Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 Administrasi Pembelajaran Guru dalam Penerapan Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Nur WahyuniA. Nurul HidayahA. Risa Ardila Sari SahwanA 1 STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara Sumatera Utara. Indonesia 2 Universitas Al-Washliyah Medan. Indonesia 3 Universitas Muhammadiyah Mataram. Indonesia nurwahyuni@stit-al-ittihadiyahlabura. Abstract: This study employed a library research method with a qualitative descriptive approach. Data were obtained from various scientific literature sources, such as books, national and international journals, policy documents, and relevant research findings, which were critically analyzed through stages of reduction, classification, synthesis, and interpretation. The results indicate that learning administration plays a crucial role in establishing an effective, innovative, and studentcentered teaching system. Teachers are required to possess the skills to plan, implement, and evaluate learning that adapts to the madrasah context and student characteristics. The implications of this study emphasize that the successful implementation of the Independent Curriculum is highly dependent on teacher professionalism in managing learning administration adaptively and based on Islamic values. The novelty of this research lies in strengthening the relationship between learning administration and Islamic educational spirituality, which can support the creation of an independent learning ecosystem in Madrasah Ibtidaiyah. Keywords: Learning Administration. Independent Curriculum and Elementary Madrasah. Abstrak: Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka . ibrary researc. dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur ilmiah seperti buku, jurnal nasional dan internasional, dokumen kebijakan, serta hasil penelitian relevan yang dianalisis secara kritis melalui tahapan reduksi, klasifikasi, sintesis, dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa administrasi pembelajaran berperan penting dalam membentuk sistem pengajaran yang efektif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Guru dituntut memiliki kemampuan dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembelajaran yang menyesuaikan dengan konteks madrasah dan karakter siswa. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada profesionalitas guru dalam mengelola administrasi pembelajaran secara adaptif dan berbasis nilai-nilai Islami. Kebaruan penelitian ini terletak pada penguatan hubungan antara administrasi pembelajaran dan spiritualitas pendidikan Islam yang mampu mendukung terciptanya ekosistem belajar merdeka di Madrasah Ibtidaiyah. Kata Kunci: Administrasi Pembelajaran. Kurikulum Merdeka dan Madrasah Ibtidaiyah. PENDAHULUAN Administrasi pembelajaran guru merupakan salah satu pilar utama dalam menjamin mutu pendidikan di lembaga pendidikan dasar, termasuk di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Madrasah merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat. 1 Administrasi pembelajaran tidak sekadar mencakup aspek teknis seperti penyusunan perangkat ajar, perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian, tetapi juga mencerminkan kualitas manajerial dan profesionalisme guru dalam mengelola proses belajar mengajar. Dalam konteks pendidikan Islam, administrasi pembelajaran memiliki kedudukan strategis karena menjadi sarana untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan tuntutan kurikulum nasional. Seiring diberlakukannya Kurikulum Merdeka oleh pemerintah, sistem administrasi pembelajaran guru di MI menghadapi dinamika baru yang menuntut adaptasi cepat terhadap paradigma pembelajaran yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berorientasi pada kompetensi serta karakter peserta didik. Kurikulum Merdeka hadir sebagai respons terhadap tantangan pendidikan abad ke-21 yang menuntut peserta didik berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan Kurikulum ini menekankan pentingnya pembelajaran berdiferensiasi, asesmen formatif, serta penguatan profil pelajar Pancasila. 