Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi E-ISSN 2460-9552 P-ISSN 2620-3227 Article history: Received: Jun 13, 2025 Accepted: Jul 16, 2025 Published: Oct 2, 2025 ANALISIS PERBANDINGAN AUTOMATION TESTING KATALON STUDIO DAN SELENIUM IDE PADA WEBSITE E-COMMERCE MENGGUNAKAN METODE END-TO-END (STUDI KASUS:ENTERKOMPUTER. COM Muhammad Andhika Linggar Bhanuwa, . Miftahul Jannah 1,. Program Studi Magister Manajemen Sistem Informasi. Jurusan Sistem Informasi Bisnis. Universitas Gunadarma email: 1muhammadandhika1@gmail. com, 2pi. miftahul@gmail. Abstract Enterkomputer. com is an E-Commerce website that offers technology and computer products to customers in Indonesia. In facing the rapid growth of online business and tight competition. Enterkomputer. com developers need to ensure that the website operates well, is free from bugs, and provides an optimal shopping experience for users. This can be achieved by conducting regular web testing. This study aims to compare the performance of software testing automation tools, namely Katalon Studio and Selenium IDE, on the E-Commerce website Enterkomputer. com using the End-to-End testing method. The study was conducted to analyze the time efficiency, reliability, and effectiveness of both tools in detecting bugs and ensuring service quality. Testing was carried out by repeating five times for each test case on the main features such as login, product search, product details, favorites list, product ordering, and logout. The test results show that Katalon Studio excels in terms of intuitive user interface and feature integration, while Selenium IDE is more flexible in supporting various programming languages. This study provides relevant recommendations for developers to choose the appropriate tool based on specific E-Commerce. Keywords: Automation Testing. Katalon Studio. Selenium IDE. End-to-End testing. E-Commerce. Abstrak Enterkomputer. com adalah website E-Commerce yang menawarkan produk-produk teknologi dan komputer kepada pelanggan di Indonesia. Dalam menghadapi pertumbuhan bisnis online yang sangat pesat dan persaingan ketat, pengembang Enterkomputer. com perlu memastikan bahwa website beroperasi dengan baik, bebas dari bug, dan memberikan pengalaman belanja yang optimal bagi Hal tersebut dapat dicapai dengan melakukan pengujian website secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa alat otomatisasi pengujian perangkat lunak, yaitu Katalon Studio dan Selenium IDE, pada website E-Commerce Enterkomputer. com menggunakan metode Endto-End testing. Penelitian dilakukan untuk menganalisis efisiensi waktu, keandalan, serta efektivitas kedua alat dalam mendeteksi bug dan memastikan kualitas layanan. Pengujian dilakukan dengan pengulangan lima kali untuk setiap test case pada fitur utama seperti login, pencarian produk, rincian produk, daftar favorit, pemesanan produk, dan logout. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Katalon Studio unggul dalam hal antarmuka pengguna yang intuitif dan integrasi fitur, sedangkan Selenium IDE lebih fleksibel dalam mendukung berbagai bahasa pemrograman. Studi ini memberikan rekomendasi yang relevan bagi pengembang untuk memilih alat yang sesuai berdasarkan kebutuhan pengujian spesifik E-Commerce. Kata Kunci: Pengujian Otomatisasi. Katalon Studio. Selenium IDE. End-to-End testing. E-Commerce. PENDAHULUAN Website E-Commerce di era digital saat ini menjadi salah satu platform utama bagi bisnis untuk menjual produk dan layanan mereka kepada pelanggan secara online. Peran website ECommerce sangat vital yang menjadi sarana interaksi utama antara penjual dan pembeli dan berfungsi sebagai etalase virtual. Website haruslah berfungsi dengan baik dan memberikan pengalaman pengguna yang menyenangkan, mulai dari pencarian produk hingga proses pembayaran. Website E-Commerce harus memiliki tingkat keandalan yang tinggi yang artinya website harus selalu tersedia dan dapat diakses dengan cepat tanpa gangguan atau downtime yang signifikan. Gangguan teknis, bug, atau kesalahan dalam proses transaksi dapat mengakibatkan kerugian finansial dan menurunkan kepercayaan pelanggan. Untuk memastikan semua aspek dari website E-Commerce berjalan dengan baik, pengujian fungsional diperlukan untuk menjaga kualitas layanan dan pengalaman pengguna. Pengujian bertujuan menganalisis aplikasi guna mendeteksi perbedaan antara kondisi aktual dan yang diharapkan, serta mengidentifikasi kegagalan seperti error atau bug dalam sistem, sekaligus mengevaluasi fungsionalitas perangkat lunak tersebut . Beberapa perusahaan perangkat lunak mengalokasikan hingga 40% dari sumber dayanya untuk proses pengujian . Tanpa pengujian yang memadai, pengembang tidak akan dapat mengetahui kualitas sistem, yang bisa menyebabkan kesalahan yang merugikan sistem secara keseluruhan . Enterkomputer. com merupakan salah satu website E-Commerce yang menawarkan berbagai produk teknologi dan komputer kepada pelanggan di Indonesia. Sejak didirikan pada tahun 2009. Enterkomputer. com fokus pada penjualan komponen komputer dan aksesoris elektronik. Layanan yang tersedia meliputi penjualan hardware seperti prosesor, motherboard, kartu grafis, memori, penyimpanan, dan perangkat pendingin serta aksesoris seperti casing, keyboard, mouse, monitor, dan perangkat jaringan. Website ini juga menyediakan informasi spesifikasi produk yang lengkap, harga terkini, serta fitur perbandingan produk untuk membantu pengguna memilih komponen yang sesuai dengan Layanan pemesanan online dengan opsi pengiriman ke seluruh Indonesia, dan layanan konsultasi teknis melalui fitur kontak merupakan bagian dari layanan yang ditawarkan. Enterkomputer. pertumbuhan bisnis online yang sangat pesat dan persaingan yang ketat, perlu memastikan bahwa website beroperasi dengan baik, bebas dari bug, dan memberikan pengalaman belanja yang optimal bagi pengguna, dan untuk hal tersebut dapat dicapai salah satunya dengan melakukan pengujian web secara berkala. Pengujian dapat dilakukan dengan pendekatan automated testing yaitu metode pengujian perangkat lunak yang memanfaatkan alat otomatis untuk melaksanakan skenario pengujian, membandingkan hasil yang diperoleh dengan hasil yang diharapkan, serta menyajikan laporan mengenai kesesuaian perangkat lunak dengan kriteria pengujian yang telah ditentukan sebelumnya . Alat Automation Testing yang paling banyak digunakan khususnya pada aplikasi berbasis website adalah Katalon studio dan Selenium . Katalon studio memiliki antarmuka pengguna intuitif dan fitur terintegrasi, memudahkan pengembang melakukan pengujian otomatis dengan cepat, bahkan tanpa harus memiliki keterampilan coding yang mendalam, dan Selenium adalah framework open-source yang sangat fleksibel dan mendukung berbagai bahasa pemrograman, memungkinkan pengujian yang lebih kompleks. METODE PENELITIAN Tahapan-tahapan memastikan proses penelitian berlangsung secara sistematis dan terstruktur. Tahapan penelitian ini merupakan bagian dalam metode Software Testing Life Cycle (STLC). Metode ini merupakan kerangka kerja yang sistematis untuk melakukan pengujian perangkat lunak . Requirem Analysis Test Planning Test Case Developm Test Cycle Closure Test Execution Environm ent Setup Gambar 1. Tahapan Penelitian Diagram alir tahapan penelitian pada gambar terdapat 6 . tahapan dalam STLC yang harus dilalui dalam penelitian ini. Tahapan dimulai dengan Requirement Analysis, dimana pengujian dimulai dengan mengumpulkan dan menganalisis persyaratan untuk menentukan apa yang perlu diuji, setelah analisis kebutuhan selesai, langkah berikutnya adalah Test Planning, yaitu merencanakan strategi pengujian dan mendefinisikan ruang lingkup serta sumber daya yang diperlukan. Selanjutnya Test case Development, yaitu mengembangkan dan mendokumentasikan test case yang akan digunakan untuk pengujian. Setelah test case selesai dikembangkan, tahap berikutnya adalah Environment Setup. Pada tahap ini menyiapkan Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi E-ISSN 2460-9552 P-ISSN 2620-3227 lingkungan pengujian yang diperlukan untuk menjalankan test case. Setelah lingkungan siap, dilakukan Test Execution dengan melaksanakan test case yang telah dirancang, termasuk pengujian fungsional untuk memastikan bahwa semua fitur berfungsi sesuai dengan spesifikasi. Setelah semua test case dieksekusi, maka tahap terakhir melakukan Test Closure yaitu menyusun laporan hasil pengujian dan mendokumentasikan temuan serta perbaikan yang diperlukan . Under Tes. untuk pengujian terdiri dari pembuatan dan dokumentasi kasus uji yang akan diuji, termasuk halaman-halaman spesifik dari situs web E-Commerce Enterkomputer. Fokus pengujian mengacu pada halaman-halaman yang sering diakses oleh pengguna saat melakukan pemesanan produk antara lain Halaman Login. Halaman Pencarian Produk. Halaman Rincian Produk. Halaman Daftar Favorite. Halaman Pemesanan Produk, dan Logout. Setiap halaman akan diuji menggunakan Automation Testing secara terstruktur untuk memastikan fungsionalitas dari setiap halaman web . Requirement Analysis Analisis kebutuhan . equirement analysi. adalah tahap pertama dari STLC. Tahapan ini diawali dengan menentukan obyek yang akan Enterkomputer. com menjadi obyek dalam Pada bab sebelumnya dijelaskan bahwa Enterkomputer. com merupakan web ECommerce yang berfokus pada penjualan yang berkaitan dengan komputer dan komponenkomponennya. Selama lebih dari 10 tahun sejak berdirinya Enterkomputer. com, website ini dilengkapi dengan berbagai fitur untuk memudahkan navigasi pengguna mengakses webpage yang disediakan antara lain Katalog Produk. Filter Pencarian. Rincian Produk. Daftar Harga. Checkout. Fitur Favorite Barang. Notifikasi Stock. Chat Online. Cek Status Pesanan dan Fitur Login atau Registrasi Akun. Environment Setup Tahap ini menyiapkan lingkungan pengujian mencakup konfigurasi perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk menjalankan pengujian. Sistem yang digunakan untuk menjalankan alat pengujian harus memenuhi spesifikasi minimum, termasuk sistem operasi yang kompatibel, jumlah RAM yang cukup, serta ruang penyimpanan yang memadai. Test Planning Langkah berikutnya adalah Test Planning, yaitu merencanakan strategi pengujian dan mendefinisikan ruang lingkup serta sumber daya yang diperlukan. Pengujian web E-Commerce Enterkomputer. com menggunakan metode Endto-End dan memanfaatkan dua perangkat Automation Testing yaitu Katalon Studio dan Selenium IDE. Pengujian secara otomatis dilakukan berdasarkan kasus uji . est cas. fitur yang telah disiapkan. Test Execution Setelah kasus uji telah disiapkan, langkah . est executio. untuk setiap halaman. Pada tahap ini menjalankan test case yang telah disiapkan termasuk pengujian fungsional untuk memastikan bahwa semua fitur berfungsi sesuai dengan Semua test case diuji sebanyak 5 kali percobaan di masing -masing alat uji yang Setiap hasil pengujian akan dibandingkan dengan hasil uji yang diharapkan. Jika hasil uji sesuai dengan yang diharapkan. Berhasil/Positive. Namun, jika hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka status uji akan ditandai sebagai Tidak Berhasil/Negatif. Metode End-to-End memungkinkan untuk menguji seluruh proses mulai dari pembuatan skrip, eksekusi pengujian, hingga analisis hasil dalam lingkungan yang sesungguhnya . Setiap langkah dalam siklus pengujian dapat dievaluasi secara mendetail, sehingga memberikan data yang komprehensif mengenai efisiensi, efektivitas, dan keandalan kedua alat . Test Closure Setelah semua test dieksekusi, tahapan terakhir yang akan dilakukan yaitu membuat dokumentasi hasil keseluruhan dari pengujian yang dilakukan untuk memastikan bahwa semua tujuan pengujian telah selesai semua dan menarik kesimpulan dari hasil pengujian yang telah dilakukan semuanya. Test case Development Pada tahapan pembuatan dan pengembangan kasus uji (Test