Pengaruh Uang Saku. Pendidikan Keuangan Keluarga, dan Gaya Hidup Terhadap Pengelolaan Keuangan Pribadi Melalui Literasi Keuangan sebagai Variabel Intervening Pengaruh Uang Saku. Pendidikan Keuangan Keluarga, dan Gaya Hidup Terhadap Pengelolaan Keuangan Pribadi Melalui Literasi Keuangan sebagai Variabel Intervening Maria Fatima Yosefa*1. Christien C. Foenay2. Chrispy Theresia Pratiwi Daud3. Efandri Agustian4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Nusa Cendana1-4 E-mail: mariafatimayosefa@gmail. ABSTRAK Seiring perkembangan dan pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat serta diiringi dengan kemajuan teknologi di era digital, maka diperlukan adanya pemahaman tentang keuangan bagi individu maupun masyarakat. Pemahaman tentang pengelolaan keuangan bisa dijadikan bekal untuk mengatur keuangan. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh uang saku, pendidikan keuangan keluarga dan gaya hidup terhadap pengelolaan keuangan pribadi melalui literasi keuangan sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan pendekatan Sampel dalam penelitian ini berjumlah 84 responden yang merupakan mahasiswa kos di RT 17. Desa Penfui Timur. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin. Teknik analisis data yang digunakan adalah PLS-SEM (Partial Least Square-Structural Equation Mode. Pengolahan data penelitian ini menggunakan alat bantu SmartPLS 4. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa uang saku berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa kos dengan nilai P-Value sebesar . Pendidikan keuangan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa kos dengan nilai P-Value sebesar . Gaya hidup tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa kos dengan nilai P-Value sebesar . Uang saku tidak berpengaruh signifikan terhadap literasi keuangan mahasiswa kos dengan nilai P-Value sebesar . Pendidikan keuangan keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap literasi keuangan mahasiswa kos dengan nilai P-Value sebesar . Gaya hidup tidak berpengaruh signifikan terhadap literasi keuangan mahasiswa kos dengan nilai P-Value sebesar . Literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa kos dengan nilai P-Value sebesar . Uang saku tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan pribadi pada mahasiswa kos yang dimediasi oleh Literasi keuangan dengan nilai P-Value sebesar . Pendidikan Keuangan keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan pribadi pada mahasiswa kos yang dimediasi oleh Literasi keuangan dengan nilai P-Value sebesar . Gaya hidup tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan pribadi pada mahasiswa kos yang dimediasi oleh Literasi keuangan dengan nilai P-Value sebesar . Kata kunci: Uang Saku. Pendidikan Keuangan Keluarga. Gaya Hidup. Literasi Keuangan. Pengelolaan Keuangan Pribadi. ABSTRACT Along with rapid economic development and growth accompanied by technological advances in the digital era, financial understanding is increasingly needed by both individuals and society. An understanding of financial management can serve as a foundation for managing personal finances. Based on this background, this study aims to examine and analyze the effect of allowance, family financial education, and lifestyle on personal financial management, with financial literacy as an intervening variable. This study employs a quantitative approach. The sample consists of 84 respondents who are boarding house students living in RT 17. Penfui Timur Village. The sampling technique used in this study is the Slovin formula. The data analysis technique applied is PLS-SEM (Partial Least SquareAeStructural Equation Modelin. Data processing was carried out using SmartPLS 4. 