Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2021 Vol. Media Industri Kreatif Bahasa. Sastra dan Seni dalam Kemasan Musik Kontemporer Afrizal1*. Siti Gomo Attas2 Universitas Negeri Jakarta Alamat Surel rizalafrizal7905@gmail. *Penulis Korespondensi Kata Kunci industri kreatif. sastra dan seni. musik kontemporer Abstrak Perhatian masyarakat Indonesia, baik pada kalangan anak-anak, remaja, maupun dewasa, terhadap budaya bahasa sastra dan seni daerah di Indonesia belum optimal. Akan tetapi, perhatian masyarakat tentang musik cukup tinggi. Hal itu membuktikan bahwa perhatian masyarakat pada bidang musik lebih tinggi daripada bidang bahasa, sastra dan seni lokal daerah. Oleh karena itu, kesadaran dan perhatian masyarakat atas bahasa sastra dan seni lokal daerah perlu ditingkatkan. Sebagai upaya untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia. Penulis mencoba melakukan kolaborasi antara kedua hal tersebut, yaitu memanfaatkan media musik Kontemporer sebagai sarana untuk mempropagandakan nilai-nilai budaya, bahasa, sastra dan seni, khususnya dalam kemasan musik kontemporer. Adapun kebudayaan yang dipilih adalah Musik kontemporer yang mengusung nilai nilai bahasa, sastra dan seni karya anak negeri, yaitu LoZ yang berkolaborasi dengan tuan tigabelas yang memberikan motivasi kepada masyarakat khususnya generasi penerus untuk terus mencintai adat budaya dan sastra yang mengambil tema adat budaya Lampung. Dengan demikian, alternatif industri kreatif berbasis bahasa dan sastra dan Seni dalam kemasan musik kontemporer dirasakan sangat berpotensi menumbuhkan kesadaran masyarakat mencintai dan melestarikan budaya bangsa Indonesia, terutama bagi generasi muda. Pendahuluan Lampung merupakan salah satu nama provinsi Indonesia yang terletak di pulau Sumatera. Letak provinsi Lampung berada di bagian paling selatan pulau Sumatera dengan ibukota Bandar Lampung. Lampung memiliki potensi alam yang sangat beragam. Selain sumber daya alam yang begitu melimpah, letaknya yang berbatasan langsung dengan lautan membuat Lampung memiliki potensi kekayaan laut yang sangat melimpah. Selain kekayaan alam yang melimpah. Lampung juga memiliki kekayaan budaya yang tidak kalah tersohor bila dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di pulau Sumatera. Kebudayaan Lampung meliputi rumah adat, berbagai tarian tradisional, pakaian adat, juga berbagai kuliner khas. Kebudayaan di Lampung merupakan perpaduan kebudayaan Arab. Cina, dan India. Hal tersebut tidak terlepas dari sejarah yang menyebutkan Lampung sebagai jalur perdagangan dunia, sehingga banyak budaya dari luar Indonesia yang mempengaruhi kebudayaan Lampung. Adapun daerah dataran rendah mayoritas dihuni Suku Lampung Pepadun. Daerahnya biasanya dekat dengan sungai-sungai . besar seperti way Sekampung, way Seputih, way Pengubuan, way Abung Rarem, way Sungkai, way Kanan, way Tulang Bawang, way Mesuji, dan way Semangka. Watak, tabiat, dan intonasi berbicaranya lebih kasar bila dibanding-kan dengan suku Lampung Saibatin karena tinggal di daerah dataran rendah beriklim panas. Masyarakat adat/suku Lampung Pepadun dibagi menjadi beberapa subsuku, antara lain: Abung Siwo Mego mendiami daerah: Kota Bumi. Seputih Timur. Sukadana. Labuhan Maringgai. Jabung. Gunung Sugih, dan Terbanggi. Megow Pak Tulang Bawang mendiami daerah: Menggala. Mesuji. Panaragan, dan Wiralaga. Pubian Telu Suku mendiami daerah adat: Tanjung Karang. Balau. Buku Jadi. Tegineneng. Seputih Barat. Padang Ratu. Gedong Tataan, dan Pugung. Sungkay Way Kanan Buay Lima mendiami daerah adat: Negeri Besar. Ketapang. Pakuan Ratu. Sungkay. Bunga Mayang. Blambangan Umpu. Baradatu. Bahuga, dan Kasui (Sujadi, 2013, p. Setiap suku tersebut masih mempunyai subsuku yang banyak dan menggambarkan garis keturunan dari nenek moyang dengan adat dan bahasa yang beragam. Seiring dengan bertambahnya jumlah