JTIKA. Vol. No. September 2021 ISSN:2657-0327 INTEGRASI SISTEM INFORMASI AKADEMIK DAN BOT TELEGRAM SEBAGAI MEDIA PENGAKSESAN INFORMASI DI UNIVERSITAS MATARAM (Integration of Academic Information System and Telegram Bot as Information Access Medium in Mataram Universit. Ariyan Zubaidi*. Ahmad Zafrullah Mardiansyah. Wirarama Wedashwara. Andy Hidayat Jatmika . Informatics Engineering Department. Mataram University Jl. Majapahit 62. Mataram. Lombok NTB. INDONESIA Email : zubaidi13@unram. id, . af, wirarama, and. @unram. *Penulis Korespondensi Abstract This research aims to build a chatbot based on Telegram application that integrated with academic information system in University of Mataram. The Telegram bot is expected as an alternative and more efficient way to access the academic information system. The development used the prototyping model as method of development. The Telegram bot is built using PHP that utilized the application programming interface provided by Telegram. The developed Telegram works properly displaying the results according to the commands entered. Performance of the integrated bot was measured by microtime function, to show the access time of any command. The results are then compared with the access time of the web based version that measured using the same function. The comparation shows that the access time of Telegram bot is faster than the web based version. Keywords: Chatbot. Telegram Bot. Academic Information System. Instant Messaging. Prototyping Model PENDAHULUAN Aktivitas manusia saat ini tidak lepas dari Instant Messaging (IM). IM memungkinkan seseorang selalu menjaga komunikasi dengan orang terdekat. merupakan suatu jenis percakapan online yang menawarkan transmisi teks secara real time melalui internet. Dengan berkembangnya teknologi ponsel pintar, maka berkembang juga kemampuan dari IM Awalnya, pertukaran pesan hanya berbasis teks tapi berkembang menjadi pertukaran multimedia seperti gambar, suara dan video. Banyak bermunculan aplikasi messaging dengan berbagai fitur yang Salah satu fitur yang ditawarkan oleh aplikasi IM adalah chatbot. Chatbot merupakan program yang dapat memberikan timbal balik kepada penggunanya melalui perangkat yang digunakan tanpa ada orang yang Chatbot disebut sebagai salah satu teknologi yang sangat baik perkembangannya . Chatbot pada aplikasi IM pada umumnya digunakan untuk menyediakan informasi kepada publik, selain itu chatbot dapat berperan sebagai customer service yang http://jtika. id/index. php/JTIKA/ dapat memberikan layanan yang responsif selama 24 jam . Salah satu aplikasi IM yang menyediakan fitur chatbot adalah Telegram. Telegram merupakan aplikasi IM yang didisain sebagai aplikasi ringan, cepat dan tangguh . Selain itu. Telegram menawarkan keamanan yang tinggi dengan adanya enkripsi pesan. Telegram menyediakan fitur chatbot dengan membuka Application Programming Interface (API) bagi pengembang sehingga dapat membuat bot-nya sendiri dengan berbagai fungsi yang diinginkan. Telegram merupakan aplikasi pertama yang menyediakan fasilitas ini. Bot Telegram dengan berbagai fungsi telah dikembangkan dengan adanya fasilitasi API yang disediakan, beberapa bot Telegram yang populer yaitu. Trello, untuk manajemen pekerjaan dan proyek. Gmail bot, bot yang memungkinkan untuk menerima, mengirim dan membalas email. Spotify bot, dimana pengguna dapat mencari, mendengar dan mengunduh music dari basis data Spotify . Bot Telegram juga JTIKA. Vol. No. September 2021 pembelajaran, misalnya untuk pembelajaran bahasa Inggris, ada bot AndyRobot. YTranslateBot. Slangbot yang dapat digunakan pengguna Telegram untuk memperdalam bahasa Inggris. Salah satu media yang sangat penting pada Perguruan Tinggi (PT) saat ini adalah Sistem Informasi Akademik (SIA). SIA menjadi wadah bagi PT untuk menyampaikan informasi terkait dengan proses mahasiswanya . Saat ini. SIA dikembangkan untuk dapat diakses melalui web. Begitupun di Universitas Mataram (Unra. SIA dikembangkan untuk dapat