Efektivitas Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) terhadap Kreativitas Mahasiswa (Studi Survei di Universitas Islam Jakart. Siti Uswatun Hasanah1. Raihan2 Universitas Islam Jakarta1, 2 Email: stuswatun. hsnh@gmail. raihan17@gmail. P-ISSN : 2745-7796 E-ISSN : 2809-7459 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) terhadap kreativitas mahasiswa Universitas Islam Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi dan korelasi. Sampel terdiri dari 29 mahasiswa peserta program MSIB, dipilih secara purposive. Instrumen penelitian berupa angket tertutup yang disusun berdasarkan indikator kreativitas dari teori Torrance dan Amabile. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara keaktifan mahasiswa dalam program MSIB dan tingkat kreativitasnya, dengan nilai koefisien korelasi Pearson . CeA) sebesar 0,798. Nilai signifikansi (Sig. 2-taile. sebesar 0,000 (< 0,. mengindikasikan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Koefisien determinasi (RA) sebesar 0,637 menunjukkan bahwa keaktifan mahasiswa dalam program MSIB berkontribusi sebesar 63,7% terhadap variasi tingkat kreativitas mahasiswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Kata Kunci: Program. MSIB. Kreativitas. Mahasiswa http://jurnal. id/index. php/aujpsi DOI : https://doi. org/10. PENDAHULUAN Perkembangan dunia pendidikan tinggi saat ini menuntut mahasiswa untuk tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativ, berkomunikasi dan Temuan dari The Montreal AI Ethics Institute yang menunjukkan bahwa banyak pekerjaan baru yang muncul di era 0 membutuhkan keterampilan yang tidak hanya bersifat teknis, tapi juga berkolaborasi dalam tim (Totoh, 2. Di antara berbagai keterampilan yang dibutuhkan, kreativitas menjadi salah satu yang paling menonjol urgensinya dalam menghadapi era yang serba cepat. Kemampuan menciptakan ide baru, berpikir inovatif, dan menghasilkan solusi yang tidak biasa namun efektif merupakan bentuk kreativitas yang dibutuhkan. Dunia kerja kini tidak hanya memerlukan lulusan yang AupintarAy secara akademik, tetapi juga yang mampu berpikir kreatif, fleksibel, dan adaptif dalam berbagai situasi. Menurut Torrance dalam teorinya mengenai kreativitas, terdapat empat indikator utama yang perlu diperhatikan yaitu. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 56-64, 2025 | 56 Efektivitas Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) terhadap Kreativitas Mahasiswa (Studi Survei di Universitas Islam Jakart. Siti Uswatun Hasanah. Raihan kelancaran . , keluwesan . , orisinalitas . , dan elaborasi . (Appulembang, 2. Sementara itu. Amabile menjelaskan bahwa kreativitas dipengaruhi oleh keterampilan dalam bidang tertentu . omain-relevant . reativity-relevant skill. , serta motivasi intrinsik (Sternberg, 2. Kedua teori ini menegaskan bahwa kreativitas bukanlah bakat bawaan semata, tetapi dapat dilatih dan dikembangkan melalui lingkungan belajar yang tepat. Dalam Working Paper yang berjudul Fostering creativity and critical thinking in Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) menyatakan bahwa agar kreativitas dan berpikir kritis berkembang, perlu adanya upaya penguatan profesionalisme akademik melalui penerapan strategi pembelajaran yang kontekstual dan partisipatif (Saroyan, 2. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, yang menyatakan bahwa Pendidikan mengembangkan potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa sistem pembelajaran di perguruan tinggi masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan kreativitas mahasiswa secara optimal. Meskipun beberapa institusi telah melakukan inovasi, perkuliahan di kampus masih banyak yang terfokus pada pendekatan teori, kurang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk praktik langsung dan berpikir kritis. Sebagaimana dalam laporan (The assessment of studentsAo creative and critical thinking skills in higher education across OECD meskipun banyak kebijakan pendidikan tinggi menekankan kreativitas dan berpikir kritis, implementasinya di tingkat fakultas dan pengajaran masih belum konsisten dan belum menunjukkan transformasi nyata dalam praktik penilaian dan pembelajaran sehari- hari (Bouckaert, 2. Menanggapi pemerintah melalui Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar di luar program studi. Sebagaimana pandangan (Muchtar et al. , 2. bahwa program MBKM pada hakikatnya menawarkan kebebasan bagi setiap mahasiswa untuk menambah pengalamannya di luar program studi dengan harapan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran bagi mahasiswa. Salah satu implementasi dari kebijakan ini adalah Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB). Program ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar di luar kampus melalui pengalaman langsung di dunia industri, sehingga dapat mengembangkan potensi diri dengan mengeksplorasi kemampuan di dunia kerja yang sesungguhnya, serta dapat menciptakan inovasi melalui pembelajaran dalam proyek pengembangan tertentu. Berdasarkan data dari situs resmi (Kemendikbudristek, 2. Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) telah menarik banyak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dengan tren menunjukkan antusiasme tinggi terhadap (Experiental Learnin. Universitas Islam Jakarta (UIJ) turut berpartisipasi dalam Program ini, baik dalam bentuk magang di perusahaan maupun studi independen di berbagai mitra. Keikutsertaan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar peningkatan kompetensi lulusan, khususnya dalam hal kreativitas yang aplikatif. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 56-64, 2025 | 57 Efektivitas Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) terhadap Kreativitas Mahasiswa (Studi Survei di Universitas Islam Jakart. Siti Uswatun Hasanah. Raihan Namun hingga kini, belum ada kajian sistematis yang mengevaluasi secara spesifik bagaimana dampak Program MSIB terhadap kreativitas mahasiswa UIJ. Selain itu, berdasarkan observasi awal dan diskusi informal dengan beberapa peserta MSIB dari UIJ, ditemukan adanya variasi pengalaman, ada yang merasa program sangat membantu, namun ada juga yang merasa kurang relevan dengan latar belakang studinya, terutama bagi mahasiswa dari jurusan non-teknis seperti Pendidikan Agama Islam. Dengan mempertimbangkan pentingnya kreativitas sebagai kompetensi utama di era ini, serta belum adanya kajian empiris di Universitas Islam Jakarta terkait program MSIB, maka penelitian ini dilakukan untuk menjawab sejauh mana Program MSIB kreativitas mahasiswa. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi dan Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara keikutsertaan mahasiswa dalam Program MSIB dan tingkat kreativitas. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Islam Jakarta yang telah mengikuti Program MSIB. Sampel dipilih secara purposive dengan kriteria: mahasiswa yang telah menyelesaikan program MSIB minimal satu semester, memiliki laporan akhir program, dan bersedia menjadi responden dalam penelitian Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif, yaitu skor angket yang diisi oleh responden, serta data administratif terkait partisipasi responden dalam program MSIB. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah angket tertutup berbasis skala Likert . Ae. yang disusun berdasarkan indikator teori kreativitas dari Torrance dan Amabile. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket secara langsung kepada responden yang memenuhi kriteria. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif responden dan distribusi data, serta dianalisis secara inferensial menggunakan korelasi Pearson Product Moment untuk menguji hubungan antara variabel keikutsertaan dalam MSIB (X) dan kreativitas mahasiswa (Y). Uji hipotesis dilakukan dengan rumusan Ho . idak ada hubungan antara MSIB dan kreativitas mahasisw. dan Ha . da hubungan antara MSIB dan kreativitas Selain itu, koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabel X terhadap Y. Prosedur penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu menyusun instrumen menentukan sampel dengan teknik purposive sampling, menyebarkan angket kepada responden, mengumpulkan dan mengolah data, melakukan analisis statistik baik secara manual maupun dengan bantuan perangkat lunak SPSS, serta menyimpulkan hasil dan temuan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas responden mengikuti program MSIB sesuai durasi