangun husnindah@gmail. Syukri Ismail Institut Agama Islam Yasni Bungo syukriismail@iaiyasnibungo. Abstrak Makna tekstual mengacu pada interpretasi literal ayat-ayat tersebut, sementara makna kontekstual mempertimbangkan latar belakang historis dan situasional di sekitar penurunan ayat tersebut. Dalam Qs. Ar-Rahman ayat 1-3, ayat-ayat tersebut menyoroti keajaiban ciptaan Allah yang meliputi penciptaan langit, bumi, dan segala sesuatu di antaranya, serta rahmat-Nya yang meluas kepada semua makhluk. Dari segi kontekstual, ayat-ayat ini menggambarkan kebesaran dan rahmat Allah yang berkuasa atas alam semesta, serta sebagai seruan kepada manusia untuk mengenali dan bersyukur kepada-Nya. Di sisi lain. Qs. Al-Anfal ayat 46 menekankan pentingnya ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta memerintahkan umat Islam untuk bersabar dan bertakwa dalam menghadapi ujian dan konflik. Secara kontekstual, ayat ini terkait dengan konteks perang Badar dan memberikan arahan kepada kaum Muslimin dalam menghadapi tantangan dengan keberanian dan kepatuhan kepada ajaran agama. Dengan memahami baik makna tekstual maupun kontekstual dari ayat-ayat ini, umat Islam dapat mendapatkan petunjuk dan inspirasi dalam menjalani kehidupan mereka sehari-hari sesuai dengan ajaran Al-Qur'an. Kata Kunci: Tekstual. Kontekstual. Ayat-Ayat Abstract Textual meaning refers to the literal interpretation of the verses, while contextual meaning considers the historical and situational background surrounding their revelation. In Surah Ar-Rahman, verses 1-3, the verses highlight the wonders of Allah's creation, including the creation of the heavens, the earth, and everything in between, as well as His mercy extending to all creatures. Contextually, these verses illustrate the greatness and mercy of Allah, who rules over the universe, and serve as a call to humanity to recognize and be grateful to Him. On the other hand. Surah Al-Anfal, verse 46, emphasizes the importance of obedience to Allah and His Messenger, and commands Muslims to be patient and pious in the face of trials and conflicts. Contextually, this verse relates to the Battle of Badr and provides guidance to Muslims in facing challenges with courage and adherence to religious teachings. By understanding both the textual and contextual meanings of these verses. Muslims can gain guidance and inspiration in living their daily lives in accordance with the teachings of the Quran. Keywords: Textual. Contextual. Verses Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Darmawi. Mawardi. Husni Hidayat. Syukri Ismail: Makna Tekstual Dan Kontekstual Qs. Ar Rahman 55: 1-3 dan Qs. Al Anfaal 8: 46 Tentang Syukur dan Sabar A Author. 2025 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. PENDAHULUAN Pesan-pesan Alquran yang universal seringkali berhadapan dengan realitas kehidupan bermasyarakat yang beragam. Karenanya diperlukan berbagai pendekatan dalam merefleksikan nilai-nilai Alquran agar aktualisasi nilai-nilai Alquran di dalam masyarakat berjalan seiring dengan Kata AutekstualAy berasal dari Bahasa Inggris textual yang berarti relating to a found in or relating to the main body of a book or essay, . erkenaan dengan topik. berdasarkan teks atau naska. 1 Setelah melihat makna kata tekstual secara etimologi, maka bisa dirumuskan bahwa pemahaman tekstual berarti memahami dalil-dalil agama baik dari QurAoan maupun Hadis berdasarkan makna lahiriah, asli, atau sesuai dengan arti secara bahasa. Dengan kata lain, pendekatan tekstual adalah sebuah pendekatan studi QurAoan atau Hadis yang menjadikan lafallafalnya sebagai obyek. Pendekatan ini menekankan analisisnya pada sisi kebahasaan dalam memahami QurAoan. Pendekatan ini banyak dipergunakan oleh ulama - ulama salaf dalam menafsiri QurAoan dengan cara menukil Hadis atau pendapat ulama yang berkaitan dengan makna lafal yang sedang dikaji. Sedangkan kata AukontekstualAo berasal dari kata contextual . yang berarti: the part of a written discourse in wick a certain word, neccessary to point the meaning as . agian suatu uraian atau kalimat yang dapat mendukung atau menambah kejelasan makna penting untuk menunjukkan makna. Dalam penjelasan lain Kontekstual, secara etimologis, berasal dari kata benda bahasa Inggris AucontextAy, yang berarti AusuasanaAy atau AukeadaanAy atau kondisi. Dalam penjelasan lain disebutkan ia berarti situasi di mana suatu peristiwa terjadi. 3 Dari uraian di atas dapat dirumuskan bahwa pemahaman tekstual dan kontekstual adalah sebuah pendekatan studi QurAoan atau Hadis yang menjadikan lafal - lafalnya sebagai obyek sedangkan kontekstual adalah cara memahami hukum - hukum syaraAo dari dalil-dalil agama baik dari al-QurAoan maupun al-Hadis dengan pendekatan non kebahasaan, akan tetapi melalui pemahaman yang berdasarkan konteks, situasi dan kondisi ketika teks . itu muncul, hal tersebut bisa dengan pendekatan historis, sosiologis, antropologis bahkan pendekatan psikologis. Muh Zuhri Abu Nawas. AuTeknik Interpretasi Tekstual Dan Kontekstual,Ay Jurnal al-Asas. Vol. II no. : h. Nawas, h. Andri Afriani and Firad Wijaya. AuPendekatan Tekstual Dan Kontekstual Dalam Study Hadist,Ay ALIFBATA: Journal of Primary Education 1, no. 1 (January 12, 2. : h. https://doi. org/10. 51700/alifbata. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Darmawi. Mawardi. Husni Hidayat. Syukri Ismail: Makna Tekstual Dan Kontekstual Qs. Ar Rahman 55: 1-3 dan Qs. Al Anfaal 8: 46 Tentang Syukur dan Sabar Maka pada kesempatan ini penulis mencoba mendeskripsikan Studi tekstual dan konstekstual Al-QurAoan dan Hadis Pendidikan dengan tema Studi tekstual dan konstekstual AlQurAoan surat Ar-Rahman . :1-. ao a a ao AyA AeEII a aIA Ay aEac aI EIC I aIA AeIA Aa acE IA Ay aEa aC IA Artinya: 1. (Tuha. Yang Maha Pemurah, 2. Yang telah mengajarkan al Quran 3. Dia menciptakan manusia. (Qs. Ar-Rahman, 55:1-. Pada ayat pertama kata "Ar-Rahman" adalah salah satu nama Allah yang agung. Secara bahasa. Ar-Rahman berasal dari akar kata rahmah (A)e aIA a yang berarti kasih sayang. 5 Ar-Rahman berarti Yang Maha Pengasih, kasih sayang-Nya meliputi seluruh makhluk, baik orang beriman maupun yang tidak beriman, manusia, hewan, tumbuhan, seluruh ciptaan. Dalam konteks ayat ini. Allah memperkenalkan diri dengan sifat Ar-Rahman untuk menekankan bahwa semua nikmat yang disebutkan dalam surat Ar-Rahman . eperti penciptaan manusia, pengajaran Al-Qur'an, alam semest. bersumber dari kasih sayang Allah. Artinya: Segala kebaikan yang kita rasakan adalah bentuk rahmat-Nya. Bahkan Al-Qur'an . ebagai petunjuk hidu. diberikan karena kasih sayang Allah SWT. kemudian Allah membuka surat ini dengan nama penuh kasih untuk menunjukkan bahwa isi surat ini adalah bukti nyata dari rahmatNya. Pada ayat kedua. Secara teks, "Allama" berarti mengajarkan, dan "al-Qur'an" adalah kitab suci umat Islam. Maka ayat ini bermakna: Allah-lah yang mengajarkan Al-Qur'an kepada manusia. Mengajarkan di sini mencakup: Memberi wahyu kepada Nabi Muhammad AA. Membimbing manusia memahami isi dan hikmah Al-Qur'an. Memudahkan manusia untuk mempelajari dan mengamalkan Al-Qur'an. Dalam konteks surat Ar-Rahman, ayat ini menjelaskan bentuk nyata kasih sayang Allah. Setelah Allah memperkenalkan diri sebagai Ar-Rahman (Yang Maha Pengasi. di ayat pertama, langsung disebut bahwa salah satu rahmat terbesar Allah adalah mengajarkan Al-Qur'an. Quran NU Online. AuAl-Quran Online Terjemah Dan Tafsir Bahasa Indonesia,Ay Nuonline, accessed July 10, 2025, https://quran. Ali Mustofa and Ragil Saifulloh. AuTafsir Surat Ar-Rahman Ayat 1-4 : Karakteristik Guru,Ay Qolamuna : Jurnal Studi Islam 3, no. 1 (July 1, 2. Mega Nanda Aprilia. AuFenomena Bertemunya Dua Laut Perspektif Tafsir Al- JawAhir F Tafsr AlQurAo An Al- Karm Dan Tafsir Al- AyAt Al- Kauniyyah F Al-QurAo An Al- Karm Dalam Qs. Ar- Rahman Ayat 19-20Ay . IAIN SALATIGA, 2. , http://e-repository. id/22352/. Beril Al Ghozaly and Ach Fauzi Aziz. AuFilosofi Dibalik Takrar FabiAoayyi AlaAoi Rabbikuma Tukazziban Dalam Qs. Ar-Rahman. Perspektif Tafsir Ar-Razi,Ay Jurnal Pendidikan Inklusif 8, no. (September 29, 2. , https://oaj. com/index. php/jpi/article/view/4049. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Darmawi. Mawardi. Husni Hidayat. Syukri Ismail: Makna Tekstual Dan Kontekstual Qs. Ar Rahman 55: 1-3 dan Qs. Al Anfaal 8: 46 Tentang Syukur dan Sabar Al-Qur'an adalah anugerah teragung dari Allah untuk membimbing manusia menuju keselamatan dunia dan akhirat. Tanpa Al-Qur'an, manusia akan hidup dalam kegelapan, tanpa petunjuk benar tentang siapa Tuhan mereka, tujuan hidup, dan bagaimana mencapai kebahagiaan Proses belajar Al-Qur'an adalah bagian dari rahmat Allah, karena Allah-lah yang mengilhamkan kepada hati manusia keinginan untuk memahami kebenaran. 8 Nilai-Nilai yang Terkandung pada ayat dua ini adalah pentingnya ilmu. Allah memulai nikmat-Nya dengan "mengajarkan," bukan langsung dengan "menciptakan," untuk menunjukkan betapa tinggi kedudukan ilmu. Al-Qur'an sebagai sumber utama kebenaran. Semua kebaikan, hukum, dan ajaran dalam Islam berakar dari wahyu ini. Ayat ketiga. Secara teks, "Khalaqa" berarti menciptakan, dan "al-Insaan" berarti manusia. Jadi maknanya: Allah-lah yang menciptakan manusia. Artinya, manusia tidak muncul dengan sendirinya, bukan hasil dari kebetulan atau evolusi tanpa arah, melainkan ciptaan yang disengaja, dirancang, dan diberikan keistimewaan oleh Allah. 9 Dalam konteks surat Ar-Rahman, setelah Allah memperkenalkan diri sebagai Maha Pengasih . dan menyebut mengajarkan Al-Qur'an sebagai rahmat besar . , ayat 3 menambahkan bukti kasih sayang Allah yaitu penciptaan Manusia adalah makhluk yang mulia, karena: Diciptakan langsung oleh Allah. Diajarkan Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup. Penciptaan manusia adalah bagian dari kasih sayang Allah, karena manusia diberikan akal, perasaan, dan kemampuan untuk memahami wahyu. Ini juga menunjukkan tanggung jawab: karena diciptakan oleh Allah dan diajari Al-Qur'an, manusia harus hidup sesuai petunjuk itu. Sebagian ulama tafsir mengatakan bahwa kata "al-Insaan" di sini bisa merujuk kepada manusia secara umum atau Nabi Adam sebagai manusia pertama, yang menjadi asal keturunan seluruh manusia. Nilai-Nilai yang Terkandung ialah Manusia memiliki kehormatan karena merupakan ciptaan langsung Allah. Manusia harus mengenali penciptanya dan tidak berpaling dariNya. Penciptaan manusia dan pengajaran Al-Qur'an saling terkait: manusia butuh petunjuk agar tidak tersesat setelah diciptakan. 11 Dan QurAoan Surat Al Anfaal 8:46: Nur Alim Hamzah. Moh Abd Azis, and Nurfadhillah Syam. AuMakna Pengulangan Kalimat AoFabiAoayyi AlaAoi Rabbikuma TukadzibaanAo Dalam Q. Ar-Rahman Di Al-QurAoan (Studi Komparatif Tafsir Al-Maraghi Dan Ibnu Katsi. ,Ay Jurnal Ushuluddin Adab dan Dakwah 7, no. 1 (July 29, 2. Mhd Khoirudin Jamil. Ahmad Zuhri, and Mardian Idris Harahap. AuScientific Signs in Surah ArRahman According to Tantawi JawhariAos Perspective in Tafsir al-Jawahir,Ay Analisis: Jurnal Studi Keislaman 24, no. 2 (December 26, 2. , https://doi. org/10. 24042/ajsk. Malik Alfaridzi and Sohib Syayfi. AuStudi Analisis Ad-Dakhil Dalam Penafsiran al-Qummi Terhadap QS. Ar-Rahman,Ay Izzatuna: Jurnal Ilmu Al-QurAoan Dan Tafsir 4, no. 2 (December 31, 2. , https://doi. org/10. 62109/ijiat. Nurfadilah Nurfadilah et al. AuKonsepsi Aktualisasi Diri Untuk Mencapai Derajat Ihsan: Studi Penafsiran QS. Ar-Rahman Ayat 60 Dengan Pendekatan MaAona Cum Maghza,Ay Gunung Djati Conference Series 21 (May 12, 2. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Darmawi. Mawardi. Husni Hidayat. Syukri Ismail: Makna Tekstual Dan Kontekstual Qs. Ar Rahman 55: 1-3 dan Qs. Al Anfaal 8: 46 Tentang Syukur dan Sabar a a AOa aO O cEE OOEaN OaeE IO Aa IAEO O IN aIeOEI OA AyA AEA aaOI aIA aIO acIA AIa IA AcEEa aI aA a a a a Aa I a a a I a a a a I a a IA Artinya: Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantahbantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Qs. Al Anfaal 8:. Ayat ini mengajarkan pentingnya ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, menjaga persatuan, dan menghindari pertengkaran. Pertengkaran akan melemahkan kekuatan kolektif umat, membuat mereka mudah dikalahkan. Ayat ini juga menekankan bahwa kesabaran adalah kunci utama dalam menghadapi ujian, konflik, atau tekanan, dan bahwa Allah akan senantiasa menolong orang-orang yang sabar. Hikmah yang bisa diambil ialah Ketaatan Membawa Kemenangan: tanpa ketaatan, perjuangan akan sia-sia. Taat kepada perintah Allah dan Rasul menjadi fondasi kokohnya kekuatan umat. Pentingnya Persatuan: Pertengkaran internal melemahkan solidaritas dan kekuatan. Dalam konteks apa pun keluarga, masyarakat, bangsa persatuan adalah kunci keberhasilan. Adapun dampak Negatif dari perselisihan ialah Ayat ini mengingatkan bahwa perselisihan tidak hanya soal perbedaan pendapat, tetapi bisa menghancurkan semangat dan kekuatan bersama. Selain itu kesabaran adalah Senjata, bersabar bukan berarti lemah, justru kesabaran adalah kekuatan besar dalam menghadapi tantangan. Allah SWT menyertai orang Sabar. Janji ini menjadi pendorong spiritual bahwa kesabaran bukan perjuangan sia-sia, melainkan jalan untuk meraih pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT. METODE PENELITIAN Dalam melakukan penulisan artikel ini, penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan memakai metode kajian literatur kepustakaan. Adapun sumber-sumber Literatur yang penulis gunakan dalam artikel ini berupa buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang terkait dan membahas tafsir dan makna Tekstual dan Kontekstual dalam Qs. Ar Rahman ayat 1-3 dan Qs. Al Anfaal ayat 46 tentang makna Syukur dan Sabar, dengan harapan setelah memahami makna yang tersurat maupun Quran NU Online. AuAl-Quran Online Terjemah Dan Tafsir Bahasa Indonesia. Ay Fika Natasya Umala and Atiya Mumtaza. AuTafsir Kontekstual Qs. Al-Anfal . : 28 Dan Kaitannya Dengan Fenomena Childfree (Aplikasi Pendekatan Abdullah Saee. ,Ay Mafatih 2. No. 1 (June 29, 2. Https://Doi. Org/10. 24260/Mafatih. V2i1. Sulaiman Kurdi. Jumratul Mubibah, and Ummul Faizah. AuKonsep Taat Kepada Pemimpin (Ulil Amr. Di Dalam Surah An-Nisa : 59. Al-Anfal :46 Dan Al-Maidah : 48-49 (Analisis Tafsir Tafsir AlQurthubi. Al-Mishbah. Dan Ibnu Katsi. ,Ay JOURNAL OF ISLAMIC AND LAW STUDIES 1, no. 1 (April 18, 2. , https://doi. org/10. 