Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6. p-ISSN : 2655-657X http://jurnal. id/index. php/IJEC Analisis Kendala Penerapan Metode Iqra di PAUD Alam Cahaya Hasanah Banda Aceh Apriliana Syahpitri1. Muthmainnah2 Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Indonesia Email Korespondensi :210210031@student. ar-raniry. 1,2, ABSTRAK Metode Iqra dikenal efektif dalam memperkenalkan huruf hijaiyah pada anak usia dini melalui pendekatan individual dengan bimbingan guru menggunakan buku Iqra dan media pendukung Namun, berdasarkan observasi awal di PAUD Alam Cahaya Hasanah Banda Aceh peneliti menemukan bahwasanya guru memiliki kendala dalam menerapkan metode IqraAo sehingga anak-anak kurang minat fokus dalam pembelajaran, anak-anak kesulitan dalam melafalkan huruf hijaiyah. Dari kendala itu tadi sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan metode iqraAo. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru PAUD, kepala sekolah, dan orang tua peserta didik di salah satu lembaga PAUD Alam Cahaya Hasanah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan meliputi pedoman observasi, pedoman wawancara, dan lembar dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik, yang mencakup proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan pola-pola dan tema yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama dalam penerapan metode Iqra antara lain kurangnya pelatihan guru yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini, metode penyampaian yang belum sepenuhnya adaptif terhadap perkembangan kognitif dan emosional anak, keterbatasan media pembelajaran pendukung, serta rendahnya keterlibatan orang tua. Disarankan agar metode Iqra disesuaikan dengan pendekatan yang lebih interaktif dan berbasis bermain, serta perlunya peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan khusus. Kata Kunci: Analisis. Kendala. Metode Iqra Analysis of obstacles in implemating the iqra method at the Cahaya Hasanah Natural Preschool. Banda Aceh ABSTRACT The Iqra method is known to be effective in introducing the hijaiyah letters to early childhood through an individual approach with teacher guidance using Iqra books and other supporting However, based on initial observations at PAUD Alam Cahaya Hasanah Banda Aceh, researchers found that teachers had obstacles in implementing the Iqra method so that children were less interest ed in focusing on learning, children had difficulty pronouncing the letters. These obstacles were so that this study aimed to analyze the obstacles faced by teachers in implementing the Iqra method. This research uses a descriptive qualitative approach, with data collected through observations, interviews, and document analysis. The subjects of this study consisted of early childhood education (PAUD) teachers, school principals, and parents of students at one PAUD institution. PAUD Alam Cahaya Hasanah. Data collection techniques included observation, semi-structured interviews, and documentation. The instruments used Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X were observation guidelines, interview guides, and documentation sheets. Data analysis was conducted using thematic analysis, which involved the processes of data reduction, data presentation, and drawing conclusions based on emerging patterns and themes. The results of the study indicate that the main obstacles in implementing the Iqra method include the lack of teacher training tailored to the characteristics of early childhood learners, instructional methods that are not fully adapted to childrenAos cognitive and emotional development, limited availability of supporting learning media, and low parental involvement. It is recommended that the Iqra method be adapted to incorporate more interactive and play-based approaches, as well as efforts to enhance teacher capacity through specialized training. Keywords: Analysis. Constraint and Iqra Method Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. A Tahun Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini PENDAHULUAN Metode Iqra merupakan salah satu metode pembelajaran