yang ditetapkan serta mendapatkan kesempatan mengerjakan proyek nyata, baik secara individu maupun tim. Sebagian besar peserta menilai program menambah wawasan dunia kerja dan memberikan pengalaman relevan untuk karier, meskipun masih terdapat responden yang merasa kegiatan kurang sesuai dengan bidang keilmuan. Dari sisi pelaksanaan, penilaian terhadap evaluasi supervisor dan struktur program cenderung positif, meski fleksibilitas belajar dan tantangan yang diberikan belum dirasakan merata oleh seluruh Terkait indikator kreativitas berdasarkan teori Amabile, responden menunjukkan kecenderungan positif pada kemampuan menyelesaikan masalah dengan cara tidak biasa namun efektif, melihat masalah dari berbagai sudut pandang, dan berani menyampaikan ide Namun, temuan juga mengindikasikan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 56-64, 2025 | 58 Efektivitas Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) terhadap Kreativitas Mahasiswa (Studi Survei di Universitas Islam Jakart. Siti Uswatun Hasanah. Raihan bahwa tidak semua peserta sering menemukan ide baru atau merasa lebih inovatif setelah mengikuti program. Untuk memperkuat temuan deskriptif dan memperoleh gambaran yang lebih efektivitas program MSIB dan kreativitas mahasiswa, digunakan analisis statistik Korelasi Pearson Product Moment melalui perhitungan manual, kemudian hasilnya dikonfirmasi dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil angket dianalisis berdasarkan penilaian terhadap setiap item pernyataan yang disusun menggunakan skala Likert dengan lima tingkat penilaian, yaitu sebagai Tabel 1: Skala Likert Penilaian Setiap jawaban responden diberi skor sesuai dengan bobot yang telah ditetapkan, kemudian dijumlahkan untuk memperoleh nilai total pada masing-masing variabel. Nilai total tersebut diolah menjadi data dasar sebelum dilakukan perhitungan statistik lebih Adapun hasil pengolahan data dasar tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 2: Hasil Perhitungan Pada Masing-masing Variabel Untuk memudahkan analisis data, peneliti melakukan pengelompokan data ke dalam bentuk distribusi frekuensi. Tahap awal yang dilakukan adalah mencari rentang kelas, yakni dengan mengurangi nilai tertinggi dan nilai terendah dari masingmasing variabel. Hasilnya, rentang kelas untuk variabel X . eaktifan MSIB) adalah 20 . , sedangkan untuk variabel Y . reativitas mahasisw. adalah 38 . - . Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 56-64, 2025 | 59 Efektivitas Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) terhadap Kreativitas Mahasiswa (Studi Survei di Universitas Islam Jakart. Siti Uswatun Hasanah. Raihan Langkah selanjutnya adalah menentukan banyaknya kelas (BK) dengan menggunakan rumus Sturges, yaitu: Tabel 4: Distribusi Frekuensi Variabel Y Setelah banyaknya kelas ditentukan, maka dilanjutkan dengan menghitung panjang interval kelas . dengan rumus: Gambar 2 : Diagram Distribusi Frekuensi Variabel Berdasarkan perhitungan interval yang telah dilakukan, data dari masing-masing variabel kemudian dikelompokkan ke dalam distribusi frekuensi untuk mempermudah Berikut tabel distribusi frekuensi Variabel X : Tabel 3: Distribusi Frekuensi Variabel X Setelah dilakukan perhitungan interval dan distribusi frekuensi untuk variabel X . eaktifan mahasiswa dalam program MSIB) dan variabel Y . reativitas mahasisw. , tahap selanjutnya adalah menghitung koefisien korelasi Pearson Product Moment. Sebelum dilakukan perhitungan, terlebih dahulu disajikan data hasil rekapitulasi yang akan digunakan dalam proses perhitungan dalam tabel berikut: Tabel 5: Data Dasar Perhitungan Koefisien Korelasi Pearson Data ini menjadi dasar dalam melakukan perhitungan nilai koefisien korelasi Pearson Gambar 1: Diagram Distribusi Frekuensi Variabel Adapun distribusi frekuensi variabel Y . reativitas mahasisw. digambarkan pada tabel dan diagram berikut: Setelah diketahui bahwa nilai koefisien korelasi Pearson . antara keaktifan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 56-64, 2025 | 60 Efektivitas Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) terhadap Kreativitas Mahasiswa (Studi Survei di Universitas Islam Jakart. Siti Uswatun Hasanah. Raihan mahasiswa dalam program MSIB . ariabel X) dan kreativitas mahasiswa . ariabel Y) sebesar 0,798 maka langkah selanjutnya adalah menghitung koefisien determinasi. Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabel X dalam menjelaskan variabel Y secara kuantitatif. Setelah dilakukan perhitungan manual, langkah selanjutnya adalah melakukan pengolahan data menggunakan bantuan program statistik SPSS. Berikut adalah hasil olahan data menggunakan SPSS: Tabel 6: Descriptive Statistic Tabel Descriptive Statistics menunjukkan nilai minimum, maksimum, rata-rata . , dan standar deviasi dari masing-masing variabel. Tabel 7: Correlations Pada tabel Correlations ditampilkan hasil uji korelasi Pearson Product Moment yang digunakan untuk mengetahui arah dan kekuatan hubungan antara kedua variabel. Informasi yang ditampilkan meliputi nilai koefisien korelasi, jumlah data (N), dan nilai signifikansi (Sig. 2-taile. Tabel 8: Model Summary Adapun pada bagian Model Summary ditampilkan nilai R. R Square. Adjusted R Square, serta nilai Standard Error of the Estimate. Selain itu, juga ditampilkan informasi mengenai perubahan R Square (R Square Chang. , nilai F, dan signifikansi perubahan model yang digunakan dalam analisis regresi sederhana. Berdasarkan hasil deskripsi kuesioner, tanggapan positif terhadap pelaksanaan program MSIB, terutama dalam hal durasi, relevansi pengalaman dengan dunia kerja, serta ruang belajar yang fleksibel. Namun, terdapat pula beberapa indikator yang memperoleh tanggapan kurang setuju, seperti kesesuaian dengan bidang keilmuan dan Gambaran kecenderungan umum bahwa program MSIB sepenuhnya merata di semua aspek. Untuk memperkuat temuan deskriptif tersebut dan mengetahui hubungan antara efektivitas program MSIB dengan kreativitas mahasiswa secara lebih objektif, dilakukan analisis statistik melalui perhitungan manual menggunakan rumus Pearson Product Moment, yang kemudian diperkuat dengan pengolahan data menggunakan program SPSS. Berdasarkan hasil perhitungan manual yang telah dilakukan, diketahui bahwa nilai koefisien korelasi Pearson Product Moment . antara variabel keaktifan mahasiswa dalam program MSIB (X) dan kreativitas mahasiswa (Y) adalah sebesar 0,798. Nilai ini menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara kedua variabel, yang berarti bahwa semakin tinggi keaktifan mahasiswa dalam mengikuti program MSIB, maka semakin tinggi pula tingkat kreativitasnya. Adapun tingkat kekuatan hubungan tersebut dapat dikategorikan berdasarkan pendapat (Sugiyono, 2. sebagai berikut: Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 56-64, 2025 | 61 Efektivitas Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) terhadap Kreativitas Mahasiswa (Studi Survei di Universitas Islam Jakart. Siti Uswatun Hasanah. Raihan Tabel 9: Kategori Tingkat Kekuatan "r" Berdasarkan klasifikasi tersebut, nilai r = 0,798 termasuk dalam kategori korelasi kuat. Selanjutnya, untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabel X terhadap variabel determinasi . A), yang diperoleh sebesar 63,68%. Hal ini berarti bahwa keaktifan MSIB memberikan kontribusi sebesar 63,68% terhadap variasi kreativitas mahasiswa. Dengan kata lain, 63,68% dari kreativitas mahasiswa dapat dijelaskan oleh keaktifan dalam mengikuti program MSIB, sedangkan sisanya sebesar 36,32% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar variabel yang diteliti dalam penelitian ini, seperti lingkungan belajar, pengalaman sebelumnya, motivasi internal, atau dukungan eksternal. Dengan demikian, hasil analisis ini hubungan yang signifikan dan bermakna antara keaktifan mahasiswa dalam program MSIB dengan pengembangan kreativitas. Nilai korelasi yang kuat dan kontribusi determinasi yang tinggi menunjukkan bahwa program MSIB berperan penting dalam mendorong pemikiran kritis dan inovatif Setelah dilakukan perhitungan secara mengolah data menggunakan bantuan program statistik SPSS untuk memperkuat dan mengonfirmasi hasil analisis secara Berdasarkan Descriptive Statistics, diketahui bahwa rata-rata keaktifan mahasiswa dalam program MSIB adalah 37,86 dengan standar deviasi 5,780, menunjukkan bahwa tingkat partisipasi mahasiswa cenderung tinggi dan tersebar cukup merata. Sementara