Eksplorasi Potensi Alam dan Kuliner Lokal dalam Pengembangan Paket Ekowisata ISSN: di Desa Tua,E-ISSN: Tabanan. Bali (Pande Putu Wulandari. Ni Made Prasiwi Bestari, dan Ni Made Tirtawat. Homepage: http://jurnalpariwisata. id/index. php/JIP/index DOI: https://doi. org/10. 30647/jip. Eksplorasi Potensi Alam dan Kuliner Lokal dalam Pengembangan Paket Ekowisata di Desa Tua. Tabanan. Bali Pande Putu Wulandari1*. Ni Made Prasiwi Bestari2. Ni Made Tirtawati3 1Politeknik Pariwisata Makassar 2Universitas Pendidikan Nasional 3Politeknik Pariwisata Bali *wulandari@poltekparmakassar. Informasi Artikel Received: 30 Juli 2025 Accepted: 08 November 2025 Published: 17 November 2025 Keywords: tourism potential, ecotourism, local cuisine, community-based Kata Kunci: potensi pariwisata, ekowisata, berbasis masyarakat Abstract Tua Village in Marga District. Tabanan Regency, holds significant natural and cultural potential for ecotourism development, yet its resources remain underutilized. This study aims to explore and design ecotourism packages that integrate the villageAos natural landscape and local culinary heritage to enhance community-based tourism. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews, observations, documentation, and desk research. Informants were selected using purposive and snowball sampling, involving local leaders, community elders, and residents near key attractions such as the Bayan Ancient Tree. The findings propose two ecotourism packages. Tabanan Breeze . alf-da. and Tabanan Treasures . ull-da. , which combine cycling tours, rice field experiences, traditional games, and local cooking activities featuring Kaliadrem cake made with Marigold flowers, a primary agricultural commodity in Tua Village. These packages emphasize environmental sustainability, cultural preservation, and local empowerment. The research highlights the importance of ecotourism as a tool to strengthen rural economies, extend tourist stays, and promote BaliAos sustainable tourism development. Abstrak Desa Tua di Kecamatan Marga. Kabupaten Tabanan, memiliki potensi alam dan budaya yang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata, namun sumber daya tersebut belum dimanfaatkan secara Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan merancang paket ekowisata yang mengintegrasikan lanskap alam dan warisan kuliner lokal guna memperkuat pariwisata berbasis masyarakat. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan dipilih menggunakan teknik purposive dan snowball sampling, melibatkan tokoh masyarakat, pemimpin adat, serta warga di sekitar atraksi utama seperti Pohon Bayan (Bayan Ancient Tre. Hasil penelitian menghasilkan dua rancangan paket ekowisata, yakni Tabanan Breeze . etengah har. dan Tabanan Treasures . ehari penu. , yang menggabungkan tur bersepeda, aktivitas di sawah, permainan tradisional, serta kelas memasak kue Kaliadrem berbahan bunga Gumitir, komoditas utama Desa Tua. Paket ini menekankan keberlanjutan lingkungan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Penelitian ini menegaskan pentingnya ekowisata sebagai sarana penguatan ekonomi pedesaan, memperpanjang masa tinggal wisatawan, dan mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Bali. Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 379-394 Eksplorasi Potensi Alam dan Kuliner Lokal dalam Pengembangan Paket Ekowisata di Desa Tua. Tabanan. Bali (Pande Putu Wulandari. Ni Made Prasiwi Bestari, dan Ni Made Tirtawat. PENDAHULUAN Potensi Kabupaten Tabanan satu di antaranya adalah bidang Hal ini karena, sebagian besar perekonomian daerah, serta penggunaan lahan wilayah Tabanan masih didominasi oleh bidang pertanian dalam arti luas. Selain pengelolaan pasca panen, usaha masyarakat adalah melalui kegiatan Pariwisata kegiatan yang memiliki multidimensi dari rangkaian suatu proses pembangunan. Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan yang menyatakan bahwa penyelenggaraan kepariwisataan ditujukan untuk meningkatkan pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja, mendorong pembangunan daerah, serta memperkenalkan dan mendayagunakan daya tarik wisata. Pariwisata mampu menstimulasi masyarakat agar berpartisipasi secara aktif merupakan tumpuan, sekaligus sebagai (Yoeti. Meningkatnya partisipasi masyarakat pada gilirannya akan meningkatkan secara berkelanjutan (Budhiasa et al. , 2. Namun bagai dua belah mata pisau, perkembangan kepariwisataan dalam dampak negatif pada sejumlah aspek. Salah satu sub sektor pariwisata meminimalkan dampak negatif yang timbul dari kegiatan kepariwisataan adalah ekowisata. Pandemi COVID-19 yang berakhir beberapa tahun silam dipandang berhasil mengubah wajah destinasi ekowisata, berkat karakteristik ekowisata yang menyuguhkan aktivitas konservasi dan kembali ke alam. Aktivitas ini pun dinilai sebagai salah satu cara wisatawan akan pentingnya melestarikan kualitas lingkungan dan sumber daya agar tetap berkelanjutan. Berbagai ekowisata, satu di antaranya adalah wisata Ketika wisata gastronomi disesuaikan dengan prinsip ekowisata, misalnya, mengolah bahan lokal yang diperoleh dengan cara ramah lingkungan, mendukung petani atau produsen lokal, tradisional, maka wisata gastronomi tersebut dapat diperhitungkan sebagai bagian dari ekowisata. Wisata segmen yang sedang berkembang pesat karena dapat memperkuat identitas daerah Berkembangnya aktivitas wisata ini pun merupakan sebuah pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) tahun 2030. Salah satu nilai menumbuhkembangkan potensi hidangan orisinal daerah yang tampaknya mengalami pergeseran oleh produk-produk asing. Desa Tua di Kecamatan Marga. Kabupaten Tabanan. Provinsi Bali, menyimpan potensi alam berupa lanskap persawahan nan elok, dilengkapi dengan jalur cycling yang