dan mobilisasi penduduk maka saat ini, baik suku Lampung Saibatin maupun Pepadun serta subsuku yang ada di dalamnya hidup berkelompok dalam suatu wilayah atau daerah Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Jakarta Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni. Vol. | 164 walaupun masih tetap menggunakan adat-istiadat masing-masing. Pada kondisi seperti ini keharmonisan kehidupan sosial benar-benar dipertaruhkan mengingat semakin homogen suatu kelompok masya- rakat maka semakin rentan konflik akan terjadi. Hal ini ditunjang dengan watak suku Lampung yang terkenal keras. Dalam proses interaksi menuju integrasi sosial. Boris Kabanoff sebagaimana dibahas oleh Wirawan . 3, p. , berpendapat bahwa Aukonflik dapat disebabkan oleh: keadilan . , kewajaran . , persamaan hak . , dan kekuasaan . Ay. Konsep keadilan, kewajaran, persamaan hak, dan kekuasaan dalam sistem sosial yang baik akan membuat kehidupan masyarakat yang harmonis dengan pola hidup yang berbeda, namun batasan status Saibatin dan Pepadun perlu menjadi titik perhatian penting karena dapat menimbulkan konflik kepentingan yang panjang. Walaupun pada perkembangannya, seiring dengan bertambah dan beragamnya suku/etnik di Provinsi Lampung, motto ini diasosiasikan sebagai Aupenduduk Lampung terdiri dari penduduk asli dan pendatangAy (Syajono, 1994, p. Suku Saibatin mendiami daerah pesisir Lampung yang membentang dari timur, selatan, hingga barat. Wilayah persebaran Suku Saibatin mencakup Lampung Timur. Lampung Selatan. Bandar Lampung. Pesawaran. Tanggamus, dan Lampung Barat. Media industri kreatif sebagai salah satu sarana untuk mensosialisasikan seni dan budaya Daerah dipandang cukup baik dalam menyampaikan kepada masyarakat umum karena dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Youtube sebagai salah satu alat untuk menyampaikan informasi berupa audiovisual sangat mudah untuk diakses oleh semua kalangan utamanya generasi muda. Musik kontemporer sebagai salah satu bagian dari khasanah kebudayaan Indonesia menjadi salah satu media publikasi dan pengenalan budaya bahasa dan seni khususnya bagi generasi muda. Diakui atau tidak kebudayaan adat istiadat sastra dan seni sekarang sudah menjadi hal yang perlu dikenalkan dan dilestarikan karena pergeseran media dari tradisional menjadi modern. Generasi muda lebih cenderung tertarik pada media sosial dan berbagai fasislitasnya. Dalam penelitian ini penulis ingin mengkaji adat budaya lampung yang dikemas dalam sebuah musik kontemporer yang dibawakan oleh grup musik LoZ featuring tuan tiga belas. Pengenalan budaya Lampung berupa seni musik, pakaian dan adat istiadat perlu diperkenalkan secara lebih luas karena masifnya media penulis mengambil musik kontemporer yang sangat digemari oleh kalangan milenial atau generasi muda sebagai salah satu industri kreatif LoZ sebagai satu satunya indiband beraliran kontemporer yang berasal dari Propinsi Lampung memiliki konten adat budaya yang dikemas dalam lagu berjudul AubudayaAy. Metode Metode penelitian adalah sebuah teori berupa konsep yang digunakan sebagai landasan dalam melakukan penelitian. Menurut Alwasilah, metode harus disiapkan untuk mencapai tujuan penelitian, (Alwasiah, 2006, p. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Karena dalam penelitian ini tidak diperlukan adanya AoangkaAo sebagai hasil dari sebuah perbandingan Menurut Komarudin, penelitian kualitatif adalah sebuah penelitian yang hasil penelitiannya tidak dapat dilukiskan ke dalam bilangan atau ditulis menjadi data kuantitatif (Komarudin, 1974, p. Penelitian kualitatif berfokus pada kualitas, hakikat atau esensi objek yang diteliti, tujuannya agar tercipta sebuah pemahaman deskripsi, temuan-temuan dan pemunculan hipotesis. Creswell . 