Mutiara Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN 3025-1028 Available at: https://jurnal. tiga-mutiara. com/index. php/jimi/index Pengaruh Iklim Organisasi dan Stres Kerja terhadap Turnover Intention pada Karyawan CV. HD Citarasa Nida Nurul Amalia1. Chandra Fitra Arifianto2 Universitas Pamulang E-mail: nidaamelia08@gmail. dosen01177@unpam. Abstract This research aims to examine both partially and simultaneously the influence of Organizational Climate and Job Stress on Turnover Intention at CV. HD Citarasa of South Tangerang. The research method used is descriptive quantitative which is verification in The respondents used were all employees CV. HD Citarasa South Tangerang has 56 The data analysis techniques used include validity instrument analysis, reliability instrument analysis, and hypothesis testing both partially and simultaneously using the Statistical Package for Social Science (SPSS) for Windows version 26 program. The partial research results show that Organizational Climate has a positive influence on Turnover Intention obtained tcount . > ttable . Then. Job Stress has a positive influence on Turnover Intention, the value obtained is tcount . > ttable . As for the simultaneous results, it shows that Organizational Climate and Work Stress have a positive influence on Turnover Intention with the hypothesis results . obtaining a value of fcount . > ftable . Keywords: Organizational Climate. Job Stress. Turnover Intention. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji baik secara parsial maupun simultan pengaruh Iklim Organisasi dan Stres Kerja terhadap Turnover Intention di CV. HD Citarasa Tangerang Selatan. Metode penelitian yang digunakan berupa kuantitatif deskriptif bersifat verifikatif. Responden yang digunakan adalah keseluruhan karyawan CV. HD Citarasa Tangerang Selatan sejumlah 56 karyawan. Teknik analisis data yang digunakan mencakup analisis isntrumen validitas, analisis instrumen reliabilitas, dan uji hipotesis baik secara parsial dan simultan dengan menggunakan program Statistical Package for Social Science (SPSS) for Windows versi 26. Hasil penelitian secara parsialnya menunjukan bahwa Iklim Organisasi mempunyai pengaruh positif terhadap Turnover Intention diperoleh nilai thitung . > ttabel . Kemudian, pada Stres Kerja mempunyai pengaruh positif terhadap Turnover Intention diperoleh nilai thitung . > ttabel . Adapun untuk hasil simultannya menunjukkan bahwa Iklim Organisasi dan Stres Kerja mempunyai pengaruh positif terhadap Turnover Intention dengan hasil hipotesis . ecara simulta. diperoleh nilai fhitung . > ftabel . Kata-kata Kunci: Iklim Organisasi. Stres Kerja. Turnover Intention. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 27 Nida Nurul Amalia. Chandra Fitra Arifianto: Pengaruh Iklim Organisasi dan Stres Kerja terhadap Turnover Intention pada Karyawan CV. HD Citarasa PENDAHULUAN Saat ini kenyamanan kerja berbeda-beda di seluruh industri di Indonesia. Biasanya hanya berfokus pada lingkungan kerja seperti fasilitas, kebersihan tempat kerja, dan lokasi Definisi kenyamanan lingkungan kerjapun bagi karyawan berbeda-beda. Namun secara umum itu mempengaruhi kenyamanan kerja. Selain itu, terdapat beberapa faktor seperti stres kerja, rekan kerja, keselamatan dan fleksibilitas ruang kerja yang juga dapat mempengaruhi kenyamanan kerja. Oleh karena itu, perusahaan hendaknya memperlakukan karyawannya seolah-olah merupakan aset bagi perusahaan. Jika karyawan tidak memenuhi faktor-faktor tersebut maka dapat membuat mereka merasa ingin keluar dari perusahaan. Menurut penelitian sebelumnya, ditemukan bahwa iklim organisasi dan stres kerja berhubungan langsung dengan niat untuk pindah kerja. Di mana jika atmosfer iklim organisasi yang positif bisa memberikan dukungan kepada pekerja. 