P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. Mei 2022 Page: 10 - 24 Linggau Jurnal Language education and literature Penerapan Strategi Directed Reading Thingking Activity (DRTA) terhadap Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SDN Sukadana Irma Setiani Universitas PGRI Silampari Lubuklinggau. Indonesia Email: irmasetiani022@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah menerapkan strategi Directed Reading Thingking Activity (DRTA) terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SD Negeri Sukadana. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen desain jenis one grup . atu kelompo. yang dilaksanakan tanpa adanya kelompok atau kelas pembanding. Teknik pengumpulan data yang akan digunanakan dalam penelitian ini adalah Tes. Berdasarkan hasil penelitian dan juga pembahasan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Negeri Sukadana Kabupaten Musi Rawas setelah diterapkan Directed Reading Thingking Activity (DRTA) secara signifikan tuntasAy. Dalam hal ini berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan analisis uji hipotesis data akhir siswa maka didapatkan harga ycsEaycnycycycuyci = 16,97. Berdasarkan hasil uji nilai pos-test dengan taraf signifikan = 0,05, di peroleh ycsycycaycayceyco = 1,64 maka ycsEaycnycycycuyci 16,97 > ycsycycaycayceyco 1,64, dengan hal ini maka yaycu ditolak dan yayca diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model Directed Reading Thingking Activity (DRTA) dapat menuntaskan hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Negeri Sukadana Kabupaten Musi Rawas. Kata Kunci: Strategi. Directed Reading Thingking Activity. Hasil. Belajar. ABSTRACT The purpose of this study was to apply the Directed Reading Thinking Activity (DRTA) strategy to the Learning Outcomes of the Fourth Grade Indonesian Language Subject at SD Negeri Sukadana. This research is a pre-experimental one-group design research conducted without a comparison group or class. The data collection technique that will be used in this research is the test. Based on the results of the research and also the discussion of the results of learning Indonesian for fourth grade students of SD Negeri Sukadana. Musi Rawas Regency after the Directed Reading Thinking Activity (DRTA) was significantly completedAy. In this case, based on the results of calculations carried out by analyzing the hypothesis testing of the final data of students, the value of Z_. ount ) = 16. 97 is obtained. Based on the results of the post-test value test with a significant level of = 0. Z_. able ) = 1. 64 is obtained, then Z_. ount )16. Z_. able )1. 64, with this case then H_o is rejected and H_a accepted. So it can be concluded that the Directed Reading Thinking Activity (DRTA) model can complete the Indonesian language learning outcomes for fourth grade students of SD Negeri Sukadana. Musi Rawas Regency. Keywords: Strategy. Directed Reading Thinking Activity. Results. Learning. PENDAHULUAN Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang mempunyai peranan sangat penting dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Seseorang dapat dikatakan mampu berbahasa Indonesia apabila mampu menggunakan bahasa dengan baik dan Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi yang dijadikan sebagai bahasa persatuan atau bahasa pengantar dalam proses pembelajaran disekolah. Menurut pendapat Dalman (Hariyani, 2016:. mengatakan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satu pembelajaran yang wajib dilaksanakan pada pendidikan di Indonesia. Kurikulum 2013 menempatkan Bahasa Indonesia sebagai penghela mata pelajaran lain. Pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki empat keterampilan berbahasa yang harus dimiliki siswa yaitu, keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, dan Terjadinya pengembangkan keterampilan membaca siswa dikarenakan adanya tujuan pembelajaran yang bervariasi yang memuat karakteristik siswa yang aktif, kreatif dan menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berprestasi, mengembangkan pembelajaran yang kolaborativ, serta pembelajaran sesuai dengan minat, kemampuan