Jurnal Ekonomi dan Saintek | E-ISSN: 3021-873X Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Volume 3. Number 1. Januari 2025 | https://doi. org/10. 36778/jes. PENGARUH INSENTIF DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR UPBU DR. FERDINAND LUMBAN TOBING Adi Sumitro. Yenni Sofiana Tambunan. Yusi Tri Utari Panggabean. 1,2,. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al Washliyah Sibolga Koresponden : isyahfitri616@gmail. , yennisofiana@gmail. yusitriutari@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya Pengaruh Insentif dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah pegawai yang ada pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing dengan penyebaran kuesioner berjumlah 29 responden. Berdasarkan analisis Koefisien Determinasi yang diperoleh sebesar 0,968 hal ini berarti bahwa yang terjadi pada variasi variabel terikat Kinerja Pegawai 96,8% ditentukan oleh variabel bebas Insentif dan Lingkungan Kerja secara serempak dan sisanya sebesar 3,2 % ditentukan oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Dari hasil uji t pada penelitian diketahui bahwa nilai t hitung Insentif (X. sebesar 20,688 > t tabel 2. 05553 dan Lingkungan kerja (X. sebesar 2,183 > t table 2,05553, maka hipotesis menyatakan Insentif dan Lingkungan Kerja secara parsial atau individu berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing dapat diterima. Sedangkan dari hasil uji F diketahui Nilai F hitung 393,810 > F tabel 3. 37 dan signifikasi 0. < 0,05 sehingga hipotesis yang menyatakan Insentif dan Lingkungan Kerja berpengaruh signifikan secara bersama atau simultan terhadap Kinerja Pegawai pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing dapat diterima. Kata Kunci : Insentif . Kinerja. Lingkungan Kerja. PENDAHULUAN Di era saat ini, persaingan dalam suatu perusahaan sangat ketat. Suatu perusahaan atau organisasi manapun, unsur manusia mempunyai peranan yang dominan dalam meningkatkan suatu perusahaan kearah yang lebih maju. Agar hasil yang diinginkan dapat sesuai dengan apa yang diharapkan, maka pegawai harus memiliki semangat kerja yang tinggi, dan untuk meningkatkan semangat kerja tersebut diperlukan pula kondisi lingkungan kerja yang baik guna meningkatkan kinerja pegawai untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Lingkungan kerja yang kondusif merupakan faktor penting yang mempengaruhi kinerja pegawai di bandara. Lingkungan kerja mencakup berbagai aspek termasuk kondisi fisik tempat kerja, hubungan antar pegawai, dan dukungan dari atasan. Begitu juga fenomena yang berkaitan dengan insentif khususnya insentif dalam bentuk non-material seperti pengakuan, kesempatan pengembangan karir dan pemberian penghargaan merupakan salah satu faktor yang dapat memotivasi pegawai untuk bekerja lebih baik. Dari hasil observasi awal yang penulis lakukan pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing dimana diketahui bahwa kinerja pegawai yang belum sepenuhnya sesuai dengan yang diharapkan, hal ini disebabkan oleh masih kurangnya kejelasan system pemberian insentif kepada pegawai dan juga diketahui bahwa lingkungan kerja yang kurang kondusif, hal tersebut menyebabkan pegawai kurang bersemangat dalam melaksanakan tugas-tugas yang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Halaman 15 Jurnal Ekonomi dan Saintek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga diberikan sehingga banyak pekerjaan tidak selesai sesuai dengan waktu yang telah di tentukan. Berdasarkan fenomena dan permasalahan diatas, penulis bermaksud melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Insentif dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. LANDASAN TEORI Menurut Hasibuan, . Mengemukakan bahwa insentif adalah AuTambahan balas jasa yang diberikan kepada pegawai tertentu yang prestasinya di atas prestasi standarAy. Sedangkan menurut Dessler . insentif adalah AuGanjaran finansial yang diberikan kepada pegawai yang tingkat produksinya melampaui standar yang telah ditetapkan sebelumnyaAy. Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan, bahwa insentif adalah dorongan pada seseorang agar mau bekerja dengan baik dan agar lebih dapat mencapai tingkat kinerja yang lebih tinggi sehingga dapat membangkitkan gairah kerja dan motivasi seorang pegawai. Menurut Sedarmayanti . , mendefinisikan lingkungan kerja adalah AuKeseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya di mana seseorang bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompokAy. Sedangkan menurut Mangkunegara . Aulingkungan kerja yang dimaksud antara lain uraian jabatan yang jelas, target kerja yang menantang, pola komunikasi kerja yang efektif, iklim kerja dan fasilitas kerja yang relatif memadaiAy. Dari pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar pegawai yang dapat mempengaruhi pegawai saat bekerja. Menurut Hasibuan dalam Shafwan Koto, dkk. kinerja adalah AuHasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugasnya atas kecakapan, usaha dan kesempatanAy. Sedangkan Wirawan . menyebutkan bahwa AuKinerja adalah keluaran yang dihasilkan oleh fungsi-fungsi atau indikator-indikator suatu pekerjaan atau suatu profesi dalam waktu tertentuAy. Dari beberapa pendapat ahli dapat disimpulkan bahwa kinerja pegawai adalah hasil kerja yang dilakukan oleh seseorang dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan yang diiginkan suatu organisasi dan meminimalisir kerugian. Faktor-faktor kinerja juga dipengaruhi oleh motivasi, kepuasan kerja, tingkat stres, kondisi fisik pekerjaan, sistem kompensasi, desain pekerjaan, komitmen terhadap organisasi dan aspek-aspek ekonomis, teknis serta keperilakuan lainnya (Hani, 2014:. Menurut Wibowo . 4:277 ), indikator-indikator kinerja adalah sebagai berikut : Efektif Efektif adalah dapat membawa hasil atau berhasil guna . Efisien Efisien adalah mampu melaksanakan sesuatu dengan cepat dan dengan pengorbanan yang relatif kecil. Terukur Terukur adalah suatu kondisi, dimana hasil yang diperoleh dapat ditentukan nilainya dengan . Bernilai Bernilai adalah sesuatu yang dapat dinilai dengan nilai yang maksimal . Tepat sasaran Tepat sasaran adalah keadaan dimana suatu tindakan yang dilakukan tidak lari dari apa yang dimaksudkan. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Halaman 16 Jurnal Ekonomi dan Saintek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun tempat penelitian ini dilaksanakan pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Dan untuk waktu penelitian ini dilaksanakan dimulai dari bulan Mei 2024 s/d September 2024. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu data kuantitatif. Menurut Arikunto . Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah AuSubyek dari mana data dapat diperolehAy. Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua sumber data yaitu : Sumber data primer, yaitu data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti . tau petugasny. dari sumber pertamanya, ( Sumadi, 2014:. Adapun yang menjadi sumber data primer dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang bertugas pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Sumber data skunder, yaitu data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti sebagai penunjang dari sumber pertama. Dapat juga dikatakan data yang tersusun dalam bentuk dokumen-dokumen. (Sumadi, 2014:. Pada penelitian ini sumber data sekunder dari dokumen-dokumen yanga ada pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang penulis pergunakan dalam penelitian ini sebagai berikut : Studi Literatur, yaitu dengan mempelajari berbagai sumber bacaan yang berkaitan erat dengan masalah penelitian, baik berupa buku-buku ilmiah maupun peraturan perundangundangan. Studi Lapangan, yaitu dengan cara mengumpulkan data langsung dari lokasi penelitian yang dilakukan dengan cara : Wawancara, yaitu suatu cara pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab secara tatap muka dengan pihak yang dapat memberikan keterangan tentang Insentif. Lingkungan kerja dan Kinerja yang menjadi faktor penelitian. Kuesioner, merupakan teknik pengumpulan data dengan mengajukan instrumen pertanyaan/pernyataan secara tertulis kepada responden yang harus dijawab oleh responden secara tertulis pula. Teknik Analisis Data Rumusan Masalah pada penelitian akan dianalisis menggunakan analisis regresi berganda (Multiple Regression Analysi. dengan tahap-tahap sebagai berikut yaitu Uji Validitas. Uji Reliabilitas. Uji Normalitas Data. Uji Multikolinieritas. Analisis Koefisien Korelasi. Uji Heteroskedastisitas. Uji Kofisien Determinasi. Uji Secara Simultan (Uji F). Uji Secara Parsial (Uji . HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Data Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yakni distribusi data dengan bentuk lonceng. Data yang baik adalah data yang mempunyai pola seperti distribusi normal, yakni distribusi data tesebut tidak menceng ke kiri atau ke kanan. Uji normalitas dengan menggunakan pendekatan grafik dan pendekatan Kolmogorv-Smirnov. Analisis grafik Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Halaman 17 Jurnal Ekonomi dan Saintek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Hasil pengujian normalitas dapat dilihat sebagaimana pada gambar 4. Gambar 4. Grafik Histogram Variabel Insentif. Lingkungan Kerja dan Kinerja Pegawai Sumber : Hasil Penelitian, 2024 (Data Diola. Pada gambar 4. 