1 Kondisi internal perusahaan yang terbentuk menjadi krusial bagi menciptakan suasana yang memungkinkan karyawan untuk mencapai potensi maksimal dalam mencapai keunggulan bersaing. Maka, iklim dalam organisasi merupakan faktor penting dalam kesuksesan perusahaan, karena ia menciptakan fondasi untuk keberhasilan jangka panjang dengan memaksimalkan potensi karyawan dan meminimalkan turnover intention. Dengan demikian, untuk mengurangi keinginan karyawan untuk keluar atau mengurangi tingkat turnover intention, kebijakan pengelolaan sumber daya manusia harus didasarkan pada pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti sistem iklim organisasi dan stres kerja. Ketika organisasi gagal menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan karyawan atau tidak mengelola stres kerja dengan baik, dorongan untuk meninggalkan pekerjaan meningkat. Hal ini memengaruhi stabilitas organisasi, karena kehilangan karyawan yang berpengalaman dapat menyebabkan gangguan dalam alur kerja dan meningkatkan biaya perekrutan serta pelatihan untuk Rotasi karyawan yang tinggi berdampak buruk bagi perusahaan, seperti ketidakstabilan dan ketidakpastian dalam lingkungan kerja serta peningkatan biaya sumber daya manusia. Cindy Maharani dan Budiono. AuPengaruh Iklim Organisasi dan Stress Kerja terhadap Turnover Intention melalui Kepuasan Kerja Karyawan Bank di Wilayah Surabaya,Ay Jurnal Ilmu Manajemen 11, no. : 352Ae367, https://journal. id/index. php/jim/article/view/23294. Siti LamAoah Nasution. AuPengaruh Sikap Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. PP London Sumatera. Tbk Sei Rumbia Estate,Ay Informatika 7, no. : 23Ae31, https://jurnal. id/index. php/informatika/article/view/750. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 28 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 Faktor yang mempengaruhi turnover intention adalah iklim organisasi. Iklim organisasi merupakan situasi yang dihadapi organisasi saat membuat keputusan. Pandangan individu terhadap lingkungan kerja adalah definisi dari iklim organisasi. Setiap individu memiliki persepsi yang berbeda-beda, termasuk dalam persepsi antar organisasi, sehingga penting untuk menyadari bahwa setiap perusahaan dapat memiliki iklim organisasi yang 3 Varian-varian itu bisa terlihat dari karakteristik individual para karyawan dan berbagai jenis pekerjaan yang ada di dalam perusahaan. Iklim organisasi berbeda-beda karena faktor-faktor seperti variasi pekerjaan, budaya perusahaan, komunikasi, kepemimpinan, dan karakteristik individu karyawan. Mengenai stres kerja, merupakan faktor penyebab kenaikan turnover. Stres adalah respon psikologis yang tidak menyenangkan terhadap tekanan lingkungan. Situasi ini memiliki dampak besar pada perasaan dan pola pikir dari karyawan dalam melaksanakan 4 Menurut penelitian sebelumnya tentang pengaruh stres kerja terhadap niat pergantian menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh besar terhadap keinginan karyawan untuk meninggalkan pekerjaan. Saat karyawan merasa tertekan di tempat kerja, mereka bisa mencari kesempatan di perusahaan lain. 5 Fenomena ini memperlihatkan pentingnya perusahaan dalam menormalisir tingkat stres di tempat kerja untuk mengurangi turnover Menyadari betapa pentingnya keterlibatan iklim organisasi, stres kerja, dan niat untuk berpindah, penulis ingin menjelajahi topik tersebut lebih dalam dalam penelitiannya kali ini. AuPengaruh Iklim Organisasi dan Stres Kerja terhadap Turnover Intention pada Karyawan CV. HD CitarasaAy. Sebagaimana yang telah diuraikan, penelitian ini bermaksud menguji pengaruh Iklim Organisasi dan Stres Kerja terhadap Turnover Intention dengan rumusan masalah: AuApakah ada pengaruh signifikan Iklim Organisasi dan Stres Kerja Aysen Berberoglu. AuImpact of Organizational Climate on Organizational Commitment and Perceived Organizational Performance: Empirical Evidence from Public Hospitals,Ay BMC Health Services Research 18, no. : 1Ae9, https://bmchealthservres. com/articles/10. 