membaca Al-QurAoan yang paling populer dan banyak digunakan di Indonesia. Diperkenalkan oleh KH. AsAoad Humam pada akhir dekade 1980-an, metode ini menawarkan pendekatan yang lebih cepat dan sistematis dalam mengajarkan baca tulis Al-QurAoan (Sutarmi, 2. Buku Iqra terdiri dari enam jilid, di mana tiap jilid menyusun pelajaran secara bertahap dari pengenalan huruf hijaiyah hingga membaca ayat-ayat pendek secara lancar. Keunggulan metode ini terletak pada sistematikanya, kepraktisannya, dan efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Namun, dalam penerapannya di lembaga pendidikan anak usia dini seperti PAUD, metode Iqra seringkali menghadapi tantangan dan kendala tersendiri. Hal ini terutama karena metode Iqra awalnya dirancang untuk pembelajaran individual dan semi-formal, bukan untuk anak-anak usia 3Ae6 tahun yang masih berada pada tahap bermain sebagai cara utama belajar Anak usia dini membutuhkan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan, konkret, dan kontekstual agar dapat menyerap materi dengan baik (Depdiknas, 2. Maka dari itu, pendekatan metode Iqra yang cenderung bersifat kognitif, formal, dan repetitif seringkali tidak sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Situasi ini dapat diamati di berbagai PAUD yang menerapkan metode Iqra dalam kurikulum pendidikan Islam mereka. Salah satu contohnya adalah PAUD Alam Cahaya Hasanah yang berlokasi di Banda Aceh. Sebagai lembaga yang mengintegrasikan pendekatan alam dalam pendidikan. PAUD ini juga menekankan pembelajaran agama Islam sejak dini, termasuk dalam pengenalan huruf hijaiyah dan pembelajaran Al-QurAoan. Metode Iqra telah menjadi salah satu metode utama yang digunakan oleh guru dalam pengajaran membaca AlQurAoan kepada peserta didik. Akan tetapi, berdasarkan pengamatan awal dan hasil diskusi dengan guru dan kepala sekolah, muncul berbagai kendala dalam implementasi metode ini di Beberapa guru menyampaikan bahwa anak-anak sering merasa bosan atau kesulitan mengikuti pembelajaran Iqra karena bentuk penyampaian materi yang monoton dan kurang Anak-anak juga sering kesulitan dalam mengingat huruf hijaiyah karena tidak adanya media bantu yang menarik atau aktivitas yang menyertainya. Di sisi lain, sebagian besar guru belum memiliki pelatihan khusus dalam mengajarkan metode Iqra kepada anak usia dini. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X sehingga pembelajaran cenderung dilakukan dengan cara yang seragam, tanpa penyesuaian terhadap perkembangan usia anak. Fenomena ini diperkuat oleh berbagai studi sebelumnya yang menyoroti bahwa penerapan metode Iqra di PAUD menghadapi tantangan serius, terutama dari segi metodologi dan kompetensi guru (Fitriani, 2019. Yusuf, 2. Dalam banyak kasus, pembelajaran Iqra dilakukan tanpa pendekatan bermain atau kegiatan motorik halus yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Selain itu, keterlibatan orang tua juga masih rendah, sehingga tidak ada penguatan pembelajaran di rumah. Hal ini menambah beban pembelajaran kepada guru di sekolah yang harus menangani anak-anak dengan tingkat perkembangan yang sangat beragam. Kendala lain yang kerap muncul adalah keterbatasan fasilitas dan media pembelajaran. Tidak semua PAUD memiliki alat bantu ajar seperti kartu huruf hijaiyah, permainan edukatif, atau alat peraga yang menarik. Padahal, anak-anak usia dini sangat bergantung pada visualisasi dan aktivitas langsung dalam memahami konsep abstrak seperti huruf dan bunyi. Ketika guru hanya mengandalkan buku Iqra tanpa variasi pendekatan, maka pembelajaran menjadi kurang efektif dan berisiko menurunkan motivasi belajar anak. Masalah ini tidak hanya berdampak pada efektivitas pembelajaran Iqra itu sendiri, tetapi juga dapat memengaruhi persepsi anak terhadap Al-QurAoan. Jika sejak dini anak merasa bahwa belajar Al-QurAoan itu membosankan dan sulit, maka bisa jadi mereka akan kehilangan ketertarikan untuk belajar lebih lanjut di masa mendatang. Oleh karena itu, penting untuk melakukan analisis mendalam terhadap kendala-kendala yang terjadi dalam penerapan metode Iqra di PAUD, khususnya dalam konteks lokal seperti di PAUD Alam Cahaya Hasanah Banda Aceh. Pembelajaran membaca Al-QurAoan menjadi bagian penting dalam pendidikan Islam, tidak hanya bagi siswa sekolah dasar dan menengah, tetapi juga mulai ditanamkan sejak anak berusia dini. Al-QurAoan sebagai kitab suci umat Islam bukan hanya dibaca sebagai bentuk ibadah, tetapi juga menjadi sumber nilai-nilai moral dan spiritual dalam kehidupan (Sutarmi. Oleh karena itu, kemampuan membaca huruf hijaiyah dan ayat Al-QurAoan menjadi salah satu kemampuan yang ingin dikembangkan sejak dini. Metode Iqra hadir sebagai jawaban atas kebutuhan akan metode yang sistematis, sederhana, dan mudah diterapkan. Dengan pendekatan pembelajaran yang bertahap dan berulang, metode ini secara umum dinilai efektif dalam mengajarkan bacaan Al-QurAoan secara cepat dan tepat. Buku Iqra sendiri telah digunakan secara luas di lembaga-lembaga pendidikan formal maupun informal, termasuk TPQ (Taman Pendidikan Al-QurAoa. , madrasah diniyah, dan PAUD berbasis Islam. Namun, penting untuk dicermati bahwa meskipun metode Iqra dirancang untuk mempercepat kemampuan baca Al-QurAoan, penerapannya pada anak usia dini harus mempertimbangkan karakteristik perkembangan anak. Kegagalan memahami aspek ini akan berisiko pada terjadinya pendekatan pengajaran yang tidak sesuai, sehingga bukan hanya menurunkan efektivitas pembelajaran, tetapi juga dapat menghambat motivasi dan minat anak terhadap pembelajaran agama (Fitriani, 2. Anak usia dini berada pada tahap perkembangan holistik, yang artinya semua aspek perkembangan . otorik, bahasa, kognitif, sosial, dan emosiona. saling berinteraksi dan berkembang secara bersamaan. Mereka belum siap untuk menerima pembelajaran formal yang terlalu menekankan pada aspek kognitif semata. Sebaliknya, mereka belajar melalui pengalaman langsung, eksplorasi, dan permainan (UNESCO, 2. Metode Iqra, dalam bentuk aslinya, cenderung menekankan pada pengulangan, pelafalan, dan pemrosesan simbol huruf hijaiyah tanpa integrasi yang memadai dengan aktivitas bermain. Hal ini sering kali bertentangan dengan prinsip dasar pendidikan anak usia dini, yaitu belajar sambil bermain . earning by playin. Akibatnya, anak-anak cepat merasa Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X bosan, kelelahan, bahkan frustrasi ketika harus duduk lama dan mengikuti pelajaran yang tidak sesuai dengan gaya belajar mereka. Menurut Mulyasa . , anak-anak usia 4Ae6 tahun memiliki rentang konsentrasi yang pendek dan lebih tertarik pada aktivitas yang aktif dan menyenangkan. Oleh karena itu, penerapan metode Iqra harus disesuaikan dengan kebutuhan tersebut. Ini bisa dilakukan dengan menyisipkan lagu, cerita, gerakan, atau permainan interaktif yang melibatkan pengenalan huruf hijaiyah secara tidak langsung namun bermakna. Dalam praktiknya, banyak guru di PAUD belum memiliki keterampilan atau pelatihan khusus dalam mengadaptasi metode Iqra untuk anak usia dini. Mereka sering kali hanya mengikuti metode yang digunakan di TPQ atau sekolah dasar, tanpa penyesuaian terhadap konteks perkembangan anak. Hal ini dapat diamati melalui aktivitas pembelajaran yang monoton, kurangnya alat bantu visual, dan minimnya variasi pendekatan. Di PAUD Alam Cahaya Hasanah misalnya, pembelajaran Iqra masih dilakukan secara klasikal dengan pendekatan yang cenderung formal. Anak-anak diajak membaca bersamasama dari buku Iqra, tanpa adanya aktivitas pendukung yang bisa memfasilitasi kebutuhan sensorik dan motorik mereka. Guru-guru juga mengakui keterbatasan dalam hal sumber daya, baik dari segi media pembelajaran maupun pelatihan pengajaran yang sesuai untuk usia dini. Selain itu, keterbatasan waktu dalam kurikulum PAUD juga menjadi faktor Mengingat banyaknya aspek perkembangan yang harus dicapai di usia dini, alokasi waktu untuk pembelajaran Iqra sering kali terbatas. Ini menjadi tantangan tersendiri untuk mencapai target penguasaan jilid tertentu, apalagi jika anak-anak tidak mendapatkan penguatan dari rumah. Selain metode Iqra, terdapat beberapa metode alternatif dalam pembelajaran membaca Al-QurAoan, seperti metode Qiraati. Baghdadiyah. Tilawati, dan