4, p. dalam bukunya, menjelaskan mengenai batasan penelitian kualitatif, bahwa: In a qualitative study, researchers often employ the present tense to annotate immediate, direct action, or the past tense in a quantitative study tocreate distance between the written study and action on which, the study is based. Further, a qualitative study may employ more questions to guide the reader, whereas a quantitative study would not use questions and would be written in a more formal compositional style. Sementara itu. Alwasilah menjelaskan pendapatnya tentang penelitian kualitatif, bahwa mereka dinilai lebih AosensitifAo terhadap segala aspek perubahan yang saling mempengaruhi yang bakal dihadapi peneliti (Alwasilah, 2000, p. Penelitian ini juga menerapkan pendekatan multidisipliner, alasannya adalah karena dalam penelitian ini digunakan beberapa cabang ilmu pengetahuan untuk melihat dan menganalisa permasalahan yang sama. Komaruddin menjelaskan bahwa pengarang atau penganalisa dapat memilih beberapa ilmu pengetahuan yang fungsional terhadap masalah itu. Pendekatan itu disebut pendekatan multidisipliner, karena disiplin dari setiap ilmu pengetahuan yang mungkin, diperhitungkan untuk melihat dan menganalisa satu masalah yang sama (Komarudin, 1974, p. 165 | Afrizal & S. Attas Selanjutnya, di dalam sebuah penelitian akan diadakan kegiatan mengumpulkan data-data penelitian, untuk dijadikan bahan tulisan. Hal ini sangat penting dilakukan dalam sebuah penelitian kualitatif, seperti yang dikatakan oleh Komaruddin, . 4, p. mengenai pengumpulan data penelitian, bahwa: Dalam sebuah penelitian haruslah menggunakan data-data, pengumpulan data ini disebut teknik pengumpulan data. Teknik pengumpulan data yang lazim digunakan di dalam sebuah penelitian atau penulisan tesis ada beberapa macam, antara lain wawancara, daftar pertanyaan . , skala objektif, teknik proyektif dan pengamatan tindak tanduk. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan oleh peneliti dalam penulisan jurnal ini adalah: Observasi Observasi ialah metode atau cara menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung. Pengamatan ini dilakukan penulis selama kurun waktu penelitian, yaitu mulai dari keinginan untuk meneliti sampai penelitian berlangsung. Pengamatan dilakukan melalui segala kegiatan yang berhubungan dengan fokus penelitian, melalui lagu berjudul AubudayaAy yang dibawakan oleh LoZ featuring tuan tiga belas. Studi Dokumentasi Menurut Bungin . 7, p. AuMetode dokumenter adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam metodologi penelitian sosial untuk menelusuri data historiesAy. Sedangkan Sugiyono (Sugiyono, 2007, p. menyatakan bahwa AuDokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu yangberbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorangAy. Dalam studi dokumen ini penulis mengumpulkan musik rekaman dari LoZ dan TuanTigabelas dari kanal youtube, berupa vidio, poster, artikel, pamflet dan poster kedua musisi tersebut. Metode penelitian ini dilakukan dengan dua metode yaitu observasi dan studi dokumentasi, observasi dilakukan dengan menelaah video melalui Youtube dan Instagram yang menampilakan grup Band LoZ feat Tuantigabelas sedangkan studi dokumen peneliti mendapatkan informasi melalui buku dan jejak digital baik melalui artikel maupun jurnal penelitian yang relevan dengan penelitian ini. Hasil dan Pembahasan Media industri kreatif menjadi trend baik dikalangan masyarakat umum, akademis, maupun seniman. Berdasarkan hasil observasi penulis terhadap lagu berjudul AubudayaAy yang dibawakan oleh LoZ featuring Tuan Tigabelas mencakup berbagai macam pesan moral tentang adat dan budaya yang dikemas dalam sebuah lagu hip hop dalam balutan musik kontemporer yang dibawakan secara apik. Dalam penyampaian pesan adat budaya bahasa dan sastra dalam lagu tersebut mengambil tema adat budaya lampung, yang ditinjau dari pakian adat, alam, rumah adat, tarian adat, sajak/puisi, alat musik tradisional. Pakaian adat