3 Dalam dokumen resmi AiPanduan Pembelajaran dan AsesmenAn yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi, dijelaskan bahwa guru memiliki keleluasaan untuk mengembangkan rencana dan strategi pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik dan konteks sekolah. 4 Dengan demikian, administrasi pembelajaran tidak lagi bersifat administratif semata, melainkan menjadi sarana reflektif dan adaptif bagi guru dalam mengimplementasikan Bagi madrasah, terutama MI yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. Kurikulum Merdeka juga diadaptasi melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 347 Tahun 2022 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah. Regulasi tersebut memberikan arahan agar madrasah dapat mengintegrasikan keunggulan nilai-nilai Islam ke dalam desain pembelajaran yang merdeka dan kontekstual. Administrasi pembelajaran guru berakar pada teori manajemen pendidikan yang menekankan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan Administrasi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan sistematis Mursal Aziz. et al. AiAl-Washliyah Educational Council Policy in the Development of Madrasah Aliyah Curriculum in North Sumatera,An Abjadia : International Journal of Education 4, no. : 28Ae36, https://doi. org/10. 18860/abj. 2 Asmarani Nasution and Tri Syahbana Nasution. AiPeran Manajemen Administrasi Pendidikan Dalam Mendukung Mutu Pembelajaran Di Smp Negeri 1 Kota Pematangsiantar,An Jurnal Administrasi Pendidikan 5, no. : 13Ae21. 3 Mursal Aziz. Dedi Sahputra Napitupulu, and Siska Windari. AiImplementation of the Independent Curriculum in Forming Social Character Values in Early Childhood from a Quranic Perspective,An ISRG Journal of Education. Humanities and Literature (ISRGJEHL) 2, no. : 108Ae13, https://doi. org/10. 5281/zenodo. 4 Aziz. Napitupulu, and Windari. 5 Agus Akhmadi. AiImplementasi Kurikulum Merdeka Di Madrasah Ibtidaiyah,An Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan Dan Keagamaan . 33Ae44, https://doi. org/10. 36052/andragogi. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 yang dilakukan guru untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien melalui pengelolaan kegiatan belajar mengajar. Dalam perspektif Kurikulum Merdeka, teori ini bertransformasi menjadi konsep Aimanajemen pembelajaran reflektifAn, di mana guru berperan sebagai perancang, fasilitator, dan evaluator proses belajar. 6 Administrasi pembelajaran tidak lagi hanya mencatat kegiatan formal, melainkan menjadi dokumen hidup yang terus disesuaikan dengan kebutuhan dan hasil asesmen siswa. Artinya, guru MI dituntut tidak hanya mampu menyusun perangkat pembelajaran seperti Modul Ajar dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, tetapi juga mengadministrasikan proses asesmen diagnostik dan formatif dengan akurat untuk memastikan pembelajaran berlangsung secara personal dan bermakna. Implementasi administrasi pembelajaran guru di MI menghadapi berbagai Banyak penelitian menunjukkan bahwa beban administrasi guru meningkat akibat adanya tuntutan penyusunan dokumen baru seperti modul ajar, catatan asesmen formatif, hingga laporan projek profil pelajar. Keterbatasan pelatihan, literasi digital yang belum merata, dan pemahaman yang beragam tentang esensi Kurikulum Merdeka juga menjadi hambatan tersendiri. Selain itu, madrasah di daerah pedesaan cenderung menghadapi keterbatasan fasilitas dan dukungan teknis untuk mendukung pengelolaan administrasi pembelajaran berbasis digital. Dengan kondisi tersebut, analisis mendalam melalui penelitian studi pustaka menjadi penting untuk memahami sejauh mana administrasi pembelajaran guru dapat mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di lingkungan madrasah, serta menemukan strategi efektif untuk meningkatkan kapasitas guru dalam konteks ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep, prinsip, dan praktik administrasi pembelajaran guru dalam penerapan Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah berdasarkan telaah literatur ilmiah. Penelitian ini berupaya mengidentifikasi hubungan antara efektivitas administrasi pembelajaran dengan keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka, serta menguraikan faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Melalui metode studi pustaka, penelitian ini tidak hanya meninjau teori dan kebijakan yang melandasi praktik administrasi pembelajaran, tetapi juga mengkaji hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan untuk membangun sintesis ilmiah yang komprehensif. Dengan 6 Mursal. Aziz. Dedi Sahputra. Napitupulu, and Elidayanti. Pasaribu. AiImplementation of Islamic Education Curriculum in Instilling Tauhid Education at MIS Al-Washliyah Siamporik North Labuhanbatu,An Intiqad: Jurnal Agama Dan Pendidikan Islam https://doi. org/10. 30596/23693. 7 Kaniati Amalia. Istifadah Rasyad, and Awan Gunawan. AiPembelajaran Berdiferensiasi Sebagai Inovasi Pembelajaran,An Journal Of Education And Teaching Learning (JETL) 5, no. : 185Ae 93, https://doi. org/10. 51178/jetl. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan di madrasah. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan variasi temuan mengenai pelaksanaan administrasi pembelajaran. Penelitian Sarkati . Madrasah Ibtidaiyah Swasta Darun Nasihin menerapkan strategi pembelajaran yang bertujuan untuk mencapai mutu pendidikan yang unggul melalui pelaksanaan berbagai bentuk administrasi, meliputi pengelolaan kurikulum, proses pembelajaran, kesiswaan, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana dan prasarana, keuangan, hubungan sekolah dengan masyarakat, serta tata usaha secara terpadu dan Penelitian Anwar et al . Pembinaan administrasi sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Paloh. Kecamatan Padang Tiji. Kabupaten Pidie masih menghadapi sejumlah kendala, terutama karena keterbatasan tenaga administrasiAi hanya terdapat dua orang petugas dari kebutuhan ideal sebanyak empat orang. Selain itu, kekurangan tenaga guru serta minimnya sarana dan prasarana turut menghambat optimalisasi pengelolaan administrasi pendidikan di madrasah 9 Penelitian Muthiah et al. Aplikasi EMIS, sebagai sistem utama dalam pengelolaan administrasi peserta didik, telah mengalami berbagai pembaruan sejak pertama kali diperkenalkan. Pembaruan tersebut mencakup penambahan fitur dan peningkatan kinerja guna menciptakan sistem pendataan yang lebih efektif dan efisien, sehingga mampu menghasilkan kualitas administrasi yang lebih akurat, valid, dan dapat diandalkan. 10 Penelitian Irfan dan Auliyah . Pelaksanaan administrasi peserta didik di MI Al-Ishlah sudah berjalan dengan prosedur yang cukup terstruktur dan sistematis, namun masih ditemukan kekurangan pada aspek integrasi teknologi, mekanisme evaluasi, serta keterlibatan aktif guru dalam proses administrasi tersebut. Penelitian-penelitian tersebut memberikan landasan empiris yang kuat bahwa administrasi pembelajaran memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Namun, terdapat kekosongan penelitian . esearch ga. yang perlu diisi. Pertama, sebagian besar penelitian masih berfokus pada 8 Sarkati. AiPelaksanaan Manajemen Madrasah Dalam Rangka Menciptakan Keefektifan Dan Keunggulan Proses Pembelajaran Dan Administrasi Di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Darunnasihin,An Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam 11, no. : 53Ae67, https://doi. org/10. 18592/jtipai. 9 Samuel Juliardi Sinaga Anwar. Halimah. Ricky Muliawan Hansyar. Usman Boini. AiPembinaan Administrasi Sekolah Pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN),An DE_JOURNAL (Dharmas Education Journa. 5, no. : 658Ae67. 10 Iin Muthiah K. MasAoud Muhammadiah, and Rahmaniah Rahmaniah. AiImplikasi Aplikasi Emis Dan Simpatika Terhadap Kualitas Administrasi Pendidikan Di Madrasah Ibtidaiyah,An Bosowa Journal of Education 5, no. : 85Ae89, https://doi. org/10. 35965/bje. 11 M. Irfan. Putri Miftah Auliyah, and Muhammad Faadhil Az Zahraan. AiEvaluasi Administrasi Peserta Didik Di Madrasah Ibtida`Iyah Al-Islah,An Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education 3, no. : 53Ae65, https://doi. org/10. 61994/taqrib. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 konteks sekolah dasar umum, sementara konteks madrasah, khususnya MI, memiliki karakteristik khas dalam hal kurikulum ganda . mum dan agam. Kedua, belum banyak penelitian yang menelaah integrasi nilai-nilai keislaman dalam administrasi pembelajaran pada Kurikulum Merdeka di MI. Ketiga, masih jarang studi yang menguraikan bagaimana guru MI mengelola dokumen pembelajaran secara reflektif untuk mendukung profil pelajar berkarakter Islami dan Pancasilais Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan distingsi yang jelas, yaitu dengan menempatkan administrasi pembelajaran guru sebagai sarana transformasi pedagogis dan nilai dalam penerapan Kurikulum Merdeka di lingkungan madrasah. Kontribusi penelitian ini bersifat konseptual dan praktis. Secara konseptual, penelitian ini memperluas kajian tentang administrasi pembelajaran guru dengan mengintegrasikan perspektif manajemen pendidikan Islam dan prinsip Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menegaskan bahwa administrasi pembelajaran bukan sekadar kewajiban formal guru, melainkan refleksi dari profesionalisme, kreativitas, dan tanggung jawab moral pendidik dalam mewujudkan pembelajaran bermakna. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pihak madrasah, pengawas, dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi penguatan kapasitas guru di bidang administrasi pembelajaran yang adaptif dan berorientasi pada pembelajaran merdeka. Selain itu, penelitian ini memberikan wawasan bagi guru MI untuk memahami bahwa administrasi pembelajaran adalah instrumen penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif, efisien, dan berakar pada nilai-nilai Islam. Dengan demikian, penelitian studi pustaka ini diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif tentang posisi strategis administrasi pembelajaran dalam penerapan Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah. Melalui analisis literatur, penelitian ini tidak hanya menegaskan pentingnya kompetensi administratif guru, tetapi juga menyoroti dimensi spiritual dan nilai yang melekat dalam praktik pendidikan madrasah. Hasilnya diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan di bidang manajemen pendidikan Islam serta memberikan arah baru dalam pengembangan kebijakan dan praktik administrasi pembelajaran yang mendukung keberhasilan Kurikulum Merdeka secara berkelanjutan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka . ibrary researc. , yaitu pendekatan penelitian yang berfokus pada pengumpulan, penelaahan, dan analisis terhadap berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan dengan topik administrasi pembelajaran guru dalam penerapan Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah. Metode ini dilakukan dengan menelusuri buku-buku akademik, jurnal ilmiah nasional dan internasional, dokumen kebijakan resmi seperti Panduan Pembelajaran dan Asesmen dari Kemendikbudristek. Keputusan Menteri Agama Nomor 347 Tahun 2022, serta hasil penelitian terdahulu yang berhubungan dengan administrasi Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 pembelajaran, manajemen pendidikan, dan Kurikulum Merdeka. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi, yaitu dengan mengumpulkan bahan-bahan ilmiah yang relevan dari berbagai sumber digital dan cetak, kemudian dilakukan klasifikasi berdasarkan tema utama seperti konsep administrasi pembelajaran, implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah, serta faktor pendukung dan penghambat administrasi pembelajaran guru. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif, dengan menafsirkan isi literatur dan mengaitkannya untuk menemukan pola, persamaan, dan perbedaan pandangan antarpeneliti. Setiap sumber dianalisis secara kritis menggunakan langkah-langkah sintesis teoritis, yakni: . identifikasi konsep kunci dari setiap . komparasi teori dan temuan antar penelitian. penarikan kesimpulan yang bersifat integratif dan relevan dengan konteks madrasah. Pendekatan ini dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin membangun pemahaman konseptual dan reflektif terhadap praktik administrasi pembelajaran dalam penerapan Kurikulum Merdeka, bukan untuk mengukur fenomena empiris secara Dengan demikian, metode studi pustaka ini diharapkan mampu menghasilkan pemetaan teoritis yang komprehensif dan mendalam mengenai bagaimana guru madrasah dapat mengelola administrasi pembelajaran secara efektif, adaptif, dan bernilai Islami dalam kerangka Kurikulum Merdeka. TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hakikat Administrasi Pembelajaran dalam Perspektif Kurikulum Merdeka Hasil telaah pustaka menunjukkan bahwa administrasi pembelajaran guru merupakan fondasi manajemen kelas dan perwujudan profesionalisme pendidik. Administrasi pembelajaran meliputi seluruh kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang efektif dan efisien. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, administrasi pembelajaran tidak lagi dipahami sekadar sebagai kegiatan pengarsipan dokumen, tetapi sebagai sistem pengelolaan proses belajar yang reflektif dan berorientasi pada kebutuhan Pendekatan Kurikulum Merdeka menekankan fleksibilitas dalam perencanaan pembelajaran. Guru diberi kebebasan dalam merancang Modul Ajar dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. sesuai karakteristik peserta didik dan konteks madrasah. Guru sebagai manajer pembelajaran harus mampu mengatur pengalaman belajar siswa agar sejalan dengan visi pendidikan nasional. Administrasi pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka menuntut guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk tidak hanya mencatat kegiatan, tetapi juga menganalisis hasil asesmen diagnostik guna menyesuaikan strategi mengajar. Dengan demikian, 12 Mursal Aziz. Asmar Sholeh, and Wanda Amelia Purba. AiAdministrasi Kurikulum Pendidikan Islam Di SD Al-Ittihadiyah Laut DendangAn 18, no. : 63Ae69. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 administrasi pembelajaran menjadi alat reflektif bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis kompetensi dan nilai keislaman. Secara konseptual, administrasi pembelajaran pada Kurikulum Merdeka memiliki lima dimensi utama: . perencanaan pembelajaran adaptif. pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi. pengelolaan asesmen formatif. pengarsipan dan dokumentasi reflektif. pelaporan berbasis capaian kompetensi dan karakter. Kelima dimensi ini tidak terpisah dari nilai-nilai Islam yang menjadi ciri khas madrasah, di mana administrasi juga berfungsi sebagai sarana untuk memastikan integrasi nilai akhlak dan spiritual dalam setiap aktivitas Peran Guru Madrasah sebagai Manajer Administrasi Pembelajaran Guru merupakan salah satu unsur pendidikan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di lembaga pendidikan. 14 Dari hasil telaah terhadap berbagai penelitian, tampak bahwa guru MI berperan ganda dalam penerapan Kurikulum Merdeka sebagai pendidik sekaligus manajer administrasi pembelajaran. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga bertanggung jawab terhadap manajemen pembelajaran mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Dalam Kurikulum Merdeka, peran manajerial ini lebih kompleks karena guru harus menyesuaikan dokumen pembelajaran dengan kebutuhan diferensial siswa dan asesmen formatif yang Pada penelitian menemukan bahwa banyak guru masih memahami administrasi pembelajaran sebatas penyusunan perangkat formal seperti RPP dan silabus, tanpa melihat fungsinya sebagai alat refleksi pedagogis. Sebaliknya, dalam paradigma Kurikulum Merdeka, administrasi menjadi bentuk tanggung jawab moral guru terhadap perkembangan setiap individu peserta didik. Guru MI dituntut membuat dokumentasi yang menampilkan hasil belajar, rekam refleksi siswa, serta laporan profil pelajar Islami. Administrasi pembelajaran idealnya berfungsi sebagai jembatan antara perencanaan dan refleksi pendidikan. Dalam praktik di madrasah, keterampilan administrasi pembelajaran guru masih dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kompetensi pedagogik, dukungan kepala madrasah, serta fasilitas digital. Kesiapan guru MI dalam menyusun modul 13 Ikhwanul Muslimin. AiKonsep Dan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Pada Lembaga Pendidikan Islam: Studi Kasus Di Madrasah Se-Jawa Timur,An FAJAR Jurnal Pendidikan Islam 3, no. : 31Ae49, https://doi. org/10. 