0 software. The results of this study indicate that allowance has a positive and significant effect on the personal financial management of boarding house students, with a P-value of . Family financial education also has a positive and significant effect on personal financial management, with a P-value of . Lifestyle does not have a significant effect on personal financial management, with a P-value of . Allowance does not have a significant effect on financial literacy, with a P-value JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI) VOL 09 NO 01 MEI 2026 e-ISSN: 2622-8289 Pengaruh Uang Saku. Pendidikan Keuangan Keluarga, dan Gaya Hidup Terhadap Pengelolaan Keuangan Pribadi Melalui Literasi Keuangan sebagai Variabel Intervening of . Family financial education does not have a significant effect on financial literacy, with a P-value of . Lifestyle does not have a significant effect on financial literacy, with a P-value of . Financial literacy has a positive and significant effect on personal financial management, with a P-value of . Allowance does not have a significant effect on personal financial management when mediated by financial literacy, with a Pvalue of . Family financial education does not have a significant effect on personal financial management when mediated by financial literacy, with a P-value of . Lifestyle does not have a significant effect on personal financial management when mediated by financial literacy, with a P-value of . Keywords: Allowance. Family Financial Education. Lifestyle. Financial Literacy. Personal Financial Management. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi di era revolusi industri 5. 0 membawa kehidupan sosial, termaksud pola konsumsi dan pengelolaan keuangan Media namun juga mendorong gaya hidup dibandingkan kebutuhan. Kondisi ini permasalahan dalam pengelolaan keuangan pribadi apabila tidak keuangan yang memadai. Masa perkuliahan merupakan fase transisi di mana mahasiswa dituntut untuk mengelola keuangan secara mandiri tanpa pengawasan langsung dari orang tua. Pengelolaan keuangan pribadi menjadi keterampilan penting agar mahasiswa mampu mengatur pemasukan dan pengeluaran secara Menurut Bamfort et al. pribadi mencakup penganggaran. Namun, rendahnya literasi keuangan menyebabkan mahasiswa rentan terhadap perilaku konsumtif dan kesulitan menjaga stabilitas keuangan (Yushita, 2. Literasi keuangan berperan penting dalam membentuk perilaku pengelolaan keuangan yang sehat. Data Survei Nasional Literasi Inklusi Keuangan (SNLIK, menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia masih lebih rendah dibandingkan indeks inklusi keuangan, yang mengindikasikan bahwa masyarakat relatif mudah mengakses layanan keuangan tetapi belum sepenuhnya keuangan secara bijak. Kondisi ini mahasiswa, dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Beberapa memengaruhi pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa, di antaranya uang saku, pendidikan keuangan keluarga, dan gaya hidup. Uang saku sebagai sumber utama pendapatan konsumsi dan kemampuan mengatur Pendidikan keuangan keluarga berperan sebagai agen sosialisasi awal dalam membentuk kebiasaan keuangan, sementara gaya hidup mencerminkan pola penggunaan uang dan waktu yang dapat mendorong perilaku konsumtif. Selain itu, literasi keuangan diduga pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap pengelolaan keuangan Berdasarkan fenomena dan ketidakkonsistenan hasil penelitian terdahulu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh uang saku, pendidikan keuangan keluarga. JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI) VOL 09 NO 01 MEI 2026 e-ISSN: 2622-8289 Pengaruh Uang Saku. Pendidikan Keuangan Keluarga, dan Gaya Hidup Terhadap Pengelolaan Keuangan Pribadi Melalui Literasi Keuangan sebagai Variabel Intervening mahasiswa dengan literasi keuangan sebagai variabel intervening. Uang Saku Menurut Sari dan Listiadi . , mengatakan bahwa uang saku adalah uang yang diberikan untuk barang-barang mereka butuhkan, seperti makanan, pakaian, dan biaya lainnya. Uang saku diberikan secara harian, mingguan, dan bulanan, sehingga mereka dapat membayar hal-hal yang penting bagi mereka. Tujuan pemberian uang saku adalah sebagai sarana pembelajaran bagi anak agar mampu mengelola keuangan dengan baik. Ditinjau dari aktivitas sehari-hari, pengelolaan uang sangat dibutuhkan, salah satunya melalui pengelolaan uang saku sebagai bentuk nyata dari Besarnya uang saku yang diterima seseorang cenderung berbanding lurus dengan tingkat konsumsi yang Semakin besar uang saku yang dimiliki, maka semakin tinggi pula aktivitas konsumsi yang Pengeluaran mahasiswa juga sangat dipengaruhi oleh jumlah uang saku yang diterima, di mana rata-rata pendapatan uang