itu, rata-rata kreativitas mahasiswa adalah 32,93 dengan 11,689, mengindikasikan tingkat kreativitas yang bervariasi, namun secara umum berada pada kategori sedang hingga tinggi. Hasil uji korelasi Pearson dalam tabel Correlations menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,798 dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai ini menunjukkan adanya hubungan yang positif dan kuat antara keaktifan mahasiswa dalam program MSIB dengan kreativitasnya. Karena nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut signifikan secara Artinya, semakin aktif mahasiswa dalam mengikuti program MSIB, semakin tinggi pula tingkat kreativitas yang dimiliki. Selanjutnya, berdasarkan hasil analisis regresi sederhana pada tabel Model Summary, diperoleh nilai R = 0,798. R Square = 0,637, dan Adjusted R Square = 0,623. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 63,7% variasi kreativitas mahasiswa dapat dijelaskan oleh keaktifan dalam program MSIB, sedangkan sisanya sebesar 36,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Nilai F hitung sebesar 47,352 dengan signifikansi 0,000 menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan dalam penelitian ini signifikan, dan variabel keaktifan mahasiswa dalam program MSIB secara nyata berpengaruh terhadap kreativitas mahasiswa. Temuan ini relevan dengan teori kreativitas Torrance, yang menekankan empat indikator utama, yaitu kelancaran . , keluwesan . , orisinalitas . , dan elaborasi . Program MSIB yang membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di luar program studi memberikan paparan terhadap pengetahuan, keterampilan, dan tantangan yang berbeda dari bidang yang selama ini Kondisi ini mendorong keluwesan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 56-64, 2025 | 62 Efektivitas Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) terhadap Kreativitas Mahasiswa (Studi Survei di Universitas Islam Jakart. Siti Uswatun Hasanah. Raihan berpikir, kemampuan melihat masalah dari berbagai sudut pandang, dan penciptaan ideide baru yang lebih orisinal. Lingkungan belajar lintas disiplin ini menjadi faktor eksternal yang menstimulasi perkembangan indikator kreativitas yang dimaksud Torrance. Selain itu, hasil penelitian ini juga sejalan dengan Model Komponen Kreativitas dari Amabile, yang menyebutkan bahwa kreativitas dipengaruhi oleh keterampilan . omain-relevant keterampilan berpikir kreatif . reativityrelevant skill. , dan motivasi intrinsik. Dalam konteks MSIB, keterampilan relevan yang dimaksud bukan hanya berasal dari bidang studi utama, tetapi juga dari pengalaman di luar disiplin tersebut yang diperoleh selama mengikuti program. Sifat MSIB yang bersifat sukarela menunjukkan bahwa peserta memiliki motivasi intrinsik yang tinggi untuk mengembangkan diri, mencoba hal baru, dan memecahkan masalah dalam konteks yang belum familiar. Menurut Amabile, motivasi seperti ini menjadi kunci penting dalam memunculkan kreativitas yang optimal. Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat pemahaman bahwa keaktifan dalam program MSIB dapat menjadi pendorong signifikan bagi perkembangan kreativitas mahasiswa, terutama karena sifat program ini yang lintas disiplin dan memberikan ruang eksplorasi yang luas. Kombinasi pembelajaran di luar zona nyaman akademik, dan dukungan lingkungan yang memfasilitasi inovasi membuat MSIB menjadi sarana strategis untuk mengasah potensi kreatif mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa kini. KESIMPULAN Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) terbukti efektif dalam Universitas Islam Jakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara keaktifan mahasiswa dalam program MSIB Nilai koefisien korelasi Pearson . sebesar 0,798 menunjukkan korelasi yang kuat, dan nilai signifikansi (Sig. 2-taile. sebesar 0,000 (< 0,. menegaskan bahwa hubungan ini signifikan secara statistik. Pengaruh Program MSIB terhadap kreativitas mahasiswa Universitas Islam Jakarta mencapai 63,7%. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,637, yang berarti bahwa sebesar 63,7% dijelaskan oleh tingkat keaktifan dalam mengikuti program MSIB, sedangkan sisanya sebesar 36,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA