Jurnal Tarbawi JURNAL TARBAWI Volume 17. Issue 2 (Februari 2. , 173-194 P-ISSN 2252-5882. E-ISSN 2597-6672 DOI: https://doi. org/10. 36781/tarbawi. METODE INOVATIF DALAM PEMBELAJARAN TAHFIDZ AL-QURAoAN: Membangun Konsistensi Hafalan Santri melalui Metode YanbuAoah di Madrasah Diniyah al-Hasan Tambak Oso Waru Sidoarjo Cindy Zuchrufa. Zaini Tamin AR IAI YPBWI Surabaya zuchrufacindy@gmail. Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh problem inkonsistensi hafalan santri di lembaga tahfidz non-mukim, yang umumnya dipengaruhi oleh lemahnya murAjaAoah, metode pembelajaran yang monoton, serta keterbatasan kontrol Studi ini bertujuan menganalisis penerapan Metode YanbuAoah dalam membangun konsistensi hafalan santri di Madrasah Diniyah Al-Hasan Tambak Oso Waru Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan studi Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara interaktif, serta diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan Temuan penelitian menunjukkan bahwa Metode YanbuAoah berkontribusi membangun konsistensi hafalan melalui sistem mastery learning, pengelompokan kemampuan, setoran harian . iyAda. , murAjaAoah terstruktur, dan sorogan Konsistensi hafalan terbentuk melalui integrasi faktor internal . iat, motivasi, disipli. dan faktor eksternal . endampingan guru, evaluasi berkelanjutan, serta dukungan orang tu. Penulis berargumen bahwa kekuatan Metode YanbuAoah tidak semata terletak pada teknik baca-tulis, melainkan pada pelembagaan sistem kontrol mutu dan pembiasaan yang terstruktur, sehingga mampu menghasilkan hafalan yang tidak hanya bertambah secara kuantitatif, tetapi juga stabil dan berkelanjutan. Kata kunci: Tahfidz al-QurAoan. Hafalan. Metode YanbuAoah. Abstrak: This study is motivated by the problem of inconsistent QurAoanic memorization among students in non-residential . on-boardin. tahfidz institutions, which is often associated with weak murAjaAoah practices, monotonous instructional methods, and limited evaluative supervision. It aims to analyze the implementation of the YanbuAoah Method in fostering memorization consistency among students at Madrasah Diniyah Al-Hasan Tambak Oso Waru. Sidoarjo. Copyright: A 2026. The authors. Jurnal Tarbawi is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License Cindy Zuchrufa. Zaini Tamin AR The study employs a descriptive qualitative approach using participatory observation, semi-structured interviews, and documentation as data collection techniques. Data were analyzed through an interactive process of data reduction, data display, and conclusion drawing, while the validity of findings was ensured through triangulation of sources, techniques, and time. The findings indicate that the YanbuAoah Method contributes to strengthening memorization consistency through the application of mastery learning principles, ability-based student grouping, daily memorization submission . iyAda. , structured murAjaAoah, and individualized sorogan sessions. Memorization consistency emerges through the interaction of internal factors . ncluding intention, motivation, and disciplin. and external factors, such as teacher guidance, continuous evaluation, and parental support. This study argues that the strength of the YanbuAoah Method lies not only in its reading and writing techniques, but also in the institutionalization of structured learning routines and quality control, enabling memorization that is both progressive and sustainable. Keywords: QurAoanic Tahfidz. Memorization, and the YanbuAoah Method. Pendahuluan Pembelajaran tahfidz al-QurAoan merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan Islam yang bertujuan membentuk generasi QurAoani. 1 Dalam perspektif pedagogis, aktivitas menghafal al-QurAoan tidak semata dipahami sebagai praktik ritual keagamaan, melainkan sebagai proses pendidikan yang berperan dalam menginternalisasikan nilai-nilai spiritual, etika, serta pembentukan karakter moral peserta didik. 2 Namun demikian, sejumlah lembaga tahfidz dan madrasah diniyah masih menghadapi persoalan serius terkait inkonsistensi santri dalam menjaga hafalan. 3 Kondisi tersebut umumnya dipengaruhi oleh lemahnya motivasi belajar, keterbatasan waktu, penerapan metode pembelajaran yang monoton, serta kurangnya sistem evaluasi yang berkesinambungan. 4 Akibatnya, target 1 Adi Chandra Wijaya. AuThe Effectiveness of Traditional and Modern Memorization Techniques for Quranic Learning in Indonesia,Ay Edu Spectrum: Journal of Multidimensional Education 1, no. : 38Ae47. 2 Lalu Rusmin Nuryadi. Padlurahman Padlurahman, and Mashun Mashun. AuInternalisasi Nilai-Nilai Spiritual Dalam Membentuk Karakter Siswa Melalui Program Tahfidzul QurAoan,Ay Educatio 18, no. : 211Ae222. 3 Jamzuri Jamzuri. AuManajemen Supervisi Pengajaran Dalam Menjaga Kualitas Hafalan Al QurAoan Santri Di Pondok Pesantren Tahfidz Al-QurAoan Watafaquhfiddin Alamin BatamAy (Institut PTIQ Jakarta, 2. 4 Hanura Febriani et al. AuEfektivitas Metode Pembelajaran Tahfidzul QurAoan Dalam Meningkatkan Hafalan Siswa Di Mi Terpadu Mutiara Assyifa Kota Bengkulu,Ay Jurnal Ilmu Pendidikan Islam 23, no. : 88Ae94. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Metode Inovatif dalam Pembelajaran Tahfidz Al-QurAoan hafalan yang telah ditetapkan tidak jarang mengalami keterlambatan bahkan stagnasi. Realitas di atas memperlihatkan bahwa praktik pembelajaran alQurAoan masih didominasi oleh pendekatan konvensional berbasis bacatulis yang cenderung statis dan kurang adaptif terhadap dinamika kebutuhan santri. 6 Kondisi tersebut umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti lemahnya praktik murAjaAoah, metode pembelajaran yang kurang variatif, serta terbatasnya sistem evaluasi yang berkelanjutan. Permasalahan ini semakin terasa pada lembaga tahfidz non-mukim, di mana santri harus menyeimbangkan kegiatan tahfidz dengan aktivitas sekolah formal sehingga ritme hafalan sering tidak stabil. Beberapa kajian menunjukkan bahwa keberhasilan hafalan alQurAoan dipengaruhi oleh interaksi faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi motivasi, disiplin, dan ketekunan belajar, sedangkan faktor eksternal mencakup metode pembelajaran, bimbingan guru, serta manajemen waktu belajar. 