saku setiap mahasiswa berbeda-beda, baik secara harian, mingguan, maupun bulanan. Pendidikan Keuangan Keluarga Pendidikan keuangan umumnya keluarga, khususnya ketika orang tua berperan aktif dalam melatih anak memahami nilai uang, memberikan keuangan, membiasakan anak untuk melakukan pembayaran secara mandiri atas kebutuhan tambahan, serta mengelola uang saku dengan Menurut Sari dan Listiadi . Pendidikan keuangan di keluarga adalah salah satu cara orang tua memberikan bimbingan serta contoh perilaku keuangan yang benar kepada anaknya. Keberhasilan orang tua ketika mengajarkan anaknya mengerti uang bisa dinilai dari sikap anak saat mengambil keputusan terkait uang. Oleh karena itu. Pendidikan keluarga dapat memengaruhi cara seseorang mengelola keuangan karena apa yang dipelajari dan Gaya Hidup Dari perspektif ekonomi, gaya hidup adalah perilaku setiap individu, bagaimana mereka membelanjakan uang, dan bagaimana mereka mengelola uang. Fitri dan Basri . menjelaskan bahwa gaya individu mengalokasikan sumber daya yang dimiliki dalam kehidupan sehari-hari. Jika gaya hidup mereka lebih boros atau mewah, mereka akan lebih banyak berbelanja, yang akan menyulitkan mereka dalam Perkembangan seseorang mencakup semua aspek kegiatan, minat, pendapat, atau apa yang biasa disebut sebagai AIO JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI) VOL 09 NO 01 MEI 2026 e-ISSN: 2622-8289 Pengaruh Uang Saku. Pendidikan Keuangan Keluarga, dan Gaya Hidup Terhadap Pengelolaan Keuangan Pribadi Melalui Literasi Keuangan sebagai Variabel Intervening . ktivitas, minat, pendapa. Secara umum, gaya hidup dapat dilihat dari apa yang dilakukan seseorang dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana cara berpikir terhadap lingkungan pandangan individu terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Literasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan melalui OJK pengetahuan, dan kemampuan yang memengaruhi sikap dan tindakan mencapai kesejahteraan. Literasi kesejahteraan pribadi yang berkaitan pribadi sebagaimana dikemukakan oleh Ramadhani et al. , . Hal pengetahuan, keterampilan, dan perilaku individu dalam mengelola Pemahaman keuangan digambarkan sebagai ide-ide keuangan mencakup pemahaman dasar mengenai keuangan pribadi . asic pemahaman mengenai kontrol uang . ash managemen. , pemahaman pemahaman tabungan dan investasi serta pemahaman mengenai risiko. Pengelolaan Keuangan Pribadi Menurut penelitian dari Amanah dkk Personal Management Financial Behavior adalah ilmu yang menjelaskan mengenai perilaku pandang psikologi dan kebiasaan individu tersebut. Ilmu ini juga menjelaskan mengenai pengambilan keputusan yang irasional terhadap keuangan mereka. Apabila kita pengeluaran, menabung, ataupun berinvestasi, perencanaan keuangan dapat membantu kita untuk membuat keputusan yang tepat, besar atau Dengan pengelolaan keuangan yang baik, maka kita tidak akan terjebak pada perilaku berkeinginan yang tak terbatas. METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa kos di RT 17 Desa Penfui Timur. Sampel sebanyak 84 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dengan skala Likert1-5 . Analisis data dilakukan menggunakan PLS-SEM dengan bantuan SmartPLS 4. meliputi pengujian outer model dan inner model. Analisis PLS SEM Menggunakan SmartPLs 4. 0, dilakukan dengan mendasarkan perhitungan dengan langkah-langkah ditempuh sebagai berikut: Persiapan Data Pembangunan Model SmartPLS Tahap pertama dalam menggunakan SmartPLS adalah mempersiapkan data penelitian. Data harus disusun JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI) VOL 09 NO 01 MEI 2026 e-ISSN: 2622-8289 Pengaruh Uang Saku. Pendidikan Keuangan Keluarga, dan Gaya Hidup Terhadap Pengelolaan Keuangan Pribadi Melalui Literasi Keuangan sebagai Variabel Intervening dalam format spreadsheet seperti Excel, dengan setiap kolom mewakili indikator variabel dan setiap baris mewakili responden. Pastikan tidak ada nilai kosong . issing valu. karena SmartPLS tidak dapat mengolah data yang tidak lengkap. Jika terdapat data yang hilang, peneliti harus melakukan perawatan substitusi atau imputasi regresi. Sumber : Data Hasil Kuersioner. Setelah berikutnya adalah mengimpor data tersebut ke dalam SmartPLS. Caranya