VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 p-ISSN: 2302-1225 e-ISSN: 2654-329X PENGGUNAAN TIKTOK TERHADAP SISWI SDN 050 TARAKAN The Use of Tiktok on Students At SDN 050 Tarakan Valentino Geotrinitas1. Desy Irsalina Savitri2 Universitas Borneo Tarakan Email: valentinoggeo@gmail. ABSTRAK Sudah menjadi sebuah konsekuensi logis untuk bisa beradaptasi ketika kita mengikuti peradaban zaman yang semakin maju dan menjadi sebuah tuntutan wajib untuk bisa memberikan inovasi-inovasi kreatif terhadap perkembangan zaman yang terjadi agar tidak tergerus oleh hal-hal yang mengarah pada dampak negatif dari pengaruh globalisasi itu sendiri misalnya saja seperti lunturnya budaya lokal dan masuknya budaya asing yang kurang baik. Dalam ranah pendidikan penggunaan media sosial yang terlalu berlebihan serta kurangnya pengawasan terhadap pelajar dalam mengunakan media sosial tersebut bisa menjadikan karakter, moral dan etika pelajar menjadi buruk akibat konten-konten negatif yang mereka tonton. Di Indonesia sendiri aplikasi Tiktok pernah mengalami masa pembelokiran dan pemantauan sejak 3 juli 2018, namun dengan memenuhi 9 dari 10 syarat yang diberikan kementrian komunikasi dan informatika . Tiktok mulai diizinkan lagi di Indonessia dan mengalami peningkatan jumlah penggunanya. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media sosial tiktok terhadap perilaku motivasi belajar, etika, dan moral siswa perempuan di SDN 050 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan pengumpulan data melalui observasi dan kajian literasi. Teknik analisis data menggunakan kajian literatur referensi, mengenai hasil yang diperoleh menjelaskan bahwa pemanfaatan media sosial tiktok cenderung kepada penghiburan diri daripada menggunakan untuk penunjang belajar . otivasi belajar peserta didi. Kata kunci : Dampak penggunaan media, tiktok. Siswa Perempuan ABSTRACT It has become a logical consequence to be able to adapt when we follow an increasingly advanced civilization and it is a mandatory requirement to be able to provide creative innovations to the current developments so as not to be eroded by things that lead to negative impacts from the influence of globalization itself. for example, such as the fading of local culture and the influx of bad foreign In the realm of education the excessive use of social media and the lack of supervision of students in using social media can make students' character, morals and ethics worse due to the negative content they watch. In Indonesia, the Tiktok application has experienced a period of blocking and monitoring since July 3 2018, but by fulfilling 9 out of 10 conditions given by the Ministry of Communication and Informatics (Kominf. Tiktok has begun to be allowed again in Indonesia and has experienced an increase in the number of users. The purpose of conducting this research was to determine the effect of social media tiktok on the behavior of learning motivation, ethics, and morals of female students at SDN 050 Tarakan. This study uses a literature review method by collecting data through observation and literacy studies. The data analysis technique uses a reference literature Penggunaan Tiktok Terhadap A Valentino. Desy Available at http://ojs. id/ojs/index. php/JED VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 p-ISSN: 2302-1225 e-ISSN: 2654-329X review, regarding the results obtained explaining that the use of social media tiktok tends to be selfconsolation rather than used to support learning . tudent learning motivatio. Keywords: the impact of using social media, tiktok, female student PENDAHULUAN Pendidikan merupakan jendela pengetahuan bagi setiap individu agar lebih cerdas dan berkualitas. Pendidikan itu sendiri merupakan usaha sadar yang dilakukan untuk memberikan pengalaman belajar bagi setiap individu atau peserta didik, pengalaman belajar tersebut terdiri dari beberapa aspek yang saling berkaitan di antarannya yaitu aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik. Dalam perspektif