8 Dalam konteks ini, metode YanbuAoa dikenal sebagai salah satu pendekatan pembelajaran al-QurAoan yang mengintegrasikan aspek membaca, menulis, dan menghafal melalui praktik talaqqi, musyafahah, serta evaluasi bertahap. Pendekatan tersebut tidak hanya menekankan ketepatan bacaan, tetapi juga mendorong Anwar Dwi Maulana and Ami Latifah. AuStrategi Guru Tahfidz Melalui Metode Pengulangan Dalam Meningkatkan Hafalan Al-QurAoan Santri Di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lampung Selatan: Penelitian,Ay Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan 3, no. : 4085Ae4093. 6 Intan Astina Dewi and Danny Abrianto. AuStrategies for Strengthening Religious Values Through the Tahfidz Al-QurAoan Program in Responding to the Challenges of Modernization,Ay Al-Fikru: Jurnal Ilmiah 19, no. : 253Ae265. 7 Cristian Hadinata. Didin Nurul Rosidin, and Jamali Jamali. AuDampak Motivasi Dan Lingkungan Belajar Terhadap Pencapaian Hafalan Al-Quran Anak-Anak SD SKTP ARSI Islamic School,Ay JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 8, no. : 10600Ae10605. 8 Khotibul Imam. AuKhotibul Imam. AoStrategi Peningkatan Kualitas Bacaan Dan Hafalan Al-QurAoan Santri/Santriwati Di Rumah QurAoan Baburrahman TanjungbalaiAoAy (Fakultas Pendidikan Agama Islam. Universitas Islam Sumatera Utara, 2. Hadinata. Rosidin, and Jamali. AuDampak Motivasi Dan Lingkungan Belajar Terhadap Pencapaian Hafalan Al-Quran Anak-Anak SD SKTP ARSI Islamic SchoolAy. Nurul Hafizhatul Mahmudah and Dewi Maharani. Inovasi Pembelajaran Al-QurAoan Untuk Meningkatkan Hafalan Dan Bacaan (PENERBIT KBM INDONESIA, 2. Batia Laufer and Karen Shmueli. AuMemorizing New Words: Does Teaching Have Anything to Do with It?,Ay RELC journal 28, no. : 89Ae108. Dewi and Abrianto. AuStrategies for Strengthening Religious Values Through the Tahfidz Al-QurAoan Program in Responding to the Challenges of Modernization. Ay Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Cindy Zuchrufa. Zaini Tamin AR pembiasaan pengulangan hafalan . urAjaAoa. secara sistematis. Meskipun demikian, kajian mengenai konsistensi hafalan santri melalui penerapan metode YanbuAoa di madrasah diniyah, masih relatif terbatas. Idealnya, pembelajaran al-QurAoan menekankan integrasi antara kemampuan membaca, menulis, menghafal, dan memahami melalui pendekatan yang terstruktur. 10 Integrasi metode inovatif seperti YanbuAoa dengan sistem monitoring, evaluasi, dan murAjaAoah yang berkelanjutan dipandang mampu memperkuat konsistensi hafalan 11 Metode yang telah terbukti berperan dalam memperbaiki kemampuan baca dan hafalan ini, perlu diarahkan secara khusus untuk membangun konsistensi hafalan. 12 Implementasi metode ini dapat dilakukan melalui penataan mekanisme murAjaAoah yang terjadwal, pengelompokan santri berdasarkan tingkat kemampuan, penetapan target hafalan harian atau mingguan, serta pemberian evaluasi berkala untuk memantau perkembangan hafalan. 13 Selain itu, pelibatan manajemen lembaga, guru tahfidz, dan wali santri secara aktif akan memperkuat aspek pengawasan dan motivasi, sehingga santri terdorong untuk menjaga disiplin hafalan dalam ritme yang terukur. Sejumlah penelitian sebelumnya mengkonfirmasi metode YanbuAoa dapat mengembangkan pembelajaran al-QurAoan. 15 Salma Novi Rahmawati and Siswanto Siswanto. AuThe Implementation of the YanbuAoa Learning Method in Improving the QurAoan Reading Ability of Santri Pondok Syubbanul Wathon 2 Bandongan,Ay Bulletin of Science Education 4, no. : 257Ae 10 Ara Hidayat. AuPendidikan Islam Dan Lingkungan Hidup,Ay Jurnal Pendidikan Islam 4, 2 . : 373. 11 Andika Saputra. AuPelaksanaan Metode YanbuAoa Dalam Pembelajaran Taufidz AlQurAoan Di Smp It Al Fateeh Desa Tlogomulyo Kecamatan Pedurungan Kota SemarangAyAy (Universitas Islam Sultan Agung, 2. 12 Arjoni Arjoni et al. AuYanbuAoa Method: A Solution to Increase StudentsAo Proficiency in Al-QurAoan Education,Ay Al-Hashif: Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Islam 2, no. : 65Ae70. 13 Gunarti Dwi Lestari. Wiwin Yulianingsih, and M Fahmi Zakariyah. AuHabituation of Short Surah Memorization to Develop Discipline in Early Childhood: A Faith-Based Character Education Approach,Ay Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini 10, no. : 139Ae148. 14 Rahmawati and Siswanto. AuThe Implementation of the YanbuAoa Learning Method in Improving the QurAoan Reading Ability of Santri Pondok Syubbanul Wathon 2 Bandongan. Ay 15 Salma Aulya Nitami and M Asep Fathur Rozi. AuApplication of Al-QurAoan Learning with YanbuAoa Method for Slow Learners at Smk Islam Al-Azhaar Tulungagung,Ay EDUKASI: Jurnal Pendidikan Islam . -Journa. 13, no. : 210Ae221. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Metode Inovatif dalam Pembelajaran Tahfidz Al-QurAoan Nadhifa asy-Syahida menemukan bahwa metode ini berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan membaca dan menghafal AlQurAoan di tingkat sekolah menengah. 16 Afif Nurseha juga membuktikan adanya peningkatan signifikan dalam kualitas bacaan siswa setelah penerapan metode YanbuAoa. 17 Penelitian oleh Purba dan Hasan memperlihatkan bahwa mampu meningkatkan kefasihan bacaan santri 18 Demikian pula. Solehah dan Aisyah menegaskan bahwa metode YanbuAoa dapat membantu mengatasi kendala konsistensi hafalan pada santri di pesantren. 19 Kendati demikian, studi-studi tersebut umumnya masih berfokus pada peningkatan kemampuan awal membaca dan menghafal, belum secara eksplisit menyoroti aspek keberlanjutan atau konsistensi hafalan dalam konteks madrasah diniyah non-mukim. Berdasarkan celah penelitian tersebut, studi ini berfokus pada analisis penerapan metode YanbuAoa dalam membangun konsistensi hafalan santri di Madrasah Diniyah al-Hasan Tambak Oso Waru Sidoarjo. Penelitian ini tidak hanya mendeskripsikan praktik pembelajaran tahfidz yang diterapkan, tetapi juga menganalisis strategi implementasi, mekanisme murAjaAoah, serta faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat konsistensi hafalan santri. Maka dari itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pola implementasi pembelajaran tahfidz berbasis metode YanbuAoa yang adaptif terhadap karakteristik madrasah diniyah non-formal, sekaligus memperkaya kajian tentang strategi pedagogis dalam menjaga keberlanjutan hafalan al-QurAoan. 16 Salma Nadhifa Asy-Syahida and A Mujahid Rasyid. AuStudi Komparasi Metode Talaqqi Dan Metode Tilawati Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan,Ay Jurnal Pendidikan Islam Indonesia 4, no. : 186Ae191. 17 Afif Nurseha et al. AuPenerapan Metode YanbuAoa Dalam Pembelajaran Membaca AlQurAoan Pada Anak Usia Dini Di TK An-Nur Cimalingping,Ay JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 6, no. : 3529Ae3536. 18 Nurul Huda Purba and Ibrahim Hasan. AuStrategy of Implementing the Talaqqi Method in Learning the Memory of Al-Quran at SMP Muhammadiyah 57 Medan,Ay Jurnal Ilmiah Global Education 6, no. : 798Ae809. 19 Imbrotus Solehah and Nur Aisyah. AuAoImplementation of the YanbuAoa Method to Improve StudentsAolearning Outcomes in Reading the QurAoan in Islamic Boarding Schools,Ao in Proceeding of International Conference on Education. Society and Humanity,Ay in PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION. SOCIETY AND HUMANITY, vol. 2, 2024, 245Ae252. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Cindy Zuchrufa. Zaini Tamin AR Metode Penelitian Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami secara mendalam proses penerapan metode YanbuAoah dalam membangun konsistensi hafalan santri di Madrasah Diniyah al-Hasan Tambak Oso Waru Sidoarjo. 20 Pendekatan ini memungkinkan peneliti menelaah proses penerapan metode ini dalam membangun konsistensi hafalan santri secara naturalistik, tanpa manipulasi variabel dan sesuai realitas di lokus penelitian. Subjek penelitian ditentukan secara purposive karena mereka dianggap paling mengetahui dan terlibat langsung dalam praktik pembelajaran tahfidz, yaitu guru tahfidz, santri pada berbagai tingkat, serta pengelola 21 Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 9 orang, yang terdiri dari 2 guru tahfidz, 5 santri pada tingkat kemampuan hafalan yang berbeda, serta 2 pengelola madrasah. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan (Desember 2025-Februari 2. yang mencakup tahap pra-lapangan, pengumpulan data lapangan, dan analisis awal terhadap temuan penelitian. Data Penelitian Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan studi Observasi dilakukan secara langsung pada kegiatan pembelajaran tahfidz untuk mengamati dinamika pembelajaran. Fokus observasi mencakup proses pembelajaran menggunakan metode YanbuAoah, pola penyetoran hafalan santri, rutinitas murAjaAoah, interaksi guru dan santri, serta strategi pembinaan konsistensi hafalan. Wawancara dilakukan secara mendalam kepada guru tahfidz, santri, dan pengelola madrasah dengan menggunakan panduan pertanyaan 22 Sementara itu, dokumentasi digunakan untuk memperkuat temuan lapangan melalui penelaahan dokumen yang relevan seperti buku jilid metode YanbuAoah, catatan perkembangan hafalan santri, daftar hadir kegiatan tahfidz, serta arsip evaluasi pembelajaran yang dimiliki madrasah. Seluruh data dianalisis mengikuti model interaktif Miles. Huberman, dan Saldaya, mencakup reduksi data, penyajian data. John W Creswell et al. AuQualitative Research Designs: Selection and Implementation,Ay The counseling psychologist 35, no. : 236Ae264. 21 Dr Sugiyono. AuMetode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif Dan R&DAy . 22 Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Pendidikan Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta, 2. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Metode Inovatif dalam Pembelajaran Tahfidz Al-QurAoan serta penarikan kesimpulan yang dilakukan secara simultan sejak awal pengumpulan data. Analisis dan Keabsahan Data Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, teknik, dan Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan informasi yang diperoleh dari guru tahfidz, santri, dan pengelola Triangulasi teknik dilakukan dengan mencocokkan temuan dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, misalnya dengan membandingkan hasil wawancara guru mengenai evaluasi hafalan dengan catatan perkembangan hafalan santri. Triangulasi waktu dilakukan melalui pengamatan pada beberapa kesempatan berbeda untuk memastikan konsistensi pola pembelajaran. 24 Selain itu, validitas temuan diperkuat melalui proses member checking kepada para informan untuk memastikan kesesuaian interpretasi data dengan pengalaman nyata mereka. Hasil Penelitian Implementasi Metode YanbuAoah dalam Pembelajaran Tahfidz Lembaga Madrasah Diniyah Al-Hasan memilih dan menerapkan metode YanbuAoah secara berkelanjutan dalam pembelajaran tahfidz Al-QurAoan karena dinilai berkontribusi dan mudah dipahami, terutama dalam penguasaan makharijul huruf serta kelancaran pelafalan ayat. Perencanaan penerapan metode ini dilakukan melalui penyusunan jilid pembelajaran, pengelompokan santri berdasarkan tingkat kemampuan membaca dan menghafal, serta pelaksanaan musyawarah guru sebagai bentuk pelatihan internal. samping itu, madrasah menyelenggarakan kegiatan mengaji bersama setiap bulan bagi para pengajar guna meningkatkan kualitas profesionalisme sekaligus menyamakan pemahaman dalam penerapan Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Diniyah AlHasan Tambak Oso Waru Sidoarjo menerapkan metode YanbuAoah secara sistematis dalam pembelajaran tahfidz Al-QurAoan. Penerapan metode ini dimulai dari tahap perencanaan yang mencakup penyusunan jilid pembelajaran, pengelompokan santri berdasarkan kemampuan 23 M. Miles. Huberman, and J. Saldana. Qualitative Data Analysis: A Mehods Sourcebook (Third Editio. (Los Angeles: SAGE Publications. Inc, 2. 