adalah dengan membuka menu AuFile Ie Import DataAy dan memilih file Excel yang digunakan. SmartPLS akan membaca setiap kolom sebagai indikator variabel sehingga peneliti perlu memastikan bahwa nama kolom sudah sesuai dengan variabel penelitian yang Penamaan yang rapi sejak awal akan mempermudah proses analisis. Sumber : Data di olah smartPLS V. 0, 2025 Langkah membangun model penelitian secara Peneliti dapat membuat variabel laten menggunakan fitur AuCreate Latent VariableAy, lalu menarik indikator-indikator ke variabel terkait. Terdapat dua tipe indikator dalam PLS-SEM, yaitu reflektif dan formatif. Indikator manifestasi dari variabel laten, sedangkan formatif menunjukkan bahwa indikator membentuk variabel Sumber : Data di olah smartPLS V. 0, 2025 Setelah struktur variabel dan indikator terbentuk, peneliti perlu variabel laten melalui panah yang menunjukkan arah kausalitas. Panah satu arah menunjukkan hubungan sebab-akibat atau hipotesis yang diuji, sedangkan panah dua arah biasanya digunakan untuk hubungan Setiap hubungan yang dibuat harus sesuai dengan hipotesis atau kerangka berpikir dalam JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI) VOL 09 NO 01 MEI 2026 e-ISSN: 2622-8289 Pengaruh Uang Saku. Pendidikan Keuangan Keluarga, dan Gaya Hidup Terhadap Pengelolaan Keuangan Pribadi Melalui Literasi Keuangan sebagai Variabel Intervening Sumber : Data di olah smartPLS V. 0, 2025 Tahap pembangunan model ini merupakan inti dari penelitian SmartPLS, menentukan bagaimana data akan diproses dan dianalisis. Jika model sudah terbentuk dengan benar, tahap berikutnya adalah melakukan menggunakan berbagai fitur analisis yang tersedia di SmartPLS. Cara Mengoperasikan SmartPLS: Langkah Teknis Utama Setelah model selesai disusun, peneliti dapat mulai melakukan analisis menggunakan algoritma PLS-SEM. SmartPLS menyediakan beberapa tahapan inti yang perlu dievaluasi secara optimal. Berikut langkah teknis utama penggunaan SmartPLS: Algoritma Jalankan PLS. Digunakan loading, path koefisien, dan R-square Lakukan Bootstrapping Digunakan untuk menguji signifikansi hubungan antar variabel berdasarkan nilai Tstatistik dan P-value. Analisis Outer Model Meliputi menguji validitas konvergen (AVE), validitas diskriminan, dan reliabilitas (Cronbach Alpha Composite Reliabilit. Analisis Inner Model Meliputi pengujian R-square. Q-square, dan evaluasi efek langsung, tidak langsung, serta total effect. Lakukan PLSpredict (Opsiona. Untuk menguji kemampuan prediksi model terhadap data Tahapan teknis ini merupakan proses analisis utama yang dilakukan setiap SmartPLS. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji inferensial merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menarik kesimpulan atau membuat prediksi tentang suatu populasi berdasarkan data yang diambil dari Tabel dibawah ini menunjukkan Uji Outer Model dalam menguji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. Evaluasi Model Pengukuran (Outer Mode. Ada tiga jenis pengujian utama dalam outer model yaitu Convergent Validity. Discriminat Validity, dan Composite Reliability, sehingga evaluasi model pengukuran adalah sebagai berikut: Uji Convergent Validity Convergent Validity memiliki dua kriteria nilai yang dapat dievaluasi, yaitu menggunakan nilai loading factor dan nilai Average Variance Extracted (AVE). Nilai Loading Factor Output hasil estimasi outer loading diukur dari korelasi antara skor indikator . dengan konstruknya . Indikator dianggap valid jika memiliki nilai korelasi di atas 0,70 atau 0,60 JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI) VOL 09 NO 01 MEI 2026 e-ISSN: 2622-8289 Pengaruh Uang Saku. Pendidikan Keuangan Keluarga, dan Gaya Hidup Terhadap Pengelolaan Keuangan Pribadi Melalui Literasi Keuangan sebagai Variabel Intervening Berdasarkan hasil output nilai dalam kuesioner sudah valid dan dapat digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. Adapun hasil uji convergent Validity dalam penelitian pada tabel di bawah ini. Sumber : Data di olah dalam smartPLS V. 0, 2025 Average Variance Extracted (AVE) Selain melihat dari nilai outer loading, di dalam uji validitas juga bisa melihat nilai Average Variance Extracted (AVE). Menurut Ghozali . Cut-off value AVE yang