Vijar Dhafa Putra Anugrah 1. Nadi Hernadi Moorcy2. Matyani3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO. NON PERFORMING LOAN. DAN BIAYA OPERASIONAL PENDAPATA OPERASIONAL TERHADAP RETURN ON ASSETS PERBANKAN BUMN Vijar Dhafa Putra Anugrah 1. Nadi Hernadi Moorcy2. Matyani3 Universitas Balikpapan1. Universitas Balikpapan2. Universitas Balikpapan3 pos-el: vijardhaffaputeraanugerah@gmail. com1, nadi. moorcy@uniba-bpn. matyani@uniba-bpn. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Capital Adequacy Ratio. Non Performing Loan, dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional terhadap Return On Assets Perbankan BUMN. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data skunder yaitu laporan keuangan perbankan BUMN tahun 2017-2024. Sampel penelitian ini sebanyak 4 perbankan BUMN dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Metode analisis data menggunakan model regresi linear berganda yang pengolahan dan penyajian datanya dilakukan dengan menggunkan software SPSS (Statistical Packege for the Social Science. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio berpengaruh positif dan signifikan. Non Performing Loan tidak berpengaruh, dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional berpengaruh negatif dan signifikan secara parsial terhadap Return On Assets Perbankan BUMN. Kata kunci : Capital Adequacy Ratio. Non Performing Loan. Biaya Operasional Pendapatan Operasional. Return On Assets ABSTRACT The purpose of this study is to determine the effect of Capital Adequacy Ratio. NonPerforming Loan, and Operating Costs Operating Income on Return On Assets of State-Owned Banking. This study uses a quantitative method with secondary data, namely the financial statements of state-owned banks for 2017-2024. The sample of this study was 4 state-owned banks with a sampling technique using saturated sampling. The data analysis method uses a multiple linear regression model whose data processing and presentation are carried out using SPSS (Statistical Package for the Social Science. The results show that Capital Adequacy Ratio has a positive and significant effect. Non-Performing Loan has no effect, and Operating Costs Operating Income has a negative and significant effect partially on Return On Assets of State-Owned Banking. Keywords: Capital Adequacy Ratio. Non-Performing Loan. Operating Expenses. Operating Income. Return on Assets PENDAHULUAN Bank BUMN (Badan Usaha Milik Negar. Indonesia peranan penting dalam sistem perekonomi an modern terkhusus perekonomian negara Indonesia. Pada dasarnya Bank BUMN merupakan badan usaha perbankan yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. Menyandang pemerintah, akhirnya sangat mudah untuk membentuk perspektif di masyarakat bahwa bank BUMN adalah tempat yang cukup aman untuk melakukan transaksi keuangan karena melibatkan peran serta pemerintah didalamnya. Kinerja perbankan dapat dilihat dari rasio keuangannya, salah satunya adalah rasio Return On Assets (ROA). Return On Assets (ROA) menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola seluruh aktiva perusahaan yang dimiliki untuk Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Vijar Dhafa Putra Anugrah 1. Nadi Hernadi Moorcy2. Matyani3 menghasilkan laba, karena semakin besar ROA maka semakin efisiensi penggunaan jumlah aktiva yang dapat menghasilkan laba yang lebih besar (Nurhayati & Safri. Demikian juga dengan bank yang dituntut untuk memiliki kemampuan dalam menghasilkan laba dari aset yang dimiliki sehingga bank juga dituntut memiliki Return on Assets (ROA) yang tinggi. Semakin tinggi nilai Return On Assets (ROA) maka bank mampu mengelola asetnya untuk menghasilkan laba yang memberi keuntungan sesuai ekspektasi nasabah dan pemegang saham, mampu membiayai kegiatan operasional, bisa melanjutkan dan mengembangkan usaha di masa yang akan datang serta memenuhi kriteria ideal bank yang sehat. Tetapi sebaliknya, jika nilai Return On Assets (ROA) rendah maka tingkat pengembalian keuntungan investasi kepada masyarakat maupun pemegang saham tidak sesuai ekspektasi, tidak mampu membayar bunga, dana yang disalurkan dalam bentuk kredit rendah dan lain sebagainya. Berikut perkembangan Return on Assets (ROA) perbankan BUMN