24 Sugiyono. AuMetode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif Dan R&D. Ay Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Cindy Zuchrufa. Zaini Tamin AR membaca dan menghafal, serta pelaksanaan musyawarah guru sebagai forum penyamaan persepsi dalam proses pembelajaran. Kegiatan musyawarah tersebut juga berfungsi sebagai sarana pelatihan internal bagi para guru untuk menjaga keseragaman penerapan metode. Dalam praktik pembelajaran sehari-hari, menurut Bapak Nur Kholis, guru tahfidz menyusun alur kegiatan secara terstruktur. Proses pembelajaran diawali dengan pengelompokan hafalan santri sesuai tingkat kemampuan, dilanjutkan dengan penyimakan hafalan secara individual melalui metode sorogan, dan ditutup dengan kegiatan membaca bersama secara klasikal. Pola pembelajaran ini bertujuan memastikan setiap santri memperoleh bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan belajarnya sekaligus tetap terlibat dalam aktivitas belajar secara kolektif. Untuk mendukung implementasi metode tersebut, guru memanfaatkan sejumlah sarana pembelajaran, antara lain media peraga baca, jilid YanbuAoah, serta buku panduan doa harian. Untuk menjaga keseragaman penerapan metode YanbuAoah, para guru menjalin koordinasi melalui partisipasi dalam pelatihan khusus, mempraktikkan bacaan dengan acuan yang sama, serta melaksanakan musyawarah secara berkala untuk menyamakan pemahaman dan langkah Di samping itu, guru menerapkan pendekatan khusus bagi santri yang mengalami keterlambatan atau kurang disiplin dalam menghafal dengan memberikan penguatan berupa motivasi, dukungan emosional, dan dorongan spiritual agar lebih bersemangat dalam menghafal Al-QurAoan. Pendekatan yang bersifat persuasif dan penuh empati ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran santri tentang pentingnya menjaga hafalan secara berkelanjutan. Melalui berbagai upaya tersebut, guru tahfidz berusaha menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sekaligus mendorong terbangunnya konsistensi hafalan santri secara bertahap dan berkesinambungan. Langkah-langkah pembelajaran harian berbasis metode yanbuAoa biasanya ada pengelompokkan hafalan kemudian dilanjutkan menyimak individu dan ada baca klasikal . Media yang digunakan untuk mendukung metode yanbuAoah salah satunya media peraga membaca, jilid yanbuAoah, dan buku panduan doAoa harian. Sistematika penyajian materi dalam jilid YanbuAoah memudahkan santri 25 Nur Kholis (Ketua Yayasa. Wawancara. Sidoarjo, 3 Desember 2025. Nur Kholida (Kepala TPQ sekaligus Guru Tahfid. Wawancara. Sidoarjo, 10 Desember 2025 Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Metode Inovatif dalam Pembelajaran Tahfidz Al-QurAoan mengenali huruf hijaiyah secara bertahap sebelum memasuki tahap bacaan yang lebih kompleks. Seorang guru tahfidz menyatakan: AuMetode YanbuAoah memudahkan santri memahami makharijul huruf dan pola bacaan sehingga proses membaca dan menghafal menjadi lebih terarah. Ay27 Dalam kegiatan menghafal al-QurAoan, para santri cenderung lebih menyukai bagian awal dan penutup ayat pada setiap surah karena dirasa lebih mudah diingat. Bagian-bagian tersebut sering dijadikan sebagai langkah awal untuk menumbuhkan hafalan secara bertahap. Santri juga menuturkan bahwa walaupun terkadang menghafal secara mandiri, mereka tetap membutuhkan bimbingan ustadz dan ustadzah guna mempermudah proses murajaAoah. Au. Kehadiran guru dalam proses belajar tahfidz sangat membantu dalam memastikan ketepatan bacaan sekaligus menguatkan hafalan yang telah saya kuasai. Ay28 Selanjutnya, santri menjelaskan bahwa ustadz dan ustadzah membimbing mereka membaca dan menghafal Al-QurAoan dengan menggunakan metode sorogan atau penyimakan secara perorangan, disertai dengan pengulangan bacaan sampai santri mencapai Au. Saya dapat memahami dengan baik pola pengajaran guru, karena pembelajaran biasanya diawali dengan kegiatan menghafal kemudian dilanjutkan membaca Al-QurAoan menggunakan buku YanbuAoah. Pembelajaran melalui metode ini menurut saya memudahkan dalam proses membaca maupun Temuan ini mengindikasikan bahwa perpaduan penggunaan buku YanbuAoah, metode sorogan, dan latihan berulang mampu menumbuhkan rasa percaya diri serta motivasi santri untuk terus meningkatkan kualitas bacaan dan hafalan Al-QurAoan secara Selain kegiatan pembelajaran di kelas, madrasah juga menyelenggarakan berbagai program pendukung untuk memperkuat kualitas pembelajaran tahfidz, seperti kegiatan mengaji bersama bagi para guru setiap bulan serta kegiatan tadabur alam tahunan yang melibatkan santri dan pengajar. Program tersebut bertujuan Susanti (Guru Tahfid. Wawancara. Sidoarjo, 16 Desember 2025 28 Aira Maulidah (Santri Tahfidz. Wawancara. Sidoarjo, 19 Desember 2025 29 Erlita (Santri TPQ). Wawancara. Sidoarjo, 22 Desember 2025 Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Cindy Zuchrufa. Zaini Tamin AR meningkatkan profesionalisme guru sekaligus membentuk karakter santri melalui pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan metode YanbuAoah di madrasah tidak hanya berfokus pada aspek teknis membaca dan menghafal Al-QurAoan, tetapi juga dikembangkan melalui sistem pembelajaran yang terstruktur, dukungan kelembagaan, serta pembinaan berkelanjutan bagi guru dan Faktor-faktor yang Membangun Konsistensi Hafalan Santri Konsistensi hafalan santri dalam pembelajaran tahfidz dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yang saling berkaitan, baik yang berasal dari diri santri maupun dari lingkungan belajar. Pertama, faktor motivasi