menyimpan informasi akademik bagi civitas akademika-nya serta sebagai sarana untuk melakukan berbagai proses bisnis akademik lainnya, seperti pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), pembayaran uang kuliah, pengisian presensi online, dan prosesproses lainnya. Pada penelitian ini, akan dikembangkan suatu bot Telegram yang dapat terintegrasi dengan SIA Unram yang dapat diakses oleh mahasiswa dan dosen untuk dapat mengakses informasi dan juga mengupdate data yang ada di SIA tersebut. Diharapkan dengan adanya bot Telegram ini, menjadi alternatif cara untuk mengakses SIA Unram dengan menggunakan ponsel pintar secara lebih cepat dari mana saja. Untuk melihat efisiensi pengaksesan, akan dilakukan perbandingan waktu akses terhadap web SIA dan bot Telegram yang terintegrasi dengan SIA. TINJAUAN PUSTAKA Chatbot merupakan salah satu tren teknologi yang sedang banyak dikembangkan sekarang ini dan perkembangannya. Begitupun penelitian yang mengangkat tema chatbot, sudah banyak dilakukan untuk membantu menyelesaikan suatu permasalahan. Salah satu yang meneliti adalah . yang mengembangkan chatbot berbasis Whatsapp untuk memberikan informasi kepada mahasiswa baru mengenai berbagai hal terkait dengan kampus, seperti berita, fasilitas, kode pembayaran, dan lain Pada penelitian yang lain, . juga mengembangkan chatbot tetapi menggunakan platform Telegram untuk mendukung berbagi Kampus. Dalam pengembangannya digunakan pendekatan webhooks yang memiliki kelebihan zero latency dan dapat menerima banyak permintaan dalam waktu yang Penelitian . http://jtika. id/index. php/JTIKA/ ISSN:2657-0327 otomatisasi layanan dengan menggunakan bot Telegram yang dapat menampilkan informasi mengenai kampus, jadwal, pengisian formulir, dan lain Penelitian yang hampir sama juga dilakukan oleh . yang mengembangkan otomatisasi layanan administrasi yang dapat digunakan mahasiswa untuk mendapatkan informasi dan layanan terkait dengan Tugas Akhir maupun Praktek Kerja Lapangan. Chatbot sebagai media informasi juga dikembangkan untuk memberikan informasi mengenai keamanan dan keselamatan berkendara, seperti yang . mengembangkan bot Telegram untuk registrasi mahasiswa pada masa orientasi kampus. Sedangkan . mengembangkan bot Telegram sebagai pusat informasi bagi mahasiswa yang menyediakan berbagai informasi terkait dengan kampus. Pada bidang selain dari yang sudah dijelaskan sebelumnya, chatbot juga dikembangkan untuk dapat diintegrasikan dengan perangkat Internet of Things (IoT). Seperti pada . , yang mengembangkan aplikasi chatbot berbasis Telegram untuk membantu pemantauan bak sampah yang tersambung dengan IoT. Penelitian lainnya yaitu . memanfaatkan bot Telegram untuk disambungkan dengan CCTV sehingga dapat dilakukan pemantauan secara real-time. Pada bidang kecerdasan buatan, chatbot juga dapat dikembangkan untuk dapat mengklasifikasikan jenis daun yang diunggah ke bot Telegram . Aplikasi yang dikembangkan oleh . dinamakan Botanicum dengan kemampuan dapat mengidentifikasi 20 spesies daun yang ada di Rusia. Aplikasi ini memiliki akurasi 8 %. Telegram dipilih karena menyediakan kemudahan bagi pengembang untuk dapat mengembangkan bot dengan berbagai Pada bidang penjualan, chatbot juga dapat . mengembangkan chatbot berbasis Telegram yang memungkinkan pengisian pulsa secara otomatis. Pengguna dapat mengisi pulsa secara otomatis melalui bot Telegram yang dikembangkan dengan pendekatan Long Polling. Selain itu, pada . juga dikembangkan chatbot yang dapat melayani transaksi online secara Dari berbagai penelitian yang sudah dibahas di atas, pengembangan chatbot untuk berbagai fungsionalisat sangat mungkin dilakukan khususnya JTIKA. Vol. No. September 2021 Telegram. Telegram menyediakan BOT API (Application Programming Interfac. yang dapat diimplementasikan dalam pengembangan suatu chatbot baik untuk otomatisasi layanan, monitoring, maupun untuk pengembangan aplikasi yang berbasis kecerdasan buatan. METODE PENELITIAN Metode Pengembangan Sistem Penelitian