1186/s12913-0183149-z. Muhammad Ridho Daenuri dan Tedi Pitri. AuPengaruh Motivasi Kerja dan Stres Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Glostar Indonesia I Cikembar Kabupaten Sukabumi (Studi pada Divisi Production Planning Inventory Contro. : Manajemen Sumber Daya Manusia,Ay Jurnal Mahasiswa Manajemen 1, no. : 47Ae65, https://journal. id/index. php/JMM/article/view/149. Samrotu SaAoadah dan Arif Partono Prasetio. AuPengaruh Stres Kerja terhadap Turnover Intention pada Karyawan PT. Internusa Jaya Sejahtera Merauke,Ay JRMB: Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis 13, no. 59Ae67, https://w. edu/37608884/PENGARUH_STRES_KERJA_TERHADAP_TURNOVER_INTENT ION_PADA_KARYAWAN_PT_INTERNUSA_JAYA_SEJAHTERA_MERAUKE. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 29 Nida Nurul Amalia. Chandra Fitra Arifianto: Pengaruh Iklim Organisasi dan Stres Kerja terhadap Turnover Intention pada Karyawan CV. HD Citarasa terhadap Turnover Intention pada Karyawan CV. HD Citarasa Tangerang Selatan baik secara parsial maupun simultan?Ay METODE PENELITIAN Metode penelitian pada dasarnya cara ilmiah untuk mengumpulkan, mengorganisir, menganalisis, dan menginterpretasikan data. Maka, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yang bersifat verifikatif. Metode penelitian deskriptif adalah teknik penelitian yang berfokus pada gambaran dan penjelasan situasi sebagaimana terjadi di perusahaan CV. HD Citarasa. Data dan informasi yang diperoleh disusun dengan rapi sebelum dianalisis untuk menyimpulkan 6 Tujuan dari metode ini untuk merespons pertanyaan rumusan masalah mengenai bagaimana iklim organisasi dan stres kerja di CV. HD Citarasa, beserta dampaknya terhadap turnover intention di perusahaan CV. HD Citarasa. Metode verifikatif adalah cara yang digunakan untuk memastikan kebenaran hipotesis melalui perhitungan statistik yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan dalam rumusan masalah,7 yaitu berpengaruh seberapa besar iklim organisasi dan stres kerja terhadap niat turnover intention karyawan di perusahaan CV. HD Citarasa dan seberapa signifikan dampak iklim organisasi dan stres kerja terhadap turnover intention karyawan di perusahaan CV. HD Citarasa. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi merupakan area umum yang terdiri dari objek atau subjek dengan jumlah, kualitas, dan karakteristik khusus yang telah ditentukan oleh peneliti untuk tujuan studi dan 8 Selain itu, sampel jenuh merujuk pada metode untuk menentukan ukuran sampel ketika semua individu dalam populasi dijadikan sebagai sampel. 9 Penelitian ini akan melibatkan semua 56 karyawan dalam populasi, yaitu akan dilakukan sampel jenuh . untuk mendapatkan sampel penelitian. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R & D (Bandung: Alfabet, 2. Ibid. Sugiyono. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Method. (Bandung: CV. Alfabeta, 2. Ibid. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 30 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 Tabel 1 Jumlah Karyawan CV. HD Citarasa Tangerang Selatan Departemen Jumlah Karyawan Keuangan Marketing Operasional Produksi Total Sumber: CV. HD Citarasa Tangerang Selatan Operasional Variabel Penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independent . ariabel beba. Variabel Iklim Organisasi (X. Iklim organisasi adalah penilaian karyawan terhadap kondisi lingkungan internal organisasi yang akan memengaruhi tingkah laku mereka. Variabel Stres Kerja (X. Stress di tempat kerja dikategorikan sebagai situasi-situasi yang menimbulkan tekanan baik dari dalam maupun luar, yang dirasakan oleh individu yang mengalami Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah turnover intention (Y). Turnover intention adalah keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan dengan sukarela sambil mencari pekerjaan baru saat ini secara aktif. Turnover intention ini penting bagi perusahaan untuk dipantau karena jika tidak diatasi, dapat berujung pada tingginya angka turnover aktual. 12 Berikut bentuk tabel operasional variabel yang digunakan dalam Tabel 2 Operasional Variabel Variabel Iklim Organisasi Sumber: Berberoglu . Stres Kerja Indikator Tanggung jawab Identitas individu didalam organisasi Kehangatan antar karyawan Dukungan Konflik Kebingungan Peran . ole ambiguit. Konflik Peran . ole conflic. Butir Kuesioner 1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6 7 dan 8 9 dan 10 1 dan 2 3 dan 4 Berberoglu. AuImpact of Organizational Climate on Organizational Commitment and Perceived Organizational Performance: Empirical Evidence from Public Hospitals. Ay Ni Putu Prawita Dewi dan I Wayan Suartina. AuPengaruh Stres Kerja. Beban Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Turnover Intention Karyawan UD. Cahaya Dewata di Badung,Ay WidyaAmrita: Jurnal Manajemen. Kewirausahaan Pariwisata . 104Ae110, https://scholar. id/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=GVVdVRcaJ&citation_for _view=GVVdVRcaJ:aqlVkmm33-oC. Kartono. Personality. Employe Engagement. Emotional Intellegence. Job Burnout Pendekatan dalam Melihat Turnover Intention (Yogyakarta: Deepublish, 2. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 31 Nida Nurul Amalia. Chandra Fitra Arifianto: Pengaruh Iklim Organisasi dan Stres Kerja terhadap Turnover Intention pada Karyawan CV. HD Citarasa Sumber: Milbern dalam Prawita . Turnover Intention Ketersediaan Waktu . ime avabilit. Kelebihan Beban Peran . ole overload-quantitativ. Thoughts of quitting . emikirkan untuk kelua. Sumber: Job search . encarian pekerjaa. Kartono . Intention to quit . iat untuk kelua. Sumber: Indikator Penelitian (Data Diolah, 2. 5 dan 6 7 dan 8 1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6 Teknik Analisis Data Penelitian Pengujian Validitas Data Uji keabsahan atau validitas dalam penelitian, di mana data dianggap valid jika memiliki nilai corrected item-total correation > rtabel. 13 Validitas suatu instrumen ditentukan dengan mencari kriteria atau syarat keputusan untuk menentukan apakah instrumen tersebut valid atau tidak . = jumlah sampel yang didapat (. Ae . , lalu dengan membandingkan antara nilai rhitung dengan rtabel dengan ketentuan sebagai berikut:14 Jika rhitung > rtabel, maka instrumen data dikatakan valid. Jika rhitung < rtabel, maka instrumen dapat dikatakan tidak valid. Pengujian Reliabilitas Data Reliabilitas digunakan untuk mengevaluasi keseragaman respon responden terhadap pernyataan dalam kuesioner. 15 Lebih lanjut, pedoman keandalan tingkat reliabilitas suatu penelitian dapat diinterpretasikan sebagai berikut:16 Tabel 3 Interpretasi Koefisien Keandalan Reliabilitas Nilai Interval Reliabilitas Tingkat Kriteria Keandalan 0,00 Ae 0,20 Keandalan Sangat Rendah 0,21 Ae 0,40 Keandalan Rendah 0,41 Ae 0,60 Keandalan Cukup 0,61 Ae 0,80 Keandalan Tinggi 0,81 Ae 1,00 Keandalan Sangat Tinggi Pengujian Hipotesis Hipotesis digunakan sebagai jawaban sementara terhadap pernyataan masalah dalam penelitian, sehingga umumnya disusun dalam bentuk pernyataan. Jika nilai thitung > ttabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jika nilai thitung < ttabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R & D. Sugiyono. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Method. Imam Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25 (Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2. Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rineka Cipta, 2. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R & D. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 32 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 Selanjutnya, pengujian f digunakan untuk menilai dampak secara bersamaan dari variabel independen terhadap variabel dependen. 18 Dalam mengevaluasi hasil analisis statistik atau uji f, penting untuk menggunakan interpretasi tingkat yang sesuai ftabel sebesar 5% atau deret 0,05: Jika nilai fhitung > ftabel, maka Ho3 ditolak dan Ha3 diterima. Jika nilai fhitung < ftabel, maka Ho3 diterima dan Ha3 ditolak. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengujian Validitas Data Tabel 4 Hasil Validitas Variabel Iklim Oganisasi (X. Item X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. Butir-Butir Pernyataan Iklim Organisasi Pekerjaan saya di perusahaan ini didefinisikan 0,709 0,263 secara jelas dan tersruktur. Saya mengetahui dengan jelas siapa yang memiliki kewenangan secara formal untuk 0,779 0,263 mengambil keputusan. Pekerjaan saya di perusahaan ini memiliki standar 0,752 0,263 kinerja yang tinggi. Saya tidak merasa ditekan dalam memperbaiki 0,545 0,263 kinerja baik individu maupun kelompok. Adanya hubungan antar karyawan yang baik. 0,756 0,263 Adanya chemistry yang terbentuk di tempat kerja. 0,778 0,263 Saya mendapat dukungan dari rekan - rekan 0,797 0,263 dalam menyelesaikan tugas sehari -hari. Pimpinan memberikan dukungan dan semangat kepada karyawan dalam menyelesaikan 0,789 0,263 Beban kerja yang berlebihan membuat saya 0,568 0,263 merasa ada konflik diantara pekerja. Pekerjaan yang selalu monoton membuat saya 0,588 0,263 bosan dalam bekerja. Sumber: Output Pengolahan SPSS Versi 26 . Kategori Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel 4 terkait hasil validitas data pada setiap butir item variabel Iklim Organisasi (X. keseluruhannya mempunyai nilai rhitung lebih besar daripada nilai rtabel . Artinya setiap item pada variabel Iklim Organisasi (X. tersebut di atas adalah valid dan dapat dijadikan data untuk dianalisis. Sugiyono. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Method. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 33 Nida Nurul Amalia. Chandra Fitra Arifianto: Pengaruh Iklim Organisasi dan Stres Kerja terhadap Turnover Intention pada Karyawan CV. HD Citarasa Item X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. Tabel 5 Hasil Validitas Variabel Stres Kerja (X. Butir-Butir Pernyataan Stres Kerja Seringkali mengalami kebingungan dan tidak mengetahui dengan pasti apa yang harus 0,778 0,263 Kurangnya arahan dari atasan mengenai 0,832 0,263 pekerjaan yang harus dilakukan. Adanya tugas-tugas pekerjaan yang berbeda dan tidak sesuai sehingga sulit untuk memfokuskan 0,829 0,263 pada satu pekerjaan. Seringkali munculnya perbedaan komitmen 0,623 0,263 dengan atasan dalam melakukan pekerjaan. Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan 0,847 0,263 pekerjaan dinilai kurang memadai. Saya merasa Waktu istirahat yang diberikan 0,492 0,263 Perusahaan terbatas. Beban pekerjaan saya terlalu berat bagi saya. 0,668 0,263 Jumlah karyawan yang ada tidak sesuai dengan 0,716 0,263 jumlah pekerjaan yang harus dikerjakan. Sumber: Output Pengolahan SPSS Versi 26 . Kategori Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel 5 terkait hasil instrumen validitas pada setiap butir item variabel Stres Kerja (X. keseluruhannya mempunyai nilai rhitung lebih besar daripada nilai rtabel . Artinya setiap item pada variabel Stres Kerja (X. tersebut di atas adalah valid dan dapat dijadikan data untuk dianalisis. Tabel 6 Instrumen Data Validitas Variabel Turnover Intention (Y) Item Butir-Butir Pernyataan Turnover Intention Saya berpikir untuk keluar dari pekerjaan saya. 0,838 0,263 Jika saya memiliki peluang untuk keluar dari 0,935 0,263 tempat saya bekerja ini, saya akan melakukannya. Saya mencari informasi mengenai lowongan 0,869 0,263 pekerjaan di tempat lain. Saya akan meninggalkan tempat saya bekerja bila sudah mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang 0,781 0,263 lebih besar. Saya berniat keluar dari tempat saya bekerja ini 0,689 0,263 karena imbalan yang saya terima sedikit. Saya berniat keluar dari tempat saya bekerja 0,876 0,263 karena tidak ada perkembangan karir. Sumber: Output Pengolahan SPSS Versi 26 . Kategori Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel 6 terkait hasil instrumen validitas pada setiap butir item variabel Turnover Intention (Y) keseluruhannya mempunyai nilai rhitung lebih besar daripada nilai rtabel . Artinya setiap item pada variabel Turnover Intention (Y) tersebut di atas adalah valid dan dapat dijadikan data untuk dianalisis. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 34 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 Hasil Pengujian Reliabilitas Data Tabel 7 Hasil Pengolahan Statistik Tingkat Keandalan Variabel Penelitian Hasil Variabel Item Keputusan CronbachAos Alpha Iklim Organisasi (X. 0,883 Keandalan Sangat Tinggi Stres Kerja (X. 0,871 Keandalan Sangat Tinggi Turnover Intention (Y) 0,910 Keandalan Sangat Tinggi Sumber: Output Pengolahan SPSS Versi 26 . Tabel 7 terkait hasil instrumen reliabilitas data pada setiap variabel, baik variabel independen maupun dependen keseluruhannya menghasilkan angka dengan rentang 0,81 Ae 1,00 dengan keputusan Aukeandalan sangat tinggiAy. Hasil Pengujian Hipotesis Tabel 8 Hasil Hipotesis (Parsia. Iklim Organisasi (X. terhadap Turnover Intention (Y) Coefficientsa Standardized Coefficients Model Beta Sig. 1 (Constan. 2,196 ,032 Iklim Organisasi (X. ,408 3,288 ,002 Dependent Variable: Turnover Intention (Y) Sumber: Output Pengolahan SPSS Versi 26 . Mengacu pada tabel 8 ditunjukkan bahwa hasil hipotesis . ecara parsia. diperoleh nilai thitung . > ttabel . Kemudian juga pada hasil nilai signifikansi A value sebesar . < standar (Sig. Dengan demikian dapat diamati bahwa Ho1 ditolak dan Ha1 Maka dapat disimpulkan dengan interpretasi bahwa Ha1. Terdapat pengaruh yang positif antara Iklim Organisasi terhadap Turnover Intention di CV. HD Citarasa Tangerang Selatan. Sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan terkait dengan pengaruh stres kerja dan iklim organisasi terhadap turnover intention. Temuan pada penelitian menunjukkan bahwa variabel stress kerja tidak berpengaruh terhadap turnover intention, sedangkan iklim organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Berbanding dengan penelitian terdahulu berikutnya yang menunjukan bahwa faktor yang mempengaruhi turnover intention adalah komitmen organisasi dan kepuasan kerja sedangkan stres kerja dan iklim organsiasi tidak berpengaruh terhadap turnover intention. Paham Ginting dan Elisabet Siahaan. AuPengaruh Stres Kerja dan Iklim Organisasi terhadap Turnover Intention dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening pada Karyawan STMIK STIE Mikroskil,Ay Repositori Institusi Universitas Sumatera Utara (Universitas Sumatera Utara, https://repositori. id/handle/123456789/46107. Wawan Ardiyanto. AuPengaruh Stres Kerja. Iklim Organisasi dan Komitmen Organisasi terhadap Turnover Intention dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Pegawai Pemerintah dengan Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 35 Nida Nurul Amalia. Chandra Fitra Arifianto: Pengaruh Iklim Organisasi dan Stres Kerja terhadap Turnover Intention pada Karyawan CV. HD Citarasa Keterkaitan antara iklim organisasi dan turnover intention merupakan topik yang penting untuk dipahami dalam konteks manajemen sumber daya manusia, karena iklim organisasi yang buruk sering kali dapat meningkatkan keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan . urnover intentio. Karyawan yang merasa memiliki hubungan baik dengan rekan kerja dan manajemen, serta merasa bahwa kontribusi mereka dihargai, biasanya menunjukkan tingkat kepuasan kerja dan akan menurunkan turnover intention. Tabel 9 Hasil Hipotesis (Parsia. Stres Kerja (X. terhadap Turnover Intention (Y) Coefficientsa Standardized Coefficients Model Beta Sig. 1 (Constan. 2,400 ,020 Stress Kerja (X. ,568 5,070 ,000 Dependent Variable: Turnover Intention (Y) Sumber: Output Pengolahan SPSS Versi 26 . Mengacu pada tabel 9 ditunjukkan bahwa hasil hipotesis . ecara parsia. diperoleh nilai thitung . > ttabel . Kemudian juga pada hasil nilai signifikansi A value sebesar . < standar (Sig. Dengan demikian dapat diamati bahwa Ho2 ditolak dan Ha2 Maka dapat disimpulkan dengan interpretasi bahwa Ha2. Terdapat pengaruh yang positif antara Stres Kerja terhadap Turnover Intention di CV. HD Citarasa Tangerang Selatan. Sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan terkait dengan pengaruh stres kerja dan kualitas terhadap turnover intention dengan hasil analisis menunjukan bahwa stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. 21 Berbanding dengan penelitian terdahulu berikutnya yang menunjukan bahwa variabel stres kerja tidak berpengaruh terhadap turnover intention, sementara iklim organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Keterkaitan antara stres kerja dengan niat untuk keluar dari pekerjaan atau turnover intention merupakan topik yang sering dibahas dalam penelitian sumber daya manusia dan psikologi industri. Stres kerja yang tinggi seringkali menyebabkan ketidakpuasan kerja. Ketika karyawan merasa tidak mampu atau tidak didukung dalam mengatasi stres, mereka lebih mungkin untuk mempertimbangkan meninggalkan pekerjaan mereka. Tingginya Perjanjian Kerja di Lingkungan Pemerintah Kota Tega. Ay (Universitas Pancasakti Tegal, 2. , https://repository. id/7051/. Galih Nadhova Imana dan Muhardi. AuPengaruh Stres Kerja dan Kualitas terhadap Turnover Intention Perawat di Masa Pandemi Covid-19,Ay Jurnal Keperawana Priority 5, no. : 34Ae43, https://jurnal. id/index. php/jukep/article/view/2117. Ginting dan Elisabet Siahaan. AuPengaruh Stres Kerja dan Iklim Organisasi terhadap Turnover Intention dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening pada Karyawan STMIK STIE Mikroskil. Ay Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 36 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 tingkat turnover menimbulkan biaya yang signifikan bagi organisasi, termasuk biaya rekrutmen, pelatihan, dan hilangnya produktivitas. Organisasi perlu memahami faktor-faktor penyebab stres kerja dan mengambil langkah-langkah untuk menguranginya. Tabel 10 Hasil Hipotesis (Simulta. Iklim Organisasi (X. dan Stres Kerja (X. terhadap Turnover Intention (Y) ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square Sig. 1 Regression 982,311 2 491,155 16,512 ,000b Residual 1576,528 53 29,746 Total 2558,839 55 Dependent Variable: Turnover Intention (Y) Predictors: (Constan. Stress Kerja (X. Iklim Organisasi (X. Sumber: Output Pengolahan SPSS Versi 26 . Mengacu pada tabel 10 ditunjukkan bahwa hasil hipotesis . ecara simulta. diperoleh nilai fhitung . > ftabel . Kemudian juga pada hasil nilai signifikansi A value sebesar . < standar (Sig. Dengan demikian dapat diamati bahwa Ho3 ditolak dan Ha3 diterima. Maka dapat disimpulkan dengan interpretasi bahwa Ha3. Terdapat pengaruh yang positif antara Iklim Organisasi (X. dan Stres Kerja (X. terhadap Turnover Intention (Y) di CV. HD Citarasa Tangerang Selatan. Sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan terkait dengan pengaruh iklim organisasi dan stress kerja terhadap turnover dengan hasil penelitian menunjukan bahwa iklim organisasi dan stres kerja berpengaruh positif terhadap turnover intention. Berbanding dengan penelitian terdahulu berikutnya terkait dengan pengaruh stres kerja, iklim organisasi dan komitmen organisasi terhadap turnover intention dengan hasil analisis ditemukan bahwa faktor yang mempengaruhi turnover intention adalah komitmen organisasi dan kepuasan kerja sedangkan stres kerja dan iklim organsiasi tidak berpengaruh terhadap turnover intention. Iklim organisasi yang positif, seperti budaya kerja yang mendukung, komunikasi yang terbuka, dan kepemimpinan yang efektif, cenderung mengurangi tingkat turnover Kemudian, pada tingkat stres kerja yang tinggi seringkali berhubungan dengan peningkatan turnover intention. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan stres kerja antara lain beban kerja yang berlebihan, kurangnya dukungan dari rekan kerja atau manajemen, dan ketidakpastian pekerjaan. Maharani dan Budiono. AuPengaruh Iklim Organisasi dan Stress Kerja terhadap Turnover Intention melalui Kepuasan Kerja Karyawan Bank di Wilayah Surabaya. Ay Ardiyanto. AuPengaruh Stres Kerja. Iklim Organisasi dan Komitmen Organisasi terhadap Turnover Intention dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja di Lingkungan Pemerintah Kota Tega. Ay Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 37 Nida Nurul Amalia. Chandra Fitra Arifianto: Pengaruh Iklim Organisasi dan Stres Kerja terhadap Turnover Intention pada Karyawan CV. HD Citarasa KESIMPULAN Hasil validitas pada setiap butir item variabel Iklim Organisasi (X. keseluruhannya mempunyai nilai rhitung lebih besar daripada nilai rtabel . Instrumen pada reliabilitas menunjukkan 0,883 dengan item 10 . butir pernyataan dikategorikan Aukeandalan sangat tinggiAy dengan hasil hipotesis . ecara parsia. diperoleh nilai thitung . > ttabel . Keterkaitan antara iklim organisasi dan turnover intention merupakan topik yang penting untuk dipahami dalam konteks manajemen sumber daya manusia, karena iklim organisasi yang buruk sering kali dapat meningkatkan keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan . urnover intentio. Karyawan yang merasa memiliki hubungan baik dengan rekan kerja dan manajemen, serta merasa bahwa kontribusi mereka dihargai, biasanya menunjukkan tingkat kepuasan kerja dan akan menurunkan turnover intention. Hasil validitas pada setiap butir item variabel Stres Kerja (X. keseluruhannya mempunyai nilai rhitung lebih besar daripada nilai rtabel . Instrumen pada reliabilitas menunjukkan 0,871 dengan item 8 . butir pernyataan dikategorikan Aukeandalan sangat tinggiAy dengan hasil hipotesis . ecara parsia. diperoleh nilai thitung . > ttabel . Keterkaitan antara stres kerja dengan niat untuk keluar dari pekerjaan atau turnover intention adalah topik yang sering dibahas dalam penelitian sumber daya manusia dan psikologi industri. Stres kerja yang tinggi seringkali menyebabkan ketidakpuasan kerja. Ketika karyawan merasa tidak mampu atau tidak didukung dalam mengatasi stres, mereka lebih mungkin untuk mempertimbangkan meninggalkan pekerjaan mereka. Tingginya tingkat turnover menimbulkan biaya yang signifikan bagi organisasi, termasuk biaya rekrutmen, pelatihan, dan hilangnya produktivitas. Organisasi perlu memahami faktor-faktor penyebab stres kerja dan mengambil langkah-langkah untuk menguranginya. Hasil validitas pada setiap butir item variabel Turnover Intention (Y) keseluruhannya mempunyai nilai rhitung lebih besar daripada nilai rtabel . Instrumen pada reliabilitas menunjukkan 0,910 dengan item 6 . butir pernyataan dikategorikan Aukeandalan sangat tinggiAy dengan hasil hipotesis . ecara simulta. diperoleh nilai fhitung . > ftabel . Studi tentang hubungan antara iklim organisasi, stres kerja, dan niat untuk keluar . urnover intentio. karyawan di CV. HD Citarasa Tangerang Selatan akan sangat relevan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi retensi karyawan di perusahaan tersebut. Iklim organisasi yang positif, seperti budaya kerja yang mendukung, komunikasi yang terbuka, dan kepemimpinan yang efektif, cenderung mengurangi tingkat turnover karyawan. Kemudian, pada tingkat stres kerja yang tinggi seringkali berhubungan dengan peningkatan turnover intention. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 38 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 REFERENSI