internal santri yang tercermin dalam kesungguhan mengikuti pembelajaran, kehadiran yang relatif stabil, serta kemauan untuk terus menambah dan menjaga hafalan. Kedua, dukungan dari keluarga, khususnya peran orang tua dalam memberikan dorongan moral dan memfasilitasi kegiatan murajaAoah di rumah. Kolaborasi antara kesadaran pribadi santri dan peran keluarga tersebut dinilai mampu memperkokoh komitmen santri dalam menjaga serta mengembangkan hafalannya secara berkesinambungan. Pimpinan madrasah menegaskan bahwa metode YanbuAoah dinilai berkontribusi dalam mempertahankan mutu dan konsistensi hafalan santri, terutama melalui pelaksanaan sorogan atau penyimakan secara perorangan serta kewajiban setoran hafalan harian. Melalui mekanisme ini, guru dapat memonitor perkembangan hafalan santri secara lebih intensif sekaligus melakukan perbaikan apabila terdapat kesalahan bacaan. Dalam praktik pembelajaran, kegiatan murajaAoah menjadi aspek penting dalam menjaga stabilitas hafalan. Santri yang secara rutin mengulang hafalan menunjukkan kelancaran yang lebih baik ketika menyetorkan hafalan kepada guru. Sebaliknya, kurangnya intensitas murajaAoah sering kali menyebabkan penurunan kelancaran hafalan saat proses setoran berlangsung. Guru tahfidz menegaskan bahwa pembiasaan setoran hafalan harian merupakan strategi efektif untuk membangun kedisiplinan santri dalam berinteraksi dengan Al-QurAoan, sebagaimana dijelaskan oleh Susanti berikut ini: AuSetoran hafalan yang dilakukan secara rutin, meskipun dalam jumlah yang relatif sedikit, membantu santri menjaga 30 Nur Kholis (Ketua Yayasa. Wawancara. Sidoarjo, 21 Desember 2025 Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Metode Inovatif dalam Pembelajaran Tahfidz Al-QurAoan kesinambungan hafalan sekaligus memperkuat ingatan terhadap ayat-ayat yang telah dipelajari. Ay31 Selanjutnya, guru menjelaskan bahwa metode YanbuAoah berkontribusi besar dalam membentuk kerangka hafalan santri, tidak hanya berfokus pada kelancaran bacaan, tetapi juga pada penguatan dasar hafalan sejak awal pembelajaran. Melalui metode ini, santri diarahkan untuk memahami pola bacaan secara bertahap dan terstruktur, sehingga memudahkan mereka dalam membaca sekaligus menghafalkan ayat-ayat Al-QurAoan. Guru menilai bahwa metode YanbuAoah sangat membantu santri dalam mengenali ciri bacaan, mengingat urutan ayat, serta menjaga keteraturan hafalan. Penerapan metode YanbuAoah mampu mempermudah santri dalam membaca dan menghafal, serta mendukung pencapaian hafalan secara optimal dan 32 Selain itu, sistem pengelompokan santri berdasarkan tingkat kemampuan hafalan turut memberikan kontribusi terhadap keberhasilan pembelajaran. Melalui pengelompokan tersebut, guru dapat memantau perkembangan hafalan santri secara lebih intensif serta memberikan bimbingan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Dalam kegiatan menghafal Al-QurAoan santri lebih tertarik pada bagian awal dan penutup ayat di setiap surah karena dirasakan lebih mudah diingat. Bagian-bagian tersebut kerap dijadikan sebagai langkah awal dalam membangun hafalan secara bertahap. Santri juga menuturkan bahwa proses menghafal tidak selalu dilakukan secara mandiri, melainkan sering memperoleh bantuan dari ustadz dan ustadzah guna memudahkan kegiatan murajaAoah. Pendampingan guru tersebut dinilai sangat membantu dalam menjaga ketepatan bacaan sekaligus menguatkan hafalan yang sudah dikuasai. AuSaya terbiasa meluangkan waktu di rumah untuk berlatih hafalan dengan melakukan murajaAoah secara rutin sebagai persiapan sebelum menyetorkan hafalan kepada guru. Ay 34 Kebiasaan mengulang hafalan di rumah ini menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pencapaian hafalan santri. Melalui perpaduan antara latihan mandiri, bimbingan ustadz dan ustadzah, serta konsistensi murajaAoah di rumah, santri merasa lebih siap 31 Susianti (Guru Tahfid. Wawancara. Sidoarjo, 23 Desember 2025 32 Susianti (Guru Tahfid. Wawancara. Sidoarjo 26 Desember 2025 33 Susianti (Guru Tahfid. Wawancara. Sidoarjo 26 Desember 2025. 34 Aira Maulidah (Santri Tahfid. Wawancara. Sidoarjo, 3 Januari 2026 Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Cindy Zuchrufa. Zaini Tamin AR dan percaya diri ketika menyetorkan hafalan. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan hafalan santri tidak hanya bergantung pada pembelajaran di madrasah, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kesungguhan santri dalam memanfaatkan waktu belajar di luar kelas secara maksimal. Hambatan dan Strategi Guru dalam Meningkatkan Konsistensi Hafalan Meskipun penerapan metode YanbuAoah menunjukkan berbagai keunggulan dalam pembelajaran tahfidz, penelitian ini juga menemukan beberapa hambatan yang dihadapi dalam upaya menjaga konsistensi hafalan santri. Salah satu hambatan utama adalah kurangnya kebiasaan murajaAoah yang dilakukan secara konsisten oleh sebagian santri, terutama ketika berada di luar lingkungan madrasah. Kondisi ini sering berdampak pada menurunnya kelancaran hafalan saat proses penyetoran berlangsung. Selain kurangnya kebiasaan murajaAoah, keterlibatan orang tua dalam mendampingi proses belajar di rumah masih belum Minimnya pendampingan tersebut menyebabkan sebagian santri kurang memiliki kontrol belajar yang kuat ketika berada di lingkungan keluarga. Beberapa santri mengalami kesulitan dalam mempertahankan hafalan, terutama karena kurangnya kesadaran untuk melakukan murajaAoah secara optimal. Kurangnya intensitas pengulangan hafalan lama inilah yang kerap berdampak pada menurunnya kelancaran hafalan saat proses setoran berlangsung. Untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut, guru tahfidz menerapkan sejumlah strategi pedagogis. Salah satu strategi yang digunakan adalah pemberian bimbingan individual melalui metode sorogan bagi santri yang mengalami kesulitan atau penurunan hafalan. Melalui pendekatan