Journal Complementary of Health (JCoHealt. Vol. 2 Issue. 2 Sep 2022, pp: 85-87 ISSN: 2829-1689 (Printe. | 2829-1689 (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 36086/jch. Konsep Pelayanan Keperawatan Komplementer Alternatif Dengan Pendekatan Teori Dorothea Orem Ario Prio Agus Santoso Keperawatan1. Cindy Amelia Agustin Keperawatan2. Fatihah Balqis Azzahra Keperawatan3. Hana Efani Keperawatan4. Tito Angelito Correia Keperawatan5. Zalika Hilwa Safitri Keperawatan6 1234 Universitas Duta Bangsa Surakarta. Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia Email: arisprio_santoso@udb. Article Info Article history: Accepted Sep, 2022 Revised Sep, 2022 Received Sep, 2022 Keywords: complementary therapies, nursing care ABSTRACT Nurses as health professionals can participate in complementary therapies that patients can do independently. In this case a nurse has a role as an educator. This study aims to determine the concept of alternative complementary nursing with the Dorothea Orem theory approach. This research method is a literature study conducted by reviewing and analyzing several sources of articles. The results of the study show that the application of alternative complementary nursing care to patients can be done independently in accordance with the concept of Dorothea Orem theory, evidenced by the existence of acupressure therapy, hypnotherapy, herbs, and so on. This is an open access article under the CC BY-SA license. Corresponding Author: Ario Prio Agus Santoso Universitas Duta Bangsa Surakarta. Surakarta. Jawa Tengah Indonesia Email: arisprio_santoso@udb. INTRODUCTION Selama tahun 1958-1959 Dorothea Orem sebagai seorang konsultan pada bagian pendidikan Departemen Kesehatan. Pendidikan dan Kesejahteraan dan berpartisipasi dalam suatu proyek pelatihan peningkatan praktek perawat . Pekerjaan ini menstimulasi Orem untuk membuat suatu pertanyaan : AuKondisi apa dan kapan seseorang membutuhkan pelayanann keperawatan?Ay Orem kemudian menekankan ide bahwa seorang perawat itu adalah AuDiri sendiriAy. Ide inilah yang kemudian dikembangkan dalam konsep keperawatannya AuSelf CareAy. Pada tahun 1959 konsep keperawatn Orem ini pertama sekali dipublikasikan. Tahun 1965 Orem bekerjasama dengan beberapa anggota fakultas dari Universitas di Amerika untuk membentuk suatu Comite Model Keperawatan (Nursing Model Commite. Tahun 1968 bagian dari Nursing Model Commitee termasuk Orem melanjutkan pekerjaan mereka melalui Nursing Development Conference Group (NDCG). Kelompok ini kemudian dibentuk untuk menghasilkan suatu kerangka kerja konseptual dari keperawatan dan menetapkan disiplin keperawatan. Orem Kemudian mengembangkan konsep keperawatanya Auself careAy dan pada tahun 1971 dipublikasikan Nursing. Concepts of Practice. Pada edisi pertama fokusnya terhadap individu, sedangkan edisi kedua . , menjadi lebih luas lagi meliputi multi person unit . eluarga, kelompok dan masyaraka. Edisi ketiga . Orem menghadirkan General Theory Keperawatan dan pada edisi keempat . Orem memberikan penekanan yang lebih besar terhadap anak-anak, kelompok dan masyarakat. Orem mengembangkan teori Self Care Deficit meliputi 3 teori yang berkaitan yaitu : . Self Care, . Self care defisit dan . nursing Ketiga teori tersebut dihubungkan oleh enam konsep sentral yaitu. self care, self care agency, kebutuhan self care therapeutik, self care defisit, nursing agency, dan nursing system, serta satu konsep perifer yaitu basic conditioning factor . aktor kondisi dasa. Postulat self care teori mengatakan bahwa self care tergantung dari a. Journal homepage: http://jurnal. Journal Complementary of Health (JCoHealt. Vol. 2 Issue. 2 Sep 2022, pp: 85-87 ISSN: 2829-1689 (Printe. | 2829-1689 (Onlin. perilaku yang telah dipelajari, individu berinisiatif dan membentuk sendiri untuk memelihara kehidupan, kesehatan dan kesejahteraannya. Terapi komplementer dikenal dengan terapi tradisional yang digabungkan dalam pengobatan modern. Komplementer adalah penggunaan terapi tradisional ke dalam pengobatan modern (Andrews et al. , 1. Terminologi ini dikenal sebagai terapi modalitas atau aktivitas yang menambahkan pendekatan ortodoks dalam pelayanan kesehatan (Crips & Taylor, 2. Definisi tersebut menunjukkan terapi komplementer sebagai pengembangan terapi tradisional dan ada yang diintegrasikan dengan terapi modern yang mempengaruhi keharmonisan individu dari aspek biologis, psikologis, dan spiritual. Hasil terapi yang telah terintegrasi tersebut ada yang telah lulus uji klinis sehingga sudah disamakan dengan obat modern. Kondisi ini sesuai dengan prinsip keperawatan yang memandang manusia sebagai makhluk yang holistik . io, psiko, sosial, dan spiritua. Prinsip holistik pada keperawatan ini perlu didukung kemampuan perawat dalam menguasai berbagai bentuk terapi keperawatan termasuk terapi Penerapan terapi komplementer pada keperawatan perlu mengacu kembali pada teori-teori yang mendasari praktik keperawatan. METODE PENELITIAN Desain penelitian ini adalah studi kepustakaan yang diperoleh dari buku dan jurnal. Analisis data dilakukan secara kualitatif untuk menggambarkan bagaimana konsep pelayanan keperawatan komplementer alternatif dengan pendekatan teori dorothea orem. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil dari penelitian ini adalah perawat harus mampu menguasai berbagai bentuk pelayanan termasuk terapi Pelayanan dalam keperawatan perlu mengacu pada teori-teori keperawatan, salah satunya adalah teori dorothea orem yang memiliki konsep mendukung pasien untuk melakukan perawatan mandiri. Contoh penerapan terapi komplementer adalah akupresur, hipnoterapi dan herbal. Akupresur Akupresur adalah pengobatan tradisional yang mirip dengan akupuntur, namun tidak menggunakan jarum. Akupresur merupakan salah satu terapi komplementer alternatif yang telah sesuai dengan konsep dorothea orem dalam teori self care defisit, dibuktikan dengan adanya penerapan di dalam masyarakat terapi pijat pada titik meridian tertentu yang berhubungan dengan organ dalam tubuh. Terapi ini banyak manfaat untuk kesehatan, seperti membantu meningkatkan sirkulasi darah, merangsang sistem saraf, serta membuat tubuh menjadi rileks dan lebih bertenaga. Hipnoterapi Terapi ini bekerja dengan cara memasuki alam bawah sadar seseorang, lalu memberikan sugesti tertentu untuk membantu proses penyembuhan. Hipnoterapi merupakan salah satu terapi komplementer alternatif yang telah sesuai dengan konsep dorothea orem dalam teori nursing system, dibuktikan dengan seorang perawat membantu pasien dalam melakukan self hypnosis. Hal tersebut dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : Masuk di ruangan yang sepi dan tenang. Pastikan duduk dengan posisi ternyaman, setelah itu atur nafas. Tentukan tujuan hipnotis Hilangkan berbagai pikiran yang buruk. Amati pikiran tersebut dengan netral lalu biarkan menghilang dengan sendirinya. Kenali ketegangan tubuh. Bayangkan ketegangan tersebut terlepas dari tubuh satu per satu sehingga bisa semakin ringan. Contohnya dengan membayangkan kesegaran air mengalir di kaki dan tangan. Mulai melakukan hipnotis, dengan cara menceritakan apa yang sedang dilakukan dan juga beberapa sugesti positif untuk diri sendiri. Terapi Herbal Terapi herbal merupakan pengobatan dengan memanfaatkan tanaman obat atau produk hewani yang mengandung zat berkhasiat untuk melawan penyakit. Herbal merupakan salah satu terapi komplementer alternatif yang telah sesuai dengan konsep dorothea orem dalam teori self care, dibuktikan dengan banyaknya masyarakat menanam tanaman herbal yang digunakan untuk melawan penyakit. Dalam hal ini peran perawat yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai indikasi, kontraindikasi, dosis, manfaat dan sebagainya yang terkandung dalam berbagai jenis tanaman herbal. Peran perawat komplementer alternatif sebagai edukator, karena di berbagai tempat pelayanan kesehatan tidak sedikit klien bertanya tentang terapi komplementer atau alternatif pada petugas kesehatan seperti dokter ataupun perawat. Serta perawat memberikan motivasi kepada seorang klien untuk memenuhi a. Journal homepage: http://jurnal. Journal Complementary of Health (JCoHealt. Vol. 2 Issue. 2 Sep 2022, pp: 85-87 ISSN: 2829-1689 (Printe. | 2829-1689 (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 36086/jch. kebutuhannya sendiri . elf car. tanpa adanya ketergantungan pada orang lain. Sehingga pasien secara mandiri mengerti tentang pentingnya melakukan perawatan diri, untuk mencapai kesehatan yang optimal. KESIMPULAN Pelayanan asuhan keperawatan yang diberikan oleh seorang perawat sangat mempengaruhi kualitas asuhan keperawatan yang akan diberikan dapat diterima oleh klien. Perawat sebagai salah satu profesional kesehatan, dapat turut serta berpartisipasi dalam terapi komplementer. Penerapan terapi komplementer alternatif dapat dilakukan secara mandiri tanpa bantuan seorang perawat. Dalam hal ini perawat hanya sebagai edukator dan motivator ketika pasien sedang melakukan terapi komplementer. Jenis terapi komplementer alternatif yang telah terbukti sesuai dengan konsep teori dorothea orem adalah terapi akupresur yang masuk ke dalam teori self care defisit, hipnoterapi dalam nursing system dan terapi herbal dalam teori self care. PENGAKUAN Penulis berterima kasih kepada Journal Complementary Of Health atas diberikannya kesempatan kepada penulis untuk mempublikasikan hasil penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA