Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 DOI http://dx. org/10. 36722/psn. [SN . Upaya Pencegahan Hipertensi Remaja melalui Pendidikan Kesehatan dan Pemeriksan Faktor Risiko Hipertensi di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Nella Ridha Setiana1*. Nurul Istiana1. Romadhiyana Kisno Saputri1. Triani Kiswati1. Rohmat Saiful Anam1. Shofiudin Rohmatullah1. Sholeh1. Yogi Septiana1 Farmasi. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Jl. Ahmad Yani No. Sukorejo. Kec. Bojonegoro. Kabupaten Bojonegoro. Jawa Timur 62115 Email Penulis Korespodensi: ridhanella31@gmail. Abstrak Hipertensi yang terjadi pada usia remaja memiliki kemungkinan besar untuk berkembang sampai usia Masih cukup banyak remaja yang kurang pengetahuan terkait upaya pencegahan hipertensi. Peningkatan pengetahuan pada remaja dapat dilakukan dengan pemberian pendidikan kesehatan. Selain pendidikan kesehatan, remaja perlu pemeriksaan faktor risiko hipertensi berupa pemantauan Indeks Massa Tubuh (IMT) serta pengukuran tekanan darah. Metode yang digunakan dalam pendidikan kesehatan adalah ceramah dan tanya jawab, sedangkan dalam pemeriksaan faktor risiko dengan demonstrasi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap monitoring dan evaluasi. Kegiatan pendidikan kesehatan dihadiri 60 mahasiswa yang tergolong remaja dengan berusia 17-19 tahun. Hasil nilai pre dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sasaran terkait pencegahan hipertensi pada remaja. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan sebagian besar sasaran puas dengan kegiatan yang dilakukan. Pemeriksaan faktor risiko hipertensi menunjukkan angka kelebihan berat badan sebesar 11,7%, obesitas sebesar 18,3%, dan angka hipertensi sebesar 21,7%. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan belum ada perubahan berarti pada berat badan dan atau IMT sasaran, namun sasaran sudah mulai untuk melakukan aktivitas fisik dan memilih makanan yang bergizi seimbang. Pendidikan kesehatan dengan tema pencegahan hipertensi mampu meningkatkan pengetahuan sasaran terkait hipertensi. Pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran IMT dan tekanan darah dapat digunakan sebagai alat untuk deteksi faktor risiko Kata kunci: Pendidikan Kesehatan. Pemeriksaan Kesehatan. Hipertensi. Remaja Perkembangan penyakit hipertensi pada remaja berhubungan dengan beberapa faktor seperti Indeks Massa Tubuh (IMT), obesitas dan aktivitas fisik (Suryawan, 2. Prevalensi hipertensi pada remaja dalam dekade ini semakin meningkat, hasil pengukuran tekanan darah remaja di Kabupaten Semarang menunjukkan 33,3% sampel mengalami keadaan prehipertensi hingga hipertensi (Yuliaji Siswanto, 2. , pengukuran status hipertensi pada remaja di salah satu perguruan tinggi di Bojonegoro menunjukkan 16,7% mahasiswa mengalami hipertensi (Romadhiyana Kisno PENDAHULUAN Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan jenis penyakit yang tidak menular yang ditandai dengan tekanan darah lebih dari Pada remaja, tekanan darah normal sebesar 130-139/80-89 mmHg. Hipertensi pada remaja didefinisikan sebagai penyakit yang ditandai dengan tekanan darah melebihi 130139/80-89 mmHg (Nur Rahmah Fadilah Shaumi, 2. , hipertensi yang terjadi pada usia remaja, memiliki kemungkinan besar untuk Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Saputri, 2020. , hal ini menunjukkan bahwa masalah hipertensi remaja merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu pencegahan dan pengendalian agar tidak terjadi penurunan kinerja organ tubuh yang nantinya dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular dan kelumpuhan (Nanda Desi Rahma, 2. Pencegahan hipertensi dapat dilakukan dengan penerapan pola hidup sehat seperti menerapkan pola makan sehat, rutin melakukan aktifitas fisik, menghindari rokok, tidak mengkonsumsi garam dan minyak secara berlebihan, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol dan mengelola stres dengan baik. Remaja masih ada yang belum tahu terkait beberapa pencegahan hipertensi yang telah disebutkan, sekitar 72,9% remaja tidak rutin melakukan aktivitas fisik, 71,2% remaja kurang bisa mengelola stres dengan baik, khususnya tidak bisa tenang saat menghadapi masalah dan 57,5% masih suka mengkonsumsi makanan cepat saji lebih dari 3x dalam seminggu. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan responden terkait upaya pencegahan hipertensi tersebut (Delyan Octafyananda, 2. , peningkatan pengetahuan pada remaja dapat dilakukan dengan pemberian pendidikan kesehatan (Lainun Lutfi, 2. Faktor risiko terjadinya hipertensi pada remaja salah satunya adalah kelebihan berat badan dan obesitas. Kelebihan berat badan adalah kondisi dimana nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) seseorang berada pada angka 2324,9, sedangkan obesitas pada angka >24,9 (Ihda Nur Kasyifa, 2. , pengukuran IMT merupakan salah satu pengukuran yang digunakan sebagai metode skrining untuk mengukur komposisi tubuh. Perhitungan nilai IMT dilakukan dengan cara berat badan dalam satuan kilogram dibagi dengan kuadrat dari tinggi badan dalam satuan meter (Yudha Wahyu Putra, 2. Remaja dengan IMT dalam kategori kelebihan berat badan dan obesitas memiliki risiko tekanan darah naik sebesar 5. kali dibandingkan dengan remaja dengan IMT Pemantauan IMT serta pengukuran tekanan darah secara berkala pada remaja dapat dijadikan langkah untuk mencegah terjadinya pre hipertensi pada usia remaja (Isfaizah Isfaizah, 2. , berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pendidikan kesehatan dan pemeriksaan faktor risiko hipertensi sebagai upaya pencegahan hipertensi. METODE Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ceramah dan tanya jawab dengan materi pencegahan hipertensi pada remaja. Mitra pada kegiatan ini adalah mahasiswa tingkat 1 Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Sains dan Teknologi yang memiliki usia 17-19 tahun. Materi yang diberikan terdiri dari peningkatan prevalensi hipertensi pada remaja dan langkah pencegahan hipertensi pada remaja. Metode ini dipilih berdasarkan kegiatan serupa sebelumnya, metode ceramah dan diskusi mampu mahasiswa (Romadhiyana Kisno Saputri. Pelatihan Kader Antihipertensi Sebagai Upaya Menurunkan Angka Hipertensi Di Kabupaten Bojonegoro, 2020. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap monitoring dan evaluasi. Tahap persiapan dimulai dengan persiapan materi dan persiapan perizinan, pembuatan prepost dan test dan form evaluasi serta lembar monitoring dan evaluasi. Tahap pelaksanaan meliputi pelaksanaan pendidikan kesehatan terkait pencegahan hipertensi dan pemeriksaan kesehatan mahasiswa. Tahap monitoring dan evaluasi dilakukan secara daring untuk mengetahui aplikasi materi yang diberikan pada kehidupan sehari-hari sasaran. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan pada hari Kamis, 30 Desember 2021, pukul 08. 00 s/d 12. 