1 terlihat variabel berdistribusi normal. Hal tersebut ditunjukkan oleh distribusi data yang tidak melenceng ke kiri atau ke kanan. Gambar 4. Sumber : Hasil Penelitian, 2024 (Data Diola. Grafik Normal P-P Plot Of Regression Standardized Residual Pada gambar 4. 2 P-P plot menunjukkan bahwa titik-titik menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti garis diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh berdistribusi normal. Analisis Statistik Salah satu uji statistik untuk menguji normalitas adalah uji statistik kolmogorov Smirnov (K-S). Uji ini dilakukan dengan membuat hipotesis: Jika probabilitas (Asymp. Si. dibawah 0,05 dan nilai KS Z diatas nilai Z untuk 0,05 sebesar 1,97 maka Ha ditolak artinya data residual tidak berdistribusi normal, jika probabilitas di atas 0,05 dan nilai KS Z dibawah nilai Z untuk 0,05 yang sebesar 1,97 berarti data residual berdistribusi normal. Hasil uji Kolmogorov Smirnov dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Kolmogrov-Smirnov Variabel Insentif . Lingkungan Kerja dan Kinerja Pegawai Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Halaman 18 Jurnal Ekonomi dan Saintek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual Normal Parameters Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Sumber : Hasil Penelitian, 2024 (SPSS. Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa Asymp. Sig sebesar 0,060 > probabilitas 0,05 dan nilai Z Kolmogorov Smirnov sebesar 0,159 < dari nilai Z untuk sig 5% yaitu 1,96 yang berarti kedua data variabel tersebut berdistribusi normal. Uji Heteroskedasitas Uji heteroskedasitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedasitas yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Prasyarat yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya gejala heteroskedasitas. Gambar 4. Hasil Uji Heteroskedasitas Sumber : Hasil Penelitian, 2024 (SPSS. Berdasarkan gambar 4. 3 di atas terlihat titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka nol pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Uji Multikolinieritas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah di dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Syarat pengambilan keputusan dengan nilai tolerance dan VIF adalah sebagai berikut. Jika nilai tolerance > 0,10 atau nilai VIF < 10 artinya tidak terjadi Multikolineartias Jika nilai tolerance < 0,10 atau nilai VIF > 10 artinya terjadi multikolinearitas. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Halaman 19 Jurnal Ekonomi dan Saintek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model 1 (Constan. Insentif Unstandardized Coefficients Std. Error Lingkungan Kerja Sumber : Hasil Penelitian, 2022 (SPSS. Standardized Coefficients Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa nilai tolerance untuk masing-masing variabel (Insentif dan Lingkungan Kerj. adalah 0,620 dan 0,620. Nilai VIF untuk tiap variabel tersebut adalah tersebut adalah 1,613 dan 1,613. Berdasarkan hasil di atas, perhitungan nilai tolerance lebih dari 0,10 dan nilai VIF tidak melebihi 10. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolineritas pada seluruh variabel dalam model regresi tersebut. Analisis Koefisien Korelasi Untuk mengetahui apakah ada kolerasi antara Insentif . ariabel X. dan Lingkungan Kerja (X. dengan Kinerja Pegawai . ariabel Y), maka nilai-nilai dari tabel tersebut di atas dapat dimasukkan ke dalam Program SPSS V26, dengan hasil sebagaimana pada tabel 4. Tabel 4. Output Koefisien Korelasi Correlations Insentif Lingkungan Kerja Kinerja Pegawai Insentif Pearson Correlation Sig. -taile. Lingkungan Kerja Pearson Correlation . Sig. -taile. Kinerja Pegawai Pearson Correlation . Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber : Hasil Penelitian, 2022 (SPSS. Berdasarkan tabel 4. 3 tersebut di atas, maka koefisien kolerasi yang ditemukan antara Insentif dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,981 termasuk kategori sangat Kuat, sedangkan korelasi Lingkungan Kerja dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,665 dikategorikan Kuat. Jadi terdapat hubungan sedang positif masing-masing antara Insentif (X. dan Lingkungan Kerja (X. dengan Kinerja Pegawai (Y) pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Halaman 20 Jurnal Ekonomi dan Saintek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga . Analisis Koefisien Determinasi Selanjutnya untuk mengetahui besarnya pengaruh Insentif dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Output Koefisien Determinasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. Lingkungan Kerja . Insentif Dependent Variable: Kinerja Pegawai Sumber : Hasil Penelitian, 2024 (SPSS. DurbinWatson Dari perhitungan di atas dapat diperoleh koefisien determinasi sebesar 0,968 hal ini berarti bahwa yang terjadi pada variasi terikat Kinerja Pegawai (Variabel Y) 96,8% ditentukan oleh variabel bebas Insentif (Variabel X. dan Lingkungan Kerja (Variabel X. secara serempak dan sisanya sebesar 3,2% ditentukan oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Regresi Linier Berganda Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh yang signifikan antara variabel X1. X2 dan Y, dilakukan dengan perhitungan regresi linier berganda sebagai berikut : Y= a b1X1 b2X2 Tabel 4. Output Koefisien Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model 1 (Constan. Insentif Unstandardized Coefficients Std. Error Lingkungan Kerja Sumber : Hasil Penelitian, 2024 (SPSS. Standardized Coefficients Beta Sig. Collinearity Statistics Tolerance VIF Dari tabel 4. 5 di atas, diperoleh persamaan regresi Y = 2,026 0,841 X1 0,099 X2, hal ini dapat diinterpretasikan sebagai berikut : Nilai konstanta regresi sebesar 2,026 menunjukkan bahwa pada Insentif . Lingkungan Kerja , dengan kondisi konstan atau X = 0, maka Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing sebesar 2,026. Insentif (Variabel X. koefisien regresinya sebesar 0,841, mempunyai pengaruh positif terhadap Kinerja Pegawai (Variabel Y). Artinya apabila semakin naik Insentif (Variabel X. dengan asumsi variabel lain konstan, maka hal tersebut dapat meningkatkan Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Lingkungan Kerja (Variabel X. koefisien regresinya sebesar 0,099, mempunyai pengaruh positif terhadap Kinerja Pegawai (Variabel Y). Artinya apabila semakin naik Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Halaman 21 Jurnal Ekonomi dan Saintek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Lingkungan Kerja (Variabel X. dengan asumsi variabel lain konstan, maka hal tersebut dapat meningkatkan Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Uji Hipotesis Uji T (Uji Parsia. Dalam Uji T (Uji Parsia. dilakukan untuk mengetahui Pengaruh Insentif dan Lingkungan Kerja secara individu atau parsial terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing sehingga hasilnya dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji T (Uji Parsia. Coefficientsa Model 1 (Constan. Insentif Unstandardized Coefficients Std. Error Lingkungan Kerja Sumber : Hasil Penelitian, 2024 (SPSS. Standardized Coefficients Beta Sig. Collinearity Statistics Tolerance VIF Berdasarkan tabel 4. 23 di atas, maka dapat dijelaskan masing-masing pengaruh Insentif dan Lingkungan Kerja secara individu atau parsial terhadap Kinerja Pegawai Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing dan hasilnya adalah sebagai berikut: Variabel Insentif . Dari pengujian secara konvensional ditemukan bahwa pada taraf kesalahan A = 0,05 . ji dua sis. dengan df = 29-3 diketahui t tabel = 2. 05553 dan t hitung = 20,688. Karena t hitung > t tabel, maka variabel Insentif (X. berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Dari pengujian secara SPSS yaitu dengan melihat probabilitas signifikansinya (Pvalu. = 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak. Ha diterima sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Insentif berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing, dengan demikian hipotesis yang diajukan terbukti dan dapat diterima kebenarannya. Variabel Lingkungan Kerja . Dari pengujian secara konvensional ditemukan bahwa pada taraf kesalahan A = 0,05 . ji dua sis. dengan df = 26 . diketahui t tabel = 2. 05553 dan t hitung = 2,183. Karena t hitung > t tabel, maka variabel Lingkungan Kerja (X. berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Dari hasil pengujian secara SPSS yaitu dengan melihat probabilitas signifikansinya (P-valu. = 0,038 lebih kecil dari 5% maka sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Lingkungan Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Halaman 22 Jurnal Ekonomi dan Saintek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Uji F (Uji Anov. Dalam Uji F (Uji Anov. dilakukan untuk mengetahui ataupun menjelaskan apakah Pengaruh Insentif dan Lingkungan Kerja secara bersama atau simultan terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing, sehingga hasilnya dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji F (Uji Anov. ANOVAa Sum of Mean Model Squares Df Square Sig. 1 Regressio 662. Residual Total Dependent Variable: Kinerja Pegawai Predictors: (Constan. Lingkungan Kerja. Insentif Sumber : Hasil Penelitian, 2024 (SPSS. Berdasarkan tabel 4. 