ini berpatokan pada model Pada model ini, tahapannya terdiri pengumpulan kebutuhan, proses desain yang cepat, membangun prototipe, evaluasi dan perbaikan . Siklus model pengembangan ini dapat dilihat pada Pengumpulan ISSN:2657-0327 Perancangan Sistem Usecase Diagram Fungsi-fungsi yang dapat dilakukan oleh bot Telegram ini diidentifikasi melalui use case diagram pada gambar 2. Fungsi yang dimaksudkan adalah perintah apa saja yang dapat dipilih oleh client yang akan diproses oleh bot Telegram dengan menampilkan data yang diinginkan sesuai perintah yang dipilih. Untuk aktor Dosen, perintah-perintah yang dapat dilakukan adalah melihat data dosen, melihat daftar kelas yang diampu, mereset password, dan mengisi presensi. Sedangkan aktor Mahasiswa, perintah-perintah yang dapat dilakukan adalah melihat data akademik, mereset password, melihat daftar KRS, melihat daftar nilai dan mengisi Analisis Membuat Prototype Evaluasi Perbaikan Gambar 2. Use case bot Telegram Implementasi Gambar 1. Model Pengembangan Prototyping. Kebutuhan Sistem Dari proses analisis kebutuhan yang dilakukan, maka didapatkan kebutuhan fungsional yang akan dimasukkan ke dalam bot Telegram yang Kebutuhan fungsional yang akan dimiliki oleh bot Telegram adalah : Dosen dapat melihat data akademiknya, melihat daftar kelas yang diampu, dapat mereset password, dapat mengisi presensi. Mahasiswa akademiknya, dapat melihat daftar Kartu Rencana Studi (KRS), dapat mereset password, dapat melihat daftar nilai dan dapat mengisi presensi. http://jtika. id/index. php/JTIKA/ Arsitektur Sistem Untuk memperlihatkan keterkaitan berbagai komponen pada pengembangan bot Telegram ini, maka dibuat arsitektur sistem yang dapat dilihat pada gambar 3. Perangkat yang digunakan oleh dosen dan mahasiswa akan menjalankan aplikasi Telegram. Setiap perintah yang dimasukkan melalui bot Telegram akan melalui Telegram API Gateway yang akan mengatur komunikasi dengan web Setiap perintah akan diterjemahkan melalui Function Command Parsing, yang akan menguraikan isi perintah dan meneruskan perintah query menuju database server. Hasil query yang dilakukan di server database kemudian akan dikembalikan oleh bagian response data payload berupa data yang diminta ke API Gateway, dan akan diteruskan ke bot Telegram untuk dapat dibaca oleh pengguna. JTIKA. Vol. No. September 2021 ISSN:2657-0327 HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Pengembangan bot Telegram menggunakan bahasa PHP dengan memanfaatkan service-service yang disediakan LRsoft . ttps://lrsoft. Berikut beberapa contoh kode yang diimplementasikan untuk membuat bot Telegram ini. Gambar 3. Arsitektur Sistem Skema Data Flow Aliran data pada aplikasi bot Telegram yang dikembangkan diperlihatkan pada gambar 4. Ada 4 . bagian yang saling terhubung dimulai dari Client. Bot Gateway. Telegram API dan Server UNRAM. Client akan memberikan perintah-perintah sesuai dengan format yang sudah disediakan, kemudian diterima oleh Bot Gateway yang akan mengidentifikasi perintah tersebut yang kemudian akan dilakukan filter dan parsing. Dari perintah yang masuk, maka akan dilakukan formatting untuk menyeragamkan format untuk diteruskan ke Telegram API. Pada Telegram API, akan divalidasi dulu apakah Chat ID dari client yang mengirimkan perintah sudah terdaftar atau belum, dengan mengecek ke Server UNRAM. Jika sudah terdaftar maka, query akan dilanjutkan untuk mencari data yang diinginkan sesuai perintah. Jika belum terdaftar, maka proses akan dihentikan dan diberikan pesan bahwa Chat ID tidak ditemukan. Gambar 4. Skema Data Flow bot Telegram. http://jtika. id/index. php/JTIKA/ Kode ini digunakan untuk memuat tombol pada keyboard sebagai menu pada pengguna dosen dan Kode ini digunakan untuk mengupdate status aksi pada masing-masing tombol untuk membentuk service flow. Kode ini digunakan untuk meminta data ke API SIA sesuai jenis service yang diperlukan. Untuk dapat menggunakan layanan bot Telegram ini, pengguna baik dosen dan mahasiswa harus