ini, guru dapat memberikan perhatian yang lebih personal sekaligus memperbaiki kesalahan bacaan secara langsung. Selain itu, guru menerapkan berbagai langkah untuk menumbuhkan motivasi dan menjaga konsistensi santri, salah satunya dengan memadukan setoran hafalan baru . dan kewajiban murajaAoah yang dilakukan secara teratur. Melalui pendekatan ini, santri diarahkan 35 Nur Kholida (Kepala TPQ Sekaligus Guru Tahfid. Wawancara. Sidoarjo 4 Januari Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Metode Inovatif dalam Pembelajaran Tahfidz Al-QurAoan agar tidak hanya berorientasi pada penambahan hafalan, tetapi juga pada pemeliharaan hafalan yang telah diperoleh. Ausantri tidak hanya diarahkan untuk menambah hafalan, tetapi juga menjaga hafalan lama melalui murojaAoah secara rutin. Ay36 Di samping itu, guru memberikan motivasi dan penguatan emosional kepada santri agar tetap bersemangat dalam menghafal AlQurAoan. Pendekatan yang bersifat persuasif dan penuh empati ini dinilai efektif dalam menumbuhkan kesadaran santri mengenai pentingnya menjaga hafalan secara berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan menjaga konsistensi hafalan santri tidak hanya ditentukan oleh metode pembelajaran yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam mengelola strategi pembelajaran, memberikan motivasi, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan hafalan santri secara berkesinambungan. Berdasarkan hasil wawancara dengan santri, diperoleh informasi bahwa ketika menghadapi kesulitan dalam hafalan, santri cenderung meminta arahan kepada ustadzah agar dapat melanjutkan bacaan dengan benar. Santri menilai bahwa bimbingan guru sangat berperan dalam membantu mengingat kembali ayat yang terlupa sekaligus mengoreksi bacaan yang kurang tepat. Selain itu, santri juga menyadari bahwa murajaAoah merupakan aktivitas yang penting dan harus dibiasakan supaya hafalan tetap terjaga, meskipun dalam praktiknya mereka mengakui belum selalu mampu melaksanakannya secara 38 Pemahaman ini menunjukkan bahwa santri mulai menyadari pentingnya pengulangan sebagai kunci dalam menjaga kekuatan hafalan. Selanjutnya, santri menjelaskan bahwa sikap mereka ketika menghafal tidak selalu sama, terkadang dapat fokus dan serius, namun pada kesempatan tertentu masih diselingi dengan bercanda bersama teman. Meski demikian, saat proses setoran hafalan berlangsung, santri berusaha menunjukkan kesungguhan agar bacaan dapat disampaikan dengan lancar. Setelah setoran selesai dan dinilai baik oleh guru, suasana belajar menjadi lebih rileks. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan menjaga konsistensi hafalan tidak hanya bergantung pada 36 Susanti (Guru Tahfid. Wawancara. Sidoarjo, 8 Januari 2026 37 Susanti (Guru Tahfid. Wawancara. Sidoarjo, 11 Januari 2026 38 Erlita (Santri TPQ). Wawancara. Sidoarjo, 5 Februari 2026 39 Aira Maulidah ( Santri Tahfid. Wawancara. Sidoarjo, 9 Februari 2026 Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Cindy Zuchrufa. Zaini Tamin AR metode yang digunakan, tetapi juga dipengaruhi oleh kesiapan mental serta kemampuan santri dalam mengatur sikap selama proses Dengan dukungan guru, pembiasaan murajaAoah, dan peningkatan fokus santri, konsistensi hafalan diharapkan dapat terus berkembang secara berkelanjutan. Berdasarkan temuan penelitian, penerapan metode YanbuAoah di Madrasah Diniyah al-Hasan tidak hanya berfungsi sebagai teknik pembelajaran membaca al-QurAoan, tetapi juga sebagai kerangka pedagogis yang berkontribusi dalam membangun konsistensi hafalan Implementasi metode ini didukung oleh struktur pembelajaran yang sistematis, pembiasaan murAjaAoah yang terprogram, serta strategi pembimbingan guru yang menekankan pendampingan individual dan penguatan motivasi belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran tahfidz tidak hanya berorientasi pada penambahan hafalan . iyAda. , tetapi juga pada pemeliharaan dan stabilitas hafalan melalui mekanisme pengulangan yang terstruktur. Berdasarkan integrasi temuan tersebut, penelitian ini merumuskan pola konseptual mengenai faktor-faktor yang berkontribusi dalam membangun konsistensi hafalan santri melalui penerapan metode YanbuAoah, sebagaimana divisualisasikan pada gambar berikut: Gambar 1. Model Konseptual Temuan Penelitian Model ini menunjukkan bahwa implementasi metode YanbuAoah berkontribusi meningkatkan kualitas bacaan dan hafalan Al-QurAoan melalui sinergi antara struktur pembelajaran yang sistematis . eliputi perencanaan, teknik sorogan, dan klasika. serta strategi penguatan hafalan yang disiplin lewat setoran harian dan murajaAoah. Keberhasilan alur ini tidak berdiri sendiri, melainkan didorong oleh faktor pendukung krusial seperti motivasi santri, dukungan keluarga, serta Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Metode Inovatif dalam Pembelajaran Tahfidz Al-QurAoan bimbingan guru yang secara kolektif membangun konsistensi hafalan sebagai fondasi utama. Singkatnya, model ini meneguhkan bahwa kualitas output yang unggul merupakan hasil integrasi antara metodologi yang terstruktur dengan ekosistem pendidikan yang suportif dan Diskusi Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode YanbuAoah dalam pembelajaran tahfidz di Madrasah Diniyah al-Hasan tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis membaca al-QurAoan, tetapi juga terintegrasi dengan strategi pedagogis yang mendukung konsistensi hafalan santri. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat dua aspek utama yang paling menonjol dalam membangun konsistensi hafalan, yaitu pengelompokan kemampuan dalam pembelajaran tahfidz dan pembiasaan murAjaAoah sebagai strategi menjaga keberlanjutan Kedua aspek ini menunjukkan bagaimana metode YanbuAoah dipraktikkan dalam kerangka pedagogi yang sistematis sekaligus kontekstual dalam lingkungan madrasah diniyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tahfidz di Madrasah Diniyah al-Hasan dilakukan melalui pengelompokan santri berdasarkan kemampuan membaca dan menghafal al-QurAoan. Pengelompokan ini memungkinkan guru memberikan bimbingan yang lebih sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing santri. Dalam praktiknya, pembelajaran dimulai dengan pengelompokan hafalan, dilanjutkan dengan penyimakan hafalan secara individual melalui metode sorogan, dan diakhiri dengan bacaan klasikal secara bersama. Pola pembelajaran tersebut memperlihatkan adanya upaya untuk menyesuaikan strategi pengajaran dengan tingkat kesiapan belajar santri sehingga proses pembelajaran berlangsung secara bertahap dan terarah. Temuan ini sejalan dengan konsep mastery learning yang menekankan bahwa proses belajar akan lebih optimal apabila peserta didik diberikan kesempatan mencapai tingkat penguasaan tertentu sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. 40 Dalam konteks pendidikan agama, pendekatan ini memungkinkan guru menyesuaikan proses pembelajaran dengan kemampuan individual santri sehingga 40 Lorin W Anderson and David R Krathwohl. A Taxonomy for Learning. Teaching, and Assessing: A Revision of BloomAos Taxonomy of Educational Objectives: Complete Edition (Addison Wesley Longman. Inc. , 2. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Cindy Zuchrufa. Zaini Tamin AR kesenjangan kemampuan dapat diminimalkan. 41 Pengelompokan kemampuan yang dilakukan di Madrasah Diniyah al-Hasan menunjukkan adanya upaya pedagogis untuk memastikan bahwa setiap santri memperoleh bimbingan yang sesuai dengan tingkat penguasaan Praktik ini sejalan dengan temuan Mahmudah dan Maharani, yang dapat dipahami sebagai bentuk implementasi pembelajaran bertahap yang terindikasi mendukung perkembangan hafalan santri secara lebih stabil. Selain itu, penerapan metode sorogan dalam penyimakan hafalan memperkuat dimensi pembelajaran individual dalam kegiatan tahfidz. Melalui penyimakan secara perorangan, guru dapat secara langsung memperbaiki kesalahan bacaan, mengoreksi pelafalan makharijul huruf, serta memastikan ketepatan tajwid santri. Pendekatan ini sejalan dengan tradisi pedagogi al-QurAoan yang menekankan pentingnya interaksi langsung antara guru dan murid dalam proses transmisi bacaan alQurAoan. 44 Dalam konteks ini, metode YanbuAoah dipersepsi membantu menyediakan struktur pembelajaran yang sistematis sehingga santri tidak hanya menambah hafalan, tetapi juga menjaga kualitas bacaan yang benar. Temuan ini juga memperkuat hasil penelitian Asy-Syahida, , dan Nurseha dkk. , yang menunjukkan bahwa metode YanbuAoah berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan membaca Al-QurAoan melalui pendekatan yang bertahap dan terstruktur. 45 Penelitian lain juga menunjukkan bahwa penggunaan metode YanbuAoah dapat membantu santri memahami pola bacaan serta meningkatkan ketepatan pelafalan huruf hijaiyah secara lebih sistematis. 46 Maka, praktik pembelajaran yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukkan adanya kesinambungan antara temuan lapangan dengan hasil penelitian Nunuk Suryani. AuImplementasi Model Pembelajaran Kolaboratif Untuk Meningkatkan Ketrampilan Sosial Siswa,Ay jurnal harmoni IPS 1, no. : 1Ae23. 42 Mahmudah and Maharani. Inovasi Pembelajaran Al-QurAoan Untuk Meningkatkan Hafalan Dan Bacaan. 43 Aji Indianto. Kiat-Kiat Mempertajam Daya Ingat Hafalan Pelajaran (Diva Press, 2. 44 Imam. AuKhotibul Imam. AoStrategi Peningkatan Kualitas Bacaan Dan Hafalan AlQurAoan Santri/Santriwati Di Rumah QurAoan Baburrahman Tanjungbalai. AoAy 45 Asy-Syahida and Rasyid. AuStudi Komparasi Metode Talaqqi Dan Metode Tilawati Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoanAy. Nurseha et al. AuPenerapan Metode YanbuAoa Dalam Pembelajaran Membaca Al-QurAoan Pada Anak Usia Dini Di TK An-Nur Cimalingping. Ay 46 Purba and Hasan. AuStrategy of Implementing the Talaqqi Method in Learning the Memory of Al-Quran at SMP Muhammadiyah 57 Medan. Ay Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Metode Inovatif dalam Pembelajaran Tahfidz Al-QurAoan terdahulu mengenai penerapan metode YanbuAoah dalam pendidikan Aspek kedua yang muncul secara kuat dalam penelitian ini adalah murAjaAoah sebagai strategi utama dalam menjaga keberlanjutan hafalan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan murAjaAoah dilakukan melalui beberapa mekanisme, antara lain setoran hafalan harian di madrasah serta pengulangan hafalan secara mandiri di rumah. Hal ini sejalan dengan temuan Syaifullah, dkk. , 47 di mana guru tahfidz menekankan bahwa hafalan yang tidak diulang secara berkala cenderung mengalami penurunan kelancaran. Sedangkan santri yang rutin melakukan murAjaAoah menunjukkan stabilitas hafalan yang lebih baik ketika menyetorkan hafalan kepada guru. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan menjaga hafalan al-QurAoan tidak hanya bergantung pada proses penambahan hafalan baru . iyAda. , tetapi juga pada kemampuan santri mempertahankan hafalan yang telah diperoleh. Dalam tradisi pendidikan tahfidz, murAjaAoah merupakan praktik penting yang berfungsi sebagai mekanisme penguatan memori dan menjaga kesinambungan hafalan. Melalui pengulangan yang teratur, santri dapat memperkuat ingatan terhadap ayat-ayat yang telah dihafal sekaligus meminimalkan risiko Dalam perspektif pendidikan Islam, murAjaAoah juga dipahami sebagai bentuk interaksi berkelanjutan antara santri dengan Al-QurAoan yang tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga spiritual. 