case Developmen. , langkah pertama adalah menyiapkan SUT (Software Automated Software Testing Automated Software Testing adalah metode dilakukan secara otomatis menggunakan alat atau program Perbedaan dengan manual testing, penguji . menjalankan tes secara manual, langkah demi langkah. Automated testing memungkinkan dan lebih efektif terutama pada tugas-tugas membutuhkan eksekusi dalam jumlah besar . HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Test case Development Perancangan dan pengembangan kasus uji dilakukan dengan membuat test case secara langsung di dalam perangkat uji. Tabel scenario test terlebih dahulu dibuat menggunakan aplikasi Microsoft Excel dengan elemen-elemen uji yang sesuai dengan standart ISO/IEC/Ie 291193:2021 . Pada Tabel 1 ditampilkan 13 . iga bela. daftar test case. Gambar 2. Record Object di Katalon Studio Perekaman obyek menggunakan record object akan diidentifikasi dan disimpan dalam object repository untuk selanjutnya digunakan dalam pengujian tanpa melakukan perekaman Detail object repository ditampilkan pada Gambar 3 berikut ini. Tabel 1. Daftar Test case Test_ID TC01 TC02 TC03 TC04 TC05 TC06 TC07 TC08 TC09 TC10 TC11 TC12 TC13 Test case Name Login Gagal (Email Invali. Login Gagal (Password Invali. Login Berhasil Hasil pencarian tidak ada Hasil pencarian ditemukan Halaman rincian produk Menambahkan produk ke daftar Melihat produk yang didaftarkan ke favorite Menghapus barang dari produk Membeli produk menggunakan Membeli produk menggunakan Membeli produk menggunakan Logout Hasil Test case Development Menggunakan Katalon Studio Test case automation menggunakan Katalon Studio diawali dengan merekam pengambilan obyek yang diperlukan dalam pembuatan kasus uji menggunakan record object. Penggunakan record object mempermudah dalam pembuatan kasus uji tanpa menulis kode secara manual dan dapat meminimalisir kesalahan manusia seperti pada Gambar 2. Gambar 3. Object Repository di Katalon Studio Obyek yang telah diambil selanjutnya dibuat test case. Obyek diberikan keyword sesuai dengan skenario pengujian yang telah dibuat. Keyword yang ada di Katalon Studio cukup lengkap dan fleksibel, sehingga mempermudah pembuatan kasus uji. Pembuatan test case dilakukan dengan menggunakan fitur record object untuk merekam elemen-elemen pada aplikasi yang diuji, seperti tombol, kolom teks, atau dropdown, dan menyimpannya sebagai objek di repository Katalon. Gambar 4 menampilkan hasil pembuatan test case TC01 Login Gagal Email Invalid di Katalon Studio menggunakan record object. Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi E-ISSN 2460-9552 P-ISSN 2620-3227 Hasil Test Case Development Menggunakan Selenium IDE Test case automation menggunakan Selenium IDE menggunakan langkah record and playback dalam melakukan pengujian. Selenium IDE menyimpan secara otomatis tanpa menulis kode secara manual. Gambar 4. Hasil Test case di Katalon Studio Pembuatan Test Suite Pada Katalon Studio Setelah menjalankan test case dari TC01 sampai TC13, tahapan berikutnya adalah menjalankan test suite untuk mengelompokkan dan menjalankan test case dalam satu eksekusi secara bersamaan. Test suite memungkinkan pengujian otomatis terhadap berbagai skenario dalam satu rangkaian dan pengembang dapat menjalankan pengujian berulang kali pada berbagai lingkungan atau platform, meningkatkan kualitas perangkat lunak sekaligus menghemat waktu dan sumber daya sehingga mempermudah pengelolaan dan pelacakan hasil pengujian. Gambar 6. Record and Playback di Selenium IDE Record and playback berkerja dengan cara mengaktifkan mode perekaman di Selenium IDE. Setiap tindakan yang dilakukan di browser dicatat sebagai skrip uji dalam bentuk perintah. Setelah selesai, skrip tersebut disimpan dan diputar ulang untuk mengulangi pengujian dengan langkah yang Selama pemutaran ulang. Selenium menjalankan langkah-langkah yang tercatat secara otomatis untuk memverifikasi bahwa fungsi aplikasi berjalan