Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2021 Vol. Peran Seni dalam Pemberdayaan Masyarakat: Goyang Karawang sebagai Identitas Budaya Lokal Yousef Bani Ahmad1. Novi Anoegrajekti2. Siti Gomo Attas3 Universitas Singaperbangsa Karawang. Jawa Barat Universitas Negeri Jakarta Alamat Surel baniahmad@fkip. *Penulis Korespondensi Kata Kunci goyang Karawang. identitas budaya. pemberdayaan masyarakat Abstrak Karawang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat. Kota Karawang dikenal sebagai kota lumbung, kota perjuangan, dan kota Dalam bidang seni, goyang Karawang merupakan salah satu identitas budaya lokal yang masih dipertahankan di tengah tantangan budaya asing yang masuk ke Indonesia. Goyang karawang merupakan produk budaya sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk . mengetahui bagaimana seni tari goyang Karawang dapat menjadi identitas budaya lokal yang mampu bertahan di tengah budaya asing, . bagaimana seni tari goyang Karawang dapat memberdayakan masyarakat dalam melestarikan identitas budaya lokal, dan . bagaimana mengenalkan rangkaian tari goyang Karawang sebagai identitas budaya lokal. Untuk dapat mengetahui jawaban dari ketiga hal tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Sumber data diambil dari studi pustaka dan wawancara dengan tokoh budayawan di Kabupaten Karawang dan penari goyang Karawang. Dari hasil penelitian, goyang Karawang masih melekat dalam kehidupan sosial masyarakat sebagai identitas kearifan budaya lokal. Seni tari goyang Karawang terus dilestarikan dan diperkenalkan secara luas. Bahkan, pada tahun 2019 mendapat rekor MURI dengan jumlah penari lebih dari 17. Pemberdayaan masyarakat secara masif dilakukan dengan memberikan pelatihan tentang goyang Karawang melalui sekolah, komunitas budaya, penari, dan juga elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Karawang. Kegiatan tari goyang Karawang dilakukan secara besar-besaran oleh ribuan warga Karawang yang kemudian didokumentasikan, bahkan disebarluaskan di berbagai channel youtube dengan tujuan untuk memperkenalkan goyang Karawang ke seluruh Indonesia, bahkan dunia. Pendahuluan Karawang merupakan salah satu kabupaten yang ada di propinsi Jawa Barat yang terkenal sebagai Kota Lumbung Padi dan kota industri. Selain itu, ternyata kota Karawang juga dikenal dengan goyangannya yang disebut goyang karawang. Goyang Karawang dipandang sebagai sebuah tarian Stigma negatif muncul karena didalam goyang karawang, para penarinya cenderung menggerakan pinggul dalam tariannya. Sejumlah seniman dan budayawan menyelidiki asal usul istilah Goyang Karawang. Menurut budayawan Karawang. Asep Luhani. Goyang Karawang identik dengan menggoyangkan pinggul seorang penari dan itu cukup populer dikalangan masyarakat karawang terutama kaum wanita. Pandangan lain juga muncul bahwa masyarakat karawang pandai bergoyang, padahal kenyatannya tidak semua wanita memiliki kemampuan Goyang Karawang. Sekitar tahun 1970an, ada seorang penari yang bernama Itoh dan pernah menyampaikan sejarah masa lalu tentang goyang karawang. Goyang Karawang sendiri termasuk dalam jenis tarian ronggeng bukan tarian jaipong. Gerakan tarian Goyang Karawang memanglah sangat dasar jauh sebelum tari jaipong muncul pada tahun tersebut. Selain itu, menurut pernyataan Kang Nace salah seorang budayawan karawang, mengatakan bahwa tarian ini ada sebelum kemerdekaan, dimana kesenian tari ini dijadikan sebagai alat untuk perjuangan masyarakat Indonesia dalam melawan penjajah. Para penari berjuang untuk mengalihkan perhatian sementara laskar berjuang untuk mengambil kesempatan melumpuhkan penjajah dengan rencana yang sudah disiapkan. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Jakarta 173 | Y. Ahmad. Anoegrajekti, & S. Attas Kemudian. Agus Sukmana. Ketua Perkumpulan Seni Tari dan Karawitan (PSTK) Kabupaten Karawang, menyatakan bahwa pengertian Tari Goyang di Karawang memiliki dua perspektif yang Pandangan pertama dari karya seni yaitu sebuah karya tari yang berpusat pada gerakan "pinggul" dengan memberikan nuansa "erotis". Pemahaman ini adalah berdasarkan ketergantungan penonton. Kedua, dilihat dari sudut pandang politik, yaitu interpretasi Goyang Karawang sebagai dasar perjuangan. Istilah goyang karawang sudah sangat melekat pada masyarakat karawang sendiri, sehingga jika dilihat dari peluang menjadikan Goyang Karawang sebagai ikon atau penarik wisata dan budaya cenderung besar. Goyang karawang menjadi sebuah warisan budaya yang masih ada didalam Berbagai bentuk warisan budaya lokal memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengenali seni budaya. Masalahnya saat ini seiring dengan perubahan zaman, terkadang seringkali diabaikan, dianggap bahwa budaya sudah mulai berubah. Masyarakat lebih banyak melihat kepada sesuatu yang baru. Padahal sebuah karya budaya dapat menjadi warisan yang memiliki nilai yang Derasnya budaya luar yang masuk ke Indonesia, menjadikan masyarakat untuk berpikir keras dalam mempertahankan warisan budaya yang ada sejak jaman dulu. Goyang Karawang sebagai budaya lokal saat ini diusahakan ada pergeseran dari stigma negatif ke kreativitas dan kebanggaan Untuk mengubah stigma tersebut tentunya harus diupayakan oleh berbagai elemen termasuk salah satunya oleh pemerintah daerah. Pengenalan tarian goyang karawang kepada generasi penerus menjadi salah satu solusi untuk tetap memertahankan kesenian daerah dan juga kelestarian budaya lokal. Perubahan tatanan nilai budaya dalam masyarakat, serta matinya bentuk kesenian tradisional di beberapa wilayah Nusantara diakibatkan oleh pengaruh teknologi di era global, dan hal tersebut menjadi tantangan Budaya Lokal tetap terlestarikan, menurut Alvin Boskoff. Budaya lokal adalah salah satu faktor yang berkontribusi pada rasa identitas diri kita sebagai kelompok yang berbeda di antara bangsa-bangsa di dunia. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengembangkan kesadaran di kalangan generasi muda agar mereka dapat lebih memahami budaya mereka dengan memperkuat kearifan lokal yang tumbuh subur di titik-titik budaya di seluruh nusantara (Setyaningrum, 2. Pengembangan kebudayaan daerah ditekankan pula pada keberlanjutan dan kehidupan seni tradisi, pelestarian dan pengembangan melalui pendidikan formal dan non formal. Menurut Sedyawati, ketahanan Budaya diartikan sebagai kemampuan sebuah kebudayaan untuk mempertahankan jati dirinya, tidak dengan menolak semua unsur asing, melainkan dengan menyaring, memilih, dan jika perlu memodifikasi unsur-unsur budaya luar sedemikian rupa sehingga tetap sesuai dengan karakter dan citra bangsa (Edi Sedyawati, 2007. Oleh karena itu, dalam tulisan ini akan dicari beberapa hal yang terkait dengan . bagaimana goyang karawang dapat menjadi sebuah identitas budaya lokal yang bisa bertahan ditengah maraknya budaya asing yang masuk. bagaimana usaha untuk memberdayakan masyarakat dalam menjaga kelestarian dan identitas budaya lokal melalui Goyang Karawang dan . bagaimana cara mengenalkan seni tari Goyang Karawang sebagai identitas budaya lokal. Adapun tujuan pencarian informasi tersebut untuk mengetahui bagaimana kebudayaan lokal goyang karawang dapat bertahan ditengah budaya asing yang semakin banyak masuk ke wilayah indonesia, untuk mengetahui bagaimana seni goyang karawang dapat menjadi sumber daya lokal yang dapat diberdayakan oleh masyarakat dan untuk mengetahui strategi pengenalan dan penyebarluasan seni daerah goyang karawang di kancah dunia. Pemberdayaan masyarakat merupakan sebuah program dalam aktivitas sosial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat melalui pendayagunaan sumberAesumber yang ada dan melibatkan partisipasi masyarakat. Salah satu program pemberdayaan masyarakat yaitu membantu anggota masyarakat yang memiliki kesamaan minat untuk bekerjasama, mengidentifikasi kebutuhan bersama dan kemudian melakukan kegiatan bersama untuk memenuhi kebutuhan tersebut (Suharto, 2. Kemudian target utama dari pemberdayaan adalah terealisasinya masyarakat yang berdaya. Maksud dari Masyarakat berdaya yaitu masyarakat yang mampu berpikir secara mandiri, bersikap, dan mengambil tindakan serta mampu berorientasi jangka panjang, makro dan substansial (Zubaedi, 2. Pemberdayaan masyarakat menjadi sebuah upaya yang terencana agar dapat meningkatkan kualitas keterampilan baik diri sendiri atau kelompok untuk memahami unsur-unsur yang ada Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni. Vol. | 174 dimasyarakat seperti religi, ekonomi, politik maupun budaya dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat (Kindervatter, 1. Menurut Rubin dalam Sumaryadi mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat memiliki lima prinsip utama, yaitu, . Memiliki orientasi yang berbeda dengan bisnis, artinya keuntungan yang diperoleh melalui kegiatan pemberdayaan akan didistribusikan kembali dalam bentuk program atau kegiatan pembangunan lainnya bagi masyarakat secara luas. Pemberdayaan masyarakat selalu melibatkan partisipasi masyarakat baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan yang . Kegiatan pelatihan merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan dari usaha pembangunan fisik. Memaksimalkan sumber daya dalam pengimplementasiannya. Kegiatan pemberdayaan masyarakat harus dapat berfungsi sebagai penghubung antara kepentingan pemerintah yang bersifat lebih luas dan makro dengan kepentingan masyarakat yang bersifat mikro (Gasani, 2. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui kajian pustaka dan juga wawancara. Kajian pustaka melalui artikelartikel jurnal yang relevan dan sumber informasi digital yang terpercaya. Selain itu, pengambilan data juga melalui dokumentasi dan juga melalui wawancara dengan budayawan yang memahami tentang sejarah dan perkembangan goyang karawang. Kemudian data yang ada dianalisis dan disajikan melalui deskripsi dari data yang diperoleh. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Elih Hayati dkk. Tari Goyang Karawang menceritakan kelincahan dan kesederhanaan Wanita Karawang. Tari Goyang Karawang memiliki ciri khas gerakan yaitu gerakan tari yang dipusatkan pada AupinggulAy. Selain itu, gerakan tari Karawang meliputi unsur 3G yaitu geol, gitek dan goyang, arti Geol adalah gerakan pinggul yang berputar. Gitek adalah gerakan patahan pinggul, sedangkan Goyang adalah gerakan mengayunkan pinggul, maju dan mundur, menyamping ke kiri dan ke kanan. Berdasarkan hasil kajian pustaka, media dan wawancara didapatkan bahwa goyang karawang dapat menjadi sebuah identitas budaya lokal yang bisa bertahan ditengah maraknya budaya asing yang masuk. Dalam hasil wawancara detikTravel saat berbincang dengan Neni Martini selaku Kasi Pelestarian Sejarah Nilai Budaya dan Aksara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang perihal ikon budaya, bahwa goyang karawang dapat juga diartikan sebagai 'Go Karawang the dynamic city' yang merupakan branding kota yang bisa dikenal secara internasional. Goyang karawang yang dulu dikenal dan dipandang negatif, saat ini secara perlahan sudah mulai memiliki makna yang berbeda dalam stigma masyarakat. Hal ini terbukti dengan banyaknya keterlibatan masyarakat yang mempopulerkan Goyang Karawang. Bahkan dengan menjadikan goyang karawang sebagai identitas budaya lokal dan mendapatkan rekor MURI di tahun 2019. Peserta yang mengikuti kegiatan ini lebih dari 17. 000 peserta (Prakoso, 2. Secara historis Goyang Karawang merupakan sebuah identitas masyarakat yang memiliki makna perjuangan dimasa lalu. Kalau dulu goyang karawang diidentikan dengan erotisme sekarang memiliki makna baru. Makna itu jika disingkat dengan Go Karawang, maka kalimat tersebut merupakan sebuah ajakan mari pergi ke Karawanag atau makna lain Karawang Go internasional. Bagaimana seni tari goyang karawang dapat memberdayakan masyarakat dalam menjaga kelestarian dan identitas budaya lokal. Upaya dalam memberdayakan masyarakat yaitu . Menciptakan suasana nyaman kepada masyarakat dalam melakukan proses pemberdayaan, . Memperkuat sumber daya manusia yang dimiliki oleh setiap masyarakat . Mengikutsertakan masyarakat dalam program pemberdayaan. Upaya-upaya yang dilakukan untuk memberdayakan masyarakat untuk sama-sama mengenal dan melestarikan Goyang Karawang adalah dengan melibatkan elemen masyarakat dalam festival Goyang Karawang, memberikan pelatihan di sanggar dan sekolah, dipentaskan dalam acara kesenian dan kebudayaan, ditampilkan dalam acara kesenian dan kebudayaan juga dalam acara kegiatan seminar nasional maupun internasional. Cara mengenalkan seni tari Goyang Karawang sebagai identitas budaya lokal yaitu melalui media, pertunjukan budaya dan ikut serta dalam pagelaran seni regional maupun nasional. Dampak dari penyebarluasan informasi mengenai Goyang Karawang dapat menjadi sebuah ikon yang kuat di masyarakat Karawang sendiri. Kata Goyang sendiri dapat dimaknai sebagai Gerakan, 175 | Y. Ahmad. Anoegrajekti, & S. Attas artinya Kota Karawang bergerak untuk mewujudkan masyarakat yang aktif, kreatif dan produktif dalam pembangunan. Dengan adanya kegiatan seni, menjadikan masyarakat lain dari berbagai sektor terlibat. Salah satunya datang dari sektor perekonomian. Masyarakat dapat menjual makanan karena adanya stand kuliner yang tersedia sehingga dapat dijadikan sebagai peluang usaha yang bagus, penyewaan peralatan panggung, penyewaan alat musik, kostum dan lain sebagainya. Dengan pagelaran seni, banyak masyarakat yang terlibat dan mendapatkan manfaat baik dari pelestarian budaya maupun ekonomi. Simpulan Seiring dengan perubahan waktu dan zaman, stigma negatif masyarakat terhadap goyang karawang sudah mulai terkikis dengan keberadaan seni tari goyang karawang yang yang dipentaskan dalam pagelaran festival dan dicatat sebagai pencetak rekor muri karena diikuti peserta goyang karawang yang menari bersama-sama lebih dari 17. tidak mudah untuk melibatkan masyarakat sebanyak itu. Hal tersebut dapat dilakukan karena kerjasama antara elemen pemerintah daerah, seniman dan masyarakat dalam mensukseskan acara. Dengan maraknya masyarakat yang terlibat tentunya kedepan akan banyak peluang lain yang dapat dimanfaatan melalui goyang karawang sebagai warisan budaya lokal ini. Goyang Karawang sebagai warisan leluhur yang akhirnya menjadi ikon kota kaawang menarik untuk diteliti lebih dalam. Dalam penelitian ini hanya menjelaskan tentang bagaimana goyang karawang ini menjadi simbol suatu daerah yang mengalami sebuah pemaknaan baru setelah sekian lama mendapatkan stigma kurang baik karena ketika mendengar goyang karawang terlintas dalam pandangan sebuah tarian erotis yang menampilkan seksualitas. Tapi saat ini pandangan tersebut sudah mulai berbeda dari sebelumnya. Banyak hal yang perlu diteliti melalui objek kajian goyang karawang ini seperti bagaimana peran pemerintah dalam memperkenalkan goyang karawang sebagai identitas budaya bertaraf internasional. Selain itu seperti apa program atau regulasi yang dibuat dalam menjadikan kota karawang sebagai kota wisata dan budaya. Daftar Rujukan Boskoff. Alvin. Recent theories of social change. dalam W. Cahnman & A. Boskoff (Eds. Sociology and history: Theory and research. London: The Free Press of Glencoe. EL Gasani. Pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan seni di Komunitas Celah-Celah Langit (KCCL). Umbara: Indonesian Journal Anthropology, 4. , 1Ae14. doi:10. 24198/umbara. Kindervatter. Nonformal education as an empowering process. Massachusetts: Center for International Education University of Massachusetts. Prakoso. September . Bukan Karawang namanya kalau tanpa goyang. Diakses dari https://travel. com/travel-news/d-5737873/bukan-karawang-namanya-kalautanpa-goyang. Sedyawati. Keindahan dalam budaya buku 1 kebutuhan membangun bangsa yang kuat. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. Setyaningrum. Budaya lokal di era global. Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni, 20. , 102Ae112. doi:10. 26887/ekse. Suharto. Membangun masyarakat memberdayakan masyarakat. Bandung: PT Refika Aditama. Zubaedi. Pengembangan masyarakat. Jakarta: Kencana.