dan perkembangan fisik peserta didik sehingga proses pembelajaran dapat berjalan secara optimal. Melalui pembelajaran di atas diharapkan peserta didik dapat mengembangkan keterampilan yang berbeda-beda. Berdasarkan pendapat Afifah (Hariyani, 2016:. bependapat bahwa Bahasa Indonesia salah satu mata pelajaran yang diajarkan mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Bahasa Indonesia sendiri merupakan ilmu yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia serta untuk menguasai ilmu dan teknologi. Sebagai masyarakat Indonesia penting untuk kita mempelajari dan memahmani Bahasa Indonesia secara baik dan benar. Berdasarkan pendapat Trianto (Hariyani, 2016:. berpendapat bahwa Mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting di sekolah. Mata pelajaran Bahasa Indonesia sudah di ajarkan mulai jenjang pendidikan Sekolah Dasar. Sekolah Menengah Pertama. Sekolah Menengah Atas, hingga Perguruan Tinggi. Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah diharapkan membantu siswa mengenal dirinya, budayanya dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imajinatif yang ada dalam Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain, selain itu, pembelajaran mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya. Cara penyampaian materi yang tidak menarik dan menonton menyebabkan siswa tidak bisa mengikuti pembelajaran dengan baik sehingga berpengaruh pada ketercapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada tanggal 03 Maret 2021, melalui wawancara dengan wali kelas IV SDN Sukadana yaitu Bapak Suheri. Pd. SD. Ditemukan permasalahan pada keterampilan membaca pemahaman. Hal ini dilihat dari rendahnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Siswa yang aktif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dikelas hanya 5 dari 18 siswa. Hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Sukadana tersebut tergolong rendah juga terlihat dari data hasil evaluasi membaca pemahaman yang rendah dari 18 siswa hanya 5 . %) siswa yang mampu mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yaitu 70. Sedangkan 13 siswa . %) lainnya mendapatkan nilai di bawah KKM. Hasil dari perolehan nilai pada membaca pemahaman didapat nilai terendah yaitu 50 dan nilai tertinggi yang dicapai Berdasarkan permasalahan di atas diperlukan suatu solusi untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman, khususnya agar siswa mampu memahami isi teks bacaan dan dapat menemukan kalimat utama. Strategi membaca ini digunakan siswa untuk memproses bacaan sehingga mereka memperoleh pemahaman terhadap bacaan Ada beberapa strategi membaca, salah satunya strategi yang dapat diterapkan yaitu strategi DRTA (Directed Reading Thinking Activit. untuk mengatasi keterampilan membaca pemahaman siswa. Strategi DRTA memfokuskan siswa agar membaca dan berfikir terlebih dahulu sebelum guru memberikan materi. Pada umumnya kegiatan pembelajaran membaca guru meminta siswa untuk membuat berbagai prediksi, kemudian mereka diminta menilai prediksi menurut pikiran dan Selain itu keunggulan dari strategi DRTA dibandingkan dengan strategi membaca lainnya yaitu dengan adanya bantuan gambar. Rasa keingintahuan terhadap jawaban, akan meningkatkan motivasi untuk lebih cermat dalam membaca teks cerita Sehingga mereka dapat memahami bacaan dan menemukan kalimat utama dengan mudah. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya (Arikunto, 2013:. Penelititian ini akan dilaksanakan terhadap siswa kelas IV SDN Sukadana Kecamatan Stl. Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen desain jenis one grup . atu kelompo. yang dilaksanakan tanpa adanya kelompok atau kelas Menurut Arikunto . desain penelitian merupakan rencana yang dibuat oleh peneliti sebagai langkah awal dalam kegiatan yang akan dilaksanakan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Grub (Satu Kelompo. Pretest dan Post Test. Kelinger . mengatakan variabel penelitian adalah variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang bebeda (Different vallu. Dengan demikian variabel itu merupakan sesuatu yang bervariasi. Sejalan dengan pendapat di atas menurut Sugiyono . variabel penelitian merupakan suatu atibut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik Dapat disimpulkan bahwa variabel penelitian adalah sesuatu yang bervariasi baik atribut, sifat, orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik Penelitian ini ada dua jenis variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Menurut Sugiyono . variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi penyebab atau timbulnya variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah. Strategi pembelajaran DRTA. Sedangkan variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah. Hasil belajar keterampilan membaca pemahaman pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Negeri Sukadana. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang akan digunanakan dalam penelitian ini adalah Tes. Menurut Arikunto . tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Pemberian tes ini dilakukan dua kali, yaitu pretest . es awa. dan posttest . es akhi. Tes digunakan untuk menilai kemampuan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dengan menggunakan Strategi Directed Reading Thingking Activity (DRTA). Jenis Instumen Penelitian Jenis instrumen yang digunakan adalah tes uraian yang diberikan sebanyak dua kali yaitu tes awal atau sebelum diberikan pelakuan (Pre-tes. dan tes akhir (Post-tes. atau sesudah diberikan perlakuan. Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arikunto, 2010:. Validitas dan Reabilitas Instrumen Penelitian Validitas Arikunto . validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkattingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Berdasarkan rumus di atas, ycEaycnycycycuyci tersebut dibandingkan dengan ycycycaycayceyco Untuk taraf kesalahan 5% atau . u = 0,. , digunakan untuk menentukan ycycycaycayceyco . Butir soal dapat dikatakan valid jika ycEaycnycycycuyci Ou ycycycaycayceyco artinya terdapat korelasi yang signifikan . , dan sebaliknya jika ycEaycnycycycuyci < ycycycaycayceyco maka artinya butir soal tidak valid. Berdasarkan perhitungan validitas butir soal diatas maka dari 10 soal yang di uji cobakan terdapat 7 soal yang valid dengan nomor soal, 2,3,5,7,8,9 dengan keterangan valid cukup sedangkan nomor soal 6 dengan keterangan valid tinggi. Sedangkan soal nomor 1, 4, 10 dengan keterangan tidak valid atau sangat rendah. Analisis validitas dapat dilihat pada lampiran B. Reliabilitas Berdasarkan perhitungan manual uji coba instrumen, didapatkan hasil reliabilitas butir soal dengan koefisien korelasi reliabilitas 0,51. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa soal tersebut memiliki reliabilitas yang cukup tepat sebagai alat ukur. Analisis reliabilitas dapat dilihat pada lampiran B. Daya Pembeda Soal-soal yang baik harus mempertimbangkan daya pembedanya, agar dapat terlihat antara siswa yang berkemampuan tinggi dan siswa yang berkemampuan rendah. Berdasarkan perhitungan daya pembeda butir soal diatas maka dari 10 soal yang diuji cobakan terdapat 1 soal dengan nomor urut 1 dengan keterangan buruk, sedangkan soal nomor urut 2 dan 9 dengan keterangan baik, sedangkan soal nomor urut 3 dan 6 dengan kategori cukup, sedangkan soal nomor urut 5,7 dan 8 dengan keterangan jelek dan s soal nomor urut 4 dengan keterangan sangat jelek. Analisis daya pembeda dapat dilihat pada lampiran B. Tingkat Kesukaran Berdasarkan perhitungan validitas butir soal diatas maka dari 10 soal yang di uji cobakan terdapat 7 soal yang valid dengan nomor soal, 2,3,5,7,8,9 dengan keterangan valid cukup sedangkan nomor soal 6 dengan keterangan valid tinggi. Sedangkan soal nomor 1, 4, 10 dengan keterangan tidak valid atau sangat rendah. Berdasarkan perhitungan manual uji coba instrumen, didapatkan hasil reliabilitas butir soal dengan koefisien korelasi reliabilitas 0,51. Berdasarkan perhitungan daya pembeda butir soal diatas maka dari 10 soal yang diuji cobakan terdapat dua soal dengan nomor urut 1 dengan keterangan buruk, sedangkan soal nomor urut 2 dan 9 dengan keterangan baik, sedangkan soal nomor urut 3 dan 6 dengan kategori cukup, sedangkan soal nomor urut 5,7 dan 8 dengan keterangan jelek dan s soal nomor urut 4 dengan keterangan sangat Berdasarkan perhitungan tingkat kesukaran butir soal di atas maka dari 10 soal yang di uji cobakan terdapat 2 soal dengan keterangan sukar dengan nomor soal 5, dan Sedangkan terdapat 8 soal dengan keterangan sedang dengan nomor 1, 2, 3, 4, 6, 8, 9. Teknik Analisis Data Teknik tes sebagai teknik pengumpulan data dalam penelitian. Tes tersebut diujikan pada tes awal dan tes akhir di kelas eksperimen. Bentuk tes yang digunakan yaitu tes tertulis dalam bentuk soal uraian dengan jumlah 5 soal digunakan untuk tes awal dan tes akhir. Setelah data diperoleh maka peneliti melakukan analisis terhadap data tersebut. Analisis data digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang telah Teknik analisis yang dibuat oleh peneliti adalah sebagai berikut : Menentukan nilai Rata-rata dan Simpangan Baku dan Uji normalitas digunakan untuk melihat kenormalan data, apakah data yang akan dianalisis berdistribusi normal atau tidak. Selanjutnya A hitung dibandingkan dengan A tabel dengan derajat kebebasan . = n - 1, dimana n adalah banyaknya kelas interval data dengan taraf signifikansinya 5%. Jika A 2 hitung A A 2 tabel , maka dapat dinyatakan bahwa H0 diterima atau data berdistribusi Jika A hitung Ou A tabel , maka dapat dinyatakan bahwa H0 ditolak atau data berdistribusi tidak normal. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 8 September sampai 8 Oktober 2021 di SD Negeri Sukadana. Pelaksanaan dilakukan secara langsung oleh peneliti dan sesuai dengan jadwal yang berlangsung di sekolah tersebut. Media yang digunakan adalah model pembelajaran yang digunakan adalah model Directed Reading Thingking Activity (DRTA). Model Directed Reading Thingking Activity (DRTA) diterapkan pada kelas IV SD Negeri Sukadana Kabupaten Musi Rawas. Dalam pelaksanaan penelitian tersebut sebelumnya dilakukan kegiatan uji coba instrumen pada tanggal 11 September 2021 dilakukan di kelas V SD Negeri Sukadana untuk melihat kualitas butir soal yang akan digunakan dalam pelaksanaan pre-test dan pos-test. Berdasarkan hasil uji coba instrumen dengan banyak soal sebanyak 10 soal, berdasarkan perhitungan validitas didapatkan bahwa 7 soal yang valid dan 3 soal yang tidak valid. Sedangkan berdasarkan perhitungan reliabilitas didapatkan hasil 0,51 dengan kriteria cukup tepat sehingga 8 soal tersebut dapat digunakan dan dipercaya Berdasarkan perhitungan daya pembeda terdapat 1 soal dengan nomor urut 1 dengan keterangan buruk, sedangkan soal nomor urut 2 dan 9 dengan keterangan baik, sedangkan soal nomor urut 3 dan 6 dengan kategori cukup, sedangkan soal nomor urut 5, 7 dan 8 dengan keterangan jelek dan soal nomor urut 4 dengan keterangan sangat jelek. Berdasarkan perhitungan tingkat kesukaran butir soal di atas maka dari 10 soal yang di uji cobakan terdapat 2 soal dengan keterangan sukar dengan nomor soal 5, dan 7. Sedangkan terdapat 8 soal dengan keterangan sedang dengan nomor 1, 2, 3, 4, 6, 8, 9, dan 10. Setelah dilakukan uji coba instrumen selanjutnya peneliti memberikan pre-test digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum diterapkan model Directed Reading Thingking Activity (DRTA) pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Negeri Sukadana Kabupaten Musi Rawas. Setelah melakukan pre-test dan peneliti telah mengetahui kemampuan awal siswa, peneliti melakukan penerapan materi pembelajaran pada siswa kelas IV SD Sukadana Kabupaten Musi Rawas. Kegiatan pembelajaran dilakukan sebanyak dua kali Kemudian pada tahap akhir peneliti melakukan kegiatan pos-test untuk mengetahui apakah model Directed Reading Thingking Activity (DRTA) dapat menuntaskan hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Negeri Sukadana Kabupaten Musi Rawas. Deskripsi Data Kemampuan Awal (Pre-Tes. Kemampuan awal yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan awal yang dimiliki oleh siswa sebelum diberikan perlakuan. Pemberian pre-test dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum diberikan perlakuan pembelajaran menggunakan model Directed Reading Thingking Activity (DRTA)pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Negeri Sukadana Kabupaten Musi Rawas. Pemberian tes awal atau pre-test dilaksanakan pada pertemuan pertama pada tanggal 17 November 2021 dengan jumlah siswa sebanyak 18 siswa. Soal pre-test yang digunakan sebanyak 7 butir soal yang berbentuk essay yang harus dikerjakan oleh Distribusi frekuensi hasil pre-test siswa dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Nilai Pre-test Kelas Eksperimen Rentang Nilai (RN) Predikat Frekuensi Persentase Ou 60 Tuntas < 60 Tidak Tuntas Jumlah Rata-rata 22,44 Pada tes awal pre-test untuk siswa yang mendapatkan nilai tertinggi 42 dan terendah 8 diperoleh data bahwa siswa yang mendapatkan nilai Ou 70 dengan persentasi 0 % sedangkan siswa yang mendapatkan nilai < 70 dengan persentasi 100 %. Kemampuan Akhir (Pos-Tes. Kemampuan akhir siswa dalam penguasaan materi pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan hasil belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Kemampuan akhir siswa diperoleh melalui pos-test. Pelaksanaan kemampuan akhir dilaksanakan pada pertemuan keempat pada tanggal 23 November 2021. Tes ini dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah penerapan pembelajaran menggunakan model Directed Reading Thingking Activity (DRTA) pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Negeri Sukadana Kabupaten Musi Rawas. Soal pos-test yang digunakan sebanyak 7 butir soal yang berbentuk essay yang harus dikerjakan oleh siswa. Distribusi frekuensi hasil pos-test siswa dapat dilihat pada tabel Tabel 4. Distribusi Frekuensi Nilai Pos-test Kelas Eksperimen Rentang Nilai (RN) Predikat Frekuensi Persentase Ou 70 Tuntas < 70 Tidak Tuntas Jumlah Rata-rata 85,44 Pada tes akhir pos-test untuk siswa yang mendapatkan nilai tertinggi 92 dan terendah 79 diperoleh data bahwa siswa yang mendapatkan nilai Ou 70 dengan persentasi 100 % sedangkan siswa yang mendapatkan nilai < 70 dengan persentasi 0 %. Pengujian Persyaratan Analisis Menentukan nilai rata-rata dan simpangan baku Untuk mengetahui ketuntasan secara signifikan siswa kelas IV SD Negeri Sukadana Kabupaten Musi Rawas setelah diterapkan model Directed Reading Thingking Activity (DRTA) menggunakan rumus rata-rata dan simpangan baku. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan didaptkan nilai rata-rata dan simpangan baku pada kemampuan awal atau pre-test dan kemampuan akhir atau pos-test dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Hasil Perhitungan Rata-rata dan Simpangan Baku Variabel Rata-rata Simpangan Baku Pre-test 22,44 9,16 Pos-test 85,44 3,85 Berdasarkan perhitungan rata-rata dan simpangan baku didapatkan hasil data awal pre-test siswa dengan rata-rata 22,44 dengan simpangan baku 9,16. Sedangkan perhitungan data pos-test didapatkan rata-rata 85,44 dengan simapangan baku 3,85. Uji Normalitas Data Uji normalitas ini digunakan untuk mengetahui kenormalan data. Adapun rumus yang digunakan adalah uji kecocokan yue 2 . hi kuadra. Kemudian yueEaycnycycycuyci dibandingkan dengan yueycycayceyco dengan derajat kebebasan . Kriteria pengujian adalah jika yueEaycnycycycuyci < yueycycayceyco dapat dinyatakan bahwa data berdistribusi normal. Hasil analisis uji normalitas data tes awal pre-test dan tes akhir atau pos-test dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Hasil Analisis Uji Normalitas Data Tes Variabel Pos-test yyUyayeOyeOyeiyenyeayeO 5,2171 yyUyayeiyeEyeIyes 11,07 Kesimpulan Normal Kemudian yueEaycnycycycuyci dibandingkan dengan yueycycaycayceyco dengan derajat kebebasan . Kriteria pengujian adalah jika yueEaycnycycycuyci < yueycycaycayceyco dapat dinyatakan bahwa data berdistribusi normal. Hasil analisis uji normalitas data dilakukan pada data pos-test. Data pos-test merupakan data kemampuan akhir siswa. Data ini dihitung untuk melihat apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Pada data pos-test didapatkan yueEaycnycycycuyci 5,2171 < yueycycaycayceyco 11,07 pos-test Berdasarkan perhitungan kedua data didapatkan data pre-test dan data pos-test berdistribusi normal. Uji Hipotesis Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh ycsEaycnycycycuyci= 16,97 dengan ycsycycaycayceyco = 1,64 daftar distribusi Z. Dengan