mengisi kode unik telegram di akun SIA masing2564 JTIKA. Vol. No. September 2021 Kode ini dapat dicek melalui bot Telegram dengan perintah /echo. Jika berhasil maka perintahperintah lainnya di bot Telegram dapat dieksekusi. Perintah-perintah yang dapat dijalankan melalui bot Telegram ini dapat dilihat pada tabel I. TABEL I. PERINTAH-PERINTAH PADA BOT TELEGRAM Service Command Sifat Output Pesan Menampilkan /start Single Text Daftar Layanan Menampilkan /sia Single Text Daftar Menu SIA Menampilkan /echo Single Text Kode unik Menampilkan /Akademik Single Text Data Akademik Menampilkan /Daftar Single Text Data Kelas Kelas Dosen Melakukan /Reset Single Text Password Mengisi /Presensi Single Text Kehadiran Menampilkan /Daftar Single Text KRS KRS Mengisi /Presensi Multi Text Kuliah Menampilkan /Daftar Single Text daftar nilai Nilai Hasil pengembangan bot telegram dapat dilihat berdasarkan pengguna, yaitu Dosen dan Mahasiswa. Dosen Sesuai dengan use case diagram pada pembahasan sebelumnya, dosen dapat melakukan beberapa hal, yaitu melihat daftar kelas yang diampu, mereset password, dan mengisi presensi. Contoh tampilan sistem pada saat dosen menggunakan bot Telegram dapat dilihat pada gambar 5-8. http://jtika. id/index. php/JTIKA/ ISSN:2657-0327 Gambar 5. Tampilan saat dosen melihat data Gambar 6. Tampilan saat dosen melihat daftar kelas JTIKA. Vol. No. September 2021 Gambar 7. Tampilan saat dosen melakukan reset ISSN:2657-0327 Gambar 9. Tampilan saat mahasiswa malihat data Gambar 8 . Tampilan saat dosen mengisi presensi. Mahasiswa Sesuai dengan use case diagram, mahasiswa dapat melakukan beberapa hal, yaitu melihat data akademik, mereset password, melihat Kartu Rencana Studi, melihat daftar nilai dan mengisi presensi. Contoh tampilan sistem pada saat mahasiswa menggunakan bot Telegram dapat dilihat pada gambar 9-11. http://jtika. id/index. php/JTIKA/ Gambar 10. Tampilan saat mahasiswa melihat daftar KRS. JTIKA. Vol. No. September 2021 ISSN:2657-0327 Dari data yang didapatkan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa, waktu pengaksesan data di SIA dengan menggunakan bot Telegram lebih cepat dibandingkan dengan pengaksesan melalui web. Hal ini disebabkan oleh bot Telegram hanya mengambil data yang ada di database SIA saja, tanpa perlu memuat berbagai file lain seperti gambar atau teks yang menyusun halaman web. Grafik yang menunjukkan perbedaan waktu kedua cara pengaksesan SIA ini diperlihatkan oleh gambar 12. EXECUTION TIME (MILISECONDS) Web Gambar 11. Tampilan saat mahasiswa mengisi 2 Pengujian Untuk melihat bagaimana performa bot Telegram yang telah dikembangkan. Maka dilakukan pengujian waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu perintah melalui bot Telegram dibandingkan dengan perintah yang sama yang dilakukan melalui situs SIA. Pengujian ini menggunakan fungsi microtime (). Fungsi microtime digunakan untuk menentukan kecepatan akses pada sisi aplikasi Telegram dan aplikasi web . Dari pengukuran waktu yang dilakukan, didapatkan data waktu akses seperti pada tabel II. 3,07 0,6704 Reset Password 5,94 0,3704 Presensi 5,06 0,4704 MAHASISWA Biodata 2,93 0,5724 Reset Password 5,49 0,3504 KRS 2,29 0,6754 Nilai 2,15 0,6804 Presensi Kuliah 4,35 0,4504 http://jtika. id/index. php/JTIKA/ COMMANDS Gambar 12. Grafik perbandingan waktu akses bot Telegram dan Web KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan: TABEL II. PERBANDINGAN WAKTU AKSES DOSEN Web Telegram Biodata 2,85 0,5704 Kelas Telegram Aplikasi bot Telegram yang dapat digunakan untuk mengakses berbagai informasi di SIA UNRAM telah dikembangkan sesuai dengan perancangan yang telah dilakukan. Akses SIA yang dilakukan melalui bot Telegram lebih cepat dibandingkan dengan pengaksesan melalui website, hal ini diperlihatkan oleh hasil perbandingan waktu akses keduanya. Saran Pada pengembangan berikutnya, bot Telegram dapat terintegrasi dengan Sistem Informasi lainnya yang ada di Universitas Mataram seperti SI BKD dan Simlitabmas. DAFTAR PUSTAKA