sering dilalui oleh wisatawan maupun penyelenggara tur. Terdapat pula atraksi wisata lainnya yaitu Pohon AuKayu PutihAy (Bayan Ancient Tre. yang diyakini oleh masyarakat setempat telah tumbuh sejak 700 tahun silam dan di-empon oleh pengempon Pura Babakan di sebelah pohon tersebut. Pohon Kayu Putih populer dikalangan para wisatawan yang sengaja berkunjung ke Desa Tua dan para fotografer sebagai lokasi untuk foto pre-wedding oleh pasangan yang akan Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 379-394 Eksplorasi Potensi Alam dan Kuliner Lokal dalam Pengembangan Paket Ekowisata di Desa Tua. Tabanan. Bali (Pande Putu Wulandari. Ni Made Prasiwi Bestari, dan Ni Made Tirtawat. Desa Tua pun memiliki sejumlah komoditas pertanian seperti bunga Marigold (Gumiti. , bunga Pacar Air (Paca. , durian, tomat, cokelat dan Bunga Marigold adalah salah satu tanaman paling populer dan mudah dijumpai, karena sengaja dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan umat Hindu di Bali. Walaupun memiliki sejumlah potensi wisata, nampaknya pertumbuhan pariwisata di Desa Tua masih belum menunjukkan hasil maksimal. Asumsi tersebut dilandasi atas masih minimnya jumlah kunjungan wisatawan ke Desa Tua. Mayoritas melintasi desa ini sebagai jalur cycling dan penasaran terhadap Pohon Kayu Putih Selain itu, tidak banyak masyarakat yang menjadikan sektor pariwisata sebagai mata pencahariannya. Berdasarkan fenomena tersebut, pengembangan Desa Tua. Tabanan. Tujuan yang ingin diwujudkan adalah semakin tumbuh kembangnya industri pedesaan yang berbasis ekowisata sebagai perekonomian masyarakat desa, dengan meningkatkan nilai tambah dari sektor Memberi nilai tambah pada sektor pertanian dapat mendukung pemasaran produk lokal, sehingga menstimulasi pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan demikian, dipandang perlu untuk merancang suatu paket wisata yang berbasis pada ekowisata di Desa Tua, dengan mengeksplorasi potensi kuliner lokal, juga sebagai bentuk wisata Selain memiliki potensi ekowisata yang besar, perencanaan paket wisata tersebut dapat ditujukan sebagai mengembangkan dan menjaga komoditi utama dari lahan pertanian masyarakat Paket wisata ini dirancang untuk meningkatkan potensi ekonomis dengan memberikan sentuhan untuk dapat mancanegara dalam menikmati kuliner asli daerah, sekaligus memperoleh pengalaman perjalanan ekowisata dan wisata gastronomi yang unik. Perencanaan paket wisata di Desa Tua pun ditujukan untuk meningkatan jumlah kunjungan wisatawan, length of stay . ama tingga. , expenditure . wisatawan, serta memberikan pilihan perjalanan wisata sehingga pariwisata Bali dalam cakupan yang lebih luas, senantiasa mengalami peremajaan dan berkelanjutan. Dengan hal-hal memperoleh manfaat ekonomi sekaligus pemerataan pembangunan. Pemerataan pembangunan tentu tidak terlepas dari tujuannya yaitu untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam nada yang serupa, (Brahmantyo et al. , 2. menawarkan pertukaran sumber daya, termasuk nilai-nilai yang dimiliki kompensasi yakni, terjadinya peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat tersebut. Hal ini pun dapat dibentuk sebagai pengembangan pariwisata pedesaan, di antaranya partisipasi dalam pengambilan manfaat dan evaluasi (Cohen & Uphoff, (Cohen & Uphoff, 1. Namun dibalik itu, paket wisata mengeksplorasi potensi kuliner lokal perlu untuk memperhatikan dampak-dampak yang ditimbulkan kepada aspek ekonomi, lingkungan dan sosial budaya di Desa Tua, baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Dengan demikian, artikel ini menyajikan dan mengeksplorasi potensi kuliner lokal di Desa Tua Tabanan melalui pengembangan paket ekowisata. Hasil penelitian ini dirancang berupa rekomendasi dan rancangan paket wisata yang dapat dikembangkan di Desa Tua Tabanan Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 379-394 Eksplorasi Potensi Alam dan Kuliner Lokal dalam Pengembangan Paket Ekowisata di Desa Tua. Tabanan. Bali (Pande Putu Wulandari. Ni Made Prasiwi Bestari, dan Ni Made Tirtawat. TINJAUAN PUSTAKA Ekowisata merupakan salah satu bentuk pariwisata berkelanjutan, yang bertanggungjawab pada alam dengan mengikutsertakan kegiatan wisata budaya, dilakukan dalam skala kecil, baik oleh wisatawan maupun pengelola ekowisata yang bersangkutan (Wood, 2. Hal tersebut senada dengan pernyataan (Damanik & Weber, 2. , bahwa ekowisata merupakan konsep pariwisata keseimbangan dan kelestarian lingkungan Berbeda halnya dengan pariwisata yang lumrah dikenal yakni Sea. Sand. Sun, ekowisata menurut (Yoeti, 2. dalam tersedianya fasilitas akomodasi yang modern atau bangunan artifisial yang berlebihan, semuanya disesuaikan dengan alam sekitarnya. Pada dasarnya, kegiatan ekowisata penyelenggaraannya dilakukan secara memelihara keaslian lingkungan tanpa merusak alam, fauna dan flora. tradisional masyarakat sekitar. terwujudnya ketenangan, sehingga tercipta keseimbangan antara kehidupan manusia dengan alam sekitarnya. (Yoeti, 2. pun lingkungan, secara ekonomis dapat berkelanjutan dan serasi dengan kondisi sosial dan kebiasaan hidup masyarakat di Aktivitas ekowisata bisa mencakup berbagai hal, dan salah satunya adalah wisata gastronomi. Wisata gastronomi ini dapat menjadi bagian dari ekowisata jika prinsip-prinsip Misalnya, bahan makanan yang digunakan harus berasal dari lokal dan diproduksi secara ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga harus mendukung petani atau produsen lokal dan melestarikan budaya kuliner tradisional. Selain itu, (Wulandari et al. , 2. menambahkan bahwa, eksistensi wisata gastronomi mengeksplorasi gaya hidup masyarakat secara spesifik, misalnya melalui kegiatan cooking experience. (Cooper, 2. menyebutkan bahwa terdapat empat komponen, yang lumrah dikenal dengan istilah 4A . ttraction, accessibility, amenities, ancillary servic. , yang harus diperhatikan dalam pariwisata. Pemetaan terhadap aspek 4A pun dilakukan agar pengembangan paket ekowisata di Desa Tua Tabanan selaras dengan potensi yang dimiliki. (Anggara et al. , 2. menyebutkan bahwa aksesibilitas memiliki peranan yang krusial dalam ekowisata, karena selain berdampak terhadap pengalaman para wisatawan, juga memengaruhi pada aspek lingkungan serta masyarakat Atraksi wisata diakui sebagai sarana untuk mengembangan potensi wisata dan memaksimalkan manfaatnya bagi masyarakat (Mahamadu & Salia. Hal senada diungkapkan oleh (Nasir et al. , 2. bahwa daya tarik dan aksesibilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat kunjungan Amenitas mengacu pada fasilitas dasar yang tersedia di destinasi wisata yang dapat dimanfaatkan oleh kenyamanan (Nawangsari et al. , 2. Penelitian mengenai ekowisata dan wisata gastronomi di Desa Tua. Tabanan. Bali secara spesifik belum banyak ditemukan, beberapa di antaranya mengkaji tentang komodifikasi Pura Babakan sebagai atraksi wisata yang dilakukan oleh (Prawira et al. , 2. kemudian (Yoganatha et al. , 2. melakukan penelitian tentang permainan tradisional dalam fotografi dokumenter. dan (Martini et al. , 2. meneliti pengaruh daya tarik wisata dan bauran promosi terhadap minat berkunjung wisatawan ke Obyek Wisata Kayu Putih. Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 379-394 Eksplorasi Potensi Alam dan Kuliner Lokal dalam Pengembangan Paket Ekowisata di Desa Tua. Tabanan. Bali (Pande Putu Wulandari. Ni Made Prasiwi Bestari, dan Ni Made Tirtawat. METODE Penelitian ini adalah perencanaan paket ekowisata yang mengeksplorasi potensi kuliner lokal ini dipaparkan secara deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui kegiatan wawancara terhadap informan yang dipilih melalui purposive sampling, yakni Kepala Desa Tua Tabanan. tokoh masyarakat dan adat Pura Babakan. tokoh pemuda dari sekaa teruna teruni dan masyarakat di sekitar Pohon Kayu Putih yang merupakan atraksi wisata di Desa Tua Tabanan. Informan tersebut dipilih dengan pertimbangan pada kemampuannya untuk memasok informasi karena mereka yang terpilih merupakan penduduk setempat yang memahami kondisi desanya. Selain itu, snowball sampling yakni suatu metode yang dilakukan melalui proses bergulir dari satu responden ke responden lainnya, dalam hal ini ditujukan kepada informan seperti tokoh masyarakat dan pemuda di Desa Tua Tabanan yang disarankan dari satu tokoh ke tokoh lainnya, juga dilakukan. Teknik wawancana yang digunakan adalah wawancara tidak terstruktur yaitu pedoman wawancara yang memuat pertanyaan secara garis besar. Data yang diperoleh dari sejumlah mewujudkan validitas data secara keseluruhan dengan cara membandingkan serta melengkapi data hasil observasi dan dokumentasi dengan informasi yang diberikan oleh informan. Desk research, dokumentasi dan observasi dengan instrumen check list diaplikasikan untuk memperoleh gambaran umum sehingga mampu mendeskripsikan fenomena di lapangan melalui pengumpulan buktibukti fisik baik dalam bentuk foto dan video yang berkaitan dengan data penelitian serta melalui literatur. Selain memperkuat dan mendukung informasi yang telah diperoleh dari data primer dalam merumuskan perencanaan paket ekowisata di Desa Tua. Kecamatan Marga. Kabupaten Tabanan. Provinsi Bali. HASIL DAN PEMBAHASAN Menggali Potensi Desa Tua Tabanan dengan Pendekatan 4A Secara administratif. Desa Tua terdiri atas tiga banjar adat yaitu Banjar Adat Tua. Banjar Adat Bayan dan Banjar Adat Cau. Luas wilayah Desa Tua adalah 380 Hektar, dengan luas wilayah pemukiman 107 Ha, luas pertanian sawah 146 Ha, luas ladang/tegalan 115,11 Ha, perkantoran, sekolah, jalan hingga lapangan, dengan titik koordinat 8A24`42``,115A10`50``, 493. OM, 339. Desa ini berbatasan dengan Desa Baru di sebelah utara, di sebelah barat berbatasan dengan Desa Payangan dan Kecamatan Penebel, kemudian berbatasan dengan Desa Petiga dan Perean secara berurutan di sebelah selatan dan timur. Untuk menuju Desa Tua, diperlukan waktu sekitar 35 menit atau jarak tempuhnya setara dengan 17 km dari Kota Tabanan. Dalam kegiatan pariwisata, komponen-komponen pariwisata akan pengembangan suatu kawasan. Atraksi Wisata (Attractio. Atraksi wisata di suatu destinasi memainkan peranan penting dalam berhubungan langsung dengan konsep pelestarian alam dan pemberdayaan Hal diungkapkan oleh (Madjid et al. , 2. yang menggarisbawahi atraksi wisata sebagai produk utama dari suatu destinasi yang dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung, dan memilih destinasi (Mahamadu & Salia, 2. Desa Tua menampilkan kekayaan atraksi wisata alam, sebagai berikut: Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 379-394 Eksplorasi Potensi Alam dan Kuliner Lokal dalam Pengembangan Paket Ekowisata di Desa Tua. Tabanan. Bali (Pande Putu Wulandari. Ni Made Prasiwi Bestari, dan Ni Made Tirtawat. Pohon Kayu Putih (Bayan Ancient Tre. Gambar 1. Pohon Kayu Putih (Bayan Ancient Tre. Sumber: Dokumentasi Peneliti . Kayu Putih merupakan pohon besar yang rindang menyerupai pohon beringin. Konon menurut masyarakat setempat, pohon ini telah tumbuh 700 tahun yang Keunikan pohon Kayu Putih (Bayan Ancien Tre. ini adalah akar-akarnya yang besar sehingga menjadi sebuah spot foto yang tergolong unik seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Tidak sedikit wisatawan yang mengunjungi Pohon Kayu Putih hanya untuk berfoto. Tempat ini juga sering dimanfaatkan sebagai menjadi latar belakang foto pre-wedding oleh banyak Kebun Bunga Marigold dan Mengolah Kuliner Lokal Sebagian masyarakat Desa Tua bermata pencaharian sebagai petani bunga Marigold dan bunga Pacar Air. Bungabunga tersebut sering digunakan sebagai sarana upacara