Lampung diperkenalkan secara tersirat melalui pakaian penari wanita berupa mahkota berbentuk siger yang melambangkan jumlah marga yang ada di Lampung sedangkan warna emas adalah pertanda kebesaran dan keagungan yang harus terus dijaga dan Gambar 1. Busana adat Lampung yang ditampilkan dengan tarian adat yang mempesona Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni. Vol. | 166 Seni tari kipas yang dibawakan oleh penari pria juga dikemas dalam musik kontemporer berjudul AubudayaAy yang dibawakan oleh LoZ feat Tuan tigabelas sebagai upaya memperkenalkan budaya lampung kepada generasi muda. Dengan penutup kepala Aupunei mekhemAy yang menarikan tarian kipas Lampung. Gambar 2. Tarian Kipas Lampung sebagai simbol kupu-kupu sebagai representasi keharmonisan alam, hewan dan manusia. Dari segi sastra lisan daerah juga ikut serta ditampilkan pada lagu berjudul AubudayaAy yang dibawakan LoZ feat Tuan tigabelas yaitu sajak AuMuayakAy yang menambah khasanah isi lagu, dengan backsound musik tradisional dengan sentuhan modern berupa musik hip-hop menambah daya tarik lagu ini khususnya bagi generasi muda. Sajak yang sering digunakan pada acara-acara penting pada masa kesultanan di tanah Lampung menjadi bagian tak terpisahkan pada konten internalisasi budaya pada penikmat musik ini. Gambar 3. Sastra Lisan Lampung . dalam kemasan lagu AubudayaAy. Alat musik tradisional berupa gamelan dan gambus lunik juga menjadi daya tarik yang tidak dilupakan dalam kemasan musik kontemporer ini, sentuhan artistik dan kombinasi tata ruang dan cahaya yang dilakukan diluar ruangan . menjadi sentuhan menarik pada harmonisasi musik dan lagu LoZ feat Tuan tigabelas ini. Gambar 4. Alunan musik kontemporer melalui sentuhan Augambus lunikAy 167 | Afrizal & S. Attas Simpulan Media industri kreatif semakin hari semakin beragam, promosi dan pengenalan budaya sudah merambah pada media diantaranya melalui musik kontemporer, pengenalan budaya, bahasa, sastra dan seni jika dikemas dengan apik dan modern menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan milenial/ generasi muda yang sekarang sudah terdegradasi dengan media sosial. Lagu berjudul AubudayaAy merupakan salah satu media kreatif sebagai representasi siar budaya, bahasa dan sastra kepada masyarakat yang dibawakan secara apik oleh LoZ featuring Tuang tigabelas yang mengambil tema adat budaya Lampung, hal ini tentu menjadi angin segar bagi para penggiat budaya dan seniman baik secara karya maupun finansial. Penelitian ini menjadi salah satu metode yang bisa diimplementasikan pada kajian/penelitian selanjutnya dengan mengembangakan berbagai macam metode dan gaya yang berbeda yang berfokus pada media industri kreatif. Daftar Rujukan Bungin. Metodologi penelitian kualitatif: Aktualisasi metodologis ke arah ragam varian Jakarta: Rajawali Pers. Creswell. John W. Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed (A. Fawaid. Terj. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Fachruddin & Haryadi. Falsapah piil pesenggiri sebagai norma tatakrama kehidupan sosial masyarakat Lampung (Z. Mastal. Ed. Lampung: Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Daerah Lampung. Komaruddin. Ensiklopedia manajemen. Jakarta: Bumi Aksara. http://repo. isi-dps. id/924/1/Musik_Kontemporer_Modern_vs_Tradisi. Sabaruddin SA. Lampung pepadun dan saibatin/pesisir, pemerintahan, adat istiadat, sastra, bahasa, untuk perguruan tinggi dan umum. Jakarta: Buletin Way Lima Manjau. Santosa. Januari . Sekelumit perkembangan musik kontemporer di Bali. Institut Seni Indonesia Denpasar. Retrieved from https://isi-dps. id/sekelumit-perkembangan-musikkontemporer-di-bali/ Sanusi. Sastra lisan Lampung: Bahasan filsafah hidup. Bandar Lampung: Universitas Lampung. Sudirana. Musik kontemporer: Modern vs tradisi. Retrieved from Sugiyono. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.