24 di atas, maka dapat dijelaskan pengaruh Insentif dan Lingkungan Kerja secara bersama atau simultan terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing dan hasilnya adalah sebagai berikut: Dari hasil pengujian secara konvensional pada taraf nyata = 0,05 dengan df1 = 2 dan df2 = 26 . iperoleh dari hasil df, . -k-. = . -2-. = 26 diketahui Ftabel = 3,37 dan F hitung = 393,810. Karena F hitung > F tabel, maka H0 ditolak, dan Ha diterima sehingga Insentif dan Lingkungan Kerja berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Dari hasil pengujian secara SPSS yaitu dengan melihat probabilitas signifikansinya (P-valu. = 0,000 atau 0% lebih kecil dari 5% maka sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Insentif dan Lingkungan Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Pembahasan Pengaruh Insentif Terhadap Kinerja Pegawai Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh Insentif terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing yang telah dilakukan ternyata ada pengaruh yang signifikan Insentif terhadap Kinerja Pegawai. Dengan uji t yang dilakukan memberikan hasil bahwa nilai t hitung > t tabel . dengan tingkat signifikan 0,000 atau lebih kecil dari 5%, maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti hipotesi yang diajukan Insentif berpengaruh positif dan signifikan Terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing, dengan demikian hipotesis yang diajukan tersebut terbukti dan dapat diterima Bentuk Pemberian Insentif yang berlangsung di Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing sudah tergolong sangat baik. Insentif pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing sedikit banyak akan meningkatkan Kinerja Pegawai. Hal ini sesuai dengan pernyataan Wirawan, . , insentif adalah AuPerangsang yang ditawarkan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Halaman 23 Jurnal Ekonomi dan Saintek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga kepada para pegawai untuk melaksanakan kerja sesuai atau lebih tinggi dari standarstandar yang telah ditetapkanAy. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing yang telah dilakukan ternyata ada pengaruh yang signifikan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai. Dengan uji T yang dilakukan memberikan hasil bahwa nilai t hitung > t tabel . ,183> 2. dengan tingkat signifikan 0,038 atau lebih kecil dari 5%, maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti hipotesi yang diajukan Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan Terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing, dengan demikian hipotesis yang diajukan tersebut terbukti dan dapat diterima kebenarannya. Hasil penelitian pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing sesuai dengan hasil penelitian terdahulu yang bernama Siti Aisyah, dkk, . Dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh lingkungan kerja dan insentif terhadap kinerja karyawan PT. Capella Medan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan baik secara simultan maupun parsial dari variabel lingkungan kerja dan insentif terhadap kinerja karyawan PT. Capella. Berdasarkan analisis secara parsial dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel lingkungan kerja (X. dan terhadap kinerja (Y) dengan nilai signifikan 0,041 < 0,05 dan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan terhadap insentif (X. terhadap kinerja (Y) dengan nilai signifikan 0,005 < 0,05. Pengaruh Insentif dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini yang menunjukkan bahwa variabel Insentif (Variabel X. dan Lingkungan Kerja (Variabel X. berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Variabel Y). Hasil ini dapat dilihat dari nilai F tabel = 3,37 dan F hitung = 393,810. Karena F hitung > F tabel dengan signifikan 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti hipotesi yang diajukan Insentif dan Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan Terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing, dengan demikian hipotesis yang diajukan tersebut terbukti dan dapat diterima kebenarannya. Hasil penelitian pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing sesuai dengan hasil penelitian terdahulu yang bernama Siti Aisyah, dkk, . Dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh lingkungan kerja dan insentif terhadap kinerja karyawan PT. Capella Medan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan baik secara simultan maupun parsial dari variabel lingkungan kerja dan insentif terhadap kinerja karyawan PT. Capella Medan. Berdasarkan analisis secara parsial dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel lingkungan kerja (X. dan terhadap kinerja (Y) dengan nilai signifikan 0,041 < 0,05 dan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan terhadap insentif (X. terhadap kinerja (Y) dengan nilai signifikan 0,005 < 0,05. KESIMPULAN Dari hasil penelitian ini dan berdasarkan hasil uraian pada bab sebelumnya, peneliti dapat memberikan kesimpulan sebagai berikut : Hasil uji Validitas yang dilakukan menunjukkan nilai corrected item total correlation di atas nilai r kritis 0,30, yang berarti semua butir pertanyaan kedua variabel tersebut dinyatakan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga Halaman 24 Jurnal Ekonomi dan Saintek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga valid sehingga memenuhi syarat sebagai alat ukur variabel Insentif. Lingkungan Kerja dan Kinerja Pegawai. Hasil uji reliabilitas menujukkan nilai Cronbach Alpha yang diperoleh di atas 0,60, sehingga semua alat ukur yang digunakan dinyatakan reliabel dan memenuhi syarat yang diandalkan. Berdasarkan koefisien kolerasi diperoleh hasil terdapat hubungan antara Insentif (X. dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,981, dan hubungan Lingkungan Kerja dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,665, maka koefisien kolerasi yang ditemukan antara Insentif dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,981 termasuk kategori sangat kuat, sedangkan korelasi Lingkungan Kerja dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,665 dikategorikan kuat. Jadi terdapat hubungan positif masing-masing antara Insentif (X. dan Lingkungan Kerja (X. dengan Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Berdasarkan analisis Koefisien Determinasi yang diperoleh sebesar 0,968 hal ini berarti bahwa yang terjadi pada variasi variabel terikat Kinerja Pegawai (Variabel Y) 96,8% ditentukan oleh variabel bebas Insentif (Variabel X. dan Lingkungan Kerja (Variabel X. secara serempak dan sisanya sebesar 3,2% ditentukan oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Dari hasil pengujian hipotesis penelitian ini yang membuktikan bahwa Insentif (Variabel X. berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Variabel Y). Hasil ini dapat dilihat dari nilai t tabel = 2,0553 dan t hitung = 20,688. Karena t hitung > t tabel dengan signifikan 0,000 < 0,05, maka hasil hipotesis ini dapat menyatakan bahwa Insentif (Variabel X. berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Variabel Y). Dengan demikian hasil hipotesis pertama (H. yang menyatakan Ada Pengaruh Insentif Terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing, terbukti dan dapat diterima. Dari hasil pengujian hipotesis penelitian ini yang membuktikan bahwa Lingkungan Kerja (Variabel X. berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Variabel Y). Hasil ini dapat dilihat dari nilai t tabel = 2,05553 dan t hitung = 2,183. Karena t hitung > t tabel dengan signifikan 0,038< 0,05, maka hasil hipotesis ini dapat menyatakan bahwa Lingkungan Kerja (Variabel X. berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Variabel Y). Dengan demikian hasil hipotesis kedua (H. yang menyatakan Ada Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing, terbukti dan dapat diterima. Dari hasil pengujian hipotesis penelitian ini yang membuktikan bahwa Insentif (Variabel X. dan Lingkungan Kerja (Variabel X. berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Variabel Y). Sehingga dapat dikatakan bahwa dengan pemberian Insentif yang baik dan dengan Lingkungan Kerja pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing, maka Kinerja Pegawai akan semakin meningkat. Hasil ini dapat dilihat dari nilai F tabel = 3,37 dan F hitung = 393,810. Karena F hitung > F tabel dengan signifikan 0,000 < 0,05, maka hasil hipotesis ini dapat menyatakan bahwa Insentif dan Lingkungan Kerja berpengaruh signifikan secara bersama atau simultan terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing. Dengan demikian hasil hipotesis ketiga (H. yang menyatakan Ada Pengaruh Insentif dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor UPBU DR. Ferdinand Lumban Tobing, terbukti dan dapat diterima. DAFTAR PUSTAKA