umat Hindu di Bali. Kebun bunga Marigold, atau disebut oleh masyarakat sebagai bunga Gumitir jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan bunga Pacar Air. Kebun bunga Gumitir ini ditata dengan teratur sehingga dimanfaatkan sebagai atraksi wisata di Desa Tua. Wisatawan dapat berfoto dengan latar belakang kebun bunga Gumitir seperti pada Gambar 2. Hasil panen bunga Gumitir yang melimpah di Desa Tua dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kuliner lokal yang otentik yakni kue kaliadrem dan diaplikasikan dalam aktivitas cooking experience yang berkaitan dengan wisata gastronomi (Wulandari et al. , 2. Seperti diungkapkan oleh (Barrera & Alvarado, 2. gastronomi merupakan hasil dari pertanian, sehingga warna, aroma, dan rasa dari sebuah hidangan mencerminkan asal-usul lingkungan tempat bahan baku tersebut diproduksi. Jika biasanya kue kaliadrem diolah tanpa campuran bunga Gumitir, maka di Desa Tua, kue kaliadrem ini diolah dengan campuran bunga Campuran bunga Gumitir pada kue kaliadrem dapat memberi ciri khas menyerupai madu dan aroma yang Awal cerita dari kue bunga Gumitir ini adalah kunjungan acara Jejak Si Gundul Trans TV. (Wulandari et al. menegaskan, pengalaman memasak . ooking experenc. berperan dalam mendorong serta mempererat interaksi antara host dan guest. Hal ini bukan hanya tentang menikmati hidangan khas Bali di tengah suasana rumah tradisional atau arsitektur Bali di sebuah restoran, tetapi juga tentang ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan budaya. Gambar 2. Kebun Bunga Marigold di Desa Tua Sumber: Dokumentasi Peneliti . Hamparan Areal Persawahan Desa Tua menyajikan bentang alam dengan suasana yang sejuk dan damai. Hal ini didukung oleh mata pencaharian masyarakat Desa Tua yang didominasi Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 379-394 Eksplorasi Potensi Alam dan Kuliner Lokal dalam Pengembangan Paket Ekowisata di Desa Tua. Tabanan. Bali (Pande Putu Wulandari. Ni Made Prasiwi Bestari, dan Ni Made Tirtawat. oleh kegiatan di areal persawahan. Luas persawahan di Desa Tua mencapai 146 Ha, yang terdiri atas sawah irigasi teknis dengan luas 54 Ha dan sawah irigasi setengah teknis seluas 92 Ha. Persawahan Desa Tua ini memiliki potensi wisata yang menonjol, berkat keelokan lanskapnya. Areal dikembangkan sebagai jalur-jalur trekking untuk kegiatan ekowisata, apalagi kondisi persawahan di Desa Tua masih lestari, sehingga menyempurnakan suasana desa Aktivitas wisata tersebut dapat dilakukan dengan mengelilingi Desa Tua dan akan memberikan pengalaman yang otentik bagi wisatawan. Wisatawan dapat memanfaatkan pematang sawah sebagai jalur trekking dan dapat membasuh anggota tubuh yang terkena lumpur saat melintasi pematang sawah di selokan kecil di sebelah sawahnya atau pancoran yang terdapat di Desa Tua. Terlebih lagi, wisatawan juga dapat merasakan hasil panen dari masyarakat setempat, misalnya menikmati segarnya kelapa muda dan manisnya buah Wisatawan pun dapat merasakan Desa Tua menanam padi di sawahnya. Penduduk Desa Tua tidak keberatan jika ada wisatawan yang ingin belajar menanam Penduduk lokal akan menuntun bagaimana cara menanam padi dengan baik dan benar, karena menanam padi tidak sekedar menacapkan padi ke tanah, melainkan terdapat cara-cara khusus agar padi tersebut bisa tumbuh subur. Aktivitas menanam padi ini tidak tersedia setiap hari, bergantung pada masyarakat yang melakukan kegiatan menanam padi. Jika wisatawan ingin merasakan sensasi menanam padi sambil berlumur dengan lumpur, wisatawan hendaknya datang pada awal bulan seperti Januari dan Februari, karena pada bulanbulan tersebut masyarakat memulai kegiatan menanam padi ini. Jika pada bulan April dan Mei, tumbuhan padi yang ditanam sudah mulai meninggi sehingga kegiatan ini akan tidak dapat dilakukan. Cycling Berkeliling Desa Tua Gambar 3. Cycling Berkeliling Desa Tua Sumber: Dokumentasi Peneliti . Selain trekking dan sightseeing, kegiatan yang dapat dilakukan selanjutnya mengelilingi Desa Tua seperti Gambar 3. Desa Tua memiliki jalur cycling yang acapkali dimanfaatkan oleh wisatawan dan pengelola tur independen. Jalur ini melewati persawahan, perkebunan bunga Gumitir, pemukiman penduduk, dan melewati sungai. Jalur ini pula masih sangat asri dan alami sehingga wisatawan yang bersepeda bebas dari kegiatan kendaraan bermotor yang berlalulalang di jalan raya. Terdapat sejumlah jalur yang dapat dipilih oleh wisatawan yang berkunjung yaitu short track dengan konfigurasi datar dan long track dengan konfigurasi berbukit. Dengan demikian, potensi atraksi wisata yang dimiliki oleh Desa Tua Tabanan sejalan prinsip-prinsip dasar ekowisata, yaitu atraksi wisata berbasis alam yang secara aktif berkontribusi masyarakat lokal dalam pengelolaan serta pembelajaran dari lingkungan untuk wisatawan. Meskipun demikian, pemahaman yang terbatas dalam mengemas produk ekowisata menjadi tantangan yang kerap dihadapi oleh masyarakat. Beberapa faktor yang mungkin menyebabkan hal ini terjadi meliputi, kurangnya wawasan tentang Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 379-394 Eksplorasi Potensi Alam dan Kuliner Lokal dalam Pengembangan Paket Ekowisata di Desa Tua. Tabanan. Bali (Pande Putu Wulandari. Ni Made Prasiwi Bestari, dan Ni Made Tirtawat. konsep ekowisata. minimnya kreativitas dalam menciptakan paket wisata yang dan keterbatasan sumber daya untuk mengembangkan produk ekowisata (Anggara et al. , 2. Padahal komponen potensi yang dimiliki sebenarnya sudah cukup untuk dikembangkan. Aksesibilitas (Accesibilit. Desa Tua terletak di Kecamatan Marga. Kabupaten Tabanan. Akses menuju Desa Tua tergolong mudah untuk dilalui, sehingga memudahkan arus pengembangan ekowisata di daerah Hal serupa diungkapkan oleh (Wirata et al. , 2. bahwa Desa Tua memiliki