CAKRAWANGSA BISNIS Wathur Kasbani. Tri Utomo Prasetyo Vol. No. : Oktober . -147 Menilik Pengelolaan Keuangan Generasi Z di Kulon Progo: Pengaruh Literasi. Gaya Hidup, dan Teknologi Wathur Kasbani. Tri Utomo Prasetyo2* Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN. Yogyakarta Ae Indonesia Corresponding author: tri. p@stimykpn. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, hedonistic lifestyle, dan fintech payment terhadap manajemen keuangan pribadi pada Generasi Z di Kabupaten Kulon Progo. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik purposive sampling, melibatkan 85 responden Generasi Z. Analisis data menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan dan fintech payment secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen keuangan pribadi pada Generasi Z di Kabupaten Kulon Progo, sementara hedonistic lifestyle berpengaruh negatif dan signifikan. antara ketiga variabel tersebut, literasi keuangan terbukti menjadi faktor yang paling dominan dalam memengaruhi manajemen keuangan pribadi pada Generasi Z di Kabupaten Kulon Progo. Kata kunci: literasi keuangan, hedonistic lifestyle, fintech payment, manajemen keuangan pribadi. Generasi Z Abstract This study aims to analyze the influence of financial literacy, hedonistic lifestyle, and fintech payment on personal financial management of Generation Z in Kulon Progo Regency. The sampling method in this study used a non-probability sampling method with a purposive sampling technique, involving 85 Generation Z respondents. Data analysis used the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method. The results of the study indicate that financial literacy and fintech payment partially have positive and significant effects on personal financial management of Generation Z in Kulon Progo Regency, while hedonistic lifestyle has a negative and significant effect. Among these three variables, financial literacy has been shown to be the most dominant factor in influencing personal financial management among Generation Z in Kulon Progo Regency. Keywords: financial literacy, hedonistic lifestyle, fintech payment, personal financial management. Generation Z CAKRAWANGSA BISNIS Wathur Kasbani. Tri Utomo Prasetyo Vol. No. : Oktober . -147 PENDAHULUAN Kebutuhan dan keinginan manusia mendorong gaya hidup konsumtif yang kerap melebihi pendapatan, sehingga berisiko menimbulkan kegagalan finansial. Karena itu, pengelolaan keuangan yang hati-hati menjadi penting, terutama di era modern (Sari dkk. , 2. Generasi Z, lahir pada 1995Ae2012, tumbuh di lingkungan digital dan sangat akrab dengan teknologi. Namun, gaya hidup dinamis serta keterbatasan literasi keuangan membuat mereka rentan menghadapi masalah dalam mengatur keuangan pribadi (Barhate & Dirani, 2022. Buderini dkk. , 2. Manajemen keuangan pribadi merupakan upaya individu mengelola dana secara efisien untuk memenuhi kebutuhan hidup (Kholilah & Iramani, 2. Minimnya pengetahuan dapat menyebabkan perencanaan yang buruk dan ketidaksiapan menghadapi kondisi tak terduga, sedangkan pemahaman yang baik mencerminkan tanggung jawab terhadap keuangan (Hariani & Andayani, 2. Faktor-faktor utama yang memengaruhi manajemen keuangan pribadi mencakup literasi keuangan, gaya hidup hedonis, dan penggunaan fintech payment (Pertiwi , 2. Literasi keuangan merupakan bekal dasar agar individu mampu mengambil keputusan finansial yang tepat. Rendahnya literasi dapat mengancam keamanan keuangan meskipun seseorang berpenghasilan tinggi (Ramandati dkk. , 2. Survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2024 menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia baru mencapai 65,43% dengan indeks literasi keuangan syariah hanya sebesar 39,11%, tergolong rendah (OJK, 2. Selain