sesuai harapan. Pembuatan test case menggunakan fitur Record and Playback cukup merekam langkahlangkah interaksi dengan aplikasi website, seperti mengklik tombol atau mengisi formulir, lalu memutar ulang rekaman tersebut untuk otomatisasi pengujian. Hasil pembuatan test case TC 01 Login Gagal Email Invalid di Selenium IDE menggunakan Record and Playback ditampilkan pada Gambar 7. berikut ini. Gambar 5. Test Suite Pada Katalon Studio Gambar 5 menampilkan 13 test case yang akan dijalankan di dalam test suite. Setelah semua test dimasukkan, pengguna mengatur urutan eksekusi sesuai dengan kebutuhan. Hasil pengujian akan ditampilkan secara real time di Log viewer yang mencatat langkah-langkah Hasil Test Excution Menggunakan Katalon Studio Proses pengujian test case Login Gagal Email Invalid berjalan sesuai dengan scenario yang telah dibuat dan ditampilkan pada Gambar 9 dan Gambar 10. Gambar 7. Test case di Selenium IDE Pembuatan Test Suite Pada Selenium IDE Pembuatan test suite pada Selenium IDE memiliki tahapan yang sama dengan tahapan pada katalon studi. Setelah menjalankan test case dari TC 01 sampai TC 13, tahapan berikutnya adalah menjalankan test suite untuk mengelompokkan dan menjalankan test case dalam satu eksekusi secara bersamaan. Pada Gambar 8, ditampilkan 13 test case yang akan dijalankan dimasukkan ke dalam test suite. Gambar 9. Log Viewer Proses Pengujian Form Login Gagal Email Invalid Pada Gambar 9 ditampilkan log viewer melakukan proses pengujian test case yang menampilkan hierarki pengujian dari skrip test case Login Gagal Email Invalid yang telah dibuat. Gambar 10. Hasil Pengujian Form Login Gagal Email Invalid Pada gambar 10 menampilkan log viewer selesai melakukan proses pengujian test case dengan pengulangan sebanyak 5 kali serta menampilkan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengujian yaitu 2 menit 23 detik. Gambar 8. Test Suite Pada Selenium IDE Gambar 8 menampilkan 13 test case yang akan dijalankan di dalam test suite. Setelah semua test dimasukkan, pengguna mengatur urutan eksekusi sesuai dengan kebutuhan. Hasil pengujian akan ditampilkan secara real time di Log viewer yang mencatat langkah-langkah Hasil pengujian dapat dilihat di bagian Log Viewer Katalon TestOps . ttps://analytic. Hasil pengujian di Katalon TestOps dapat diunduh dengan beberapa opsi antara lain file CSV, file Excel dan file PDF yang didalamnya terdapat 2 . sheet yaitu sheet overview berisi detail profil proses pengujian dan hasil testnya dan sheet test results berisikan detail lengkap test case yang dijalankan. Tampilan pada laporan hasil pengujian dari Katalon TestOps dapat dilihat pada Gambar 11. Gambar 12 dan Gambar 13,. berikut ini. Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi E-ISSN 2460-9552 P-ISSN 2620-3227 Gambar 11. Katalon TestOps Hasil Pengujian Form Login Gagal Email Invalid Gambar 12. Hasil Pengujian Sheet Test Results Form Login Gagal Email Invalid Gambar 13. Hasil Pengujian Sheet Overview Form Login Gagal Email invalid Pada gambar 13 menampilkan hasil test case berjalan lancar tanpa ditemukan error pada saat melakukan pengujian sebanyak 5 kali pengujian dan membutuhkan waktu selama 2 menit 23 detik. Tabel 2. Hasil Pengujian Menggunakan Katalon Studio Test RataP1 P2 P3 P4 P5 Case Rata TC01 30 34 26 27 24 28,2 TC02 31 28 26 26 26 27,4 TC03 38 36 29 29 29 32,2 TC04 40 37 35 37 34 36,6 TC05 36 29 29 30 TC06 41 35 36 37 TC07 41 35 35 34 36 36,2 TC08 36 32 36 34 33 34,2 TC09 39 36 34 35 34 35,6 Automation Testing menggunakan Katalon Studio menghasilkan data pengujian test case pertama (TC. sampai test case terakhir (TC. Hasil pengujian dengan percobaan sebanyak 5 . kali (P1 Ae P. yang ditampilkan dalam satuan detik ditampilkan pada Tabel 2. Test P1 P2 P3 P4 P5 Case TC10 46 44 48 42 40 TC11 51 41 39 40 41 TC12 58 54 53 55 51 TC13 35 33 32 32 33 TOTAL 522 474 458 458 448 Ket. P: Percobaan . RataRata Tabel 2 menunjukkan bahwa hasil Automation