49 Oleh karena itu, pembiasaan murAjaAoah yang diterapkan di Madrasah Diniyah alHasan dapat dipahami sebagai strategi pedagogis untuk menumbuhkan kedisiplinan santri dalam menjaga hafalan secara berkelanjutan. Praktik setoran hafalan harian yang diterapkan oleh guru juga berfungsi sebagai mekanisme monitoring perkembangan hafalan santri sehingga kesalahan bacaan dapat segera diperbaiki. Selain praktik murAjaAoah di lingkungan madrasah, penelitian ini juga menunjukkan bahwa dukungan lingkungan keluarga turut 47 Muhammad Syaifullah et al. AuUpaya Meningkatkan Konsistensi MurajaAoah Dalam Menghafal Al-Quran,Ay Jurnal Pendidikan Tambusai 6, no. : 13319Ae13325. Jamzuri. AuManajemen Supervisi Pengajaran Dalam Menjaga Kualitas Hafalan Al QurAoan Santri Di Pondok Pesantren Tahfidz Al-QurAoan Watafaquhfiddin Alamin Batam. Ay 49 Maulana and Latifah. AuStrategi Guru Tahfidz Melalui Metode Pengulangan Dalam Meningkatkan Hafalan Al-QurAoan Santri Di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lampung Selatan: Penelitian. Ay Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Cindy Zuchrufa. Zaini Tamin AR berkontribusi terhadap konsistensi hafalan santri. 50 Santri yang terbiasa mengulang hafalan di rumah cenderung lebih percaya diri ketika menyetorkan hafalan kepada guru. Sebaliknya, kurangnya pendampingan belajar di rumah menjadi salah satu hambatan yang memengaruhi keberlanjutan hafalan. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan Dalam situasi tersebut, peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang memberikan motivasi dan penguatan emosional kepada santri. Guru berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa murAjaAoah merupakan aktivitas penting untuk menjaga hafalan al-QurAoan. Pendekatan yang bersifat persuasif dan penuh empati ini terindikasi membantu santri mempertahankan motivasi belajar sekaligus menumbuhkan kedisiplinan dalam menjaga hafalan. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran tahfidz tidak hanya bergantung pada metode yang digunakan, tetapi juga pada kemampuan guru dalam membangun hubungan pedagogis yang positif dengan santri. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode YanbuAoah di Madrasah Diniyah al-Hasan berkontribusi terhadap terbentuknya konsistensi hafalan santri melalui kombinasi antara pengelompokan kemampuan belajar dan pembiasaan murAjaAoah yang Kedua strategi tersebut tidak hanya mendukung proses pembelajaran tahfidz secara teknis, tetapi juga membentuk kebiasaan belajar yang memungkinkan santri menjaga hafalan secara Dalam konteks ini, metode YanbuAoah dipersepsi membantu menyediakan kerangka pembelajaran yang sistematis sehingga proses tahfidz dapat berlangsung lebih terarah dan sesuai dengan kondisi santri di madrasah diniyah. 50 Dewi and Abrianto. AuStrategies for Strengthening Religious Values Through the Tahfidz Al-QurAoan Program in Responding to the Challenges of Modernization. Ay Solehah and Aisyah. AuAoImplementation of the YanbuAoa Method to Improve StudentsAolearning Outcomes in Reading the QurAoan in Islamic Boarding Schools,Ao in Proceeding of International Conference on Education. Society and Humanity,Ay. Nuryadi. Padlurahman, and Mashun. AuInternalisasi Nilai-Nilai Spiritual Dalam Membentuk Karakter Siswa Melalui Program Tahfidzul QurAoan. Ay 52 Ahmad Fatah and Muchamad Hidayatullah. AuPenerapan Metode YanbuAoa Dalam Meningkatkan Kefasihan Membaca Alquran Di Pondok Pesantren Darul Rachman Kudus,Ay Jurnal Penelitian 15, no. : 169. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Metode Inovatif dalam Pembelajaran Tahfidz Al-QurAoan Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini memberikan implikasi pedagogik bahwa pembelajaran tahfidz di madrasah diniyah dapat diperkuat melalui pengelompokan kemampuan belajar yang lebih adaptif serta pembiasaan murAjaAoah yang konsisten. Pola implementasi ini menunjukkan bahwa keberhasilan menjaga hafalan tidak hanya ditentukan oleh metode pembelajaran yang digunakan, tetapi juga oleh strategi pedagogis guru serta dukungan lingkungan belajar yang Kesimpulan Penerapan metode YanbuAoah dalam pembelajaran tahfidz di Madrasah Diniyah al-Hasan Tambak Oso Waru Sidoarjo berlangsung melalui proses pembelajaran yang terstruktur dan terintegrasi dengan berbagai strategi pedagogis. Implementasi metode ini tidak hanya berfungsi sebagai pendekatan dalam pembelajaran membaca al-QurAoan, tetapi juga berkontribusi terhadap pembentukan konsistensi hafalan santri melalui pola pembelajaran yang sistematis. Hasil penelitian mengidentifikasi dua strategi utama yang mendukung konsistensi hafalan santri. Pertama, pengelompokan santri berdasarkan tingkat kemampuan membaca dan menghafal al-QurAoan, yang memungkinkan guru memberikan bimbingan yang lebih sesuai dengan kebutuhan belajar masing-masing santri. Kedua, pembiasaan murAjaAoah melalui setoran hafalan harian serta pengulangan hafalan secara mandiri, yang berperan dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan hafalan santri. Selain kedua strategi tersebut, konsistensi hafalan santri juga dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung, seperti motivasi belajar santri, bimbingan guru, serta dukungan keluarga dalam kegiatan murAjaAoah di rumah. Dengan kata lain, keberhasilan pembelajaran tahfidz tidak hanya ditentukan oleh metode pembelajaran yang digunakan, tetapi juga oleh interaksi antara strategi pedagogis guru, kebiasaan belajar santri, serta dukungan lingkungan belajar. Pembelajaran tahfidz di madrasah diniyah dapat diperkuat melalui pengelompokan kemampuan belajar yang lebih adaptif serta pembiasaan murAjaAoah yang konsisten sebagai bagian dari praktik pembelajaran sehari-hari. Penerapan metode YanbuAoah dapat dioptimalkan melalui penguatan strategi pembelajaran yang menekankan keseimbangan antara penambahan hafalan . iyAda. dan pemeliharaan hafalan melalui murAjaAoah. Di masa mendatang, penelitian lanjutan dapat mengkaji lebih mendalam penerapan strategi Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Cindy Zuchrufa. Zaini Tamin AR pembelajaran tahfidz dalam konteks lembaga pendidikan yang berbeda, sehingga diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai praktik pembelajaran al-QurAoan yang mendukung keberlanjutan hafalan REFERENSI