18592/jils. Hafid Hafid. AuSubjek Pendidikan Dalam Kajian Tafsir Surat Al-Anfal Ayat 27,Ay Qolamuna : Jurnal Studi Islam 6, no. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Darmawi. Mawardi. Husni Hidayat. Syukri Ismail: Makna Tekstual Dan Kontekstual Qs. Ar Rahman 55: 1-3 dan Qs. Al Anfaal 8: 46 Tentang Syukur dan Sabar yang tersirat dalam artikel ini, kita dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari dengan tujuan untuk menggapai ridho Ilahi Rabbi dengan cara senantiasa bersyukur Ketika memperoleh kebaikan dan bersabar Ketika mendapatkan kemalangan. HASIL DAN PEMBAHASAN Makna tekstul dan kontekstual dalam Qs. Ar-Rahman . :1-. ao a a ao AeEII a aIA Aa acE IA AeI aEac aI EIC I aI aEa aC IA Artinya: 1. (Tuha. Yang Maha Pemurah, 2. Yang telah mengajarkan al Quran 3. Dia menciptakan manusia. (Qs. Ar-Rahman, 55:1-. Secara tekstual ayat ini menjelaskan bahw Allah SWT itu adalah zat yang maha Pemurah, dan tidak ada satupun makhluk ciptaannya yang bisa memberikan naungan dan syafaat kecuali zat yang maha pemurah. Adapun Makna Syukur berdasarkan QS. Ar-Rahman ayat 1 ini ialah ayat ini menyebutkan satu nama Allah, yaitu Ar-Rahman "Yang Maha Pemurah" atau "Yang Maha Pengasih". Ini menggambarkan bahwa segala bentuk rahmat, kasih sayang, dan nikmat yang kita terima berasal dari sifat kasih Allah. Kaitannya dengan Syukur: Karena Allah begitu Pemurah (Ar-Rahma. , manusia dituntut untuk menyadari semua nikmat itu atas pemberian-Nya yaitu berupa nikmat sehat, nikmat hidup, nikmat bisa menikmati indahnya alam semesta dan masih banyak lagi nikmat-nikmat yang tidak dapat dituliskan dalam kertas karena begitu banyaknya. Kesadaran ini melahirkan rasa syukur yaitu mengakui nikmat, mencintai pemberi nikmat (Allah SWT), dan menggunakannya dalam kebaikan bagi sesama manusia, sehingga manusia bisa saling berbagi dan memberi sebagaimana Allah SWT tidak perhitungan terhadap makhluknya di dunia ini. Syukur berarti bukan hanya berkata "alhamdulillah," tetapi juga menggunakan nikmat sesuai dengan kehendak Allah SWT, karena jika Syukur hanya dapat berupa ucapan alhamdulillah, orang yang lolos Ketika akan ditangkap polisi juga bisa ucapkan alhamdulillah. Quran NU Online. AuAl-Quran Online Terjemah Dan Tafsir Bahasa Indonesia. Ay Risalatur Rodliyah. AuKonsep Pendidik Dalam Al - QurAoan Surah Ar Rahman Ayat 1- 4 Menurut Quraish Shihab (Tafsir Al Ae Mishba. ,Ay Tinta Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini 2, no. (November 30, 2. , https://doi. org/10. 35878/tintaemas. Tri Wati. AuTafsir Al-QurAoan Surah Ar-Rahman Ayat 1-4 Dalam Perspektif Pendidikan IslamAy . IAIN Curup, 2. , https://e-theses. id/408/. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Darmawi. Mawardi. Husni Hidayat. Syukri Ismail: Makna Tekstual Dan Kontekstual Qs. Ar Rahman 55: 1-3 dan Qs. Al Anfaal 8: 46 Tentang Syukur dan Sabar Jadi, dari QS. Ar-Rahman ayat 1, kita diajarkan bahwa: Syukur bermula dari mengenal sifat Allah SWT sebagai Maha Pengasih. Syukur berarti menyadari dan menghargai semua bentuk kasih sayang dan nikmat Allah dalam hidup kita. Kedua Allah SWT lah yang pertama dan utama mengajarkan Al-QurAoan kepada Nabi Muhammad Saw dan kemudian Rosulullah jualah yang menyampaikan kepada ummatnya untuk diamalkan dalam kehidupan sehari hari. Pada ayat ini Allah yang Maha Pemurah menyatakan bahwa Dia telah mengajarkan Al-Qur'an kepada Muhammad saw yang selanjutnya diajarkan ke umatnya. Ayat ini turun sebagai bantahan bagi penduduk Mekah yang mengatakan: acacIa O aEaIN a aA Sesungguhnya Al-Qur'an itu hanya diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhamma. n-Nahl/16: . Oleh karena isi ayat ini mengungkapkan beberapa nikmat Allah atas hamba-Nya, maka surah ini dimulai dengan menyebut nikmat yang paling besar faedahnya dan paling banyak manfaatnya bagi hamba-Nya, yaitu nikmat mengajarkan Al-Qur'an kepada manusia. Hal itu karena manusia dengan mengikuti ajaran Al-Qur'an akan berbahagia di dunia dan di akhirat dan dengan berpegang teguh pada petunjuk-petunjuk-Nya akan tercapai tujuan di kedua tempat Al-Qur'an adalah induk kitab-kitab samawi yang diturunkan melalui makhluk Allah yang terbaik di bumi ini yaitu Nabi Muhammad saw. Ayat kedua dan ketiga menyoroti dua nikmat agung dari Allah SWT yaitu: Mengajarkan Al-Qur'an (Ayat . : Allah SWT mengajarkan Al-Qur'an kepada manusia, memberikan petunjuk dan pedoman hidup. Ini adalah bentuk rahmat-Nya yang luar biasa, karena melalui Al-Qur'an, manusia mendapatkan bimbingan menuju jalan yang benar. Menciptakan Manusia (Ayat . : Penciptaan manusia dengan segala keistimewaannya, termasuk akal dan kemampuan untuk memahami, merupakan nikmat besar yang seharusnya disyukuri. Hikmah dan Pesan Syukur Dari ayat-ayat ini, kita diajak untuk: Menyadari dan Menghargai Nikmat dari Allah SWT dengan cara mengakui bahwa penciptaan kita dan petunjuk melalui Al-Qur'an adalah nikmat yang luar biasa. Mengamalkan Isi Al-Qur'an merupakan sebagai bentuk syukur, kita kepada Allah SWT dan dituntut untuk tidak hanya membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an Nurfadilah Nurfadilah et al. AuKonsepsi Aktualisasi Diri Untuk Mencapai Derajat Ihsan: Studi Penafsiran QS. Ar-Rahman Ayat 60 Dengan Pendekatan MaAona Cum Maghza,Ay Gunung Djati Conference Series 21 (May 12, 2. Alfaridzi and Syayfi. AuStudi Analisis Ad-Dakhil Dalam Penafsiran al-Qummi Terhadap QS. ArRahman. Ay Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Darmawi. Mawardi. Husni Hidayat. Syukri Ismail: Makna Tekstual Dan Kontekstual Qs. Ar Rahman 55: 1-3 dan Qs. Al Anfaal 8: 46 Tentang Syukur dan Sabar dalam kehidupan sehari-hari sehingga tujuan hidup yang dikehendaki Allah SWT dapa terealiasai sesuai kehendak-Nya. Menggunakan Akal untuk Kebaikan diri kita, karena dengan akal yang diberikan, kita diharapkan dapat membedakan antara yang baik dan buruk, serta memilih jalan yang diridhai Allah SWT. Dari penjelasan diatas Surat Ar-Rahman secara keseluruhan mengingatkan kita akan berbagai nikmat Allah SWT, di antaranya melalui pengulangan ayat: AaO aeE a aaE aI aE a aa aIA a a Artinya: "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" Pengulangan ini menegaskan pentingnya bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah Dengan memahami dan merenungkan ayat-ayat ini, semoga kita termasuk golongan orangorang yang senantiasa bersyukur atas nikmat-nikmat Allah SWT Pada ayat 3 dan 4 ini Allah menyebutkan nikmat-Nya yang lain yaitu penciptaan manusia. Nikmat itu merupakan landasan nikmat-nikmat yang lain. Sesudah Allah SWT menyatakan nikmat mengajarkan Al-Qur'an pada ayat yang lalu, maka pada ayat ini Dia menciptakan jenis makhlukNya yang terbaik yaitu manusia dan diajari-Nya pandai mengutarakan apa yang tergores dalam hatinya dan apa yang terpikir dalam otaknya, karena kemampuan berpikir dan berbicara itulah AlQur'an bisa diajarkan kepada umat manusia. Manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna. Ia dijadikan-Nya tegak, sehingga tangannya lepas. Dengan tangan yang lepas, otak bebas berpikir, dan tangan dapat merealisasikan apa yang dipikirkan oleh otak. Otak menghasilkan ilmu pengetahuan, dan tangan menghasilkan Ilmu dan teknologi adalah peradaban, dengan demikian hanya manusia yang memiliki Lidah adalah organ yang terletak pada rongga mulut. Organ ini, yang merupakan struktur berotot yang terdiri atas tujuh belas otot yang memiliki beberapa fungsi. Fungsi pengecap rasa adalah salah satu fungsi lidah yang utama. Terdapat sekitar 10. 