itu, gaya hidup juga berpengaruh pada kondisi finansial. Perkembangan teknologi mendorong masyarakat, khususnya Generasi Z, untuk lebih mengejar kepuasan jangka pendek sehingga cenderung hedonis (Buderini dkk. , 2. Hal ini diperparah dengan fenomena you only live once (YOLO) dan fear of missing out (FOMO) yang mendorong mereka mengutamakan pengalaman saat ini tanpa mempertimbangkan risiko di masa depan (Utama, 2020. Ramandati , 2. Media sosial dan kemudahan transaksi digital memperkuat perilaku konsumtif, sehingga mengurangi kemampuan menabung maupun berinvestasi. Selanjutnya, perkembangan fintech membawa inovasi layanan keuangan yang memudahkan transaksi cepat dan fleksibel (Bank Indonesia, 2018. Marginingsih, 2021. Novianta dkk. Meski demikian, terdapat tantangan berupa risiko keamanan data, perilaku konsumtif berlebihan, dan utang tidak terkelola (Lestari dkk. , 2. Fenomena pinjaman online ilegal maupun perjudian daring menjadi dampak negatif yang paling menonjol, banyak menjerat Generasi Z akibat kemudahan akses dan lemahnya keterampilan mengelola keuangan (Novianta , 2. Dengan jumlah populasi Generasi Z mencapai 97. 764 jiwa di Kabupaten Kulon Progo (Badan Pusat Statistik, 2. , rendahnya literasi keuangan dapat berimplikasi pada rendahnya minat investasi serta meningkatnya risiko kegagalan finansial di kemudian hari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, hedonistic lifestyle, dan fintech payment terhadap manajemen keuangan pribadi Generasi Z di Kulon Progo. TINJAUAN LITERATUR Manajemen keuangan pribadi dapat dipahami sebagai kemampuan individu dalam mengendalikan keuangannya secara efektif, mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi agar tercapai keseimbangan antara konsumsi dan produktivitas (Dew & Xiao, 2. Aspek yang dinilai meliputi konsumsi, manajemen arus kas, tabungan dan investasi, serta CAKRAWANGSA BISNIS Wathur Kasbani. Tri Utomo Prasetyo Vol. No. : Oktober . -147 manajemen kredit, yang juga diadopsi oleh penelitian terdahulu (Herdjiono & Damanik, 2016. Kholilah & Iramani, 2013. Nurrohmat & Sutanto, 2. Salah satu faktor yang berpengaruh terdahap manajemen keuangan pribadi adalah literasi keuangan, yaitu kemampuan memahami dan menerapkan keterampilan finansial dalam pengelolaan, perencanaan, serta investasi untuk kesejahteraan di masa depan (Chen & Volpe, 1. Literasi ini diukur melalui pemahaman umum tentang keuangan, tabungan dan pinjaman, asuransi, serta investasi (Nurrohmat & Sutanto, 2021. Litamahuputty, 2020. Nur & Wulandari, 2. Tingkat literasi keuangan yang baik terbukti meningkatkan efektivitas pengelolaan dana individu, sehingga memperkuat kondisi finansialnya (Albertus dkk. , 2020. Asmara & Yuana, 2023. Mustikasari & Septina, 2023. Yesipah & Setiyawan, 2023. Lestari , 2. Pamungkas & Prasetyo . juga menemukan pengaruh positif literasi keuangan terhadap financial management behavior pada mahasiswa di Yogyakarta. Dengan demikian, penelitian ini menduga ada pengaruh positif literasi keuangan terhadap manajemen keuangan pribadi sehingga hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah H1: Literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen keuangan Faktor lainnya adalah gaya hidup hedonis, yang didefinisikan sebagai pola konsumsi berorientasi kesenangan melalui aktivitas, minat, dan opini (Wells & Tigert, 1. Indikator ini digunakan pula pada penelitian Sahara dkk. Korry & Dwiya . , serta Vivian . Generasi Z dengan gaya hidup konsumtif cenderung kesulitan menabung maupun berinvestasi (Sampoerno & Haryono, 2. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa perilaku hedonistik berdampak negatif terhadap stabilitas finansial individu, terutama bila tidak diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai (Hatimatunnisani dkk. , 2024. Satrio dkk. , 2024. Wijaya dkk. Penelitian ini menduga ada pengaruh negatif perilaku hedonistik terhadap manajemen keuangan pribadi, individu dengan gaya hidup hedonistik tidak akan mengelola keuangannya dengan baik. Dengan demikian, hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah H2: Hedonistic lifestyle berpengaruh negatif dan signifikan terhadap manajemen keuangan Selain itu, perkembangan fintech payment juga menjadi faktor penting dalam mengelola keuangan pribadi. Fintech merupakan inovasi yang memadukan layanan keuangan dengan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas (Xie dkk. , 2. Indikator pengukurannya mencakup performance expectancy, effort expectancy, perceived value, perceived risk, adoption intention, dan adoption behavior (Mukti dkk. , 2023. Yanto dkk. , 2025. Rokhmah & Prapanca, 2. Fintech payment memberikan kemudahan bertransaksi yang dapat memperkuat kesadaran individu dalam mengelola keuangan (Marginingsih, 2021. Ariska , 2023. Rahma & Susanti, 2022. Rizqi & Sujaya, 2024. Azzahra dkk. , 2. Pamungkas & Prasetyo . juga menemukan pengaruh positif fintech terhadap financial management behavior pada mahasiswa di Yogyakarta. Dengan demikian, penelitian ini menduga ada pengaruh positif penggunaan fintech payment terhadap manajemen keuangan pribadi sehingga hipotesis ketiga dalam penelitian ini adalah H3: Fintech payment berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen keuangan pribadi. financial management behavior pada mahasiswa di Yogyakarta. Dengan demikian, penelitian ini menduga ada pengaruh positif penggunaan fintech payment terhadap manajemen keuangan pribadi sehingga hipotesis ketiga dalam penelitian ini adalah CAKRAWANGSA BISNIS H3: Fintech Wathur Kasbani. Tri Utomo Prasetyopositif dan signifikan terhadap Vol. 6,manajemen No. :keuangan Oktober . -147 Literasi Keuangan (LK) Hedonistic Lifestyle (HL) Fintech Payment (FP) Manajemen Keuangan Pribadi (MKP) Gambar 1. Kerangka Penelitian METODE PENELITIAN METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer sebagai sumber utama. Pengumpulan data dilakukanpendekatan melalui kuesioner skala Likert Penelitian ini menggunakan kuantitatif daring data primer sebagai 1-5. Ausangat tidak setujuAy hingga Ausangat setuju. Ay Responden penelitian adalah Generasi Z yang berdomisili di Kabupaten Kulon Progo serta memiliki pengalaman menggunakan layanan setujuAy Ausangat Ay Responden penelitian adalah Generasi Z yang berdomisili di Kabupaten Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring dengan skala Likert 1-5, mulai dari Ausangat tidak KulonTeknik Progo serta aplikasi fintech yang menggunakan digunakan adalah non-probability dengan metode Adapun Generasi Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan Kabupaten Kulon Progo, dan pernah atau sedang menggunakan layanan aplikasi fintech payment seperti Adapun kriteria responden mencakup Generasi Z berusia 17-25 tahun, tinggal di e-wallet atau mobile banking. Kabupaten Kulon dan dengan pernah atau fintechModeling payment seperti Analisis dataProgo. Partial Least Squares Structural Equation (PLS- SEM), yang dua model, yaitu . outer model untuk menguji validitas dan reliabilitas e-wallet atau mobile instrumen penelitian, serta . inner model untuk menguji hipotesis yang diajukan (Hair dkk. , 2. data dilakukan Least Squares Structural Equation ProsesAnalisis analisis dibantu lunak Partial SmartPLS. Modeling (PLS-SEM), yang mencakup dua model, yaitu . outer model untuk menguji validitas dan HASIL DAN PEMBAHASAN penelitian, serta . inner model untuk menguji hipotesis yang diajukan (Hair dkk. Outer Proses Modelanalisis dibantu menggunakan perangkat lunak SmartPLS. Hasil pengujian validitas instrumen penelitian awal (Tabel . menunjukkan bahwa semua item pertanyaan valid karena nilai outer loading lebih dari 0,708 (Hair dkk. , 2. , dan nilai average variance extracted (AVE) di atas 0,5. Hasil uji validitas diskriminan menunjukkan bahwa setiap variabel memiliki nilai loading factor yang lebih tinggi pada indikatornya sendiri dibandingkan dengan indikator dari variabel lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa setiap variabel dapat menjelaskan indikatornya dengan baik dan memiliki kemampuan diskriminasi yang baik terhadap variabel lainnya. Untuk meringkas pembahasaan, hasil pengujian validitas diskriminan dengan cross loading tidak ditampilkan. CAKRAWANGSA BISNIS Wathur Kasbani. Tri Utomo Prasetyo Item LK1 LK2 LK3 LK4 LK5 LK6 LK7 LK8 HL1 HL2 HL3 HL4 HL5 HL6 FP1 FP2 FP3 FP4 FP5 FP6 FP7 FP8 FP9 FP10 Vol. No. : Oktober . -147 Tabel 1. Hasil Uji Validitas Konvergen pada Intrumen Penelitian Pernyataan Saya mengetahui manfaat dan cara melakukan pengelolaan 0,891 keuangan yang baik dan bijak Saya mengetahui manfaat dan cara menyusun rencana 0,819 anggaran keuangan Saya memahami aspek yang perlu dipertimbangkan dalam 0,792 pengambilan kredit dan cara menghitung suku bunga Saya selalu membaca teliti dan memahami lembar 0,813 perjanjian hutang sebelum menyetujuinya Saya memahami manfaat asuransi dan faktor yang perlu 0,831 dipertimbangkan dalam memilih jenis asuransi Saya menghindari terjadinya resiko maka saya mendaftarkan 0,77 ke jasa asuransi Saya memahami jenis-jenis, risiko, dan strategi investasi 0,835 . eperti deposito, saham, obligasi, dan propert. Saya melakukan suatu investasi untuk masa depan 0,859 Saya banyak menghabiskan waktu diluar rumah 0,928 Saya tertarik terhadap barang yang bermerek dan mahal 0,919 Saya senang mengunjungi pusat perbelanjaan, tempat 0,899 makan seperti cafe, dan semacamnya Saya merasa senang diperhatikan 0,922 Saya selalu membeli/menggunakan produk/jasa karena 0,900 rasa ingin tahu atau mengikuti tren Saya memberikan pendapat, baik secara lisan maupun 0,906 tertulis, tentang diri saya dan hal-hal yang membuat hidup saya lebih menyenangkan Dengan menggunakan platform fintech saya bisa mengelola 0,861 keuangan saya dengan lebih efisien Platform fintech sangat bermanfaat dalam kehidupan 0,846 keuangan sehari-hari saya Platform fintech membantu saya dalam mengoptimalkan 0,867 dana yang menganggur Menggunakan platform fintech meningkatkan peluang 0,807 saya untuk mengembangkan keuangan Saya merasakan kemudahan dalam mempelajari cara 0,779 menggunakan platform fintech. Saya yakin dapat dengan mudah menggunakan platform 0,856 Tampilan dari aplikasi fintech sangat mudah dipahami dan 0,785 Manfaat yang saya dapatkan dari menggunakan aplikasi 0,798 fintech sebanding dengan waktu yang saya luangkan. Manfaat yang saya dapatkan dari menggunakan aplikasi 0,745 fintech sebanding dengan upaya yang saya keluarkan. Aplikasi fintech memberi nilai positif bagi keuangan saya. 0,770 0,945 AVE 0,684 0,967 0,832 0,975 0,675 CAKRAWANGSA BISNIS Wathur Kasbani. Tri Utomo Prasetyo FP11 FP12 FP13 FP14 FP15 FP16 FP17 FP18 FP19 MKP1 MKP2 MKP3 MKP4 Vol. No. : Oktober . -147 Menggunakan aplikasi fintech dapat mengurangi biaya 0,778 pengelolaan keuangan. Saya yakin dengan keamanan dari aplikasi fintech yang 0,859 saya gunakan. Melakukan transaksi dengan aplikasi fintech adalah 0,883 keputusan yang memiliki resiko rendah. Melakukan transaksi dengan aplikasi fintech adalah 0,852 keputusan yang sangat positif Membeli produk keuangan dengan aplikasi fintech adalah 0,827 keputusan yang memiliki potemsi keuntungan tinggi. Saya berencana untuk terus menggunakan platform fintech 0,776 untuk pembayaran dalam beberapa bulan ke depan. Saya akan terus berusaha menggunakan platform fintech 0,802 dalam keuangan sehari-hari. Saya akan konsisten dalam menggunakan platform fintech 0,848 untuk investasi dan keuangan. Saya sering menggunakan platform fintech untuk mengelola 0,856 Saya membeli barang atau menggunakan jasa sesuai 0,896 dengan kebutuhan Saya memiliki catatan keuangan pribadi. 