akses yang mudah dan strategis, berkat lokasinya dekat dengan destinasi utama seperti Jatiluwih. Bedugul. Ubud. Denpasar, dan Bandara Ngurah Rai. Wisatawan Denpasar-Singaraja. Untuk menuju Desa Tua, diperlukan waktu sekitar 15 menit atau jaraknya sekitar tujuh kilometer dari Kecamatan Marga, sedangkan dari ibukota Kabupaten Tabanan, yaitu Kota Tabanan memerlukan waktu sekitar 35 menit atau jarak tempuhnya setara dengan 17 kilometer. Kondisi jalan raya yang dilalui menuju Kecamatan Marga yaitu jalur Denpasar-Singaraja tergolong baik, dan lebar jalan yang dilalui cukup luas, dapat dilalui oleh berbagai jenis Kemudian, memasuki daerah Marga, jalan yang dilalui mulai menyempit, dan mulai sedikit berlubang, tetapi jalan tersebut tergolong tidak rusak parah. Ketika memasuki wilayah Desa Tua, yang ditandai dengan monumen khas, jalan yang dilalui tergolong sempit untuk arah kendaraan dua jalur, namun masih dapat dilalui oleh mobil tur hingga sepeda. Untuk menuju pohon Kayu Putih, signage atau petunjuk arah dapat dengan mudah wisatawan untuk menemukan atraksi wisata ini bahkan saat kunjungan Senada dengan diungkapkan oleh (Suanmali, 2. bahwa aksesibilitas merupakan kapasitas dalam menyediakan akses bagi wisatawan menuju suatu destinasi wisata, termasuk memfasilitasi mobilitas wisatawan untuk menjangkau seluruh area di dalam destinasi tersebut. Meskipun demikian, jalan yang dilalui sedikit berlubang dengan lapisan permukaan beton pada jalan tersebut. Secara keseluruhan, aksesibilitas menuju Desa Tua Tabanan relatif mudah, yang memungkinkan masyarakat lokal untuk memperoleh peluang berpartisipasi dalam kegiatan pariwisata di daerah mereka. Amenitas (Amenitie. dan Ancillary Service (Fasilitas Pendukun. Fasilitas yang mendukung kegiatan kepariwisataan mayoritas berlokasi di sekitar area Bayan Ancient Tree dan area Ini disebabkan oleh tingginya aktivitas wisatawan yang sebagian besar berlangsung di area tersebut. Fasilitas masyarakat setempat, toilet, area parkir hingga bale-bale sebagai tempat untuk beristirahat maupun bercengkrama dengan masyarakat setempat. Famo Cafy Kayu Putih seperti pada Gambar 4 adalah fasilitas kuliner yang terletak berdampingan dengan atraksi wisata di Desa Tua, yakni di tengah area persawahan, menawarkan pemandangan alam yang mengarah pada Pohon Kayu Putih dari kejauhan. Cafy yang memperoleh penilaian 4,9 di Google Review dan terdiri atas bangunan berbahan kayu beratapkan ilalang ini menawarkan berbagai jenis menu makanan, mulai dari Indonesian Food seperti nasi goreng. Western Food seperti chicken sandwich dan burger hingga beragam variasi minuman dari coffee, non-coffee dan jus buah segar. Seperti diungkapkan oleh (Basiya & Rozak, 2. bahwa minat untuk melakukan kunjungan ulang dapat digugah apabila terdapat Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 379-394 Eksplorasi Potensi Alam dan Kuliner Lokal dalam Pengembangan Paket Ekowisata di Desa Tua. Tabanan. Bali (Pande Putu Wulandari. Ni Made Prasiwi Bestari, dan Ni Made Tirtawat. evaluasi positif terhadap suatu destinasi Evaluasi positif ini terkait, antara lain, dengan kualitas komponen 4A dalam destinasi wisata tersebut. Gambar 4. Famo Cafy Kayu Putih Sumber: Dokumentasi Peneliti . Ketersediaan akomodasi digarisbawahi oleh (Kurniansah & Hali, 2. sebagai produk sekaligus kondisi Berkat adanya amenitas akomodasi dan bersifat komersial, maka kebutuhan dan memberikan kenyamanan kepada wisatawan. Wisatawan yang ingin menghabiskan waktu untuk bermalam di Desa Tua, dapat menginap di homestay yang disediakan oleh masyarakat Salah satu contohnya adalah Pondok Bali Raden Kawan Home Stay, yang mengusung arsitektur dengan ukiran khas Bali dan memperoleh penilaian 5,0 pada platform Google Review. Alam Desa Homestay yang berlokasi di jalan utama Kecamatan Marga pun menawarkan pengalaman yang serupa, yakni menginap di rumah bale khas Bali dengan arsitektur yang (Anggara et al. , 2. menegaskan bahwa homestay tidak hanya menawarkan pengalaman otentik bagi wisatawan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi Homestay peahaman dan penghargaan terhadap gaya hidup lokal, yang sejalan dengan prinsip ekowisata. Selain homestay yang dikelola oleh masyarakat setempat sebagai upaya untuk terlibat dalam kue pariwisata di daerahnya, terdapat pula akomodasi lainnya yakni Rumah Kayu Mataraja Villa yang populer dikalangan Hal ini berkat arsitektur bangunannya yang bertemakan dan tersusun dari kayu, memiliki fasilitas kolam renang pribadi dan pemandangan Meskipun tambahan . ncillary service. seperti diungkapkan oleh (Sunaryo, 2. yakni ketersediaan fasilitas pendukung yang dapat dimanfaatkan oleh wisatawan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan penukaran uang, amenitas penyewaan, pusat informasi, transportasi lokal, layanan pemandu wisata, hingga toko Padahal, (Tait & Mazibuko, 2. menegaskan bahwa layanan tambahan bertujuan untuk meningkatkan berkontribusi dalam memperpanjang durasi kunjungan. Durasi kunjungan yang lebih panjang dinilai akan mendorong pengeluaran yang lebih besar pula. Hal ini pun berdampak terhadap kepuasan wisatawan dan kunjungan ulang. Nakici & Harman, 2. menambahkan bahwa fasilitas pendukung merupakan atribut destinasi yang dapat mempengaruhi citra Pengelolaan Dalam perkembangan wisata di Desa Tua, masyarakat setempat dengan berfokus pada pengelolaan wisata Pohon Kayu Putih serta aktivitas cycling. Atraksi wisata ini dibuka dari pukul 07. 00 pagi Wisatawan mengunjungi Pohon Kayu Putih tidak dikenakan biaya tiket masuk dengan nominal tertentu melainkan hanya donasi sukarela, begitu pun pengunjung yang menggunakan jalur cycling di Desa Tua. Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 379-394 Eksplorasi Potensi Alam dan Kuliner Lokal dalam Pengembangan Paket Ekowisata di Desa Tua. Tabanan. Bali (Pande Putu Wulandari. Ni Made Prasiwi Bestari, dan Ni Made Tirtawat. Untuk kedepannya, akan ditetapkan harga tiket masuk kepada para pengunjung yang datang, apabila pengelolaan sudah dapat Pokdarwis. Dana donasi yang telah terkumpul akan digunakan sebagai biaya operasional atraksi wisata Pohon Kayu Putih, seperti penataan lingkungan dan Sebagian dana juga digunakan dalam kegiatan keagamaan di Pura Babakan yang terletak berdampingan dengan pohon ini dan di-empon oleh masyarakat sekitar. Kegiatan pengelolaan terhadap Bayan Ancient Tree ini memainkan peranan penting dalam melestarikan lingkungan alam dan menjaga habitat, serta memberikan inspirasi bagi para wisatawan untuk turut berkontribusi dalam pelestariannya. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip ekowisata yang menekankan partisipasi aktif masyarakat dalam memelihara dan melestarikan sumber daya alam (Rhama, 2. (Anggara et al. , 2. pun menyatakan bahwa inisiatif pengelolaan tersebut memperhatikan kelestarian lingkungan, masyarakat setempat. Eksplorasi Alam dan Kuliner Autentik Desa Tua Tabanan Melalui Tabanan Breeze (Half Da. dan Tabanan Treasures (Full Da. Tour Package Berdasarkan identifikasi terhadap potensi yang ditawarkan Desa Tua Tabanan melalui aspek 4A, dirancang dua jenis paket ekowisata, di antaranya Half Day Tour Package yang diberi nama Tabanan Breeze dan Tabanan Treasures yang merupakan Full Day Tour Package. Tabanan Breeze yang berdurasi tujuh jam berkeliling Desa Tua dan mempelajari Pohon Kayu Putih. Sementara itu. Tabanan Treasures melibatkan wisatawan dalam kegiatan cooking experience dan traditional games sehingga menghabiskan durasi selama 11 jam. Produk paket ekowisata yang dirancang merupakan ready-made tour, ditargetkan memiliki kualitas produksi dan pengalaman yang unik serta berdampak positif bagi wisatawan dan masyarakat lokal. Readymade tour didefinisikan oleh (Abdullah & Prihastuti, 2. sebagai paket wisata yang telah disusun dengan komponenkomponen yang sudah ditentukan, tidak dapat diubah, dan siap dikonsumsi oleh Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa terdapat sejumlah aktivitas wisata sejenis yang ditemukan di daerah Tabanan seperti dikutip dari TripAdvisor yaitu Rasa Pupuan Cooking Class. Talenan Bali Cooking Class. Bali Lost Adventure, dan Cau Factory & Farm. Rasa Pupuan Cooking Class adalah sebuah kelas memasak di daerah Pupuan. Tabanan, yang menawarkan pengalaman kuliner Bali yang autentik dan terhubung dengan budaya lokal. Rasa Pupuan menekankan pada pengalaman rasa dan cita rasa lokal. Pupuan terkenal dengan pegunungan Bali yang hijau dan subur. Wisatawan mungkin tertarik untuk mengambil kelas memasak di daerah yang menawarkan pemandangan alam dan lingkungan yang tenang. Talenan Bali Cooking Class menawarkan aktivitas cooking class yang dikombinasikan dengan tur berkeliling Mereka menyajikan hidangan khas Bali dan belajar tentang budayanya melalui aktivitas sosial di dalamnya. Talenan Bali menghadirkan juru masak lokal dan organic farm, serta pemandu wisata yang akan menemani wisatawan berbelanja ke pasar lokal setempat. Bali Lost Adventure memberikan opsi tur bersepeda dengan jarak tempuh keseluruhan sepanjang 25 kilometer. Selama perjalanan, wisatawan akan memandang areal persawahan di wilayah Tabanan, menyusuri desa-desa dan sungai Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 379-394 Eksplorasi Potensi Alam dan Kuliner Lokal dalam Pengembangan Paket Ekowisata di Desa Tua. Tabanan. Bali (Pande Putu Wulandari. Ni Made Prasiwi Bestari, dan Ni Made Tirtawat. serta pemandangan gunung dari kejauhan. Selama tur berlangsung, wisatawan ditawarkan aktivitas mengunjungi rumah masyarakat lokal untuk melihat dan turut bergabung dalam membuat persembahan, bermain musik tradisional, menanam padi dan bahkan mengunjungi sekolah untuk meninjau aktivitas siswa. Cau Factory Farm mengedepankan wisata edukasi dengan menawarkan aktivitas ke kebun coklat dan mengolahnya hingga menjadi coklat batangan yang lumrah dikenal. Selain itu, wisatawan dapat berpartisipasi dalam aktivitas bersama masyarakat setempat seperti membuat persembahan, menanam padi dan membajak sawah. Serupa halnya dengan Cau Factory & Farm. Taman Sari Buwana melibatkan masyarakat setempat dalam kegiatan sehari-hari masyarakat Hindu Bali dengan wisatawan. Dengan demikian, keunggulan paket ekowisata Tabanan Breeze dan Tabanan Treasures adalah selain berkeliling Desa Tua wisatawan turut terlibat dalam memahami budaya masyarakat dan mempelajari warisan budaya mengenai Pohon Kayu Putih yang tidak dijumpai di wilayah lain. Wisatawan mengolah hasil pertanian di Desa Tua yaitu bunga Marigold dan kue khas Bali yakni Kaliadrem. Aktivitas cooking experience membuat kue Kaliadrem memberi nilai tambah atas aktivitas pertanian di Desa Tua Tabanan, sekaligus memberikan pengalaman cita rasa lokal, serta menghadirkan juru masak yakni masyarakat setempat. Tidak banyak tersedianya paket ekowisata dan cooking experience di Desa Tua khususnya, serta Tabanan Kaliadrem pertanian yakni bunga Marigold serta warisan budaya khas Desa Tua menjadi keunggulan paket ini. Namun demikian, produk kue Kaliadrem dengan bunga Marigold mudah untuk diolah, sehingga terdapat indikasi adanya persaingan dengan tur lain. Tantangan lainnya adalah Desa Tua Tabanan berjarak sekitar 30 km hingga 45 km dari sentra pariwisata Bali seperti Kuta dan Ubud, yang dapat berdampak pada keputusan berkunjung wisatawan untuk mengonsumsi paket ekowisata ini. (Devani et al. , 2. menyebutkan bahwa terdapat hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam menyusun paket wisata, di antaranya waktu tempuh dan rute, variasi objek, starting point, finishing point, itinerary secara