periode tahun 2020-2024 sebagai berikut : Gambar 1 Rata-rata ROA Perbankan BUMN Periode 2020-2024 ROA (%) 1,87 2,64 2,91 2,67 1,21 Sumber : w. Namun perkembangan rata-rata laba bersih Perbankan BUMN periode tahun 2020-2024 menunjukkan kecenderungan meningkat, seperti pada gambar berikut: Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Gambar 2 Rata-rata Laba Bersih Perbankan BUMN Periode 2020-2024 Tahun Rata-rata Laba Bersih (Dalam Jutaan Rupia. Sumber:w. Pentingnya nilai Return On Asset (ROA) yang menyangkut banyak hal baik bagi investor, nasabah, dan bank itu sendiri maka bank harus menjaga stabilitas Return On Asset (ROA) dengan memperhatikan faktor-faktor yang menyebabkan tinggi rendahnya Return On Assets (ROA) antara lain: Capital Adequacy Ratio (CAR). Non Performing Loan (NPL), dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO). Berdasarkan dilakukan oleh (Abadiel & Nasution, 2. diperoleh hasil Capital Adequacy Rasio (CAR) berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA), namun pada penelitian (Inayah, 2. diperoleh hasil berbeda yaitu Capital Adequacy Rasio (CAR) tidak berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA). Non Performing Loan (NPL) adalah rasio perbandingan antara total kredit bermasalah dengan total kredit yang diberikan kepada debitur (Nurhayati & Safri, 2. Rasio ini menunjukkan Kualitas kredit yang semakin buruk menyebabkan kredit macet yang dialami bank semakin besar sehingga kerugian yang ditanggung bank semakin tinggi. Bersamaan dengan itu, pendapatan yang diterima oleh bank sedikit diikuti juga dengan perolehan laba yang rendah maka Vijar Dhafa Putra Anugrah 1. Nadi Hernadi Moorcy2. Matyani3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan mempengaruhi nilai Return On Asset (ROA) mengalami penurunan. Namun sebaliknya, jika nilai Non Performing Loan (NPL) rendah maka semakin rendah tingkat kredit bermasalah yang terjadi. Kondisi ini berpotensi bank menerima pendapatan dalam jumlah besar dan porsi laba yang diperoleh pun juga meningkatkan nilai Return On Asset (ROA). Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Nurhayati & Safri, 2. diperoleh hasil Non Performing Loan (NPL) berpengaruh signifikan terhadap Return On Assets (ROA), namun pada penelitian (Pramudya & Kusumah, 2. diperoleh hasil berbeda yaitu Non Performing Loan (NPL) tidak berpengaruh terhadap Return On Assets (ROA). Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) adalah rasio yang digunakan untuk melihat dan menganalisis faktor-faktor produksinya dengan efektif dan efisien (Nurhayati & Safri, 2. Rendahnya nilai Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) menandakan bahwa bank tersebut sangat strategis mengelola penggunaan biaya operasional yang Hasilnya bank dapat memaksimalkan keuntungannya dan laba yang dihasilkan juga optimal sehingga nilai Return On Asset (ROA) akan mengalami Namun sebaliknya jika nilai Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) tinggi artinya bank tidak dapat mengendalikan penggunaan biaya operasional karena pendapatan yang diterima lebih kecil dibandingkan biaya operasional, biaya operasional tidak bisa menyebabkan proporsi beban biaya operasional tinggi dan membuat bank harus mengikis modalnya untuk menutup Akibatnya penurunan pada laba yang juga berdampak pada Return On Asset (ROA). Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Akbar & Nurdiansyah, 2. diperoleh hasil Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) signifikan terhadap Return On Assets (ROA), namun pada penelitian (Wulandari et al. , 2. diperoleh hasil berbeda yaitu tidak berpengaruh terhadap Return On Assets (ROA). Berdasarkan fenomena adanya ketidaksesuaian antara perkembangan ratarata Return on Assets (ROA) yang cenderung mengalami penurunan namun rata-rata laba bersih perbankan BUMN menunjukkan tren meningkat, maka penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah Capital Adequacy Ratio. Non Performing Loan, dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional secara persial berpengaruh terhadap Return On Assets di perbankan BUMN. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Capital Adequacy Ratio. Non Performing Loan, dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional secara persial berpengaruh terhadap Return On Assets di perbankan BUMN, sedangkan hipotesis penelitian ini adalah Capital Adequacy Ratio. Non Performing Loan, dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional secara persial berpengaruh terhadap Return On Assets di perbankan BUMN. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Rasio Keuangan Bank (Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/30/DPNP Tanggal 16 Desember 2. Data dibawah akan menampilkan Pedoman Perhitungan Rasio Keuangan Bank oleh Bank Indonesia: Return On Assets merupakan bagian dari rasio profitabilitas dimana rasio ini digunakan dalam mengukur aktiva yang dimiliki agar dapat menghasilkan laba Rasio ini dapat menunjukkan kemampuan sebuah perusahaan dalam mengelola seluruh aktivanya untuk semakin besar ROA maka semakin efisien penggunaan aktiva perusahaan. Vijar Dhafa Putra Anugrah 1. Nadi Hernadi Moorcy2. Matyani3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Pengukuran Return On Assets (ROA) sebagai berikut: yaycaycycuycnycuyci yayceycyceyc ycNycaycuyceyc ycIycCya = y 100% ycNycuycycayco yaycycyceycyc Capital Adequacy Ratio (CAR) merupakan rasio yang memperlihatkan seberapa jauh seluruh aktiva bank yang mengandung risiko . redit, penyertaan, surat berharga, tagihan pada bank lai. ikut dibiayai dari dana modal sendiri bank, disamping memperoleh dana dana dari sumber-sumber di luar bank, seperti dana masyarakat, pinjaman . , dan lainlain. CAR adalah rasio kinerja bank untuk mengukur kecukupan modal bank atau kemampuan bank yang dimiliki bank untuk menunjang aktiva yang mengandung atau menghasilkan resiko, misalnya kredit yang Pengukuran Capital Adequacy Ratio (CAR) sebagai berikut: Modal Bank CAR = x 100% Total ATMR ATMR=Aktiva Tertimbang Menurut Risiko Rasio Non-Performing Loan merupakan perbandingan antara jumlah kredit yang diberikan dengan tingkat kolektibilitas yang merupakan kredit bermasalah dibandingkan dengan total kredit yang diberikan oleh bank. Kredit bermasalah juga mencerminkan risiko kredit yang terjadi pada bank tersebut. Pengukuran Non-Performing Loan (NPL) sebagai berikut: Kredit Bermasalah NPL = x 100% Total Kredit Menurut (Hery, 2018, p. BOPO digunakan untuk mengetahui kemampuan manajemen bank dalam pengelolaan biaya Biaya adalah arus keluar aset atau penggunaan lainnya atas aset atau kombinasi dari keduanya yang disebabkan oleh pengiriman barang atau pembuatan barang, pemberian jasa, atau aktivitas lainnya yang merupakan operasi utama atau operasi sentral perusahaan. Sedangkan pendapatan adalah arus masuk aset atau peningkatan lainnya atas aset atau penyelesaian kewajiban entitas atau kombinasi dari keduanya dari pengiriman barang, pemberian jasa, atau aktivitas lainnya yang merupakan operasi utama atau operasi sentral perusahaan. Semakin kecil rasio BOPO mengindikasikan semakin efisien biaya operasional yang dikeluarkan oleh bank yang bersangkutan, dan setiap peningkatan pendapatan operasi akan berakibat pada berkurangnya laba sebelum pajak yang pada akhirnya akan menurunkan profitabilitas Return On Assets (ROA) (Hakim, 2. Pengukuran Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sebagai berikut: Biaya Operasional BOPO = Pendapatan Operasional x 100% Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 METODE PENELITIAN Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif karena pada penelitian ini berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan metode sampel jenuh, dimana penentuan sampel dalam penelitian semua anggota populasi dijadikan sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan BUMN sebanyak 4 bank yang terdiri dari Bank Mandiri. Bank BRI. Bank BNI, dan Bank BTN selama 8 periode dari tahun 2017-2024. Dengan sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 4 perbankan BUMN, sehingga . adalah 4 perbankan BUMN dikalikan 8 tahun . = . Sumber data diperoleh dari website resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan website resmi perbankan BUMN. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah Return On Assets (Y). Capital Adequacy Ratio (X. Non Performing Loan (X. , dan Beban Operasional Pendapatan Operasional (X. Untuk menjawab tujuan pada penelitian Vijar Dhafa Putra Anugrah 1. Nadi Hernadi Moorcy2. Matyani3 ini, yaitu untuk mengetahui pengaruh variabel Capital Adequacy Ratio (X. Non Performing Loan (X. , dan Beban Operasional Pendapatan Operasional (X. secara parsial terhadap Return On Assets (Y) Perbankan BUMN, menggunakan uji t dengan menggunakan alfa 5% HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Normalitas Uji Normalitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel bebas dan variabel terikat atau keduanya mempumyai distribusi normal atau tidak. Uji normal Kormogorov Ae smirnov digunakan untuk menentukan normalitas dalam penelitian ini. Jika nilai signifikansinya > 0,05 maka data berdistribusi normal. Dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini : Tabel 1 Hasil Uji Normalitas One Signifi Syarat Keteran Sample Signifi gan Kolmog orovSmirnov Monte > 0. 05 Data Carlo Berdistri Sig. busi Normal Sumber : Output SPSS . Pada tabel 1 diatas dapat dilihat bahwa nilai signifikasi dari uji Normalitas Kolmogorov Ae Smirnov. Unstandardized Residual dari semua variabel independen sebesar 0. 200, ini menunjukkan lebih besar dari 0. Sehingga berdistribusi nomal dalam sebuah bentuk model regresi. Uji Multikolonieritas Uji Multikolonieritas penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi atau hubungan antar variabel bebas . Model regresi yang Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan dinyatakan bebas dari multikolonieritas apabila nilai tolerance > 0,10 dan VIF < 10. Hasil pengujian asumsi multikolonieritas untuk variabel penelitian ini dapat dilihat berdasarkan nilai VIF dan tolerance. Berikut multikolonieritas dalam tabel 2. Tabel 2 Hasil Uji Multikolonieritas Varia Tole Bel VIF Hasil Tidak 0,696 1,437 Terjadi 0,394 2,538 Multikolo 0,332 3,014 Sumber: Output SPSS . Uji Autokorelasi Berdasarkan Uji Autokorelasi diperoleh nilai Durbin Watson sebesar 1,190, du=1,65, dl=1,24, sehingga 0 0,05 maka model regresi tidak terdapat Berikut disajikan hasil uji heteroskedastistas dalam tabel 3. Tabel 3 Hasil Uji Heteroskedastisitas Variabel Sig Hasil CAR 0,942 Tidak Vijar Dhafa Putra Anugrah 1. Nadi Hernadi Moorcy2. Matyani3 (X. Heteroskedastisitas NPL 0,611 Tidak (X. Heteroskedastisitas BOPO 0,895 Tidak (X. Heteroskedastisitas Sumber: Output SPSS . Analisis Regresi Linear Berganda Untuk menguji hipotesis dalam penelitian digunakan analisis regresi linier berganda. menggunakan regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS 25 for windows. Berikut disajikan hasil uji regresi linier berganda dalam tabel Tabel 4 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Variabel Constant 5,631 5,642 0,000 0,151 4,844 0,000 0,224 1,507 0,143 -0,088 -10,593 0,000 R= 0,968 Sig= 0,000 R Square = 0,937 Ttabel = 1,697 Adjust R Square = 0,930 Sumber: Output SPSS . Berdasarkan hasil analisis yang disajikan pada tabel 4 maka diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 5,631 0,151 X1 0,224 X2 0,088 X3 e. Pada persamaan regresi linier berganda diatas menunjukkan bahwa konstanta adalah 5,631 yang artinya jika variabel bebas terdiri dari Capital Adequacy Ratio (X. Non Perfoaming Loan (X. , dan Biaya Opersional Pendapatan Operasional (X. nilai konstan atau nol, maka Return On Assets (Y) pada perusahaan perbankan BUMN akan meningkat sebesar 5,631. Hubungan antar variabel Capital Adequacy Ratio (X. terhadap Return On Assets (Y) pada perusahaan perbankan BUMN dengan nilai koefisien regresi b1 = 0,151 yang menunjukan setiap peningkatan variabel Capital Adequacy Ratio (X. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan sebesar satu satuan akan mempengaruhi kenaikan Return On Assets (Y) pada perusahaan perbankan BUMN sebesar 0,151 dengan asumsi bahwa Non Perfoaming Loan (X. , dan Biaya Opersional Pendapatan Operasional (X. nilainya dalam keadaan konstan. Hubungan antara variabel Non Perfoaming Loan (X. terhadap Return On Assets (Y) pada perusahaan perbankan BUMN dengan nilai koefisien regresi b2 = 0,224 yang menunjukan setiap peningkatan variabel Non Perfoaming Loan (X. sebesar satu satuan akan mempengaruhi kenaikan Return On Assets (Y) pada perusahan perbankan BUMN sebesar 0,224 dengan asumsi Capital Adequacy Ratio (X. , dan Biaya Opersional Pendapatan Operasional (X. nilainya dalam keadaan konstan. Hubungan antar variabel Biaya Opersional Pendapatan Operasional (X. terhadap Return On Assets (Y) pada perusahaan perbankan BUMN dengan nilai koefisien regresi b3 = -0,088 yang menujukan setiap peningakatan variabel Biaya Opersional Pendapatan Operasional (X. mempengaruhi penurunan Return On Assets (Y) pada perusahaan perbankan BUMN sebesar 0,088 dengan asumsi Capital Adequacy Ratio (X. , dan Non Perfoaming Loan (X. nilainya dalam keadaan konstan. Uji Hipotesis Berdasarkan hasil analisis pada tabel bahwa untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan kontribusi yaitu dengan melihat r parsial pada ttabel = 1,697 yang dibandingkan dengan nilai thitung penjelasan secara parsial sebagai berikut: Capital Adequacy Ratio (X. terhadap Return On Assets (Y) berpengaruh positif dan signifikan karena nilai thitung > ttabel atau 4,844 > 1,697 dan nilai signifikasi sebesar 0,000 < 0,050. Artinya semakin tinggi Capital Adequacy Ratio maka akan semakin tinggi Return On Assets. Capital Adequacy Ratio yang Vijar Dhafa Putra Anugrah 1. Nadi Hernadi Moorcy2. Matyani3 perusahaan untuk menjalankan operasional keuntungan yang optimal sehingga laba akan meningkat dan akan berpengaruh pada peningkatan Return On Assets. Non Performing Loan (X. terhadap Return On Assets (Y) memiliki hubungan positif dan tidak signifikan karena nilai thitung < ttabel atau 1,507 < 1,697 dan nilai signifikasi sebesar 0,143 > 0,050. Artinya semakin tinggi Non Performing Loan, maka Return On Assets akan naik. Peningkatan Return On Assets (ROA) mungkin disebabkan oleh pendapatan nonoperasional bukan pendapatan bunga kredit seperti pendapatan bunga investasi atau pendapatan lain-lain bukan dari pendapatan operasional utama bank. Non Performing Loan meningkat maka Return On Assets meningkat dapat dimungkinkan bank melakukan restrukturisasi kredit bermasalah, sehingga NPL meningkat, tetapi ROA meningkat karena biaya yang Biaya Opersional Pendapatan Operasional (X. terhadap Return On Assets (Y) berpengaruh negatif dan signifikan karena nilai thitung > ttabel atau 10,593 > 1,697 dan nilai signifikasi sebesar 0,000 < 0,050. Artinya adanya efisiensi biaya operasional dan peningkatan meningkatkan Return On Assets. JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Hubungan Penelitian Terdahulu Dengan Hasil Penelitian (Raziqi et al. , 2. mengemukakan hasil pengujian simultan . ji F) bahwa variabel independen yaitu Capital Adequacy Ratio (X. Non Performing Financing (X. , dan Biaya Opersional Pendapatan Operasional (X. secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu Return On Assets (Y). Sedangkan penelitian ini variabel independen yaitu Capital Adequacy Ratio (X. Non Perfoaming Loan (X. , dan Biaya Opersional Pendapatan Operasional (X. secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu Return On Assets (Y). Sehingga hasil penelitian ini mendukung dari penelitian (Raziqi et al. Berdasarkan uji parsial . yang mempunyai pengaruh dominan adalah Capital Adequacy Ratio (X. , sedangkan hasil penelitian ini yang dominan adalah Biaya Opersional Pendapatan Operasional (X. Sehingga penelitian ini tidak mendukung dari penelitian (Raziqi et al. Menurut (Binasthika et al. , 2. mengemukakan hasil pengujian simultan . ji F) bahwa variabel independen yaitu Biaya Opersional Pendapatan Operasional (X. dan Non Performing Loan (X. , dan secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu Return On Assets (Y). Sedangkan penelitian ini variabel independen yaitu Capital Adequacy Ratio (X. Non Perfoaming Loan (X. , dan Biaya Opersional Pendapatan Operasional (X. secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu Return On Assets (Y). Sehingga hasil penelitian ini mendukung dari penelitian (Binasthika et al. , 2. Berdasarkan uji parsial . yang mempunyai pengaruh dominan adalah Biaya Opersional Pendapatan Operasional (X. , sedangkan hasil penelitian ini yang dominan adalah Biaya Opersional Pendapatan Operasional (X. Sehingga penelitian ini mendukung dari penelitian (Binasthika et al. , 2. (Meylani & Prasetyo, 2. mengemukakan hasil pengujian simultan . ji F) bahwa variabel independen yaitu Capital Adequacy Ratio (X. dan Biaya Opersional Pendapatan Operasional (X. , secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu Return On Assets (Y). Sedangkan penelitian ini variabel independen yaitu Capital Adequacy Ratio (X. Non Perfoaming Loan (X. , dan Biaya Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Vijar Dhafa Putra Anugrah 1. Nadi Hernadi Moorcy2. Matyani3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Opersional Pendapatan Operasional (X. secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu Return On Assets (Y). Sehingga hasil penelitian ini mendukung dari penelitian ( Meylani & Prasetyo, 2. Berdasarkan uji parsial . yang mempunyai pengaruh dominan adalah Biaya Opersional Pendapatan Operasional (X. , sedangkan hasil penelitian ini yang dominan adalah Biaya Opersional Pendapatan Operasional (X. Sehingga penelitian ini mendukung dari penelitian (Meylani & Prasetyo, 2. Menurut (Prayoga, et al. , 2. mengemukakan hasil pengujian simultan . ji F) bahwa variabel independen yaitu Biaya Opersional Pendapatan Operasional (X. Capital Adequacy Ratio (X. dan Non Performing Loan (X. , secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu Return On Assets (Y). Sedangkan penelitian ini variabel independen yaitu Capital Adequacy Ratio (X. Non Perfoaming Loan (X. , dan Biaya Opersional Pendapatan Operasional (X. secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu Return On Assets (Y). Sehingga hasil penelitian ini mendukung dari penelitian ( Prayoga, et al. , 2. Berdasarkan uji parsial . yang mempunyai pengaruh dominan adalah Non Perfoaming Loan (X. , sedangkan hasil penelitian ini yang dominan adalah Biaya Opersional Pendapatan Operasional (X. Sehingga penelitian ini tidak mendukung dari penelitian (Prayoga, et al. , 2. (Rohimah Setiadi, mengemukakan hasil pengujian simultan . ji F) bahwa variabel independen yaitu Biaya Opersional Pendapatan Operasional (X. Capital Adequacy Ratio (X. dan Non Performing Loan (X. , secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu Return On Assets (Y). Sedangkan penelitian ini variabel independen yaitu Capital Adequacy Ratio (X. Non Perfoaming Loan (X. , dan Biaya Opersional Pendapatan Operasional (X. secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu Return On Assets (Y). Sehingga hasil penelitian ini mendukung dari penelitian (Rohimah & Setiadi, 2. Berdasarkan uji parsial . yang mempunyai pengaruh dominan adalah Capital Adequacy Ratio (X. , sedangkan hasil penelitian ini yang dominan adalah Biaya Opersional Pendapatan Operasional (X. Sehingga penelitian ini tidak mendukung dari penelitian (Rohimah & Setiadi, 2. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan analisa dan pembahasan pada penelitian ini disimpulan bahwa variabel Capital Adequacy Ratio (X. berpengaruh signifikan terhadap variabel Return On Assets (Y) perbankan BUMN, variabel Non Performing Loan (X. memiliki hubungan positif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Return On Assets (Y) perbankan BUMN. Biaya Operasional Pendapatan Operasional (X. memiliki hubungan negatif dan berpengaruh signifikan terhadap variabel Return On Assets (Y) perbankan BUMN. Berdasarkan analisis pembahasan serta kesimpulan pada penelitian ini, adapun saran yang dapat diberikan melalui hasil penelitian ini agar mendapatkan hasil yang lebih baik, yaitu: bagi perbankan BUMN hendaknya meningkatkan kinerja perusahaan tiap tahunnya agar dapat meningkatkan Return On Assets pada perbankan BUMN dan memperhatikan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Return On Assets sehingga dapat mengevaluasi dan meningkatkan kinerja perusahaan agar bisa menjadi daya tarik bagi investor dalam berinvestasi didalam Bagi menanamkan modal pada perusahaan perbankan sebaiknya memperhatikan rasio Vijar Dhafa Putra Anugrah 1. Nadi Hernadi Moorcy2. Matyani3 keuangan agar mendapat keuntungan dari dividen dapat lebih optimal. Bagi Peneliti Selanjutnya dapat menambah variabel lain yang dapat mempengaruhi Return On Assets, memperpanjang periode penelitian agar dapat diperoleh hasil penelitian yang lebih baik dan akurat, serta dapat menambah jumlah sampel yang diteliti dan populasi penelitian tidak hanya pada bank BUMN tetapi dapat diperluas pada perusahaan perbankan yang lainnya. JURNAL Edueco Universitas Balikpapan DAFTAR PUSTAKA