An-Nahdliyah. Masing-masing metode memiliki keunggulan dan kelemahan, namun sebagian besar tetap didesain untuk anak usia sekolah, bukan anak usia dini. Hanya sedikit metode yang secara eksplisit dikembangkan untuk PAUD, dengan mempertimbangkan aspek psikologis dan perkembangan anak secara Metode An-Nahdliyah, misalnya, lebih menekankan pada pendekatan talaqqi dan tasmiAo, namun tetap dalam format klasikal. Metode Tilawati menggunakan pendekatan tartil dan pelafalan tajwid yang diperkenalkan sejak awal, namun juga belum sepenuhnya cocok untuk anak PAUD tanpa modifikasi. Oleh karena itu, tantangannya bukan hanya memilih metode, tetapi bagaimana mengadaptasinya menjadi lebih menyenangkan dan inklusif. Salah satu pendekatan yang mulai dikembangkan di beberapa lembaga adalah Iqra berbasis tematik, di mana huruf hijaiyah dikenalkan melalui cerita dan aktivitas tema mingguan. Misalnya, saat tema AubinatangAy, anak diajak mengenal huruf AobaAo dari kata AubanaAy, atau AodalAo dari AudaunAy, dan seterusnya. Pendekatan seperti ini dinilai lebih efektif untuk anak usia dini karena mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman sehari-hari mereka. Menghadapi berbagai kendala dan ketidaksesuaian yang muncul dalam penerapan metode Iqra di PAUD, penting bagi pendidik dan pengembang kurikulum untuk melakukan Salah satunya adalah dengan merevisi atau mengembangkan versi metode Iqra yang ramah anak usia dini. Versi ini bisa menggabungkan elemen visual, sensorik, dan audio yang sesuai dengan gaya belajar anak. Misalnya, penggunaan kartu huruf berwarna, papan interaktif huruf hijaiyah, lagu-lagu edukatif, permainan mengenal huruf melalui kegiatan fisik, hingga alat bantu berbasis teknologi seperti aplikasi hijaiyah interaktif. Semua pendekatan ini sejalan dengan prinsip pendidikan PAUD yang menekankan pada belajar sambil bermain dan melibatkan semua indera dalam proses belajar. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Selain inovasi metode, perlu juga adanya pelatihan berkelanjutan untuk guru PAUD agar mereka mampu mengimplementasikan metode Iqra secara adaptif. Tanpa peningkatan kompetensi guru, inovasi metode tidak akan berjalan efektif. Pelatihan tidak hanya menyangkut isi Al-QurAoan dan cara pengajaran, tetapi juga mencakup pemahaman psikologi anak, strategi klasikal dan individual, serta cara membuat media pembelajaran sederhana namun menarik. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan studi kasus dengan tujuan untuk menggambarkan secara mendalam kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan metode Iqra di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pendekatan ini dianggap relevan karena memungkinkan peneliti untuk menggali informasi secara holistik melalui pengalaman, pandangan, dan interaksi para pelaku di lapangan. Lokasi penelitian dilaksanakan di PAUD di wilayh Banda Aceh, yang secara aktif menggunakan metode Iqra dalam pembelajaran baca tulis Al-QurAoan. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 27 juli sampai 29 juli 2025. Subjek penelitian adalah guru-guru PAUD yang menerapkan metode Iqra dalam kegiatan pembelajaran. Informan dalam penelitian ini meliputi guru dan kepala sekolah sebagai informan pendukung. Penentuan informan dilakukan secara purposive, yaitu dengan memilih pihak-pihak yang memiliki pengalaman langsung dan relevan terhadap objek yang Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan intrumen penelitian menggunakan wawancara denan indikator. Observasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung untuk mengamati secara langsung bagaimana metode Iqra diterapkan di kelas. Wawancara dilakukan kepada guru dan kepala sekolah untuk menggali informasi mengenai hambatan-hambatan yang muncul. Sementara itu, dokumentasi digunakan untuk melengkapi data melalui catatan kegiatan, foto pembelajaran, dan dokumen pendukung lainnya. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif model Miles dan Huberman yang mencakup tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan Reduksi data dilakukan dengan memilah data yang relevan dengan fokus penelitian, kemudian disajikan dalam bentuk naratif yang sistematis untuk mempermudah penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber, member check, dan deskripsi yang rinci. Triangulasi dilakukan dengan membandingkan informasi dari berbagai sumber, sedangkan member check digunakan untuk mengonfirmasi hasil wawancara dengan informan. Dengan pendekatan dan teknik yang digunakan, diharapkan hasil penelitian ini mampu memberikan gambaran yang akurat mengenai kendala-kendala penerapan metode Iqra di lingkungan PAUD. HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan metode IqraAo dalam pembelajaran membaca Al-QurAoan di PAUD Alam Cahaya Hasanah. Banda Aceh, merupakan salah satu ikhtiar penting dalam membentuk literasi keagamaan anak sejak usia dini. Metode ini dipilih karena dianggap sederhana, sistematis, dan telah lama digunakan di berbagai lembaga pendidikan Islam. Namun, pelaksanaan metode IqraAo tidak lepas dari berbagai kendala yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran. Kendalakendala tersebut terbagi menjadi dua kategori besar, yaitu kendala internal yang bersumber dari peserta didik dan kendala eksternal yang berasal dari faktor luar seperti guru, sarana pembelajaran, lingkungan sekolah, serta keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran AlQurAoan menggunakan metode Iqra berdasarkan observasi. Kendala internal yang paling sering muncul adalah keterbatasan konsentrasi anak. Anak usia dini memiliki rentang perhatian yang pendek dan cepat merasa bosan terhadap Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X pembelajaran yang bersifat monoton. Pembelajaran menggunakan metode iqra cenderung bersifat monoton sehingga anak-anak sering kali merasa jenuh karena proses pembelajaran nya cenderung repetatif, yaitu mengulang-ulang pelafalan huruf hijaiyah secara linear tanpa variasi media atau aktivitas yang menyenangkan (Fadjryana, 2. Selain itu, banyak anak mengalami kesulitan dalam membedakan huruf-huruf hijaiyah yang memiliki bentuk atau bunyi mirip. Contohnya, huruf A A,AA, dan A Aatau antara A A,a, dan AA. Kesulitan ini disebabkan oleh keterbatasan perkembangan kognitif dan fonemik anak usia dini yang masih dalam tahap awal mengenal simbol dan suara huruf (Safitri, 2. Proses internalisasi bunyi huruf membutuhkan waktu dan latihan yang konsisten, namun pembelajaran yang hanya mengandalkan hafalan dan ulangan cepat tanpa pendekatan multisensori menjadi kendala tersendiri dalam pembelajaran metode IqraAo. Faktor internal lainnya yang turut berperan adalah minimnya motivasi intrinsik anak untuk belajar membaca Al-QurAoan. Anak usia dini belum memiliki kesadaran religius yang utuh sehingga ketertarikan mereka terhadap Al-QurAoan bergantung pada pengalaman emosional dan sosial yang menyenangkan. Jika guru tidak mampu membangun suasana belajar yang positif dan menyenangkan, maka anak akan kehilangan semangat untuk melanjutkan Hal ini terlihat dalam aktivitas harian di kelas PAUD Alam Cahaya Hasanah, di mana beberapa anak lebih tertarik bermain dibanding mengikuti sesi pembelajaran IqraAo. Sementara itu, dari aspek eksternal, guru memegang peranan yang sangat sentral dalam keberhasilan metode IqraAo. Namun, guru di PAUD Alam Cahaya Hasanah belum mendapatkan pelatihan yang memadai dalam menerapkan metode IqraAo secara adaptif untuk anak usia dini. Mereka cenderung menggunakan pendekatan tradisional yang hanya menitikberatkan pada pencapaian target halaman tanpa memperhatikan kesiapan belajar anak (Rasyidi, 2. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara privat satu-satu dengan memanggil anak secara bergantian, sedangkan anak lain menunggu giliran tanpa aktivitas bermakna. Ini mengakibatkan sebagian besar anak tidak aktif belajar selama sesi IqraAo berlangsung. Permasalahan lain yang tidak kalah penting adalah rasio jumlah guru terhadap peserta didik yang belum ideal. Dalam satu kelas, terdapat 15Ae20 anak dengan satu atau dua guru saja. Padahal, pembelajaran IqraAo yang efektif membutuhkan pendekatan individual atau kelompok kecil agar setiap anak mendapat bimbingan sesuai kemampuannya. Ketidakseimbangan ini menyebabkan guru kewalahan dan tidak dapat memantau perkembangan anak secara optimal (Afdhaliah, 2. Alhasil, anak yang mengalami kesulitan tidak segera teridentifikasi dan cenderung tertinggal dari teman-temannya. Sarana dan media pembelajaran juga menjadi faktor eksternal penting yang mempengaruhi proses pembelajaran Al-QurAoan menggunakan metode Iqra berjalan dengan PAUD Alam Cahaya Hasanah menggunakan media pembelajaran untuk mendukung metode IqraAo masih sangat terbatas. Guru hanya mengandalkan buku IqraAo sebagai satu-satunya alat belajar, hal ini berdasarkan observasi temuan pada tanggal 27 juli. Murdani . , dalam kajian nya menyatakan anak-anak usia dini membutuhkan media yang variatif seperti kartu huruf, alat peraga visual, video animasi, dan permainan edukatif untuk membantu mengenal dan mengingat huruf hijaiyah secara lebih menyenangkan dan efektif. Minimnya ketersediaan media ini membuat pembelajaran menjadi kaku, tidak interaktif, dan membatasi pengalaman belajar anak. Kondisi lingkungan kelas juga berkontribusi terhadap keberhasilan atau kegagalan pembelajaran IqraAo. Suasana kelas yang tidak tertata dengan baik atau kurang mendukung kegiatan belajar menyebabkan anak tidak merasa nyaman saat belajar. Di beberapa sesi, kelas terasa ribut karena sebagian anak tidak fokus dan bermain sendiri saat temannya belajar IqraAo. Hal ini membuat guru kehilangan kontrol kelas dan pembelajaran menjadi tidak kondusif. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Ketika guru harus membagi perhatian antara membimbing satu anak dan menjaga ketertiban kelas, kualitas pembelajaran menjadi menurun (Putri, 2. Waktu yang tersedia untuk pembelajaran IqraAo di PAUD pun sangat terbatas. Dalam satu hari pembelajaran, hanya sekitar 20Ae30 menit dialokasikan untuk belajar membaca AlQurAoan. Padahal, metode IqraAo membutuhkan frekuensi dan konsistensi agar anak terbiasa mengenali huruf dan meningkatkan pelafalannya. Kurangnya waktu belajar menyebabkan perkembangan kemampuan membaca Al-QurAoan anak menjadi lambat, terutama bagi mereka yang tidak mendapatkan latihan di rumah. Peran orang tua dalam mendukung pembelajaran IqraAo anak di rumah juga masih belum Sebagian besar orang tua menyerahkan sepenuhnya proses belajar membaca AlQurAoan kepada guru, tanpa melakukan pengulangan atau latihan bersama anak di rumah. Ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya keterlibatan mereka dalam pendidikan agama anak (Rasyidi, 2. Beberapa orang tua juga mengaku tidak mampu membimbing anak karena tidak menguasai metode IqraAo atau kurang percaya diri dalam mengajar huruf hijaiyah. Ketidakterlibatan orang tua ini memperlambat kemajuan belajar anak dan menghambat proses internalisasi bacaan Al-QurAoan. Kombinasi kendala internal dan eksternal ini menunjukkan bahwa penerapan metode IqraAo di PAUD tidak bisa dilakukan secara mekanis. Dibutuhkan pendekatan holistik yang memperhatikan karakteristik perkembangan anak, kesiapan guru, kelengkapan media pembelajaran, serta keterlibatan orang tua. Guru perlu mengembangkan strategi pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan berbasis bermain agar anak tertarik belajar membaca AlQurAoan. Pelatihan guru secara berkelanjutan juga penting untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam menerapkan metode IqraAo secara adaptif. Selain itu, perlu dilakukan revitalisasi peran orang tua melalui kegiatan parenting edukatif yang memberikan pemahaman dan keterampilan dasar dalam membimbing anak belajar Al-QurAoan di rumah. Sekolah dapat memfasilitasi kolaborasi antara guru dan orang tua melalui komunikasi berkala, pelatihan ringan, dan evaluasi bersama terhadap kemajuan anak. Di sisi lain, penyediaan media pembelajaran yang kreatif dan menarik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Dengan demikian, meskipun metode IqraAo secara teori telah terbukti efektif dalam mengajarkan bacaan Al-QurAoan, implementasinya di PAUD Alam Cahaya Hasanah masih menghadapi berbagai tantangan. Untuk itu, dibutuhkan sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendukung. Hanya dengan pendekatan yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan anak, pembelajaran metode IqraAo dapat berjalan secara optimal dan memberikan hasil yang maksimal. Tabel Instrumen Pedoman Observasi Hasil Observasi Anak mampu membaca huruf hijaiyah, menunjukkan adanya pembelajaran iqra Ketersediaan Media & Buku Iqra tersedia, namun jumlahnya terbatas sehingga siswa Sarana Pembelajaran harus berbagi. Tidak semua buku dalam kondisi baik, sebagian sudah lusuh dan robek. Belum tersedia media pendukung seperti kartu huruf atau audio. Manajemen Waktu Waktu pembelajaran Iqra relatif singkat . Ae30 meni. sehingga Pembelajaran guru kesulitan memberikan pendampingan individual pada anak yang lambat memahami materi. Indikator Kelancaran Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Indikator Hasil Observasi Dukungan Orang Tua di Tidak semua orang tua melanjutkan pembelajaran Iqra di Rumah Beberapa orang tua sibuk bekerja, sehingga anak kurang mendapatkan penguatan materi di luar sekolah. Berdasarkan hasil observasi di PAUD Alam Cahaya Hasanah Banda Aceh, penerapan metode Iqra menunjukkan bahwa sebagian besar anak sudah mampu membaca huruf hijaiyah. Hal ini menandakan bahwa proses pembelajaran Iqra berjalan dengan baik dan mampu memberikan hasil yang terlihat pada kemampuan awal membaca Al-QurAoan anak. Namun, dari sisi sarana dan prasarana, ketersediaan buku Iqra masih terbatas sehingga anak-anak harus Kondisi beberapa buku yang lusuh dan robek juga menjadi kendala, ditambah belum adanya media pendukung seperti kartu huruf atau audio yang dapat membantu meningkatkan pemahaman anak. Selain itu, manajemen waktu pembelajaran juga menjadi tantangan tersendiri. Waktu yang tersedia untuk belajar Iqra relatif singkat, yaitu sekitar 20Ae30 menit setiap sesi, sehingga guru kesulitan memberikan pendampingan individual kepada anak yang membutuhkan perhatian lebih. Faktor dukungan orang tua di rumah juga masih rendah, karena tidak semua orang tua melanjutkan pembelajaran Iqra di luar sekolah. Kesibukan orang tua dalam bekerja membuat sebagian anak tidak mendapatkan penguatan materi secara konsisten, sehingga perkembangan kemampuan membaca huruf hijaiyah menjadi kurang merata. Gambar 1. Wawancara dengan Guru PAUD Alam Cahaya Hasanah Wawancara dengan guru kelas B dan kepala sekolah di PAUD Alam Cahaya Hasanah adalah bagian dari temuan dan diskusi penelitian ini. Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan observasi dan wawancara pada 27 Juli 2025 untuk mengidentifikasi beberapa peristiwa penting di PAUD Alam Cahaya Hasanah. Guru dan kepala sekolah diwawancarai tentang penanaman nilai moral agama melalui hafalan surat pendek. 10 siswa berpartisipasi dalam penelitian ini. Informasi ini digunakan untuk memilih dua orang yang mewakili Hasil dari wawancara berikut ini memberikan penjelasan tentang pembelajaran Metode Iqra. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis, penerapan metode Iqra di PAUD Alam Cahaya Hasanah Banda Aceh masih menghadapi berbagai kendala yang dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori, yaitu kendala internal dan eksternal. Kendala internal mencakup keterbatasan Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X kompetensi guru dalam menguasai dan menyampaikan metode Iqra secara efektif, kurangnya variasi dalam teknik pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini, serta minimnya ketersediaan media dan alat bantu pembelajaran yang menarik dan mendukung proses belajar. Sementara itu, kendala eksternal meliputi rendahnya partisipasi orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah, latar belakang keluarga yang kurang mendukung pembiasaan membaca Al-QurAoan, serta terbatasnya dukungan dari pihak luar seperti lembaga pendidikan atau keagamaan dalam memberikan pelatihan dan penguatan kapasitas guru. Untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut, dibutuhkan upaya kolaboratif antara pihak sekolah, orang tua, dan instansi terkait guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, interaktif, dan berkelanjutan dalam penerapan metode Iqra di jenjang PAUD. DAFTAR PUSTAKA