56013/fj. 14 Mursal Aziz. Berkah 90 Tahun Al-Ittihadiyah: Kontribusi Al-Ittihadiyah Dalam Pendidikan Islam Mewujudkan Visi Keumatan (Sukabumi: Haura Utama, 2. 15 Naraya Fitri Anjani and Febrina Dafit. AiPeran Manajerial Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Sekolah Dasar,An Mimbar PGSD Undiksha 9, no. : 481Ae88. 16 Mursal Aziz et. AiAdministrasi Kurikulum Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Islam Di SD IT Hidayatul Jannah Sumatera Utara,An Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 09, no. 1Ae5. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 ajar Kurikulum Merdeka masih tergolong menengah karena kurangnya pelatihan 17 Di sisi lain, penelitian lain menegaskan bahwa supervisi akademik yang terencana dapat meningkatkan ketertiban administrasi guru hingga 40%. Artinya, peran kepala madrasah dan pengawas madrasah sangat menentukan konsistensi administrasi pembelajaran dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Administrasi Perencanaan Pembelajaran: Antara Kreativitas dan Kepatuhan Administrasi perencanaan merupakan tahap paling krusial dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Dokumen seperti Modul Ajar. Tujuan Pembelajaran, dan Capaian Pembelajaran menjadi acuan utama dalam menyusun kegiatan belajar. Berdasarkan hasil telaah literatur, terdapat pergeseran paradigma perencanaan dari pendekatan berbasis konten ke pendekatan berbasis kompetensi. Perencanaan pembelajaran harus berpusat pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa, bukan hanya pada penguasaan materi. Guru MI yang menerapkan Kurikulum Merdeka perlu mengadministrasikan perencanaan pembelajaran dengan prinsip fleksibilitas dan kontekstualitas. Artinya, modul ajar dapat disesuaikan dengan kondisi siswa dan lingkungan madrasah. Guru yang menerapkan prinsip kontekstual dalam perencanaan memiliki efektivitas belajar siswa yang lebih tinggi. Namun, tantangan muncul ketika sebagian guru masih terjebak pada pola administratif lama, yaitu sekadar menyalin format dokumen tanpa menganalisis kebutuhan siswa. Pembelajaran efektif bergantung pada kesesuaian antara tujuan, kegiatan, dan evaluasi. Dalam konteks MI, perencanaan administrasi yang baik berarti guru harus mampu mengaitkan kompetensi dasar dengan nilai keislaman dan konteks lokal siswa. Dengan demikian, kreativitas dan kepatuhan administratif harus berjalan seimbang. Administrasi Asesmen dan Evaluasi Pembelajaran Asesmen merupakan bagian penting dari administrasi pembelajaran yang mengalami transformasi besar dalam Kurikulum Merdeka. Guru MI kini tidak Mursal Aziz et. AiImplementasi Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Al-QurAoan Hadis Dengan Metode Bernyanyi Di Madrasah Ibtidaiyah,An Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Kependidikan 12, no. : 36Ae44, https://doi. org/https://doi. org/10. 35438/e. 18 Ahmad Aziz Fanani and Imam Wahyono. AiPelaksanaan Supervisi Akademik Pengawas Madrasah Dalam Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatussibyan Banyuwangi,An JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management 3, no. : 25Ae 40, https://doi. org/10. 35719/jieman. 19 Aiman Faiz. Anis Pratama, and Imas Kurniawaty. AiPembelajaran Berdiferensiasi Dalam Program Guru Penggerak Pada Modul 2. 1,An Jurnal Basicedu 6, no. : 2846Ae53, https://doi. org/10. 31004/basicedu. 20 Mursal Aziz et. AiImplementasi Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Al-QurAoan Hadis Dengan Metode Bernyanyi Di Madrasah Ibtidaiyah. An 21 Mursal Aziz et al. AiImplementasi Manajemen Pendidik Dan Peserta Didik Pada Lembaga Pendidikan Taman Kanak-Kanak,An Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Pembelajaran 03, no. : 1Ae23. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 hanya menilai hasil akhir, tetapi juga memantau proses belajar melalui asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Berdasarkan telaah penelitian, administrasi asesmen adaptif merupakan faktor kunci keberhasilan pembelajaran berdiferensiasi. Guru perlu mencatat hasil asesmen dalam format reflektif yang mencerminkan capaian kompetensi dan karakter siswa, bukan sekadar angka. Asesmen formatif yang baik harus menjadi dasar perbaikan strategi mengajar, bukan hanya alat evaluasi hasil. Dalam praktiknya, guru MI masih menghadapi kesulitan dalam mendokumentasikan asesmen karena belum terbiasa dengan sistem pelaporan berbasis deskripsi kompetensi. Banyak guru cenderung menuliskan hasil penilaian secara kuantitatif tanpa refleksi pedagogis. Di sinilah pentingnya pelatihan administrasi asesmen berbasis naratif, agar guru mampu menggambarkan perkembangan spiritual dan sosial siswa sesuai profil pelajar Pancasila dan nilai-nilai Islam. Dari sisi manajerial, sistem administrasi asesmen di madrasah perlu didukung oleh infrastruktur digital yang memudahkan pencatatan dan pelaporan hasil belajar. Kemenag melalui Madrasah Digital Platform telah mulai mengembangkan sistem pelaporan berbasis daring, namun implementasinya masih terbatas di wilayah tertentu. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebijakan dan kesiapan teknis yang perlu dijembatani melalui pelatihan dan pendampingan guru. Integrasi Nilai Keislaman dalam Administrasi Pembelajaran Salah satu temuan penting dari telaah pustaka ini adalah bahwa administrasi pembelajaran guru di Madrasah Ibtidaiyah tidak dapat dipisahkan dari dimensi spiritual dan nilai keislaman. Kurikulum Merdeka di madrasah bukan hanya adaptasi dari sistem nasional, tetapi juga harus mencerminkan visi pendidikan Islam, yakni membentuk insan berilmu dan berakhlak. Dalam konteks ini, administrasi pembelajaran menjadi sarana untuk memastikan bahwa setiap perencanaan dan evaluasi pembelajaran selaras dengan nilai-nilai tauhid, akhlak, dan keadaban. Pendidikan Islam tidak hanya bertujuan menyalurkan pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai dan membentuk kepribadian. Maka, setiap langkah administratif guru harus menjadi refleksi nilai tersebut. Misalnya, dalam modul ajar, guru MI perlu menuliskan komponen integrasi nilai keislaman pada tujuan dan kegiatan pembelajaran. Pada tahap asesmen, penilaian tidak hanya mencakup aspek 22 Aziz. Sholeh, and Purba. AiAdministrasi Kurikulum Pendidikan Islam Di SD Al-Ittihadiyah Laut Dendang. An 23 Mursal Aziz. M Hasbie Ashshiddiqi, and Mahdiana. AiThe Concept of Early Childhood Education Curriculum from the Perspective of the QurAoan and Its Implementation in Character Formation,An UAR Journal of Arts. Humanities & Social Sciences (UARJAHSS) 1, no. : 6Ae10, https://doi. org/10. 5281/zenodo. 24 Akhmadi. AiImplementasi Kurikulum Merdeka Di Madrasah Ibtidaiyah. An Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 kognitif, tetapi juga dimensi afektif seperti sikap spiritual, kepedulian sosial, dan tanggung jawab. Temuan ini menunjukkan keunikan . penelitian, yakni bahwa administrasi pembelajaran guru di madrasah memiliki dimensi spiritual yang membedakannya dari sekolah umum. Administrasi bukan sekadar dokumen pedagogik, melainkan manifestasi dari nilai keislaman yang hidup dalam praktik Dengan demikian, guru MI berperan sebagai administrator ruhani yang mengelola proses belajar untuk membentuk insan kamilAitujuan tertinggi pendidikan Islam. Kendala dan Strategi Penguatan Administrasi Pembelajaran Telaah pustaka juga mengungkap berbagai kendala dalam implementasi administrasi pembelajaran Kurikulum Merdeka di MI. Kendala utama meliputi keterbatasan pemahaman guru tentang kurikulum baru, minimnya pelatihan, keterbatasan infrastruktur digital, serta tumpang tindih dokumen administrasi antara Kemenag dan Kemendikbud. Selain itu, beban kerja administratif yang tinggi seringkali mengurangi fokus guru pada kegiatan reflektif dan inovatif. Pendekatan manajemen berbasis nilai Islam juga dapat menjadi solusi Kepala madrasah perlu mendorong budaya kerja yang menempatkan administrasi pembelajaran sebagai bentuk ibadah ilmiahAiyakni tanggung jawab spiritual dalam memastikan keberhasilan pendidikan anak-anak Muslim. Hal ini akan menumbuhkan kesadaran intrinsik guru untuk beradministrasi secara tertib dan bermakna, bukan karena tuntutan formal semata. Kebaruan . dari penelitian ini terletak pada pendekatan integratif antara administrasi pembelajaran modern