sering digunakan adalah 0,50 dimana nilai AVE 0,50 ukuran convergent validity yang Berdasarkan hasil, nilai Average Variance Extracted (AVE) masing masing variabel dikatagorikan sebagai valid. Berikut hasil pengujiannya yang dapat dilihat pada tabel di bawah Sumber : Data di olah dalam smartPLS V. 0, 2025 Uji Discriminan Validity Uji reliabilitas digunakan untuk Selanjutnya menilai reliabilitas suatu konstruk dapat dilakukan melalui nilai pada fornell lacrkel criterion. Fornelarcker digunakan secara efektif konstruk dalam model PLS memiliki diskriminasi yang baik. Jika OoAVE lebih besar dari nilai korelasi di baris yang sama, maka keterangan adalah Valid sedangkan Jika OoAVE tidak lebih besar dari nilai korelasi di baris yang sama, maka keterangan adalah Tidak Valid. Berikut hasil pengujiannya yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini antara Sumber : Data di olah dalam smartPLS V. 0, 2025 JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI) VOL 09 NO 01 MEI 2026 e-ISSN: 2622-8289 Pengaruh Uang Saku. Pendidikan Keuangan Keluarga, dan Gaya Hidup Terhadap Pengelolaan Keuangan Pribadi Melalui Literasi Keuangan sebagai Variabel Intervening Uji Composite Reliability Selanjutnya setelah uji validitas, untuk menguji reliabilitas di dalam analsiis SmartPLS 4. 0 dapat dilihat pada nilai composite Nilai reliability suatu ciri indikator dapat dikatakan reliabel jika memenuhi lebih dari . Hasil analisis pada tabel di atas, menunjukkan bahwa nilai Composite reliability untuk konstruk/variabel berada Ou0,70, sehingga semua variabel memiliki reliabilitas yang baik. Berikut ini ialah tabel composite reliability dari setiap indikator variabel penelitian: Sumber : Data di olah dalam smartPLS V. 0, 2025 Evaluasi Model Strukrural (Inner Mode. Inner model dalam PLS-SEM menggambarkan hubungan antar variabel laten dan dievaluasi untuk melihat kekuatan serta signifikansi hubungan tersebut. Evaluasinya mencakup tiga aspek utama: Uji R Square. Uji Effect Size dan Signifikansi hubungan (Pengujian Hipotesi. Uji R-Square (R^. R-Square PLS-SEM mengukur seberapa baik variabel independen laten dalam model dapat menjelaskan variabilitas variabel dependen laten. Hasil R-Square mempresentasikan jumlah varian dari konstrukyang dijelaskan oleh model, di mana nilai yang lebih tinggi menunjukkan model yang lebih baik dalam menjelaskan variansi. Berikut nilai R-Square dalam analisis ini. Sumber : Data di olah dalam smartPLS V. 0, 2025 Uji F-Square atau Effect size (F^. Uji Effect size (F. digunakan untuk prediksi variabel dependen. Dengan mengidentifikasi variabel independen mana yang memiliki pengaruh paling besar terhadap variabel dependen dalam model, sehingga memberikan wawasan lebih dalam tentang dinamika hubungan antar variabel Sumber : Data di olah dalam smartPLS V. 0, 2025 Hasil Pengujian Hipotesis (Signifikans. Uji signifikansi hubungan dalam PLSSEM dilakukan untuk menentukan apakah hubungan antar variabel laten dalam model dapat dianggap JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI) VOL 09 NO 01 MEI 2026 e-ISSN: 2622-8289 Pengaruh Uang Saku. Pendidikan Keuangan Keluarga, dan Gaya Hidup Terhadap Pengelolaan Keuangan Pribadi Melalui Literasi Keuangan sebagai Variabel Intervening signifikan secara statistik. Proses ini bootstrapping, di mana data diresampling untuk menghitung nilai koefisien jalur . ath coefficien. dan Sebuah hubungan dianggap signifikan jika pvalue lebih kecil dari tingkat signifikansi yang telah ditentukan . alam penelitin ini menggunaan signifikansi 0,. Hasil bootstrapping langsung dapat dilihat pada tabel sebagai berikut. Hasil bootstrapping efek langsung . irect effec. Hasil langsung . irect effec. dapat dilihat pada tabel berikut: Sumber : Data di olah dalam smartPLS V. 0, 2025 Hasil bootstrapping efek tidak langsung . ndirect effec. Hasil bootstrapping efek tidak langsung . ndirect effec. dapat dilihat pada tabel berikut: Sumber : Data di olah dalam smartPLS V. 0, 2025 KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan Literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan pribadi Hal menunjukkan bahwa literasi keuangan merupakan faktor pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa kos di RT 17 Desa Penfui