Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) Vol. 7 No. 3 Juli 2023 e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 DOI: 10. 58258/jisip. 5480/http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Penerapan Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education (Rm. Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Di Sdn 1 Cicurug Kabupaten Sukabumi Redi Puspiali1. Iis Nurasiah2. Irna Khaleda3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Sukabumi Article Info Article history: Received : 16 Juny 2023 Publish : 07 July 2023 Keywords: Games Literacy Method Info Artikel Article history: Terima : 16 Juni 2023 Publis : 07 Juli 2023 Abstract This study aims to describe the increase in the application of realistic mathematics education (RME) learning models to improve understanding of mathematical concepts in Cicurug 1 Public Elementary School. Sukabumi Regency. The research method used was Classroom Action Research (PTK) with a research design using the Kemmis and Mc Taggart models which were carried out in two cycles. Each cycle consists of planning, implementation, action and observation, and reflection. The participants in this study were 27 students in class IV of public elementary school 1 Cicurug. Sukabumi Regency. The technique of collecting data in this study used tests in the form of pretest and posttest. While non-test techniques in the form of observation, field notes and documentation. The data analysis technique used is descriptive quantitative. In the pre-cycle where this activity still uses the conventional learning model, namely 30% or 8 students who complete above KKM . out of a total of 27 students. Then carried out the stages of the first cycle by applying the RME learning model, the ability to understand mathematical concepts increased by 52% or 14 students who completed the KKM, then the research continued to the second cycle stage until obtaining a completeness score of 81% or as many as 22 students who completed the above KKM. Therefore, the study was stopped classically because it had reached or exceeded the 70% achievement indikator. Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan penerapan model pembelajaran realistic mathematics education (RME) untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika di SDN 1 Cicurug Kabupaten Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain penelitian menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang dilakukan sebanyak dua Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, tindakan dan pengamatan, serta refleksi. Partisipan dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDN 1 Cicurug Kabupaten Sukabumi sebanyak 27 peserta didik. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan tes berupa pretest dan postest. Sedangkan teknik non tes berupa observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Pada pra siklus dimana pada kegiatan ini masih menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu sebesar 30% atau 8 peserta didik yang tuntas diatas KKM . dari total jumlah keseluruhan 27 peserta didik. Kemudian dilakukan tahapan siklus I dengan menerapkan model pembelajaran RME kemampuan pemahaman konsep matematika mengalami peningkatan sebesar 52% atau 14 peserta didik yang tuntas diatas KKM, maka penelitian tetap dilanjutkan ketahap siklus II sampai memperoleh nilai ketuntasan sebesar 81% atau sebanyak 22 peserta didik yang tuntas diatas KKM. Oleh sebab itu, penelitian dihentikan secara klasikal karena telah mencapai atau melebihi indikator ketercapaian 70%. This is an open access article under the Lisensi Creative Commons AtribusiBerbagiSerupa 4. 0 Internasional Corresponding Author: Redi Puspiali Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Muhammadiyah Sukabumi Email : redipuspialibby@gmail. PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana sebagai salah satu kebutuhan manusia untuk membantu mengembangkan potensi yang dimiliki, sesuai dengan tujuan pendidikan Sisdiknas dalam UU tahun 2003 yang menjelaskan bahwa pendidikan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam menjalankan pendidikan didalamnya akan terdapat suatu proses belajar yang tidak akan terhenti. Belajar merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh setiap manusia untuk dapat menjalani hidup dengan penuh ilmu agar pada saat menjalani 2489 | Penerapan Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education (Rm. Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Di Sdn 1 Cicurug Kabupaten Sukabumi (Redi Puspial. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 hidup dapat bermanfaat untuk dirinya sendiri dan orang lain. Menurut Burton . alam Susanto, 2013: . , belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu lain dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya. selain itu belajar juga merupakan bagian dari mencari ilmu yang dapat digunakan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. pendidikan di sekolah tergambar sesuai dengan kurikulum yang digunakan. Setiap terjadi perubahan kurikulum pembelajaran semua mata pelajaran termasuk Matematika selalu ditekankan pada pembelajaran Aktif. Inovatif. Kreatif. Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM). Akan tetapi pada prakteknya guru kesulitan menghadirkan PAIKEM tersebut dalam Proses pembelajaran saat ini terlalu mementingkan perkembangan pada tataran pengetahuan, sehingga persoalan kreativitas pada taraf pemahaman konsep, prinsip dan kemampuan menyelesaikan masalah masih perlu ditingkatkan (Aksin & Nur, 2018: . Dalam pembelajaran pemilihan Strategi dan metode pembelajaran adalah langkah yang harus Menurut David (Wina Sanjaya, 2016:. Startegi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan Sedangkan metode pembelajaran merupakan langkah penting yang dapat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan. Untuk itu dalam pemilihan metode haruslah kreatif dalam penyesuaiannya dengan tujuan pembelajaran (Sumiati dan Asra, 2019:. Menurut Rahman . 9: . Model pembelajaran adalah pedoman bagi guru dan murid dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Lebih jelas Rahman . 9: . menjelaskan bahwa model pembelajaran adalah suatu perencanaan yang digunakan dalam menyusun kurikulum, mengatur materi pembelajaran, dan memberi petunjuk kepada pengajar di kelas dalam setting pengajaran ataupun setting lainnya. Sejalan dengan pendapat Setiani dan Priansa . 5: . yang menyatakan bahwa model pembelajaran dapat dipahami sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dan terencana dalam mengorganisasikan proses pembelajaran peserta didik sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif. Permasalahan yang masih menjadi kendala dalam pembelajaran matematika di sekolah adalah fakta bahwa tingkat literasi matematika peserta didik di Indonesia masih sangat rendah. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SDN 1 Cicurug Kabupaten Sukabumi Pada tanggal 13 Maret 2023 dalam mata pelajaran Matematika di kelas tinggi, peserta didik kurang memperhatikan penjelasan dari guru, dan cenderung dalam pembelajaran Matematika di penuhui dengan pelajaran berhitung yang dikenalkan hanya angka saja, sehingga membuat peserta didik menjadi cepat bosan dan tidak dapat berkonsentrasi dengan waktu yang lama. Hal tersebut terlihat ketika peserta didik dan guru melakukan Tanya jawab, peserta didik masih belum paham konsep matematika yang sedang dipelajari. Maka dari hasil observasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika peserta didik dibutuhkan usaha yang ekstra dari guru dalam merancang kegiatan pembelajaran matematika lebih berkesan dan menarik. Maka dari itu penulis tertarik melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME), model RME merupakan proses pembelajaran matematika dengan menggunakan masalah kontekstual . ontextual problem. sebagai titik awal dalam belajar matematika. Dalam hal ini peserta didik melakukan aktivitas matematisasi horisontal, yaitu peserta didik mengorganisasikan masalah dan mencoba mengidentifikasi aspek matematika yang ada pada masalah tersebut. Kemudian Zulkardi dan Putri . alam Siti SyadiAoah, 2018:. mengemukakan bahwa RME adalah teori pembelajaran yang bertitik tolak dari hal-hal yang real atau pernah dialami peserta didik , menekankan keterampilan proses . oing of mathematic. , berdiskusi dan berkolaborasi, beragumentasi dengan teman sekelas sehingga mereka dapat menemukan sendiri . tudent inventin. sebagai kebalikan dari guru memberi . eacher tellin. dan pada akhirnya peserta didik menggunakan matematika itu untuk menyelesaikan masalah-masalah kontekstual baik secara individu maupun kelompok. Menurut Hobri . alam Isrok'atun, 2018 :. sintak dari model RME adalah . Menemukan masalah-masalah atau soal-soal kontekstual . ooking for problem. 