berbasis Kurikulum Merdeka dan nilainilai pendidikan Islam di madrasah. Sebagian besar penelitian terdahulu hanya menyoroti aspek teknis atau manajerial administrasi, sedangkan penelitian ini memposisikan administrasi pembelajaran sebagai sistem reflektif yang memiliki fungsi pedagogik, moral, dan spiritual. Penelitian ini juga menekankan pentingnya administrasi berbasis nilaiAiyakni administrasi yang bukan sekadar memenuhi tuntutan dokumen, tetapi menjadi media aktualisasi tanggung jawab moral guru dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan berdaya saing. Novelty lainnya adalah identifikasi lima dimensi utama administrasi pembelajaran guru MI dalam Kurikulum Merdeka: . perencanaan adaptif, . pembelajaran berdiferensiasi, . asesmen reflektif, . dokumentasi kontekstual, dan . integrasi nilai keislaman. Sintesis ini belum banyak dibahas dalam penelitian terdahulu dan memberikan kerangka konseptual baru untuk memahami 25 Mursal Aziz. Dedi Sahputra Napitupulu, and atul Hafizoh Lubis. AiImplementation of the Quran Memorization Curriculum in Developing Student Character at MIS Humayroh. Parpaudangan Village. North Labuhanbatu,An AR-RASYID : Jurnal Pendidikan Agama Islam 5, no. : 21Ae30, https://jurnal. id/index. php/ARRASYID/article/view/23741. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 administrasi pembelajaran di madrasah sebagai sistem yang holistik dan berorientasi nilai. Secara teoretis, hasil penelitian ini memperkaya wacana manajemen pendidikan Islam dengan menegaskan bahwa administrasi pembelajaran merupakan instrumen penting dalam menjaga sinergi antara efektivitas manajemen dan spiritualitas pendidikan. Sementara secara praktis, temuan ini dapat dijadikan pedoman bagi guru MI untuk memperkuat profesionalisme dalam menyusun dan mengelola dokumen pembelajaran yang sesuai prinsip Kurikulum Merdeka. Pemerintah dan lembaga madrasah juga dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai dasar pengembangan program pelatihan administrasi pembelajaran reflektif dan berbasis nilai. Pada akhirnya, administrasi pembelajaran dalam penerapan Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah bukan hanya kegiatan teknis, tetapi proses spiritual dan intelektual yang melibatkan kesadaran guru untuk mengelola pembelajaran secara utuh berorientasi pada ilmu, iman, dan amal. KESIMPULAN Administrasi pembelajaran guru dalam penerapan Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah memiliki peran yang sangat strategis dalam memastikan keberhasilan proses pendidikan yang berorientasi pada kemandirian dan kemerdekaan belajar siswa. Administrasi pembelajaran tidak hanya dipahami sebagai kegiatan administratif yang bersifat teknis, tetapi juga mencerminkan kemampuan guru dalam mengelola perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran secara komprehensif dan adaptif terhadap prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Guru yang mampu mengintegrasikan administrasi pembelajaran dengan nilai-nilai Islam dan kebutuhan peserta didik akan lebih mudah menciptakan suasana belajar yang kontekstual, partisipatif, serta menumbuhkan karakter dan potensi individu siswa. Dari hasil analisis berbagai literatur dan penelitian terdahulu, ditemukan bahwa tantangan utama dalam implementasi administrasi pembelajaran di madrasah terletak pada kompetensi pedagogik dan digital guru, keterbatasan sumber daya, serta minimnya supervisi akademik yang berkelanjutan. Namun demikian. Kurikulum Merdeka memberi peluang besar bagi guru untuk berinovasi dalam menyusun perangkat pembelajaran yang fleksibel dan berpusat pada peserta didik. Kebaruan . dari penelitian ini terletak pada integrasi perspektif administrasi pembelajaran dengan nilai-nilai spiritual keislaman serta konteks madrasah, yang selama ini masih jarang dibahas secara mendalam dalam Penelitian ini diharapkan menjadi landasan konseptual bagi peningkatan profesionalisme guru madrasah dalam mengelola administrasi pembelajaran yang responsif terhadap dinamika kurikulum nasional dan kebutuhan pendidikan Islam abad ke-21. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 DAFTAR PUSTAKA