0,843 Saya selalu menabung sebagian pendapatan saya 0,851 Saya selalu melunasi tagihan hutang yang saya miliki 0,825 0,915 0,729 Hasil uji reliabilitas pada Tabel 1 menunjukkan bahwa setiap konstruk dalam model memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi, yang ditandai dengan nilai composite reliability (CR) yang signifikan, berkisar antara 0,915 hingga 0,975. Hal ini menegaskan bahwa kosntrukkonstruk tersebut dapat dipercaya . dalam mengukur konsep yang diwakilinya. Inner Model Berdasarkan Tabel 2, nilai R-square sebesar 0,735 dan R-square adjusted sebesar 0,726 menunjukkan bahwa model yang digunakan memiliki kemampuan prediktif yang kuat dalam menjelaskan pengaruh literasi keuangan, hedonistic lifestyle, dan fintech payment terhadap manajemen keuangan pribadi pada generasi Z di Kabupaten Kulon Progo. Nilai R-square merepresentasikan bahwa 73,5% variasi pada variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam penelitian ini. Sementara nilai R-square adjusted sebesar 0,726 menunjukkan bahwa model tetap memiliki kemampuan prediktif yang baik setelah penyesuaian untuk jumlah prediktor dalam model, sehingga dapat disimpulkan bahwa model ini kuat dalam menjelaskan fenomena yang diteliti. Tabel 2. Koefisien Determinasi Model R-square R-square adjusted MKP Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan teknik bootstraping (Tabel . , seluruh hubungan antar variabel yang dihipotesiskan pada penelitian ini memiliki nilai p-values kurang dari 0,05 dengan nilai original sample bernilai positif pada H1 dan H3, sedangkan H2 CAKRAWANGSA BISNIS Wathur Kasbani. Tri Utomo Prasetyo Vol. No. : Oktober . -147 bernilai negatif. Hasil ini menunjukkan bahwa variabel literasi keuangan dan fintech payment berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen keuangan pribadi sedangkan variabel hedonistic lifestyle berpengaruh negatif dan signifikan terhadap manajemen keuangan pribadi. Hipotesis H1: LK -> MKP H2: HL -> MKP H3: FP -> MKP Tabel 3. Hasil Uji Hipotesis Original sample (O) p-values Keputusan 0,442 0,000 H1 didukung -0,221 0,002 H2 didukung 0,313 0,003 H3 didukung Pembahasan Hasil pengujian H1 menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen keuangan pribadi Generasi Z di Kabupaten Kulon Progo. Artinya, semakin tinggi tingkat pemahaman individu mengenai literasi keuangan, maka semakin baik pula kemampuan mereka dalam mengatur dan mengendalikan keuangan. Temuan ini sejalan dengan Yesipah & Setiyawan . yang menegaskan bahwa pemahaman dasar-dasar keuangan, tabungan, pinjaman, maupun asuransi akan meningkatkan kebijaksanaan dalam mengelola Pamungkas & Prasetyo . juga menemukan pengaruh positif literasi keuangan terhadap financial management behavior pada mahasiswa di Yogyakarta. Konsistensi hasil ini juga diperkuat oleh penelitian Mustikasari & Septina . Albertus dkk. , serta Asmara & Yuana . yang menegaskan peran literasi keuangan sebagai fondasi penting dalam pengambilan keputusan finansial. Hasil pengujian H2 membuktikan bahwa hedonistic lifestyle berpengaruh negatif signifikan terhadap manajemen keuangan pribadi Generasi Z. Dengan kata lain, orientasi pada kesenangan dan pola konsumsi yang berlebihan cenderung melemahkan kemampuan individu dalam mengelola keuangannya. Hal ini sesuai dengan Hatimatunnisani dkk. yang menemukan bahwa gaya hidup berlebihan berdampak buruk pada kondisi keuangan, khususnya jika tidak diimbangi pengetahuan finansial yang memadai. Primadineska & Prasetyo . juga menemukan bahwa sifat materialisme berpengaruh positif terhadap perilaku berbelanja kompulsif dan pada akhirnya menyebabkan ketergantungan utang. Meski demikian, pengaruh materialisme terhadap perilaku berbelanja kompulsif dapat diperlemah dengan pengelolaan uang yang baik (Primadineska & Prasetyo, 2. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan temuan Satrio dkk. serta Wijaya dkk. , yang menekankan bahwa perilaku konsumtif dapat menurunkan stabilitas keuangan pribadi. Sementara itu, hasil pengujian H3 menunjukkan bahwa fintech payment berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen keuangan pribadi Generasi Z di Kabupaten Kulon Progo. Hal ini menegaskan bahwa semakin tinggi tingkat penggunaan dan pemanfaatan layanan fintech, semakin besar pula kesadaran individu dalam mengelola keuangannya. Azzahra dkk. menyatakan bahwa niat yang tinggi dalam memanfaatkan fintech dapat meningkatkan penerapan pengelolaan keuangan pribadi. Pamungkas & Prasetyo . juga menemukan pengaruh positif fintech terhadap financial management behavior pada mahasiswa di Yogyakarta. Hasil ini juga konsisten dengan penelitian Ariska dkk. Rahma & Susanti . , serta Rizqi & Sujaya . yang menegaskan kontribusi positif fintech dalam memperkuat perilaku finansial generasi muda. CAKRAWANGSA BISNIS Wathur Kasbani. Tri Utomo Prasetyo Vol. No. : Oktober . -147 SIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, hedonistic lifestyle, dan fintech payment terhadap manajemen keuangan pribadi Generasi Z di Kabupaten Kulon Progo, dengan melibatkan 85 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan dan fintech payment memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen keuangan pribadi, sedangkan hedonistic lifestyle berdampak negatif signifikan. Di antara ketiga variabel tersebut, literasi keuangan terbukti menjadi faktor yang paling dominan dalam memengaruhi kualitas pengelolaan keuangan pribadi. KETERBATASAN DAN SARAN PENELITIAN SELANJUTNYA Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, jumlah responden relatif kecil, yakni hanya 85 orang, dan terbatas pada wilayah Kabupaten Kulon Progo, sehingga temuan belum dapat digeneralisasi secara luas. Kedua, penggunaan metode purposive sampling berpotensi menimbulkan bias karena responden dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Ketiga, penelitian ini hanya berfokus pada tiga variabel, yaitu literasi keuangan, hedonistic lifestyle, dan fintech payment, padahal faktor lain seperti pendidikan, pendapatan, maupun pengaruh lingkungan sosial budaya juga berpotensi memengaruhi manajemen keuangan pribadi. Dari sisi praktis. Generasi Z di Kabupaten Kulon Progo perlu meningkatkan literasi keuangan melalui berbagai program edukasi di sekolah, kampus, maupun komunitas. Upaya ini dapat dilakukan melalui pelatihan, seminar, maupun kampanye publik yang menekankan pentingnya perencanaan keuangan serta dampak negatif dari gaya hidup hedonis. Selain itu, perlu ditanamkan pemahaman tentang keseimbangan antara kebutuhan dan keinginan, serta keterampilan dasar dalam memanfaatkan layanan fintech secara bijak agar terhindar dari perilaku konsumtif berlebihan maupun risiko utang. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan memperluas cakupan wilayah ke daerah lain agar memperoleh gambaran yang lebih komprehensif terkait perilaku keuangan Generasi Z. Variabel tambahan seperti pendidikan formal, tingkat pendapatan, dan faktor sosial budaya juga dapat dipertimbangkan untuk memperkaya analisis. Penggunaan metode campuran . ixed method. direkomendasikan agar data kuantitatif dapat dilengkapi dengan wawasan kualitatif, sehingga pemahaman mengenai perilaku keuangan Generasi Z menjadi lebih mendalam dan REFERENSI