00 WIB di Gedung E Lantai 3 Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro. Alat Alat yang digunakan pada kegiatan ini antara lain alat tulis, lembar pre dan post-test, form evaluasi, lembar monitoring. LCD proyektor, laptop, timbangan berat badan, mikrotoa, tensimeter digital. Langkah Pelaksanaan Langkah pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut: Pembuatan materi terkait pencegahan hipertensi pada remaja, dimulai dari meningkat, penyakit yang diakibatkan hipertensi, upaya pencegahan hipertensi, upaya promotif dalam pengendalian Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 hipertensi dan pengobatan hipertensi pada Pengajuan perizinan kegiatan kepada Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri dan mahasiswa, dimana sasaran pada kegiatan ini adalah 60 orang mahasiswa. Pembuatan pre dan post-test dan form evaluasi serta lembar monitoring dan evaluasi yang akan disebar ke sasaran. Pelaksanaan pendidikan kesehatan terkait pencegahan hipertensi dan pemeriksaan kesehatan mahasiswa yang terdiri dari pemeriksaan tinggi badan, berat badan dan tekanan darah. Hasil pengukuran berat badan dan tinggi badan kemudian diolah untuk perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) sasaran dan dikelompokkan dalam kategori berat badan kurang, normal, berat badan lebih dan obesitas. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untuk mengetahui faktor risiko hipertensi pada sasaran. Monitoring dan evaluasi kegiatan yang dilakukan secara daring melalui aplikasi Whatsapp untuk mengetahui upaya Peningkatan nilai pengetahuan yang diukur dari peningkatan nilai pre dan post-test merupakan indikator keberhasilan kegiatan pendidikan kesehatan (Ndaru Andri Damayanti. Rata-rata hasil pre-test terkait pengetahuan terhadap pencegahan hipertensi adalah 49,32 dan rata-rata post-test adalah 76,27. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sasaran terkait pencegahan hipertensi pada remaja. Hasil ini sesuai dengan kegiatan pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja yang menunjukkan metode ceramah atau penyuluhan terbukti meningkatkan pengetahuan remaja terkait dengan kesehatan reproduksi (Nydia Rena Benita, 2. Lembar evaluasi pada kegiatan ini mengacu pada survei kepuasan sasaran terhadap beberapa aspek penilaian. Hasil evaluasi disajikan pada Berdasarkan tabel 1, diketahui bahwa pada semua indikator, sebagian besar sasaran, terlihat puas, dengan rincian 75% puas terhadap kualitas materi, 80% puas terhadap kualitas pemateri, 85% puas terhadap sesi tanya jawab yang dilakukan dan 75% puas terhadap rangkaian acara yang dilakukan. Hasil wawancara pada sasaran menunjukkan salah satu yang membuat puas terhadap acara kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya pembagian doorprize. penyerahan doorprize disajikan pada Gambar 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pendidikan kesehatan dihadiri 60 orang sesuai dengan perencanaan. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh moderator, pelaksanaan pre-test, penyampaian materi, tanya jawab, pemberian doorprize, pelaksanaan post-test, pengisian lembar evaluasi dan Acara berjalan dengan baik dan sesuai dengan jadwal. Remaja sebagai sasaran pada kegiatan ini antusias dengan kegiatan yang Dokumentasi pendidikan kesehatan disajikan pada gambar 1. Tabel 1. Hasil Evaluasi Kegiatan No Indikator Kualitas Materi Tingkat Kepuasan Sangat Puas Puas Kurang Puas 0% Tidak Puas Sangat Puas Kualitas Pemateri Puas Kurang Puas 0% Tidak Puas Sangat Puas Tanya Puas Kurang Puas 0% Tidak Puas Rangkaian Sangat Puas Acara Puas Kurang Puas 5% Tidak Puas Gambar 1. Penyampaian Materi Pengukuran keberhasilan suatu proses pembelajaran, termasuk pendidikan kesehatan dapat dengan menggunakan alat pre dan post 73 Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Pemeriksaan faktor risiko hipertensi pada remaja dalam kegiatan ini dibatasi hanya pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pengukuran tekanan darah. Hasil pengukuran IMT disajikan pada tabel 2 dan hasil pengukuran tekanan darah disajikan pada tabel 3. Berdasarkan tabel 2 diketahui angka kelebihan berat badan sasaran sebesar 11,7% dan angka obesitas sebesar 18,3%. Pemberian pendidikan kesehatan tentang pencegahan hipertensi mampu meningkatkan pengetahuan sasaran terkait pencegahan hipertensi, sehingga diharapkan dapat pula meningkatkan sikap dari sasaran untuk melakukan pola hidup sehat untuk pencegahan hipertensi, salah satunya berusaha untuk memiliki IMT normal. Perubahan sikap belum dilakukan pada kegiatan ini, dengan melihat hasil bahwa pendidikan kesehatan memiliki pengaruh pada pengetahuan, maka kemungkinan pendidikan kesehatan terkait pencegahan hipertensi ini juga memiliki pengaruh pada sikap, sesuai dengan hasil penelitian Mawardika et al. , . , yang menunjukkan pendidikan kesehatan memiliki pengaruh terhadap sikap remaja melakukan materi dari pendidikan kesehatan yang didapatkan. Pemeriksaan tekanan darah dilakukan untuk mengetahui status hipertensi Tabel 3 menunjukkan bahwa angka hipertensi sasaran sebesar 21,7%. Tekanan darah dapat dipengaruhi oleh rasa tegang, rasa khawatir dan rasa gelisah dari sasaran. Pemeriksaan tekanan darah perlu dilakukan secara berkala untuk mengetahui penurunan atau peningkatan derajat hipertensi sasaran (Riskiyah Riskiyah, 2. Persentase 51,7% Kelebihan Obesitas 11,7% 18,3% Total No Kategori Hipertensi Jumlah Persentase 21,7% Tidak Hipertensi Total 78,3% Monitoring dan evaluasi kegiatan dilakukan dengan menghubungi sasaran secara daring melalui aplikasi whatsapp untuk mengetahui upaya pencegahan hipertensi yang telah Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa belum ada perubahan berarti pada berat badan dan atau indeks massa tubuh sasaran, namun sasaran sudah mulai untuk melakukan aktivitas fisik dan memilih makanan yang bergizi seimbang. SIMPULAN DAN SARAN Pendidikan pencegahan hipertensi mampu meningkatkan pengetahuan sasaran terkait hipertensi. Pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran Indeks Massa Tubuh dan tekanan darah, dapat digunakan sebagai alat untuk deteksi faktor risiko hipertensi. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan sasaran telah melakukan aktivitas fisik dan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang untuk pencegahan hipertensi. Kegiatan serupa dapat dilaksanakan dengan sasaran yang lebih besar dengan waktu pendampingan yang lebih lama, sehingga dapat diketahui efektivitas pendidikan kesehatan dalam jangka waktu yang lebih lama. UCAPAN TERIMA KASIH Tabel 2. Hasil Pengukuran IMT Jumlah Jumlah Tabel 3. Hasil Pengukuran Tekanan Darah Gambar 2. Penyerahan Doorprize No Kategori Berat No Kategori Normal Persentase 18,3% Ucapan terima kasih terutama ditujukan kepada Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri dan semua pihak yang membantu pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Nydia Rena Benita. Pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja siswa Smp Kristen Gergaji. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 4. , 975Ae984. Riskiyah Riskiyah. Pencegahan Penyakit Hipertensi Melalui Penyuluhan Kesehatan dan Pelatihan Pengukuran Tekanan Darah Pada Kader PKK. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4. , 312Ae319. Romadhiyana Kisno Saputri. Hubungan Konsumsi Minuman Ringan dan Kopi dengan Kejadian Hipertensi Remaja. Jurnal Medika Cendikia, 7. , 108Ae117. Romadhiyana Kisno Saputri. Pelatihan Kader Antihipertensi Sebagai Upaya Menurunkan Angka Hipertensi Di Kabupaten Bojonegoro. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (Pk. , 3. , 401Ae408. Yudha Wahyu Putra. Index Massa Tubuh (IMT) Mempengaruhi Aktivitas Remaja Putri Smp Negeri 1 Sumberlawang. Gaster, 16. , 105. Yuliaji Siswanto. Hipertensi pada Remaja di Kabupaten Semarang. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 1. , 11Ae17. DAFTAR PUSTAKA