keseluruhan dan perhitungan harga wisata. Harga wisata dijelaskan oleh (Devani et al. , 2. meliputi net price/person yakni merujuk pada harga yang terdiri dari total biaya pengelolaan perjalanan ditambah dengan margin keuntungan yang diinginkan. sedangkan harga jual dengan agent commission adalah jasa imbalan kepada perantara . enjualan tidak langsung kepada wisatawa. berupa komisi sebesar 10% dari harga yang telah ditentukan. Selain melalui perantara . , agar Tabanan Breeze dan Tabanan Treasures dikenal oleh wisatawan sehingga menarik minatnya untuk mengonsumsi paket ekowisata ini ketika berkunjung ke Bali, dilakukan promosi di berbagai media, misalnya menyebarkan brosur di Tourist Information Center dan sentra pariwisata, melalui media sosial, hingga organisasi di bidang pariwisata. Pasar sasaran Tabanan Breeze dan Tabanan Treasures ini ditujukan untuk menyasar wisatawan asal benua Eropa. Hal ini disebabkan oleh paket wisata ini dipandang sesuai dengan karakteristik wisatawan asal Eropa. Selain itu, dalam daftar dua puluh besar negara asal wisatawan yang berkunjung ke Bali tahun 2019-2024, wisatawan asal benua Eropa mendominasi daftar tersebut. Bahkan, dalam sepuluh negara teratas di daftar Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 379-394 Eksplorasi Potensi Alam dan Kuliner Lokal dalam Pengembangan Paket Ekowisata di Desa Tua. Tabanan. Bali (Pande Putu Wulandari. Ni Made Prasiwi Bestari, dan Ni Made Tirtawat. Inggris. Prancis. Belanda dan Jerman menjadi negara dengan jumlah kunjungan wisatawan yang tinggi (Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, 2. Beberapa karakteristik umum dari wisatawan Eropa sehingga menjadi pasar sasaran dari paket ekowisata ini di antaranya, wisatawan asal benua Eropa sering dikenal karena keterbukaan mereka terhadap pengalaman dan budaya baru, sera mereka cenderung memilih opsi transportasi yang ramah lingkungan, berkomitmen pada praktik berkelanjutan, dan mendukung bisnis lokal yang peduli terhadap lingkungan. Banyak wisatawan asal Eropa cenderung mengapresiasi liburan berbasis alam, seperti aktivitas bersepeda, pendakian, atau berkemah. Mereka sering mencari pengalaman di alam terbuka dan mencari tempat-tempat yang indah dan berdampingan dengan alam (Rosalina et al. , 2. Selain, wisatawan asing, disasar pula wisatawan domestik, secara spesifik wisatawan yang gemar bersepeda. Tabanan Breeze (Half Day Tou. Durasi ekowisata ini adalah tujuh jam, dimulai dari pukul 08. 00 hingga 14. Kegiatan ini diawali dengan safety briefing dan demo mengenai sepeda yang digunakan yang dimulai pada pukul 08. 00 sambil menikmati kue Kaliadrem dan ditemani secangkir teh atau kopi. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Pada pukul 09. 00 kegiatan dilanjutkan dengan tur bersepeda sesi pertama. Pada sesi ini jarak bersepeda yang ditempuh sekitar satu kilometer. Selama perjalanan, wisatawan akan melewati hamparan sawah dan kebun Marigold sambil Perjalanan dilanjutkan menuju tempat makan siang dengan estimasi yang dibutuhkan dari 30 sampai 12. Setibanya, wisatawan disuguhkan santap siang di salah satu rumah warga, dengan menu utama ikan mujair, sayur plecing kangkung, sambal dan nasi. Santap siang ini disajikan oleh pemilik rumah tempat wisatawan beristirahat. Selain menu utama, peserta juga akan disajikan kelapa muda dan buah durian . segar Wisatawan pun dilibatkan dalam aktivitas yang dilakukan dalam family compound, mulai dari merangkai persembahan hingga sehari-hari Setelah cukup beistirahat makan siang, kegiatan bersepeda kembali dilanjutkan melewati pancoran di Desa Tua. Wisatawan dapat berfoto di pancoran tersebut maupun membersihkan diri, kemudian perjalanan dilanjutkan kembali pada pukul 13. 30 WITA. Wisatawan tiba di meeting point yaitu pohon Kayu Putih (Bayan Ancient Tre. Kegiatan terakhir dari paket Tabanan Breeze adalah tur disekitar pohon Kayu Putih. Pada kegiatan ini, wisatawan akan diajak berkeliling pohon Kayu Putih dan pemandu berkisah tentang pohon tersebut. Sebagai penutup, peserta dapat berfoto dengan latar belakang dari Bayan Ancient Tree dan dilanjutkan dengan kegiatan review. Harga yang ditawarkan untuk paket Tabanan Breeze sebesar Rp 400. 000 per orang dengan minimal peserta sebanyak dua orang. tiga sampai empat orang sebesar Rp 350. 000 per orang. maksimal enam orang seharga Rp 300. per orang dalam satu kelompok yang dipandu oleh satu orang guide dan bersifat open trip. Harga tersebut sudah termasuk seluruh kelengkapan tur bersepeda. Variable cost, yakni biaya yang ditanggung bersama meliputi dana punia . umbangan sukarel. sebagai tiket masuk atraksi wisata pohon Kayu Putih dan Pura Babakan serta guide fee yang menemani selama tur bersepeda dan berwisata di pohon Kayu Putih. Sementara itu, fixed cost di antaranya welcome drink berupa teh atau kopi, makan siang, air mineral. Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 379-394 Eksplorasi Potensi Alam dan Kuliner Lokal dalam Pengembangan Paket Ekowisata di Desa Tua. Tabanan. Bali (Pande Putu Wulandari. Ni Made Prasiwi Bestari, dan Ni Made Tirtawat. kelapa muda, durian, asuransi dan biaya perawatan sepeda. Tabanan Treasures (Full Day Tou. Tabanan Treasures menghabiskan waktu sekitar 11 jam dari pukul 08. Serupa halnya dengan Tabanan Breeze, kegiatan ini diawali dengan briefing yang dimulai pada pukul 00 sambil menikmati secangkir teh maupun kopi. Pada pukul 09. 