demikian ycsEaycnycycycuyci . > ycsycycaycayceyco . , sehingga dalam hal ini yaycu ditolak dan yayca diterima. Maka dari itu hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima kebenaranya, artinya model Directed Reading Thingking Activity (DRTA) dapat menuntaskan hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD Negeri Sukadana Kabupaten Musi Rawas. Analisis uji hipotesis dapat dilihat pada lampiran D. Pembahasan Berdasarkan hasil tes sebelum diberikan perlakuan menggunakan model Directed Reading Thingking Activity (DRTA) awal untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Adapun tes yang diberikan pada siswa berbentuk soal essay sebanyak 7 soal. Pre-test dilakukan pada tanggal 17 November 2021. Pada kegiatan pre-test siswa di minta untuk mengerjakan soal secara mandiri. Proses kegiatan pre-test mengalami beberapa kendala seperti banyak siswa yang ribut dan mengobrol dengan teman sebangkunya, sehingga peneliti selalu meminta siswa untuk tetap tenang dan fokus mengerjakan soal yang Siswa juga sering keluar masuk kelas dengan alasan ingin ke kamar kecil namun setiap siswa yang akan keluar dengan jumlah yang banyak sehingga penulis selalu meminta siswa untuk bergantian apabila ingin kekamar kecil. Setelah kegiatan berlangsung peneliti melakukan analisis data untuk mengetahui nilai rata-rata siswa. Berdasarkan perhitungan didapatkan rata-rata 22,44 dengan simpangan baku 9,16. Berdasarkan hasil pre-test menunjukkan jika nilai siswa rata-rata masih belum ada yang mencapai KKM yaitu 70. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data pre-test atau kemampuan awal siswa secara signifikan belum tuntas. Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan penerapan menggunakan model Directed Reading Thingking Activity (DRTA) pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Negeri Sukadana Kabupaten Musi Rawas kegiatan ini dilaksanakan pada tangga 18 November 2021. Sebelum proses pembelajaran dimulai, penulis menjelaskan secara singkat bentuk dari proses pembelajaran dengan menggunakan model Directed Reading Thingking Activity (DRTA). Setelah itu peneliti menjelaskan materi pembelajaran. Pada awal kegiatan pembelajaran guru terlebih dahulu memperkenalkan informasi mengenai teks bacaan yang akan di pelajari. Kemudian siswa membuat prediksi atau jawaban mengenai bacaan yang akan di bacakan. Setelah siswa membuat prediksi atau jawaban sementara guru mengarahkan siswa untuk membaca teks wawancara. Pada kegiatan membaca teks wawancara guru membimbing siswa dalam menemukan informasi dalam kegiatan wawancara. menguji prediksi awal yan telah dibuatnya. Kemudian siswa membandingkan prediksi awal dengan isi informasi yang didapatkan melalui teks wawancara, apabila dalam keiatan ini prediksi yang dibuat siswa salah, siswa diminta untuk menunjukkan kesalahannya dan membuat gambaran baru tentang isi wacana yang sebenarnya. Pada tahapan pascabaca siswa diminta untuk menceritakan kembali informasi yan didapat dari teks wawacara yang telah dibaca. Selanjunya guru memberikan penilaian dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama satu Pada kegiatan pembelajaran menggunakan Directed Reading Thingking Activity (DRTA) peneliti mengalami beberapa hambatan seperti membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa menyesuaikan diri selama proses pembelajaran. Siswa juga masih ada yang mengobrol dengan teman sehingga ada beberapa siswa yang kurang fokus dengan materi yang di sampaikan oleh peneliti. Hasil penelitian oleh Nur Khomariah, . tentang AuPeningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman Melalui Strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) Pada Siswa Kelas V SDN Karanganyar 01 Kota SemarangAy. Keterampilan membaca pemahaman siswa dengan strategi DRTA dalam membuat kesimpulan mengalami Pada penerapan yang kedua dilaksanakan pada tanggal 20 November 2021. Pada awal keiatan pembelajaran guru terlebih dahulu memperkenalkan informasi mengenai teks bacaan yang akan di pelajari. Kemudian siswa membuat prediksi atau jawaban mengenai bacaan yang akan di bacakan. Setelah siswa membuat prediksi atau jawaban