2490 | Penerapan Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education (Rm. Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Di Sdn 1 Cicurug Kabupaten Sukabumi (Redi Puspial. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Memecahkan masalah . roblem solvin. Mengorganisasikan bahan ajar . rganizing a subject Adapun indikator pemahaman konsep matematis menurut Heruman . alam Noviyana, 2. , yaitu: . Menyatakan ulang sebuah konsep yang telah dipelajari. Mengklasifikasikan objekobjek berdasarkan dipenuhi atau tidaknya persyaratan yang membentuk konsep tersebut. Menerapkan konsep secara algoritma. Memberikan contoh dan bukan contoh dari konsep. Dari latar belakang di atas maka penulis tertarik melakukan kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Di SDN 1 Cicurug Kabupaten Sukabumi. METODE PENELITIAN Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Menurut Arikunto . 1: . mengartikan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Penelitian tidakan kelas ini di lakukan dalam beberapa siklus, dan masing-masing siklus teridiri dari empat tahap kegiatan, yaitu tahap perncanaan . , tahap pelaksanaan . , tahap pengamatan . , dan tahap refleksi berdasarkan hasil pengamatan . , keempat tahap dalam penelitian tersebut adalah unsur yang membentuk sebuah siklus, yaitu satu putaran kegiatan beruntun yang kembali ke langkah semula. (Arikunto, 2008: . Partisipan dari penulisan ini adalah peserta didik kelas IV (Empa. di SDN 1 Cicurug Kabupaten Sukabumi dengan jumlah 27 Peserta didik. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan beberapa teknik yaitu teknik tes berupa pretest dan postest. Sedangkan teknik non tes berupa observasi, catatan lapangan dan HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan tindakan diamati oleh observer yang terdiri teman sejawat mengamati aktivitas guru, aktivitas peserta didik, serta melakukan dokumentasi selama proses pembelajaran Dilihat dari hasil Pra siklus yang telah dikerjakan peserta didik, pemahaman konsep matematika peserta didik belum maksimal, dan masih banyak yang harus diperbaiki untuk siklus Data hasil ketuntasan secara klasikal tes pra siklus tidak menggunakan model RME dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Tes Ketuntasan Belajar Siklus I Keterangan Hasil Nilai Maksimal Nilai Terendah Nilai Tertinggi Rata-Rata Kelas Peserta didik Memenuhi KKM . Peserta didik Belum Memenuhi KKM . Berdasarkan data yang tersaji pada Tabel 1, menunjukkan bahwa rata-rata kelas Pra siklus memperoleh nilai 65. Perolehan nilai tertinggi yaitu 82 dan nilai terendah yaitu 38. Jumlah peserta didik yang mencapai KKM mencapai 30% atau 8 peserta didik dari 27 peserta didik, sementara peserta didik yang memperoleh nilai di bawah KKM . mencapai 70% atau 19 peserta didik. Dari hasil pelaksanaan proses pembelajaran dalam meningkatkan pemahan konsep matematika di pra siklus belum berjalan maksimal. Kemudian setelah diterapkan siklus I dengan menggunakan 2491 | Penerapan Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education (Rm. Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Di Sdn 1 Cicurug Kabupaten Sukabumi (Redi Puspial. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 model pembelajaran RME data hasil ketuntasan secara klasikal siklus I dapat dilihat pada tabel sebagai berikut : Tabel 2. Hasil Tes Ketuntasan Belajar Siklus I Keterangan Hasil Nilai Maksimal Nilai Terendah Nilai Tertinggi Rata-Rata Kelas Peserta didik Memenuhi KKM . Peserta didik Belum Memenuhi KKM . Berdasarkan data yang tersaji pada Tabel 2 menunjukkan bahwa rata-rata kelas siklus I memperoleh nilai 73. Perolehan nilai tertinggi yaitu 83 dan nilai terendah yaitu 60. Jumlah peserta didik yang mencapai KKM mencapai 52% atau 14 peserta didik dari 27 peserta didik, sementara peserta didik yang memperoleh nilai di bawah KKM . mencapai 48% atau 13 peserta didik. Adapun hasil observasi pemahaman konsep Matematika dapat dilihat pada gambar sebagai Hasil Observasi Siklus I Menemukan masalah atau Memecahkan Mengorganisasikan bahan ajar Gambar 1. Grafik Hasil Observasi Pemahaman Konsep Matematika Siklus I Dari gambar pelaksanaan proses pembelajaran dalam meningkatkan pemahan konsep matematika melalui observasi menggunakan model pembelajaran RME sudah cukup berjalan baik dan terdapat peningkatan walaupun belum signifikan. Kemudian setelah diterapkan siklus II dengan menggunakan model pembelajaran RME dan menerapkan perbaikan dari siklus I yang belum maksimal, data hasil ketuntasan secara klasikal siklus II dapat dilihat pada tabel sebagai Tabel 3. Hasil Tes Ketuntasan Belajar Siklus I Keterangan Hasil Nilai Maksimal Nilai Terendah Nilai Tertinggi 2492 | Penerapan Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education (Rm. Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Di Sdn 1 Cicurug Kabupaten Sukabumi (Redi Puspial. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Rata-Rata Kelas Peserta didik Memenuhi KKM . Peserta didik Belum Memenuhi KKM . Berdasarkan data yang tersaji pada Tabel 3 menunjukkan bahwa rata-rata kelas siklus II memperoleh nilai 76. Perolehan nilai tertinggi yaitu 85 dan nilai terendah yaitu 68. Jumlah peserta didik yang mencapai KKM mencapai 81% atau 22 peserta didik dari 27 peserta didik, sementara peserta didik yang memperoleh nilai di bawah KKM . mencapai 19% atau 5 peserta didik. Adapun hasil observasi pemahaman konsep Matematika dapat dilihat pada gambar sebagai Hasil Observasi Siklus II Menemukan masalah Memecahkan masalah Mengorganisasikan atau persoalan bahan ajar Gambar 2. Grafik Hasil Observasi Siklus II Konsep Matematika Dari gambar pelaksanaan proses pembelajaran dalam meningkatkan pemahan konsep matematika siklus II mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Adapun grafik peningkatan dari mulai pra siklus sampai dengan siklus II sebagai berikut : Hasil observasi setiap siklus Siklus I Siklus II Mengorganisasikan bahan ajar Memecahkan masalah Menemukan masalah atau persoalan kontekstual Gambar 3. Grafik Peningkatan Observasi Setiap Siklus Indikator mengorganisasikan bahan ajar dari siklus I memperoleh nilai 68 kemudian pada siklus II memperoleh nilai 73, hal tersebut karena tidak semua peserta didik memahami dan dapat 2493 | Penerapan Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education (Rm. Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Di Sdn 1 Cicurug Kabupaten Sukabumi (Redi Puspial. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 menyatakan ulang konsep matematika yang dipelajari dengan tepat, maka dalam menemukan masalah atau persoalan secara kontekstual . Menurut Akbar dan Aulia . 7: . menjelaskan bahwa kemampuan dalam menyatakan ulang suatu konsep pembelajaran dalam matematika membutuhkan fokus perhatian dan harus terus dilatih karena seorang anak akan mampu menemukan permasalahan secara konteks apabila sudah memahami bagaimana konsep dasar yang Karena keterbatasan waktu penelitian di kelas tersebut tidak semua kemampuan peserta didik berkembang dengan sama dan maksimal. Indikator memecahkan masalah dari siklus pertama memperoleh nilai 68 siklus terakhir memperoleh nilai 72, hal ini dikarenakan ketika mengurutkan objek sesuai dengan urutan dalam materi yang dipelajari peserta didik membutuhkan waktu lama untuk berpikir hal tersebut dipengaruhui oleh tidak setiap peserta didik memahami konsep yang dipelajari. Pemahaman konsep matematika adalah menguasai sesuatu berupa kelas atau kategori stimuli dalam matematika yang memiliki ciri-ciri umum. Pemahaman konsep merupakan dasar utama dalam pembelajaran matematika (Darhim, 2014:. Indikator mengorganisasikan bahan ajar dalam menerapkan konsep dari siklus I sampai siklus II mengalami peningkatan yaitu memperoleh nilai siklus I yaitu 70 dan siklus II yaitu 75, hal ini karena peserta didik sudah terlihat semakin disiplin dan mau mendengarkan penjelasan dari guru, selain itu dibantu dengan pembelajaran kelompok setiap peserta didik diberikan tanggung jawab untuk memaparkan konsep matematika yang mereka pelejari. Hal tersebut didukung oleh pendapat dari Nuraeni. Uswatun, & Nurasiah . 0 : . menjelaskan bahwa Kemampuan menerapkan konsep yaitu bagaimana peserta didik menggunakan konsep yang diberikan guru dalam memecahkan masalah yang ada pada soal yang guru berikan. Contoh soal pemecahan masalah yang guru berikan kemudian peserta didik memaparkan kembali, agar mempermudah materi yang dipelajari setiap peserta didik dituntut untuk memahami konsep materi yang pelajari minimal satu Dapat disimpulkan dari hasil observasi peserta didik sudah cukup baik dalam memberikan contoh yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, namun dalam memberikan contoh peserta didik membutuhkan waktu berpikir cukup lama. Strategi perbaikan di siklus II ternyata dengan menggunakan model RME peserta didik terlihat lebih bersemangat dalam belejar karena pembelajaran dikemas dengan bantuan bercerita tanpa menghilangkan integrase dari Keterlaksanaan siklus II pemhaman konsep Matematika peserta didik mengalami peningkatan yang signifikan. Berikut persentase peningkatan Pra Siklus. Siklus I dan Siklus II dalam ketuntasan belajar dapat disajikan pada Gambar sebagai berikut: Presentase Ketuntasan Belajar Pemahaman Konsep Matematika Setiap Siklus Tidak Tuntas Tuntas Pra Siklus Siklus I Siklus II Gambar 4. Grafik Persentase Peningkatan Setiap Siklus 2494 | Penerapan Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education (Rm. Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Di Sdn 1 Cicurug Kabupaten Sukabumi (Redi Puspial. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Berdasarkan pemaparan dan grafik presentase peningkatan setiap siklus di atas, penulis membandingkan hasil dari pra siklus, siklus I dan siklus II. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan siklus I dinyatakan cukup baik dengan ketuntasan belajar pemahaman konsep matematika yaitu dengan nilai rata-rata sebesar 70% secara klasikal maka penelitian ini akan diberhentikan. Dari pra siklus ketuntasan belajar hanya memperoleh 30% karena masih menggunakan model pembelajaran konvensional seperti ceramah, latihan, dan Tanya jawab. Setelah menerapkan model pembelajaran RME pada siklus I terbukti mengalami peningkatan walapun belum terlihat signifikan, ketuntasan hanya sebesar 52%, kemudian dari hasil evaluasi siklus sebelumnya penelitian dilanjutkan siklus II dengan menambahkan perbaikan-perbaikan, ketuntasan hasil belajar konsep Matematika meningkat 81%. Maka sesuai dengan yang sudah ditentukan sebelumnya kriteria ketuntasan pemahaman konsep matematika dengan model pembelajaran RME diberhentikan dan di anggap berhasil untuk diaplikasikan dalam pembelajaran matematika sekolah dasar. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di SDN 1 Cicurug pada kelas IV tahun pelajaran 200/2023 disemester genap . Bahwa hasil belajar peserta didik setelah menerapkan model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) menunjukan hasil yang memuaskan dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika melalui penelitian tindakan kelas. Adapun Indikator pemahaman konsep matematika adalah . Menyatakan ulang sebuah konsep yang telah . Mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan dipenuhi atau tidaknya persyaratan yang membentuk konsep tersebut. Menerapkan konsep secara algoritma. Memberikan contoh dan bukan contoh dari konsep. Dengan sintak model pembelajaran RME yaitu . Menemukan masalah-masalah atau soal-soal kontekstual . ooking for problem. Memecahkan masalah . roblem solvin. Mengorganisasikan bahan ajar . rganizing a subject matte. Pemahaman konsep matematika peserta didk meningkat setelah menerapkan model pembelajaran RME. Hal ini dapat diketahui dari ketuntasan belajar peserta didik secara klasikal yang mengalami peningkatan. Diawali dengan pra siklus dimana pada kegiatan ini masih menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu sebesar 30% atau 8 peserta didik yang tuntas diatas KKM . dari total jumlah keseluruhan 27 peserta didik. Kemudian dilakukan tahapan siklus I dengan menerapkan model pembelajaran RME kemampuan pemahaman konsep matematika mengalami peningkatan sebesar 52% atau 14 peserta didik yang tuntas diatas KKM, maka penelitian tetap dilanjutkan ketahap siklus II sampai memperoleh nilai ketuntasan sebesar 81% atau sebanyak 22 peserta didik yang tuntas diatas KKM. Oleh sebab itu, penelitian dihentikan secara klasikal karena telah mencapai atau melebihi indikator ketercapaian 70%. DAFTAR PUSTAKA