ini peneliti mendefinisikan tujuan dari pendidikan adalah menyiapkan manusia agar siap dalam menjalani hidup dan membantu manusia agar bisa memiliki skill dalam menjalani hidupnya baik itu skil untuk pekerjaan, skill untuk relationship, dan sebagainya. Kemajuan inovasi teknologi merupakan keajaiban karakteristik asli yang tidak dapat di hindari dan telah menjadi prosedur penting untuk budaya saat ini. Inovasi teknologi pada masa modernisasi dan globalisasi memegang peran penti di segala bidang, salah satunya bidang pendidikan (Asdiniah Triana, 2. Saat ini kita telah dihadapkan dan diposisikan pada perkembangan zaman revolusi 0, yang dimana pemanfaatan diprioritaskan dalam setiap kehidupan khususnya bidang pendidikan. Digitalisasi pendidikan merupakan upaya untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar secara virtual atau bahkan melaksanakan kegiatan pembelajaran pemanfaatan terkait aplikasi penunjang pembelajaran merupakan pemanfaatan fasilitas yang dapat digunakan secara (Kustiawan et al. , 2. Berbicara pendidikan memang sudah merupakan konsekuensi logis bagi kita karena selaras dengan perkembangan dan peradaban zaman yang semakin maju dan canggih (Ilahin, 2. Di era globalisasi saat ini penggunaan teknologi gadget/handphone telah banyak digunakan dan Penggunaan media sosial saat ini menjadi prioritas bagi setiap kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa bahkan para pelajar dasar memudahkan mereka dalam mengakses informasi ataupun berinteraksi dengan orang-orang memudahkan mereka dalam mengerjakan suatu hal. Salah satu media sosial yang paling familiar di gunakan di kalangan pelajar sekolah dasar adalah media sosial tiktok, media sosial ini berupa media audio visual yang dapat di dengar dan dapat di lihat. Untuk konteks kalangan perempuan sekolah dasar penggunaan media sosial tiktok sangat intens sekali di gunakan mulai dimanfaatkan sebagai media ekspresi diri hingga sarana pembelajaran, namun para siswi lebih dominan menggunakannya sebagai media Penggunaan Tiktok Terhadap A Valentino. Desy Available at http://ojs. id/ojs/index. php/JED VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 p-ISSN: 2302-1225 e-ISSN: 2654-329X ekspresi seperti joget-joget dan menonton Vidio untuk menghilangkan rasa bosan. (Wijaya, 2. Untuk usia anak sekolah dasar apabila tidak diberikan batasan serta pengawasan yang ketat oleh orang tuanya di rumah atau guru di sekolah mungkin saja bisa memberikan dampak negatif penggunaan tiktok bagi mereka misalnya saja dapet mendoktrin negatif pemikiran mereka ke hal yang tidak pantas misalnya seperti berjoget dengan mengenakan pakaian yang tidak pantas atau pun ucapan kebencian, penistaan terhadap agama, etnis, dan sebagainya. Selain itu yang paling mengkhawatirkan dari penggunaan media sosial tiktok ini adalah grup chatting yang isinya orang yang tidak dikenal mulai dari remaja hingga dewasa berkenalan melalui melalui Chat pribadi. METODE Penelitian ini menggunakan metode studi literasi, yang dimana menurut Saryono mengatakan bahwa metode kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan deskriptif yang di dapat dari beberapa kajian materi. (Suparyanto dan Rosad . 5, 2. penelitian ini menghasilkan data dalam bentuk kata-kata dan gambar, kemudian data tersebut akan diolah dan fenomena dalam bentuk deskripsi katakata. Tempat penelitian dari artikel ini di SDN 050 Tarakan, ruang lingkup penelitian ini adalah pelajar sekolah dasar SDN 050 Tarakan, dan subjeknya adalah siswi kelas V B SDN 050 tarakan yang dimana merupakan pengguna media sosial tiktok, adapun instrumen penelitian dalam dokumen/literatur, alat rekam, dan alat tulis. Untuk teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, dan kaji literatur serta studi dokumentasi terhadap data-data yang diperoleh. Teknik analisis data pada artikel ini merupakan teknik deskriptif analisis yaitu, pemaparan terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya secara ilmiah dan bersifat HASIL DAN PEMBAHASAN Penggunaan media