00 tur dilanjutkan dengan bersepeda sesi pertama yang ditempuh sepanjang satu kilometer. Jalur yang dilalui sama halnya dengan Tabanan Breeze, dimana wisatawan akan melewati hamparan sawah dan kebun bunga Marigold. Wisatawan dapat berfoto di area persawahan maupun di kebun tersebut, kemudian perjalanan dilanjutkan menuju tempat makan siang. Setibanya di tempat makan siang yang merupakan rumah masyarakat setempat, wisatawan akan dihidangkan masakan Nusantara, yakni ikan mujair bakar atau goreng, sayur plecing kangkung segar dari sawah, ditemani sambal dan nasi hangat. Selepas makan siang, kelapa muda dan buah durian . menyegarkan diri. Serupa dengan Tabanan Breeze, wisatawan diundang untuk terlibat dalam kegiatan budaya di tengah masyarakat seperti membuat Usai melepas lapar dan dahaga, kegiatan bersepeda kembali dilanjutkan dan pada pukul 13. wisatawan diestimasikan tiba di kawasan pohon Kayu Putih untuk kegiatan tur Dengan wisatawan akan diajak berkeliling pohon Kayu Putih, sambal mengambil gambar dan dilanjutkan dengan bersembahyang di Pura Babakan bersama pemimpin agama. Pembeda Tabanan Breeze dan Tabanan Treasures terletak pada kegiatan cooking class kue Kaliadrem. Rangkaian tur berkeliling Bayan Ancient Tree dan cooking class mengahabiskan waktu hingga pukul 15. Tata cara pembuatan kue Kaliadrem adalah . Masukkan tepung beras, lalu garam, vanili dan gula merah sambil terus diaduk. Setelah itu kelapa parut dimasukkan secara perlahan sambil diuleni serta tambahkan air . bunga Marigold yang telah dikeringkan kemudian dicampur untuk menambah aroma dan cita rasa . Adonan terus diuleni sampai . Selanjutnya, letakkan adonan di atas daun pisang yang sudah dilumuri sedikit air, lalu bentuk segitiga dan lubangi di tiga titik. Terakhir, panaskan minyak, goreng adonan hingga kecoklatan dengan api sedang. Kegiatan permainan tradisional yang dimulai pukul 00 hingga pukul 17. Terdapat dua permainan yang akan dilakukan yaitu, megala-gala dan gasing. Pemainan megala-gala dikenal dengan permainan gobak sodor dalam bahasa Indonesia. Permainan ini akan dilakukan di halaman belakang pohon Kayu Putih. Setelah bermain games usai, wisatawan akan memasuki sesi terkahir rangkaian kegiatan paket ekowisata. Wisatawan akan diajak menuju pancoran dekat pohon Kayu Putih untuk membersihkan diri. Terakhir, kegiatan evaluasi terhadap keseluruhan tur dilakukan, dilanjutkan dengan pemberian TripAdvisor maupun Google Review card dan sebagai bingkisan, wisatawan akan membawa besek yang berisi kue Kaliadrem. Tabanan Treasurees diestimasikan berakhir pada pukul 18. WITA. Berbeda halnya dengan Tabanan Breeze, harga paket ekowisata dengan mengeksplorasi potensi kuliner lokal di Desa Tua Tabanan, yakni Tabanan Treasures sebesar Rp 875. 000 per orang dengan minimal pembelian sebanyak dua Apabila tiga sampai empat orang, biaya yang dikeluarkan sebanyak Rp 000 per orang, dan maksimal enam orang seharga Rp 485. 000 per orang. Harga yang ditawarkan sudah termasuk Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 379-394 Eksplorasi Potensi Alam dan Kuliner Lokal dalam Pengembangan Paket Ekowisata di Desa Tua. Tabanan. Bali (Pande Putu Wulandari. Ni Made Prasiwi Bestari, dan Ni Made Tirtawat. fixed cost yakni welcome drink berupa teh atau kopi, makan siang, air mineral, kelapa muda, durian, peralatan games yakni gasing traditional yang dapat dibawa pulang, asuransi dan biaya perawatan sepeda. Sementara itu, variable cost di antaranya biaya pembuatan kue Kaliadrem, tiket masuk atraksi wisata pohon Kayu Putih dan dana punia . umbangan Pura Babaka. , guide dan cook fee, hingga kebutuhan persembahyangan di Pura Babakan. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan fenomena yang terjadi di Desa Tua. Kecamatan Marga. Kabupaten Tabanan, maka diperoleh gambaran serta hasil analisis terkait perencanaan paket ekowisata dengan mengeskplorasi potensi kuliner lokal. Desa Tua memiliki sejumlah potensi wisata yang sesuai untuk dimanfaatkan sebagai destinasi ekowisata. Potensi wisata tersebut meliputi areal persawahan dan perkebunan bunga di Desa Tua hingga Bayan Ancient Tree atau pohon Kayu Putih yang tidak dijumpai di wilayah lain serta jalur tur bersepeda. Namun potensi yang dimiliki Desa Tua tersebut belum dikelola secara optimal oleh masyarakat maupun pengelola dalam hal ini pokdarwis, sehingga dari kekuatan itu muncul kelemahan yang membuat Desa Tua pengemasan produk ekowisata. Padahal desa ini cukup sering dilalui oleh wisatawan dan pengelola tur sepeda, serta pohon Kayu Putih digemari oleh fotografer pre-wedding sebagai latar belakang bagi pasangan yang akan Terdapat sejumlah hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat maupun pengelola dalam mengembangkan Desa Tua untuk menjadi destinasi ekowisata yang unggul, di antaranya, menonjolkan unique selling point di antara atraksi wisata sejenis, pemberdayaan masyarakat setempat hingga infrastuktur. Dalam pengembangan Desa Tua sebagai destinasi ekowisata, seyogianya dilakukan dengan melibatkan stakeholders pariwisata mulai dari tahap perencanaan, pengembangan sampai dengan pengelolaan dan evaluasi. Pembangunan sarana dan prasarana memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada ditambah dengan sejumlah fasilitas lain yang dipandang perlu. Usaha yang berkelanjutan pun wajib dilakukan untuk membuat desa ini dikenal oleh wisatawan secara luas. Dengan demikian, berdasarkan potensi yang dimiliki Desa Tua kemudian dirancang dua buah paket ekowisata yaitu half day tour bernama Tabanan Breeze dan full day tour yang dinamai Tabanan Treasures. Perbedaan mencolok di antara dua paket ekowisata tersebut adalah durasi serta kegiatan cooking experience dan traditional games yang disisipkan. Demi mewujudkan destinasi ekowisata yang berkelanjutan terhadap aspek lingkungan, budaya dan ekonomi, dalam satu buah kelompok tur dibatasi maksimal enam orang peserta dan minimal terdiri atas dua Harga yang ditawarkan untuk half day tour berkisar Rp 300. 000 hingga Rp 000, dengan durasi tujuh jam. Sementara itu, harga untuk paket full day tour berdurasi 11 jam mulai dari Rp 000 sampai Rp 875. DAFTAR PUSTAKA