000 titik pengecap di lidah. Lidah juga berfungsi untuk turut membantu mengatur bunyi untuk berkomunikasi. Mahdayeni Mahdayeni. Muhammad Roihan Alhaddad, and Ahmad Syukri Saleh. AuManusia dan Kebudayaan (Manusia dan Sejarah Kebudayaan. Manusia dalam Keanekaragaman Budaya dan Peradaban. Manusia dan Sumber Penghidupa. ,Ay Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 7, no. 2 (August 1, 2. , https://doi. org/10. 30603/tjmpi. Cristian Seldjatem. Agustihana Delvryance, and Otniel Otniel. AuPengontrolan Lidah Sebagai Tahap Mencapai Kekudusan Hidup,Ay Lumen: Jurnal Pendidikan Agama Katekese Dan Pastoral 3, no. 1 (June 30, 2. , https://doi. org/10. 55606/lumen. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Darmawi. Mawardi. Husni Hidayat. Syukri Ismail: Makna Tekstual Dan Kontekstual Qs. Ar Rahman 55: 1-3 dan Qs. Al Anfaal 8: 46 Tentang Syukur dan Sabar Lidah, dalam agama, hampir selalu dikaitkan dengan hati, dan digunakan untuk mengukur baik-buruknya perilaku seseorang. Manusia akan menjadi baik apabila keduanya baik. Dan manusia akan menjadi buruk, apabila keduanya buruk. Nabi Muhammad saw menunjuk lidah sebagai faktor utama yang membawa bencana bagi manusia, dan ia merupakan tolak ukur untuk bagian tubuh Beliau bersabda dalam hadisnya: A (ON EIO OI IN I IA. a aEI aIaa aN IIA ca aOaN IE OEA a Aac aEaO O ION aN II a EIac a uaeEac aA a A EIA )AI EA Artinya: Bukankah manusia dijungkirbalikkan wajah mereka di neraka karena lidah mereka? (Riwayat at-TirmiziA dan Ibnu Majah dari MuAoaz bin Jaba. a a aA EEacN aE aA EEa aI a COE aacC NEE AaO Ia AauaacacIa ai A AA A aI Aaua acI IE IA a a a IIA a Aa aC IIA Auaa IA AE AauaI IA Aa IA a a a a AIA )A (ON EIO I O O EOA. A I aO a IIaA a Aa aC ia aOuaI I aO a IA AIA Jika manusia bangun di pagi hari, maka seluruh anggota tubuhnya mengingatkan lidah dan berpesan. AuBertakwalah kepada Allah menyangkut kami, karena kami tidak lain kecuali denganmu. Jika engkau lurus, kami pun lurus, dan jika engkau bengkok, kami pun bengkok. Ay (Riwayat atTirmiziA dari Abu SaAoad al-Khud. Untuk dapat mengeluarkan bunyi yang berbeda-beda, atau yang disebut berbicara, lidah bekerjasama dengan beberapa organ lainnya, seperti bibir, rongga mulut, paru-paru, kerongkongan, dan pita suara. Kita dapat berkomunikasi dengan berbicara, setelah seluruh masyarakat menyepakati arti dari satu bunyi. Kemudian bunyi-bunyi yang masing-masing sudah disepakati artinya tersebut digabungkan dalam susunan yang tepat untuk menjadi kalimat. Pada tahap selanjutnya, akan tercipta suatu bahasa. Bahasa diuraikan dalam salah satu ayat Allah demikian: a a a AE I OA aa a a A aO IeEaIA AOA ca AaOaI II OaN a IECA a aEA aEI aIaaE II aOaEI aOIaE II acI a IA EA A aO IA a AE a eE O EIE EI IA Artinya: AuDan di antara tanda-tanda . -Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu dan warna kulitmu. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahuiAy. r-RAAm/30: . Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Darmawi. Mawardi. Husni Hidayat. Syukri Ismail: Makna Tekstual Dan Kontekstual Qs. Ar Rahman 55: 1-3 dan Qs. Al Anfaal 8: 46 Tentang Syukur dan Sabar Makna tekstul dan kontekstual dalam QurAoan surat Al Anfaal 8:46 a aIO a acIA AcEEa aI aA AEAa aaOI aIA A aIeOE II aO IA AaOaIO OA a AcEEa aOa IOEaN aOaeE aIa a IO a IA aE IO aOa I aNA Artinya: Taatilah Allah dan Rasul-Nya, janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang, serta bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. (Qs. Al Anfaal 8:. Dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada kaum Muslimin agar tetap menaati Allah dan Rasul-Nya terutama dalam peperangan. Ketaatan kepada Rasul dengan pengertian bahwa beliau harus dipandang sebagai komandan tertinggi dalam peperangan yang akan melaksanakan perintah Allah, dengan ucapan dan perbuatan. Ketaatan kepada Rasul, dalam arti taat kepada perintahnya dan siasatnya, menjadi syarat mutlak untuk mencapai kemenangan. Allah memerintahkan pula agar jangan ada perselisihan di antara sesama tentara, karena perselisihan itu membawa kelemahan dan akan menjurus kepada kehancuran sehingga akhirnya dikalahkan oleh musuh. Pertikaian menyebabkan kaum Muslimin menjadi gentar dan hilang kekuatannya. Kaum Muslimin diperintahkan untuk sabar, karena Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. Sabar yang dijelaskan dalam QurAoan surat Al Anfaal 8:46 ada lima macam: Sabar menjalankan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Sabar menjauhi larangan-Nya. Sabar tidak mengeluh ketika menerima cobaan. Sabar dalam perjuangan, sampai tetes darah penghabisan. Sabar menjauhkan diri dari kemewahan dan perbuatan yang tidak berguna, serta hidup Selain itu Makna Sabar dalam Ayat Ini adalah Teguh dan kuat saat menghadapi ujian atau pertempuran. Tidak mudah goyah, takut, atau putus asa ketika berhadapan dengan kesulitan. Menahan diri dari rasa panik, marah berlebihan, atau ketidakstabilan emosi di saat genting. Mengandalkan kekuatan dari dzikrullah . engingat Alla. agar hati tetap tenang dan tegar. Sabar di sini bukan hanya "menahan rasa," tetapi lebih kepada kekuatan mental dan spiritual untuk tetap bertahan dan istiqamah di jalur Allah, meskipun tantangan berat datang. Intinya dalam situasi sesulit apapun, khususnya menghadapi tantangan besar, orang beriman harus sabar, kokoh, dan terus mengingat Allah, karena dengan itu akan datang pertolongan dan keberuntungan dari Allah SWT. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Darmawi. Mawardi. Husni Hidayat. Syukri Ismail: Makna Tekstual Dan Kontekstual Qs. Ar Rahman 55: 1-3 dan Qs. Al Anfaal 8: 46 Tentang Syukur dan Sabar KESIMPULAN Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa makna secara tekstual dan kontekstual dari Qs. Ar-Rahman 55:1-3 dan Al Anfaal 8:46. ialah: a. Dalam QurAoan surat Ar Rahman 55: 1-3 diatas mengungkapkan beberapa nikmat Allah atas hamba-Nya, maka surah ini dimulai dengan menyebut nikmat yang paling besar faedahnya dan paling banyak manfaatnya bagi hamba-Nya, yaitu nikmat mengajarkan Al-Qur'an kepada manusia. Hal itu karena manusia dengan mengikuti ajaran Al-Qur'an akan berbahagia di dunia dan di akhirat dan dengan berpegang teguh pada petunjuk-petunjuk-Nya akan tercapai tujuan di kedua tempat tersebut. Al-Qur'an adalah induk kitab-kitab samawi yang diturunkan melalui makhluk Allah yang terbaik di bumi ini yaitu Nabi Muhammad saw. Sabar yang dijelaskan dalam QurAoan surat Al Anfaal 8:46 ada lima macam: . Sabar menjalankan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Sabar menjauhi larangan-Nya. Sabar tidak mengeluh ketika menerima cobaan. Sabar dalam perjuangan, sampai tetes darah . Sabar menjauhkan diri dari kemewahan dan perbuatan yang tidak berguna, serta hidup sederhana. DAFTAR PUSTAKA