sosial tiktok dikalangan pelajar memang sangat familiar apalagi dikalangan pelajar sekolah dasar, mereka menjadikan media sosial tersebut sebagai ajang mengekspresikan diri mereka, dan aplikasi Tiktok tersebut bisa membuat Apalagi di saat mereka sedang lelah, bosan, kesal, dan pusing, lalu mereka bermain media sosial Tiktok ini serasa semua perasaan tersebut menjadi hilang, jadi bisa dikatakan media sosial Tiktok ini bisa menjadi penghibur mereka yang menggunakannya. Dari hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan dalam penelitian terdahulu, bahwa peserta didik lebih menyukai konten-konten sebagai Penggunaan Tiktok Terhadap A Valentino. Desy Available at http://ojs. id/ojs/index. php/JED VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 p-ISSN: 2302-1225 e-ISSN: 2654-329X PARGOY KPOP ANIME KONTEN KONTEN MASAK TARIAN VIRAL MUKBANG Gambar 1. Bagan Konten Media Sosial (Nabilah & Suprayitno, 2. Dari bagan tersebut dapat kita lihat bahwasanya para peserta didik khususnya siswi lebih cenderung kepada kontenkonten penghibur diri dibandingkan konten-konten pembelajaran/pendidikan, apabila seperti ini terus dan dibiarkan begitu saja maka akan berdampak pada kurangnya motivasi belajar serta semakin meningkatnya karakter atau perilaku buruk dari peserta didik itu sendiri. Manusia sebagai makhluk sosial sudah memiliki ketergantungan terhadap orang lain serta membutuhkan interaksi dengan lingkungannya, salah satunya adalah dengan melalui komunikasi. Seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi antara manusia semakin lama terus berkembang dan semakin maju. Selain itu kemajuan teknologi pada saat ini juga sangat berhubungan dengan perkembangan media sosial Karena sangat memegang peran penting di hampir segala lini masyarakat. Mulai dari mengirim pesan kemudian berkomunikasi sehingga mencari dan mengelola informasi yang ada, maka tidak heran ketika teknologi atau internet merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat. Sosial media bukanlah hal yang baru lagi bagi masyarakat Indonesia, sekarang ini yang patut menjadi perhatian adalah bagaimana efek dari penggunaan sosial media tersebut, oleh individu-individu seringkali sudah melenceng jauh dari manfaat sosial media itu sendiri yang sejatinya sangat berguna untuk hal-hal positif seperti menjalin tali silaturahmi dan sebagainya. (Fitriana et al. , 2. Pemanfaatan internet termasuk penggunaan media sosial dapat mengubah pola komunikasi, budaya, bahkan perolehan informasi dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena ini menampilkan adanya kontribusi yang kompleks di mana ketersinambungan antara media sosial, komunikasi, dan perolehan informasi. Berbagai macam media sosial yang ada pada saat ini, salah satunya adalah media sosial Tik tok yang di mana sedang populer digunakan di berbagai kalangan dari mulai usia dini sampai dewasa. Dalam penggunaan media sosial Tik tok ini, agar tidak mengarah ke hal-hal yang negatif, maka perlu dilakukannya program literasi digital terutama pada kalangan usia sekolah dasar, hal ini dilakukan agar selaras dengan penggunaan media sosial Tik tok tersebut. (Majalengka et al. Mungkin salah satu inovasi terkait Penggunaan Tiktok Terhadap A Valentino. Desy Available at http://ojs. id/ojs/index. php/JED VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 p-ISSN: 2302-1225 e-ISSN: 2654-329X media sosial atau kemajuan teknologi yang bisa saya gambarkan adalah pembelajaran berbasis Tik tok karena selaras dengan era digital saat ini, hal tersebut cocok diterapkan karena media sosial menarik perhatian dan dekat dengan generasi milenial yang memang lekat dengan dunia digital. Perkembangan karakter merupakan hal yang perlu kita perhatikan secara intens terutama perkembangan kognitif pada anak hal tersebut di dasari oleh sebuah proses internal pada pusat susunan saraf ketika manusia tengah berfikir, apa lagi bagi seorang anak mereka akan cepat menangkap suatu materi jika di konsepkan melalu media yang asik bagi mereka misalnya saja seperti penggunaan gadget. (Jatmika, 2. menjelaskan bahwa minat seorang anak terfokus pada segala sesuatu yang Pengaplikasiannya yaitu anak cenderung untuk melakukan beragam aktifitas yang berguna bagi proses perkembangannya anak, jadi masa-masa anak tingkat sekolah dasar merupakan anak yang masih terbilang fresh terhadap materi yang diberikan oleh guru apalagi dalam konsep Vidio visual, jadi ketika mereka diberikan materi atau tontonan konten yang kurang bermoral hal tersebut akan merusak etika dan moral mereka juga nantinya. Jika kita meratapi perilaku anak sekolah dasar saat ini sangat disayangkan apabila hadirnya kemajuan teknologi yang memberikan kita kemudahan dalam mengelola dan mengakses informasi hanya dimanfaatkan sebagai media untuk hal-hal yang tidak memiliki pembelajaran sama sekali, dalam artian di sini ialah penggunaan teknologi yang hanya digunakan untuk bersenang-senang dan untuk menghibur diri saja. Padahal apabila meningkatkan kemampuan akademik bisa memberikan dampak yang positif dan sesuatu, bahkan bisa meningkatkan kreativitas dan melahirkan inovasi inovasi pembelajaran yang positif. Dalam hal seperti ini seorang guru yaitu sebagai orang tua kedua bagi peserta didik perlu mengarahkan peserta didik untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak perlu dalam penggunaan teknologi, sebagai contoh misalnya saja memberikan tugas kepada anak yang fokus utamanya adalah media matematika namun harus membuat video edukasi terkait materi matematika yang diberikan, sehingga peserta didik akan menyeimbangkan penggunaan media sosial dengan materi pembelajaran. Kemudian untuk di lingkungan keluarga dari peserta didik itu sendiri harus secara ketat memberikan batasan terhadap anakanaknya, misalnya seperti menetapkan jam belajar anak dari jam 08. 00 hingga penggunaan teknologi atau gadget kepada si anak, sehingga yang akan terjadi waktu belajar siswa akan lebih banyak dibandingkan dengan waktu bermain media sosial. Selain itu alasan lain yang menyebabkan media sosial jadi sesuatu Penggunaan Tiktok Terhadap A Valentino. Desy Available at http://ojs. id/ojs/index. php/JED VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 p-ISSN: 2302-1225 e-ISSN: 2654-329X yang menarik bagi anak-anak adalah karena media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana akumulasi penguatan identitas terkait dengan relasi mereka dangan teman-temannya. Apabila anakanak absen atau tidak menggunakan media sosial tidak serupa dengan temanteman sepermainannya, masuk juga tidak melakukan apa yang teman-teman mereka lakukan di media sosial makan nantinya mereka akan menghadapi kemungkinan ketinggalan berita atau kurang update. Kemungkinan tersebut dianggap dapat menyebabkan tereksklusinya mereka dari lingkaran atau circle sosial mereka . eer SIMPULAN Dari hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa media sosial Tiktok yang digunakan oleh para peserta didik tidak terlalu merugikan mereka dalam artian di sini harus tetap diberikan batasan terhadap penggunaan gadget oleh mereka, ada beberapa anak yang menggunakan kreativitas dan kegemaran mereka dengan membuat konten video di Tiktok, dan mayoritas video yang dibuat oleh mereka adalah edit foto/vidio serta menirukan tarian viral yang ada di Tiktok. Dari penggunaan media sosial Tiktok tersebut terdapat dampak positif dan negatif bagi para peserta didik, dapat kita lihat dampak positif penggunaan media sosial ini lebih ke arah kognitif dan psikomotorik di mana pengetahuan dan kreativitas mereka dapat terbentuk kemudian dampak negatif yang ditimbulkan lebih ke arah anak menjadi acuh tak acuh dengan dunia sekitar jika sudah asik bermain dengan media sosial Dengan adanya hasil penelitian ini kami berharap kepada orang tua atau wali murid agar lebih efektif lagi dalam pengawasan terhadap anak-anaknya agar bisa menggunakan handphone dengan kemanfaatannya, serta bagaimana supaya bisa mengontrol waktu anak-anaknya untuk tumbuh kembang mereka. (Arrofi & Hasfi, 2. DAFTAR PUSTAKA