Testing menggunakan Katalon Studio TC01 sampai dengan TC13 berhasil dilaksanakan sesuai dengan skenario dan menghasilkan test case berhasil (PASSED). Total waktu rata-rata yaitu 472 detik atau 1 jam 31 Hasil Test Excution Menggunakan Selenium IDE Proses pengujian test case login gagal karena email invalid berjalan sesuai dengan scenario yang telah dibuat ditampilkan pada Gambar 14. Gambar 14. Log Viewer Proses Pengujian Form Login Gagal Email Invalid Pada gambar 14 menampilkan tampilan log viewer sedang melakukan proses pengujian test case secara hireraki pengujian dari skrip test case Login Gagal Email Invalid yang telah dibuat. Hasil pengujian disimpan dalam format excel dan graphic chart. Hasil pengujian dari 5 kali percobaan yang dilakukan ditampilkan pada Gambar 15 dan Gambar 16. Gambar 15 Hasil Pengujian Sheet Test Results Form Login Gagal Email Invalid Gambar 16. Hasil Pengujian Sheet Overview Form Login Gagal Email invalid Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi E-ISSN 2460-9552 P-ISSN 2620-3227 Pada gambar 16 menampilkan hasil test case berjalan lancar tanpa ditemukan error pada saat melakukan pengujian sebanyak 5 kali pengujian dan membutuhkan waktu selama 2 menit 47 detik. Tabel 4. Hasil Perbandingan Pengujian Rata-Rata . Test Case Katalon Selenium Hasil Studio IDE TC01 32,6 Katalon Studio TC02 33,4 Katalon Studio TC03 39,4 Katalon Studio TC04 56 Katalon Studio TC05 56,2 Katalon Studio TC06 61,8 Katalon Studio TC07 69,8 Katalon Studio TC08 53,4 Katalon Studio TC09 65,4 Katalon Studio TC10 72,2 Katalon Studio TC11 72,8 Katalon Studio TC12 73 Katalon Studio TC13 59,8 Katalon Studio TOTAL 745,8 Katalon Studio Automation Testing menggunakan Selenium IDE menghasilkan data pengujian test case pertama (TC. sampai test case terakhir (TC. Hasil pengujian dengan percobaan sebanyak 5 . kali (P1 Ae P. yang ditampilkan dalam satuan detik ditampilkan pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil Pengujian Menggunakan Selenium IDE Test RataP1 P2 P3 P4 P5 Case Rata TC01 33 33 32 33 32 TC02 36 34 33 32 32 TC03 40 39 39 39 40 TC04 60 54 56 55 55 TC05 57 56 55 58 55 TC06 62 63 62 61 61 TC07 76 68 68 68 69 TC08 54 53 53 53 54 TC09 64 65 67 TC10 74 73 72 71 71 TC11 73 73 73 73 72 TC12 73 72 73 73 74 TC13 60 60 60 60 59 TOTAL 762 743 743 742 739 745,8 Ket. P: Percobaan . Tabel 3 menunjukkan bahwa hasil Automation Testing menggunakan Selenium IDE. TC01 sampai dengan TC13 berhasil dilaksanakan sesuai dengan skenario dan menghasilkan test case berhasil (PASSED). Total waktu rata-rata yaitu 745,8 detik atau 2 jam 1 menit. Pada Tabel 4 menampilkan hasil pengujian 13 . iga bela. test case yang dilakukan yaitu TC01 - TC13 menggunakan Katalon Studio dan Selenium IDE. Secara keseluruhan total waktu yang dibutuhkan Katalon Studio melakukan automation test pada situs enterkomputer. yaitu 472 detik atau 1 jam 31 menit dan Selenium IDE 745,8 detik atau 2 jam 1 menit artinya Katalon Studio lebih cepat 30 menit dibandingkan Selenium IDE. Hasil Perbandingan Pengujian Katalon Studio dan Selenium IDE Semua test case telah selesai dijalankan menggunakan Automation Testing Katalon Studio dan Selenium IDE. Perbandingan hasil pengujian dari dua automation test berdasarkan pada nilai rata-rata 13 . iga bela. test case yang telah Nilai setiap test case diambil nilai terkecil dari 5 kali percobaan yang dilakukan. Perbandingan hasil pengujian ditampilkan pada Tabel 4. Analisis Hasil Pengujian Interpretasi data diperoleh dari test case yang dilakukan menggunakan 2 . automation test yaitu Katalon Studi dan Selenium IDE. Pengujian pada 13 . iga bela. test case yang meliputi fitur utama antara lain login, pencarian produk, rincian produk, daftar favorit, pembelian melalui platform berbeda, dan logout masing-masing diuji sebanyak 5 . kali percobaan dan hasil pengujian yang didapatkan menunjukan 13 test case berhasil dijalankan tanpa kendala di kedua alat uji tersebut. Pengujian menggunakan Katalon Studio menunjukkan keunggulan dari segi kemudahan penggunaan berkat antarmuka grafis yang intuitif dan menunjukkan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam mendukung skenario pengujian kompleks dengan fitur Record Object. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menulis skrip pengujian secara manual dan menjadikannya baik untuk berpengalaman yang memerlukan tingkat kontrol lebih tinggi. Selain itu, pengelolaan kasus uji melalui test suite memungkinkan pelaksanaan pengujian secara terstruktur dan efisien. Di sisi lain. Selenium IDE mempunyai fitur Record and Playback yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna dalam mempermudah pembuatan kasus uji tanpa perlu menulis kode secara manual. Fitur ini sangat mendukung pengguna yang tidak memiliki latar belakang pemrograman yang mendalam. Hasil pengujian pada sistem E-Commerce com yang dilakukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Katalon Studio dan Selenium IDE mampu memberikan performa yang andal dalam mendeteksi kesalahan atau bug pada fitur-fitur yang diuji. Kedua alat uji berhasil menampilkan hasil yang konsisten di semua skenario, baik untuk kasus positif maupun negatif. Setiap langkah pengujian dapat dijalankan tanpa terjadi kesalahan . Keunggulan ini menunjukkan bahwa kedua alat dapat diandalkan untuk kebutuhan pengujian otomatis pada sistem E-Commerce dengan kompleksitas tinggi seperti Enterkomputer. PENUTUP Kesimpulan Website Enterkomputer. com sebagai web ECommerce harus memiliki tingkat keandalan yang tinggi yaitu harus selalu tersedia dan dapat diakses dengan cepat tanpa gangguan atau downtime yang signifikan yang dapat menurunkan kepercayaan pelanggan. Pengujian E-Commerce Enterkomputer. com menggunakan Automation Testing yaitu Katalon Studi dan Selenium IDE dilakukan untuk membantu dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan alat yang lebih efektif digunakan. Berdasarkan hasil analisis perbandingan pengujian yang telah dilakukan sebanyak 5 kali percobaan untuk masing-maisng Enterkomputer. com disimpulkan bahwa 13 test case yang digunakan dalam skenario test berhasil dilakukan tanpa ada kendala ataupun error pada setiap skenario yang dilakukan. Perbandingan berdasarkan waktu eksekusi yang digunakan rata-rata waktu eksekusi Katalon Studio pada test case TC 01 sampai TC 13 lebih unggul dibandingkan Selenium IDE. Secara keseluruhan Katalon Studio lebih cepat 30 menit dibandingkan Selenium IDE. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa Katalon memiliki rata-rata waktu ekseskusi yang dibutuhkan lebih cepat sehingga dapat digunakan dalam melakukan pengujian web E-Commerce enterkomputer. Saran Analisis perbandingan Automation Testing Katalon Studio dan Selenium IDE pada website E-Commerce enterkomputer. com menggunakan metode End-to-End pada penelitian ini dilakukan berdasarkan 13 . iga bela. test case yang Pengujian pada website ECommerce Enterkomputer dapat ditingkat lagi dengan memperluas lingkup test case secara menyeluruh mencakup pengujian terhadap semua fitur utama, seperti pencarian produk, proses checkout, pengelolaan keranjang belanja, autentikasi pengguna, hingga validasi diskon dan promosi, dan pengujian untuk skenario edge case, seperti pembayaran gagal atau kesalahan input data, untuk memastikan aplikasi tahan terhadap kondisi ekstrem. Pengujian secara manual dapat dilakukan sebagai pelengkap untuk mengidentifikasi potensi masalah yang mungkin terlewatkan oleh skrip otomatisasi, terutama pada elemen antarmuka pengguna dan pengalaman pengguna secara Perbandingan pengujian versi mobile dan desktop dapat dilakukan untuk memastikan responsivitas dan konsistensi fungsi di berbagai perangkat. Hal ini penting untuk menjaga kualitas pengalaman pengguna lintas platform, mengingat banyak pelanggan yang menggunakan perangkat berbeda Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi E-ISSN 2460-9552 P-ISSN 2620-3227 REFERENSI