Timur. Semakin baik mengenai literasi keuangan, kemampuan mereka dalam merencanakan, mengatur, dan pribadinya selama tinggal di kos. Pengetahuan dasar mengenai keuangan, seperti pengelolaan asuransi, dan investasi, menjadi dasar penting bagi mahasiswa dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat dan bertanggung jawab. Pendidikan keuangan keluarga signifikan terhadap pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa Hal ini menunjukkan bahwa merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa Semakin baik kebiasaan keuangan yang ditanamkan dalam keluarga, maka semakin JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI) VOL 09 NO 01 MEI 2026 e-ISSN: 2622-8289 Pengaruh Uang Saku. Pendidikan Keuangan Keluarga, dan Gaya Hidup Terhadap Pengelolaan Keuangan Pribadi Melalui Literasi Keuangan sebagai Variabel Intervening mahasiswa kos di RT 17 Desa Penfui Timur dalam mengelola keuangan pribadinya meskipun telah hidup mandiri di kos. Gaya hidup tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa Hal ini menunjukkan bahwa gaya hidup bukan merupakan faktor utama yang menentukan baik atau buruknya pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa kos Hal ini menunjukkan bahwa gaya hidup bukan merupakan faktor utama yang menentukan baik atau buruknya pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa Pola aktivitas, minat, dan pendapat mahasiswa kos di RT 17 Desa Penfui Timur lebih berkaitan dengan kebiasaan konsumsi, namun belum secara kemampuan dalam mengelola keuangan secara baik. Uang saku tidak berpengaruh keuangan mahasiswa kos. Hal besarnya uang saku yang diterima mahasiswa kos belum tentu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan keuangan. Tanpa adanya pembelajaran keuangan yang baik, uang saku yang diterima mahasiswa kos di RT 17 Desa Penfui Timur lebih memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari. Pendidikan keuangan keluarga tidak berpengaruh signifikan Hal menunjukkan bahwa pendidikan keuangan yang diperoleh dari keluarga belum sepenuhnya Perbedaan keluarga dan kehidupan mandiri di kos menyebabkan literasi keuangan mahasiswa kos di RT 17 Desa Penfui Timur belum berkembang secara maksimal. Gaya hidup tidak berpengaruh keuangan mahasiswa kos. Hal ini menunjukkan bahwa gaya hidup mahasiswa kos lebih berfokus pada aktivitas dan pola konsumsi, sementara literasi keuangan memerlukan proses Oleh karena itu, gaya keuangan mahasiswa kos di RT 17 Desa Penfui Timur. Literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan pribadi Hal menunjukkan bahwa literasi keuangan merupakan faktor pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa kos. Semakin baik pemahaman mahasiswa kos di RT 17 Desa Penfui Timur mengenai literasi keuangan, kemampuan mereka dalam merencanakan, mengatur, dan JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI) VOL 09 NO 01 MEI 2026 e-ISSN: 2622-8289 Pengaruh Uang Saku. Pendidikan Keuangan Keluarga, dan Gaya Hidup Terhadap Pengelolaan Keuangan Pribadi Melalui Literasi Keuangan sebagai Variabel Intervening Uang saku melalui literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa Hal ini menunjukkan bahwa literasi keuangan belum mampu menjadi variabel mediasi antara uang saku dan pengelolaan keuangan pribadi. Pengelolaan keuangan mahasiswa kos di RT 17 Desa Penfui Timur lebih dipengaruhi oleh uang saku secara langsung dibandingkan melalui peningkatan literasi Pendidikan keuangan keluarga melalui literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan pribadi Hal menunjukkan bahwa literasi memediasi pengaruh pendidikan keuangan keluarga terhadap pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa kos. Perbedaan keuangan antara lingkungan keluarga dan kehidupan mandiri di kos menjadi salah satu penyebab belum optimalnya peran literasi keuangan pada mahasiswa kos di RT 17 Desa Penfui Timur. Gaya hidup melalui literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa Hal ini menunjukkan bahwa literasi keuangan belum mampu mengendalikan pengaruh gaya hidup terhadap pengelolaan keuangan pribadi. Gaya hidup mahasiswa kos di RT 17 Desa Penfui Timur lebih berkaitan dengan pola konsumsi seharihari dan belum diikuti dengan pemahaman keuangan yang DAFTAR PUSTAKA