sementara guru mengarahkan siswa untuk membaca teks langkah-langkah wawancara. Pada kegiatan membaca teks wawancara guru membimbing siswa dalam menemukan langkah-lankah dalam membuat wawancara. Selanjutnya siswa diminta untuk menguji prediksi awal yan telah dibuatnya. Kemudian siswa membandingkan prediksi awal dengan isi informasi yang didapatkan melalui teks wawancara, apabila dalam keiatan ini prediksi yang dibuat siswa salah, siswa diminta untuk menunjukkan kesalahannya dan membuat gambaran baru tentan isi wacana yang sebenarnya. Pada tahapan pascabaca siswa diminta untuk menceritakan kembali informasi yan didapat dari teks wawacara yang telah dibaca. Selanjunya guru memberikan penilaian dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama satu hari. Proses pembelajaran yang dilaksanakan peneliti menggunakan Directed Reading Thingking Activity (DRTA) siswa pada petemuan kedua terlihat antusias selama proses Siswa juga banyak yang aktif dan tertarik belajar menggunakan Directed Reading Thingking Activity (DRTA). Siswa sangat berpartisipasi saat peneliti memintak siswa untuk menyimak materi yang di tampilkan berdasarkan materi pembelajaran yang Siswa juga sangat senang saat mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh guru. Setelah melakukan penerapan selanjutnya peneliti melakukan tes akhir atau postest yang dilakukan untuk melihat kemampuan akhir siswa setelah diterapkanya Directed Reading Thingking Activity (DRTA). Kegiatan pos-test dilakukan pada tanggal 23 November 2021. Pada kegiatan pos-test siswa sudah tidak lagi ribut dan sangat fokus mengerjakan soal pos-test yang memang dikarenakan siswa telah menerima materi Berdasarkan data hasil pos-test didapatkan rata-rata 85,44 dengan simpangan baku 3,85. Dengan siswa yang mendapatkan nilai Ou 70 sebanyak 18 siswa atau dengan persentasi 100 % tuntas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa Directed Reading Thingking Activity (DRTA) sangat cocok digunakan pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Negeri Sukadana Kabupaten Musi Rawas. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menggunakan Directed Reading Thingking Activity (DRTA) siswa belajar lebih aktif dan tidak membosankan. Strategi DRTA dapat menarik minat siswa untuk belajar karena dalam Strategi DRTA menggunakan berbagai metode yang tidak hanya melayani siswa secara audio-visual tetapi juga kinestetis. Menurut pendapat Heri . yang menyatakan bahwa penggunaan Directed Reading Thingking Activity (DRTA) dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia membantu proses pembelajaran yang lebih menyenangkan, siswa lebih aktif serta tertarik untuk mengikuti pembelajaran yang berlangsung sehingga materi yang diberikan dapat tersampaikan dengan baik. Berdasarkan perhitungan data yang dilakukan peneliti diperoleh dengan ycsycycaycayceyco = 1,64 daftar distribusi Z. ycsEaycnycycycuyci= Dengan demikian ycsEaycnycycycuyci . > ycsycycaycayceyco . , sehingga dalam hal ini yaycu ditolak dan yayca diterima. Maka dari itu hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima kebenaranya, artinya Directed Reading Thingking Activity (DRTA) dapat menuntaskan hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD Negeri Sukadana Kabupaten Musi Rawas. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan juga pembahasan dapat disimpulkan bahwa Auhasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Negeri Sukadana Kabupaten Musi Rawas setelah diterapkan Directed Reading Thingking Activity (DRTA) secara signifikan tuntasAy. Dalam hal ini berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan analisis uji hipotesis data akhir siswa maka didapatkan harga ycsEaycnycycycuyci = 16,97. Berdasarkan hasil uji nilai pos-test dengan taraf signifikan = 0,05, di peroleh ycsycycaycayceyco = 1,64 maka ycsEaycnycycycuyci 16,97 > ycsycycaycayceyco 1,64, dengan hal ini maka yaycu ditolak dan yayca diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model Directed Reading Thingking Activity (DRTA) dapat menuntaskan hasil belajar Baha Indonesia siswa kelas IV SD Negeri Sukadana Kabupaten Musi Rawas. DAFTAR PUSTAKA